23.5 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 431

Pulkam ke Cerenti yang Bermakna

0

jurnalinspirasi.co.id – Waalaikumsalam, dan terima kasih kembali onga EA atas kabar baik, apresiasi dan doanya, selama adinda pulang ke kampuang (pulkam) di Cerenti, Kuansing Riau, dari sejak Rabu 18 Oktober hingga Ahad 22 Oktober 2023, perjalanan dan berbagai aktivitasnya, cukup lancar dan bermakna,  alhamdulillah.

Bermakna maksudnya adalah kehadiran saya di kampung di tengah-tengah para dunsanak (kerabat), insya Allah bisa memberikan energi dan aura positif atas hasil  bersilaturrahmi dengan para sanak keluarga, disertai aktivital amal sosial, hidup berbagi antar sesama, karena niat mendapat Ridho Allah SWT.

Hidup bermakna juga dapat kita artikan, sebagaimana firman Allah SWT bahwa manusia yang beruntung itu, adalah orang-orang yang memberikan manfaat bagi orang lain, terutama orang-orang terdekatnya.

Jujur adinda AA sampaikan kepada onga EA bahwa pulkam ke Cerenti, kali ini sungguh menyenangkan dan bersyukur kepada Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya diberikan nikmat kesehatan dan tezeki, sehingga saya bisa baliak ke negeri tempat dilahirkan, dididik dan dibesarkan oleh orangtua dan para kerabat.

Pulkam Cerenti pada pertengahan Oktober 2023 ini, tetutama ingin berziarah ke pemakaman kakaku yang tertua alm.Haji.Baidar (85 thn) yang berpulang ke rahmatullah sebulan yang lalu di Desa Kampung Baru Timur Kecamatan Cetenti. Waktu itu kesehatan saya agak terganggu, tidak bisa pulkam untuk takziah, alhamdulillah bisa dipenuhi saat ini, pertengahan Oktober 2023, pulkam sendirian.

Selama berada di kampung, selain menjalankan kegiatan pokok, juga sempat berkeliling kampung, melihat perkembangan pembangunan nagori. Ada beberapa proyek pembangunan fisik yang hampir salesai yaitu Rumah Adat Kecamatan yang sempat mangkrak di Desa Kampung Baru beberapa tahun, kini bangunan Rumah Adat Cerenti hampir selesai.

Bangunan Rumah Adat tersebut cukup menarik, cukup megah dan arsitekturnya indah menawan dipandang mata. Kehadiran Rumah Adat, hendaknya membuat Lembaga Masysrakat Melayu (LAM) Cerenti lebih berperan dan berfungsi menjalankan tugas-tugas pembinaan masyarakat Cerenti, agar berkehidupan berkebudayaan, berdat dan beradab.

LAM Cerenti paling tidak berfungsi menjaga kesatuan masyarakat, menyebarkan dan mendidik sistem nilai dan norma adat istidat masyarakat Melayu Islam Cerenti, yakni adat bersendi syara dan syara bersendi Kitabullah (Al Quran dan Assunnah), dan fungsi lainnya mengawasi pola berperilaku para pemangku masyarakat adat agar tidak menyimpang dan dilanggar, yang bisa merusak tatanan adat masyarakat Cerenti yang agamis (socio religous).

Atas informasi yang adinda AA terima, maka saya tak hentinya berdoa, semoga onga sekeluarga senantiasa pula dalam lindungan dan pertolongan Allah SWT, dan diangkat segala penyakitnya oleh Allah SWT sehat dan pulih kembali kesehatannya.

