30.2 C
Bogor
Friday, July 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 255

Tangani Masalah UMKM dan RTLH, JM Siapkan Program Bogor Sejahtera dan Bedah Rumah

0

jurnalinspirasi.co.id – Calon Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin tetap konsisten melakukan sapa warga setiap hari untuk menyerap aspirasi warga sekaligus mensosialisasikan semua program unggulan yang diusung pasangan Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin.

Hari ini, pria yang akrab disapa Kang JM itu melakukan sapa warga di wilayah Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Rabu (9/10/2024). Didampingi anggota DPRD dari fraksi Gerindra, Said Mohamad Mohan dan tim pemenangan Dedie-Jenal.

Menyusuri setiap gang dan jalan yang sempit, kehadiran mantan anggota DPRD tiga periode itu disambut antusias oleh warga yang mayoritas kaum ibu-ibu.

Pertemuan diawali Kang JM dengan pemaparan semua program unggulan yang diusung pasangan Dedie-Jenal diantaranya Bogor Pintar, Bogor Sehat, Bogor Sejahtera dan Bogor Sehat.

Warga pun merespon dengan baik semua pemaparan yang diungkapkan Kang JM, namun salah satu warga mengungkapkan aspirasi dan keluhannya dibidang usaha atau UMKM, pendidikan, kesehatan hingga bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Masih ada warga disini yang belum mendapat bantuan RTLH, padahal fakta dilapangan sangat membutuhkan. Selain itu disini juga banyak warga yang mempunyai usaha sebagai UMKM namun masih sekadarnya semoga Kang Jenal dan Kang Dedie dapat memberikan solusi bagi persoalan warga disini,” ucap salah satu warga saat berdialog dengan Kang JM.

Menyikapi aspirasi dan keluhan warga, Kang JM mengatakan bahwa terkait RTLH, terkadang bantuannya ketika realisasi di lapangan itu kurang mencukupi untuk mengakomodir semua kebutuhan warga.

Oleh karena itu, masih kata Kang JM, pasangan Dedie-Jenal dalam program Bogor Sejahtera sudah menyiapkan skema program salah satunya memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga Kota Bogor.

“Artinya, ke depan bantuan yang akan kami berikan itu bukan lagi RTLH namanya tetapi diganti menjadi program Bedah Rumah,” jelasnya.

“Program Bedah Rumah ini akan dilakukan bertahap, misal per tahun bisa dilakukan bagi 100 rumah, meskipun sedikit yang penting perbaikan rumah warga itu beres, tidak lagi ada keluhan belum beres, kurang ini, kurang itu, jadi harus beres semuanya,” tambahnya.

Selain itu, Kang JM menegaskan bahwa bantuan UMKM ini ke depan dari pasangan Dedie-Jenal tidak hanya dari permodalannya saja, melainkan menyiapkan tempat sehingga pelaku UMKM dapat tetap eksis memasarkan produknya.

Misal, sambung Kang JM, nanti diadakan kembali Car Free Day (CFD) di Kota Bogor. Nah di CFD ini nanti siapapun diperbolehkan berjualan sembari olahraga, silaturahmi dan berbelanja bersama.

“Jadi disetiap titik CFD kita bebaskan berjualan bagi warga Kota Bogor. Kemudian, ke depan juga jika pasangan Dedie-Jenal mendapat amanah untuk mengabdi di Kota Bogor, saya sudah bilang langsung dengan Kang Dedie untuk dibuat Perwali agar ASN belanjanya di UMKM Kota Bogor,” imbuhnya.

“Hal itu sudah terbukti di Surabaya, di mana ASN-nya diharuskan berbelanja ke UMKM dengan minimal belanja Rp500 ribu, jadi betul-betul pemberdayaan dan mengembangkan UMKM-nya,” katanya.

** Fredy Kristianto

Mayat Bayi di Kantung Plastik Gegerkan Warga Pasirjaya

0

jurnalinspirasi.co.id – Warga RT 02 RW 04, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat digegerkan dengan penemuan mayat bayi perempuan di teras sebuah rumah pada Rabu (9/10/2024).

Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan tali pusar yang masih melekat pada tubuhnya.

Kepala Satuan Reserse Krimanal (Kasat Reskrim) Polresta Bogor Kota AKP Aji Rizanaldi mengatakan bahwa peristiwa tragis tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang saksi berinisual R pada Rabu (9/10) sekitar pukul 07.30 WI .

“Awalnya R keluar dari rumah untuk menutup gerbang pagar yang sebelumnya diketahui terbuka. Kemudian di lantai teras rumahnya, ia melihat sebuah kantong plastik hitam yang awalnya dikira paket,” ujar AKP Aji Rizanaldi kepada wartawan.

Namun, kata dia, setelah dibuka isi kantung tersebut ternyata jasad bayi perempuan yang sudah meninggal dunia dengan kondisi tali pusar yang masih menempel pada tubuhnya.

“RR segera menghubungi saksi D, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Polsek Bogor Barat. Polresta Bogor Kota pun segera menurunkan tim Inafis ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa kondisi bayi,” ucap AKP Aji Rizanaldi,

Menurut AKP Aji Rizanaldi, mayat bayi tersebut kemudian dibawa ke RSUD Ciawi, Bogor untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab kematiannya.

“Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku yang tega membuang bayi malang tersebut,” ungkap AKP Aji Rizanaldi,

AKP Aji Rizanaldi, mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor ke pihak berwenang agar kasus ini dapat segera terungkap.

** Fredy Kristianto

Dokter Rayendra Dinilai Punya Pemikiran Luas untuk Umat Beragama

0

jurnalinspirasi.co.id – Calon Wali Kota Bogor 2024, Dokter Rayendra, menggelar dialog dan silaturahmi bersama tokoh Katolik Keuskupan Bogor di Gereja Katedral Bogor.

Kedatangan doktor jebolan S3 IPB University itu, disambut hangat oleh Mgr. Paskalis Bruno Kardinal Syukur, O.F.M selaku Uskup Keuskupan Bogor dan Romo Mikail Indro, selaku Romo Vikep Kemasyarakatan Keuskupan Bogor.

Dialog juga diikuti para pengurus Pemuda Katolik Kota Bogor. Obrolan dilangsungkan di ruang pertemuan Katedral.

Dalam dialog yang begitu hangat, Dokter Rayendra menyampaikan ucapan terimakasih atas penerimaan dirinya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat untuk Mgr. Paskalis yang 6 Oktober lalu diumumkan sebagai kardinal oleh Paus Fransiskus.

“Saya bersyukur diterima sangat baik di sini layaknya keluarga. Saya juga bersyukur karena Bapak Uskup terpilih menjadi kardinal. Mudah-mudahan terus sehat sampai pelantikan di Vatikan pada bulan Desember,” ucap Dokter Rayendra, Selasa (8/10/2024).

Dokter Rayendra selanjutnya menyampaikan harapan untuk kehidupan beragama di Kota Bogor. Ia menekankan, hadirnya tokoh agama turut berperan dalam menjaga budaya toleransi dan kehidupan beriman.

“Semoga harmoni keberagaman di Kota Bogor dapat terus terjaga, tentunya dengan hadirnya tokoh agama yang selalu berperan,” ujar Dokter Rayendra.

Sementara Mgr. Paskalis memberikan apresiasi tinggi untuk Dokter Rayendra. Ia menilai, Dokter Rayendra punya semangat tinggi dalam berkontribusi untuk kepentingan orang banyak, khususnya warga Kota Bogor.

“Saya ucapkan terimakasih, sebab kita perlu orang-orang berani yang mau memikirkan kepentingan bersama. Dalam konteks ini Pak Dokter yang mau mendayagunakan kekayaan pikiran dan gagasan untuk membawa kebaikan bagi umum,” ujar Mgr. Paskalis.

Lebih jauh, Mgr. Paskalis juga memuji perihal ihwal majunya Dokter Rayendra dalam Pilwalkot Bogor 2024.

