26.1 C
Bogor
Thursday, February 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 3

Bocah 8 Tahun Hilang di Cisadane, BPBD Terjunkan 100 Personel

0

Bogor | Jurnal Bogor

Keceriaan sekelompok anak yang bermain di bantaran Sungai Cisadane berubah menjadi duka. Seorang bocah laki-laki berinisial MD (8) dilaporkan hilang terseret derasnya arus sungai di kawasan Gang Kosasih, Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat, Selasa (3/2) sore.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB tersebut, bermula saat korban sedang berenang bersama rekan-rekannya. Namun, kondisi arus sungai yang sedang kuat membuat korban kesulitan bertahan hingga akhirnya terbawa aliran air.

Kakak dan rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun nahas, korban tenggelam dan hilang dari pandangan setelah terseret sejauh 50 meter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan operasi SAR gabungan dengan menerjunkan 100 orang ke lokasi untuk melakukan pencarian dan penyelaamatan.

“Kami telah menerima laporan mengenai adanya anak yang hanyut di aliran Sungai Cisadane. Saat ini, tim TRC BPBD Kota Bogor sudah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi pencarian bersama unsur relawan lainnya,” ujar Dimas kepada wartawan.

Dimas menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan penyisiran secara visual dan penyelaman di lokasi korban tenggelam hingga pemasangan jaring di bawah Jembatan TB Falak.

“Kami sudah menyisir sepanjang 500 meter dari titik kejadian, termasuk penyelaman. Mudah-mudahan upaya ini membuahkan hasil,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Dimas, BPBD mengimbau warga agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai mengingat cuaca dan arus yang tidak menentu.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih menyisir area sekitar titik nol kejadian untuk menemukan keberadaan korban.

** Fredy Kristianto

Musnahkan Barang Bukti 68 Perkara, Kejari Kota Bogor Musnahkan Narkoba Hingga Senpi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum dengan melakukan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Diketahui, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 68 perkara selama periode November 2025 hingga Januari 2026.

Pemusnahan tersebut didominasi oleh berbagai jenis narkotika mendominasi daftar barang yang dihancurkan.

Tercatat sebanyak 683,74 gram sabu dari 12 perkara, 259,83 gram ganja dari 4 perkara, serta 564,41 gram tembakau sintetis dari 18 perkara yang berhasil diamankan petugas.

Tak hanya narkotika, pemusnahan ini juga menyasar ribuan butir obat-obatan terlarang. Sedikitnya 6.506 butir pil disita dari 17 perkara pelanggaran UU Kesehatan.

Selain zat adiktif, Kejari Kota Bogor turut menghancurkan satu pucuk senjata api hitam lengkap dengan magasinnya, satu unit Air Gun merek Colt Defender Series 90, serta berbagai senjata tajam dan pakaian yang terkait dengan barang bukti kejahatan lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Agung Afrianto, menegaskan bahwa pemusnahan ini merupakan bagian dari tugas jaksa sebagai eksekutor putusan pengadilan.

“Pemusnahan barang bukti ini adalah bentuk transparansi dan kepastian hukum kami kepada masyarakat. Dari 68 perkara yang ditangani selama periode November hingga Januari ini, kita melihat peredaran narkotika dan obat terlarang masih menjadi tantangan besar yang harus kita perangi bersama,” ujar Agung Afrianto.

Menurut dia, pemusnahan barang bukti ini dapat memberikan efek jera serta mencegah penyalahgunaan kembali barang-barang bukti yang tersimpan di gudang kejaksaan.

** Fredy Kristianto

Pemuda Ditemukan Tewas Gandir di Bogor Utara

0

Bogor | Jurnal Bogor

Warga digegerkan oleh A, pemuda berusia 23 tahun ditemukan tewas gantung diri (gandir) di kamar pribadinya di Jalan Bisma III, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Senin (2/2) malam.

Kapolsek Bogor Utara, AKP Enjo Sutarjo mengatakan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh orangtuanya yang sedang mencari keberadaan korban.