Adinda AA sekarang dalam perjalanan pulang  naik pesawat udara Super Air Jet ke Jakarta, kemudian langsung ke rumah di Ciawi, Bogor. Tadi malam menginap, transit di rumah onga Haji Hasbi Ali di perum Bumi Sejahtera, Jln Engku Bay, daerah Simpang tiga kota Pekanbaru (Pku), insya Allah Ahad sore ini pkl 17.45 wib pulang ke  Jakarta, kemudian terus ke Bogor menumpang bus Damri. Mohon doanya, insya Allah perjalanannya aman dan nyaman, serta menyenangkan, insya Allah,

Sekedar info buat onga EA, Alhamdullillah, agenda acara adinda AA pulkam Cerenti yang telah direncanakan, terlaksana semua dengan  baik dan sukses, diantaranya seperti berziarah ke makam onga H.Baidar di TPU tanah Wakaf Desa Kp.Baru Timur, dan makan ayah dan ibu (omak) di TPU tanah Wakaf Masjid Jamiak Al Mukmin Desa Kp.Baru timur. Berikutnya Kamis  malamnya dilaksanakan doa, berzikir tahlilan- membaca yasinan oleh warga Arsyad Family yang sempat hadir jumat sambil membawa Rantang dengan makanan dam masakan ala Cerenti untuk makan bersama (makan basamo) diakhir acara yasinan.

Esok harinya saya bersiilaturahmi ke rumah  para dunsanak Arsyad Family, antara lain di Desa Kompe Berangin, bersua dengan  uwo Hj Rusmani Arsyad, di rumah anaknya Dian Mustafa, kemudian diteruskan ke desa Sikakak, untuk ketemu anak dan kmd onga Isyar  Arsyad dan Marzuki Arsyad.

Pada malamnya bersilaturahmi dengan onga Upri Arsyad. Pagi dan sore harinya berbabual-bual minum kopi di kedai kopi bersama-sama kawan-kawab di pasar Cerenti.

Sedangkan acara pemberian sumbangan sembako kepada lk 80 omak-omak dan jando-jando miskin-guru mengaji, marbot masjid, juga mengundang pak Kades dan BPDes, acara penyerahan bantuan sembako untuk kaum dhuafa bertempat di halaman kantor Yayasan Arsyada Cerenti Madani, yang berdiri 2021.

Alhamdulillah berjalan lancar. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan rezeki untuk berbagi dari keluarga Arsyad Family. Salam buat keluarga di Tpi City Kepulauan Riau. Syukron barakallah.
Wassalam

====✅✅✅

Penulis:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Dosen dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Wasek Wankar MPP ICMI merangkap Ketua Wanhat MPW ICMI Orwil Khusus Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Anak-anak Pasirgintung Diperkenalkan Adab dan Moral

0

Renungan Malam Jelang Rangkaian Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

Nanggung l Jurnal Bogor
Warga Kampung Pasirgintung RT 03 RW 04 Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor menginisiasi kemah dan renungan malam yang diikuti anak-anak usia belia di Lapangan Pemersatu.

Acara yang digelar jelang rangkaian Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2023 ini untuk memperkenalkan adab dan moral kepada puluhan anak-anak warga Kampung Pasirgintung.

Salah satu tokoh masyarakat, Rivan yang memberi materi renungan malam menjelaskan, anak-anak usia emas harus diarahkan ke hal-hal positif dan diperkenalkan adab dan moral.

“Kami ajak anak-anak berpikir jernih karena anak ibarat lebaran kertas kosong, tergantung bagaimana kita cara  mengisinya pada lembaran kertas itu. Sejauh ini, mau diarahkan kemana anak-anak kita. jangan sampai  anak-anak ketergantungan yang semakin menggeliatnya teknologi,” jelas Rivan kepada Jurnal Bogor.

Rivan yang akrab dipanggil Aki itu menjelaskan, pertama yang harus diketahui anak-anak adalah nilai- nilai agama, kemudian wawasan kebangsaan.

“Begitu juga pendidikan kultural penting disampaikan. Kenapa? agar kedepan anak dapat mengenal budaya sendiri yakni  sebagai orang Sunda,” ungkapnya.

Menurutnya, ketika pendidikan agama, wawasan kebangsaan dan pendidikan kultural diterapkan, nantinya akan  terjadi keseimbangan dan mewarnai kehadirannya ditengah-tengah masyarakat.

Sementara adanya perkemahan, dia menyebutnya bagian dari sekolah alam artinya tidak harus melulu pendidikan formal.

“Pendidikan non formal pun bisa dilakukan dimana, saja salah satunya bagaimana kita bisa menyatu dan berbaur dengan alam sekitar,” tukasnya.

