25.7 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 256

BMPS Kota Bogor Sukses Selenggarakan Diklat Bagi Guru BK se-Kota Bogor

0

Jurnal Bogor – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bogor bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Bogor, menyelenggarakan Pelatihan bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) sekolah swasta se-Kota Bogor.

Pelatihan dengan tema “Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman dan Inklusif serta Strategi Efektif Melawan Bullyin.”

Kedua materi disampaikan oleh pakar di bidang pendidikan dan Psikologi, yakni Intony Yuswanto, MBA, CI dan Pusda Sari, M.Psi.

Peserta sangat antusias dan mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh dari pukul 09.00 sampai dengan jam 15.00 WIB, Rabu (29/5/2024).

Ketua BMPS Ade Sarip dalam sambutannya menyampaikan, keberadaan BMPS harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota penyelenggara sekolah swasta.

“Untuk itu, dengan dukungan pihak sponsorship dari Diginusa Kompas Gramedia Group, BMPS Kota Bogor mampu menyelenggarakan pelatihan tanpa memungut biaya sepeserpun dari para peserta,” ujarnya.

Lanjut Ade, saat ini adalah waktunya untuk semua pihak berkolaborasi menjaga kualitas pendidikan di Kota Bogor, semua harus saling belajar berbagi hal-hal yang baik.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Irwan Riyanto, dalam sambutannya menyampaikan, guru BK adalah kunci keberhasilan dan kemajuan sekolah. Kadis menceritakan pengalamannya yang sering dinasihati saat sekolah oleh Guru BK.

“Saya bisa berdiri di depan Bapak dan Ibu, karena ada peran Guru BK saat saya menuntut ilmu,” tutupnya.

Yudi

Pertanian dan Peternakan, Jadi Andalan Ketahanan Pangan Desa Tugu Selatan

0

Jurnal Bogor – Kelompok Tani dan Peternak sapi perah tingkatkan program Ketahanan Pangan tahun 2023 yang berfokus pada sektor pertanian cabai dari Kelompok Tani (Poktan) Karya Tugu Mandiri dan dari Kelompok Peternak (Poknak) sapi perah Tirta Kencana.

Tema panen raya skala Desa digelar di area Kelompok Tani beralamat di Kampung Gandamanah, RT 03 RW 12, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (29/5/2024).

Kepala Desa Tugu Selatan, M. Eko Widiana mengatakan, Kegiatan perdana tersebut tentu tidak hanya menjadi moment penting bagi warga Desa Tugu Selatan, tetapi juga bagi seluruh komunitas disekitarnya yang turut serta dalam upaya peningkatan ketahanan pangan.

Menurut Casroni, Koordinator BPP Wilayah 7 menyampaikan, bahwa Kelompok Tani Karya Tugu Mandiri dan peternak sapi perah merupakan salah satu kelompok organik yang ada di Kecamatan Cisarua.

“Sudah beberapa kali binaan kami ini di training, baik di Lembang Bandung maupun di Cianjur, bahkan organiknya sudah terverifikasi. Mudah-mudahan ini sebagai langkah awal yang baik untuk program ketahanan pangan kedepan khususnya di Tugu Selatan ini. Selain disini, kami juga mengembangkan pertanian paprica diwilayah Desa Citeko,” terang Casroni.

Ditempat yang sama, Ketua Kelompok Tani Karya Tugu Mandiri Kamal, mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan atau support yang diberikan oleh Pemerintah Desa Tugu Selatan dan lembaga lainnya termasuk Pemerintah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

“Program ketahanan pangan sejauh ini bukan hanya disalurkan kepada Kelompok Tani semata, akan tetapi kepada kelompok peternak yang ada diwilayah Desa Tugu Selatan,” jelasnya.

Disini disebutnya, kata dia, home base atau tempat titik kumpulnya para anggota Kelompok Tani dan ini lahan pertama di Poktan Karya Tugu Mandiri. ” Mengucapkan terima kasih kepada Pemdes dan lembaga lainnya atas kepercayaan serta penyertaan modal untuk kami kelola diarea ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua BPD Tugu Selatan M. Agus Fatoni, mendukung sekaligus mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemerintah Desa dan kelembagaan lainnya termasuk kelompok tani dan peternak sapi perah yang ikut andil dalam program ketahanan pangan di Desanya.

Tiba-tiba ikut panen aja, sementara gak tau nanamnya kapan. “Saya apresiasi upaya Pemdes Tugu Selatan dan kita support para petani milenial serta peternak yang ada di Desa kita,” pungkasnya.

