32.4 C
Bogor
Saturday, July 18, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 429

Diajeng Kampiun Turnamen Catur Asian Eastern Junior And Girls di Malaysia

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Babak terakhir Kejuaran Catur Junior Asia Timur yang dilangsungkan Jumat (8/12), di kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Jumat 8 Desember 2023 lalu menjadi klimaks buat pecatur putri Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Kabid Binpres Percasi Kabupaten Bogor, Endar Sakti Lubis, Senin, 11 Desember 2023.

Endar Sakti Lubis menambahkan, Kalahnya WCM Cecilia Natalie Liuviann dari pecatur tuan rumah WCM Chia Jia-Tien dan kemenangan WFM Diajeng Theresa Singgih pecatur dari Kabupaten Bogor atas Ma Elayza Villa dari Filipina membuat Diajeng menjadi Juara 1.

” Nilai tie-break pertama head to head yang menguntungkan pecatur Mongolia WFM Boldbaatar Altantuya kini tidak berlaku lagi,” ujar Endar Sakti Lubis.

Lebih lanjut, kata Endar, nilai tie-break kedua Buchholz yang kini berlaku, dan disini Diajeng unggul setengah poin (45 banding 44,5).

“Altantuya dan Diajeng sama membukukan 7½ poin dari 9 babak. Diajeng keluar sebagai Juara dan langsung mendapat gelar WIM (Women International Master) dan satu Norma WGM (Women Grandmaster),” papar Endar yang juga sebagai pengurus PB Percasi Komisi Luar Negeri.

Sementara itu, Cecilia yang kalah tetap bertahan di peringkat 3 dengan 6½ Cecilia juga diganjar gelar WFM (Women FIDE Master).

(asep syahmid)

Pecatur Kabupaten Bogor Arif Abdul Hafiz Berpeluang Juara di Manny Pacquiao Open 2023

0

Manila | Jurnal Bogor
Pecatur Kabupaten Bogor Master Fide (MF) Arif Abdul Hafiz memimpin sampai babak 6 di turnamen Manny Pacquiao Open 2023 di Filipina. Arif Abdul Hafiz hingga babak ke 6 meraih 5 kemenangan dan 1 seri.

” Arif semakin oke . Sampai babak 6 masih memimpin sendirian, padahal dia hanya unggulan 17 dalam turnamen ini,” ujar Binpres Percasi Kabupaten Bogor, Endar Sakti Lubis, Senin, 11 Desember 2023

Menurut Endar, Arif berpeluang besar meraih kampiun dalam event catur Manny Pacquiao Open 2023.

Arif yang tercatat sebagai salah satu atlet andalan Percasi Kabupaten Bogor terus mengalami peningkatan yang signifikan saat ini.

Bahkan, Arif juga sudah sering terjun dalam berbagai event nasional dan Internasional hingga permainannya semakin mantap.

” Saya berharap Arif akan meraih hasil yang sangat maksimal dan membanggakan pada event catur di Filipina kali ini,” ujar Endar.

Mudah mudahan, kata Endar, Arif akan jadi juara dalam event di Filipina.

” Arif membutuhkan satu norma Master Internasional untuk resmi bergelar Master Internasional disamping ratingnya yang harus mencapai 2400,” pungkas Endar Sakti Lubis.

(Asep Syahmid)

Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2023 Mulai Penjurian

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2023 – penghargaan tertinggi untuk karya jurnalistik Indonesia  memasuki masa penjurian, persisnya pada 8 Desember 2023 lalu.

‘‘Tujuh orang juri senior dengan latar belakang jurnalistik sudah siap bertugas,“ ujar Rita Sri Hastuti, Ketua Panitia Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2023.

Ketujuh juri tersebut adalah Wina Armada Sukardi (wartawan, kolektor lukisan/karikatur), Jimmy Silalahi (wartawan, Pengurus ATVLI), Artini Soeparmo (wartawan, Dosen LSPR), Kabul Budiono (wartawan, senior di RRI), Priyambodo RH (wartawan, Pengurus LPDS), Tagor Siagian (wartawan foto, dosen), dan Merdi Sofansyah (wartawan, pengamat media sosial).