** Arip Ekon

Ditetapkan Tersangka, Adang Mantan Kades Karanggan Rugikan Negara 1,2 Miliar

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Setelah Kepala (Kades) Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, kini salah satu mantan Kepala Desa Karanggan,  Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Adang ikut dijadikan tersangka dugaan penyalahgunaan anggaran Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa).

Adang merupakan Kades Karanggan periode 2018-2023. Adang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor karena diduga menyelewengkan duit Samisade dari tahun 2021 sampai 2022.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Marjuki membenarkan adanya penetapan tersangka Kades Karanggan tersebut. Menurutnya, Adang ditahan oleh Tim Pidana Khusu (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten pada Kamis, 19 Oktober 2023 pukul 10:00 WIB.

“Betul (penetapan tersangka kepada Adang) oleh Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : TAP-01/M.2.18/Fd.2/10/2023 tanggal 19 Oktober 2023,” kata Marjuki kepada wartawan, Jumat (20/10/23).

Marjuki menjelaskan, tersangka saat ini dilakukan penahanan sejak tanggal 19 Oktober 2023 di Rutan Polres Bogor, selama 20, hari terhitung sejak 19 Oktober hingga 07 November 2023.

“Sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter dengan hasil sehat, serta tahanan sementara dititipkan di rutan Polres Bogor selama 20 hari guna mempermudah pemeriksaan kembali,” tandasnya.

Sementara Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Ate Quesyini Iliyas mengungkapkan, jumlah kerugian negara yang diduga diselewengkan oleh Kepala Desa Karanggan mencapai Rp 1,2 miliar.

Kerugian itu berasal dari Anggaran Dana Desa (ADD), anggaran bantuan keuangan insfrastruktur desa atau Satu Miliar Satu Desa (Samisade), Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat hingga Bagian Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BPHRD) dari tahun 2021 hingga 2022.

Ate Quesyini Iliyas menjelaskan, dalam modus dugaan korupsinya, ia melakukan mark up anggaran dan membuat surat pertanggungjawaban palsu, serta mengurangi spesifikasi teknis pembangunan insfrastruktur.

“Besar dugaan kerugian negara sebesar Rp 1,2 miliar, merupakan hasil audit Inspektorat Kabupaten Bogor. Dimana telah terjadi mark up, pengurangan spesifikasi teknis dan membuat laporan atau surat pertanggungjawaban palsu,” terang Ate Quesyini Ilias.

Atas dasar temuan itu, jelas Ate Quesyini Iliyas, akhirnya Adang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Kabupaten Bogor pada Kamis (19/10/23).

” Kamis kemarin kami telah mengamankan Adang selaku Kades Karanggan periode 2017-2022, ia menjadi tersangka karena dianggap telah menyelewengkan keuangan Desa Karanggan atau negara,” cetusnya.

Ditempat yang sama, Kasubsi Penyelidikan, Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Michael Carlo Tarigan menuturkan bahwa jumlah saksi yang dimintai keterangan oleh Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor berjumlah 31 orang. Namun hingga saat ini, jumlah tersangka hanya satu orang.

“Dari 31 orang saksi, kami hingga saat ini hanya menjadikan Adang sebagai tersangka, dalam penyelidikan dan penyidikan, ternyata tersangka Adang juga dalam pengelolaan keuangan desa, banyak tidak melibatkan Bendahara Desa Kranggan,” beber Michael Carlo Tarigan.

Carlo menambahkan, bahwa Seksi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor juga akan mencari aset tersangka Adang, hal itu untuk menutupi kerugian negara.

“Sejauh ini, walaupun sudah mengakui perbuatannya, tersangka Adang  masih belum berupaya mengembalikan kerugian negara. Seksi Intel akan mencari dan menahan asetnya, baik itu yang atas nama tersangka maupun kerabat dekatnya,” tambah Carlo.

