29.2 C
Bogor
Wednesday, June 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 2

Bukan Hanya Sekdes, Kades Leuwisadeng Juga Lama tak Ngantor

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Warga Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor heran, ternyata bukan hanya Sekretaris Desa yang sudah lama tak masuk kantor begitu juga Kepala Desanya Rohim Hidayatullah pun sudah lama tak masuk kantor dan terkesan bersikap masa bodoh.‎

‎‎Informasi yang dihimpun Jurnal Bogor, Kades Leuwisadeng Rohim Hidayatullah dari setahun paling 3 atau 4 kali ngantor itu pun dia datang tidak jauh hanya urusan pertanahan.‎

‎”Dari setahun, paling  resminya kepala desa itu ngantor datang ke desa hanya sekali itupun  bertepatan adanya Musrenbang. Namun, setelah itu gak ngantor lagi,” ujar sumber yang tidak bersedia disebut namanya kepada Jurnal Bogor, Senin (22/6/2026).‎

‎Sejauh ini masyarakat juga dibuat bingung ketika membutuhkan kehadiran kepala desa  seperti keperluan tandatangan maupun stempel.‎

‎”Udah mau habis lagi jabatan kepala desa tetapi Pemerintah Desa Leuwisadeng belum juga ada perbaikan,” jelasnya. “‎Kepala desa  juga seringkali ganti nomor kontak jadi sampai hari ini sulit dihubungi ketika ada keperluan,” keluhnya.‎

‎‎Sebelumnya diberitakan, ‎warga di Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor mempertanyakan kinerja Sekretaris Desa Desa Leuwisadeng (KS) yang diduga sudah lama tak masuk kantor.‎

‎Bahkan sudah bukan rahasia umum lagi hingga kini menjadi perbincangan di lingkup Desa Leuwisadeng.‎

‎“Dari tahun 2025 hingga 2026 Sekdes sudah tak masuk kantor,” kata sumber yang tidak bersedia disebut namanya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (20/6/2026).‎

‎“Keliatannya sih udah lama ya tidak masuk,  bahkan dari tahun 2024 pun paling beberapa hari saja Sekdes itu  ngantor datang  ke kantor desa. Namun, setelah itu lama gak ngantor lagi sampe sekarang ini. Sepertinya Sekdes itu, secara ke dinasan  masih aktif tetapi keliatannya  sudah lama banget gak ngantor. Seharusnya pihak kecamatan menegur Sekdes yang sudah lama tak ngantor itu, jangan diem diem bae,” ungkapnya lagi.‎

‎Dia bahkan pernah melihat pada jam kerja Sekdes itu berada di pemancingan di Kampung Legok Manggu dan CE0 Cibeubeur 04. Padahal menurut  Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, jika Sekdes meninggalkan tugas selama 60 hari kerja berturut-turut tanpa alasan yang jelas, maka ia dapat dikenakan sanksi hingga pemberhentian tetap.‎

‎Jurnal Bogor berupaya konfirmasi melalui sambungan teleponnya terkait Sekdes Leuwisadeng yang disebut-sebut masyarakat sudah tahunan tak masuk kantor.  Namun Sekdes Leuwisadeng KS tak merespons.‎

‎Sementara Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana menyatakan siap menindaklanjuti informasi tersebut. “Nuhun informasinya, nanti pihak kecamatan melakukan pembinaan terhadap yang‎ bersangkutan,” singkatnya.

** Arip Ekon

Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor Dimulai

0

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, sudah mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 dengan melakukan pendataan perdana kepada Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Sensus Ekonomi ini berlangsung di kediaman wali kota di wilayah Kecamatan Bogor Timur, Senin 15 Juni 2026.

Kedatangan petugas BPS ini menjadi penanda dimulainya pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

Sensus ini merupakan kegiatan strategis nasional untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian.

Kepala BPS Kota Bogor, Raden Gandari Adianti Aju Fatimah, mengatakan pendataan terhadap kepala daerah menjadi langkah awal sebelum mereka menyasar masyarakat luas.

Dia menyebutkan, metode yang digunakan petugas BPS, yakni door to door atau dari rumah ke rumah.

