34.9 C
Bogor
Sunday, November 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 2

Judo Bidik Enam Emas di Nomor Senior

0

Bogor | Jurnal Bogor

Cabang olahraga (cabor) judo Kota Bogor masih berpeluang menambah pundi-pundi medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Setelah mengoleksi empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu, kontingen judo kini membidik hasil lebih tinggi dengan target meraih 12 medali emas.

Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Bogor, R An An Andri Hikmat, mengatakan, peluang penambahan medali masih terbuka lebar. Terlebih, sejumlah nomor andalan akan dipertandingkan pada Sabtu hingga Senin mendatang.

Pada pertandingan Jumat (6/11/2026), judo Kota Bogor menurunkan atlet di tiga kelas junior, yakni kelas -55 kilogram putra, -50 kilogram putri, dan -57 kilogram.

Dari tiga nomor tersebut, Raihan berhasil menyumbangkan medali perunggu di kelas -55 kilogram putra. Sementara Khalilah masih harus menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga di kelas -50 kilogram putri.

Adapun Adis menjadi salah satu harapan untuk menambah medali emas. Atlet yang turun di kelas -57 kilogram putri tersebut berhasil melaju ke final yang dijadwalkan berlangsung Jumat sore.

“Untuk hari ini ada tiga kelas junior yang dipertandingkan. Raihan sudah mendapatkan perunggu, Khalilah masih berjuang di perebutan juara tiga, sedangkan Adis masuk final. Mudah-mudahan bisa meraih emas,” ujar An An.

Ia menjelaskan, target awal judo Kota Bogor sebenarnya berada di angka 10 medali emas. Namun, pihaknya berharap para atlet mampu melampaui target tersebut dengan mengamankan hingga 12 medali emas.

Menurutnya, peluang terbesar untuk memenuhi target tambahan medali berada pada nomor senior yang mulai dipertandingkan Sabtu, Minggu, hingga Senin.

Sejumlah atlet yang menjadi tumpuan di antaranya Windy, Sipa, dan Mia di sektor putri. Sementara dari sektor putra, terdapat Patur yang baru kembali dari Sea Games, serta Rama dan Kadek Pasek.

Keenam atlet tersebut diharapkan mampu menyumbangkan enam medali emas untuk menambah koleksi empat emas yang telah diraih sebelumnya.

“Kalau enam emas dari nomor senior bisa tercapai, berarti totalnya sudah 10. Mudah-mudahan ada rezeki lebih sehingga target 12 emas bisa kami wujudkan,” katanya.

Selain enam atlet unggulan tersebut, An An juga menyimpan harapan kepada sejumlah atlet yang dinilai berpeluang memberikan kejutan. Mereka adalah Deden yang turun di kelas -100 kilogram, atlet kelas +100 kilogram, serta Latifah.

Ketiganya diharapkan mampu tampil maksimal dan menjadi tambahan kekuatan bagi kontingen judo Kota Bogor dalam perburuan medali.

An An menambahkan, capaian judo Kota Bogor pada Porprov kali ini sejauh ini masih sesuai dengan target minimal yang telah ditetapkan.

Sebagai perbandingan, pada Porprov sebelumnya judo Kota Bogor memasang target delapan medali emas, tetapi berhasil melampauinya dengan raihan 10 medali emas.

“Kami berharap tahun ini bisa kembali melampaui target. Target sekarang 10 emas, tetapi kalau bisa mendapatkan 12 emas tentu menjadi pencapaian yang sangat membanggakan,” pungkasnya.

** Anwar

Libatkan 250 Personel Gabungan, Kota Bogor Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Akar Rumput

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Basah seiring dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem di musim penghujan.

Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dalam Apel Sinergi Lintas Sektor dalam rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Risiko Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Kota Bogor Tahun 2026.

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor tersebut digelar di Halaman Mako BPBD Kota Bogor, Jumat (6/11/2026).

Apel akbar melibatkan 250 personel gabungan dari 14 unsur taktis, termasuk jajaran Kodim 0606/Kota Bogor, Polresta Bogor Kota, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, serta berbagai unsur relawan kebencanaan.
​
​Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menegaskan bahwa penanganan dan kesiapsiagaan bencana harus dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni perencanaan jangka panjang dan aksi mitigasi jangka pendek yang konkret di lapangan.

