36 C
Bogor
Wednesday, October 14, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 453

Lindungi Konsumen DisKUKMDagin Tera Ulang Timbangan di Pasar Tradisional

0

Untuk melindungi dan menjaga kepercayaan konsumen, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DisKUKMdagin) Kota Bogor gendeng Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor melakukan tera timbangan di seluruh pasar tradisional.

Kepala UPTD Metrologi Legal DisKUKMDagin Kota Bogor Deden Marlina mengatakan, bahwa kegiatan tera dan tera ulang timbangan di pasar adalah kegiatan rutin yang wajib di laksanakan sesuai dengan amanat undang undang No. 2 thun 1981 Tentang Metrologi Legal dan juga amanat Undang2 No. 8 thn 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Jadi, alat ukur atau timbangan pelaku usaha wajib di Tera dan Tera ulang setelah melalui tahap pengujian oleh pegawai yang berhak yaitu Penera.
Hal ini untuk menjamin keakuratan dalam hal penimbangan sehingga tidak merugikan Konsumen,” kata Deden, Kamis 14 Desember 2023.

Untuk itu pihaknya, rutin melaksanakan pelayanan tera dan tera ulang setiap tahun sekali, dan di lanjutkan secara bertahap pengawasan oleh bidang PPDNPKTN.

Menurut dia, pihaknya telah melakukan tera ulang di 8 pasar Rakyat yaitu
Pasar Kebon kembang, Pasar Bogor,
Pasar Merdeka, Pasar jambu Dua, Pasar Gunung Batu, Pasar Sukasari, Pasar Padasuka dan Pasar Tekum Kemang.

“Alhamdulilah asil dari pelayanan tera dan tera ulang hampir 98 persen pedagang menerakan timbangannya, dan pedagang serta konsumen sangat antusias terhadap pelayanan yang kami laksanakan,” tambahnya.

Dijelasannya, tera adalah tanda uji pada alat ukur, sementara tera ulang adalah pengujian kembali secara berkala terhadap alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) yang dipakai dalam perdagangan.

“Program tera timbangan ini cukup penting, karena alat ukur timbangan di pasar ini dipakai setiap hari dan seiring berjalannya waktu, maka bisa mengalami perubahan. Sehingga diperlukan tera supaya tetap stabil,” ungkapnya

Dia berharap, melalui kebenaran dalam hal pengukuran, maka citra Dinas dan pasar tradisional akan tetap terjaga, sehingga tetap dipercaya oleh masyarakat. Selain itu tujuan lainnya adalah untuk meningkatan pemahaman tentang kesadaran antara pedagang, pengguna dan pemilik UTTP.

Seperti diketahui, bahwa dalam kegiatan tera itu meliputi tiga poin, pertama pemeriksaan, itu bisa dilakukan dari Perumda PPJ atau bisa dari Metrologi, kedua pengujian dan pembuat tera.

“Jadi pengujian ini bisa di lakukan metrologi dan di awasi sama kita. Itu salah satu poin yang didapat dari pelatihan juru timbang,” tuturnya.

Trus poin ke tiga lanjutnya, pembuat tanda tera, hal itu diberikan setelah dilakukan pemeriksaan, pengujian dan penguatan tera. Dijelaskannya, bahwa tanda tera itu ada dua, pertama yang dipantek seperti patri jadi paten dan kedua ada yang berupa segel.

“Tanda teranya, kalau timbangan elektronik pakai segel, kalau timbangan meja atau yang biasa pedagang pakai itu langsung dipatri,” tandas dia. (Advetorial)

Penyidik KPK Periksa Kakak Hari Tanoe

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Kakak dari Ketua Umum DPP Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo yaitu Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisaris PT Dosni Roha Logistik itu diduga bekerja sama dengan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) untuk pendistribusian bantuan sosial (bansos beras). Negara dalam kasus ini diduga mengalami kerugian hingga Rp 127,5 miliar.

Adapun Bambang diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi penyaluran bansos beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2020-2021 di Kementerian Sosial (Kemensos). Kasus itu telah menjerat eks Dirut PT BGR M Kuncoro Wibowo.

“Saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya kerja sama antara perusahaan saksi dengan PT BGR untuk mendapatkan jatah distribusi bansos,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya dikutip dari RMOL, Jumat (15/12/2023).

KPK sebelumnya juga sudah memanggil Bambang untuk dimintai keterangan mengenai kasus itu pada Rabu (6/12/2023). Namun, dia mangkir dari pemanggilan tim penyidik.

Dalam kasus korupsi tersebut, selain Kuncoro, KPK menetapkan total enam tersangka. Lima tersangka lainnya adalah Direktur Komersial PT BGR Persero periode 2018-2021 Budi Susanto, Vice President Operasional PT BGR April Churniawan, dan Dirut Mitra Energi Persada (MEP) Ivo Wongkaren.

Kemudian, tim penasihat PT Primalayan Teknologi Persada (PTP) Roni Ramdani dan Richard Cahyanto. Kasus itu berawal ketika Kemensos menunjuk PT BGR untuk menyalurkan bansos beras bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Nilai kontrak pekerjaan ini mencapai Rp 326 miliar.

Selanjutnya, atas sepengetahuan Kuncoro dan Budi, April secara sepihak menunjuk PT PTP milik Richard menjadi konsultan pendamping agar realisasi penyaluran bansos beras tersebut dapat segera dilakukan. Namun, penunjukkan PT PTP tidak melalui proses seleksi.

“Setingan sedemikian rupa tersebut diketahui MKW, BS, AC, IW, RR dan RC,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (18/9/2023).

Dalam penyusunan kontrak konsultan pendamping antara PT BGR Persero dan PT PTP tidak dilakukan kajian dan perhitungan yang jelas. Hal itu sepenuhnya ditentukan secara sepihak oleh Kuncoro dengan tanggal kontrak yang juga disepakati untuk dibuat mundur (backdate).

“Atas ide IW, RR dan RC, PT PTP membuat satu konsorsium sebagai formalitas dan tidak pernah sama sekali melakukan kegiatan distribusi bantuan sosial beras,” jelas Asep.

Roni kemudian menagih pembayaran uang muka dan uang termin jasa pekerjaan konsultan ke PT BGR Persero pada periode September-Desember 2020. Permintaan itu pun dipenuhi dengan pembayaran sekitar Rp 151 miliar yang dikirim ke rekening PT PTP.

Terdapat rekayasa beberapa dokumen lelang dari PT PTP dengan kembali mencantumkan backdate. Hal tersebut dilakukan Budi dan April dengan mengintimidasi beberapa pegawai PT BGR. Akibat kecurangan para tersangka itu, negara diduga mengalami kerugian hingga Rp 127,5 miliar.

(yev/rmol)

Pemdes Leuwikaret Bagikan Beras Kepada 916 KPM

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Dalam rangka mendukung Program Penyaluran Bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Pemerintah Desa Leuwikaret menyalurkan bantuan pangan kepada 916 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), terdiri dari 32 RT, 11 RW dan 5 Dusun. Bantuan pangan berupa beras masing-masing 10 Kg untuk penerima manfaat yang dibagikan di Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Kamis (14/12).

Babisa Desa Leuwikaret Serda Ruri S didampingi petugas Satpol PP M. Adi dan Linmas melaksanakan monitor dan pengamanan penyaluran bantuan beras wilayah Desa Leuwikaret dari pemerintah yang disalurkan oleh kantor Desa Leuwikaret kepada masyarakat yang kurang mampu.

Jamaludin, Kasi Kesra Desa Leuwikaret mengatakan, bantuan ini merupakan penerimaan bantuan beras tahap ke-2. Dalam penyalurannya dibantu oleh Perangkat Desa Leuwikaret, warga cukup membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk diketahui daftar nama penerima manfaat adalah daftar warga kurang mampu yang sudah divalidasi dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar dalam pelaksanaan pembagian beras ini bisa digunakan manfaatnya untuk kebutuhan sehari-hari keluarga.