Ketika orangtua mengecek kamar, yang bersangkutan dalam kondisi tergantung tak bernyawa di ventilasi kamar.

“Saat itu oramgtua langsung menurunkan korban, dengan harapan anaknya masih bisa tertolong. Sehingga saat kita ke TKP korban sudah diturunkan, kami langsung bawa ke rumah sakit untuk divisum,” ujar Enjo kepada wartawan, Selasa (3/2).

Menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan rumah sakit korban sempat mengeluarkan air mani, dan lidahnya menjulur

“Gantung diri karena ada air mani keluar dan lidah terjulur,” katanya.

Kendati demikian, polisi belum bisa memastikan mengapa pemuda tersebut nekat mengakhiri hidupnya.n Fredy Kristianto

Perkuat Ketahanan Pangan, Desa Sukaluyu Kembangkan Ternak Ayam Petelur

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pemerintah Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, terus mendorong penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui pengembangan usaha ternak ayam petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mutiara.

Program ternak ayam petelur tersebut menjadi salah satu program unggulan desa dalam sektor ketahanan pangan, sekaligus sebagai langkah strategis untuk menciptakan unit usaha produktif yang dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa.

Kepala Desa Sukaluyu, Rosidin, mengatakan, pengelolaan ternak ayam petelur sepenuhnya diserahkan kepada BUMDes Mutiara agar dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

“Pengelolaan ayam petelur dilakukan oleh BUMDes Mutiara dengan populasi awal sebanyak 1.000 ekor. Dengan populasi sebanyak itu, kami berharap produksi telur bisa maksimal dan mampu menunjang kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Rosidin, Rabu (04/02/26).

Menurutnya, pengembangan peternakan ayam petelur ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi telur di lingkungan Desa Sukaluyu, tetapi juga diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi desa melalui pengelolaan usaha desa.

Rosidin menjelaskan, program ternak ayam petelur ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah desa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang diimplementasikan di tingkat desa melalui pemanfaatan potensi lokal.

“Program ini kami jalankan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan warga, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan usaha produktif,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh anggaran pelaksanaan program ternak ayam petelur tersebut bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Sukaluyu, yang dialokasikan untuk mendukung program ketahanan pangan.

“Anggarannya berasal dari dana desa, dan dimanfaatkan untuk pembangunan sarana peternakan serta pengadaan ayam petelur,” tambah Rosidin.

Lebih lanjut, Rosidin berharap keberadaan usaha ternak ayam petelur yang dikelola BUMDes Mutiara ini dapat menjadi contoh pengembangan usaha desa yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dalam bentuk ketersediaan pangan maupun peluang ekonomi di tingkat lokal.

Ke depan, Pemerintah Desa Sukaluyu juga menargetkan agar pengelolaan peternakan ayam petelur dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi manajemen, perawatan ternak, maupun pemasaran hasil produksi telur, sehingga dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dengan adanya program ternak ayam petelur ini, Pemerintah Desa Sukaluyu optimistis ketahanan pangan di tingkat desa dapat semakin kuat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan BUMDes yang lebih produktif dan mandiri. Yudi

Audit Duit Baznas Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bogor didemo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (GMPB) di depan Kantor Baznas, Cibinong, Senin (2/2/2026). Aksi demontrasi itu dilakukan sebagai bukti bahwa kinerja Lesmana, Ketua Baznas Kabupaten Bogor sudah cukup setelah memimpin Baznas Kabupaten Bogor selama lebih dari 10 tahun.

Mereka menuntut informasi keterbukaan publik terkait pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) umat muslim di Kabupaten Bogor.

Ketua GMPB Muhammad Iqbal menuturkan, ia dan kawan-kawan meminta informasi keterbukaan publik kepada Baznas Kabupaten Bogor. Namun, mereka hanya diminta melihatnya di situs Baznas.