​Untuk jangka panjang, Pemkot Bogor mewajibkan integrasi peta rawan bencana secara spesifik ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan RPJPD.

​”Siapapun kepala daerah kedepannya wajib memetakan titik wilayah mana yang berisiko bencana per titik dan per wilayah secara spesifik di-breakdown dalam RPJMD. Ini komitmen kita jika ingin serius terhadap penanganan kesiapsiagaan bencana,” tegas Jenal Mutaqin di hadapan ratusan peserta apel, Jumat (6/11).

Untuk langkah jangka pendek, ia menyoroti pentingnya pencegahan dini terhadap potensi banjir genangan dan longsor yang kerap dipicu oleh masalah sepele namun berdampak masif, seperti saluran air atau drainase yang tidak berfungsi optimal akibat tumpukan sampah.

​”Bencana jangan ditunggu setelah datang, tapi bagaimana langkah awal memitigasi. Contoh hal sederhana yang sering saya temukan: banjir di Kota Bogor akibat air permukaan tidak masuk ke dalam drainase, seperti di Jalan Sholeh Iskandar, Pajajaran, Empang, dan lain-lain, hanya karena air hujan tidak mengalir ke jaringan akibat sampah menumpuk. Gotong royong melalui Jumat Bersih di tiap kelurahan harus digencarkan kembali,” ujar dia.

Jenal juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas daerah. Hingga saat ini, Kota Bogor telah melantik puluhan Kelurahan Tangguh Bencana (Kelana) serta mengukuhkan enam kecamatan sebagai Kecamatan Tangguh Bencana, guna memastikan kesadaran kolektif terbangun hingga tingkat akar rumput.
​
Sementara itu, ​Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, dalam laporan penyelenggaraannya menyampaikan bahwa apel sinergi ini dilaksanakan sebagai bentuk final check terhadap kesiapan penuh personel, peralatan, hingga logistik di lapangan.

​Dasar pelaksanaan kegiatan ini berpedoman pada Surat Edaran Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2026 serta Surat Edaran Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor menghadapi ancaman hidrometeorologi basah periode 2026–2027.

​Sejumlah capaian mitigasi periode Januari hingga Oktober 2026 turut dipaparkan, di antaranya penyelesaian dokumen rencana kontinjensi banjir dan gempa bumi, pemasangan Early Warning System (EWS) tanah longsor, pengukuhan satuan pendidikan aman bencana, hingga program inovasi Pramuka Tangguh Bencana bekerja sama dengan Kwarcab Kota Bogor.

​”Apel ini adalah wujud nyata pemandu kesiapsiagaan terpadu dan sinergi tanpa sekat antarinstansi untuk memitigasi serta mengantisipasi potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah di wilayah Kota Bogor,” ungkap Dimas Tiko.
​
​Selain kesiapsiagaan darurat dan mitigasi, Pemkot Bogor juga menyiapkan skema penanganan pascabencana bagi warga yang terdampak langsung kerusakan rumah.

Pemerintah menyiapkan anggaran Hunian Sementara (Huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau tergerus bencana.

​Kendati demikian, Jenal mengingatkan bahwa subsidi sewa huntara memiliki batas waktu maksimal tiga bulan. Setelah masa tersebut, warga yang rumahnya hancur akan diarahkan untuk menempati fasilitas Rumah Susun Sewa (Rusunawa) milik pemerintah, seperti di Menteng dan Cibuluh, Bogor Utara, yang masih memiliki unit kosong.

​”Kita punya rusunawa di Menteng dan Cibuluh, Bogor Utara, yang masih kosong. Itu menjadi alternatif solusi yang disediakan pemerintah bagi warga terdampak,” pungkas Jenal.

​Apel siaga yang ditutup dengan doa bersama ini mengusung semangat kemanusiaan universal: Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

Seluruh jajaran Forkopimda, instansi teknis, dan relawan diimbau untuk terus siaga, solid, dan berkolaborasi tanpa sekat demi mewujudkan Kota Bogor yang tangguh dan sigap menghadapi ancaman bencana.