Adapun tujuh kategori Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2023 adalah liputan berkedalaman (indepth reporting) media cetak, liputan berkedalaman media siber, liputan berkedalaman media televisi, dan liputan berkedalaman media radio.

Selain itu, karya foto jurnalistik untuk media cetak dan media siber, karya karikatur opini untuk media cetak dan  media siber, serta karya jurnalistik video media sosial.

Dari sekitar 400 karya masuk, yang terbanyak kali ini adalah kategori liputan berkedalaman untuk media siber. Pengumuman pemenang akan disampaikan pada awal Januari 2024.

Piala dan hadiah kemenangan sebesar Rp 35 juta akan diserahkan kepada pemenang di depan Presiden RI pada Acara Puncak Hari Pers Nasional 2024, tanggal 9 Februari 2024, di Jakarta.

Rita Sri Hastuti mengatakan, tema Anugerah Jurnalistik Adinegoro kali ini adalah ‘‘Merawat Semangat Kebangsaan dan Demokrasi“. Tema tersebut diangkat dari kutipan Djamaluddin Gelar Datuk Maradjo Sutan Adinegoro pada 1953.

Sebagaimana diketahui, Adinegoro yang bernama lengkap Djamaluddin Gelar Datuk Maradjo Sutan, dikenal sebagai perintis jurnalistik Indonesia. 

Pada era tersebut Adinegoro sudah menulis tentang pentingnya merawat semangat kebangsaan dan demokrasi. Tema tersebut sangat relevan dengan persoalan bangsa hingga kini. Tak semata berkaitan dengan politik, tapi bisa lebih luas lagi, bahkan termasuk juga budaya. 

‘‘Anugerah Jurnalistik Adinegoro merupakan apresiasi PWI untuk masyarakat pers yang bekerja dengan semangat profesionalisme. Sebagaimana anugerah olah raga dan anugerah kebudayaan,“ ujar Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, yang dalam programnya sebagai Ketua Umum PWI Pusat, mengutamakan pendidikan.

Karena itu, selain mendukung Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai program pendidikan, Hendry Ch Bangun juga mendukung Anugerah Jurnalistik Adinegoro. Apalagi kehadiran Anugerah Jurnalistik Adinegoro di PWI Pusat, mencuat ke permukaan sejak kepemimpinan Margiono dan Hendry Ch Bangun (2008-2013 dan 2013-2018). *

(yev/rls)

Bupati Kuansing dengan LSM-KIC Berdamailah !

0

jurnalinspirasi.co.id – Maaf saya ikut nimbrung, dimana saya sempat membaca “perseteruan” aktivis LSM KIC dengan Bupati Kuansing, yang akhirnya berujung pada gugatan Bupati, berperkara di Pengadilan Negeri, bahwa berita yang disampaikan aktivis KIC, disimpulkan merupakan perbuatan penghinaan terhadap kehormatan Bupati.

Saya ketika membaca “bad news” tersebut sempat menarik napas, menyesali peristiwa itu terjadi, sebab saya prihatin dan tampak kurang cerdas, dan tidak dewasa dalam merespon opini dan wacana cerdas publik oleh LSM/NGO di media massa, dalam hal ini media sosial.

Padahal gerakan reformasi telah mengamanatkan budaya demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), tercipta keakuinya berbagai LSM/NGO di masyarakat, sehingga budaya kerja birokrasi pemerintahan membaik, yakni adanya partisipatif-keterlibatan masyarakat, transfaran dan akutabel. Hal itu merupakan sesuatu keniscayaan dan kebutuhan untuk memajukan negeri yang berkemajuan dan beradab, serta beradat.

Kita sudah sangat paham memang, bahwa dalam aktivitas politik….”tiada kawan dan lawan yang abadi.”. Artinya sebelumnya mereka kawan seiring, setelah itu berubah menjadi lawan atau musuh”.

Itu budaya politik superpragmatisme yang berlangsung di Parpol, yang memperebutkan kekuasaan penyelenggaraan Pemerintahan, terutama eksekutif dan legislatif. Dan sesungguhnya tidak berlaku buat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO) seperti yang diperankan NGO KIC versus Bupati Kuansing.