Untuk diketahui, perbuatan yang telah dilakukan oleh tersangka tersangka diduga melanggar pasal primer Pasal 2 ayat (1)  jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomo 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 (1) huruf b Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

** Nay Nur’ain

Diskusi Publik Bareng Warga Perumahan GMV, Achmad Fathoni Akan Siapkan Tim Hukum

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni mengadakan diskusi publik bersama warga Perumahan Grand Madani Village (GMV). Diskusi publik tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Barat H. Ahmad Ru’yat, Wakil Ketua Fraksi PKS H. Fikri Hudi, Kepala Bidang DPKPP Kabupaten Bogor Iin Kamaludin, dan segenap warga Perumahan GMV.

Kegiatan diskusi public tersbut dilaksanakan di Perumahan Grand Madani Village (GMV) Cileungsi, Blok C1 No.18, Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Sabtu (21/10/23).

Dalam kesempatan itu Achmad Fathoni mengatakan terkait keluhan konsumen warga Perumahan GMV, saat ini pihaknya tengah memetakan permasalahan yang ada melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP)  Kabupaten Bogor.

“Kita sudah memetakan permasalahan yang ada melalui DPKPP yaitu pak Iin Kamaludin, perizinan ada tapi persoalan akadnya antara penjual dan pembeli yang tidak sesuai aturan hukum,” katanya kepada Jurnal Bogor.

Wakil Rakyat yang duduk di Komisi III ini juga menyebut persoalan konsumen GMV itu telah berlangsung lama. “Kita melihat ini sudah sangat lama 7 tahun dan nilainya tidak sedikit,” ungkap Fathoni sapaan akrabnya.

Politisi PKS tersebut berharap kepada DPKPP untuk serius menangani permasalahan yang tengah dialami warga. Sebagai anggota dewan, Fathoni mengaku siap terus mengawal permasalahan warga perumahan GMV sampai selesai.

” Saya berharap kepada dinas supaya serius untuk menangani permasalahan ini dan  saya di DPRD akan terus mengawal karena ini sesuai dengan bidang saya di Komisi 3 bidang perumahan,” cetusnya.

” Saya berharap bisa selesai dan menjadi contoh bahwa yang seperti ini dapat kita selesaikan karena hal semacam ini banyak terjadi,” tambahnya.

Ia juga meminta kepada warga agar kompak, dan akan selalu mendorong agar permasalahan terselesaikan dengan cepat. Sebagai antisipasi, Fathoni telah mempersiapkan melalui jalur eksekutif dan legislatif dan akan mempersiapkan tim hukum untuk mengawal agar tidak melenceng dari koridor hukum.

“Saya meminta kepada masyarakat agar kompak, saya sebagai anggota dewan siap mengadvokasi dan membantu sampai permasalahan selesai. Dan penyelesaian yang baik adalah melalui jalur eksekutif dan disitu kita kompak bersama nanti kita siapkan tim hukumnya untuk mengawal agar tidak lewat dari koridor hukum,” tandasnya.

Sementara itu Kabid Perumahan pada DPKPP Kabupaten Bogor, Iin Komarudin mengatakan ada beberapa permasalahan melalui sisi aspek aset dan hukum, yang sedang terjadi didalam permasalahan warga perumahan GMV ini.

“Ada dua permasalahan yang harus kita selesaikan yang pertama aspek asetnya itu peran kita ada disitu dan langkah awal sudah kita lakukan, kemudian ada aspek hukum terkait dengan transaksi penjual dan pembeli,” bebernya.

Selain itu, Iin Komarudin mengaku telah melayangkan surat kepada pengembang atau developer Gran Madani Village agar segera menyerahkan aset secara fisik kepada konsumen.

“Langkah-langkah awal sudah kita lakukan dengan melayangkan surat kepada pengembang agar segera menyelesaikan atau menyerahkan aset secara fisik, setelah itu kita pastikan dan kita ukur dan aset-asetnya itu aman,” akunya.

Diapun menyakinkan kepada pemerintah daerah dan masyarakat bahwa asetnya aman dan segara melakukan koordinasi antarlembaga.

