32.1 C
Bogor
Wednesday, October 14, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 443

Kunker Mentan Andi Amran di Sulsel, Serukan Swasembada Pangan

0

Makassar | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengajak para insan pertanian untuk melanjutkan swasembada pangan seperti yang pernah dilakukan tahun 2019-2020 lalu. Hal itu disampaikan Mentan saat kunjungan kerja di Makassar, Sulawesi Selatan.

Berkesempatan bertemu langsung dengan seluruh Penyuluh Pertanian se-Sulawesi Selatan, Mentan memotivasi para penyuluh di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Saya yakin Indonesia bisa swasembada di Sulawesi Selatan. Ketahanan pangan identik dengan ketahanan bangsa, kita swasembada yang bekerja adalah Kita, Petani Penyuluh, untuk itu harus kita lanjutkan,” ujarnya.

Mentan Andi Amran Sulaiman

Mentan Amran Menambahkan, Kami sudah memberikan tambahan BOP ini sebagai apresiasi pemerintah pusat kepada para penyuluh pertanian, melalui Kementan RI.

“Saya membawa berita baik bagi kita semua, karena kami akan menganggarkan uang untuk menambah BOP bagi penyuluh pertanian,” kata Mentan.

Tambahan BOP akan diberikan dengan catatan para penyuluh pertanian dapat mendukung memetakan lahan dan swasembada pangan di Indonesia.

“Namun para penyuluh harus bisa mencapai targetnya membantu pemerintah dan para petani. Karena ini demi ketahanan pangan kita di Indonesia oleh karena itu bantu pemerintah untuk memperluas lahan pertanian”, katanya.

Dalam kesempatan itu, Mentan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyuluh pertanian se-Sulawesi Selatan yang telah memberikan dukungan aktif dalam peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan pertemuan yang berlangsung di Makassar ini dalam bimbingan teknis Pembinaan Penyuluh Pertanian Dalam Mendukung Peningkatan Produktivitas Padi dan Jagung di Provinsi Sulawesi Selatan.

Diharapkan dengan ditingkatkannya BOP dan juga pengetahuan maupun keterampilan penyuluh pertanian di Sulawesi Selatan ini maka jaminan untuk kegiatan pertanian makin dapat diandalkan. Keikutsertaan penyuluh pertanian memang mutlak dalam kegiatan pertanian, namun yang juga tidak kalah pentingnya adalah bagaimana meningkatkan produktivitas pertanian sehingga kesejahteraan petani pun juga dapat tercapai. Kerjasama yang terpadu dan koordinasi yang baik antar pelaku-pelaku di sektor pertanian ini perlu terus didorong untuk menjawab tantangan keberlanjutan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai lumbung padi nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyerahkan Penghargaan Insan Pendukung Pengembangan Pertanian 2023. Penghargaan ini guna memberikan apresiasi dan motivasi kepada penyuluh pertanian sebagai salah satu insan pertanian untuk melanjutkan swasembada pangan seperti yang pernah dilakukan tahun 2019-2020 lalu.

Pada kegiatan ini, penghargaan diberikan kepada 11 orang dan 12 lembaga, seperti penyuluh pertanian berprestasi, petani milenial berprestasi, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), kelompok tani berprestasi, kelompok wanita tani berprestasi, kelembagaan ekonomi pertanian berprestasi, dan Balai Penyuluhan Pertanian berprestasi.

Mereka semua berasal dari sejumlah provinsi di Indonesia, dan terbanyak dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, juga Sulawesi Selatan untuk kategori petani milenial berprestasi, kelembagaan ekonomi petani berprestasi, dan Balai Penyuluhan Pertanian berprestasi.

Ada pun penerima penghargaan penyuluh pertanian berprestasi, berasal dari Jatim, Nusa Tenggara Barat dan Papua Barat. Untuk petani milenial berprestasi berasal dari Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan Sulsel. Untuk Sulsel, petani milenialnya bernama Ramdani.

Kemudian Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), penerima penghargaannya dari Jatim, Jabar, Yogyakarta. Lalu kelompok tani berprestasi dari Sumbar, Sumut dan Jateng. Sementara kelompok wanita tani berprestasi berasal dari Sultra, Kalteng dan Yogyakarta.

Untuk kelembagaan ekonomi pertanian berprestasi diberikan kepada Sulsel, Jateng dan Jabar, serta yang terakhir, penghargaan diberikan kepada Balai Penyuluhan Pertanian berprestasi dari Yogyakarta, Jateng, dan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

(bbpmkp)

Samsara Tawarkan Petualangan Kuliner Baru, Bisa Ngopi Sambil Nikmati Musik dari Piringan Hitam

0

jurnalinspirasi.co.id – Bagi warga Kota Bogor dan sekitarnya yang ingin menikmati petualangan kuliner baru, kini bisa mampir ke Samsara, yang telah resmi dibuka di jantung Kota Bogor pada Sabtu (23/12).

Terletak di lahan seluas 1.400 meter persegi dan berdampingan dengan Kebun Raya Bogor, Samsara menempati bangunan era kolonial Belanda yang masih terus dijaga dan dilestarikan dengan baik.

Selain itu, dengan desain eksterior dan interior yang memadukan unsur dunia lama dan masa kini lewat sentuhan bergaya post modern vintage menciptakan suasana yang nyaman nan asri.

Di resto dan kafe Samsara memperkenalkan extra sensory perception atau hidangan untuk semua indera, sebuah konsep inovatif yang menggabungkan keunggulan kuliner dengan pengalaman indrawi yang mendalam.

Dengan demikian, tak hanya memanjakan indera perasa pengunjungnya dengan sajian citarasa kolonial nusantara yang lezat, namun juga melalui tata suara yang imersif dari koleksi piringan hitam terbaik serta keindahan visual.

“Misi kami adalah membawa pengunjung ke dunia di mana rasa, pemandangan, dan suara saling terkait untuk menciptakan petualangan yang tak terlupakan,” ujar Catura Pasha, Co-Owner Samsara disela peresmian Sabtu (23/12).

Menurut dia, ada beragam menu warisan kekayaan kuliner nusantara yang memadupadankan cita rasa tradisional Indonesia dengan pengaruh internasional yang tersedia di Samsara, seperti Nasi Campur Madura, Brenebon Soup, Bitterballen yang disiapkan oleh para chef berpengalaman.

Tak hanya menu makanan, terang Pasha, untuk para pecinta kopi, ada berbagai macam jenis pilihan kopi Indonesia yang dapat dinikmati, semua diracik, diseduh dan disiapkan oleh Barista terampil, untuk memastikan setiap cangkir memberikan pengalaman yang menyenangkan.

Menariknya lagi, resto dan kafe yang berlokasi di Jalan Jalak Harupat No.19, Kecamatan Bogor Tengah ini juga dilengkapi listening space atau ruang dengar yang pertama di Kota Bogor.