“Ini adalah pendataan perdana Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor. Pada tahap awal ini, kami mengawali dengan mendata kepala daerah terlebih dahulu, yakni Wali Kota Bogor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah pendataan terhadap wali kota, kegiatan akan dilanjutkan kepada Wakil Wali Kota Bogor.

Selanjutnya, petugas akan menyisir seluruh wilayah untuk memastikan seluruh pelaku ekonomi tercatat.

“Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Saat ini seluruh daerah juga sedang melakukan pendataan kepada kepala daerah masing-masing sebagai bagian dari kick off Sensus Ekonomi 2026,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan menerima kehadiran petugas BPS dengan baik.

Dedie menegaskan, partisipasi warga sangat penting agar data yang dihasilkan akurat dan lengkap.

“Hari ini saya bersama keluarga menerima tim dari BPS Kota Bogor dalam rangka Sensus Ekonomi 2026 dengan tagline ‘Mencatat Ekonomi Indonesia’. Kegiatan ini berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026,” ucapnya.

Ia juga meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur wilayah hingga organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, keterbukaan warga akan membantu keberhasilan pendataan.

“Kepada seluruh masyarakat Kota Bogor, tolong bukakan pintu seluas-luasnya untuk para petugas BPS. Mari kita bantu mereka mendata dan memastikan seluruh masyarakat tercakup dalam Sensus Ekonomi Indonesia,” katanya.

Harapan yang sama juga disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Dia meminta seluruh masyarakat untuk mendukung kegiatan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan BPS Kota Bogor.

“Mari kita dukung penuh kegiatan Sensus Ekonomi yang dilakukan BPS Kota Bogor, dalam pendataan dan pencatatan kepada warga Kota Bogor,” ujar Jenal Mutaqin.

Sensus Ekonomi ini bakal menyasar berbagai skala usaha dan keluarga di seluruh wilayah Kota Bogor.

Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, BPS Kota Bogor telah memastikan kesiapan pelaksanaan di lapangan secara matang. BPS menurunkan ratusan petugas terlatih yang siap mengumpulkan data.

BPS Kota Bogor melibatkan 599 Petugas Pencacah Lapangan (PPL) door to door, 77 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) door to door, 3 PPL Usaha Besar (UB), serta 1 PML Usaha Besar (UB) untuk memastikan seluruh wilayah dan unit usaha dapat terdata dengan baik.

BPS Kota Bogor, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha di Kota Bogor untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Salah satu caranya menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026 dengan baik selama periode pendataan berlangsung.

Masyarakat juga tidak perlu ragu atau khawatir, karena setiap petugas resmi BPS yang turun ke lapangan selalu dilengkapi identitas.

Petugas BPS diwajibkan mengenakan atribut lengkap berupa rompi Sensus Ekonomi dan tanda pengenal (ID card) resmi.

Kegiatan ini diawali dengan pendataan perdana kepada pimpinan daerah Kota Bogor, yaitu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor.

Hal ini diharapkan menjadi bagian dari sosialisasi yang positif agar masyarakat bersedia menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026.

Teh Kumis Kucing: Minuman Herbal Khas Gunung Malang yang Mendunia

0

Tenjolaya | Jurnal Bogor
Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor kini punya kebanggaan baru berupa minuman herbal khas: Teh Kumis Kucing. Produk olahan Yayasan Karya Citra Desa Gunung Malang ini lahir dari program pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan tanaman obat keluarga di wilayah pegunungan Bogor.

Dari Kebun Toga ke Gelas Konsumen
Program dimulai melalui dukungan PT SMF [Sarana Multi Finance] Persero Tbk dan Yayasan Inspirasi Anak Bangsa dengan membangun central penanaman toga di Desa Gunung Malang. Tanaman kumis kucing ditanam dan dikelola langsung oleh Yayasan Karya Citra Desa, mulai dari penanaman hingga panen yang membutuhkan waktu sekitar 4-5 bulan.

“Ternyata dalam minuman tersebut terdapat banyak kandungan manfaat. Karya Citra Desa pun berinovasi dengan mengolahnya menjadi minuman teh. Ketika dipasarkan melalui marketplace, permintaan konsumen cukup banyak,” ungkap Martin, Ketua Yayasan Karya Citra Desa Gunung Malang, Senin(22/06/2026).

