Cibinong | Jurnal Bogor Kadispora Kabupaten Bogor Asnan AP merasa bangga salah satu pejabat Dispora Kabupaten Bogor akan menjadi salah satu wasit pada ajang Asian Games 2023 di Hangzhou, Cina.
Asnan AP mengatakan, salah satu pejabat di Dispora yang akan jadi wasit pada ajang Asian Games 2023 adalah Endar Sakti Lubis yang tercatat sebagai Subkor Kemitraan dan Penghargaan Olahraga Dispora Kabupaten Bogor.
” Luar biasa dan saya bangga ada ASN Dispora yang jadi wasit catur serta satu satunya wakil Indonesia pada Asian Games 2023,” tegas Asnan AP, Kamis, 14 September 2023.
Asnan AP berharap, Endar akan mampu membawa nama baik dan nama harum Indonesia serta Kabupaten Bogor pada ajang Asian Games 2023.
Tak hanya itu, kata Asnan AP, semoga apa yang diraih Endar Sakti Lubis ini akan memotivasi para wasit lainnya dari cabor yang lain supaya bisa jadi wasit di Sea Games ataupun Asian Games.
Cibinong | Jurnal Bogor Endar Sakti Lubis salah satu ASN yang bertugas sebagai Subkor Kemitraan dan Penghargaan Olahraga, Dispora Kabupaten Bogor akan menjadi satu satunya wasit catur asal Indonesia yang akan menjadi wasit pada perhelatan Asian Games 2023 yang akan dilangsungkan di Hangzhou, Cina, 21 September – 8 Oktober 2023.
Endar Sakti Lubis
Saat ini, Endar Sakti Lubis tercatat sebagai salah satu International Arbiter ( Wasit Internasional) dan mendapatkan tugas jadi wasit di Asian Games 2023 oleh Asian Chess Confederation.
Sebelumnya, vokalis dari Shakata Band pernah jadi wasit pada ajang PON Riau 2021, PON Jabar 2016, PON Papua 2021, Sea Games Palembang 2011 dan Sea Games 2021 di Vietnam.
Disamping itu, pelatih catur Klub Kuda Sakti Karadenan dan Gaperi Chess Club Bojong Gede juga pernah jadi wasit pada Olimpiade Catur di Azerbaijan 2016 dan Seleki Kejuaran Dunia Catur Zona 3.3 Asia di Jakarta bulan Juni 2023.
” Ini event pertama yang membanggakan. Apalagi saya jadi wasit satu satunya dari Indonesia yang akan bertugas di Asian Games 2023,” tegas Endar Sakti Lubis, Kamis, 14 September 2023.
Selain itu, tambah Endar, pada Asian Games 2023 ini akan bertanding para pecatur kelas dunia dari India, Cina, Uzbekistan dan Iran.
Ciseeng | Jurnal Bogor Korban tenggelam di Sungai Cisadane, Desa Putatnutug, Ciseeng, Kabupaten Bogor pada, Rabu (13/9/23) berhasil ditemukan oleh petugas gabungan, Kamis (14/9/23) sekitar pukul 09.00 wib.
Diketahui, korban berinisial KHD (17) merupakan warga Perumahan Telaga Kahuripan, Desa Tegal, Kemang, Kabupaten Bogor.
Kepala Desa Tegal Omat Jaya Dihati membenarkan korban adalah warganya bahkan tetangga dekatnya. Setelah mendapat laporan pada malam kemarin, kata dia, langsung ke lokasi bersama sejumlah warga dan keluarga korban juga ikut menyaksikan pencarian malam kemarin.
“Alhamdulillah tadi pukul 09.00 wib. Korban ditemukan masih di lokasi korban tenggelam. Menurut saya ini korban tenggelam bukan hanyut, kalau hanyut keberadaan jasad korban pasti sudah pindah lokasi,” ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi.
Masih kata Kades, dirinya dan keluarga serta jajaran Pemerintah Desa Tegal mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum, semoga almarhum diterima iman islamnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan oleh Allah SWT.
