30.1 C
Bogor
Thursday, July 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 488

8.000 Liter Air Bersih Disalurkan Bupati Bogor Untuk Warga Klapanunggal

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Bertepatan dengan kegiatan Bogor Keliling (Boling) Bupati Bogor Iwan Setiawan berkesempatan memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Klapanunggal, pada Selasa (17/10/23).

“Ada sejumlah sumur warga yang mengering, hari ini kami kirim 8.000 liter air. Saya minta bu camat untuk segera sediakan toren-toren air agar pendistribusian airnya bisa cepat dari tangki bisa langsung ke toren penyimpanan air agar dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga meminta kepada perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Klanunggal untuk mengoptimalkan program CSR terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“CSR lebih dimaksimalkan bagi lingkungan dan masyarakat terdekat dulu sebelum yang jauh. Sehingga keberadaan perusahaan ini manfaatnya dapat dirasakan oleh warga sekitar, tidak hanya penanganan kekeringan tapi program kemasyarakatan lainnya,” imbuhnya.

Sementara, Aming (42) salah satu warga Klapanunggal mengucapkan terimakasih kepada Bupati Bogor yang sudah memberikan bantuan air bersih. Aming menyebut, dalam waktu beberapa bulan terakhir ini semenjak memasuki musim kemarau, hanya beberapa rumah warga saja yang masih memiliki air bersih.

“Sumur saya yang memiliki kedalaman 12 meter saja sudah tidak bisa memiliki air, bahkan ada yang sampai 50 meter gak ketemu air juga. Kebutuhan air ini kan utama ya, kami berharap, untuk para pengusaha yang ada di lingkungan Klapanunggal khususnya minimal sedekah air bersihlah untuk warga,” harapnya.

“Semoga musim kemarau ini gak berkepanjangan, dan segera masuk musim penghujan. Sekali lagi saya ucapakan terimakasih kepada Bupati Bogor yang sudah bersedia datang dan melihat kondisi kesulitan warganya,” tambahnya lagi.

** Nay Nuráin

Pelaku Curanmor di Alfamart Lebakwangi Diamuk Massa

0

Cigudeg | Jurnal Bogor
Pelaku pencurian sepeda motor yang beraksi di retail Alfamart Lebakwangi, Desa Rengas Jajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor yang diamuk masa viral.

Detik-detik rekaman video salah satu warga tengah mengamankan yang diduga pelaku dari warga lainnya yang berusaha memukuli pelaku. Di video lain, pihak kepolisian pun demikian. Dengan susah payah aparat setempat mengamankan pelaku.

Puluhan pukulan dari tangan warga melayang terhadap pelaku tak dapat terhindarkan. Dalam keterangan video dari akun Instagram Sudut Bobar tersebut menerangkan, bahwa pelaku tertangkap basah saat menjalankan aksinya.

“Tertangkap basah pelaku curanmor di  toko Alfamart Lebak wangi, Desa Rengasjajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor babak belur diamuk masa,” tulis akun tersebut .

“Vidio detik-detik amukan masa terhadap terduga pelaku curanmor tersebut menyebar di medsos dan WhatsApp grup,” tambahnya.

Akun itu juga menerangkan, bahwa pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian. “Dalam informasinya pelaku berhasil diamankan aparat setempat,” sebutnya.

Sementara Kapolsek Cigudeg Kompol Wagiman membenarkan peristiwa tersebut. Bahwa dua orang pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor telah diamankan.

Kejadian itu terjadi pada Minggu (15/10/ 2023) sekitar pukul 15.00 wib, di Alfamart  Kampung Pasir Sereh RT 01 RW 06 Desa Rengasjajar, Cigudeg. Para pelaku merupakan remaja. “Kedua pelaku curanmor tersebut berinisial IPY (25) dan ADT (15),” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga tentang adanya penangkapan pelaku curanmor. Atas laporan tersebut pihak kepolisian turun ke TKP dan mengamankan pelaku.

Awalnya, pemilik sepeda motor yang merupakan karyawan Alfamart melihat dua remaja yang tengah duduk diatas sepeda motornya kemudian lampu serinya menyala.

“Kejadian tersebut berawal ketika pemilik motor sedang bekerja di Alfamart, kemudian pelapor melihat ada seorang yang tidak dikenal duduk di atas sepeda motor milik pelapor. Kemudian pelapor melihat lampu seri sepeda motor tersebut menyala. Kemudian pemilik motor teriak maling dan pelaku di tangkap oleh massa,” jelasnya.

