30.4 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 334

Ini Alasan PSSI Menggelar Lomba Design Maskot Timnas Indonesia

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Sayembara terbuka bagi seluruh fans sepak bola Indonesia untuk membuat karya desain maskot resmi tim nasional Indonesia.

Selama ini timnas Indonesia belum pernah memilki maskot. PSSI dan PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) mengajak seluruh fans sepak bola Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembuatan desain maskot resmi timnas Indonesia. Inilah kesempatan bagi seluruh fans dan suporter untuk berpartisipasi dan berkontribusi secara nyata memberikan dukungan dan semangat dan menjadi bagian dari sejarah sepak bola Indonesia.

Karya desain maskot yang terpilih akan digunakan untuk setiap aktivitas timnas Indonesia baik pada pertandingan resmi Internasional maupun pertandingan persahabatan dengan negara lain di Indonesia.

Dilansir dari laman resmi PSSI, Sabtu 19 Januari 2024, Maskot timnas Indonesia ini akan menjadi simbol yang menyatukan gelora dan dukungan para fans sepak bola Indonesia terhadap perjuangan timnas Garuda untuk berbicara lebih banyak di kancah dunia. 

Hadiah bagi pemenang utama desain maskot tim Indonesia yang telah disiapkan adalah uang sebesar Rp50 juta, jersey bertanda tangan pemain timnas dan paket tiket pertandingan kandang timnas Indonesia selama 1 (satu) tahun.

Selain itu terdapat hadiah untuk 9 (sembilan) finalis terbaik sayembara maskot timnas Indonesia di luar pemenang utama, di mana setiap finalis akan menerima uang Rp1 juta,  jersey bertanda tangan pemain, dan paket tiket pertandingan kandang timnas Indonesia selama 1 (satu) tahun.

Periode pengiriman karya desain maskot berlangsung mulai  18 Januari  hingga 15 Februari 2024. Seleksi pemenang sayembara desain maskot timnas ini akan berlangsung dalam dua tahap: 

Tahap Pertama berupa seleksi panitia untuk menentukan 10 finalis terbaik di mana  panitia akan mengumumkan 10 karya desain terbaik pada tanggal 22 Februari 2024 melalui website resmi KitaGaruda.id

Tahap Kedua berupa penjurian seleksi 10 finalis terbaik. Penjurian dilakukan oleh Ketua Umum PSSI, Exco PSSI, dan para pekerja profesional dibidangnya yang ditunjuk oleh PSSI untuk menentukan karya terbaik yang akan diadakan pada tanggal 29 Februari 2024 di Official Garuda Store, Stadion Utama GBK, Jakarta.

Partisipasi semua fans Garuda sangat diharapkan untuk ikut serta dalam  ini. Sebagai simbol dukungan #BersamaGaruda terhadap perjuangan timmas Indonesia, maskot ini diharapkan akan menjadi teman dan pendamping setia timnas Indonesia selama bertanding dalam berbagai level kompetisi dan kejuaraan internasional.

Desain maskot resmi timnas Indonesia terbaik akan menjadi ICON kebanggaan seluruh pendukung setia timnas yang  diharapkan akan memberikan motivasi lebih bagi perjalanan timnas Indonesia di setiap musim dan tahun yang akan dilalui.

Segera ikuti sayembara maskot resmi timnas Indonesia. Menangkan hadiahnyandan kita rayakam bersama semangat dan dukungan kepada timnas Indonesia sepanjang masa. Kunjungi website KitaGaruda.id untuk syarat dan ketentuan mengenai sayembara desain maskot timnas Indonesia ini.

(asep syahmid)

Pelti Punya Target Mencetak Generasi Emas

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Ketua Umum Pelti Kabupaten Bogor periode 2023-2028 , Acep Sajidin mengatakan cabor yang dipimpinnya saat ini termasuk salah satu cabor lumbung medali emas bagi Kabupaten Bogor dalam tiap event Porprov atau Porda Jabar.

Makanya, kata Acep Sajidin, Pelti Kabupaten Bogor saat ini punya target mencetak generasi emas atlet tenis Kabupaten Bogor dengan cara melakukan pembinaan berkelanjutan.

” Sudah waktunya Pelti Kabupaten Bogor melakukan regenerasi atlet masa depan. Apalagi saat ini ada beberapa klub anggota Pelti Kabupaten Bogor yang punya atlet binaan dari berbagai jenjang usia,” ujar Acep Sajidin dalam sambutannya usai pelantikan kepengurusan Pelti Kabupaten Bogor 2023-2028 di Hotel Arimbi, Jumat, 19 Januari 2024.

Selanjutnya, kata Acep Sajidin, Pelti Kabupaten Bogor juga punya tugas berat pada pelaksanaan Porprov Jabar 2026 mendatang.

” Pada Porprov Jabar 2022, Pelti Kabupaten Bogor meraih 5 emas dan 1 perak. Insya Allah kami akan kembali mencanangkan target juara umum dalam Porprov Jabar 2026,” paparnya.

Tak hanya itu, kata Acep, kepengurusan Pelti Kabupaten Bogor akan menerapkan transparansi anggaran pembinaan dari KONI Kabupaten Bogor.

” Sesuai arahan Pak Kajari Kabupaten Bogor yang juga sebagai Penasehat Pelti Kabupaten Bogor kami akan menerapkan tata kelola keuangan yang benar benar transparan,” cetus Acep Sajidin.