“Harusnya pengelolaan dana ZIS umat muslim ini terbuka. Namun hanya diminta melihat dari website yang kami anggap tidak detail dan transparan,” tutur Iqbal.

Iqbal menerangkan, bukti setor zakat dan penerima zakat di setiap satuan kerja pedangkat Daerah (SKPD) seharusnya jelas dan transparan. Hal itu agar pengelolan dana ZIS tidak salah sasaran dan diselewengkan.

“Masa pengelolan dana ZIS tidak hanya dilaporkan saldo awal dan saldo akhir. Oleh karena itu harus diaudit Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor,” pintanya.

Iqbal juga menilai kinerja Baznas sejak dipimpin Lesmana selama lebih dari 10 tahun sudah saatnya dievaluasi. “Masih banyak yang bisa memimpin Baznas Kabupaten Bogor, jangan yang itu-itu aja,” tandasnya.n Herry Setiawan

Jaro Ade Berduka, Putra Pertamanya Meninggal Alami Kecelakaan

0

Sukajaya l Jurnal Bogor
Meninggalnya Dede Ridwan, anak pertama dari Ade Ruhandi atau dikenal Jaro Ade menjadi kabar kesedihan di awal Februari 2026.

Suasana duka dan kesedihan yang mendalam menyelimuti kediaman keluarga Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi di Desa Cileuksa, Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Diketahui, Dede Ridwan (23) terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Leuwiliang-Cigudeg pada Minggu (1/2) malam.

Ia menghembuskan nafas terakhir di RSUD Moh Noh Nur Leuwiliang setelah sempat menjalani perawatan medis pada Senin (2/2), sekitar pukul 04.30 WIB.

“Sebelum peristiwa meninggal dunia, almarhum ini sempat pulang dulu ke Cileuksa rumah neneknya,” ungkap Uwa Fajar, kakak tertua Jaro Ade.

Almarhum, sambung Fajar, kemudian hendak pulang ke rumah orang tuanya di Cibinong dengan mengendarai motor.

Saat di lokasi kejadian, almarhum mencoba menyalip kendaraan lainnya namun gagal hingga terpeleset dan menabrak kendaraan truk dari arah berlawanan.

“Kalau meninggalnya ini almarhum di RSUD Leuwiliang, sempat dibawa ke Puskesmas Cigudeg, terus dilarikan ke RSUD Leuwiliang, dan sudah ditangani di rumah sakit, dan sekitar subuh pukul 04.30 WIB almarhum meninggal dunia,” tuturnya.

Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah keluarga di Desa Cileuksa, Sukajaya dan dikebumikan di tempat pemakaman keluarga pada pukul 09.00 WIB.

Hingga Senin (2/2) malam, karangan bunga terus berdatangan ke rumah duka. Keluarga serta kerabat keluarga Jaro Ade masih memenuhi rumah duka dan mendoakan kepergian Dede Ridwan.

** Arip Ekon

Kapolsek Ciomas Tekankan Disiplin dan Pencegahan Kriminalitas

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia melaksanakan kegiatan Analisa dan Evaluasi (ANEV) pelaksanaan tugas anggota Polsek Ciomas, sebagai upaya meningkatkan disiplin dan kinerja personel, Selasa (02/02/26).

Dalam arahannya, AKP Hendra Kurnia menegaskan pentingnya peningkatan kedisiplinan anggota serta optimalisasi pelayanan prima kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Ciomas.

Selain itu, Kapolsek juga menekankan agar seluruh personel terus meningkatkan upaya preemtif dan preventif dalam meminimalisasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), aksi geng motor, serta tawuran.

Tak hanya itu, jajaran Polsek Ciomas juga diingatkan untuk mewaspadai potensi bencana alam yang dapat terjadi di wilayah hukum Polsek Ciomas, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan dan respons cepat kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ANEV tersebut, Kapolsek berharap kinerja anggota semakin profesional dan kehadiran Polri di tengah masyarakat dapat terus dirasakan,” ungkapnya, Yudi

Pemdes Tamansari Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Ayam Petelur BUMDes Tamansari Mandiri

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pemerintah Desa Tamansari terus memperkuat program ketahanan pangan desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tamansari Mandiri dengan mengembangkan budidaya ayam petelur sebagai salah satu unit usaha produktif desa.