** Andres

Ingin Tahu Progres, Eka Tinjau Pengerjaan Proyek di Wilayah Ciawi

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Kepala Bidang (Kabid) Irigasi dan Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor, Eka Sukarna melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi proyek kegiatan pembangunan yang ada di wilayah Ciawi.

Eka Sukarna

Eka mengatakan, kegiatan peninjauan yang dilakukannya ke sejumlah lokasi proyek pembangunan tahun anggaran 2023 di wilayah Ciawi ini, untuk memastikan progres pengerjaan yang sedang dilaksanakan pihak ketiga, mulai dari pembangunan saluran irigasi maupun pemasangan tembok penahan tanah (TPT).

Menurutnya, untuk wilayah Ciawi ada sekitar kurang lebih 20 titik proyek kegiatan yang tersebar di setiap desa. Hingga saat ini, lanjut Eka, progres di masing-masing proyek, sudah mencapai 20-30 persen.

“Melihat waktu pengerjaan masih lama dari yang ditentukan atau 2,5 bulan lagi, saya yakin semua proyek kegiatan dibawah bidang irigasi akan selesai tepat waktu,” katanya kepada Jurnal Bogor saat mengunjungi kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III, Selasa (17/10).

Eka yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III tersebut menghimbau agar fungsi pengawasan yang menjadi kewenangan konsultan pengawas maupun pegawai UPT terus dilakukan di setiap lokasi proyek kegiatan.

“Saya yakin kalau pengawasan terus dilakukan, maka kualitas pembangunan di setiap proyek kegiatan akan bagus dan pengerjaan sesuai rencana anggaran belanja (RAB),” paparnya.

Adanya informasi pelaksana proyek pembuatan TPT saluran pembuangan Banjarwaru Kecamatan Ciawi, kabur dan tidak menyelesaikan pembangunan, Eka mengaku sudah menghubungi pihak pelaksana yakni CV Abyakta Camani Cemerlang untuk bertanggungjawab.

“Begitu dapat informasi saya langsung konfirmasi ke pihak pelaksana pemenang proyek dengan anggaran sebesar 294 juta lebih itu,” imbuhnya.

Sementara, saat akan dikonfirmasi terkait adanya informasi pelaksana proyek pembuatan TPT saluran pembuangan Banjarwaru yang tidak menyelesaikan pengerjaan dan malah memilih kabur, Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III, Tirto Maritan sedang tidak berada di kantor.

** Dede Suhendar

Maulid Nabi di SDN Parakanmuncang 02 Hadirkan Pentas Seni

0

Nanggung | Jurnal Bogor
SDN Parakanmuncang 02, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar pentas seni islami dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah di gedung GOR PGRI Kecamatan Nanggung, Selasa (17/10/2023). Kegiatan tahunan itu diikuti ratusan siswa dengan cukup antusias.

Kepala Sekolah SDN Parakanmuncang 02 Ondeng Sofwanudin mengatakan, pentas seni itu sebagai upaya meningkatkan generasi yang unggul, mandiri, serta berakhlakul karimah, terutama pada bidang keagamaan.

“Kegiatan ini diisi pembacaan sholawat, Al-bharzanzi dan Marhaba ditutup dengan pentas seni penampilan marawis dari siswa-siswi,” katanya.

Atas nama sekolah, kata dia,  pihaknya mengucapkan terima kasih kepada guru-guru dan para orang tua murid yang telah bahu-membahu dalam mensukseskan peringatan Maulid Nabi tersebut.

“Semoga dengan peringatan maulid ini anak-anak kita menjadi anak yang soleh dan solehah dan bisa meneladani sifat-sifat Rasulullah,”

Ondeng menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kejujuran. Urgensi sifat jujur bahkan telah diteladankan oleh Rasulullah. Siddiq adalah sifat yang ada pada Rasulullah. Siddiq bermakna jujur dan benar.

“Orang yang siddiq. Amanah menyampaikan. Kepercayaan harus dilaksanakan, tabligh bahwa Rasulullah seorang pendakwah,” beber Ondeng.

Kegiatan dengan tema “Mari tingkatkan kesalehan akhlak dan ketakwaan kepada Allah SWT” itu berjalan penuh khidmat dan penuh kebersamaan.