Hal lain tak kalah pentingnya, tambah Acep Sajidin adalah semua insan tenis Kabupaten Bogor meras bangga dan berterimakasih kepada Kajari Kabupaten Bogor, Kadispora dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor yang telah berjuang dan memberikan andil besar dengan akan dibangunnya venue tenis di Pakansari

” Alhamdulilah akhirnya Kabupaten Bogor akan punya venue tenis indoor dan outdoor di Pakansari. Itu akan menjadi modal penting bagi Kabupaten Bogor dalam mencetak atlet masa depan serta menggiring berbagai event berskala nasional dan internasional di Kabupaten Bogor,” pungkas Acep Sajidin.

(asep syahmid)

Kajari Sentil Soal Tranparansi Anggaran Cabor

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari ) Kabupaten Bogor, Sri Kuncoro terus mengingatkan kepada seluruh pengurus Pelti Kabupaten Bogor untuk melakukan tranparansi anggaran cabor dalam pembinaan kepada para atlet tenis lapangan di Kabupaten Bogor.

Hal tersebut disampaikanya dalam acara Pelantikan Pengurus Pelti Kabupaten Bogor periode 2023-2028 di Hotel Arimbi, Megamendung, Jumat, 19 Januari 2024

” Saya minta semua pengurus Pelti harus transparan dalam penggunaan anggaran pembinaan cabor Pelti. Jangan macam macam soal anggaran cabor. Nanti urusannnya bisa lain,” tegas Sri Kuncoro yang juga sebagai Penasehat Pelti Kabupaten Bogor.

Ia menambahkan, kepengurusan cabor tenis lapangan harus memberikan laporan aktif minimal 3 bulan sekali terkait pengeluaran dan penggunaan anggaran cabor.

Apalagi saat ini, kata Sri Kuncoro, ada beberapa perusahaan besar di Kabupaten Bogor yang akan bermitra dan menjadi ” orang tua angkat” para atlet dengan memberikan bantuan dana CSR nya bagi pembinaan para atlet tenis lapangan Kabupaten Bogor.

Intinya, tambah Sri Kuncoro, keuangan cabor harus ada laporannya secara terperinci dan transparan.

Ia juga tak mau jika pengurus Pelti ada yang mencari keuntungan pribadi dalam organisasi Pelti itu sendiri.

Dalam hal yang sama, Sri Kuncoro juga minta semua pengurus Pelti harus bisa merumuskan program pembinaan jangka penek dan jangka panjang yang harus dirumuskan secepatnya.

” Saya minta Pelti Kabupaten Bogor pumya program pembinaan yang jelas dalam melahirkan para atlet masa depan,” pungkasnya.

(asep syahmid)

Pengurus Pelti Kabupaten Bogor Harus Sukarela dan Tanpa Pamrih

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Ketua Umum Pelti Jawa Barat, Prof. DR. Wawan Gunawan MS secara resmi melantik kepengurusan Pelti Kabupaten Bogor periode 2023-2028 yang dinahkodai Acep Sajidin.

Pelantikan kepengurusan Pelti Kabupaten Bogor periode 2023-2028 ini dilakukan di Hotel Arimbi, Megamendung, Jumat, 19 Januari 2024.

Wawan Gunawan dalam sambutannya menekankan kepada semua pengurus yang dilantik harus benar benar sukarela dan tanpa pamrih ketika masuk dalam kepengurusan Pelti Kabupaten Bogor.

” Saya ingatkan semua yang masuk dalam kepengurusan harus.menanamkan sikap pengabdiannya pada dunia olahraga tenis,” ujar Wawan Gunawan, Jumat, 19 Januari 2024.

Wawan merasa optimis kepengurusan Pelti Kabupaten Bogor 2023-2028 untuk fokus melakukan pembinaan jangka panjang kepada para talenta atlet masa depan Kabupaten Bogor.

Apalagi, sambungnya, selama ini Kabupaten Bogor dikenal sebagai lumbung tenis di Jabar dan selalu menjadi juara umum Porprov atau Porda Jabar.

Dalam kesempatan yang sama, Wawan juga merasa gembira dengan akan dibangunya venue tenis Pakansari tahun 2024 .

” Saya sangat gembira hari ini, karena pada tahun 2024 ini Pelti Kabupaten Bogor akan membangun lima lapangan tenis di Pakansari,” tegas Wawan.

Hadir dalam pelantikan pengurus Pelti Kabupaten Bogor kali ini diantaranya Asnan AP selaku Kadispora Kabupaten Bogor, Dedi Ade Bachtiar ( Ketua Umum KONI ) dan hadir juga Kajari Kabupaten Bogor, Sri Kuncoro yang juga sebagai Penasehat Pelti Kabupaten Bogor dan beberapa pengurus teras Pelti Jabar.

(asep syahmid)

Suami-isteri Alumni HMI Cabang Bogor: Sjarifudin dan Justika Baharsyah sebagai “Rule Model” Kehidupan

0

Jurnalinspirasi – Bismillahir Rahmanir Rahim
Malam itu, tepatnya Jumat menjelang tengah malam tanggal 19 Januari 2024, ketika saya menata buku-buku di rak-rak perpustakaan pribadi saya di rumahku di Kp Wangun Atas RT 06 Rw 01 Kel.Sindangsari Kota Bogor, Subhanallah saya menemukan sebuah buku yang amat menarik dan menjadi perhatian saya. Buku itu berjudul “Air Atambua”: Sjarifudin dan Justika Baharsyah,  terbit Juli 2006, penerbitnya Galang Sinergi Nusa Jakarta.