“Saya baru selasai dan sekarang mengarah pulang dan akan ke rumah keluarga almarhum, saya ucapakan banyak terima kasih kepada petugas gabungan dari semalam melakukan pencarian, dan terima kasih kepada tokoh masyarakat yang ikut hadir saat pencarian, sekali lagi kita doakan almarhum, semoga husnul khatimah, amin,” ucapnya.
jurnalinspirasi.co.id – Ronald Wilson Music School (RWMS) dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyalurkan bakat anak anda di bidang musik.
Sekolah yang berdiri sejak 2016 silam, RWMS telah menjadi tempat les musik favorit lantaran lebih modern karena fleksibel tempat dan waktu belajar.
“Ronald Wilson Music School merupakan sekolah musik online untuk murid-murid modern karena flexible tempat dan waktu belajarnya sehingga bisa menjangkau murid yg jauh lokasinya,” ujar Manager RWMS, Nova kepada wartawan, Kamis (14/9/2023).
Ia mengatakan bahwa sistem les onlinenya adalah private one on one melalui aplikasi zoom dan google meet. Sebelumnya, RWMS merupakan tempat les musik privat di Bukit Cimanggu City (BCC) Kota Bogor yang mengawali sekolah musik piano.
Namun, saat pandemi Covid-19 dilakukan perubahan besar. Beruntung, RWMS sudah punya persiapan mumpuni sejak awal. Sistem dan perlengkapan sudah ada.
Owner RWMS, Ronald Wilson menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 hanya menjadi trigger untuk mempercepat gebrakan les musik itu secara online atau virtual.
“Yang membedakan adalah karena RWMS sudah siap dan lengkap baik secara sistemnya, e-book, iringan musik, pengajar yang kompeten,” kata pria 37 tahun itu.
Saat ini, kata dia, sudah ada kurang lebih 130 murid dan akan terus bertambah. Bahkan, kini pihaknya telah memiliki kelas vokal yang sudah dibuka sejak Oktober 2023.
Sejauh ini, murid RWMS banyak berasal dari mancanegara. Seperti Amerika Serikat, Inggris, New Zealand, Kuwait, Belanda dan Australia, Singapura dan sebagian besar dari indonesia.
“Awalnya berdiri di bogor sebagai tempat les rumahan yaitu tahun 2016. Namun sejak pandemi 2020 kami berfokus di les musik online untuk membantu murid-murid ingin les namun terkendala baik dari jarak dan waktu juga lokasi,” paparnya.
Sebagai informasi, Ronald Wilson sudah mengantungi sejumlah prestasi dan penghargaan. Dimulai dari juara festival dalam negeri hingga event skala internasional. Salah satunya menjadi pemenang Canta Al Mar Festival di Barcelona. * Fredy Kristianto |*
Fenomena El Nino yang tengah melanda Indonesia berdampak pada minimnya curah hujan di Kota Bogor. Kondisi ini pun berimbas pada menurunnya air tanah, atau mata air, baik milik warga maupun milik Perumda Tirta Pakuan.
Lantas apa upaya Pemkot Bogor agar ketersediaan air bersih tetap mengalir?
Kesulitan air bersih mulai terasa di beberapa titik di Kota Bogor. Seperti halnya 680 warga Kampung Munjul, RW 06, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor sudah mengalami krisis air bersih.
Terbaru, warga Kampung Muara RT 002/010, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, yang mengalaminya.
Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) dengan total 60 jiwa melaporkan dampak kemarau tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.
Tercatat, BPBD Kota Bogor sudah menerima laporan sebanyak 680 warga dari 210 KK yang berada di dua RT itu melaporkan kekeringan. Begitu juga dengan 20 KK yang terdampak kekeringan di Muara Sari, Kelurahan Sindangrasa Kecamatan Bogor Timur. Sehingga BPBD Kota Bogor langsung mengirim air bersih, pada Jumat (25/8/2023) lalu.
“Penyaluran air bersih sudah kami lakukan sejak pukul 09.25 WIB,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas.
Menurut pria yang akrab disapa Theo, kekeringan terjadi akibat cuaca saat ini memasuki musim kemarau. Sehingga Sumur mulai mengering dan warga mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
“Kejadian ini menyebabkan sumur yang digunakan oleh warga sekitar sebagai sumber air sehari-hari warga menjadi kering, sehingga warga sekitar mulai kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya,” ucapnya.