Keberadaan peran dan fingsi LSM spt KIC dalam negara demokratis merupakan keharusan untuk mewujudkan masyarakat madani (civil society) harus ada kontrol dan “ceck and balancing, yang menjadi cita-cita gerakan Reformasi thn 1998, yang hasil salah satunya pemekaran Kab Inhu, dengan 12 Kecamatan menjadi wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Oktober 1999.

Apa yang terjadi sikut menyikut, pertarungan di parpol berebut kekuasaan yang mengabaikan etika dan moral secara liberal tersebut, sesungguhnya bertentangan dgn sistem nilai Pancasila dan pasal-pasal dalam konstitusi negara UUD 1945, terutama pasal “Kebebasan mengemukakan pendapat”.

Janganlah sampai Pancasila, ideology mati, hanya retorika dan alat mainan dalam berpidato para pejabat negara/pemerintahan saja, agar rakyat yang mendengarnya..”terkesima, tidur lelap, ..” masa bodoh (apatis alias “cuek”) dengan berbagai problem sosial nagori yang dibuat para pejabat. Dengan ditumpulkannya daya analitik dan kritis warganya yang peduli dan cerdas akan berakibat fatal bagi upaya memajukan nagori.

Padahal daya kritis kaum cerdik-pandai menyoroti berbagai persoalan dan permasalahan sosial ekonomi, sosial politik dan sosial budaya dalam kehidupan nagori Kuansing, itu sebenarnya

merupakan energi positif dalam rangka mendorong perbaikan demi perbaikan kehidupan sosial kemasyarakatan, dan sekaligus mempercepat proses pembangunan agar sukses dan tepat sasaran, tidak boros dan koruptif.

Demikian pandangan dan sikap yg baik dan bijak dari seorang Bupati selaku Kepala Daerah dan Kepala Pemerintahan Kab. Kuansing menanggapi Kasus aktivis KIC sewajarnya saja, sikap terbaik berlapang dada, legowo. Janganlah sampai dibawa ke ranah hukum formil, kejaksaan dan peradilan  untuk diperkarakan dengan materi dakwaan, yang kini sedang disidangkan di Pengadilan Negeri, dimana KIC dituduh menghina Bupati.

Sehubungan dengan itu, maka menurut saya, Bupati terlalu berlebihan sikapnya yakni arogan. Bahkan saya berani berpendapat, jika kasus ini terus berlanjut proses hukumnya. Ini adalah sebuah fakta bahwa bupatii adalah seorang sosok otoriter, diktator, dengan kesombongan (arogansi) kekuasaannya yang disalah gunakan (abuse of power) oleh pejabat yg telah diberi amanah oleh rakyat untuk memimpin (leadership), bahkan mengayongi rakyat secara persuasif dan edukatif.

Bukan menakuti dan mengancam warganya aktivis LSM yang kritis dengan sanksi hukum formil, karena keberadaan LSM yang dilindungi UU. Mereka aktifis KIC memiliki energi kecerdasan, keberanian dan kebebasan berpendapat, yang memang diberi ruang gerak oleh Undang-undang, apalagi UUD 1945.

Sekali lagi, KIC bukan orpol yang merupakan konstestan petarung Bupati untuk Pilkadal nanti, akan tetapi KIC adalah kumpulan sekelompok kecil kaum intelektual, yang seharusnya menjadi mitra sejati (partnership) Bupati Kuansing untuk membangun nagori Kuansing.

Jika cara otoriter, diktator dan arogansi ini dilakukan para pejabat negeri, dalam hal ini Bupati Kuansing, dan kemudian menjadi tradisi dan budaya anti dan alergi kritik terhadap jalannya roda pemerintahan dan menyoroti pola berperilaku Bupatinya yang faktual dan menyimpang dari norma sosial dan budaya. Dengan kata lainnya Bupati tidak siap mental dikritik dan atay tidak mau menerima kritik, maka akan berdampak negatif terhadap kemajuan masyarakat Kuansing.