Buku tersebut cukup tebal sebanyak 476 halaman, bercover lux berwarna coklat, dan posisi buku itu saya temukan berada dalam tumpukan buku pribadi saya di rumah. Saya senang sekali menemukan buku itu, sebab kedua tokoh nasional bahkan dunia, alumni HMI Cabang Bogor, saya mengenalnya baik, ada beberapa kali bertemu, bertatap muka, baik di rumah di perumahan elit Villa Duta Bogor, pernah juga di kantornya serta tempat tertentu lainnya seperti di Gedung Serbaguna Mahasiswa Islam (GSMI), komplek wakaf Yayasan Pengembangan Insan Cita (YAPIC)Bogor, berdiri thn 1994 dimana saya bersama alumni HMI mendirikannya, termasuk bpk Sjarifudin Baharsyah dan ibu Justika Baharsyah. Saya didapuk, dan diberi amanah oleh para pendiri sebagai Ketua Umum Badan Pengurus YAPIC, Bogor, selama 22 thn, sejak 1994 sd 2016.

Alhamdulillah, YAPIC Bogor, berkat dukungan dan kerjasama para senior dan sesepuh HMI yang cerdas, keras dan.ikhlas, kini telah berdiri sarana dan prasarana pengkaderan adik-adik Insan Cita HMI, diberi nama GSMI, diatas lahan wakaf 2500 meter persegi, terletak di Kelurahan MargaJaya Kota Bogor Barat, kira-kita 1 km dari Kampus IPB Dramaga Bogor.

Jujur saya berkata bahwa kedua suami istri yakni bpk Prof.Sjarifudin  dan ibu Prof.Justika Baharsyah, kira-kira pada thn 1995 mewakafkan sebidang tanahnya yang telah bersertifikat, terletak di daerah Kel.Loji Sindangbarang Bogor.Barat Kota untuk pembangunan GSMI, ikrarnya wakafnya melalui bpk Prof.H.Sjafri Mangkuprawira, pendiri dan Ketua Dewan Pembina YAPIC Bogor.

Singkat kata, dengan melalui berbagai aktifitas Yayasan amal-sosial inilah, memungkinkan saya bertemu, bersilaturrahmi dengan kedua suami-istri tersebut yang bagi saya, mereka adalah tokoh nasional, bahkan internasional yang sangat dikenal publik dengan beragam macam jabatan publik kenegaraan, NGO, Yayasan sosial dan lembaga internasional spt FAO dll, yang pernah dijabatnya.

Mereka berdua adalah tokoh panutan saya yang menjadi suritauladan (rule model)  dalam kehidupan berkeluarga, berbakti dan mengabdi kepada nusa-bangsa dan negara serta agamanya, dan barangtentu juga menjadi panutan para alumni HMI, khususnya alumni HMI Cabang Bogor. 

Setahu saya selama berinteraksi langsung dengan mereka, para aktivis HMI senior diatas saya, diantaranya seperti alm Prof.Sjafri Mangjuprawira, alm Prof Soleh Solahudin, alm.Prof AA Mattik, alm.Prof Sadan Widarmana, alm.Prof.Sitanala Arsyad, alm Prof.A Azis Darwis, alm.Prof.Hidayat Sjarif, bpk Ir H.Abas TS, Ir.Moh Toha, Ir.Kosasih, termasuk penyair terkenal angkatan 66  Kakanda Drh Taufiq Ismail yang menulis Kata Pengantar dalam buku “Air Atambua” ini, dan banyak lagi alumni HMI yang lain, mereka sangat respek dan menghormati seniornya, sosok kharismatik bpk.Sjarifudin Baharsyah dan istrinya ibu Justika Baharsyah.

Sebab, kedua suami istri ini, semasa kuliah di IPB Bogor, sekitar pada thn 1950an, mereka adalah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang getol melawan  CGMI, ormawa underbow PKI dimasa itu “head to head”, kemampuan kepemimpinan sangat menonjol. Bahkan bpk Sjarifudin pernah menjadi Ketua Umum HMI Cabang Bogor 2 periode kepengurusan pada thn 1954-1958, sedang ibu Justika aktif di Korp HMIwati (Kohati).

Setelah lulus, keduanya menjadi Dosen IPB, terus berkarier baik di internal kampus (kaprodi, wadek, dekan, warek, akademisi-guru besar) maupun ekternal kampus di Kementan RI (bpk dan ibu pernah menjabat Mentan RI di era Orde Baru bpk Presiden RI ke 2 Jenderal Besar H.Muhamad Soeharto, sebuah momen dan fenomena sosial yg unik dan amat langka ditemukan di dunia, suami dan istri bisa menjadi Menteri) dan ibu Mentan Prof Justika juga pernah juga mendapat amanah dan mandat sebagai Menteri Sosial, memimpin Kemensos RI dimasa  awal gerakan Reformasi bpk Presiden ke 3 Prof Burhanudin Jusuf Habibie, yang mengilhami isi buku “Air Atambua” ini.