Yudi

Aksi Warga Jambuluwuk Bersihkan Sampah di Bantaran Sungai

0

Jurnal Bogor – Warga bersihkan sampah di bantaran sungai di wilayah Jambuluwuk yang berbatasan dengan desa Bojongmurni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Antusiasme warga gotong royong yang dilakukan atas keinginan dan swadaya masyarakat sekitar.

“Bersyukur dan berterima kasih kepada warga disini yang mau peduli dengan lingkungan, dan support diberikan oleh Pemdes Jambuluwuk juga Bojongmurni. Bahkan anggaran perbaikan ini bukan dari Dana Desa ya tapi murni swadaya warga,” ucap H. Fahmi, Kadus I Desa Bojongmurni, Rabu (29/5/2024).

Pihaknya berharap kedepan warga masyarakat tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai, karena hal tersebut akan berdampak buruk, bahkan bisa menjadi bencana.

“Iya, sudah diusulkan ke Kades dan BPD terkait masalah sampah akan coba kita buatkan Perdesnya. Jika ada warga yang buang sampah sembarang ke sungai, maka kita akan kenakan sanksi sosial. Kita akan pajang fotonya disekitar sini buat efek jera juga,” tegas Fahmi.

Sementara itu, Kasi Kesra Desa Jambuluwuk Indra Fei, mengaku bangga dan mengapresiasi upaya yang digagas Kadus I Bojongmurni serta warga sekitar.

Bahkan kata Indra, sumber anggaran tersebut Ia ketahui bukan berasal dari Dana Desa, melainkan swadaya masyarakat.

“Ini patut saya apresiasi warga yang ikut kerja bakti dimana kegiatan itu digagas Kadus. Semoga kebersamaan ini bisa terus dijaga dan dipertahankan hingga kapanpun,” ungkapnya.

Yudi

Penanganan Tanggap Darurat Bencana, Kepala UPT Jalan Jembatan Wilayah VI Cigudeg Lakukan Monitoring

0

JURNAL Inspirasi – Unit Pelaksana Tugas (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah VI Cigudeg rampung melakukan pemasangan bronjong akibat amblesnya jalan di Ruas jalan Nanggung – Curugbitung tepatnya di wilayah Desa Curugbitung, Nanggung, Kabupaten Bogor.

Saat monitorong penanganan tanggap darurat, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah VI Cigudeg Bobby  Wahyudi menjelaskan, pelaksanaan tanggap darurat bencana jalan ambles dan longsor yang terjadi pada Februari 2023.

“Di lokasi jalan itu, mengalami kerusakan jalan serta ambles sekitar 45 cm. Termasuk terjadinya  longsor di bahu jalan sepanjang 30 meter,” kata Bobby Wahyudi.

Diakuinya, akibat amblesnya jalan tersebut menjadi mempengaruhi  terhambatnya para pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat.

Saat monitoring ke lokasi penanganan tanggap darurat dia didampingi  para staf  UPT Jalan, hadir pula petugas dari Kecamatan Nanggung. Bobby menerangkan kejadian tersebut telah dilaporkan ke Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

“Sudah dilaporkan sebelumnya, mengingat beberapa waktu lalu pengadaan bahan matrerial dan bronjong  dari dinas belum tersedia, jadi waktu itu kami masih menunggu material yang diperlukan. Setelah pengadaan bahan material tersedia, maka di bulai Mei ini, kami segera ke lapangan untuk melaksanakan perbaikan jalan yang terdampak akibat bencana alam tersebut,” jelasnya.

Sementara penanganan jalan tersebut hampir rampung dan sudah 8 hari berlangsung pengerjaan. Akan tetapi, diakui Bobby monitoring kali ini pihaknya merasa masih adanya kekurangan untuk pemasangan bronjong kurang lebih 15 meter dan tinggi kurang lebih 3 m. Hal ini untuk menahan dinding penahan tebing (DPT) di lokasi jalan tersebut.

Maka itu, menurutnya, masih belum tuntas dan masih ada lagi yang harus ditangani lantaran  dilihat dari pasangan DPT di lokasi harus di tambah lagi pemasangan bronjong untuk menjaga DPT  jalan agar tidak mudah terjadinya longsor,

“Dikhawatirkan terjadi ambruk, jadi harus  adanya penambambahan kembali bronjong guna perkuatan,” paparnya.

Diharapkan hasil pelaksanaan perbaikan ini bisa bertahan cukup baik sampai nanti diperbaiki kembali melalui rekonstruksi jalan. “Kami upayakan semaksimal mungkin melaksanakan kegiatan pemeliharaan ini sesuai dengan kebutuhan anggaran yang ada,” tukasnya.