“Saya berharap kedepannya kuota untuk penerima bantuan bertambah lagi, agar masyarakat yang belum terdeteksi atau belum  terdaptar penerima bantuan bisa mendapat bantuan ini,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Ditempat yang sama Ibu Kokom salah satu penerima bantuan beras mengatakan, saat ekonomi seperti sekarang ini kondisi keluarganya semakin sulit.

” Saya merasa terbantu dengan adanya bantuan beras dari pemerintah ini dan semoga pemerintah terus menerus berikan bantuan berupa beras maupun sembako dan lainnya,” pungkasnya.

(andi/nay)

Kodim 0621 Kabupaten Bogor Tanam Sejuta Pohon di Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Komando Distrik Militer (Kodim) 0621 Kabupaten Bogor menggelar kegiatan karya bakti penanaman sejuta pohon dalam rangka Hari Juang Kartika TNI AD di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (14/12/23).

Dandim 0621, Kabupaten Bogor Letkol Kav Gan Gan Rusgandara mengatakan, kegiatan ini sesuai instruksi Kasad agar semua Kodim melaksanakan penanaman sejuta pohon untuk mengantisipasi musim hujan yang akan datang yang puncaknya pada Januari-Febuari.

“Penanaman pohon ini dilaksanakan dalam rangka Hari Juang Kartika ke-78 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Dan kita disini di Desa Gunung Putri mengadakan penanaman pohon sebanyak 1.130 pohon yang terdiri dari pohon keras dan pohon buah,” ucap Letkol Kav Gan Gan Rusgandara kepada Jurnal Bogor.

“Untuk menghadapi musim penghujan pimpinan kami menyerukan dan menekankan untuk penghijauan di lahan tidur dan wilayah rawan bencana, dan selalu menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.

Selanjutnya ia juga menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kecamatan Gunung Putri, khususnya Desa Gunung Putri yang sudah bekerjasama dengan Kodim untuk penanaman pohon ini.

“Saya sangat terima kasih atas terlaksananya penanaman sejuta pohon ini, terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Desa Gunung Putri, yang sudah bersama-sama kami ikut membantu penanaman pohon di wilayah yang dianggap rawan bencana,” tutupnya.

Sementara Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mengucapkan selamat datang kepada Dandim 0621 Kabupaten Bogor dan Kapolres Bogor yang sudah sangat peduli dengan lingkungan yang ada di Desa Gunung Putri dengan penanaman pohon ini.

“Saya yakin dengan dukungan dan dorongan dari Kodim dan Polres Bogor, Desa Gunung Putri akan menjadi lebih baik lagi dalam segala kegiatan yang ada di lingkungan. Penanaman pohon hari ini sangat luar biasa, semoga ini bisa berkelanjutan di kemudian hari,” paparnya.

Lebih lanjut A Heri sapaan akrabnya meminta kepada masyarakat, dengan adanya penanaman pohon yang dilakukan Kodim 0621 Kabupaten Bogor ini bisa dijaga dan dipelihara, oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa menjaga dan memelihara penanaman pohon ini, saya berharap semua unsur juga bisa tetap mengawasinya. Kita harus melestarikan Gunung ini agar tidak terjadi longsor,” pungkasnya.

Hadir dalam penanaman sejuta pohon ini, Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Kav Gan Gan Rusgandara S.Hub.Int, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, Danramil 0621-05 Gunung Putri Kapten Kav La Ahmadin, Pasiintel Dim 0621 Kabupaten Bogor Kapten Inf Taufik Rahman, Kajari Kabupaten Bogor Sri Kuncoro dan Kepala Pengadilan Kabupaten Bogor.

(nay nur’ain)

Alumni SMA Rimba Madya Merajut Solidaritas Melalui Donor Darah

0

Bogor | Jurnal Bogor
Alumni SMA Rimba Madya Bogor angkatan 95  menggelar acara donor darah di ruang aula Kelurahan Kebon Kelapa, Kamis (14/12/2023). Kegiatan ini merupakan acara rutin tiga bulanan donor darah yang mengusung tema “Merajut Solidaritas Melalui Donor Darah”.