Kembali ke cerita buku Air Atambua, yang saya temukan di tumpukan buku-buku Perpustakaan di rumahku pada malam itu.  Saya teringat dan mencoba mengingat kembali  bahwa buku tersebut saya dapatkan, dan diterima langsung dari bpk Prof.Sjarifudin dan ibu Prof.Justika Baharsyah di rumahnya yang indah nan asri di komplek Villa Duta Kota Bogor, tgl 5 Oktober 2006, ketika saya mendampingi bpk.Prof Sjafri Mangkuprawira, Ketua Pembina YAPIC, menandatangani dokumen Ikrar Wakaf tanah beliau suami-istri untuk diserah, diwakafkan untuk pembangunan gedung GSMI-Yapic Bogor.

Setelah penandatangan surat-surat perwakafan dari Kemenag tersebut, kami berbincang-bincang sejenak dengan penuh akrab, dan terakhir sebelum kami pamit pulang, saya dan pak Sjafri dihadiahkan sebuah buku Autobiografi mereka berdua berjudul “Air Atambua” sebagai “kado” kenangan untuk kami berdua yang sudah bertamu. Dan barangtentu kehadiran buku itu sangat berarti buat saya pribadi, karena banyak pengalaman berharga, “success story” yang bisa dipahami dan dipetik menjadi bahan pembelajaran (lesson learn).

Saya dan bpk.Sjafri, sangat senang menerima sebuah buku memoar tersebut dari kedua pewakif tanah, yang berhati mulia, yang merupakan tokoh panutan kami.  Akan tetapi, entah mengapa, akibat berbagai “kesibukan” buku itu “lupa” atau belum sempat dibaca sampai tamat, sehingga isinya, pesan moralnya belum tuntas dipahami dengan baik.

Dan saat inilah, saya menyempatkan diri untuk membacanya. Walaupun saya menemui “kesukaran” disana-sini untuk mendalami makna sesungguhnya, karena buku itu cukup tebal terdiri dari 9 Bab, dengan konten yang amat beragam, bernarasi tentang cerita dinamika kehidupan mereka berdua. Akan tetapi menarik untuk dibaca, dipahami pesan-pesan moralnya seperti semangat juang, pengabdian, dedikasi-loyalitas, bekerja profesional dan bertanggungjawab, jalinan persahabatan, rasa cinta dan berkasih sayang antar sesama, hormat dan memuliakan orangtua dan para gurunya, hidup berkeluarga Samarah, dll. 

Kebetulan hobby saya, gemar membaca buku-buku Autobiografi para Tokoh, orang-orang sukses dan para pejuang, kegemaran itu muncul sejak usia muda.hingga kini lansia, sehingga di perpustakan pribadi saya ada puluhan buku Biografi berbagai Tokoh Nasional dan bahkan Dunia.

Singkat kata, salah satu simpulan isi buku.”Air Atambua” yang saya baca ini, adalah menceritakan pengalaman “success story”, sebagaimana yang saya kutip berikut ini:

….”Pada thn 1999 Menteri Sosial Justika Baharsyah bekerja keras untuk menyediakan air bersih bagi para pengungsi dari Timor Timur di Atambua, daerah gersang diujuang timur NTT. Suatu pekerjaan yang penuh tantangan tetapi.sangat penting untuk meringankan penderitaan mereka yang malang. “Air di Atambua” merupakan perlambang dari kisah hidup Justika dan Sjarifudin yang kulminasinya adalah penerimaan amanah untuk meringankan penderitaan dan meningkatkan kesejahteraan..”.

Selanjutnya buku tersebut menarik untuk dibaca dan disimak maknanya, tentang autobiografi kedua Tokoh Nasional dan Global tersebut, kader dan alumni HMI Bogor yang sukses, sebagai isi testimoni bpk Taufiq Ismail, (Juli 2006), yang dingkapkan.dan diekspresikan seniman.besar tersebut dalam Kata Pengantar buku itu, antara lain saya kutip sebagai berikut:

“…Kalau adalah pasangan suami-isteri di Indonesia ini yang kedua-duanya Gurubesar, Doktor, Dekan, dua kali menjabat Menteri (portopolio sama, masa jabatan berbeda), Menteri Muda, pemegang Bintang Mahaputra, dengan kegiatan kemasyarakatan tetap padat selepas usia kerja, maka pasangan itu pastilah Kang Sjarifudin dan Ceu Justika Ubuh…”. Lebih lanjut bpk Taufiq, mengungkapkan…”Kita beruntung karena kekayaan pengalaman hidup pasangan Cendekiawan ini dituliskan di buku ini dalam gaya bercerita, yang didasari rasa syukur “atas curahan rahmat dari Yang Maha Kuasa yang senantiasa kami terima”, demikian pengantar Kang Sjarifudin. Sungguh kita akan mendapat manfaat besar membaca buku autobiografi ini, terutama bagi generasi muda sebagai tauladan untuk dicontoh..”(Taufiq Ismail, 2006).

Jadi, kesimpulan saya, setelah membaca buku Autobiografi kedua suami-istri yang sukses mengembang amanah, begitu banyak kegiatan pengabdian sosialnya di berbagai Yayasan, insyaAllah menjadi amal sholeh sebagai modal menghadap Allah SWT di kemudian hari. Mereka berdua adalah vigur dan sosok.alumni HMI yang sangat layak menjadi “Rule Model”, suritauladan kehidupan.