Keberhasilan ini membuat PT SMF dan yayasan pendamping berencana membantu proses perizinan BPOM, label halal, serta penyediaan peralatan produksi agar memenuhi standar pasar.

Khasiat Teh Kumis Kucing
Kumis kucing atau Orthosiphon stamineus memang dikenal luas dalam pengobatan tradisional Indonesia. Teh ini dibuat dari daun kumis kucing kering yang diseduh dengan air panas selama 5-10 menit.

Beberapa manfaat yang dikenal luas antara lain:
1. Menjaga kesehatan ginjal dan saluran kemih – Berfungsi sebagai diuretik alami yang membantu melancarkan buang air kecil dan mencegah infeksi saluran kemih.

2. Membantu menurunkan tekanan darah dan gula darah – Kandungan flavonoid dan asam rosmarinat membantu melenturkan pembuluh darah dan mendukung fungsi insulin.

3. Antiinflamasi dan antioksidan– Senyawa fenolik dan flavonoid dalam kumis kucing membantu meredakan peradangan dan melindungi sel dari radikal bebas.

4. Meringankan asam urat dan batu ginjal– Efek diuretiknya membantu mengeluarkan kelebihan asam urat dan mempercepat penyembuhan.

Meski bermanfaat, konsumsi teh kumis kucing tetap perlu bijak. Disarankan 1-2 cangkir per hari tanpa gula, dan konsultasi dokter diperlukan bagi ibu hamil, penderita ginjal kronis, atau yang sedang mengonsumsi obat tertentu.

Dampak Ekonomi untuk Desa
Selain manfaat kesehatan, program ini membuka peluang ekonomi baru bagi warga Gunung Malang. Yayasan Karya Citra Desa mendorong kader Posyandu dan PKK untuk menanam toga di pekarangan rumah karena tanaman ini sudah memiliki nilai jual di pasar.

“Ini menjadi sinyal baik untuk kedepannya, khususnya bisa memberdayakan masyarakat sekitar dengan tanaman toga yang produktif,” ujar Martin.

Dengan kombinasi kearifan lokal, pemberdayaan masyarakat, dan potensi pasar yang besar, Teh Kumis Kucing Gunung Malang berpotensi menjadi produk unggulan desa yang mendunia.

(Wawan Hermawanto)

Diskusi Kampoong Ecopreneur-Muhsinin Club: Potensi Wakaf Rp2.000 Triliun Masih Belum Tergarap Maksimal

0

Bandung | Jurnal Bogor – Potensi wakaf produktif di Indonesia dinilai masih sangat besar, namun belum diimbangi dengan tata kelola dan infrastruktur yang memadai. Hal tersebut mengemuka dalam acara Muhsinin Circle yang digelar oleh Muhsinin Club di Bandung, Sabtu (20/6/2026), yang mempertemukan para pengelola trust fund konglomerat dengan penggerak modal ventura wakaf produktif.

Founder Arunami Investment dan Yayasan Syamsi Dhuha, Eko Pratomo, mengungkapkan bahwa potensi makro wakaf nasional diperkirakan mencapai Rp2.000 triliun per tahun, dengan potensi wakaf uang sebesar Rp181 triliun per tahun. Namun, realisasi yang berhasil dihimpun saat ini baru sekitar Rp3,5 triliun atau tingkat konversinya masih di bawah dua persen.

“Masalah utama bukan pada ketiadaan dana masyarakat, melainkan pada kelangkaan tata kelola dan kanal institusional yang kredibel untuk menyerapnya,” ujar Eko dalam paparannya.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan krisis kanal kepercayaan yang membuat potensi dana wakaf belum dapat dimobilisasi secara optimal.

Pandangan serupa disampaikan oleh Jamil Azzaini, pendiri Kampoong Ecopreneur. Ia mendorong semakin banyak masyarakat terlibat dalam pengembangan wakaf produktif.

Jamil mencontohkan salah satu proyek wakaf produktif yang dinilai berhasil, yakni sebuah restoran Ampera di Bandung yang hingga kini terus menghasilkan manfaat dan nilai ekonomi bagi penerima manfaat wakaf.