“Bahwa hati adalah modal utama memang betul. Artinya panggilan jiwa untuk mengabdikan diri bagi masyarakat. Dan Pak Dokter sudah melakukan itu lebih dari dua tahun, bertemu masyarakat semua golongan. Saya kira, untuk menjadi pemimpin ya harus seperti itu,” jelas Mgr. Paskalis.

“Pemimpin bukanlah orang administratif kalo menurut saya. Pemimpin adalah orang yang memang menjumpai banyak masyarakat, dan melihat hal yang perlu dibenahi, kemudian dia menjawab tantangan itu,” lanjutnya.

Mgr. Paskalis pun menyatakan dukungannya untuk Dokter Rayendra maju sebagai pemimpin Kota Bogor.

“Jadi, saya dukung, orang-orang seperti Pak Dokter yang mau mengejar panggilan hati dalam membawa sesuatu yang baik untuk masyarakat,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Romo Indro. Ia turut mendoakan Dokter Rayendra yang membawa niat baik untuk Kota Bogor.

“Kita doakan untuk Pak Dokter dapat memimpin masyarakat. Kami mendukung dan mendoakan,” ucap Romo Indro.

Tak lupa, Romo Indro menyampaikan harapannya apabila Dokter Rayendra terpilih dalam Pilwalkot Bogor. Ia mengharapkan perhatian untuk guru-guru agama Katolik yang masih luput dari perhatian.

Selain itu, ia juga menyampaikan keluh kesah perihal sulitnya lahan pemakaman, terkhusus bagi jemaat Katolik yang kurang mampu. Hal ini disebabkan semakin sedikitnya lahan pemakaman yang ada di Kota Bogor.

Dokter Rayendra yang telah lebih dulu mengamati masah itu pun memberi jawaban.

“Itu memang menjadi program kami, yakni penyediaan lahan pemakaman. Sebab masyarakat di wilayah sudah banyak yang mengeluhkan pada saya tentang mahalnya biaya pemakaman. Maka dari itu, saya bertekad merealisasikan pemakaman gratis lewat program Bogor Tersenyum,” jawabnya.

“Lahan akan kita siapkan, jadi warga tidak usah memikirkan dan tidak usah bayar lagi 1,5 juta untuk pemakaman. Nanti tanggung jawab pemkot untuk melakukan itu,” lanjut Dokter Rayendra.

Selain itu, program Bogor Tersenyum juga menawarkan layanan gratis untuk ibu-ibu hamil yang akan melahirkan, sesuai permintaan warga.

“Saya punya mimpi bahwa nanti di Bogor ibu-ibu melahirkan bisa gratis, tapi hanya untuk istri pertama saja, soalnya saya di pesan dari ibu-ibu bikin aturan istri pertama. Istri kedua tidak boleh dibayarkan,” ujar Dokter Rayendra.

Mendengar jawaban itu, Romo Indro makin mantap. Namun ia menyampaikan satu harapan lagi untuk Dokter Rayendra.

“Kami juga menitipkan satu hal lagi dari gereja Katolik, masih ada PR gereja yang nanti mungkin bisa Pak Dokter pertimbangkan ketika menjabat, yakni kami belum ada penyelenggara Katolik sendiri di Kementrian Agama,” kata Romo Indro.

“Secara konstitusi, 6 agama diakui. Maka diperlukan juga perwakilan dari gereja Katolik untuk menjadi penyelenggara. Kami bukan bicara soal anggaran, tapi soal hak beragama,” lanjutnya.

Mendengar itu, Dokter Rayendra menyampaikan konitmen untuk memperhatikan kehidupan beragama yang masih luput dari perhatian. Salah satunya menyoal penyelenggara keagamaan.

Setelah dialog berlangsung lebih dari satu jam, tokoh Katolik yang hadir melangsungkan doa bersama untuk majunya Dokter Rayendra jadi Wali Kota Bogor. Doa berlangsung dengan khidmat sesuai cara berdoa masing-masing.

Mgr. Paskalis memimpin langsung doa yang diikuti tokoh dan pemuda Katolik.

“Mudahkanlah jalan Dokter Rayendra yang mau memikirkan dan melaksanakan kebaikan di Kota Bogor ini. Mudahkanlah Dokter Rayendra yang mau mengabdikan dirinya di kota ini. Terimakasih kepada-Mu, kami mohon berkat-Mu,” tutur Mgr. Paskalis memimpin doa.