Dilanjutkan Theo, adapun rincian dari 680 warga terdampak kekeringan, di antaranya di RT 04/06 ada sebanyak 120 KK, dengan total 395 jiwa. Lalu, di RT 05/06 ada sebanyak 90 KK dengan 285 Jiwa.
“Assessment dan pendistribusian air bersih sebanyak 5.000 liter (1 ritase) kepada warga terdampak sudah selesai dilakukan oleh personil TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian,” papar dia.
Kemudian, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan setempat.
Di tempat terpisah, Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan, Ardani Yusuf mengakui bila sejak pertengahan Agustus lalu pihaknya mencatat, ada beberapa lokasi atau sumber yang telah terjadi penurunan. Salah satunya mata air Kota Batu.
“Kapasitas air yang biasanya mencapai 60-70 liter per detik, saat ini turun 40-50 persen menjadi 35 liter per detik,” terang Ardani.
Hal itu pun direspon pihak dengan sejumlah langkah antisipasi. Untuk menjaga kestabilan air baku, Perumda Tirta Pakuan melakukan pengurasan-pengurasan pada Intake maupun Bendung yang dimiliki, untuk menjaga air yang masuk sesuai kebutuhan.
Upaya selanjutnya yakni dengan melakukan pembangunan untuk menambah kapasitas air di SPAM Cipinang Gading, yang ditargetkan bisa beroperasi pada Desember 2023. SPAM ini nantinya akan melayani wilayah Mulyaharja, yang saat ini belum tersentuh air bersih, padahal memiliki 5 ribu pelanggan.
Penambahan kapasitas juga dilakukan di SPAM Katulampa sebesar 300 liter per detik. Pembangunan ini ditargetkan rampung 15 bulan ke depan, yakni pada September 2024.
Pengaturan pasokan air dari wilayah lain, juga akan dilakukan oleh Perumda Tirta Pakuan pada kondisi tertentu. Daerah yang pasokan airnya melimpah akan membantu supply melalui sistem interkoneksi.
Minimnya curah hujan juga berdampak pada menurunnya tinggi muka air (TMA) di Bendung Katulampa. Selama beberapa pekan terakhir, TMA bahkan mencapai 0 centimeter.
Menanggapi kondisi itu, Ardani menyebut pasokan air masih mencukupi. Sejauh ini, lanjutnya, masih ada 1.000-2.000 liter per detik air yang mengalir, yang artinya masih jauh melebihi kapasitas yang dibutuhkan pihaknya, yakni 300 liter per detik.
“Kami menghimbau kepada masyarakat dengan adanya kondisi ini, untuk lebih menghemat air bersih walaupun kondisi Perumda Tirta Pakuan masih stabil. Untuk masyarakat di wilayah yang kekeringan saat air mengalir segera tampung air,” ucap Ardani.
jurnalinspirasi.co.id – Wali Kota Bima Arya mencopot Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Cibeureum 1 lantaran sang kepsek melakukan gratifikasi saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Bima mengatakan bahwa pemberhentian Kepsek SDN Cibeureum 1 berlaku pada Rabu (13/9).
“Suratnya sudah dilayangkan kemarin, berdasarkan aturan, kepala sekolah memiliki waktu 15 hari untuk menyampaikan keberatan,” ujar Bima Arya, Rabu (13/9).
Tetapi, kata Bima, apabila kepsek tak keberatan, maka pemberhentian akan diproses sesegera mungkin. Pencopotan itu, berawal dari adanya dugaan pungli yang dilakukan kepsek.
Kemudian, lanjut Bima, dugaan ini langsung diinvestigasi oleh Pemkot Bogor melalui Inspektorat. Kemudian, sang kepsek memberhentikan salah seorang guru honorer bernama Reza karena dianggap tidak mematuhi kepala sekolah, dan dianggap mengakses data pribadi dari WhatsApp kepsek hingga akhirnya diberhentikan.
“Kepala sekolah sendiri sudah di-BAP oleh Inspektorat dan terbukti telah melakukan gratifikasi,” katanya.