Ingat Bupati Kuansing itu jabatan publik, dalam.hal ini bukan personalnya yg dikritik KIC. Jabatan publik tidak kebal hukum. Artinya kritik yang datang dari LSM tersebut, justru dilindungi dan dijamin UU yang merupakan perbuatan dan tindakan yang cerdas dan syah (legal) di negara Republik Indonesia yang.berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Saya tak bisa membayangkan jika Bupati Kuansing menang berperkara di Pengadilan Negeri, aktivis KIC dihukum masuk penjara sebagai narapidana, ini merupakan preseden buruk bagi nagori kita Rantau Kuansing. Manusia-manusia  yang cerdas, pemikir kritis, pemberani beramar makruf mungkar seperti aktivis LSM KIC ini seharusnya menjadi mitra sejati, jangan sampai hilang di bumi Kuansing.

Jika tidak, maka dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara akal sehat tidak dipakai lagi dalam proses pembangunan daerah Kuansing di segala bidang ipoleksosbudhamkan.

Selanjutnya yang akan muncul dalam kehidupan masyarakat sikap mental warga masyarakatnya yang berwatak   “yes man”, “asal bapak senang/ABS”, yang mengutamakan dalam pola berperilakunya menjunjung tinggi “wabil fulus”, “wani piro” dan “wabil bulus,” yang sesat dan menyesatkan seperti perilaku syeitan.

Sistem Nilai, Norma dan Kaidah moral dan etika beragama dan berPancasila dicampakan dan sirna dalam kehidupan kita. Yang ada kini adalah nilai budaya sesat dan menyesatkan superpragmatisme…tidak ada kawan dan lawan.yang abadi, yang ada kepentingan pragmatis yang abadi.

Demikian itu budaya parpol, kaum politisi, bukan budaya  LSM KIC sebagai kaum intelektual, cendekiawan yang terus berpikir dengan otak dan hatinya untuk menegakan keadilan dan kebenaran. Mereka aktivis LSM KIC bukan kompetitor Bupati dalam pileg  dan atau pilkadal nanti.

Selamat berjuang aktivis LSM KIC untuk “ceck and balance” guna mewujudkan masyarakat madani (civil society) yang berkemajuan dan beradab/beradat di Kabupaten Kuansing Provinsi Riau.

Akhirnya saya mengusulkan dan menyarankan, akan lebih bijaksana sikap Bupati terhadap Tim LSM KIC, berdamailah, saling memaafkan atas kesalahan dan kekhilafan selaku manusia-hamba Allah yang dhoif, dan perkara kasus tuduhan “penghinaan” aktivis LSM KIC terhadap Bupati yang tengah disidangkan agar dihentikan dan dicabut saja.

Dan segeralah berdamai, dan mari kita bersama-sama bergandengan tangan membangun Kuansing menuju Indonesia Emas thn 2045 yang penuh tantangan, agar keadilan dan kemakmuran rakyat terwujud di negeri Pacu Jalur batua kita,..”ingek dunsanak di kampuang”, yang kita harus majukan tingkat kehidupannya agar sejahtera. Jangan dihabiskan tenaga dan pikiran kaum elite nsgori, dengan konflik sosial yang kontraproduktif, bertikai di pengadilan. Berdamailah !!!

Ingat pulo moto Kuansing dengan kearifan lokalnya (local wisdom) yang diwariskan para tetuo kito, berbunyi: ‘Basatu Nagori Maju”

“Tigo Tali Sapilin”, yang mengingatkan kita warga Kuansing, agar bekerjasama dan bersatu  ketiga pilar: para umaro, ulama/pemuka adat dan cerdik-pandai dalam memajukan Nagori Rantau Kuantan dan Singingi, Riau.

Dalam kasus bersiterunya Bupati vs KIC, sesungguhnya dan atau seharusnya para Ulama (MUI) dan Tokoh Masyarakat Adat Melayu (LAM) Kuansing berperan selaku juru damai, mencari titik temu dan solusi terhadap miskomunikasi yang terjadi. Janganlah membiarkan dan hanya menjadi penonton saja, berarti kita belum menjalankan aturan beradat “adat bersendikan syarak, dan syarak bersendikan Kitabullah” (Al Quran dan Sunnah Rasulullah Muhammad SAW).