Setelah dialog usai, Pemuda Katolik mengajak Dokter Rayendra berkeliling menengok lingkungan Gereja Katedral. Para jemaat yang menyadari Cawalkot nomor 5 itu berkunjung pun antusias.

Mereka bergantian meminta swafoto atau bersalaman langsung dengan dokter bergelar fellow kedokteran Asia itu.

Dokter Rayendra yang sedang berkeliling pun turut disambut hangat oleh Romo Paulus Haruno, Pastor Kepala Katedral Bogor.

Meski berlangsung singkat, pertemuan Dokter Rayendra dan Romo Paulus Haruno penuh makna. Romo Paulus tak mau kalah dengan jemaat untuk mengajak Dokter Rayendra berswafoto.

Setelahnya, ia mengucapkan harapan agar Dokter Rayendra sukses dalam kehidupannya.

** Fredy Kristianto

Dokter Rayendra Siap Naikkan BOP Kader Posyandu

0

jurnalinspirasi.co.id – Para kader Posyandu mengungkapkan bahwa mereka membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah, terutama dalam hal peningkatan Bantuan Operasional Posyandu (BOP).

Sejauh ini, BOP yang diterima oleh para kader posyandu begitu sangat minim.

Menanggapi hal tersebut, Dokter Rayendra menegaskan bahwa jika ia terpilih sebagai Wali Kota Bogor, peningkatan BOP bagi Kader Posyandu akan menjadi prioritasnya.

“Kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Saya akan memastikan bahwa BOP dinaikkan agar mereka dapat bekerja lebih maksimal dalam melayani masyarakat,” ujarnya Dokter Rayendra.

Lebih lanjut, Dokter Rayendra berjanji untuk menyiapkan layanan darurat yang lebih baik.

Bahkan Dokter Rayendra berencana membentuk call center khusus yang akan dilengkapi dengan ambulans dan tenaga medis yang siap siaga.

“Dengan begitu, warga yang membutuhkan bantuan medis bisa mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat,” ucap Dokter Rayendra yang juga lulusan S3 IPB University.

Selama dialog interaktif dengan warga, Dokter Rayendra juga, banyak masukan dan keluhan yang disampaikan terkait masalah BPJS, seperti sulitnya mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran dan kurangnya pelayanan yang memadai.

Dokter Rayendra berharap dapat menyampaikan visinya kepada masyarakat bahwa perubahan di Kota Bogor bisa terwujud jika warga dan pemimpin bekerja bersama.

** Fredy Kristianto

Barraja Deklarasi Berikan Dukungan Menangkan Rudy-Jaro

0

JURNAL Inspirasi – Dukungan kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Rudy Susmanto-Ade Ruhandi atau Jaro Ade di Pilkada Kabupaten Bogor 2024 terus bertambah.

Kali ini dukungan itu datang dari relawan bernama Barisan Relawan Rudy-Jaro Ade (Barraja).

Mereka mendeklarasikan dukunganya di Garbera Hotel and Convention di Megamendung, Kabupaten Bogor pada Rabu, 9 Oktober 2024.

Ketua Barraja, Rausan Ali Syahnurqi mengatakan, relawan ini dibentuk atas inisiatif untuk memajukan Kabupaten Bogor, salah satunya dengan memberikan dukungan kepada pasangan Rusy Susmanto-Jaro Ade.

Ali juga menegaskan, relawan yang dibentuknya memiliki tanggungjawab untuk menjadikan Rudy dan Jaro Ade sebagai bupati dan wakil bupati Bogor periode 2024-2029.

“Kami berharap pasangan calon yang kita dukung ini menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Rudy dalam sambutan dan arahannya.
Pengusaha muda itu juga menegaskan, Barraja bukan kerumunan atau kelompok yang mudah tumbang.

“Kita barisan yang kokoh untuk memenangkan Pilkada Kabupaten Bogor, seperti api yang membakar semangat,” ujar Ali.