Kata dia, pemberhentian salah satu guru tersebut mendapatkan reaksi dari guru-guru dan juga siswa. “Saya ke sini karena ingin mendengar langsung dari Pak Reza dan Ibu Kepala Sekolah,” ucap Bima.
Menanggapi hal itu, Bima Arya langsung melakukan mediasi sekaligus ingin mendengarkan keterangan dari guru tersebut.
“Akhirnya disepakati oleh kepsek untuk menerima keputusan Wali Kota terkait pemberhentian beliau dan juga membatalkan keputusan kepala sekolah untuk memberhentikan Pak Reza,” ungkapnya.
“Jadi Pak Reza bisa langsung mengajar, supaya anak-anak tidak terganggu. Supaya anak-anak bisa lanjut terus belajar dan ini menjadi pembelajaran untuk semua,” tandasnya.* Fredy Kristianto
jurnalinspirasi.co.id – Guru cabul berinisial BBS dipastikan dipecat dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Demikian dikatakan Wali Kota Bogor, Bima Arya.
Menurut dia, gurus SDN Pengadilan 2 yang telah melecehkan delapan siswi itu diberhentikan sesuai dengan aturan berlaku.
“Pelaku sudah diamankan, dan status yang bersangkutan ini P3K maka kami akan memroses pemberhentian sambil yang bersangkutan diproses secara hukum,” ucap Bima kepada wartawan, Rabu (13/9/2023).
Menurut Bima, pihaknya mendapatkan laporan terjadi kasus pelecehan seksual di SDN Pengadilan 2 Kota Bogor. “Saya langsung berkoordinasi dengan Pak Kapolres untuk memastikan proses hukum berjalan terhadap pelaku,” ungkapnya.
Selain itu, Bima juga menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk segera menunjuk pengganti pelaku yang merupakan wali kelas di SDN Pengadilan 2. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut.
“Saya minta bersama KPAID dan dinas untuk melakukan pendampingan tapi pastikan juga adanya penyuluhan kepada anak-anak disini, termasuk juga akan kami koordinasikan dengan KPAID anak-anak perlu diberikan edukasi yang tepat sehingga kita bisa mengantipasi tidak kembali terjadi peristiwa serupa,” tegasnya.
Bima mengaku bahwa dirinya merasa prihatin sebab kasus ini tidak terdeteksi sejak awal, dan Bima menekankan perlunya edukasi dan penyuluhan agar semua pihak dapat memahami pentingnya melapor jika terjadi kasus serupa.
“Termasuk guru-guru, adabnya bagaimana, etikanya bagaimana dan mekanisme pelaporan agar anak anak tidak takut melapor, jadi kalau ada apa-apa silahkan melapor,” ujarnya.
Bima juga meminta mekanisme pelaporan harus lebih mudah, semaksimal mungkin setiap ruang kelas dapat dipasang CCTV. “Karena dilakukan di dalam kelas, sehingga semaksimal mungkin sekolah dapat melakukan pengadaan CCTV diruang kelas agar semua bisa diawasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadillah mengatakan oknum guru tersebut telah mengajar di sekolah tersebut selama empat tahun.
“Dan baru diangkat menjadi ASN atau P3K belum lama ini,” kata Kompol Rizka.
Ia menegaskan bahwa polisi terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak sekolah, tujuannya agar apabila ada korban lain dari guru predator seksual ini bisa segera melapor ke polisi.
“Kita masih melakukan komunikasi intensif dengan sekolah. Kita memberikan pemahaman, meminimalkan aspek traumatis kepada korban,” tandas Kompol Rizka Fadhila.* Fredy Kristianto
Nanggung l Jurnal Bogor Tak menunggu waktu lama, tindakan tegas dilakukan petugas Satpol PP dan pihak kepolisian yang melakukan penertiban galian tambang teras di Kampung Taluk Waru, Desa Curugbitung, Nanggung, Kabupaten Bogor.
Pol PP Kecamatan Nanggung dan jajaran kepolisian dari Mapolsek Nanggung langsung mendatangi galian C yang diduga ilegal.