Penangung jawab kegiatan, Mardiono, menuturkan kegiatan donor darah ini melibatkan PMI Kota Bogor. Adapun animo peserta donor darah tidak hanya berasal dari alumni  saja, namun juga alumni SMP PGRI 3 Bogor dan masyarakat umum.

“Bahkan Bapak Lurah Supyawan S.Pd., M.Pd dan Staff Kelurahaan  juga Ikut  mendonorkan darahnya,” imbuh Mardiono.

Mardiono   menambahkan, penyelenggara kegiatan menargetkan 150 kantong darah dan terkumpul sekitar 50 kantong.  Sebenarnya masih banyak yang ingin mendonorkan darahnya, namun karena keterbatasan waktu maka dari pihak PMI hanya membatasi hingga pukul 12.00 Wib saja.

Tercatat peserta yang mendaftarkan diri sebanyak 100 orang. Namun, peserta yang lolos pemeriksaan kesehatan hanya sekitar 50 orang saja. Darah yang terkumpul selanjutnya akan didistribusikan oleh pihak PMI.

Kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan kemanusiaan yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan sebagai wujud solidaritas kepada sesama manusia. Melalui kegiatan ini setidaknya juga dapat berkontribusi untuk menambah supply kebutuhan darah nasional. angka keamanan darah nasional yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 2% dari jumlah populasi setiap tahunnya.

Saat ini Indonesia masih membutuhkan 5 juta kantong darah untuk memenuhi standar tersebut. “Dengan demikian, donor darah yang diselenggarakan alumni SMA Rimba Madya 95 diharapkan dapat berkontribusi memberikan supply darah,” imbuhnya. 

(wan/yev)

PT Tirta Investama Plant Citeureup Dapat Penghargaan dari TNI AD

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
PT Tirta Investama Plant Citeureup mendapatkan piagam penghargaan dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0621 Kabupaten Bogor pada kegiatan penanaman sejuta pohon dalam rangka Hari Juang Kartika TNI AD di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (14/12/23).

PT. Tirta Investama Plant Citeureup yang bergerak dibidang air mineral merek Aqua yang berada di Desa Cicadas, Gunung Putri Kabupaten Bogor ini telah berpartisipasi dan sinergi dalam rangka mendukung penghijauan dan kesiapsiagaan bencana di wilayah Kabupaten Bogor.

Manager CSR PT. Tirta Investama, Ilyas Sudarso mengatakan, berbuat baik itu sebetulnya tidak berpikir untuk sampai mendapatkan penghargaan. Tapi kalau ada penanaman sejuta pohon, PT. Tirta Investama dapat apresiasi dari Kodim 0621 Kabupaten Bogor.

 “Itu sebetulnya hal yang seharusnya pihak pemerintah sampaikan kepada setiap instansi mana pun, untuk memberikan penghargaan, dan untuk memotivasi temen-temen perusahaan yang lain agar bersama-sama membangun lingkungan bagaimana caranya lingkungan kita terjaga,” ucap Ilyas kepada Jurnal Bogor.

Lebih lanjut Ilyas menyampaikan, PT Tirta Investama memberikan beberapa pohon dan air mineral untuk mensupport kegiatan yang dilaksanakan Kodim 0621, Kabupaten Bogor.

“Insya Allah kita akan selalu mensupport kegiatan-kegiatan yang baik untuk lingkungan, dalam kegiatan pada hari ini Alhamdulillah kita bisa memeberikan pohon dan air mineral,” paparnya.

“Disamping kegiatan hari ini kita juga mempunyai kegiatan-kegiatan lain di lingkungan, seperti konservasi air membuat WASH (water, sanitation and hygiene) di sekitar masyarakat Gunung Putri,” tambahnya.

Dia mengajak semua perusahaan yang ada di Kecamatan Gunung Putri ikut serta dalam menjaga lingkungan sekitar perusahaan.