Semoga tulisan saya AA menjadi renungan bagi para pemangku kepentingan utama (main stakeholders) yang peduli memajukan Kuansing.
Syukron barakallah
Wasalam

====✅✅✅

Penulis: Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Ketua Umum IKC se Jabodetabek 2002-2019, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Arsyada Cerenti Madani, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Pemcam Klapanunggal Gandeng PT SBI Adakan Khitanan Massal

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Pemerintah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor menggelar khitanan massal yang mendapat dukungan CSR PT. Solusi Bangun Indonesia (SBI), Jumat (08/12/23). Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor  Kecamatan Klapanunggal diikuti 34 anak yang berdomisili di wilayah Klapanunggal.

Turut hadir disela kegiatan Camat Klapanunggal Galuh Sri Wahyuni, Sekcam Iwan dan jajarannya, tim dokter, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia penyelenggara dan juga para anak peserta sunatan yang didampingi orang tua mereka.

Para peserta juga mendapatkan bingkisan tambahan yang diserahkan Camat Galuh Sri Wahyuni, yang berinteraksi langsung dengan peserta sunatan.

Sri Wahyuni mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program dan atensi terhadap masyarakat. Karena beberapa kali mengadakan kegiatan khitanan massal, baik itu dari organisasi masyarakat maupun organisasi profesi, animo masyarakat masih sangat tinggi.

” Kegiatan khitanan massal ini bagian dari kepedulian Pemcam Klapanunggal kepada masyarakat. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada PT SBI yang selalu menjadi mitra Pemcam Klapanunggal, ” tandasnya.

Sementara salah satu orang tua peserta khitan, Nuraini merasa terbantu dan berterima kasih dengan adanya kegiatan bakti sosial khitanan massal yang dilakukan oleh Pemcam Klapanunggal.

” Sangat membantu masyarakat, dan saya berharap kegiatan seperti ini selalu dilaksanakan. Jika perlu menjadi agenda tahunan,” harapnya.

(andi/nay)

Kementan Dukung Pengembangan Bisnis Ternak KUB di Palangkaraya

0

Palangkaraya | Jurnal Bogor
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengawali kunjungan kerja di Provinsi Kalimantan Tengah dengan mendatangi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karanggan Milenial, di Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, Minggu (10/12/2023).

Kehadiran Dedi bersama Tim BPPSDMP di Kalimantan Tengah, merupakan rangkaian dari kegiatan Pembinaan Penyuluh Provinsi Kalimantan Tengah yang akan digelar Senin (11/12/2023) dan dihadiri Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

Rombongan BPPSDMP diterima Ketua KUB Karanggan Milenial, Sentot Triono, yang menjelaskan jika usahanya bergerak di bidang peternakan.

Sentot menjelaskan jenis kambing Jawa Randu yang Ia biakan sebagian besar dipasarkan sebagai kambing akikah.

“Karena jenis Jawa Randu ini tidak terlalu besar dengan berat rata rata sekitar 30 KG, sehingga cocok untuk kambing akikah. Pakan ternak menggunakan ampas tahu yang dipasok pabrik tahu disekitar wilayah peternakan KUB,” katanya.

Sementara Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, dalam kunjungan itu memberikan motivasi dan tips dalam menjalankan agribisnis ternak.

“KUB ini termasuk masih pemula tapi punya potensi untuk berkembang, yang harus dikuasai antara lain pakan, pengendalian penyakit, dan pemilihan bibit pejantan” katanya.

Dedi menambahkan, beternak seperti membesarkan bayi, harus dijaga betul kondisi pakannya.

“Pakan itu yang utama selain pengendalian penyakit. Hijauan pakan ternak disini harus maksimal. Tidak hanya hijauan tapi harus ditambah konsetrat untuk meningkatkan kualitas ternak,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Prof Dedi itu mengatakan, di Kalimantan banyak pohon sawit, dan bungkil sawit itu juga potensial sebagai pakan ternak.