** Andres

Libatkan UPT Jalan dan Pendamping Desa, Samisade Tahap Pertama Dicek Tim Monev Kecamatan Dramaga

0

Dramaga l Jurnal Bogor
Tim monitoring dan evaluasi (monev) Pemerintah Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor melakukan pengecekan ke desa yang melaksanakan program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) di dua desa.

Ketua Tim Monev Kecamatan Dramaga, Ine Handayani menjelaskan kedatangan timnya untuk memastikan program tersebut direalisasikan atau tidak oleh pemerintah desa.

Tim Menov terdiri dari pendamping desa, UPT Jalan dan Jembatan dan pihak kecamatan. Mereka mengecek langsung pembangunan fisik yang dikerjakan oleh desa. Termasuk, mengecek laporan pertanggungjawaban kerja (LPJ) pada program pembangunan yang telah dilaksanakan.

“Dari sepuluh desa di Kecamatan Dramaga semuanya mendapatkan bantuan program Samisade dengan beragam peruntukan kegiatan pembangunan. Samisade yang terima masing-masing desa di Kecamatan Dramaga diantaranya betonisasi Jalan, TPT dan pengasapalan jalan,” ujar Ine, Selasa (17/10).

Menurutnya, hasil Monev Kecamatan menjadi dasar pengajuan program Samisade ke tahap dua. Ketika hasil pekerjaan tahap pertama tidak sesuai, tentunya pengajuan Samisade tahap kedua tidak bisa dicairkan oleh desa.

Untuk itu, dia meminta ke pemerintah desa agar mengerjakan program Samisade dengan baik sesuai LPJ. “Di Kecamatan Dramaga yang sudah meralisasikan tahap kedua yakni Desa Purwasari, Babakan serta Desa Sukadamai. Untuk desa lainnya, masih fokus pekerjaan di tahap pertama,” jelasnya.

Sementara Itu, Kepala Desa Ciherang Suherwin mengungkapkan kujungan tim Monev Kecamatan ke desa diakuinya sangat membantu. Sebab, pihak desa bisa mengetahui hasil pekerjaan.  Ketika ada kekurangan bisa langsung diperbaiki, terlebih, hasil monev bisa jadi bahan evaluasi bagi desa.

“Samisade Desa Ciherang tahap  pertama yakni pembangunan TPT sudah mencapai lebih dari 70 persen dan bisa melanjutkan ke program Samisade tahap kedua,” tukasnya.

** Arip Ekon

Social Movement Dalam Pengendalian Inflasi di Kota Bogor

0

Pengendalian Inflasi merupakan salah satu dari 5 aspek Reformasi Birokrasi (RB) Tematik program prioritas presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bogor sebagai pilar pengendalian inflasi di Kota Bogor belumlah cukup maksimal tanpa adanya dukungan serta pelibatan masyarakat.

Atas dasar tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (kukmdagin) Kota Bogor, Atep Budiman menggagas proyek perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan XX Lembaga Administrasi Negara (LAN) berjudul Social Movement (Pelibatan Aksi Masyarakat) Dalam Pengendalian Inflasi di Kota Bogor.

Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor, Atep Budiman menyampaikan, latar belakang proyek perubahan ini karena seluruh peserta PKN II diarahkan ke RB Tematik atau tema-tema yang menjadi prioritas dari presiden, diantaranya investasi, digitalisasi pemerintahan, stunting, inflasi, termasuk TKDN dan P3DN.

“Saya mengambil gagasan pengendalian inflasi itu sesuai arahan mentor Bu Sekda yang juga sebagai Ketua TPID dan kondisi inflasi di Kota Bogor tahun lalu itu cukup lumayan tinggi walaupun masih dibawah standar nasional 4 persen, tetapi untuk di Jawa Barat relatif diatas rata-rata,” kata Atep.

Atep menyebut, saat ini kondisinya fluktuatif, tetapi Kota Bogor rata-rata tinggi di Jawa Barat karena mungkin masuk perkotaan dan bukan lumbung produsen pangan.

Untuk pengendaliannya kata Atep sementara ini dikendalikan melalui kebijakan fiskal, moneter, termasuk operasional lapangan. TPID di daerah itu tugasnya lebih ke operasional, moneter oleh Bank Indonesia, fiskal oleh Kementerian Keuangan.