Pengunjung dapat memilih dan memutar piringan hitam dari koleksi pustaka vinyl Samsara yang luas dan beragam, lalu menikmati setiap alunan lagu dan melodi pilihan dengan tata suara yang elegan sambil menyantap hidangan atau menyeruput secangkir kopi.

“Bila harus menjelaskan Samsara dalam satu kalimat, mungkin Samsara adalah sebuah simfoni rasa dan melodi,” kata Pasha yang didampingi Rayi RAN dan Mario Kahitna, Owner Samsara.

Melodi Alam dan Samsara

Samsara merupakan bagian dari melodi Alam, yaitu akun media yang kini memiliki 148 ribu pengikut di Instagram yang khusus membahas musik dan pernah mengadakan sebuah konser festival musik di hutan pinus Gunung Pancar pada tahun 2017 dan event kuliner berbalut musik, bertajuk The Uncommon Journey vol.1 di Bandung tahun 2019 silam.

Samsara juga menjadi wadah bagi Melodi Alam untuk tempat berkumpul komunitas dan menyalurkan beberapa segmen konten yang ada di kanal Instagram maupun YouTube Melodi Alam, seperti “Melodi Taman” dan “Bicara Melodi”.

“Kami rencanakan secara berkala, para musisi dapat tampil secara langsung di panggung Samsara dan juga menjangkau lebih luas secara daring di kanal YouTube dan Instagram Melodi Alam,” tutur Dani Arista, Head of Melodi Alam.

Melodi Alam sendiri adalah satu dari sekian banyak IP (Intellectual Property) di bawah Infia Mega Semesta, sebuah IP Power House yang menaungi beberapa akun media sosialnon-personal seperti dagelan, infipop, JSD, tahilalats, dan lain-lain yang bila dijumlahkan bisa mencapai 70 juta lebih pengikut di Instagram.

“Pengunjung yang ingin merasakan sebuah pengalaman ‘simfoni rasa dan melodi’, dipersilahkan langsung menyambangi Samsara,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan salah satu owner yang juga personel RAN, Rayi, mengatakan bahwa kudapan dan hidangan yang tersedia menjadi kolaborasi yang asik. Seperti pastry, roti dan hidangan kekinian lainnya.

“Kita juga buka dari pagi, jam 08.00 WIB, jadi mereka yang sehabis olahraga di seputaran pedestrian Kebun Raya atau di Sempur, bisa mampir kesini. Selain itu juga cocok untuk workspace, yang kerja sambil ngopi di kafe, termasuk anak sekolah karena disini dekat juga dengan sekolah,” kata Rayi.

Selain hidangan yang enak, Samsara juga menawarkan berbagai macam jenis pilihan kopi Indonesia yang dapat dinikmati, semua diracik, diseduh dan disiapkan oleh Barista terampil. Untuk memastikan setiap cangkir memberikan pengalaman yang menyenangkan.

“Kita provide salah satu mesin kopi terbaik di Bogor. Salah satu keunggulan Samsara ada di menu kopi. Kita tahu lah Kopi jadi salah satu minuman yang digemari di Indonesia saat ini,” kata Mario Kahitna, yang juga salah satu pemilik Samsara.

Sesuai dengan namanya, Mario menyebut Samsara yang punya arti perputaran hidup, bisa membawa semacam reinkarnasi dan sesuatu yang terus berputar sehingga menghasilkan sesuatu yang positif

Soal kopi, Samsara mengambil biji kopi dari Sumatera, namun digiling dan diroast di daerah Pancawati, Kabupaten Bogor.* Fredy Kristianto

‘Slepetnomics’ Diperkenalkan Cak Imin dalam Kamus Perpolitikan Indonesia

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Cawapres Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memperkenalkan istilah ‘slepetnomics’ pada debat cawapres di JCC, Senayan pada Jumat (22/12/2023) malam. Istilah ini disebut Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ‘AMIN’ sebagai wacana baru di dunia perpolitikan Indonesia.

“Apa yang disampaikan oleh Gus Muhaimin dalam debat tadi memberikan wacana baru dalam kamus perpolitikan Indonesia. Termasuk dalam kamus pembangunan, slepetnomics,” ujar Asisten Pelatih Timnas AMIN Jazilul Fawaid dikutip dari RMOL, Sabtu (23/12/1023).

Menurutnya, konsep ‘slepetnomics’ sejalan dengan kondisi saat ini. Jazilul menyinggung cawapres-cawapres lainnya yang dinilai tidak memberikan nilai kebaruan dalam debat bertemakan ekonomi, anggaran, dan infrastruktur tersebut. 

 “Ada Gus Muhaimin saja memiliki kebaruan dengan istilah slepetnomics, yang lain hanya barang usang dikemas, jadi tidak ada barang baru. Yang lain hanya menyampaikan gagasan lama dengan istilah-istilah yang baru, tidak ada yang baru,” ujar Waketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

(yev/rmol)

Fantastis Tim Taekwondo Kabupaten Bogor Borong 18 Medali

0

Hari Kedua Piala Gubernur Jabar 2023

Garut | Jurnal Bogor
Prestasi fantastis diraih cabor Taekwondo Kabupaten Bogor yang dinahkodai Arnoldy Salim pada hari kedua , Jumat, 22 Desember 2023 event Taekwondo Piala Gubernur Jabar III tahun 2023 yang dilangsungkan di Kabupaten Garut.

Tim Taekwondo Kabupaten Bogor mampu memborong 18 medali pada hari kedua ajang bergengsi Taekwondo se Jabar tahun 2023.

18 medali yang diraih para atlet Taekwondo Kabupaten Bogor pada hari ledua Piala Guburnur Jawa Barat III tahun 2023 diantaranya mampu mendulang 7 medali emas, 3 medali perak dan 8 medali perunggu.

Hingga hari kedua kemaren secara keseluruhan Tim Taekwondo Kabupaten Bogor sudah mengemas 9 emas, 6 perak dan 11 perunggu.

Karena pada hari pertama para atlet Kabupaten Bogor mampu meraih 2 emas, 3 perak dan 3 perunggu.

” Alhamdulilah pada hari kedua Piala Gubernur Jawa Barat, para atlet Taekwondo Kabupaten Bogor tampil sangat On Fire dan mampu mendulang 7 emas, 3 perak dan 8 perunggu,” ujar Arnoldy Salim, Jumat, 22 Desember 2023

Menurutnya, ini akan menjadi modal penting bagi Kabupaten Bogor dalam menatap event event berikutnya termasuk persiapan Porprov Jabar 2026 di Kota Bogor.

” Saya ucapkan terimakasih kepada para atlet, pelatih dan official Tim Taekwondo Kabupaten Bogor yang sudah all out memberikan prestasi terbaik pada Piala Gubernur Jabar III tahun 2023,” pungkasnya.