“Harapan saya, mari perusahaan yang lain ikut bersama-sama membangun wilayahnya masing-masing agar lingkungan kita terjaga, khususnya, Kecamatan Gunung Putri, dan pada umumnya Indonesia agar lingkungan terjaga dengan nyaman,” pungkasnya.

Sementara Mohammad Efendy Plant director PT. Tirta Investama, mengapresiasi  kegiatan ini  dengan mengirimkan karyawannya untuk ikut pada kegiatan penanaman pohon bersama semua unsur yang ada.

(nay nur’ain)

Alami Kerusakan Cukup Berat, Warga Was-was Tempati Rumahnya

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dari ratusan rumah di wilayah Desa Purasari, Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang terdampak gempa, terdapat rumah yang tak bisa ditempati warga karena mengalami kerusakan yang cukup berat. Guncangan gempa di wilayah tersebut diketahui sebanyak 10 kali guncangan.

“Saat ini rumah saya sudah tidak bisa ditempati karena rusak berat,” kata Herdian (29), warga Purasari, Kamis (14/12/2023).

Selain itu dia juga was-was untuk menempati kediamannya. Ia mengaku kerap mengalami gempa karena memang berada di lereng Gunung Salak. “Rata-rata dalam sehari ada 7 sampai 10 kali diguncang gempa,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Purasari Agus Soleh Lukman mengaku hasil dari mapping di wilayahnya, terdapat kerusakan di dusun 5 sekitar 154 rumah dan dusun 6 ada 156 bangunan dengan total 310 rumah belum lagi ada tambahan di dusun 2 dan 4.

“Kalau ditotal warga kami terdampak lebih 600 jiwa, tapi itu baru laporan desa karena rumah yang rusak pun bervariasi tapi sementara jangan dulu dihuni dan lebih baik mencari tempat aman,” katanya.

(andres)

Akibat Gempa, Ratusan Rumah di Purasari Leuwiliang Alami Kerusakan

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor
Gempa magnitudo (M) 2,2 yang terjadi 29 Km Barat Daya Kota Bogor, Kamis (14/12/2023), dengan kedalaman 10 Km, mengakibatkan 176 rumah di Desa Purasari, Leuwiliang, Kabupaten Bogor mengalami kerusakan. Ratusan rumah yang rusak itu umumnya mengalami retakan tembok dan tidak ada laporan korban jiwa.

“Rumah warga retak-retak dan terjadi keretakan tanah hingga di bagian rumah warga di Kampung Pel RW 08, Kampung  Cianten RW 10, Kampung Baru RT 01 RW 08 , Kampung Cikaret RT 04/03 Desa Purasari,” ujar Camat Leuwiliang, W.R Pelitawan, Kamis (14/12/2023).

Pelitawan menambah, anggota Pol PP bersama Sekcam telah meninjau lokasi kejadian gempa dan mendata kerusakan. Ia juga mengajak  warga agar saling membantu dan mengevakuasi sementara ke rumah kerabat terdekat yang mengalami rusak .Selain itu masyarakat diminta lebih berhati-hati lagi dikhawatirkan terjadi gempa susulan.

“Ada 176 rumah warga mengalami kerusakan dinding retak-retak dan rusak ringan. Tidak ada korban jiwa dan saat ini petugas masih melakukan pendataan akibat gempa,” tandasnya.

(arip ekon)

Cabai Merah Melonjak Jelang Natal dan Tahun Baru

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor
Harga sejumlah komoditi pangan di Pasar Tradisional Leuwiliang, Kabupaten Bogor relatif normal, namun ada yang mengalami lonjakan harga pada jelang Natal dan tahun baru 2024. Terutama harga cabai tergolong masih tinggi yang berdampak terhadap daya beli masyarakat hingga mengalami penurunan.

Harga cabai merah Rp 80 ribu per kilogramnya, sedangkan untuk harga cabai merah keriting masih di angka Rp 90 ribu per kilogramnya. Sementara harga cabai rawit hijau turun menjadi Rp 35 per kilogramnya, cabai rawit merah di angka Rp 90 ribu per kilogramnya.