** Fredy Kristianto

Pemkot Pasang CCTV di Trase Batutulis Imbas Aksi Vandalime

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di kawasan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah aksi vandalisme yang belakangan mencoreng fasilitas publik di kawasan tersebut.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pemasangan CCTV menjadi salah satu upaya untuk mengawasi kawasan trase baru sekaligus mengantisipasi aksi coret-coret yang merusak estetika lingkungan.

“Intinya kita akan pasang CCTV. Sanksinya nanti kita lihat,” kata Dedie, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, menjaga fasilitas publik merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat yang memiliki kecintaan terhadap Kota Bogor semestinya ikut merawat keindahan dan kebersihan kota, bukan justru melakukan tindakan yang merusak fasilitas umum.

Dedie juga menyoroti tindakan mencoret-coret tembok yang tidak mencerminkan karya seni. Sebab, grafiti seharusnya memiliki unsur kreativitas dan nilai artistik, bukan sekadar meninggalkan coretan yang mengotori lingkungan.

“Kalau benar-benar sayang sama Bogor mah tidak mungkin mau merusak. Kalau benar-benar orang Bogor yang memang cinta kepada keindahan, apalagi namanya grafiti atau corat-coret itu mestinya ada nuansa art-nya, bukan hanya sekadar mengotori,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemkot Bogor sebenarnya telah menyediakan fasilitas khusus bagi masyarakat yang ingin mengekspresikan kreativitas melalui seni grafiti, yakni taman corat-coret.

Karena itu, masyarakat diminta memanfaatkan ruang yang telah disediakan tersebut dan tidak menjadikan fasilitas publik sebagai media untuk menyalurkan aksi vandalisme.

“Kita sudah siapkan taman corat-coret, silakan dipakai taman corat-coret. Jadi jangan merusak, mengotori fasilitas publik,” tegas Dedie.

Sebelumnya, aksi vandalisme di kawasan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita menjadi sorotan setelah beredarnya video yang memperlihatkan kondisi Tembok Penahan Tanah (TPT) dipenuhi coretan. Tembok yang merupakan bagian dari fasilitas infrastruktur baru tersebut menjadi sasaran aksi orang-orang tidak bertanggung jawab.

Rencana pemasangan CCTV diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus memberikan efek pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Pemkot Bogor pun mengingatkan masyarakat untuk turut menjaga fasilitas yang telah dibangun demi kepentingan bersama.

** Fredy Kristianto

Kemenko Kumham Imipas Apresiasi Capaian Reformasi Hukum di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor atas capaian reformasi hukum yang turut menjadi penopang Indeks Pembangunan Hukum di Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Sesmenko Kumham Imipas, R. Andika Dwi Prasetya, beserta jajaran kepada Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan perangkat daerah terkait saat kunjungan kerja ke Balai Kota Bogor, Kamis (5/11/2026).

Kemenko Kumham Imipas mencatat nilai reformasi hukum Kota Bogor mencapai 99,2 persen atau masuk kategori A. Capaian tersebut didukung berbagai praktik baik serta pembaruan sejumlah peraturan daerah.

Andika menilai Pemerintah Kota Bogor memiliki banyak terobosan yang patut diapresiasi.

“Dan tentu itu menjadi praktik baik yang perlu diikuti oleh pemerintah kota maupun kabupaten di Indonesia,” ujarnya.

Kota Bogor pun akan menjadi sampel sebagai daerah yang menerapkan praktik baik reformasi hukum dengan dampak langsung bagi masyarakat.

Di antaranya melalui keberadaan Bale Badami, pos bantuan hukum, serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga dan instansi.

“Pada kesempatan mendatang, ketika kami datang ke provinsi, kabupaten, atau kota lain, kami akan sampaikan informasi ini. Seperti saya sampaikan tadi, kalau mau belajar jadi kota terbaik, harus datang ke Bogor,” ungkapnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan terima kasih atas kunjungan kerja Kemenko Kumham Imipas yang telah mendengarkan sekaligus membawa berbagai aspirasi dan praktik baik yang telah dilakukan Kota Bogor ke tingkat pusat untuk kemudian dibagikan kepada daerah lain.