Sementara itu, calon bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan terima kasihnya atas dukungan yang diberikan Barraja.

Rudy juga sempat menceritakan tentang dirinya kepada relawan, di mana ia memulai karir politiknya dari nol.

“Itulah saya. Saya memulainya dari nol,” kata Wasekjen DPP Gerindra ini.
Ia juga menyampaikan alasannya maju dan ikut berkontestasi pada Pilkada 2024. Menurut Rudy, sebelumnya dirinya tidak punya niatan maju sebagai calon bupati Bogor.

Namun, niatannya itu berubah setelah Presiden terpilih Prabowo Subianto memintanya untuk memenangkan pilkada.

Sebab, lanjut Rudy, Prabowo sangat menginginkan percepatan infrastruktur di Kabuaten Bogor, termasuk mensejahterakan masyarakat bumi Tegar Beriman.

Rudy juga menegaskan, ia dan Jaro Ade susah mewakafkan tenaga dan pikirannya untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Bogor.

“Mudah-mudahan lima tahun ke depan Bogor akan lebih maju, aman dan sejahtera,” imbuh Rudy Susmanto.

(yev/rls)

Rudy Susmanto Diminta Prabowo Majukan Kabupaten Bogor

0

JURNAL Inspirasi – Jangan ada lagi warga yang menanam pohon pisang dan ternak lele ditengah jalan lagi, itu menjadi salahsatu pesan yang dititipkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto kepada Calon Bupati (Cabup) Bogor nomor urut 1, Rudy Susmanto.

Selain persoalan Infrastruktur, Prabowo menitikberatkan persoalan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor kepada Rudy Susmanto.

“Saya dititipkan pesan oleh pak Prabowo Subianto yang pada 20 Oktober ini dilantik menjadi Presiden, beliau meminta jangan sampai ada lagi warga yang menanam pohon pisang dan lele di tengah jalan,” kata Rudy Susmanto saat bersilaturahmi dengan relawan Bogor Bangkit di Keluraha Pabuaran, Kecamatan Cibinong, pada Rabu (9/10/24).

“Kata kiasan itu menggambarkan bahwa Pak Prabowo menginginkan jangan lagi ada infrastruktur di Kabupaten Bogor yang rusak,” sambung Rudy.

Seluruh pesan yang dititipkan kepada Wasekjen DPP Gerindra ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, Prabowo Subianto tidak tinggal di Istana Presiden baik di Jakarta atau di Bogor.

Pak Prabowo, kata Rudy, akan tinggal di Padepokan Garuda Yaksa di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor selama menjabat sebagai Presiden.

“Beliau (Pak Prabowo) sudah menyatakan tidak akan tinggal di Istana Presiden. Beliau akan tinggal di Bojong Koneng selama menjabat menjadi Presiden,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata Rudy, pesan itu harus direalisasikan karena Kabupaten Bogor merupakan halaman atau tempat tinggal orang nomor 1 di Republik Indonesia.

“Insya allah pesan tersebut yang akan menjadi pemacu saya untuk merealisasikannya. Apalagi, yang memonitoring pekerjaan saya jika menjadi Bupati Bogor, bukan hanya lembaga resmi, tapi langsung Presiden,” tegasnya.

Rudy mengaku, salah satu alasan Prabowo memilih tinggal di Kabupaten Bogor karena merasa hutang budi. Perjuangan warga Kabupaten Bogor untuk pak Prabowo sangat banyak.

Dimulai dari Pilpres 2009, 2014, 2019 hingga akhirnya terpilih menjadi Presiden pada 2024 ini, warga Kabupaten Bogor selalu konsisten memenangkan Prabowo Subianto.

“Belai punya hutang budi kepada masyarakat Kabupaten Bogor. Selama 20 tahun, disetiap Pilpres, Prabowo selalu menang di Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, beliau akan memajukan Bumi Tegar Beriman dari semua aspek, bukan hanya dari APBD, tapi akan dibantu dari Pusat,” tukasnya.