Eko menjelaskan, infrastruktur kelembagaan wakaf di Indonesia masih relatif dangkal. Saat ini tercatat hanya terdapat 505 nazhir aktif dan 5.273 nazhir bersertifikasi SKKNI. Sementara itu, dari sekitar 451.000 titik aset wakaf nasional, sekitar 90 persen masih bersifat konsumtif dan statis, seperti lahan kosong maupun area pemakaman, dengan pertumbuhan hanya 4–5 persen per tahun.

“Hanya sekitar 10 persen aset yang memiliki potensi strategis untuk dikembangkan menjadi aset produktif,” katanya.

Ia mendorong perubahan paradigma dari aset pasif menjadi mesin ekonomi melalui konsep modal abadi (perpetual capital), yakni model pengelolaan yang menjaga nilai pokok aset tetap utuh, sementara hasil investasinya dimanfaatkan untuk membiayai berbagai program sosial dan misi wakaf.

“Pokok dilindungi penuh oleh syariat. Hanya hasil investasi yang dikonsumsi untuk operasional misi wakaf,” jelasnya.

Eko juga menilai regulator mulai membuka ruang modernisasi pengelolaan wakaf melalui berbagai instrumen baru, seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), securities crowdfunding, saham, dan reksa dana.

Selain itu, ia menyoroti masih banyaknya trust fund milik warga Indonesia yang ditempatkan di luar negeri, terutama di Singapura. Menurutnya, pembentukan trust fund idealnya berjalan beriringan dengan kebijakan tax amnesty agar dana yang selama ini tersimpan di luar negeri dapat kembali dan tercatat di Indonesia.

“Mau tidak mau, mereka yang membangun trust fund seperti itu kebanyakan masih menempatkannya di luar negeri, terutama Singapura,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Widjajanto mengisahkan pengalamannya mengelola trust fund milik dua konglomerat nasional. Ia menyebut lebih dari Rp200 triliun aset pribadi yang sebelumnya diparkir di luar negeri berhasil didaftarkan kembali saat program tax amnesty pada era pemerintahan Joko Widodo.

Widjajanto bahkan mengusulkan agar gagasan tax amnesty jilid ketiga kembali disuarakan kepada Prabowo Subianto dengan pengawasan yang ketat, sehingga dana yang berada di luar negeri dapat diarahkan untuk memperkuat ekosistem wakaf produktif nasional.

Dalam kesempatan tersebut, turut dipaparkan berbagai inisiatif pengembangan wakaf produktif yang tengah dijalankan Kampoong Ecopreneur, termasuk bisnis ekspor ubi ungu ke Singapura. Sementara itu, tim Eko Pratomo disebut telah menjalankan investasi berdampak (impact investment) pada sekitar 15 perusahaan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi berbasis wakaf di Indonesia. (*)

Dorong Peduli Lingkungan, Bank Sampah Mart Luncurkan Program Pilah Sampah di Sekolah

0

Bogor | Jurnal Bogor
Bank Sampah Mart meluncurkan program edukasi lingkungan sekolah bertajuk “Mari Pilah Sampah di Sekolah Melalui Bank Sampah!” guna mendorong praktik pengelolaan sampah yang sistematis di lingkungan pendidikan.

Program ini dirancang untuk membantu sekolah membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah yang dihasilkan. Melalui program ini, siswa diajak terlibat aktif dalam tiga tahapan yakni memilah sampah berdasarkan kategori organik, anorganik, dan residu; menyetorkan sampah terpilah ke unit bank sampah sekolah; serta memperoleh poin tabungan yang dapat ditukar dengan hadiah atau insentif.

Menurut Ketua Asobsi Kota Bogor Darga, Bank Sampah Mart memiliki pola pendekatan yang baik tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah, tetapi juga membentuk karakter hijau dan tanggung jawab lingkungan pada peserta didik sejak usia dini.

“Program ini sejalan dengan implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema gaya hidup berkelanjutan yang diterapkan di satuan pendidikan,” kata Darga, Minggu (21/06/2026).

“Kami mengajak seluruh sekolah di Indonesia untuk bergabung. Tujuannya sederhana menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih, dan mendidik siswa untuk lebih peduli pada bumi,” ujarnya lagi.