“Harus dioptimalkan potensi wilayah untuk mendukung petani dan peternak,” katanya.

Dedi berpesan harus banyak belajar untuk membuat pakan ternak, utama untuk meningkatkan berat badan ternak.

“Maksimalkan pakan, perhatikan kesehatan. Dan tidak kalah penting memilih pejantan bibit yang unggul. Bagaimana dapat anakan yang bagus kalau bibit nya jelek?” tutup Dedi.

Hadir pada kunjungan ke lapangan plh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Joko Harjanto, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMKPP) Banjarbaru, Budi Santoso, FK P4S, Syahrian dan Penyuluh Pendamping, Alpon.

(bbpmkp)

Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan, SDN Parakanmuncang 01 Gelar Market Day P5

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Gebyar Bazar Siaga dan Panen Raya Market Day proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Parakanmuncang 01 sukses dilaksanakan.

Kegiatan perdana yang berlangsung di halaman sekolah, mengundang antusiasme ratusan peserta dan orang tua siswa-siswi di sekolah tersebut.

“Kegiatan dalam Bazar Siaga untuk anggota pramuka dan kegiatan yang berkaitan implementasi kurikulum merdeka yaitu Panen Raya Market Day P5 alhamdulillah berjalan dengan lancar serta sukses dibuka dan diresmikan,” kata Kepala Sekolah SDN Parakanmuncang 01 Ondeng Sofwanudin kepada Jurnal Bogor di ruang kerjanya, Sabtu (9/12/2023).

Ondeng menjelaskan, dua kegiatan dalam satu momen tersebut adalah aksi nyata dalam bentuk wirausaha. Mereka belajar berdagang membuat jenis makanan yang berasal dari bahan pokok tradisional.

Selain itu, mereka juga bisa memahami dan mengerti, yang berkaitan Bazar Siaga yang dipadukan dengan Panen Raya P5.

“Market Day dalam kegiatan ini menjadi salah satu upaya bersama untuk menumbuhkan  jiwa kewirausahaan para siswa,” jelasnya.

Kegiatan itu, ada pentas seni penampilan dari siswa dan penanaman pohon di halaman sekolah tersebut. Dia menuturkan, kegiatan tersebut diakui para orang tua pelajar memberikan sebuah pelajaran yang sekaligus juga menghibur peserta yang sehari-harinya belajar di kelas.

Kegiatan tersebut tidak keluar dari makna belajar kaitan dengan kegiatan ini diantaranya  hanya membuat produk makanan yang sehat, tetapi ada nilai-nilai bagaimana mereka bisa memasarkan barang seperti marketing.

“Tujuannya untuk memberikan pembelajaran kepada siswa-siswi yang secara nyata yang kita hadapi ini bukanlah dunia hayalan. Mereka juga harus belajar secara nyata dalam hal berpikir untuk kewirausahaan,” katanya.

Dia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan dapat membentuk siswa yang baik dalam kewirausahaan.

“Saya berharap kegiatan ini harus tetap berlanjut dan bisa ditata lebih baik lagi,” pungkasnya.

(andres)

RS MH Thamrin Cileungsi-PT Universal Agri Bisnisindo Gelar Simulasi Penanganan Kecelakaan Kerja

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Rumah Sakit MH Thamrin Cileungsi (Member of Radjak Hospital) bekerjasama dengan PT Universal Agri Bisnisindo (De Heus) menggelar simulasi penanganan korban kecelakaan kerja, Kamis (7/12/23).

Simulasi dilakukan untuk memberikan pelatihan bagi karyawan jika sewaktu-waktu terjadi insiden kecelakaan kerja. Simulasi diawali dengan skenario seorang karyawan mengalami kecelakaan jatuh pada saat turun dari tangga vertikal di perusahaan yang memproduksi pakan ternak itu.

Tim Tanggap Darurat Perusahaan segera bertindak cepat melakukan pertolongan pertama dan eskalasi komunikasi darurat yang salah satunya menghubungi RS MH Thamrin Cileungsi sebagai rumah sakit yang merupakan trauma center. 