“Seperti dalam pembahasan kami banyak melaporkan beberapa langkah yang sudah kami ambil, terutama dalam mendukung Indeks Pembangunan Hukum dan JDIH. Bogor juga sudah punya Perda tentang Bale Badami yang mungkin bisa diadopsi oleh daerah lain,” ujarnya.

Menurut Dedie Rachim, tidak semua konflik atau permasalahan di masyarakat harus berujung di pengadilan atau lembaga pemasyarakatan.

Dengan demikian, terdapat peluang bagi pemerintah daerah untuk memfilter permasalahan, meredam konflik, serta mencari solusi terbaik melalui musyawarah mufakat dan langkah nonlitigasi.

16 Tahun Menjadi Guru, Kini Siti Nurma Menyemai Harapan di Sekolah Rakyat

0

Bogor | Jurnal Bogor

Menjadi seorang guru merupakan panggilan nurani untuk turut ambil bagian dalam membangun negeri dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hal itu pula yang dilakukan Siti Nurma Nugraha, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang mengabdi sebagai tenaga pendidik di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor.

Sejak 2010, Siti Nurma telah mengabdikan diri sebagai seorang guru. Awalnya, ia mengajar di SMPN 16 Kota Bogor. Setelah 16 tahun mengajar, Nurma kemudian mendapat penugasan dari Disdik Kota Bogor, atas izin Wali Kota Bogor, untuk mengikuti seleksi kepala sekolah yang nantinya ditempatkan di Sekolah Rakyat.

“Kemudian saya ikut seleksi kepala Sekolah Rakyat, karena Kementerian Sosial saat itu melalui Kemendikdasmen meminta pemerintah daerah untuk merekomendasikan guru-guru yang berprestasi untuk bisa diikutkan dalam seleksi kepala Sekolah Rakyat. Saya ikutlah atas perintah Disdik. Jadi bukan pengajuan sendiri. Atas perintah Disdik saya ikut seleksi, tiba-tiba hasil seleksi Alhamdulillah saya lolos,” ungkap Nurma saat ditemui di SR 3 Kemang, belum lama ini.

Saat ini, Nurma menjabat sebagai Kepala Sekolah SR 3, sekolah rintisan gratis dari Kementerian Sosial bagi anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera dalam kategori desil 1 dan desil 2.

Ia mengaku sangat bersemangat mendapat kesempatan menjadi kepala sekolah di lingkungan Sekolah Rakyat yang merupakan program berskala nasional. Namun, ke depan, ia juga berharap dapat turut memajukan pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Bogor yang saat ini masih dalam tahap pembangunan di kawasan Rancamaya.

“Saat ini saya di sini. Nah, nanti berarti penugasannya dari Pak Wali adalah selama beberapa waktu saya ditugaskan menjadi kepala sekolah rakyat di Kementerian Sosial, dipinjamkan lah gitu,” ujarnya.

SR 3 saat ini menampung 100 pelajar tingkat SMP dan SMA. Sekolah Rakyat rintisan ini, lanjut Nurma, difasilitasi oleh berbagai kementerian. Sementara itu, pemerintah daerah turut membantu proses penjangkauan calon siswa.

Standar penyelenggaraan dan kurikulum sekolah telah ditentukan oleh kementerian. Setiap anak dibiasakan bangun pukul 03.30 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bersih-bersih, beribadah, senam, sarapan, hingga mengikuti pembelajaran di sekolah.

“Jadi untuk pelaksanaan kita semua seragam. Kalau untuk Sekolah Rakyat, kita diseragamkan, karena memang harus mengikuti SOP yang sudah ditentukan oleh Kementerian Sosial. Jadi biar tidak ada yang kurang dari standar. Semuanya sama,” jelasnya.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SR 3 dimulai pada 14 Agustus lalu, kemudian dilanjutkan dengan program matrikulasi. Program tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan Sekolah Rakyat dengan sekolah reguler lainnya.