Untuk alm.Prof.Sjarifudin.yang berpulang kerahmatullah  pada thn 2021 di era pandemic Covid 19, kita mendoakan, semoga Allah SWT menempatkam arwahnya di tempat mulia Surga Jannatunnaim, sedang ibu Prof.Justika Baharsyah dihari tuanya beserta putri-putri dan cucu-cucunya senantiasa dalam perlindungan dan pertolongan serta Rahmat dan Hidayah Allah SWT, hidup sehat walaffiat tak kurang sesuatu apa, dan selalu berbahagia, Aamiin-3 YRA.

Demikian, narasi ringkas ini saya buat dengan sebenarnya dan ikhlas, semoga ada manfaat bagi para pembaca sekalian yang budiman. Saya memohon maaf seandainya ada kekhilafan dan salah dan atau ada hal-hal ungkapan bahasa yang kurang berkenan dihati, sekali lagi maaf, hampura.
Salam ..”Yakin Usaha Sampai” (Yakusa), … Insan Cita HMI… Bahagia HMI..”.
Syukron barakallah
Wassalam

====✅✅✅

Penulis: Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Wakil Dewan Pembina YAPIC Bogor, Sekwanhat MD Kahmi Daerah Bogor, Pendiri dan Dosen.Senior   (Asoc Profesor) Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, Konsultan  K/L negara, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial)

Dinilai Sudah Melakukan Diskriminasi, Warga Perumahan Banjarwangi Keluhkan Pengurus

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Warga Komplek Perumahan Lembah Banjarwangi, Desa Banjarwangi, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, keluhkan pengurus lingkungan setempat. Sebab, pengurus lingkungan dinilai telah melakukan diskriminasi terhadap warga yang ada di Blok Banjarwangi 3A.

Ari, salah satu warga di Blok Banjarwangi 3A mengaku, diperlakukan diskriminasi oleh pengurus lingkungan perumahan dengan memutus sepihak terkait pengangkutan sampah.

Ia mengatakan, sudah beberapa bulan ini sampah yang ada didepan rumahnya tidak diangkut atau ditarik petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Padahal selama tinggal disini, sampah yang ada didepan rumah selalu diangkut dan juga dipunggut iuran setiap bulannya oleh pengurus.

“Tidak tahu kenapa sampah didepan rumah saya sampai sekarang belum juga ditarik. Sedangkan sampah yang ada didepan rumah lain semua diangkut petugas DLH,” jelas Ari kepada wartawan.

Ari mengaku, saat dirinya menanyakan kepada pengurus lingkungan sekitar perumahan, jawaban yang didapat sangatlah tendensius dan terkesan diskriminasi.

“Melalui pesan whatsapp, pengurus malah menyalahkan saya. Terus juga kata pengurus kirain tidak mau ikutan penarikan sampah, makanya tidak diangkut sampah yang ada di rumah saya. Masa bicara pengurus seperti itu dan memutus secara sepihak,” paparnya.

Harusnya, lanjut Ari, pengurus itu mengajak warga yang tinggal di perumahan ini untuk bermusyawarah, terlebih kaitan dengan persoalan kebersihan dan lingkungan.

“Jangan langsung memutus begitu saja tanpa ada musyawarah dengan saya,” ujarnya.

Lucunya lagi, sambungnya, semua rumah yang ada di komplek perumahan disini, dipasang stiker sebagai tanda berlangganan iuran sampah.

“Rumah saya kan di perumahan ini, kenapa tidak dipasang stiker seperti yang lain,” akunya.

Ari mengaku, kecewa dengan sikap dan pengakuan pengurus lingkungan yang seakan keberadaan dirinya, telah membuat gaduh warga perumahan. Bahkan, dari balasan pesan whatsapp, pengurus membeberkan jika di lingkungan perumahan banyak juga pejabat dan aparat, mulai dari pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor serta Polri dan TNI.

“Itu setelah datang Camat Ciawi ke lokasi perumahan. Saya minta agar petugas DLH mengangkut sampah yang masih menumpuk didepan rumah. Termasuk banyaknya bekas material yang dimasukkan kedalam karung persis didepan rumah saya, karena mengganggu,” tegasnya.

Sementara, saat mendatangi ke rumahnya yang tidak jauh dari lokasi Blok Banjarwangi 3A di Perumahan Lembah Banjarwangi, pengurus tersebut tidak ada di kediamannya. Informasi didapat, pengurus perumahan yang masuk ke wilayah RT 02 RW 02 Desa Banjarwangi itu, salah satu anggota Kepolisian dari Polsek Ciawi.

Menyikapi keluhan warga perumahan tersebut, Kepala Desa (Kades) Banjarwangi, Supratno Prasetyo menyayangkan dengan sikap pengurus seperti itu. Semestinya, sebagai pengurus sudah menjadi kewajibannya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar komplek.

“Mau ikut atau tidak soal iuran sampah, itu sudah menjadi tanggungjawab pengurus untuk mengangkut sampah semua warga. Jadi saya sangat menyesalkan bila sikap pengurus seperti itu,” jelas Pras panggilan akrab Kades Banjarwangi.