Sekolah yang tertarik berpartisipasi dapat menghubungi Bank Sampah Mart melalui WhatsApp di nomor 088809002226 untuk informasi pendaftaran dan pendampingan program.

Bank Sampah Mart adalah unit pengelola sampah yang fokus pada edukasi, pengumpulan, dan daur ulang sampah di tingkat komunitas dan institusi pendidikan.

(Wawan Hermawanto)

Warga Leuwisadeng Pertanyakan Sekdes tak Masuk Kantor

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Warga di Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor mempertanyakan kinerja Sekretaris Desa Desa Leuwisadeng (KS) yang diduga sudah lama tak masuk kantor.

Bahkan sudah bukan rahasia umum lagi hingga kini menjadi diperbincangkan di lingkup Desa Leuwisadeng.

“Dari tahun 2025 hingga 2026 Sekdes sudah tak masuk kantor,” kata sumber yang tidak bersedia disebut namanya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (20/6/2026).

“Keliatannya sih udah lama ya tidak masuk,  bahkan dari tahun 2024 pun paling beberapa hari saja Sekdes itu  ngantor datang  ke kantor desa. Namun, setelah itu lama gak ngantor lagi sampe sekarang ini. Sepertinya Sekdes itu, secara ke dinasan  masih aktif tetapi keliatannya  sudah lama banget gak ngantor. Seharusnya pihak kecamatan menegur Sekdes yang sudah lama tak ngantor itu, jangan diem diem bae,” ungkapnya lagi.

Dia bahkan pernah melihat pada jam kerja Sekdes itu berada di pemancingan di Kampung Legok Manggu dan CE0 Cibeubeur 04. Padahal menurut  Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, jika Sekdes meninggalkan tugas selama 60 hari kerja berturut-turut tanpa alasan yang jelas, maka ia dapat dikenakan sanksi hingga pemberhentian tetap.

Sementara, Kasi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Leuwisadeng Welly saat dikonfirmasi perihal Sekdes Desa Leuwisadeng tersebut belum merespons.

** Arip Ekon

Majelis Taklim Bekali Ibu-ibu Keterampilan Mengelola Emosi Saat Mood Berantakan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Di tengah berbagai tuntutan peran sebagai istri, ibu, sekaligus pengelola rumah tangga, kesehatan emosi menjadi salah satu aspek penting yang sering terabaikan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Majelis Taklim Al Madinatul Al Munawarrah, Greenland Foresthill Residence Semplak, Bogor menyelenggarakan kajian bertema Spiritual First Aid: pertolongan pertama saat mood berantakan, Minggu (21/06/2026).

Kajian ini diikuti kurang lebih 30 jamaah ibu-ibu dan berlangsung selama 120 menit dalam suasana hangat, reflektif, dan penuh makna menghadirkan Lili Marliyuana, Emotional Healing Therapist, yang sekaligus juga Direktur ABCo Therapy Center, yang mengajak peserta memahami pentingnya mengenali dan mengelola emosi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Bidang Ibadah dan Dakwah Majelis Taklim, Santi Andriyanti mengatakan bahwa kajian ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental dan emosional para ibu yang sering kali lebih fokus merawat orang lain daripada memperhatikan kondisi dirinya sendiri.

“Seorang ibu adalah pusat ketenangan dalam keluarga. Namun sering kali para ibu menyimpan kelelahan, kekhawatiran, dan berbagai beban emosi tanpa memiliki ruang untuk mengelolanya. Melalui kajian ini kami berharap para jamaah mendapatkan bekal praktis untuk menjaga kesehatan hati dan emosinya sehingga dapat menjalankan peran dengan lebih tenang dan bahagia,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Lili menjelaskan bahwa mood yang tidak stabil bukan sekadar persoalan perasaan sesaat. Menurutnya, perubahan suasana hati sering kali merupakan akumulasi dari kelelahan fisik, tekanan psikologis, konflik relasi, hingga kurangnya waktu untuk memulihkan diri secara spiritual.