(yev/rls)

Panwascam Tamansari Memastikan Kampanye Sesuai Peraturan KPU

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Tahapan pemilihan pilkada telah memasuki masa kampanye Calon Bupati, Wakil Bupati dan Gubernur Wakil Gubernur Jawa Barat, dimulai dari tanggal 25 September hingga 23 November 2024.

Panwascam Tamansari tengah melakukan pengawasan jalannya masa kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati di wilayah Tamansari, namun hingga saat ini baru hanya satu Paslon yang melakukan kampanye, yakni pasangan Bayu-Mus.

“Iya, baru satu Paslon yang melakukan kampamye di wilayah Kecamatan Tamansari, yakni pasangan Bayu-Mus,” kata Anggota Panwaslu Kecamatan Tamansari (Kordiv PPPS), Dicky Mulyadi, kepada Jurnal Bogor, Rabu (09/10).

Ia menjelaskan, Panwascam mengawasi jalanya kampanye serta memastikan kegiatan kampanye sesuai peraturan KPU no 13 tahun 2024.

“Adapun larangan-larangan berkampanye, menggangu keamanan, ketentraman dan ketertiban umum, merusak atau menghilangkan APK, menggunakan fasilitas pendidikan, dan sarana ibadah, melakukan pawai yang dilakukan berjalan kaki serta melakukan kegiatan kampanye di luar jadwal yang telah ditentukan oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten,” jelasnya.

Lebih lanjut, dilapangan selama ini belum terjadi malakuka pelanggaran selama jalannya kampanye di wilayah Kecamatan Tamansari.

“Berharap setiap Paslon Bupati dan Wakil Bupati dalam kegiatan kampanye tidak melakukan pelanggaran sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. Yudi

Dewan Bentuk Pansus Raperda Narkotika, Tri Riyanto Jadi Wakil Ketua Pansus

0

jurnalinspirasi.co.id – DPRD Kota Bogor telah resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang bertugas untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Diketahui, Pansus ini dipimpin oleh Hj. Hakana sebagai Ketua dan Tri Riyanto Andika Putra dari Fraksi Partai Nasdem sebagai Wakil Ketua.

Dalam kesempatan ini, Tri Riyanto mengatakan bahwa pembentukan Pansus merupakan langkah strategis dalam upaya untuk menanggulangi permasalahan narkotika yang semakin mengkhawatirkan di Kota Bogor.

Menurut dia, narkotika bukan hanya masalah hukum, tetapi juga kesehatan masyarakat dan keamanan.

“Kami berharap Raperda ini dapat memberikan kerangka kerja yang jelas dan efektif untuk pencegahan serta penanganan penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (9/10/2024).

Menurut dia, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam melawan peredaran gelap narkotika.

“Kami akan melibatkan berbagai pihak dalam pembahasan ini, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat. Dengan dukungan semua elemen, kami yakin bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi generasi mendatang,” jelasnya.

Ia berharap, pansus dapat segera merumuskan Raperda yang komprehensif dan berdampak positif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika di Kota Bogor.

“Rapat-rapat awal Pansus akan segera dijadwalkan untuk membahas draf Raperda serta melibatkan stakeholder terkait,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Jamin Kebebasan Beribadah Umat Kristiani, Sendi-Melli Komitmen Jaga Kerukunan Beragama

0

jurnalinspirasi.co.id – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor nomor urut satu, Sendi Fardiansyah dan Melli Darsa (Sendi-Melli) menegaskan bakal komitmen dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Bogor.

Salah satunya, Sendi-Melli menjamin kebebasan beribadah bagi umat Kristiani di Kota Bogor, yang saat ini beribadah di ruko maupun mal.

Hal itu diungkapkan Calon Wali Kota Bogor Sendi Fardiansyah saat bertemu dengan puluhan pemuka agama umat kristiani, belum lama ini.

Sendi Fardiansyah berjanji untuk melindungi mereka sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 29.

Selama proses perizinan sudah dilakukan dan tidak menimbulkan konflik sosial dengan warga sekitar.

“Selama kita semua mematuhi aturan yang berlaku dan proses administrasi sudah dilakukan dengan benar, jika saya diamanati menjadi Wali Kota, maka tidak ada alasan saya untuk menghambat maupun menghalangi peribadatan ibu-ibu dan bapak-bapak,” kata dia.