Pras mengaku, pemerintah desa akan selalu siap dan terbuka apabila warga perumahan ingin melakukan musyawarah dalam hal apapun, termasuk persoalan-persoalan yang berkaitan dengan lingkungan.

“Kapan pun warga perumahan ingin bermusyawarah, kami sebagai pemerintah desa akan selalu siap menengahi,” tukasnya.

(dede suhendar)

BRI, KAI dan PNM Dukung UKW PWI-BUMN di Yogyakarta

0

Yogyakarta | Jurnal Bogor
Tiga BUMN bersama Forum Humas BUMN bantu sepenuhnya penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang digelar di PWI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bentuk dukungan Ketiga BUMN, yaitu PT BRI (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT PNM tersebut, dibuktikan dengan hadir langsung dari perwakilan BUMN dalam pembukaan UKW di PWI DIY, yang digelar di Forriz Hotel, Yogyakarta, Kamis (18/1).

UKW yang mengambil tema, “PWI bersama BUMN, menciptakan Wartawan Profesional dan Berakhlak” dibuka secara resmi oleh Pj Walikota Yogyakarta diwakili oleh Kepala Dinas Kominfosan Kota Yogyakarta, Ignatius Tri Hastono, S.Sos, MM.

UKW di PWI Yogyakarta diikuti sebanyak 30 peserta anggota PWI Yogyakarta, tiga di kelas Muda dan satu di kelas Madya dan satu di Kelas Utama, diselenggarakan selama dua hari 18-19 Januari 2024, yang berlangsung di Forriz Hotel, Yogyakarta.

Saat pembukaan, Kepala Dinas Kominfosan Kota Yogyakarta, Ignatius Tri Hastono, S.Sos, MM., mengapresiasi pelaksanaan UKW yang diselenggarakan oleh BUMN.

“Bagi kami, wartawan itu merupakan mitra Humas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Tri Hastono juga menyebutkan sekarang ini banyak pres rilis yang disampaikan oleh media online, namun berbeda rasanya dengan berita yang dikemas langsung oleh wartawan.

Sehingga standarisasi Kompetesi Wartawan melalui Uji Kopetsmsi akan menciptakan Wartawan profesianal, hal ini dapat diterapkan melalui kompetesi ini, ujarnya.

Ia juga menyebutkan pergeseran media dari cetak ke online ini bisa menjadi rujukan, tentunya persaingan media saat ini juga semakin ketat, sehingga persaingan itu dibutuhkan wartawan yang kompeten, tambahnya.

Sementara itu Regional Operation Head BRI Kanwil Yogyakarta Muji Prasetyo Widodo mengatakan, peran pers beserta media sangat dibutuhkan guna memberikan edukasi kepada masyarakat.

Muji menjelaskan, terlebih lagi saat ini media sudah menyajikan berita secara online. Untuk itu, insan pers dituntut semakin kreatif dan profesional dalam menyajikan berita dengan berpegang teguh etika jurnalistik, agar para wartawan berada di koridor yang tepat.

“Bagi BRI peran teman-teman pers khususnya yang tergabung PWI sangat luar biasa, dan sangat penting dalam rangka menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang program pemerintah yang ditugaskan kepada BRI,” kata Muji.

Lebih lanjut disampaikannya, hal itu juga berkaitan untuk memperkuat UMKM selain membantu BRI dalam melaksanakan edukasi perbankan, literasi keuangan serta jasa perbankan lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat, pelaku UMKM khususnya nasabah BRI, paparnya.

“Mewakili BRI saya menyampai kanterima kasih kepada PWI khususnya, juga PWI DIY atas kerjasama yang selama ini dilakukan. Semoga kedepan kerja sama BRI dengan PWI, semakin baik dalam mengedukasi dan memberikan literasi kepada masyarakat sehingga BRI bisa tetap Memberi Makna Indonesia,” tambahanya.

Jika melihat sejarah panjang ke belakang bahwa wartawan yang tergabung dalam PWI adalah wartawan yang profesional dan benar-benar memahami kode etik jurnalistik, sehingga wartawan yang tergabung dengan PWI benar-benar wartawan yang berkompeten dan profesional serta dilindungi oleh Undang-undang dan Dewan Pers.

Manajer Supporting PNM Cabang Yogyakarta, Muhammad Shofa mengungkapkan Uji Kompetensi Wartawan ini penting, sehingga dapat menciptakan Wartawan profesional.

“Wartawan itu memiliki standar untuk mengukur praktek kemampuan di lapangan, sehingga dengan UKW ini dapat menciptakan Wartawan profesional khususnya di Yogyakarta,” ujar Shofa.

Ia berharap dengan pelaksanaan UKW ini, dapat menjadikan Wartawan profesianal, tentunya saling bersinergi dengan BUMN khususnya dengan PNM.

Lanjutnya, di tengah arus perkembangan platform digital dan media sosial, wartawan tetap dituntut untuk berperilaku professional dengan memegang prinsip-prinsip jurnalistik, seperti menyampaikan kebenaran, cover bothside, verifikasi, akurasi, independensi, dan keberpihakan kepada kepentingan publik, paparnya.

Dengan kegiatan Uji Kompetensi Wartawan ini, diharapkan rekan-rekan wartawan menjadi wartawan yang unggul, yakni wartawan yang profesional, independen, dan berakhlak baik.