“Galian itu, sudah kami tertibkan bersama Kapolsek kemarin,” kata Kanit Pol PP Kecamatan Nanggung Rahmansyah kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/9).
Namun saat di lokasi, pelaku (galian) sudah tidak ada, itupun yang ada hanya alat berat saja.
Kami cari cari juga pelaku galian itu tidak ada. Gak tau kemana. Pelaku mau saya panggil ke kecamatan,”ujar Rahmansyah.
Penertiban galian itu, bentuk respons kecamatan dan kepolisian atas keluhan warga lantaran keberadaan tambang teras itu dinilai membahayakan dan khawatir sewaktu-waktu bisa terjadi longsor.
Sebelumnya anggota DPRD Kabupaten Bogor Permadi Dalung mendukung proses penutupan.
“Kalau galian tak berizin dipastikan tidak ada inkam ke Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Jangan sampai, kata Dalung, kerusakan jalan akibat adanya galian itu, Pemkab Bogor yang memperbaiki, namun hasil usaha dari galian itu hanya untuk kepentingan pribadinya. Namun jika usaha berizin, ada pendapatan yang masuk ke pemerintah dan pemanfaatannya untuk membangun Kabupaten Bogor.
Sekedar informasi galian C yang berada di lokasi tebingan setinggi sekitar 30 meteran dan jarak lokasinya pun sangat berdekatan dengan jalan milik Kabupaten Bogor menuju Malasari.
jurnalinspirasi.co.id – Kasus pencabulan di SDN Pengadilan 2 Kota Bogor, mendapat perhatian serius dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kota Bogor pun telah mengambil langkah-langkah penting untuk mengatasi situasi ini dan memastikan keamanan anak-anak di masa depan.
Salah satu tindakan pertama yang diambil oleh KPAID Kota Bogor berkolaborasi dengan UPTD PPA Kota Bogor yakni memberikan penanganan psikologis kepada anak-anak yang menjadi korban.
Kepada wartawan, Ketua KPAID Kota Bogor, Dede Siti Aminah mengatakan bahwa pihaknya menggandeng UPTD PPA Kota Bogor untuk menangani trauma yang dialami oleh para korban dengan pendampingan dari ahli psikolog.
“Anak sudah ditangani oleh ahlinya yakni psikolog. Insyaallah segala macam bentuk trauma yang dialami oleh para korban, bisa diantisipasi dan diobati,” ucapnya pada Rabu (13/9).
KPAID juga menyoroti aspek lain dari kejadian ini. Dede menyebut ada informasi dari kepala sekolah bahwa beberapa hari terakhir, di sekolah menjadi ramai dengan pengunjung yang tidak dikenal oleh guru dan murid.
Hal ini, lanjutnya, menciptakan kondisi yang tidak kondusif untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). “Oleh karena itu, fokus KPAID tidak hanya pada penanganan korban, tetapi juga pada pemulihan kondusifitas kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ungkapnya.
Terkait dengan jumlah korban sebenarnya, Dede menuturkan bahwa ada 14 orang korban yang telah melaporkan kejadian ini, tetapi hanya 8 orang diantaranya yang bisa memberikan keterangan secara lengkap.
“Jumlah korban 14 orang itu ynag terdeteksi melaporkan, namun yang bisa menceritakan secara lengkap itu ada delapan orang. Jadi yang lainnya mungkin tidak bisa menceritakan dengan lengkap. Tetapi kita terus mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan korbannya bisa terus bertambah, kita tunggu saja sebab kita bersama UPTD PPA sedang dalam identifikasi tersebut,” bebernya.
KPAID menyebutkan bahwa UPTD PPA telah memiliki psikolog dan penanganan yang lengkap. Meskipun ada dua anak yang mengalami trauma cukup berat, KPAID tetap optimis bahwa dengan penanganan yang intens dan berkelanjutan, proses pemulihan bisa lebih cepat.
“Berdasarkan informasi ada dua anak yang trauma cukup berat dan satu diantaranya mengalami trauma lebih berat, sedangkan kondisi anak lainnya masih dalam kedaan baik tidak separah dua anak yang trauma cukup berat itu,” jelasnya.