(arip ekon)

Pelepasan Siswa SMPN 1 Tamansari Sekaligus Pengukuhan Alumni Angkatan 39

0

Jurnal Bogor – Ratusan Siswa-siswi SMPN 1 Tamansari, Kabupaten Bogor, ikuti pelepasan peserta didik tahun 2024. Pelepasan peserta didik angkatan 39 tahun 2023/2024, mengusung tema “Terus berjuang Menggapai Cita-cita, Walau Tak Lagi Bersama”.

Ketua panitia penyelenggara Deni Hamdani mengatakan, sebanyak 364 siswa yang mengikuti pelepasan tersebut. Pihaknya mengundang 380 tamu undangan diantaranya, purnabakti kepala sekolah, guru, unsur muspika dan kepala desa.

“Siswa-siswi yang telah lulus jangan sampai putus di SMP saja, tetapi harus melanjutkan ke jenjang SMA maupun SMK,” tutur Deni, Senin (27/5/2024).

Ia menjelaskan, di SMPN 1 Tamansari, juga ada beberapa siswa-siswi yang berprestasi dengan nilai tertinggi yaitu, Zanneta Vania Wiguna, Siti Hadawiyah Dan Ridha Amelia.

“Kita tetap memfasilitasi para siswa untuk membantu mendaftarkan jenjang SMA maupun SMK dan kami sudah membuat tim,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Deni, acara pelepasan tahun ini ada yang berbeda yaitu ada penamaan angka 39, yang di angkatan sebelumnya tidak ada nama maupun angka.

“Sudah kita kukuhkan ketua alumni angkatan 39. Saya berharap terus berkomunikasi dan menjalin silaturahmi,” pintanya.

Di tempat yang sama, Camat Tamansari Yudi Hartono yang hadir sebagai tamu undangan menjelaskan, kegiatan Ini adalah ajang silaturahmi yang positif dan pihaknya mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Saya berharap seluruh siswa-siswi bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Yudi

Akses Jalan Menuju Wisata Sukajadi Rusak, Warga Minta Diperbaiki

0

Jurnal Bogor – Infrastruktur menjadi modal penting demi mendongkrak ekonomi di satu wilayah. Namun hal ini di rasakan warga Desa Sukajadi dan wisatawan. Pasalnya Akses jalan menuju kawasan wisata di Desa Sukajadi, Tamansari dalam kondisi rusak. Tampak material yang berlubang di sejumlah ruas jalan.

Apalagi saat diguyur hujan, lubang-lubang tersebut berubah menjadi kubangan air sehingga membahayakan pengguna jalan.

Salah satu pengguna jalan Rahman mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Menurutnya, kondisi tersebut tentu membuat tidak nyaman pengguna jalan.

“Saya memang baru melintas di jalan ini, rasanya tidak nyaman dengan kondisi jalan berlubang, apalagi kita mau berwisata,” ungkapnya, Selasa (28/5/2024).

Warga Kota Bogor itu juga khawatir jalan tersebut mengakibatkan kecelakaan. Dia berharap, instansi terkait segera memperbaiki jalan tersebut.

“Kalau terus dibiarkan, jalan itu malah bikin rusak kendaraan yang melintas,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukajadi, Ade Gunawan mengatakan, saat ini aktivitas pariwisata di wilayah desanya tengah berkembang. Namun hal itu belum didukung dengan akses jalan yang memadai.

“Memang setiap kali ada kerusakan, pihak pemerintah melalui instansi terkait selalu lakukan perbaikan. Tetapi kondisi ini sudah cukup lama dan belum diperbaiki kembali,” ucapnya.

Kendati demikian, peningkatan Jalan Sukajadi – Gunung Malang pada 2023 lalu pun belum juga rampung setelah mangkrak. Sehingga jalan tersebut acap kali terjadi kemacetan saat musim liburan.

“Dengan kondisi jalan rusak itu berimbas terhadap wisatawan yang hendak ke sini. Maka kami berharap pemerintah daerah segera memperbaiki melalui perawatan,” pungkasnya.

Yudi

Dialog Interaktif Aktivis PEPELING Dengan Mahasiswa di Unida Ciawi

0

Jurnal Bogor – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam PMM (Pertukaran Mahasiswa Merdeka) angkatan 4 tahun 2024 perwakilan dari berbagai Provinsi menggelar silaturahmi sekaligus dialog interaktif dengan aktivis dan penggiat lingkungan hidup komunitas PEPELING Puncak, Kabupaten Bogor.