Perolehan Medali Hari Ke- 2 Tim Taekwondo Kabupaten Bogor Pada Piala Gubernur Jabar III Tahun 2023

Emas :

  1. Diyah Junior O68 Putri
  2. Bagas Junior U63 Putra
  3. Radja Junior O78
  4. Bunga Junior U49 Putri
  5. Arya Bayu, Yudi Permana, M Syarif Hidayatulloh Medali (beregu putra senior)
  6. Yudi permana ( Junior Individu PA)
  7. Keisha, Fiona Ramadhani, Febiyya (Junior Beregu PI)

PeraK

  1. Putra (Junior U45 Putra)
  2. Ibnu Muhammad Medali (Senior freestyle putra)
  3. Fiona Ramadhani (Junior Individu PI)

Perunggu:

  1. Kiren Junior U46 Putri
  2. Haidar Junior U59 Putra
  3. Tatya Senior U49 Putri
  4. Suryadi Senior U74 Putra
  5. Faby Senior O87 Putra
  6. Arya Bayu, Keisha (Senior Pair)
  7. M Syarif Hidayatulloh (Senior Individu PA)
  8. Salwa Medali (Senior Individu PI)

(Asep Syahmid)

DJ Dinda Jade Siap Menghentak Malam Pergantian Tahun Baru di Lombok

0

Bogor | Jurnal Bogor
Pengusaha kuliner yang kini menekuni profesi Disc Jockey, DJ Dinda Jade bakal unjuk kemampuan memainkan musik elektronik di Raja Bar, Gili Air Lombok, Nusa Tenggara Barat, 31 Desember 2023 mendatang.

Segala persiapan sudah dilakukannya, termasuk menyiapkan lagu-lagu hits all genre. Female Disc Jockey yang pintar masak ini pun mengaku siap menghentak Lombok saat malam pergantian tahun.

DJ Dinda Jade sendiri mengaku sangat antusias tampil di Lombok. Dengan suasana pantai, tangan terampilnya di atas alat elektronik bakal membuat ‘crowd’ pecah.

“Jujur, senang bisa main di Lombok. Suasana pasti beda, apalagi malam tahun baru,” kata Dinda Jade kepada awak media menjelaskan.

DJ Dinda Jade sendiri merupakan pengusaha kuliner yang merintis ke dunia musik khususnya sebagai DJ.

Dalam waktu singkat, pecinta kucing ini bisa menguasai alat DJ, dan sudah beberapa kali main di kota-kota besar. “Lombok, saya datang,” pungkasnya.

(asep syahmid )

Dewan Minta Dinas PUPR Pantau Masalah di Lapangan Proyek Jalan Curug Bitung-Nirmala dan Curug Bitung-Lingkar Cihiris

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Persoalan proyek betonisasi Jalan Curug Bitung-Nirmala dan Curug Bitung-Lingkar Cihiris yang masih menyisakan utang terhadap supplier batching plant menjadi keprihatinan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor pun diminta memantau proyek tersebut.

“Pihak PUPR bisa ikutserta mengakomodir persoalan-persoalan di lapangan karena persoalan di lapangan juga sangat berkaitan dengan sukses atau tidak suksesnya (proyek), contohnya supplier itu bisa membuat proyek itu gol (selesai) bisa sesuai target,” kata Nurodin, Jumat (22/12/2023).

Wakil rakyat asal PKB yang akrab disapa Jaro Peloy itu mengaku telah mengawal perencanan sampai pelaksanaan proyek betonisasi Jalan Curug Bitung-Nirmala dan Curug Bitung-Lingkar Cihiris. Namun pihak Dinas PUPR bukan melalaikan pembayaran hingga pada akhir 2023 ini karena proyeknya pada 2022. “Karena memang ada keterlambatan pekerjaan,” jelasnya.

Jaro Peloy juga menyayangkan rencana proyek itu tidak sesuai realisasi meskipun dalam perencanaannya sudah detil. “Ini ada sedikit wanprestasi dari penyedia jasa, saya juga sudah dapat laporan belum ada penyelesaian,” kata dia.

Untuk itu dia meminta agar Dinas PUPR memastikan perihal persoalan itu selesai meskipun diluar koridornya karena secara hukum kontrak dilakukan Pemda dalam hal ini PPK dengan penyedia jasa. “Saya juga belum cek apakah pekerjaan dua perusahaan itu sudah dibayar atau belum. Tapi saya minta PUPR turun karena ini berpotensi muncul masalah di lapangan,” jelasnya.

Sementara persoalan belum adanya pelunasan pembayaran dari CV Oryano dan CV Fath Rizqi kepada PT Kresna Eka Pratama sebagai supplier batching plant sebesar Rp 1,9 miliar dari total proyek hampir Rp 8 miliar itu, rupanya dialami tim ampar, Rudi. Pekerjaan selama 6 bulan juga belum dibayar sebesar Rp 352 juta. “Udah nunggu 1 tahun ini belum dibayar juga,” kata Rudi.

Dia mengaku sudah mendapatkan informasi bahwa proyek tersebut sudah dibayar dan uangnya sudah masuk rekening perusahaan. “Saya minta suaka ke PPK tak ada respons. Itu mah katanya ranah pribadi, namun saya jelaskan itu bukan ranah pribadi tapi proyek dan kronologis proyek itu kaya gimana PPK kan tahu, proyek itu telat. Anak-anak (pekerja) bisa makan saja untung. Kita kaya ngemis-ngemis gitu, padahal dulu Pak Toto (penanggungjawab proyek) ngemis ke kita untuk diterusin supaya gak putus kontrak, dibantu kebalikannya malah kaya gini,” ungkap Rudi.

Sebelumnya disebutkan, proyek pengerjaan betonisasi Jalan Curug Bitung-Nirmala dan Curug Bitung-Lingkar Cihiris sudah selesai dikerjakan pelaksana proyek CV Oryano dan CV Fath Rizqi yang menelan anggaran hampir Rp 8 miliar. Namun masalahnya, batching plant dan supplier matrial masih belum menerima pelunasan pembayaran padahal sudah setahun pascaproyek jalan itu selesai.

“Mengulur-ulur waktu terus dan sekarang ini sulit dihubungi,” kata Dirut PT Kresna Eka Pratama, Yusuf Novandi, Jumat (22/12/2023).

PT Kresna Eka Pratama sebagai supplier batching plant meminta pembayaran sebesar Rp 1,9 miliar segera dilakukan karena sudah hampir setahun bersabar menunggu. “Kami harapkan ada niat baik, saya terbuka untuk berkomunikasi dan mencari solusinya seperti apa. Tapi ini malah tidak ada kejelasan,” ungkap Yusuf.