“Operasional diantaranya memantau harga, menyelenggarakan operasi pasar, bazar-bazar murah, termasuk dengan satgas-satgas pangan mengecek jalur distribusi sesuai dengan tingkatannya (distributor, agen, pangkalan). Kemudian memantau sesuai harga acuan pemerintah, bahan-bahan pokok sesuai HET agar tidak melebihi harga,” jelasnya.

Disamping itu, Atep menjelaskan, RB tematik ini cukup serius apalagi ada permasalahan se-dunia dengan adanya fenomena el nino.

“Hari ini pun beras di Kota Bogor harganya masih tinggi, belum turun lagi, diatas HET,” ujar Atep.

TPID secara rutin melakukan rapat skala nasional dipimpin oleh Mendagri setiap hari senin untuk memantau terus kebijakan-kebijakan di daerah.

“Untuk pengendaliannya cenderung tim TPID saja yang bergerak, dari sisi masyarakatnya belum dilibatkan secara optimal. Untuk itu di dalam proyek perubahan yang saya gagas ini didalamnya social movement atau melibatkan masyarakat supaya lebih peduli terhadap pengendalian inflasi dengan memantau harga-harga di pasar,” jelas Atep.

Salah satunya adanya media berkomunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Sebab, masyarakat yang mengakses atau membaca media massa untuk mendapatkan informasi terkait harga-harga kebutuhan di pasar terbilang terbatas.

Proyek perubahan ini dikolaborasikan dengan digitalisasi pemerintahan yang digagas oleh Kepala Diskominfo, yakni komunikasi melalui platform WhatsApp (WA) Chat Bot Talas Bogor (Data dan Layanan Terintegrasi).

“Selaras dengan integrasi super Apps Talas Bogor, WA akan menjadi alat komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Kami mempublikasikan harga-harga bahan pokok di pasar-pasar pantauan yang ada di bawah Pemkot Bogor yakni Perumda Pasar Pakuan Jaya. Kami pun punya tugas memantau harga di dua pasar sesuai dengan permintaan provinsi dan Kementerian Perdagangan,” paparnya.

Selain melalui layanan WA Talas Bogor Bogor, pihaknya juga akan mempublikasikan ke media sosial di lingkungan pemkot, media luar ruang, termasuk media digital yang dipasang di pasar.

“Kita akan optimalkan kembali dengan Perumda Pasar Pakuan Jaya, agar pengunjung pasar bisa melihat harga-harga terupdate. Nanti kita juga butuh informasi dari masyarakat apakah sesuai dengan harga di lapangan. Seandainya ada permainan harga melampaui harga eceran, harga acuan pemerintah, kita akan tindaklanjuti di lapangan untuk mengecek dan memastikan. Apalagi kalau ada subsidi pemerintah tidak boleh melebihi harga. Jadi pelibatan masyarakat yang akan kita coba gerakan di proyek perubahan ini,” ujar Atep.

Sejauh ini dukungan dari Wali Kota Bogor, Wakil Wali Kota Bogor dan Sekda baik terhadap inovasi ini, karena bagian dari RB Tematik terkait pengendalian inflasi. Diharapkan salah satu inovasi ini sebagai upaya pengendalian inflasi bahkan menurunkan angka inflasi di bawah rata-rata regional Jabar maupun nasional.(*)

Persib Antisipasi Cuaca Panas Samarinda

0

Samarinda | Jurnal Bogor
Persib akan melawat ke markas Borneo FC di Samarinda, Sabtu 21 Oktober 2023. Cuaca panas di Kalimantan akan menjadi tantangan bagi skuad Pangeran Biru pada laga lanjutan Liga 1 2023/2024 tersebut.

Pelatih fisik Persib, Miro Petric memastikan, cuaca panas Samarinda tidak akan menjadi kendala besar. Sebab, para pemain Persib sudah beradaptasi dengan cuaca panas, termasuk dalam beberapa pertandingan yang dimainkan pukul 15.00 WIB.

“Seperti di laga terakhir menghadapi Persebaya, cuacanya mencapai 35 derajat dan kami berlatih 31 (derajat). Jadi, tidak ada masalah mengenai itu,” ucap Miro dilansir dari laman resmi klub, Selasa, 17 Oktober 2023

Karena itu, Petrick tak terlalu menghiraukan kondisi cuaca panas di Samarinda. Apalagi, kick-off pertandingan berlangsung malam hari.

“Saya rasa akan mirip dengan di Serawak dan Sabah. Jadi bisa mencapai 35-36 derajat, cuaca yang sangat lembab seperti ketika melawan Persebaya. Jadi saya tidak takut dengan itu, pemain kami sudah siap untuk mengatasinya,” ucapnya.