Sendi juga berjanji untuk membuka pintu dialog sebesar-besarnya untuk setiap permasalahan yang dihadapi umat Kristiani di Kota Bogor.

Sendi melanjutkan, pihaknya tidak akan membuat kebijakan yang berkaitan dengan umat Kristiani tanpa terlebih dahulu melakukan dialog.

“Kunci dari hubungan yang rukun dan harmonis adalah tersedianya ruang dialog. Insyaallah jika saya terpilih, ruang-ruang itu (dialog) akan selalu saya buka demi menjaga kondusifitas bermasyarakat,” terang Sendi.

Di sisi lain, Sendi Fardiansyah juga akan memasukan insentif bagi petugas pengelola gereja atau koster dalam program yang akan dijalankan.

Yakni pemberian dan kenaikan tunjangan atau biaya operasional untuk petugas pengelola masjid, gereja, RT, RW dan lainnya.

“Saya punya program untuk menaikkan kesejahteraan para penjaga rumah ibadah. Bukan hanya marbut masjid, tapi juga koster di gereja. Ini di luar BOP untuk RT dan RW, ya,” ujar Sendi.

Selain itu, penataan PKL dan lalu lintas di seputar Kota Bogor juga akan menjadi perhatian pria asal Bojong Neros ini sehingga umat Kristiani tidak terhambat saat pergi ke gereja atau tampat peribadatan.

** Fredy Kristianto

Seleksi Dewas Pasar Pakuan Jaya Disoal

0

jurnalinspirasi.co.id – Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang mempertahankan Ketua Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ), Gatut Susanta menuai sorotan berbagai pihak.

Hal itu lantaran, Pemkot Bogor membuka seleksi bagi dua posisi anggota dewan pengawas yang dimulai sejak 2 hingga 8 Oktober 2024. Namun, tidak untuk posisi ketua.

Ketua BEM RI Bogor Raya, Fauzilyan, mempertanyakan kebijakan dan alasan penunjukan kembali ketua dewan pengawas.

Kata dia, seharusnya semua calon ikut seleksi, termasuk ketua. Apabila memang berprestasi, sebenarnya tidak masalah untuk ikut seleksi lagi.

“Harus ya satu paket, ketiganya ikut seleksi. Kalau alasannya karena berprestasi, ikut seleksi lagi saja dan kalau pun benar bagus tentu akan lolos lagi,” ujat Fauzilyan dikutip Selasa (8/10/2024).

Selain itu, ia juga menyinggung adanya sorotan dari Komisi II DPRD Kota Bogor belum lama ini, terkait kinerja Direksi Perumda PPJ yang dinilai masih jauh dari kata sehat dalam hal status keuangan dan revitalisasi pasar yang belum selesai.

Menurutnya, hal itu juga menimbulkan pertanyaan, jika ketua Dewas dianggap berprestasi lantas kenapa pengawasan atas Perumda PPJ kurang optimal.

“Ada revitalisasi 11 pasar yang belum rampung. Ini kan menjadi alasan juga, kalau ketua Dewas punya prestasi, kenapa hal ini bisa kurang maksimal dalam hal pengawasan?,” tegasnya.

Ia menilai bahwa proses seleksi ulang calon dewan pengawas seharusnya dilakukan untuk mencari sosok yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dividen.

Lebih lanjut, sambung dia, harus dilakukan seleksi ulang untuk semua calon Dewas agar dapat memilih sosok yang mampu berkontribusi maksimal terhadap PAD.

Fauzilyan juga menegaskan pentingnya Pemkot Bogor serius dalam mengelola BUMD dengan proses meritokrasi yang bersih tanpa ada kepentingan individu atau golongan.

Ia menekankan bahwa menurunnya kontribusi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor disebabkan oleh kurang optimalnya pengawasan terhadap BUMD tersebut.

“Jangan sampai kontribusi terhadap APBD Kota Bogor menurun akibat kurang maksimalnya pengawasan terhadap BUMD itu,” tandasnya.

** Fredy Kristianto