“Yang paling penting bagi pemerintah daerah masyarakat tenang aman asetnya jelas, itu saya kira langkah-langkah kedepannya yang paling penting melakukan koordinasi antara lembaga. Supaya tidak ada informasi yang simpang siur dari sisi aset atau juga hukumnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, warga perumahan Gran Madani Village hingga saat ini belum memiliki surat perjanjian pengikat jual beli (PPJB)  dari pengembang (developer) sebanyak kurang lebih 300 unit rumah tipe 36, yang telah lunas sebanyak 23 unit rumah.

** Nay Nur’ain

HSN 2023, Pemcam Sukamakmur Tekankan Pentingnya Jihad Intelektual

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor
Peringati Hari Santri Nasional (HSN), Camat Sukamakmur Bakri Hasan menjadi inspektur upacara pengibaran bendera Merah Putih di halaman Masjid Besar Al Anshori, Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, Minggu (22/10/23).

Bakri Hasan

“Sejak ditetapkan pada tahun 2015, setiap tahunnya selalu rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri ini dengan tema yang berbeda. Untuk tahun 2023 ini, peringatan Hari Santri mengangkat tema ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’,” ucap Bakri Hasan kepada Jurnal Bogor.

Bakri menyebut, tema ini memiliki maksud mengajak para santri untuk terus berjuang membangun kejayaan negeri dengan semangat jihad intelektual, karena para santri adalah pahlawan pendidikan dan pejuang kebodohan, terutama di era transformasi digital saat ini.

” Dalam kesempatan ini, atas nama Pemerintah Kecamatan Sukamakmur  kami menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional tahun 2023 kepada seluruh santri di Kecamatan Sukamakmur. Mari kita sambut momentum Hari Santri tahun ini sebagai media pengingat bagi kita semua, khususnya anak-anak kami para santri, bahwa anda-anda semua memiliki andil besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” jelasnya.

Bukan itu saja, Bakri Hasan juga mengingatkan bahwa semua para santri juga memiliki andil besar, untuk senantiasa aktif ikut berkontribusi dalam memajukan Kecamatan Sukamakmur, terlebih dalam mewujudkan Kecamatan Sukamakmur yang bermarwah, maju dan sejahtera.

“Mari kita bergandeng tangan, bersama-sama berjuang membangun kejayaan negeri ini dengan semangat jihad intelektual, khususnya untuk melakukan jihad melawan ketidakpahaman, kebodohan, dan ketertinggalan, dalam mendukung terwujudnya Kecamatan Sukamakmur bermarwah, maju dan sejahtera,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Warga Tlajung Udik Ditemukan Tergeletak di Tepi Sungai Cileungsi

0

Kompol Bayu: Penyebabnya Masih Samar, Dugaan Sementara Percobaan Bunuh Diri

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Warga Gunung Putri digegerkan dengan penemuan sesosok perempuan dalam kondisi tak sadarkan diri di tepian sungai Cileungsi, wilayah Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (21/10/2023).

Yaman, saksi mata yang menemukan sosok wanita tersebut mengatakan, dirinya menemukan wanita tak sadarkan diri itu saat sedang memancing. ” Saya lagi mancing, saya liat ada boneka. Eh pas gitu dicek ternyata orang, ” ucap Yaman.

“Kita ga berani angkat, kita cek dulu ada nafasnya. Kebetulan yang mancing banyak, akhirnya kita evakuasi bareng-bareng,” sambung Yaman.

Menurut Yaman, dirinya tidak mengetahui apa yang sebetulnya terjadi, entah terjatuh atau yang lainnya. Dengan inisiatif warga, korban langsung dilarikan kerumah sakit RSUD Cileungsi, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. ” Kita ngedenger kaya orang buang sampah, kita pikir orang buang sampah. Setelah bunyi (seperti buang sampah) ada bunyi motor, tapi gak tau motor apa,” jelasnya.

Sementara, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat menjelaskan, hari Sabtu (21/10/23) sekitar pukul 21.50 WIB pihak Polsek Gunung Putri mendapatkan laporan masyarakat, bahwa telah ditemukan perempuan tanpa identitas tergeletak dengan kondisi lemah dibawah jembatan Wika perbatasan Kecamatan Klapanunggal oleh masyarakat yang sedang memancing.