“Banyak orang mengira dirinya tiba-tiba marah atau sensitif. Padahal biasanya itu adalah puncak dari berbagai emosi yang sudah lama menumpuk. Yang terlihat mungkin kemarahannya, tetapi di baliknya bisa ada kesedihan, kekecewaan, rasa takut, atau perasaan tidak dihargai,” jelasnya.

Dalam sesi tersebut peserta diajak memahami konsep ‘gunung es emosi’, yaitu kondisi ketika emosi yang tampak di permukaan hanyalah sebagian kecil dari apa yang sebenarnya sedang dirasakan seseorang. Peserta juga diajak mengenali berbagai tanda kelelahan emosi, seperti mudah tersinggung, sulit fokus, overthinking, kehilangan semangat, gangguan tidur, hingga menurunnya kualitas ibadah.

Menurut Lili, banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan emosi ketika masalah sudah terasa berat. Padahal, sebagaimana tubuh membutuhkan pertolongan pertama saat terluka, emosi juga membutuhkan penanganan sejak dini.

“Spiritual First Aid adalah keterampilan sederhana untuk menolong diri sendiri ketika hati sedang tidak baik-baik saja. Kita belajar berhenti sejenak, menyadari apa yang dirasakan, menerima emosi yang hadir, lalu menyerahkan segala beban kepada Allah. Ini bukan tentang menghilangkan masalah, tetapi mengelola respons kita terhadap masalah tersebut,” katanya.

Selain mendapatkan pemahaman mengenai hubungan antara pikiran, emosi, tubuh, dan spiritualitas, para peserta juga diperkenalkan pada konsep Spiritual First Aid: pertolongan pertama saat mood berantakan melalui formula sederhana S.A.F.E. (Stop, Acknowledge, Feel & Free, serta Entrust to Allah).

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Melalui metode ini, peserta diajak melakukan teknik tapping yang dipadukan dengan doa, penerimaan diri, dan pendekatan spiritual untuk membantu menurunkan intensitas emosi negatif.

Suasana menjadi semakin khusyuk ketika peserta melakukan refleksi diri dan latihan melepaskan berbagai emosi yang selama ini dipendam. Beberapa peserta tampak terharu ketika menyadari bahwa selama ini mereka lebih sering mengabaikan kebutuhan emosinya sendiri.

Santi menilai kegiatan semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama di tengah berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks.

“Kami berharap kajian ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan emosi bukanlah bentuk kelemahan, melainkan bagian dari ikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih sehat, lebih sabar, dan lebih dekat kepada Allah. Ketika hati seorang ibu tenang, insya Allah ketenangan itu akan mengalir kepada seluruh anggota keluarganya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis untuk mengenali, menerima, dan mengelola emosi secara sehat sehingga mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan dengan lebih tenang, bijak, dan penuh syukur.

“Mood yang sehat bukan berarti hidup tanpa masalah. Mood yang sehat adalah kemampuan untuk kembali tenang setelah diterpa berbagai ujian kehidupan,” pungkas Lili.

(Wawan Hermawanto)

Pegulat Kota Bogor Juara Kejurda Jabar 2026, PGSI Optimistis Bidik Emas Porprov

0

Bogor | Jurnal Bogor

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet gulat Kota Bogor. Pegulat andalan, Budi Ratmono, berhasil meraih gelar juara pertama pada nomor 52 kilogram gaya bebas (freestyle) dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Gulat Jawa Barat 2026 yang berlangsung di Bandung.

Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Bogor, Mulya Aryateja, mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, hasil ini menjadi bukti bahwa program pembinaan atlet gulat Kota Bogor berjalan ke arah yang positif.

“Alhamdulillah kami bersyukur atas prestasi yang diraih Budi Ratmono dengan menjadi juara di kelas 52 kilogram gaya bebas pada Kejurda Gulat Jawa Barat 2026. Ini merupakan hasil dari kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh tim yang selama ini mempersiapkan diri dengan maksimal,” ujar Mulya.

Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh atlet gulat Kota Bogor untuk terus meningkatkan kemampuan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang akan digelar pada November mendatang.

“Kami optimistis cabang olahraga gulat mampu memberikan hasil terbaik di Porprov nanti. Target kami tentu bisa mempersembahkan medali emas untuk Kota Bogor,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua KONI Kota Bogor, Dedi Sumarna. Menurutnya, raihan juara di Kejurda menjadi modal penting sekaligus indikator bahwa peluang gulat Kota Bogor bersaing di Porprov sangat terbuka.