Dede mengungkapkan bahwa semua anak yang menjadi korban masih bersekolah, namun dalam pendampingan pihak UPTD PPA.
Dede mengimbau kepada orang tua untuk tidak melepas pengawasan anak kepada orang-orang yang dianggap bisa dipercaya. Dede menegaskan orangtua harus tetap waspada dan aware terhadap anak-anak mereka.
“Kita juga berencana nanti akan melakukan pembinaan kepada orang tua, guru dan murid untuk pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” tandasnya.* Fredy Kristianto
jurnalinspirasi.co.id – Dunia pendidikan di Kota Bogor kembali digemparkan atas adanya kasus dugaan pungli yang melibatkan Kepala Sekolah SDN 01 Cibeureum. Terduga pun langsung dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah, setelah disambangi langsung oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Rabu (13/8).
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie P. Sultani mengaku merasa miris. Karena belum mereda kasus carut marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tingkat SMP dan SMA sederajat beberapa waktu silam, kini muncul kasus dugaan pungli atau gratifikasi di tingkat SD.
Devie merasa Kota Bogor benar-benar tercoreng oleh kasus yang terjadi di dunia pendidikan. Buruknya sistem pendidikan yang ada di Kota Bogor seakan-akan menggambarkan slogan ‘Anti Pungli’ yang terbentang diatas banner dan terpasang di setiap sekolah yang ada di Kota Bogor hanya ‘lip service’ belaka.
Bukan hanya itu, Kepala Sekolah SDN 01 Cibeureum juga melakukan pemecatan secara sepihak kepada salah satu guru honorer yang mengajar di sana. Adanya abusive of power yang ditunjukkan oleh Kepala Sekolah SDN 01 ini, dinilai oleh Devie sebagai bentuk kegagalan sistem pendidikan di Kota Bogor.
“Menurut saya menjadi PPDB tahun ini adalah yang terburuk dalam perjalanannya selama ini dan ternyata slogan-slogan anti pungli hanya menjadi Lip Service saja,” ujar Devie kepada awak media setelah mengikuti rapat Paripurna di DPRD Kota Bogor.
Sujatmiko, selaku kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menurut Devie harus bertanggungjawab. Pasalnya, Disdik yang berperan sebagai pembina sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan, ternyata tidak bisa memberikan gambaran positif di tahun ini. Sebab, selain kasus gratifikasi, terkuak pula kasus pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru SD.
“Kami meminta wali kota segera mencopot Kadisdik,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh aparat kepolisian, pelaku pelecehan berinisial BBS (30), telah melakukan tindakan bejat itu sejak 2022. Devie pun merasa prihatin kepada para korban. Sekolah yang seharusnya bisa menjadi rumah kedua bagi para siswa, malah menjadi tempat yang menyimpan trauma bagi para korban pelecehan.
“Saya sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Intinya kami dari DPRD Kota Bogor siap memberikan perlindungan dan membantu proses pemulihan para korban. Ini merupakan kenyataan pahit yang harus kita telan bahwa sekolah bukan lagi tempat yang aman,” kata Devie.
Predikat Kota Layak Anak yang baru-baru ini disematkan ke Kota Bogor pun kini jadi pertanyaan. Apakah memang benar, Kota Hujan sudah layak untuk anak. Apakah visi misi Kota Ramah Keluarga sudah tercapai di askhir masa jabatan Wali Kota Bima Arya. Devie secara tegas akan mengambil langkah tegas dengan melakukan rapat kerja khusus membahas persoalan sektor pendidikan di Kota Bogor.
“Saya berharap predikat itu seharusnya betul betul dirasakan oleh warga Kota Bogor. Saya sendiri sekarang sudah merasa tidak nyaman dengan kondisi saat ini banyaknya kasus-kasus yang menimpa anak. Tentu kami dari DPRD akan menggunakan fungsi pengawasan kami dengan menggelar rapat kerja khusus membahas hal ini dalam beberapa waktu ke depan,” tegas Devie.
“Dengan adanya kekacauan dan porak porandanya dunia pendidikan, harus ada orang yang bertanggungjawab,” pungkasnya.* Fredy Kristianto