Kepala Desa Tamansari, Sunandar, mengatakan bahwa program budidaya ayam petelur merupakan bagian dari strategi pemerintah desa dalam mendukung ketersediaan pangan sekaligus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat dan pendapatan asli desa.

“Ini merupakan salah satu program ketahanan pangan yang ada di Desa Tamansari, yaitu budidaya ayam petelur yang dikelola melalui BUMDes Tamansari Mandiri,” ujar Sunandar, Senin 02/02/26).

Menurutnya, unit usaha peternakan ayam petelur tersebut saat ini masih berada pada tahap awal pengembangan. Populasi ayam petelur yang dikelola BUMDes Tamansari Mandiri baru sekitar 1.000 ekor. Meski demikian, tingkat produktivitas ternak sudah cukup baik.

“Populasi ayam petelur yang kami kelola saat ini masih sekitar 1.000 ekor. Dari jumlah tersebut, produksi telur mencapai sekitar 85 persen,” jelasnya.

Sunandar menjelaskan, hasil produksi telur dari budidaya ayam petelur tersebut dipasarkan kepada sejumlah mitra kerja yang telah menjalin kerja sama dengan BUMDes Tamansari Mandiri. Selain itu, sebagian hasil produksi juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dapur MGB.

“Penjualannya ke mitra dan juga untuk kebutuhan dapur MGB,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengembangan unit usaha budidaya ayam petelur ini diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi desa. Selain menciptakan sumber pendapatan baru bagi BUMDes, program ini juga diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

Lebih lanjut, Sunandar menuturkan bahwa pemerintah desa berencana untuk terus melakukan pengembangan secara bertahap, baik dari sisi peningkatan kapasitas kandang maupun penambahan jumlah populasi ayam petelur, seiring dengan kesiapan sarana, prasarana, serta dukungan anggaran.

“Ke depan tentu akan kami kembangkan secara bertahap, baik dari sisi jumlah populasi ayam maupun pengelolaannya, agar usaha ini bisa semakin optimal dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui program budidaya ayam petelur yang dikelola BUMDes Tamansari Mandiri ini, Pemerintah Desa Tamansari berharap dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa, menjaga ketersediaan bahan pangan khususnya telur, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berbasis potensi desa.

Program ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Desa Tamansari dalam mengoptimalkan peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa dan sebagai wadah pengelolaan usaha produktif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Yudi

Ratusan Pesilat Cilik Cimande Terpaksa Antre MCK, Padepokan Harap Bantuan Pemkab Bogor

0

Caringin | Jurnal Bogor

Ratusan siswa pencak silat aliran Cimande yang rutin mengikuti latihan di Padepokan Saung Penca Cimande, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, terpaksa harus mengantre panjang saat menggunakan fasilitas MCK. Pasalnya, padepokan yang menjadi tempat belajar seni bela diri tersebut hanya memiliki satu unit MCK.

Padepokan Saung Penca Cimande merupakan salah satu pusat pelestarian budaya pencak silat aliran Cimande. Setiap hari Minggu atau hari libur sekolah, ratusan anak-anak datang untuk mengikuti latihan secara gratis tanpa dipungut biaya.

Ketua Saung Penca Cimande, Aki Didih, mengatakan keterbatasan fasilitas MCK menjadi kendala utama dalam kegiatan latihan para siswa.

“Ya mau bagaimana lagi, karena kami hanya memiliki satu unit MCK. Mau tidak mau anak-anak harus antre cukup lama setiap kali latihan,” ujar Aki Didih, Minggu (1/2/2026).