“Selamat kepada Budi Ratmono dan keluarga besar PGSI Kota Bogor atas prestasi yang diraih. Ini menjadi kabar baik bagi dunia olahraga Kota Bogor dan menunjukkan pembinaan yang dilakukan sudah berada di jalur yang tepat,” ucap Dedi.

Dedi berharap momentum positif tersebut dapat terus dijaga hingga pelaksanaan Porprov Jawa Barat 2026. Ia optimistis para pegulat Kota Bogor mampu tampil maksimal dan menyumbangkan medali emas bagi kontingen Kota Bogor.

“Kami berharap prestasi ini menjadi pelecut semangat seluruh atlet. KONI Kota Bogor akan terus memberikan dukungan agar persiapan menuju Porprov berjalan optimal. Semoga pada November nanti cabang olahraga gulat mampu mempersembahkan medali emas untuk Kota Bogor,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

IKASI Kirim 18 Atlet ke Negeri Sembilan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kota Bogor mengirimkan 18 atlet untuk mengikuti Negeri Sembilan Open di Malaysia pada 25–30 Juni 2026. Kejuaraan tingkat Asia Tenggara tersebut dijadikan sebagai ajang try out sekaligus pematangan teknik dan mental atlet dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Ketua IKASI Kota Bogor, Subhan, mengatakan seluruh atlet yang diberangkatkan akan bertanding di tiga nomor senjata, yakni epee, foil, dan saber. Kontingen Kota Bogor terdiri dari atlet kategori kadet dan senior.

Menurutnya, keikutsertaan dalam Negeri Sembilan Open merupakan bagian dari program persiapan menuju Porprov Jawa Barat 2026. Dari 18 atlet yang diberangkatkan, sedikitnya 14 atlet diproyeksikan akan memperkuat Kota Bogor pada ajang multievent tingkat Jawa Barat tersebut.

“Kejuaraan ini kami jadikan sebagai try out untuk persiapan Porprov Jawa Barat 2026. Dari 18 atlet yang berangkat, sedikitnya 14 atlet merupakan bagian dari proyeksi tim Porprov,” ujar Subhan.

Ia menyebut sejumlah atlet yang dipastikan tampil di Negeri Sembilan Open sekaligus menjadi andalan Kota Bogor di Porprov nanti, yakni Adi, Anggi, Alfal, dan Atar di sektor putra, serta Rara, Najwa, Felisa, dan Zena di sektor putri.

“Nama-nama itu memang kami siapkan untuk tampil di Porprov. Sementara atlet lainnya juga kami harapkan bisa memberikan kejutan dan menunjukkan perkembangan selama mengikuti kejuaraan ini,” katanya.

Subhan menjelaskan, Negeri Sembilan Open menjadi kesempatan bagi para atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus mengasah mental bertanding menghadapi atlet-atlet dari negara Asia Tenggara yang memiliki kualitas kompetitif.

“Selain meningkatkan kemampuan teknik, kami ingin melihat mental bertanding atlet saat menghadapi persaingan di level internasional. Persaingan anggar di Asia Tenggara cukup ketat, sehingga ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sebelum Porprov,” jelasnya.

IKASI Kota Bogor pun memasang target meraih tiga medali emas pada kejuaraan tersebut. Target itu diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk tampil maksimal.

“Kami menargetkan tiga medali emas. Semoga seluruh atlet bisa memberikan hasil terbaik dan menjadikan kejuaraan ini sebagai modal penting menghadapi Porprov Jawa Barat 2026,” ungkapnya.

Subhan juga mengajak masyarakat Kota Bogor untuk memberikan doa dan dukungan kepada para atlet yang akan membawa nama daerah di kancah internasional.

“Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Kota Bogor agar para atlet diberi kesehatan, kelancaran, dan mampu mengharumkan nama Kota Bogor. Semoga hasil dari Negeri Sembilan Open menjadi bekal positif untuk meraih prestasi di Porprov Jawa Barat 2026,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Tim Pencak Silat Kota Bogor Kembali Raih Juara Umum POPWILDA Jabar Tahun 2026

0

Bandung | Jurnal Bogor

Kota Bogor kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung. Tim Pencak Silat Kota Bogor berhasil meraih gelar Juara Umum dengan mengoleksi total 17 medali, terdiri atas 5 medali emas, 6 medali perak, dan 6 medali perunggu.
Keberhasilan kontingen POPWILDA Kota Bogor tahun 2026 ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor. Dukungan anggaran yang diberikan meliputi fasilitas akomodasi, penginapan, perlengkapan pertandingan (apparel), hingga uang saku bagi atlet dan pelatih. Dukungan tersebut menjadi energi tambahan yang mendorong seluruh kontingen untuk bertanding secara maksimal demi mewujudkan target meraih gelar juara umum.
Motivasi yang diberikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor, Drs. Anas Rasmana, MM, menjelang pertandingan turut menjadi penyemangat bagi para atlet. Pesan dan dukungan yang disampaikan mampu membakar semangat juang para atlet untuk tampil gigih dan memberikan hasil terbaik bagi Kota Bogor.

Selain itu, perhatian dan dukungan langsung dari Sekretaris Dispora Kota Bogor selaku Ketua Kontingen yang hadir di arena pertandingan memberikan dorongan moral yang sangat berarti bagi para atlet. Kehadiran pimpinan kontingen di tengah-tengah perjuangan atlet membuat semangat bertanding semakin meningkat hingga akhirnya mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (Kabid PPO) BPK. Hotlan Jhon Meiti, ST, Dispora Kota Bogor beserta seluruh tim, yang selama persiapan hingga pelaksanaan kejuaraan terus memberikan motivasi serta membantu seluruh proses administrasi kontingen dengan baik. Kesiapan administrasi yang tertata rapi menjadi salah satu faktor pendukung suksesnya keikutsertaan Kota Bogor dalam ajang POPWILDA Jawa Barat 2026.
Tim Pencak Silat Kota Bogor sendiri berada di bawah asuhan Head Coach Solihin, yang dikenal sebagai salah satu legenda pencak silat Jawa Barat. Dalam menjalankan program pembinaan dan pendampingan atlet, Kang Solihin didukung oleh tim pelatih berpengalaman yang terdiri dari Kang Zaini, Kang Suparman Mamparaya, Rahmat Cahaya Kancana, dan Ibu Ade Triwahyuni.

Peraih mendali emas Nazmi Orlin Mulyana & Bulan Syarifanie Firmansyah

Salah satu atlet yang menjadi sorotan pada kejuaraan kali ini adalah Nazmi Orlin Mulyana. Atlet muda berbakat tersebut kembali menyumbangkan medali emas bagi Kota Bogor. Raihan ini menjadi medali emas keduanya secara beruntun di ajang POPWILDA setelah sebelumnya berhasil meraih medali emas pada POPWILDA Tahun 2024 yang berlangsung di Kota Depok.
Prestasi Nazmi semakin lengkap karena dirinya juga berhasil meraih gelar Juara Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pelajar Jawa Barat Tahun 2024 dan Tahun 2026. Konsistensi prestasi tersebut menjadikan Nazmi sebagai salah satu atlet pencak silat pelajar terbaik yang dimiliki Kota Bogor saat ini.

Head Coach Kang Solihin menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas perjuangan seluruh atlet dan tim pelatih yang telah bekerja keras selama masa persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari atlet, pelatih, orang tua, pengurus, hingga dukungan Pemerintah Kota Bogor melalui Dispora. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan membawa nama Kota Bogor semakin harum di tingkat Jawa Barat maupun nasional,” ujarnya.
Dengan torehan total 17 medali dan gelar Juara Umum cabang olahraga pencak silat, Kota Bogor kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama pencak silat pelajar di Jawa Barat. Prestasi ini menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bogor sekaligus bukti nyata keberhasilan pembinaan olahraga pelajar yang dilakukan secara berkesinambungan.
Perolehan Medali Pencak Silat Kota Bogor pada POPWILDA Jabar 2026:
Medali Emas : 5
Medali Perak : 6
Medali Perunggu : 6
Total Medali : 17