Tim medis RS MH Thamrin Cileungsi yang datang bersama ambulance segera mengevakuasi ’korban’ ke RS MH Thamrin Cileungsi untuk penanganan lebih lanjut.

Arie, HSE Manager PT Universal Agri Bisnisindo (De Heus) menyatakan, simulasi tanggap darurat seperti ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan perusahaan. Tujuannnya adalah untuk evaluasi sejauh mana kesiapan Tim Tanggap Darurat dalam menghadapi situasi darurat, seperti kecelakaan kerja.

“Rencananya ke depan, kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus kita selenggarakan dan bekerja sama dengan instansi terkait,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (10/12/23).

Marsan Matsahri, HRGA Operation Lead West Java PT Universal Agri Bisnisindo menambahkan, dipilihmya RS MH Thamrin Cileungsi sebagai mitra dalam simulasi ini, tidak terlepas dari kerjasama baik yang telah terjalin selama ini.

“Dalam hal pelayanan kesehatan karyawan, selama ini kita telah bekerjasama baik dengan RS MH Thamrin Cileungsi,” katanya.

Sementara Direktur RS MH Thamrin Cileungsi, Dr Mastika Talib MARS menjelaskan, salah satu keunggulan RS MH Thamrin Cileungsi adalah Trauma Center. Hal ini dikarenakan telah memiliki sarana prasarana serta sumber daya medis dan non medis yang cukup lengkap.

“Kita juga memiliki ambulance yang siap 24 jam untuk menjemput pasien yang memiliki kegawatdaruratan medik,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

Genosida Palestina Menyeru Dunia untuk Ambil Tindak Cancel Culture

0

Bogor | Jurnal Bogor
Gaza sekarang adalah neraka di bumi. Setiap menit adalah perbedaan antara hidup dan mati bagi warga Palestina di Gaza,” tutur Dubes Palestina tersebut pada rapat sesi darurat Dewan Keamanan PBB yang diadakan atas permintaan Uni Emirat Arab.

Dilansir dari CNBC Indonesia bahwa apa yang terjadi bukanlah perang. Ini adalah genosida yang menyebabkan setidaknya ada 17.487 orang tewas di Gaza. Korban luka-luka 46.480 orang, dengan sekitar 75% diantaranya adalah anak-anak dan perempuan.  Dan 6.800 warga dilaporkan hilang di Gaza. Berbagai aksi protes masyarakat juga terjadi di berbagai belahan dunia atas dasar kemanusiaan untuk menghentikan peperangan dan penyerangan warga sipil tidak bersalah.  salah satu aksi yang di adakan dunia adalah dengan mengambil tindak Cancel culture atau penolakan.

Dikutip dari Republika, seruan boikot produk yang terafiliasi dengan Israel menggema di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Aksi tersebut sebagai  sikap protes masyarakat atas kekerasan yang dilakukan militer Israel kepada warga Palestina.

Alhasil produk dari perusahaan atau entitas yang memiliki keterkaitan dengan Israel mendapatkan seruan penolakan. Seruan boikot ini mengajak dunia internasional agar tidak lagi membeli produk-produk Israel, dengan harapan hal ini bisa melemahkan ekonomi bagi Negara zionis itu. Cara ini tentu saja akan efektif apabila dilakukan dengan kompak oleh dunia internasional.

Seruan memboikot produk Israel maupun yang berafiliasi dengan Israel pertama kali digaungkan oleh Liga Arab pada 1945. Anggota Liga Arab ini terdiri dari Mesir, Irak, Lebanon, Arab Saudi, Suriah, Yordania, Yaman, Libya, Sudan, Tunisia, Maroko, Kuwait, Al Jazair, Bahrain, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Mauritania, dan Somalia. 

Melalui Liga Arab ini mereka sepakat untuk memboikot hubungan ekonomi dan secara khusus menghentikan semua perdagangan dengan Israel.  Aksi cancel culture ini ramai Kembali menjadi perbincangan internasional, berawal dari serangan Israel di Palestina yang memicu kembali reaksi netizen di media sosial, netizen banyak membagikan konten konten cancel culture, yang bertujuan untuk mempengaruhi dunia agar tidak mendukung brand dan individu yang mendukung Israel.