Dia berharap Toto sebagai penanggungjawab proyek dari CV Oryano yang dipimpin ML dan CV Fath Rizqi oleh AV tidak bersikap merugikan pihak lain dalam hal ini PT Kresna Eka Pratama dan sejumlah supplier matrial lainnya.

Belum diketahui pasti apakah Dinas PUPR Kabupaten Bogor sudah melakukan pembayaran terhadap proyek pengerjaan betonisasi Jalan Curug Bitung-Nirmala dan Curug Bitung-Lingkar Cihiris tersebut.

(aseps.sayyev)

Proyek Curug Bitung-Nirmala dan Lingkar Cihiris Masih Menyisakan Utang

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Proyek pengerjaan betonisasi Jalan Curug Bitung-Nirmala dan Curug Bitung-Lingkar Cihiris sudah selesai dikerjakan pelaksana proyek CV Oryano dan CV Fath Rizqi yang menelan anggaran hampir Rp 8 miliar. Namun masalahnya, batching plant dan supplier matrial masih belum menerima pelunasan pembayaran padahal sudah setahun pascaproyek jalan itu selesai.

“Mengulur-ulur waktu terus dan sekarang ini sulit dihubungi,” kata Dirut PT Kresna Eka Pratama, Yusuf Novandi, Jumat (22/12/2023).

PT Kresna Eka Pratama sebagai supplier batching plant meminta pembayaran sebesar Rp 1,9 miliar segera dilakukan karena sudah hampir setahun bersabar menunggu. “Kami harapkan ada niat baik, saya terbuka untuk berkomunikasi dan mencari solusinya seperti apa. Tapi ini malah tidak ada kejelasan,” ungkap Yusuf.

Dia berharap Toto sebagai penanggungjawab proyek dari CV Oryano yang dipimpin ML dan CV Fath Rizqi oleh AV tidak bersikap merugikan pihak lain dalam hal ini PT Kresna Eka Pratama dan sejumlah supplier matrial lainnya.

Belum diketahui apakah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor sudah melakukan pembayaran terhadap proyek pengerjaan betonisasi Jalan Curug Bitung-Nirmala dan Curug Bitung-Lingkar Cihiris.

Namun CV Oryano diputus kontrak oleh Dinas PUPR dalam paket proyek peningkatan Jalan Babakan Madang – Karang Tengah – Cibadak tahun anggaran 2022. Kegiatan pembangunan infrastruktur ini sendiri nilainya Rp 3,6 miliar namun progres kerja hanya 35 persen.

(aseps.sayyev)

Berakhlaq Mandiri Cendekia Muslimah Dalam Perspektif Islam

0

jurnalinspirasi.co.id – Rabu pagi itu, sekitar pkl 10-an, saya sedang berolahraga jalan kaki, mengelilngi rute RS BMC-Jln Pajajaran-Jembatan Otista yang baru diresmikan penggunaannya, terus Jln Surken, daerah bisnis tersibuk di Kota Bogor, kemudian masuk daerah perkampungan pinggiran anak Sungai Ciliwung Kelurahan Sukasari, menyemberang ke daerah Barangsiang, RS BMC dimana mobilku di parkir.

Sambil menunggu sang istri tercinta berkonsultasi dengan dokter orthopedi di RS tersebut, dengan nomor antri yang lumayan panjang, lama menunggu. Oleh karenanya saya memanfaatkan waktu  bergerak untuk “mengeluarkan keringat” berjalan kaki 2-3 jam, berolah raga pagi. Begitulah kebiasaanku sehari-hari, agar hidup tetap sehat, kesehatan prima, dan sambil melihat kiri-kanan mengamati dan memahami gejala sosial dinamika kehidupan masyarakat perkotaan sebagai sumber inspirasi untuk mengasah pikiran agar tidak cepat menua dan akhirnya pelupa, pikun.

Dalam tulisan saya ini, dan pada kesempatan ini, barangtentu saya tidak akan membahas persoalan dan permasalahan sosial masyarakat kota Bogor yang saya amati tadi sewaktu berjalan di pagi hari.

Akan tetapi, saya akan mengatakan, ketika saya menyeberang jembatan yang sempit dan panjang di perkampungan Sukasari Bogor itu, ketika napas saya “terengah-engah” saya mendapat telepon dari Ketum DPP Perempuan ICMI, ibu Welya Safitri yang sudah amat saya kenal orangnya. Ketum Perempuan ICMI ini mengundang saya untuk berbicara seperti tawaran topik diatas. Saya bilang dalam percakapan kami, wah itu temanya agak berat, ada kosa kata “perspektif Islamnya”, saran saya narsum yang cocok adalah ustadz/ustazah atau Kiyai/ulama. Saya bilang saya bukan ulama, tetapi saya hanya “ubaru”, pemahaman fiqih syariah saya sangat minim, sambil berseloroh.

Akan tetapi uni Welya tetap “ngotot” (keukeh) untuk mengundang saya, agar hadir  di forum para pengurus dan aktivis Ormas Islam DPP Perempuan ICMI sekarang ini. Alhamdulillah saya dan kita bisa bersua muka, bermuzakarah di gedung ICMI Center-Warung Buncit Jaksel, yang megah ini. Saya pun bisa bersilaturrahmi dengan komunitas ibu-ibu Cendekiawan Muslimah (perempuan) ICMI yang kreen dan mantul ini.

Maafkan saya selaku “ubaru”  jika nanti saya menarasikan topik semula “Berakhlaq mandiri Cendekia dalam Perspektif Islam”, barangkali kurang pas dan amat terbatas kompetensi saya, ruang lingkup meluas, harap maklum, dan saya tambahkan kata Muslimah agar tampak gendernya. Saya berharap mari kita belajar bersama, berbagi (sharing) berbagai konsep, teori dan atau mahzab (aliran pemikiran) kita, yang mungkin beragam pemahaman, kepercayaan dan bahkan keyakinan (aqidahnya) terhadap spirit gender.

Dalam sesi diskusi nanti, kita akan manfaat waktu yang terbatas untuk berdiskusi, sharing ide-ide segar sebaik mungkin, dan menemukan kasus-kasus gejala sosial yang baik (normal) dan sebaliknya, mana yang abnormal, anomali dan paradoks tidak sesuai DinnulIslam (QnS).

Sistem nilai, norma dan kaidah agama dan.sains seperti apa yg benar, dan atau yang salah (bias) menurut pola budaya kita mssyarakat religius (socio religous) bukan sekuler apalagi ateis-komunisme-Karl Mark, Lenin dan Stalin. Hal demikian itulah yang.kita.akan cari dan temukan.”benang merahnya” bersama-sama dalam forum diskusi/dialog kaum Perempuan

ICMI saat ini.