“ Berbekal laporan tersebut, piket Reskrim bersama Unit Patroli Polsek Gunung Putri yang dipimpin Panit Reskrim Ipda Mujiyanto, S.H. melakukan cek TKP. Dari hasil cek TKP, ditemukan bahwa benar terdapat perempuan tanpa identitas tergeletak lemah tidak berdaya berada dibawah jembatan Wika, tepatnya di Kp. Kedep RT/RW 002/018 Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor,” jelas Kompol Bayu kepada Jurnal Bogor, Minggu (22/10/23).

Kemudian ketika dicek ternyata perempuan tersebut masih hidup, sambung Kompol Bayu, diduga perempuan tersebut ialah korban dari penganiayaan karena setelah dilakukan pengecekan terdapat luka dikening sebelah kanan dan kepala bagian belakang, selanjutnya Korban dibawa menggunakan ambulance siaga Desa Tlajung Udik ke RSUD Cileungsi untuk pertolongan pertama.

“ Jadi tadi siang perempuan berinisial N (41) yang ditemukan tak sadarkan diri sudah kami mintai keterangan perihal kejadian yang dialaminya. Namun, karena korban tidak terbuka maka kami akan melakukan pemeriksaan kepada suami korban,” cetus Kompol Bayu.

Lebih lanjut Kompol Bayu mengatakan, N memberikan pernyataan bahwa dirinya tidak tahu apa yang terjadi, saat jalan di lokasi jembatan tiba-tiba ada yang mendorongnya hingga membuatnya jatuh ke sungai. Pernyataan N yang masih ragu-ragu seolah enggan menceritakan yang sebenarnya akan jadi bahan kami untuk memeriksa orang-orang terdekatnya.

“Sejauh ini kami masih mencari HP milik N yang hilang, mungkin saat HP nya ditemukan bisa mengungkap sedikit terkait penyebab korban bisa tak sadarkan diri di tepian sungai Cileungsi. Dugaan sementara, N hendak melakukan percobaan bunuh diri dengan informasi yang didapat bahwasanya dia sedang mengalami persoalan yang rumit,” beber Kompol Bayu.

“ Nanti kami informasikan lebih lanjutnya jika sudah ada keterangan dari suami dan kerabat kerja N. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini pihak kepolisian bisa menemukan ponsel korban,” pungkas Kompol Bayu.

** Nay Nur’ain

Persib Lanjutkan Tren Tak Terkalahkan

0

Samarinda | Jurnal Bogor
Persib berhasil melanjutkan catatan tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan beruntun setelah bermain imbang 1-1 dengan Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu 21 Oktober 2023 akhir pekan lalu.

Pelatih Persib, Bojan Hodak menilai, skor 1-1 merupakan hasil yang cukup adil. Menurutnya tak mudah mendapat poin di Stadion Segiri.

“Saya pikir tidak mudah mendapatkan poin di sini, apalagi cuaca yang tidak mendukung. Skor 1-1 ini adil,” kata Bojan usai pertandingan dilansir dari laman resmi klub, Minggu, 22 Oktober 2023

Pelatih asal Koroasia ini menjelaskan, anak asuhnya punya kesempatan memenangkan pertandingan. Apalagi pada babak pertama ada dua peluang emas yang sayang tak bisa dimaksimalkan dengan baik. Sebaliknya, malah kebobolan pada babak pertama.

“Ada dua peluang yang bisa dimaksimalkan, namun setelah kemasukan pemain nampak sulit berkembang. Banyak sekali kita mebermain bola panjang, tapi kami kehilangan bola lagi dan mendaptkan tekanan. Sulit bermain di sini apalagi dengan cuaca yang tidak mendukung,” ucapnya.

“Babak kedua kami mencoba mencari peluang dengan mengganti satu pemain, kemudian mencari kesempatan dan ada peningkatan dari sisi permainan, kami ada peluang,” lanjutnya.

Dengan pencapaian ini Persib masih berada di posisi 3 klasemen sementara dengan 28 poin. Berbeda empat poin dengan lawannya yang juga masih berada di puncak klasemen sementara.