Seperti tweet yang dibagikan oleh akun Muhammad Assaewad  ”Israel akui, banyak perusahaan Israel mengalami kerugian hingga US$ 100 miliar atau sekitar 1.500 triliun rupiah, dengan itu boikot termasuk infaq kolektif kaum muslimin terbesar abad ini.

Ketua Parlemen Turki yang bernama Numan Kurtulmus pun menegskan bahwa pihaknya akan menghentikan kerjasama dengan perusahaan yang mendukung agresi Israel. Tidak hanya itu, bahkan dengan tegas Kurtulmus mengatakan tidak akan membeli apa pun dari perusahaan yang mendukung agresi Israel serta akan membuang apa yang sudah dibeli.

Pemboikotan dari Turki atas barang produksi perusahan yang mendukung Israel diumumkan setelah Recep Tayyip Erdogan memprotes keras tindakan Israel.  Sebagaimana diketahui, Majelis Ulama Indonesia pun  ikut andil pula dalam cancel culture ini, MUI mengeluarkan fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.

Fatwa ini merekomendasikan umat Islam semaksimal mungkin menghindari penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel.

 “Umat Islam diimbau untuk semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme,” tegas Ketua MUI Bidang Fatwa, H Asrorun Niam Sholeh, saat membacakan fatwa di Jakarta baru-baru ini.

Mengutip dari laman opini M. Ishom El Saha, Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang, ia mengatakan bahwa “Boikot ekonomi sebagai perlawanan terhadap negara yang menindas, sekaligus memperjuangkan masyarakat yang tertindas agar mendapatkan kemerdekaan dan kebebasan adalah jihad yang sah bagi kaum muslimin. Misalnya, boikot terhadap barang dan jasa produk Israel supaya negara itu memberhentikan genosida dan menarik diri dari wilayah palestina”.

(hanah/cc-uik)

Dinilai tak Profesional, Genpar Soroti Pelayanan RS Asysyifaa Leuwiliang

0

Sambas: Pihak Manajemen Harus Me-reshuffle Pekerja di RS Asysyifa

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Mencuatnya terkait pelayanan di RS Asysyifaa yang diduga menelantarkan pasien Mad Soleh (67) warga asal Kampung Nyungcung Masjid RT 02 RW 05, Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor disorot LSM Gerakan Nasional Padjadjaran (Genpar).

Ketua Umum Genpar Sambas Alamsyah menduga RS Asysyifas tidak memahami dan menguasai hal-hal teknis dan  aturan kesehatan secara utuh, sehingga kondisi pelayanan kesehatan di RS Asysyifaa jadi pertanyaan.

Sambas Alamsyah

“Mereka tidak memahami dan menguasai  aturan kesehatan dan hal teknis lainnya. Jika kejadiannya seperti itu bagaimana akan melayani kesehatan secara maksimal,” kata Sambas kepada Jurnal Bogor, Minggu (10/12/2023).

Tidak menutup kemungkinan kata Sambas, pasien-pasien yang menginginkan tindakan kesehatan dari RS Asysyifaa, juga banyak yang terabaikan dan seharusnya ketika mereka menjalankan tugas harus paham substansi sesuai sumpah jabatan.

Dengan adanya dugaan tindakan yang tidak profesional seperti itu, lebih lanjut Sambas meminta pihak manajemen RS Asysyifaa harus segera melakukan reshuffle atau perombakan pekerja di RS Asysyifaa.

“Kami minta RS Asysyifaa melakukan reshuffle demi memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia kesehatan,” tegas dia lagi.

Perihal pernyataan pihak RS Asysyfaa yang dianggap tidak profesional dalam memberikan keterangan di khlayak publik, menurut Sambas tak semestinya pihak RS  itu mengatakan pihak RS Asysyifaa melayani banyak pasien dan tidak mengetahui apakah pasien BPJS atau bukan.

(andres/arip ekon)