Menurut saya, topik diatas, kesan saya agak umum, belum spesifik lingkup kajiannya sesuai karakteristik dan profil Keperempuan ICMI. Oleh karena itu, saya menambahkan kata Muslimah, dan insya Allah akan mempersempit topik materi diskusi kita, dengan fokus pada studi gerakan keperempuan (gender) dengan isu-isu strategis yang cukup banyak dan kompleks dewasa ini, yang kini kian berkembang dan terus menjadi perbincangan publik dalam berbagai aspek sosial budaya, sosial ekonomi dan sosial politik. Apalagi menjelang pemilu serempak, pesta demokrasi pileg dan pilpres 2024 yang sebentar lagi tiba, diselenggarakan pada tgl 14 Februari 2024 nanti.

Saya membaca HU Kompas Kamis 21 Desember 2024 kemaren, bahwa Koalisi Perempuan Penyelamat Demokrasi dan HAM, telah mengkritisi pada Rabu 20 Desember 2023, antara visi dan misi ketiga Capres 2024 sangat kurang dan bahkan nihil memasukan agenda program dan kegiatan pemberdayaan perempuan, anak dan keluarga Indonesia guna menyongsong Indonesia Emas 2045. Isu-isu gender juga luput dalam materi presentasi dan bahasannya dan bahkan nihil publikasi persoalan gender. Artinya pada kampanye Pemilu 2024, para Capres dinilai belum memperhatikan kepentingan perempuan.

Saya kira ini menarik untuk dikaji, mengapa terjadi demikian?

Kemungkinan ketiga Paslon Capres RI 2024 tersebut, Timsesnya nihil pemikir (ilmuwan dan pakar) dari kalangan perempuan.

Menurut saya DPP Perempuan ICMI ini merupakan tantangan dan peluang, agar kaum perempuan penggerak ICMI, proaktif berkontribusi dalam mewarnai “public policy dan social enpowering” di negara-bangsa Indonesia yang sama-sama kita cintai ini. Dua ranah peran dan fungsi itulah menurut AD dan ART ICMI yang harus  kita perjuangkan.

Lebih terangnya lagi program dan aktivis Ormas Islam ICMI itu adalah 5 K-ICMI, yaitu peningkatan kualitas SDM dalam hal (1) Iman dan taqwa kpd Allah SWT (bertauhid dan bermuamalah), (2) pola berpikir (kecendekiawan, keilmuwan dan kepakaran mumpuni), (3) kualitas karya (inovasi, iptelks skill), (4) kualitas hidup (household income yg cukup dan tinggi, social well being, social walfare etc), dan (5) kualitas keluarga yang dilandasi rasa cinta dan berkasih saying (sakinah mawaddah warrohmah).

Kelima ranah program ICMI itu, bagi Perempuan ICMI sangat penting dan saling mendukung sebagai siuatu sistem nilai, norma dan kaidah ICMI.

Akan tetapi jika saya berpikir mana yang didahulukan (perioritas), saya berpendapat program 5-K ICMI, yang diprioritaskan yang ke 5 yaitu peningkatan kualitas kehidupan.berkeluarga yang Sakinah Mawaddah Warohmah (samarah).

Argumentasinya cukup banyak ditinjau dari perspektif agama Islam, sains dan kondisi demografis, psikologis-sosiologis dan antropologis, dll berbagai sudut pandang. Nanti kita narasikan singkat sebagai pemantik materi dialog/diskusi kita sekarang.

Selain itu, karena kegiatan dialog DPP Perempuan ICMI ini dalam rangka memperingati ultah (Milad) ICMI ke 33 thn (7 Des 1990-21 Des 2023) ada baiknya juga, saya selaku salah seorang pendiri ICMI bernarasi ringkas, mengapa dan atau faktor apa yang melatarbelakangan lahirnya ICMI di NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 ini.

Dengan maksud dan tujuan, agar semua elemen organisasi penggerak ICMI baik pengurus, anggota dam simpatisan calon anggota ICMI paham dan kemudian mau dan mampu menjalankan visi, misi (khitttah). tujuan, wawasan pemgabdian, program dan kegiatan pengabdian ICMI secara sadar, responsif dan bertanggungjawab sesuai dengan Etika Keanggotaan ICMI.

Pola pikir (mindset) berbasis pada khittah, wawasan dan  etika anggota ICMI demikian itu dipahami, disebabkan Perempuan ICMI, salah satu organ atau Badan Otonom (Batom) ICMI, sehingga  gerak langkahnya harus sejalan dan senapas dengan induknya ICMI.

Jangan seperti sekarang, kebanyakan Batom ICMI bebas, berjalan sendiri-sendiri (tidak terintegrasi)  dan “terlepas” (disconnected) dari ICMI. Saya tak akan menyebutkan contohnya disini, khawatir menimbulkan polemik. Padahal saya sudah  lama mengkritik dan memberikan solusinya terhadap gejala keorganisasian yg negatif ini melalui beberapa tulisan saya di medsos khususnya WAG Wankar ICMI Pusat. Salah satu faktor penyebab bebas dan terlepasnya (ahistoris) Batom dari induk, ibarat pribahasa “kacang lupa akan kulitnya” selain munculnya oknum pengurus ICMI berperilaku “free rider” juga akibat belum adanya atau ketiadaan (vakum) ketentuan Sistem (tatanan) Kelembagaan Organisasi yang mengatur  pola relasi antara Batom dengan ICMI bersifat “win-win” (simbiose mutualistik) pada semua level-hirarki organisasi (Orpus, Orwil, Orda dan Orsat), terutama Batom yang berwatak mencari keuntungan ekonomi dan finansial (profite centre).

Mudah-mudahan tidak terjadi atau berlaku  pada  Batom Perempuan ICMI, insya Allah.

Jadi kita harus memahami sejarah lahirnya ICMI, agar kini dan kedepan kita tidak “misleading”. Apa yang melatar belakangi lahir ICMI di tanah air Imdonesia, 7 Desember 1990, yaitu sbb:

1. Dinamika sejarah negeri Nusantara, dengan penduduknya muslim mayoritas  dengan para Sultan yang memimpin kerajaan Islam Nusantara, yang telah berkontribusi besar terbentuknya masyarakat dan bangsa Indonesia yang hidup sejahtera pada abad 13-18.Masehi, karena hasil buminya melimpah dan kaya raya seperti rempah-rempah, dan hasil perkebunan lainnya yang terkenal di benua Eropa.