Ketua PWI DIY Don Hudono mengatakan UKW yang didukung oleh tiga BUMN yang ada di Yogyakarta ini, merupakan UKW ke 10 PWI Jogyakarta.

Ini merupakan program UKW yang di selenggarakan oleh PWI Pusat. “Kami berterima kasih atas dukungan BUMN yang diberikan dukungan untuk pelaksanaan UKW ini,” ujarnya

UKW ini merupakan salah satu program dari pengurus PWI Pusat agar para wartawan profesional dalam menjalankan tugasnya di lapangan, selain itu pula pastinya akan menghindari pemberitaan yang tidak sesuai dengan kode etik, tambahnya.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri Assistant Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Hendras Andri Pratama mewakili Manager Humas Daop 6.

Kompetisi Jurnalistik
Direktur UKW PWI Pusat Dr Firdaus Komar MSi menjelaskan, dalam rangkaian UKW juga digelar kompetisi jurnalistik.

Menurut Firko, peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan Kementerian Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) berkesempatan mengikuti lomba kompetisi jurnalistik dengan memperebutkan total hadiah Rp50 juta.

Kompetisi jurnalistik khusus bagi peserta yang mengikuti UKW PWI-BUMN yang kick-off-nya, pada Kamis-Jumat (28-29/12), serentak di tiga daerah sekaligus, yaitu di Manado, PWI Sulawesi Utara (Sulut), di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan di Banda Aceh, PWI Provinsi Aceh dan dilanjutkan ke seluruh PWI se-Indonesia termasuk satu daerah khusus PWI Surakarta.

Secara teknis mengenai kompetisi jurnalistik bagi peserta UKW PWI-BUMN ini, ujar Firdaus, wajib memenuhi kriteria sebagai berikut, tema tulisan lomba ‘peran BUMN terhadap kemajuan pers melalui UKW’. Karya jurnalistik yang diikutkan dalam lomba berupa feature dengan minimal 1.500 karakter.

Selanjutnya karya yang dilombakan dikirimkan ke link yang telah disediakan oleh admin PWI Pusat dengan waktu maksimal tiga hari setelah pelaksanaan UKW yang digelar di masing-masing daerah.

Mengenai tema yang ditentukan, variabel pertama terkait peran BUMN saat ini. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran yang penting dalam membangun dan mengembangkan perekonomian Indonesia.

Sebagai bagian integral dari sektor publik, BUMN memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menyediakan layanan publik yang vital. Badan usaha adalah mitra pemerintah dalam meningkatkan perekonomian nasional, misalnya dalam peningkatan ekspor.

Selain itu, fungsi badan usaha adalah sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pemerataan pendapatan masyarakat.

Berkaitan dengan peran BUMN terhadap kemajuan pers, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempercayai bahwa wartawan adalah bagian utama industri pers yang akan bekerja secara profesional.

Atas profesionalitasnya itu maka pemerintah dan industri lain, termasuk BUMN, sangat memperhatikan industri pers.

Salah satu bentuk perhatian itu antara lain diberikan oleh Kementerian BUMN dan jajaran BUMN dalam bentuk dukungan penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Dukungan tersebut juga diberikan dengan harapan industri pers tetap mampu bersinergi berkontribusi untuk kemajuan BUMN.

Selanjutnya, ujar Firko, panggilan akrabnya, pengumuman pemenang yang terdiri dari 10 orang pemenang dan 15 orang juara harapan, diperkirakan pada Juli 2024.

“Mudah-mudahan berdasarkan estimasi waktu yang akan tersedia terkait dengan program UKW-BUMN ini, sekitar Juli 2024 akan rampung,” jelas Firko.

(yev/rls)

Kedai Good Day Chines Food & Steak, Kedai Makan yang Ramah di Kantong

0

Bogor | Jurnal Bogor
Bagi orang yang sudah tinggal lama di Bogor, pasti tidak asing dengan nama RSUD Kota Bogor. Nah, Kedai Makan Good Day Chinese Food and Steak ini berada di deket lingkungan RSUD. Kedai makan ini bisa jadi pilihan karena aman bagi kantong semua orang. Jadi jika sedang berada di sekitaran RSUD atau sedang berada di Jalan Dr.Semeru, coba kunjungi Kedai Good Day Chinese Food and Steak.

Kedai ini punya menu makanan dan minuman yang tidak kalah dengan restoran mewah hingga selalu ramai dan tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi ada layanan pesan antar buat pasien dan keluarga yang sedang dirawat dengan no limit free ongkir open order dari pukul 08:00 pagi hingga pukul 12:00 malam dari Senin-Minggu.

Sesuai dengan namanya, kedai makan ini menyediakan menu – menu Chinese food dan steak yang sudah disesuaikan dengan lidah Indonesia. Bahkan beberapa menu dari kearifan lokal seperti nasi goreng kencur, nasi goreng kunyit dll. Yang enak dan tidak kalah nikmatnya sama dengan menu – menu restoran ternama.

Kedai ini berdiri sejak tahun 2019 silam dan kebersihan, harga, penyajian dan pelayanan adalah aspek yang selalu dijaga. Bahkan jika mau menikmati suasana santai bersama keluarga dan teman bisa ke cabang Good Day Culinary di Rawajaha Cifor yang juga dibawah Good Day Chinese Food and Steak.