Dialog interaktif digelar secara out door di area lapangan tepat depan Kampus Universitas Djuanda, Kecamatan Ciawi beberapa waktu lalu, membahas isu yang berkenaan dengan permasalahan lingkungan hidup dan sampah termasuk penanganannya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kang Taufik dan Kang Iwan Meichin dari Komunitas Pepeling yang sudah bersedia jadi narasumber terkait lingkungan  hidup dan segala permasalahannya termasuk sampah. Kegiatan ini kami sebut dengan inspirasi dan temen-temen di PMM yang berjumlah 21 orang dari berbagai Provinsi cukup antusias saat mendengarkan pemaparan tadi,” kata Ira Riswanih salah seorang mahasiswi Fakultas Hukum mewakili Universitas Djuanda Ciawi Bogor, Selasa (28/5/2024).

Saat ini kata Ira, permasalahan sampah menjadi momok menakutkan juga di mata masyarakat.

“Betapa pentingnya bagi kita untuk menjaga kelestarian alam dan peduli dengan lingkungan hidup terutama masalah sampah yang hingga kini belum bisa terurai meskipun sudah beragam cara menyelesaikannya. Disini butuh kesadaran kita sebagai warga masyarakat tidak mengandalkan kepada intansi terkait,” bebernya.

Menurutnya, Kehadiran rekan dari komunitas Pepeling setidaknya bisa memotivasi rekan-rekan mahasiswa lainnya yang tergabung dalam kegiatan PMM untuk bisa berkontribusi nyata ikut andil membantu salah satu program Pemerintah dalam bidang lingkungan hidup.

“Apa yang disampaikan tadi oleh pembicara sedikit banyak kita jadi tau apa yang mesti kita perbuat dan tentu ini bermanfaat, agar kita pun lebih aware lagi dengan lingkungan tempat kita berpijak,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Hilma Nabila salah seorang mahasiswi semester IV peserta PMM angkatan ke-4 tahun 2024 mewakili Universitas Malikussaleh Provinsi Aceh, menuturkan, bahwa dengan adanya kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka  tersebut, setidaknya mampu mengenal perbedaan kultur, baik budaya dan adat istiadat atau unsur lainnya dari masing-masing perwakilan Kampus yang ada di Nusantara ini.

Kegiatan ini sebagai bagian dari program Pemerintah dan diadakan pertama kalinya di semester genap jadi biasanya PMM itu digelar pada semester ganjil ya. Soal kedepannya sih kita belum tau pasti ya tapi isu-nya bakal ada PMM angkatan kelima (5).

“Kami berada diwilayah Ciawi ini sudah 4 bulan lamanya, dan ternyata memang benar bahwa Bogor ini sesuai dengan julukan yakni Kota hujan dimana punya keunikan tersendiri ya kami merasakan itu,” pungkasnya.

Yudi

Tiga Orang Pembawa Senjata Tajam di Amankan Pihak Polisi

0

Jurnal Bogor – Tiga orang yang diduga membawa senjata tajam ditangkap anggota Polsek Megamendung di Gang TK Melati, Kampung Ciratim, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor pada Senin (27/5/2024).

Informasi yang dihimpun, penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian. Anggota Piket yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Rahman Nurjaman, segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Pada pukul 02.00 WIB, petugas berhasil mengamankan tiga orang yang kedapatan membawa senjata tajam,” ujar Akp Dedi Hermawan, Selasa, (28/5/2024).

Ketiga pelaku yang diamankan adalah Sdr MA (21), Sdr RA (23), dan Sdr MAM (19). Dari ketiganya, polisi menyita enam buah senjata tajam sebagai barang bukti.

“Ketiga pelaku dibawa ke Polsek Megamendung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tidak ada korban dalam kejadian ini. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa enam buah senjata tajam,” ungkapnya.

Polsek Megamendung mengapresiasi kerjasama masyarakat dalam memberikan informasi yang membantu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

“Kasus ini akan dilanjutkan dengan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui motif di balik kepemilikan senjata tajam oleh ketiga pelaku, sampai dengan berita ini diturunkan para pelaku dalam proses tindakan hukum lebih lanjut,” tutup AKBP Dedi Hermawan.