2. Muncul penjajahan Belanda dalam masa 350 tahun dan Jepang 3,5 tahun, menyebabkan rakyat, suku bangsa hidup di wilayah Nusantara tertindas (mustaafin) terutama kaum muslimin Indonesia mayoritas itu, menjadi warga kelas 3, kaum pribumi putera  yang disebut “Inlander”, manusia hina. Oleh para amtenar penjajah Belanda,..” seekor anjing piaraanya lebih dihargai dan disayangi ketimbang kaum bumi putera (inlander)..”, Kaum pribumi muslim Nusantara hidup dan kehidupannya berada dalam keadaan miskin, bodoh dan terbelakang, rakyatnya menderita dan sengsara, makanya setelah Indonesia Merdeka (Proklamasi 17-8-1945) ini pesan sejarahnya yang disebut Proklamator dan Presiden RI pertama bpk Ir.Soekarno, dengan istilah lainnya “amanat penderitaan rakyat” (Ampera),

3. Dengan kondisi ketertindasan inilah para Sultan, dan kaum intelektual bumi putra yang terpelajar karena telah mendapat pendidikan dunia Barat spt Sukarno, M Hatta, M Natsir, Tan Malaka, Sutan Syahrir, dll, dan tulang punggunnya cendekiawan muslim bangsawan (ningrat), Mereka berjuang untuk merebut Kemerdekaan Ibdomesia Raya, berperang mengusir penjajah, yang dipelopori dan dikomandoi para ulama dan santri (hisbullah wathan dll) spt KH Sholeh Iskandar di wilayah Bogor, KH Ahmad Sanusi dari Sukabumi, dll. Bung Tomo dengan pekikan Allahu Akbar peristiwa perang 10 November 1945 di Surabaya yang disemangati fatwa jihad KH Hasyim Asyari, Kiyai host NU, dll, kini hari 10 November menjadi Hari Pahlawan. Mereka para pejuang (mujahid) sebagian sdh diakui negara menjadi Pahlawan Nasional,

3. Indonesia Merdeka pasca Proklamasi 17 Agustus 1945 menuntut adanya perjuangan mengisi kemerdekaan dengan program dan kegiatan pembangunan di segala bidang, Ipoleksosbudhankam. Hal ini konsekuensinya membutuhkan SDM terdidik dan terpelajar yang menguasai ipteks dan peduli dengan nasib rakyat, umat, bangsa dan negaranya (kaum intelektual). Untuk itu meraih SDM yang menguasai iptek, tekno socioenterpreuneur, manajerial skill dan  leaderhip ability  yang profesional di era Orde Lama (Orla) sangat sulit dikadernya skibat komflik ideologi dan politik yang berkepanjangan dan tak menentu, ekonomi rakyat morat-marit, kabinet silih berganti, sidang konstituante beberapa kali gagal, muncul Mosi Integral Natsir thn 1950, Dektrit Presiden 5 Juli 1959 kembali ke UUD 1945 dengan spirit Piagam Jakarta, Nasakom dan akhirnya puncaknya meletus peristiwa G 30 S PKI thn 1965, dan

4. Muncul kekuatan Orde Baru (Orba) pada thn 1965/1966, sukses menumpas G.30 S PKI dengan tulang punggungnya TNI AD dibawa komando Kostrad  Letjen Soeharto dan para aktivis mahasiswa muslim diantaranya dari HMI dan KAHMI, dan ditanbah dari kelompok Ormawa Cipayung spt PMKRI, GMNI. GMKI, PMII, IMM dan lain-lainnya. Rezim Orba berhasil membangun masyarakat Indonesia, terutama bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan, dimulai sejak thn 1971 hingga 1995. Di era Orba ini, banyak keluarga santri kiyai-ulama, atau pribadi muslim yang taat beribadah, kesadaran spiritualnya meningkat, mendapat pendidikan yang sangat baik, berhasil lulus dari perguruan tinggi yang exellence university baik dari dalam maupun luar negeri spt Nurcholish Majid, Imaduddin A Rahim, M.Amin.Rais, A Syafii Maarif, Deliar Noor, Anton Timur Djaelani, Kuntowijoyo, BJ Habibie dan banyak lagi yang lain, ribuan jumlahnya.

Dalam masyarakat Indonesia terjadi gejala social “intelectual booming” sejak thn 1980an, yang kemudian menjadi “basic demand” bangsa dan negara Indonesia, karena membangun NKRI mutlak membutuhkan tenaga manusia SDM trampil yang berkualitas handal, terutama teknokrat, manajerial dan enterpreuner, dan

5. Faktor “intelectual booming” inilah yang mengakibatkan dan atau.berdampak lahirnya ormas Islam bernama Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur thn 1990. Jadi omas ICMI berkarakter 3-8 dimensi, diantaranya Keislaman, Kebangsaan/Keindonesiaan dan Kecendekiawanan (baca dan pelajari AD dan ART ICMI), ICMI berfungsi.ormas perekat, pengikat dan pemersatu kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan tidak berpikir dikotomi, apalagi sektarian, sempalan dll. iCMI merupakan anak kandung bangsa sab NKRI yang diharapkam bisa membangun masyarakat madani (civil soviety), yakni masyarakat berkemajuan, demokratis, berperadaban, berkeadilan  dan bermakmuran (walfare society).

Mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahterh inilah merupakan tantangan dan sekaligus tugas serta amanah ICMI membangun Negeri spt isi pesan syair Hymne ICMI.

Berdasarkan pokok-pokok pemikiran atau konseptual tersebut diatas, dimana posisi dan peran Batom Perempuan ICMI. Ya menurut saya mereka harus fokus, konsen dan memperioritaskan prpgram 5 K ICMI yang kelima, meningkatkan kualitas keluarga Samarah. Seban institisi keluarga begitu vital dalam membangun NKRI yang kuat yang diridhoi Allah SWT.

Kaum perempuan dalam keluarga ibu dari anak-anakmya, dan.isteri bagi suaminya. Dalam kelurga, ibu adalah madrasyah pertama dan utama bagi anak-anak keturunannya. Juga istri penopang utama kesuksesan suaminya dalam peran dan fungsi domestic dan publik. Contoh kasus keluarga yg mungkin bisa dijadikan “rule model” yakni bapak Presiden RI ke 3, pendiri dan Ketum pertama MPP ICMI Prof.BJ Habibie sukses berkarier dan mengabdi kepada bangsa dan negara, karena ditopang kesetiaan dan dedikasi dari isterinya yang sholehah yang luar biasa, ibu Ainun Habibie (saksikan film Habibie- Ainun), begitu mesra dan bahagia, sakinah mawaddah warohmahnya keluarga bpk.BJ Habibie ini. Dan atau keluarga Rasulullah Muhammad SAW adalah suritauladan yg baik (hasanah) bagi keluarga muslim spt Khadijah, Siti Aisyah dll.