“Karena memang input yang masuk itu bervariasi, termasuk usia juga bervariasi. Kayak di SMP ada yang usianya memang usia SMP 13-14 tahun, tapi ada juga yang usia 17-18 tahun, karena memang pernah putus sekolah, ada yang tidak lanjut. Jadi untuk menyiapkan mental dan segala macamnya ada program matrikulasi untuk menyeragamkan. Sehingga anak-anak ini juga termotivasi dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi,” ungkapnya.

Kurikulum Multi Exit Multi Entry juga membagi pembelajaran ke dalam beberapa penjurusan. Hal ini sejalan dengan prinsip Sekolah Rakyat yang mengedepankan edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan.

“Jadi memang anak itu dari awal masuk sudah mulai kita diagnosa arahnya ke mana, potensinya apa. Nah, itu yang kita kembangkan,” ujarnya.

Ia pun berharap para pelajar SR 3 kelak tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas, khususnya mereka yang berasal dari Bogor.

Di Tengah Rental Musik Meredup, Penggiat Musik di Batutulis Bakal Ngejam Bareng

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Semakin terkikisnya rental studio musik saat ini menjadi tantangan nyata bagi komunitas musik lokal. Sesama penghobi di bidang permusikan membuat para penggiat musik di Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, bakal menggelar “Ngejam bareng”.‎

‎‎Ngejam bareng atau jamming session meski menggunakan alat musik sederhana, namun kegiatan ini menjadikan sarana latihan bersama dan mengikuti alur inspirasi saat itu juga.‎

‎‎Ngejam bareng ini tidak ada aturan dalam membawakan lagu secara utuh seperti di atas panggung resmi.‎

‎”‎Tidak ada aturan ketat, akan tetapi genre musik yang dimaenkan itu disesuaikan dengan kultur lingkungan,” kata penggiat musik di Batutulis Kebot kepada Jurnal Bogor, Kamis (5/11/2026).‎

‎Ngejam bareng bakal digelar di lingkungan RW 04 Kampung Pasirgintung dengan memanfaatkan fasilitas lapangan yang dibangun PT Antam dan masyarakat beberapa tahun lalu.‎.

‎”Penyesuaian lingkungan, karena ngejam bareng itu digelar di Lapangan Pemersatu di kawasan padat penduduk,” kata dia.‎

‎”‎Tak hanya itu, ajang ngejam ini untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat,” kata dia lagi.‎

‎‎Melalui kegiatan musikal, lanjut penggiat musik lainnya Agil, dalam berkretivitas ini diharapkan bisa membangun koneksi dan menjalin kebersamaan antarpencinta musik.‎

‎”Dalam waktu dekat ini agenda ngejam bareng ini akan segera disosialisasikan,” pungkasnya.‎

‎(Arip Ekon)

‎

‎

Kagumi Capaian Pertanian Indonesia, Mentan Tiongkok Sepakati Penguatan Kerja Sama dengan Mentan Amran

0

Beijing | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Zhang Zhu mengapresiasi capaian sektor pertanian Indonesia dan menyepakati penguatan kerja sama dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, terutama dalam peningkatan produksi, transfer teknologi, dan pengembangan komoditas strategis. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas bagi kedua negara.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral Mentan Amran dengan Zhang Zhu di Beijing, Senin (2/11). Pertemuan membahas pengembangan bawang putih dari hulu hingga hilir, kolaborasi penelitian dan teknologi pertanian modern, penguatan perdagangan komoditas unggulan, serta peluang investasi industri pengolahan.

Dalam pertemuan tersebut, Zhang menilai hubungan kerja sama pertanian Tiongkok dan Indonesia telah menunjukkan perkembangan positif sejak 2019. Ia juga menyoroti besarnya hubungan perdagangan kedua negara yang menjadi modal penting untuk memperluas kemitraan di sektor pertanian.

Menurut Zhang, nilai perdagangan ekspor-impor Tiongkok dan Indonesia pada 2025 mencapai sekitar US$125 miliar. Angka tersebut, berdasarkan penjelasan Zhang dalam pertemuan, setara dengan sekitar 25 persen dari perdagangan Tiongkok dengan negara-negara di Asia Tenggara. Ia juga menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir utama kelapa sawit dunia.