**asep syahmid

Awapsi Kabupaten Bogor Gelar Kursus Wasit C3

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
Sebanyak 42 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Kursus Wasit C3 yang digelar oleh Awapsi Kabupaten Bogor di Gedung Dharmais, Sukaraja, Kabupaten Bogor 22 sampai 28 Oktober 2023.

Ketua Umum Awapsi Kabupaten Bogor Sanan mengatakan, Kursus Wasit C3 ini merupakan salah satu program Awapsi yang ingin memberikan kontribusi perangkat pertandingan sepakbola.

Sanan menegaskan, peserta kegiatan Kursus C3 ini minimal harus berusia 18 tahun dan maksimal usia 25 tahun.

” Pemateri dari Kursus C3 ini dari Asprov PSSI Jabar dan dari PSSI Pusat,” tegas Sanan, Minggu, 22 Oktober 2023

Sanan menambahkan, pada Kursus C3 ini lebih dominan pada pemberian pemahaman tugas wasit.

Sementara itu, Eki Surahman selaku Manager Perangkat Pertandingan Askab PSSI Bogor mengatakan, hingga saat ini ada 140 an wasit yang ada di Kabupaten Bogor

” Dari jumlah 140 an itu ada yang wasit C1, C2 dan C3 dan sudah banyak yang mendapatkan penugasan dari PSSI Asprov Jabar ataupun PSSI Pusat,” ucap Eki.

Eki mengatakan, sangat mendukung program kursus wasit C3 yang dilakukan oleh Awapsi Kabupaten Bogor

” Saya yaki dari kursus wasit C3 ini kedepannya akan lahir atau muncul wasit atau pengadil lapangan yang bagus bagus serta profesional dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Eki

Agung Nugroho selaku Exco Askab PSSI Bogor yang hadir dalam pembukaan Kursus wasit C3 ini memberikan apresiasi positif kepada para panitia dan jajaran pengurus Awapsi Kabupaten Bogor.

Agung berharap para peserta yang ikut dalam Kursus wasit C kali ini nantinya tak boleh puas sampai disini.

” Para peserta harus punya obsesi untuk ikut pelatihan lagi seperti C2 atau C1,” tegasnya.

Kursus wasit C3 yang dilakukan Awapsi Kabupaten Bogor ini mendatangkan para Instruktur ternama dan punya nama besar seperti Fahrizal Kahar dan Kapten Yandri ( instruktur FIFA). Selain itu dihadiri pula oleh salah satu perwakikan Exco Asprov PSSI Jabar serta Sekjen Askab PSSI Bogor, Jihan Salsabila.

** asep syahmid

Jaga Kekompakan Guru, PGRI Nanggung Gelar Porseni

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2023, PGRI Cabang Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar pekan olah raga dan seni (Porseni).

Kegiatan yang berlangsung di gedung PGRI Nanggung tersebut berlangsung meriah dan diikuti antusias peserta yang berprofesi guru itu, terutama pada lomba karoke.

Berbagai penampilan dan suara merdu dalam lomba karoke itu ditampilkan oleh para ratusan peserta  yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

Ketua PGRI Cabang Nanggung Endang mengatakan, bahwa untuk memeriahkan  memperingati HUT PGRI Ke 78 dan HGN  Tahun 2023 cabang Nanggung melaksanakan  sejumlah pertandingan olahraga tradisional dan lomba karoke.

“Hari ini penuh dengan kegiatan untuk menjaga kekompakan dan persatuan para guru di wilayah khususnya Nanggung,” katanya, Jumat (20/10/2023).

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan sepenuhnya oleh guru, dengan tujuan mempererat silaturahmi dan kerjasama antar sesama guru. Bahkan, seluruh guru dan kepala sekolah yang ada di Kecamatan Nanggung sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Lomba olahraga tradisional ini meliputi lomba bakiak, gobag sodor, catur, dan hadang bola voli. Pesertanya para guru, kepala sekolah,” jelasnya.

Dia berharap, dalam kegiatan ini bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan, serta menumbuh kembangkan rasa memiliki terhadap organisasi profesi di kalangan para pendidik dan tenaga kependidikan.