Walaupun dalam kenyataannya di lapangan, agak sukar kita  menemukan satu “rule model” keluarga yang ideal, sempurna tersebut. Sebab peran dan fungsi perempuan atau kaum ibu terdapat bermacam-macam (tipologi) ditinjau dari perspektif sosiologis dan antropologis. Menurut Prof.Aida Vitayala (2010) bahwa peran-peran gender dapat diklasifikasikan, yaitu perempuan berfungsi reproduktif (peran utama: selaku istri, ibu, ibu rumah tangga (keluarga)yang tak tergantikan, 3 M: manak, masak dan macak), produktif: acap diasumsikan tidak memiliki peran produktif, padahal alokasi curahan waktu sehari-harinya cukup banyak, dan membantu (turut) mencari nafkah keluarga, dan peran sosial yaitu menajemen jasa, penyuluhan terkait pada peran produktif.

Sedang kaum lelaki, peran reproduktifnya sebagai bapak, kepala keluarga, peran produktif utamanya selaku pencari nafkah, dan peran sosialnya sebagai pemimpin, politik, ketahanan/militer dan pekerjaan dibayar (formal).

Sedangkan peran perempuan di era global (millenial), era digital saat lebih bervariasi lagi secara sosiologis. Menurut Vitayala (2010) peran kaum perempuan dapat dilakukan dari perspektif posisi mereka dalam berurusan dengan pekerjaan produktif yang bersifat tidak langsung (domestik) dan pekerjaan produktif langsung (publik) yaitu sbb:

1. Peran tradisional (reproduktif hidup 100 persen untuk keluarga, pembagian tugas jelas, perempuan dalam rumah dan lelaki diluar rumah)

2. Peran transisional (berpola peran transisi lebih utama dari peran lainnya, dengan pembagian tugas mengikuti aspirasi gender, tetapi eksistensinya memperhatikan keharmonisan, akan tetapi urusan rumah tangga tetap menjadi tanggungjawab perempuan),

3. Peran ganda (dwi peran, selaku ibu memposisikan peran di dua dunia yakni menempatkan peran domestik dan publik dalam posisi sama penting. Dukungan moral suami pemicu ketegaran, atau sebaliknya keengganan suami akan memicu kesesatan, dan atau bahkan bisa mendatangkan konflik terbuka atau terpendam,

4. Peran egaliter (menyita waktu dan perhatian perempuan untuk kegiatan diluar rumah (publik). Dukungan moral dan tingkat kepedulian suami sangatlah hakiki untuk menghindari konflik kepentingan pemilihan dan pendistribusian peranan. Jika tidak, maka akan terjadi masing-masing suami dam istri akan saling berargumentasi untuk mencari pembenaran, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan suasana kehidupan berkeluarga, dan

5. Peran kontemporer, adalah dampak dari pilihan perempuan untuk mandiri dalam kesendiriannya (wanita karier, populasinya masih sedikit tapi semakin.bertambah di daerah perkotaan, kota-kota besar), akibat mindset yang sangat keliru, sesat dalam memahami hakekat hidup berkeluarga, institusi keluarga (family institusion) dimana dominasi lelaki menjadi “momok”, merepotkan wanita. Gejala sosial budaya spt ini kini tengah melanda negara-negara maju spt Jepang, Jerman, Singapura dll, kaum.mudanya enggan nikah-kawin, sehingga berakibat underpopulation.

Bahkan Megawangi (1999) memandang bahwa munculnya aliran pemikiran feminisme, gerakan emansipasi gender itu adalah dasar pemikiran konflik peran isteri terhadap (versus) suami. Ada konsep conflik classnya ajaran komunisme Karl Mark, yang merasuki budaya masyarakat perkotaan, yang benar peran dan fungsi perempuan dan lelaki, yakni komplementer, harmoni, saling melengkapi kekurangan masing-masing, atau yang disebut peran fifty-fifty (50: 50 persen). Jadi kita sebagai muslimah harus berhati-hati mengikuti arus utama (mainstream) aliran pemikiran (mahzhab) gerakan feminisme-emansipasi yang marak dewasa ini, agar Kita tidak tersesat dan menyesatkan dalam hidup bekeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Apalagi saat ini Kita sedang menghadapi serangan gerakan lesbian, gay, bisex dan transgender (LGBT) yang dilarang atau diharamkan Dinnul Islam itu. Sehubungan dengan hal itu, maka ketahanan keluarga muslim harus kita perkuat akidah dan ketaatan bersyariah bagi anggota keluarga (anak dan cucu, cicit) kita, agar teguh pendirian (istiqomah) dalam beragama Islam.

Lantas bagaimana peranan Perempuan Muslimah sesungguhnya dalam perspektif Islam sebagaimana, yang diminta topik diskusi ini. Kira-kira seperti apa konsepsinya menurut Al Quran?.

Dinul Islam adalah pelopor utama dan pertama yang menempatkan perempuan pada proporsi yang layak, terhormat dan mulia, serta sederajat dengan kedudukan lelaki dalam kehormatan manusiawi, bahkan bisa lebih appresiasinya sesuai hadist nabi dimana ibu dinilai 3 kali, sedangkan ayah hanya 1 kali. Untuk jelasnya agar membaca Al Quran Surat An Nahl ayat 97 dan Al Anbiya 94, dan beberapa hadist.

Perempuan sebagai manusia merupakan makhluk ciptaanNya dan hamba Allah, seorang muslimah bertanggungjawab terhadap tugas yang diemban padanya, dan akan memperoleh ganjaran (pahala) yang setimpal dengan amal perbuatannya, serta selaku manusia beriman, wajib percaya dengan kehidupan akhirats.

Menurut konsep ajaran Islam, terdapat 3 tugas utama yang wajib ditunaikan oleh kaum perempuan (Arsyad, 2019) yaitu sbb:

1. Perempuan diciptakan sebagai “sakanah”, yang artinya dia adalah penenang dan penentram hati (QS Ar Ruum 21)

2. Perempuan diciptakan sebagai sumber kecintaan dan rasa kasih-sayang (QS Ar Ruum 21), dan

3. Perempuan sebagai ratu rumah tangga dan pendidik anak beserta cucunya (QS An Nahl 72 dan Ar Ruum 21).

Surat Ar Ruum ayat 21 sering kita jumpai kutipannya dalam surat undangan resepsi (walimahan) perkawinan kedua mempelai pria-wanita. Mereka meminta didoakan, mudah-mudahan menjadi keluarga Samarah.