Di Good Day Culinary Rawajaha menawarkan sensasi berbeda untuk menu jajanan khas seperti seblak, ceker mercon, cireng isi dll.

Dengan penekanan pada cita rasa bumbu, merepresentasikan produk kuliner  dengan nuansa kedai makan  dan interior  kedai makan yang pas untuk anak muda dan keluarga.

Owner Kedai Makan yang lulusan fakultas kedokteran gigi Daisy Irani Artharini mengatakan, Kedai Makan Good Day Chinese Food and Steak juga Good Day Culinary Rawajaha menjanjikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

“Cikal bakal lahirnya menu – menu masakan ini adalah karena antusiasme konsumen yang cukup tinggi agar membuat cabang baru lagi yang lebih memuat banyak pengunjung,” kata dia.

Ke depan bahkan mungkin bisa direalisasikan cabang  kedai makan Good Day dengan cita  rasa menu-menu Sunda tradisional dengan harga yang terjangkau.

(wawan hermawanto)

Jadi Kakak Asuh Stunting BKKBN, Dokter Rayendra Edukasi Warga

0

jurnalinspirasi.co.id – Dokter Raendi Rayendra menggelar sosialisasi dan penyuluhan pencegahan stunting kepada masyarakat di Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (18/1).

Berlokasi di Aula Serbaguna Kampung Abesin, RT03, RW 04, Kelurahan Cibogor, puluhan mak-mak memadati kegiatan sosialisasi pencegahan stunting yang digelar Dokter Raendi Rayendra tersebut.

Dalam acara bertajuk “Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat)” itu Dokter Rayendra menjelaskan sejumlah tips mencegah stunting pada anak, salah satunya mengulas soal asupan gizi dan makanan untuk anak.

Dokter Rayendra mengatakan menurut WHO, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.

“Salah satu mencegah stunting adalah dengan cara memenuhi asupan gizi, nutrisi dan protein anak. Salah satunya dengan rutin mengonsumsi makanan bergizi, protein hewani dan protein nabati,” katanya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (18/1).

Dalam kegiatan tersebut, Dokter Rayendra juga membagikan puluhan paket telur dan makanan bergizi untuk 21 orang tua yang anaknya mengidap stunting di Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

“Telur merupakan salah satu makanan mudah, murah dan merakyat yang kaya akan protein, gizi dan nutrisi, sehingga hal itu cocok untuk menjadi salah satu makanan pengentasan stunting,” ujarnya.

Selain itu, Dokter Rayendra yang menjabat sebagai Kakak Asuh Stunting BKKBN itu juga turut memberikan tips olahan makanan dengan harga ekonomis, tetapi memiliki nilai gizi yang tinggi.

“Telur, ikan, ayam, tahu, tempe, sayur dan buah-buahan, itu kan bahan-bahan yang sangat mudah didapatkan di pasaran, banyak juga kok yang harganya murah, tinggal pintar-pintar para ibu saja mengolahnya,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini semakin banyak ibu-ibu yang teredukasi bagaimana menyajikan makanan sehat, lezat dan bergizi untuk sang buah hati.* Fredy Kristianto

Kepala UPT Dishub 2 Gercep Tanggapi Aduan Masyarakat

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Menanggapi adanya aduan warga terkait lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Raya Transyogi Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kepala UPT Dinas Perhubungan (Dishub) Wilayah 2 Cileungsi, Yaya Casya langsung cek lokasi dan lakukan perbaikan. Yaya Casya mengaku, mendapat aduan masyarakat tentang adanya lampu PJU di daerah perbatasan Bekasi-Bogor tersebut.

“Kami sengaja ada laporan dari warga bahwa lampu PJU perbatasan Bekasi sama Bogor Jalan Raya Transyogi mengalami padam karena apa jaringan tidak ada putus,” tuturnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (18/1/24).

Setelah pengecekan, sambung Yaya, ternyata armatur (perangkat pada alat penerangan) alat penyuplai aliran listrik terputus dan pihaknya langsung adakan perbaikan. ” Sama armaturnya semua pada mati jadi kita langsung respon pengaduan sekarang lagi dikerjakan,” jelasnya.

Mendapat mandat dari pimpinannya, Yaya mengaku siap melayani masyarakat terkait PJU di Jalan Transyogi Desa Nagrak yang mengalami kerusakan atau mati. “Pesan pimpinan layani masyarakat kalau terjadi masalah dengan lampu PJU makanya kita langsung respons,” katanya.

Sementara Anwar Fauzan (33) salah satu pengguna jalan mengatakan apresiasi dengan tindakan yang dilakukan oleh petugas. Mengingat PJU sepanjang jalan ini bisa dibilang kurang bahkan mati. Tak jarang, untuk pelintas seperti dirinya yang sering pulang larut agak kewalahan karena minimnya penerangan.

“ Jalan besar tapi tingkat penerangannya kurang, saya yang sering pulang malam dari bekerja harus hati-hati. Yang dikhawatirkan bukan hanya kecelakaan saja, jika minim penerangan kan sangat rawan kejahatan,” pungkasnya

“ kalo bisa sepanjang jalan harus terang, bukankah dari pajak yang kita bayar juga ada untuk penerangan jalan umum, heran aja sih kalo pemerintah selalu berdalih gak ada anggaran,” tambahnya.

(nay nurain)