”Capaian dan potensi tersebut membuka ruang lebih besar bagi Tiongkok dan Indonesia untuk memperdalam kerja sama, termasuk melalui pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas produksi, dan penguatan perdagangan komoditas pertanian,” ungkap Zhang.

Mentan Amran menegaskan bahwa kerja sama dengan Tiongkok harus menghasilkan manfaat konkret bagi sektor pertanian Indonesia. Kemitraan tidak cukup hanya menjaga kelancaran perdagangan, tetapi juga perlu memperkuat kemampuan produksi nasional, mempercepat modernisasi pertanian, dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan.

“Kita ingin kerja sama ini diperkuat. Untuk komoditas yang kita butuhkan, seperti bawang putih dan kedelai, kita harapkan pasokannya semakin baik. Di sisi lain, kita juga ingin memperbesar ekspor komoditas unggulan Indonesia ke Tiongkok,” kata Mentan Amran.

Salah satu agenda utama yang diusulkan Mentan Amran adalah pengembangan bawang putih secara menyeluruh, mulai dari penyediaan benih, teknologi budidaya, alat dan mesin pertanian, hingga pembangunan klaster produksi di Indonesia. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.

Saat ini, sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih Indonesia dipenuhi dari Tiongkok. Karena itu, Mentan Amran mendorong agar hubungan kedua negara dikembangkan menjadi kemitraan yang juga mendukung peningkatan produksi bawang putih di Indonesia.

“Kita ingin kerja sama hulu sampai hilir untuk bawang putih, mulai dari benih, teknologi, alat dan mesin pertanian, hingga membangun klaster di Indonesia,” ungkap Mentan Amran.

Selain bawang putih, Mentan Amran mendorong pengembangan klaster komoditas unggulan Indonesia, khususnya kelapa, kopi, dan durian. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia.

Di bidang investasi, Mentan Amran menawarkan peluang bagi perusahaan Tiongkok untuk mengembangkan industri pengolahan di kawasan khusus yang telah disiapkan pemerintah. Sektor yang ditawarkan antara lain industri kelapa dan produk turunannya, rumput laut, serta industri vaksin untuk pertanian.

Menurut Mentan Amran, kesiapan lahan, legalitas, dan dukungan insentif di kawasan tersebut diharapkan memudahkan investor merealisasikan pembangunan industri di Indonesia.

“Lahannya sudah siap, legalitasnya juga disiapkan. Investor tinggal datang. Kita ingin membangun industri pengolahan, seperti pabrik kelapa dan rumput laut, sehingga sumber daya yang kita miliki bisa memberikan nilai tambah lebih besar,” jelasnya.

Transfer teknologi menjadi agenda penting lainnya dalam pertemuan tersebut. Mentan Amran mendorong kerja sama di bidang mekanisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

Menanggapi usulan tersebut, Zhang menyatakan dukungannya terhadap pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. Tiongkok siap memperdalam pembahasan teknis mengenai teknologi produksi, teknik penanaman, dan aspek budidaya lain yang dapat dikerjasamakan.

“Kami sangat mendukung pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. Kami siap memperdalam pembahasan, terutama terkait teknologi produksi, penanaman, dan aspek teknis lainnya yang dapat dikerjasamakan oleh kedua negara,” ujar Zhang.

Untuk komoditas kopi, kakao dan kelapa sawit, Zhang menyampaikan bahwa Tiongkok akan mendorong pembentukan kelompok kerja atau working group untuk membahas kerja sama komoditas unggulan Indonesia tersebut. Pembahasan teknis ini diharapkan membantu kedua negara mengidentifikasi peluang dan merumuskan tindak lanjut kerja sama.