** Asep Syahmid

Timnas U17 Berlatih Keras Nutrisi Pemain Sangat Terjamin

0

Bogor | Jurnal Bogor
Tim U-17 Indonesia sudah menjalani tiga pekan training camp di Jerman sebagai persiapan untuk Piala Dunia U-17 yang berlangsung di Indonesia pada 10 November hingga 2 Desember 2023.

Menu latihan keras yang diberikan pelatih menjadi rutinitas yang dilakoni para penggawa Garuda Muda selama di Jerman.

Beberapa uji coba pun sudah dijalani oleh pemain dengan hasil yang beragam. 

Selain perihal kemampuan taktikal yang dimatangkan, aspek asupan yang dikonsumsi oleh pemain pun tetap dijaga agar kondisi tubuh tetap terjaga.

Dicky Mohammad Shofwan, selaku dokter tim U-17 selalu memerhatikan asupan yang akan dikonsumsi oleh para pemain selama di Jerman.

Ia telah menentukan apa saja menu makanan yang harus diberikan kepada para pemain untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.

“Untuk sarapan, makanan dengan karbo yang tinggi karena setelahnya pemain langsung latihan pagi. Siangnya, makan normal, karbo, protein, dan serat seimbang. Untuk malamnya, pemain dianjurkan untuk makan rendah karbo namun tinggi protein sebagai recovery,” ujar Dicky dilansir dari laman resmi PSSI, Selasa, 17 Oktober 2023

Jika dibandingkan dengan di Indonesia, menu makanan di Jerman terbilang aman karena banyak makanan di Eropa dimasak dengan direbus hingga di-grill serta minimnya bumbu-bumbu.

“Di Jerman ini terbilang aman untuk makanannya karena kebanyakan cara olahan makanannya itu dengan direbus atau di-grill sehingga meminimalisasi lemak berlebih yang terkandung dalam makanan,” tambahnya.

Di samping itu, selama menjalani pemusatan latihan Iqbal dkk selalu dipantau komposisi tubuh mereka, khususnya muscle mass dan body fat.

Nantinya hasil dari tes itu bisa didiskusikan dengan tim pelatih untuk mengatur para pemain agar dapat menyeimbangkan nutrisi yang mereka konsumsi, sehingga dapat memaksimalkan potensi di lapangan.

“Biasanya dua minggu sekali kita tes, untuk cek komposisi tubuh para pemain. Dari hasil itu kita bisa tahu apa saja yang harus diperbaiki, terutama untuk muscle dan body fat para pemain,” tutupnya.

** asep syahmid

Lintasan Atletik Pakansari Berstandar Internasional

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Para atlet atletik dari kalangan pelajar yang akan terjun dalam Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023 sangat beruntung bisa menginjakan kaki dan bertanding pada lintasan Atletik Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor sebagai venue dari Kejurnas kali ini.

Perlu diketahui oleh semua masyarakat terutama para atlet bahwa lintasan Atletik Stadion Pakansari sudah punya standar internasonal dan diakui oleh federasi olahraga terkait.

” Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023 akan dilangsungkan di Lintasan Atletik Stadion Pakansari yang sudah berstandar Internasional,” ujar Yadi Supriadi alias Uwak Yadi selaku Kasubag UPT Sarpras Dispora Kabupaten Bogor, Selasa, 17 Oktober 2023.

Pria berambut perak ini menambahkan, pada Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023 untuk nomor lari digelar di Lintasan Atletik Stadion Pakansari ( Dalam). Sedangkan, untuk nomor nomor teknik akan dilangsungkan di Lapangan PASI Kabupaten Bogor.

” Saya yakin para atlet PPLP, PPLPD dan SKO Atletik dari berbagai daerah akan bangga bertanding di Lintasan Atletik Pakansari yang sudah pernah sebagai venue PON 2016, Porprov Jabar 2018 dan berbagai event lainnya,” ucap Kasubag yang sangat dekat dengan semua karyawan di UPT Sarpras Dispora Kabupaten Bogor.

Ia menambahkan, event Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023 akan dilangsungkan dari tanggal 23 sampai 28 Oktober 2023.

** asep syahmid

Super Jendela Tunggal Talas Bogor, Mudahkan Warga Akses Berbagai Aplikasi

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) akan meluncurkan satu aplikasi terintegrasi untuk menggabungkan beberapa aplikasi yang ada secara bertahap. Tercatat, saat ini ada sekitar 128 aplikasi di lingkungan Pemkot Bogor.

Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XX Tahun 2023 LAN (Lembaga Administrasi Negara) RI ini diinisiasi Kepala Diskominfo Kota Bogor, Rahmat Hidayat dengan nama aplikasi Super Jendela Tunggal Talas Bogor.

Nantinya, warga dan ASN dapat mengakses semua layanan publik terintegrasi berbasis layanan WhatsApp atau WA Chat Bot yang dirancang untuk memberikan respons otomatis berdasarkan input dan permintaan yang diterima, sehingga interaksi menjadi lebih praktis dan efisien.

Aplikasi ini memungkinkan warga untuk mengakses berbagai aplikasi, seperti informasi hibah dan bansos, layanan pengaduan, layanan publik unggulan, struktur pemerintahan hingga pengaduan dan saran.

Kepala Diskominfo Kota Bogor, Rahmat Hidayat menyebut, saat ini di perangkat-perangkat daerah di Kota Bogor banyak terdapat aplikasi, baik untuk aparatur sipil negara (internal) maupun untuk publik atau masyarakat (eksternal).

Diakuinya banyaknya aplikasi ini bagian dari upaya digitalisasi pemerintahan. Sejak tahun 2014 awal Smart City, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berlomba-lomba membuat inovasi untuk mempermudah pelayanan di bidang tugasnya dengan membuat aplikasi.

“Trend saat ini bagaimana menggabungkan aplikasi. Bagaimana caranya semua aplikasi itu dapat diakses hanya dari satu aplikasi,” jelasnya.

“Saya dari Kominfo, karena sedang melaksanakan Diklat PKN 2 menangkap ini sebagai sebuah kebutuhan dan arahan dari pimpinan, bagaimana memudahkan masyarakat sehingga hanya satu kali akses (aplikasi),” katanya.

Sebelumnya, lahirlah Bogor Single Window (BSW) yang merupakan aplikasi super menyatukan seluruh aplikasi yang ada di Kota Bogor dengan didukung oleh database terpusat dan kerangka kerja Smart City.

“Harapannya BSW ini menjadi rumah besar bagi semua aplikasi-aplikasi. Walaupun masih terbagi dua BSW ini, ada yang untuk ASN dan BSW publik,” tuturnya.

Berdasarkan survei, masyarakat Kota Bogor hampir 98 persen memiliki aplikasi WA (WhatsApp) dari total 89 persen masyarakat Kota Bogor yang memiliki gawai atau smartphone.

Dengan membaca kondisi tersebut, pihaknya melengkapinya dengan membuat layanan WhatsApp Talas Bogor (Data dan Layanan Terintegrasi) yang merupakan layanan publik melalui Whatsapp Pemerintah Kota Bogor.

“Jadi masyarakat yang tidak ingin mendownload aplikasi bisa tetap terlayani dengan cara WA. Tapi tetap nanti diarahkan ke aplikasi-aplikasi tertentu. Harapannya mempermudah, misalnya untuk hibah bansos ke Sahabat, pelayanan jaminan kesehatan ke Solid, kependudukan ke Sitanduk,” katanya.

Memang kata Rahmat, masih ada tantangan kedepannya, karena ada aplikasi-aplikasi yang berasal dari pemerintah pusat. Untuk itu pihaknya tengah mengupayakan agar bisa bergabung menjadi dalam satu aplikasi.

“Sebenarnya ini trend nasional, di Jawa Barat ada Jabar Super App Sapa Warga, di pusat akan membuat aplikasi Indonesia Satu. Tujuannya sekali lagi untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Rencananya, aplikasi Super Jendela Tunggal Talas Bogor akan diluncurkan pada 18 Oktober 2023.

“Tapi ini masih tahap pengembangan, kurang lebih ada 50-an aplikasi dari 128 aplikasi. Jadi nanti bertahap semua masuk, kalau di Diklat saya itu ada istilah milestone atau ini tahap awal, nanti terus diperkembangkan,” jelasnya.

Sejauh ini kata dia, inovasi ini didukung pimpinan, seperti Wali Kota Bogor, Bima Arya, Wakil Wali Kota Bogor dan Sekda. Pasalnya, ini merupakan arahannya dalam rangka mempermudah warga dalam pelayanan juga aspirasi dari DPRD yang mewakili masyarakat.