Ia menjelaskan, Saung Penca tidak hanya mengajarkan seni bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kearifan lokal, tata krama, serta kecintaan terhadap budaya leluhur.

“Kami di sini mendidik generasi muda sekaligus melestarikan dan merawat budaya peninggalan leluhur, agar generasi muda ke depan tidak melupakan budayanya sendiri,” jelasnya.

Aki Didih berharap Pemerintah Kabupaten Bogor melalui dinas terkait, khususnya Dinas Kebudayaan, dapat membantu melengkapi sarana dan prasarana padepokan yang dipimpinnya.

“Harapan kami, Pemkab Bogor dapat membantu melengkapi kebutuhan infrastruktur Saung Penca, salah satunya penambahan fasilitas MCK, agar anak-anak tidak lagi harus antre saat latihan,” pintanya.

Ia juga menegaskan, seluruh siswa di Saung Penca Cimande tidak dipungut biaya latihan. Namun, para siswa diajarkan untuk bersedekah sesuai kemampuan sebagai bentuk pendidikan karakter.

“Tidak ada iuran atau bayaran bulanan. Anak-anak hanya diajarkan untuk bersedekah sesuai kemampuannya. Nanti setiap bulan Muharram, hasilnya kami kumpulkan dan dibagikan dalam bentuk santunan kepada anak-anak yatim,” pungkasnya. Yudi

Setelah Dikomplain Bau Tak Sedap, SPPG Sukajaya Langsung Bangun TPS

0

Sukajaya l Jurnal Bogor
Setelah dikomplain warga lantaran bau tak sedap akibat sampah hingga pihak kepolisian dari Mapolsek Cigudeg mendatangi lokasi tersebut, kepala SPPG Fahrurrozi mengaku, perihal sampah MBG di Sukajaya telah rutin diangkut oleh DLH dalam waktu seminggu dua kali.

“Satu minggu dua kali sampah MBG itu diangkut.” kata Fahrurrozi saat dihubungi Jurnal Bogor, Sabtu (31/1/2026)

Menangggapi adanya komplain warga, pihaknya merespons dan telah menemukan solusi dengan dibuatnya pembuangan sampah sementara.

“Solusinya sudah ada, kini tengah berperoses pembuatan TPS. Ya, hari ini tengah proses pembuatan penampungan sampah itu.” tandasnya.

Lebih jauh Fahrurrozi menyebut, tentu masih banyaknya warga di Sukajaya yang masih membuang sampah di sembarang tempat yang seharusnya menjadi sorotan.

Masih ada, kadang warga membuang sampah itu ke kali.

Tak sampai disitu, termasuk banyaknya tumpukan sampah di jalan Raya Kabupaten Bogor tepatnya di kebon kelapa Pasir Nangka menuju Cigudeg itupun harus disorot.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga di Desa Sukaraksa, Cigudeg, Kabupaten Bogor menggeruduk keberadaan dapur MBG. Pasalnya, kedatangan warga pun bukan tanpa sebab, mereka memprotes bau tak sedap diduga akibat sampah yang berasal dari aktivitas dapur MBG tersebut.

Informasi dihimpun hingga beredarnya video yang berdurasi 60 detik itu, limbah Dapur MBG di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya hingga mencemari lingkungan di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg sekitar radius 200 meter.

Video itu beredar Jumat (31/1/2026) sekitar pukul 20:00 WIB malam memperlihatkan kekecewaannya dan memprotes dapur MBG itu.

Sebelumnya warga sudah menyampaikan keluhannya ke pengelola MBG terkait limbah yang menggangu warga tersebut.

” Karena belum juga ada tindakan sama juga bohong.” keluhnya di video itu.

“Kegiatan MBG buang sampahnya kemana limbahnya kemana, Jangan sampai program itu jalan tetapi merugikan masyarakat.”

Sampai berita ini ditayangkan, ketika dikonfirmasi perihal tersebut kepala SPPG Fahrurrozi tak merespons.

** Arip Ekon