“Kalau untuk harga lainnya masih relatif normal,” kata Kepala PD Pasar Tohaga Leuwiliang, Mulyadi, Kamis (14/12/2023).

Tingginya harga cabai tersebut berdampak terhadap menurunnya daya beli masyarakat maupun daya jual.

“Kalau soal harga sih sebetulnya gak terlalu pengaruh, cuman ngaruhnya ke daya jual belinya jadi menurun. Ditambah setelah dampak dari kebakaran hebat di Pasar Leuwiliang beberapa waktu lalu,” ungkap salah satu pedagang Evin (35) kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/12)

Menurut Evin, lonjakan harga itu terjadi pada awal Desember atau menjelang akhir tahun 2023 yang mencapai sekitar 20 persen dari harga normal.

“Dari awal bulan Desember aja semua harga melonjak. Soalnya sekali naik tuh diatas 20 persen dari harga normalnya. Cuman kalau harga bahan pokok emang siklusnya ya begitu, turun naik. Saya berharap harga ini bisa normal kembali, supaya daya belinya juga jadi normal,” katanya.

Tingginya harga bahan pokok termasuk cabai mendapat keluhan dari masyarakat, seperti diungkapkan salah satu pengunjung pasar Yunita menyampaikan, kenaikan harganya langsung melonjak drastis, sementara bahan-bahan yang saat ini naik sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Ya mau bagaimana lagi walau naik tetap belanja karena saya sendiri untuk dijual lagi. Untuk sementara belanja dibatasi dulu karena harganya yang gila-gilaan,” katanya.

Dengan kondisi harga yang meroket, dia sebagai rakyat kecil merasa tercekik. Dengan begitu dia berharap harga kebutuhan tersebut dapat normal kembali dan tidak memberatkan masyarakat.

“Saya berharap kepada pemerintah agar bahan pokok seperti cabai ini agar harga nya bisa turun, kami sebagai rakyat kecil tentunya dengan harga saat ini yang dijual membuat kami harus berpikir ulang untuk belanja banyak sementara banyak kebutuhan yang harus di penuhi. Dulu 20rb saja dapat sekilo sekarang seperempat harga,”tukasnya.

(arip ekon)

Sanusa Indonesia Mandiri Kolaborasi KONI Kabupaten Bogor Gelar Bupati Cup 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Sebagai salah satu operator dalam event basket. PT Sanusa Indonesia Mandiri akan menunjukan totalitas dan profesionalnya dalam menggairahkan atmosfir basket di Kabupaten dan Kota Bogor.

Sanusa Indonesia Mandiri yang digawangi oleh para pegiat basket di Kabupaten Bogor dalam waktu dekat ini akan berkolaborasi dengan KONI Kabupaten Bogor dan Perbasi Kabupaten Bogor.

Kompetisi basket antar sekolah di Kabupaten Bogor dengan label Bupati Cup 2023 akan digelar di Laga Tangkas, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, 17 sampai 24 Desember 2023 .

” Kami akan berkolaborasi dengan KONI dan Perbasi Kabupaten Bogor menggelar event Bupati Cup 2023,” ujar CEO PT Sanusa Indonesia Mandiri, Ridwan Eka Saputra, Kamis, 14 Desember 2023

Yomi panggilan akrab dari Ridwan Eka Saputra menegaskan, pihaknya ditetapkan sebagai operator kompetisi basket Bupati Cup 2023 dan siap berkobrasi dengan baik bersama KONI dan Perbasi Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, kata Yomi, pelaksanaan Bupati Cup 2023 akan digelar secara berbarengan dengan Libala dan BBC U35 di Laga Tangkas, Pakansari.

” Kami ucapkan terimakasih atas kepercayaan dari KONI dan Perbasi Kabupaten Bogor yang telah berkolaborasi dalam menggelar Bupati Cup 2023,” pungkasnya.

(asep syahmid)