Yudi

Gelar Bimtek Kompetensi, Kementan Beberkan Peran Penting Penyuluhan Pertanian

0

JURNAL Inspirasi – Sektor pertanian menjadi fokus utama pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat pada triwulan ketiga tahun 2023, sektor pertanian mencatat pertumbuhan sebesar 1,46 persen dan memberikan kontribusi sebesar 13,57 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran seluruh insan pertanian yang bekerja keras untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tak tekecuali penyuluh pertanian. Peran penyuluh sangat penting untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Memiliki pengalaman sebagai penyuluh pertanian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan perhatian besar kepada seluruh penyuluh pertanian. “Penyuluh pertanian adalah ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Mengingat betapa pentingnya penyuluh pertanian, Kementan tak henti-hentinya melakukan peningkatan kompetensi penyuluh pertanian. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan penyuluh pertanian berperan sebagai jembatan vital antara petani dengan informasi teknis, inovasi, dan praktik pertanian terbaru yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Mereka juga berperan dalam memfasilitasi adopsi teknologi pertanian yang berkelanjutan.

“Penyuluh pertanian memiliki tugas dan fungsi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Seorang penyuluh harus bisa menjadi motivator, inovator, fasilitator serta motor penggerak agribisnis pertanian”, tegas Dedi dihadapan lebih dari  seribu (1000) orang penyuluh pertanian yang mengikuti kegiatan pembukaan Bimbingan Teknis Kompetensi Penyuluhan Pertanian yang dilakukan secara online (27/05/24).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Muhammad Amin menjelaskan Bimtek  Kompetensi Penyuluhan Pertanian akan dilaksanakan selama 7 hari, mulai dari tanggal  27 Mei hingga 2 Juni 2024 yang dilaksanakan secara daring (online) serentak di UPT Pelatihan Pertanian ataupun lokasi lainnya. Tercatat 10.160 orang peserta yang terdiri dari 1.385 orang Penyuluh Pertanian Tenaga Harian Lepas (THL) Pusat dan 8.775 orang Penyuluh Pertanian THL Daerah.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian dengan memberikan pembekalan kemampuan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh penyuluh pertanian melalui bimtek serta memperluas jangkauan dan efisiensi pelaksanaan bimtek dan sertifikasi kompetensi jarak jauh”, papar Amin.

Amin menjelaskan bimtek ini merupakan pelatihan dasar fungsional bagi penyuluh yang akan dilanjutkan  dengan sertifikasi kompetensi.

“Mengingat masih rendahnya tingkat sertifikasi tenaga kerja di Indonesia, maka pelatihan ini dilaksanakan dengan mengarah pada pemenuhan standar kompetensi yang pada akhirnya mencetak tenaga kerja yang lulus uji kompetensi dan layak mendapat sertifikasi”, tambah Amin.

Miftakul Aziz, Anggota BNSP selaku  narasumber menjelaskan bahwa  Sertifikat Kompetensi  BNSP adalah pengakuan resmi atas keahlian seseorang di bidang tertentu, dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Indonesia.  Keahlian tersebut salah satunya adalah penyuluh pertanian, sertifikat ini menunjukkan bahwa pemegangnya telah memenuhi standar kompetensi nasional yang ditetapkan oleh BNSP untuk bidang pekerjaan atau industri tertentu.

“Proses penerbitan sertifikat melibatkan penilaian terhadap pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan praktis individu. Dengan memiliki sertifikat kompetensi BNSP, kredibilitas dan peluang karir penyuluh pertanian dapat meningkat. Selain itu dapat  memperkuat pengakuan profesional, serta memberikan kepercayaan kepada pemangku kepentingan terkait”, tutup Miftakul Aziz.

(BPPSDMP/BBPMKP)

Aksi Kekerasan Terjadi Pada Anak Remaja Dibawah Umur

0

Jurnal Bogor – Kasus kekerasan kembali terjadi di Bogor, yang viral di media sosial. Video yang berdurasi lima detik terlihat remaja dibawah umur melakukan kekerasan.

Terlihat dalam video kasus kekerasan terjadi di kawasan perumahan Harmoni, BNR, Desa Sukamatri, Kacamatan Tamansari, Kabupaten Bogor pada Jumat (24/5).

Aksi kekerasan yang melibatkan dua remaja di bawah umur. Korban nampak dipukuli berulangkali oleh pelaku.

Saat di konfirmasi, Kapolsek Tamansari Iptu Jajang membenarkan adanya kekerasan yang dilakukan anak remaja dibawah umur di kawasan Harmoni, BNR, Tamansari.

“Korban sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Bogor, karena wilayah hukum Tamansari, Kabupaten Bogor,” ungkap Iptu Jajang, Senin (27/5/2024).

Ia menghimbau kepada warga Tamansari untuk tidak keluar rumah baik siang atau malam hari setelah pulang sekolah, dan tidak membuat video yang tidak semestinya. Bukannya melaporkan ke pihak kepolisian malah memviralkannya.

“Untuk para orangtua harus menjaga anaknya di sela-sela pulang sekolah, agar anak terpantau kegiatannya,” tukasnya.

Yudi