“Kegiatan ini bukan semata-mata untuk mendapatkan hadiah, tetapi yang terpenting jalin silaturahmi antar seprofesi ini tetap terjaga,” bebernya.

Sementara Camat Nanggung Ae Saepulloh mengapresiasi kegiatan yang diramaikan oleh ratusan guru se-Kecamatan Nanggung tersebut.

“Saya mengucapkan selamat HUT PGRI ke-78 dan HGN Tahun 2023, saya bersyukur dan bangga juga sangat mengapresiasi para guru yang sangat inspiratif,” katanya.

Dia berharap, para guru agar terus berinovasi, mendidik, dan menggali potensi anak dengan menyiram dan memupuk ilmu melalui hati penuh kasih, guna harapan perkembangan anak sesuai bakat dan minat agar dapat terwujud melanjutkan generasi penerus bangsa.

“Seperti apakah anak hari ini, maka seperti itulah nanti negara kita dikemudian hari, maka gugahlah mereka dengan ajaran hal baik, saya percaya kepada guru-guru dapat memberi bekal anak-anak dengan hal luar biasa,” pungkasnya.

** Andres

Dua Hari Hujan Turun, Kubangan Kerbau di Jalan Sawah Baru Muncul Lagi

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Hujan yang mengguyur kawasan Dramaga dan sekitarnya sejak dua hari berturut turut akhir pekan kemarin, buntutnya kini muncul lagi masalah lama yang dikeluhkan warga yang tidak pernah tuntas terselesaikan, yakni di jalan Kampung Sawah Baru saat hujan mereda, kembali muncul kubangan kerbau.

Munculnya kubangan kerbau ini, lagi-lagi jadi keluhan warga sekitar, para pemotor maupun mahasiswa IPB di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Hidayat, warga Kampung Sawah Baru mengatakan, akibat tidak optimalnya pekerjaan pembangunan saluran drainase yang berada di kiri kanan jalannya, termasuk kendurnya tanggung jawab perawatan pada saluran drainasenya, masalah lama yang selalu bikin kesal warga, kini muncul kembali.

“Dua hari hujan turun mengguyur Kampung Sawah Baru yakni pada Sabtu sore dan Minggu sore ( 21-22/10/2023), jalan Kampung sawah baru kembali banjir sepanjang radius 12 meter dengan ketinggian diatas mata kaki orang dewasa”, kata Hidayat, warga komplek perumahan yang ada di Kampung Sawah Baru kepada JurnalBogor.

Setelah usut punya usut sambung dia, ternyata genangan air hujan yang sampai Minggu (22/10/2023) siang itu belum surut surut juga, tak lain disebabkan tersumbatnya saluran drainase yang tertimbun lumpur hingga tertutup semak belukar bahkan ditumbuhi rumput ilalang.

“Beginilah kalau tugas dan tanggung jawab pekerjaan perawatan yang diemban oleh pihak Dinas PUPR Kabupaten Bogor dengan jajaran UPT PUPR Jalan dan Jembatan Wilayah 3 Ciomas setengah hati, sehingga jadi berdampak pada masyarakat”, tukasnya.

Daniel Hadiwibawa, mahasiswa IPB juga melontarkan kekesalannya, sebab dia mengaku terpaksa harus membatalkan keberangkatannya pada Minggu pagi ke tempat peribadatan di Kota Bogor, lantaran pakaian dan sepatunya basah bercampur percikan noda lumpur yang terciprat roda sesama pemotor yang lewat berlainan arah dengannya.

“Gara gara pakaian saya basah dan kotor, ya terpaksa saya batalkan niat saya di Minggu pagi ini pergi ke rumah ibadah di Kota Bogor,” ketusnya.

Dari pantauan Jurnal Bogor, ternyata apa yang dikeluhkan oleh warga dan mahasiswa terhadap kondisi jalan Kampung Sawah Baru tersebut, memang benar adanya. Saat dikonfirmasi, pimpinan UPT Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor wilayah 3 Ciomas tak merespons.

** Bayup