Zhang juga menawarkan penguatan diskusi teknis dan kolaborasi penelitian, termasuk pemanfaatan drone tanpa awak, robot pertanian, dan AI. Tiongkok juga menyatakan kesiapan mengorganisasikan delegasi perusahaan untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran juga mengusulkan peningkatan kerja sama perdagangan produk susu, mengingat kebutuhan susu Indonesia sekitar 4 juta ton per tahun. Ia juga mengusulkan penelitian gandum sebagai salah satu upaya mendukung pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang masih bergantung pada impor.

Kedua menteri sepakat bahwa penguatan komunikasi dan pembahasan teknis diperlukan untuk menindaklanjuti berbagai peluang tersebut. Kemitraan Indonesia-Tiongkok diharapkan tidak hanya memperkuat perdagangan, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi nasional melalui transfer teknologi, penelitian, investasi, dan pengembangan industri hilir.

Melalui kerja sama yang semakin konkret, Indonesia mendorong penguatan kedaulatan pangan sekaligus peningkatan daya saing sektor pertanian. Kolaborasi dengan Tiongkok diharapkan membuka peluang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan menghasilkan produk pertanian bernilai tambah tinggi.

(Restu/BBPMKP)

4 Emas Judo Diharapkan Jadi Pemantik 100 Emas

0

Bogor | Jurnal Bogor

Keberhasilan tim judo Kota Bogor memborong empat medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 mendapat apresiasi dari Ketua KONI Kota Bogor, Dedy Sumarna.

Dedy menilai, torehan tersebut menjadi awal yang menggembirakan bagi kontingen Kota Bogor dalam upaya mengejar target 100 medali emas pada pesta olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.

Dia berharap keberhasilan judo menjadi pemantik semangat bagi cabang olahraga (cabor) lainnya untuk ikut menyumbangkan prestasi dan memperkuat posisi Kota Bogor dalam klasemen perolehan medali.

Empat medali emas judo tersebut diraih dari seluruh nomor kategori kata yang dipertandingkan di GOR Indoor B Pajajaran, Kamis (5/11/2026). Atlet Kota Bogor tampil dominan dengan menguasai podium tertinggi pada nomor Nage No Kata 1 Dan, Nage No Kata, Ju No Kata 1 Dan, dan Ju No Kata.

“Ini menjadi awal yang sangat baik bagi kontingen Kota Bogor. Kami mengapresiasi perjuangan atlet judo yang mampu mempersembahkan empat medali emas. Mudah-mudahan capaian ini bisa menjadi motivasi bagi cabor lainnya untuk mengikuti jejak judo,” ujar Dedy.

Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras, disiplin, serta persiapan panjang yang dilakukan atlet bersama jajaran pelatih sebelum turun di Porprov XV.

Meski demikian, Dedy mengingatkan bahwa perjuangan kontingen Kota Bogor masih belum berakhir. Seluruh atlet yang masih bertanding diminta menjaga konsentrasi dan semangat agar bisa memberikan hasil terbaik.

“Karena itu, seluruh atlet diharapkan tetap fokus, menjaga semangat, dan mengeluarkan kemampuan terbaik demi mengharumkan nama Kota Bogor,” harapnya.

Dedy juga menginginkan perolehan medali tidak hanya bertumpu pada satu atau dua cabang olahraga. Sebaliknya, kontribusi prestasi diharapkan datang secara merata dari berbagai cabor yang menjadi andalan Kota Bogor.

Dengan keberhasilan judo membuka keran emas, KONI Kota Bogor semakin optimistis target 100 medali emas pada Porprov XV Jawa Barat 2026 masih berpeluang diwujudkan.

Kekompakan, dukungan, dan kerja keras seluruh elemen kontingen menjadi modal penting untuk mengantarkan Kota Bogor meraih hasil maksimal dalam kompetisi tersebut.

** Fredy Kristianto

Judo Borong 4 Emas di Nomor Kata

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tim judo Kota Bogor tampil impresif pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Tidak tanggung-tanggung, kontingen Kota Hujan berhasil memborong empat medali emas sekaligus dari seluruh nomor yang dipertandingkan dalam kategori kata.

Empat emas tersebut diraih melalui nomor Nage-no-kata 1 Dan putra, Nage-no-kata putra, Ju-no-kata 1 Dan, dan Ju-no-kata. Hasil ini sekaligus menegaskan dominasi atlet judo Kota Bogor di nomor kata pada ajang olahraga terbesar tingkat Jawa Barat tersebut.