Terjemahan QS Ar Ruum 21, berbunyi ….”Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah Dia menciptakan untukmu Isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.  Dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah, bagi mereka kaum yang berpikir…”

Demikianlah narasi ringkas mengenai peranan dan problematika Keperempuan Muslimah dan keluarga dianalisis berdasarkan  perspektif Islam, Al Quran dan Sunnah Rasulullah. Semoga ada manfaatnya bagi pembaca dan para peserta diskusi sekalian, dan Insya Allah kita berada dalam rahmat, hidayah dan ridhoNya illahi, Allah SWT, Aamiin YRA.
Syukron barakallah
Wassalam
=====✅✅✅

Penulis: Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, MSi
(Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior (Asosiate Profesor) Universitas Djuanda Bogor, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial)

Daftar Pustaka
=============
1. Arsyad, A (2019). Kritik dan Saran untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Pendidikan Kota Bogor, Penerbit IPB Press Bogor, 573 halaman,
2. Vitayala, Aida (2010). Pemberdayaan Perempuan dari Masa ke Masa. Penerbit IPB Press Bogor, 522 halaman.
3. Depag RI (2002). Al Quran dan Terjemah dengan transliterasi Arab-Latin. Penerbit Karya Agung Surabaya,
4.Megawangi, Ratna (1999). Membiarkan Berbeda: Sudut Pandang Baru tentang Relasi Gender. Penerbit Mizan Bandung, 288 halaman,
5. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) ICMI, Hasil-hasil Keputusan  Muktamar ICMI ke 7 thn 2021 di Kota Bandung Jawa Barat, dan
6. HU Kompas, Rabu 21 Desember 2023, Pemilu 2024: Capres Dinilai Belum Perhatikan Kepentingan Perempuan. Kolom 5 bagian Humaniora, Jakarta.

Peringati Hari Ibu, Puisi dan Do’a Untuk Ibu Warnai Apel Pagi Lingkup BBPMKP

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Memperingati Hari Ibu, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Bogor menggelar Apel Pagi dengan nuansa khusus. Apel Pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala BBPMKP Yusral Tahir, Jum’at (22/12). Diwarnai dengan pembacaan puisi dan do’a khusus untuk para ibu.

Tidak itu saja suasana lingkungan kerja dibuat berbeda, dengan mengalunnya lagu – lagu dan puisi bertema tentang ibu yang diputar melalui pengeras suara yang terpasang di koridor – koridor ruangan dan terdengar hingga keseluruh ruangan.

Kepala BBPMKP Ciawi Yusral Tahir mengatakan perayaan Hari Ibu ke 95 tahun 2023 ini adalah untuk mengenang, betapa agung dan mulianya peran perempuan, dalam membangun fondasi bangsa ini. Momentum hari ini, juga untuk mengingat betapa para perempuan Indonesia telah turut berjuang mewujudkan kemerdekaan, dalam semangat pergerakan yang setara dan berkeadilan.

“ Hari Ibu di Indonesia, tidak sama dengan Mother’s Day di negara lain. Di negara kita, ini bukan sebatas perayaan terhadap peran domestik para perempuan. Melainkan, juga menjadi perayaan atas kiprah kaum perempuan, yang telah turut andil dalam membangun sebuah bangsa dan negara sebagaimana yang kita kenal saat ini” ujarnya.

Yusral menyinggung tentang peran seorang ibu yang sangat besar dalam mengantarkan seorang anak menjadi seseorang. Selain itu, lanjutnya, Rasulullah SAW pun mengatakan bahwaI ibu kedudukannya lebih tinggi daripada ayah. Bahkan, Rasulullah sampai tiga kali menyebutnya baru kemudian ayah.

” Ibu disebut tiga kali oleh Rasulullah. Ketika sahabat bertanya siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” tutur Yusral.

Iapun memberikan semangat kepada kaum ibu (perempuan) dilingkup BBPMKP untuk tidak ragu dalam mengambil dan meningkatkan perannya. Yusralpun mengucapkan selamat Hari Ibu kepada semua kaum ibu.

(Regi/BBPMKP)

KNPI Sebut Wali Kota Inkonsisten

0

jurnalinspirasi.co.id – Masa pemuda-pemudi gabungan organisasi kepemudaan yang bernaung di KNPI Kota Bogor menggelar konferensi pers di depan Markas KNPI, area GOR Padjajaran, Jumat (22/12/2023).

Pemuda menilai, Bima Arya inkonsisten pada janji politiknya selama dua periode menjabat Wali Kota Bogor.

Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Sapta Bela Alfarabi menyebut, pernyataan sikap tersebut merupakan klimaks dari penilaian kinerja Bima Arya selama ini.

Menurut Sapta, sebagai pemimpin seharusnya Bima Arya memprioritaskan terlebih dahulu janji-janji politiknya yang telah dituangkan dalam program kerjanya selama menjabat.

“Wali Kota Bogor kebanyakan pansos di medsos dan klaim sudah berhasil. Kami pemuda pemudi Kota Bogor tidak tidur. Kami tahu persis apa programnya dan apa saja yang tidak terealisasi. Hari ini kami sampaikan ke publik, agar seluruh warga Bogor tahu persis seperti apa faktanya,” ujar Sapta Bela kepada awak media, Jumat (22/12/2023).

Berdasarkan catatan KNPI, kata Sapta, Wali Kota Bogor telah inkonsisten terhadap janjinya. Berikut ini, janji-janji Bima Arya yang tidak terealisasi hingga penghujung masa jabatannya di 2023.

Pada Periode 2014-2019, program Bus Sekolah dan pembangunan kantor KPUD Kota Bogor sama sekali tidak terealisasi. “Nah pada periode 2019-2023 ini malah lebih banyak lagi yang berujung omong kosong,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Sapta, pada Program Bogor Lancar, Bima Arya tdak mampu menyelesaikan Konversi Angkot. Sehingga menyebabkan kesemrautan lalulintas di ruas jalan di Kota Bogor masih terjadi dan menyiksa pengguna jalan.

“Lalu pembangunan Fly Over Kebon Pedes yang jelas-jelas sangat dibutuhkan masyakarat dan pembangunan Gedung Parkir di Pusat Kota Bogor, hanya menjadi omong besar tanpa realisasi,” tuturnya.

Belum lagi soal penuntasan Sarana Transportasi di Terminal Baranangsiang dan Stasiun LRT hingga kini mangkrak tanpa kabar. Pada Program Merenah, kata Sapta, Bima Arya tidak sanggup membangun pusat kuliner di tiap kecamatan sebagaimana janji manisnya.

Pada Program Motekar, Bima Arya menjanjikan menciptakan 20 ribu lapangan kerja baru berkonsep kolaborasi Pengusaha, UMKM dan Profesional.

“Namun hingga detik ini, kenyataannya nol besar. Belum lagi soal pencapaian renovasi 20 ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tidak mencapai target. Faktanya, baru 4.444 Rumah saja yang direnovasi,” ungkapnya.

KNPI, kata Sapta, mengingatkan Walikota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor agar segera menuntaskan janji politiknya. “Ada penyesuaian periode kepemimpinan hingga April 2024. Kami mendesak agar seluruh janji politiknya direalisasikan,” tandasnya.

Kata dia, Bima juga harus mengevaluasi kinerja Jajaran kepala dinas Pemkot Bogor yang tidak menjalankan roda pemerintahan secara sungguh-sungguh, dan berakibat tidak terpenuhinya janji politik yang dituangkannya di dalam program kerja.* Fredy Kristianto