Koordinator Pelatih Judo Kata Kota Bogor, Yudi Wahyudi, mengatakan keberhasilan menyapu bersih seluruh medali emas tidak diraih dengan mudah. Sebab, persaingan di setiap nomor berlangsung ketat, terutama pada sektor putra senior yang diisi sejumlah atlet berpengalaman.

Bahkan, beberapa pesaing merupakan mantan juara Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Porprov pada edisi sebelumnya.

Menurut Yudi, ketatnya persaingan juga terlihat dari proses kualifikasi. Setiap kategori hanya meloloskan empat hingga lima daerah terbaik untuk berlaga di babak utama Porprov XV.

“Alhamdulillah, kerja keras kami membuahkan empat emas dari empat nomor yang dipertandingkan,” ujar Yudi seusai pertandingan, Kamis (5/11/2026).

Dia menjelaskan, capaian gemilang tersebut merupakan hasil dari proses persiapan panjang yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir.

Dukungan KONI dan Pemerintah Kota Bogor turut menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapan atlet. Berbagai program pembinaan dan uji coba, baik melalui try-in maupun try-out di tingkat nasional dan internasional, dijalani untuk mematangkan kemampuan para judoka.

Dengan hasil tersebut, tim judo Kota Bogor berhasil memenuhi target maksimal di kategori kata. Keberhasilan ini sekaligus menjadi modal positif bagi kontingen Kota Bogor dalam persaingan perolehan medali Porprov XV Jawa Barat 2026.

Adapun delapan atlet yang sukses menyumbangkan empat medali emas bagi Kota Bogor yakni:

Nage-no-kata 1 Dan

  1. M. Fadilah Nurcahyo
  2. Afgan Maulana

Nage-no-kata

  1. Ahmad Arya Pandawa
  2. Rafialy Rachmadana Sahrul

Ju-no-kata 1 Dan

  1. Rashaqua Dildara
  2. Chieka Edelweis

Ju-no-kata

  1. Yashinta Gustianti
  2. Puspita Dewi.

** Fredy Kristianto

43 Pejabat Dikukuhkan, RSUD Diminta Tingkatkan Pelayanan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sebanyak 43 pejabat nonstruktural Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kota Bogor dilantik dan dikukuhkan. Pengambilan sumpah dan pengukuhan dipimpin langsung Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

Turut disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Hanafi, serta Kepala BKPSDM Kota Bogor, Dani Rahadian, di Aula Tanah Sareal, RSUD Kota Bogor, Rabu (4/11/2026).

Dalam arahannya, Denny Mulyadi menyebut 43 pejabat tersebut sebagai sumber daya manusia (SDM) pilihan yang diharapkan mampu membawa perubahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bogor.

“Harapan organisasi yaitu RSUD Kota Bogor, bisa meningkatkan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik. Bapak ibu harus melek dan banyak memiliki kesabaran, karena dalam memberikan pelayanan kita tidak membeda-bedakan,” kata Denny Mulyadi.

Ia mengatakan agar seluruh pejabat memahami dan mengimplementasikan standar operasional prosedur (SOP) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya sebagai kepala ruangan.

Apabila dalam pelaksanaannya ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki, ia meminta agar segera dilaporkan kepada manajemen untuk dievaluasi dan disempurnakan. Langkah tersebut diperlukan guna mempercepat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.

Selain itu, dirinya menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan kesehatan. Menurutnya, transformasi digital harus diikuti dengan perubahan pola kerja agar pelayanan semakin efektif, praktis, dan tidak lagi bergantung pada cara-cara konvensional.

“Bapak ibu yang dikukuhkan harus memberikan masukan, bagaimana sarana kerja itu sudah ada di genggaman tangan bapak ibu, bukan lagi cari pulpen. Bisa melihat status pasien melalui genggaman tangan, memanfaatkan teknologi yang terus disempurnakan dan memudahkan bapak ibu,” pungkas Denny Mulyadi.

** Fredy Kristianto