30.4 C
Bogor
Friday, March 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 25

Pengunjung Poliklinik Anak RSUD R. Moh. Noh Nur Diedukasi Pencegahan Campak Dan Hand Hygiene

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menggelar kegiatan edukasi kesehatan tentang pencegahan campak pada anak serta pentingnya hand hygiene bagi orang tua dan pasien yang berkunjung ke Poliklinik Anak, Senin (10/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini berlangsung hangat dan interaktif di ruang tunggu rawat jalan. Melalui edukasi tersebut, tenaga kesehatan RSUD R Moh Noh Nur mengajak para orang tua untuk lebih mengenali gejala campak, cara mencegah penularannya, serta membiasakan anak menjaga kebersihan tangan sejak dini serta untuk membiasakan diri mencuci tangan dengan benar dan dapat membantu menurunkan risiko penularan penyakit menular pada anak.

Selain penyampaian materi, tenaga kesehatan juga mempraktikkan langsung langkah cuci tangan yang benar sehingga mudah dipahami dan diikuti oleh anak-anak maupun pendamping pasien.

“Cuci tangan pakai sabun sebaiknya dilakukan sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah beraktivitas di luar rumah agar kuman tidak mudah masuk ke tubuh,” ujar Neng Sri Nurhasanah, S.Kep., Ners.

Kegiatan edukasi ini dipandu oleh tenaga kesehatan dari Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) bersama Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif agar pesan kesehatan dapat diterima dengan baik oleh peserta.

Manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur menegaskan bahwa kegiatan edukasi kesehatan seperti ini akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat. Manajemen rumah sakit menilai bahwa edukasi kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran orang tua terhadap upaya pencegahan penyakit pada anak.

Menurut pemateri, kebiasaan sederhana seperti rutin mencuci tangan dan mengenali tanda awal campak merupakan langkah efektif untuk melindungi kesehatan anak sehari-hari.

“Campak merupakan penyakit menular yang dapat menimbulkan komplikasi serius, namun dapat dicegah melalui imunisasi dan deteksi dini,” jelasnya.

Campak sendiri merupakan penyakit menular yang berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, RSUD R. Moh. Noh Nur mengimbau para orang tua untuk segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila menemukan gejala yang mengarah pada campak agar anak mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

(yev/cc)

Berpengalaman, Berakar, dan Berani: PKB Jawa Barat On The Way 2029

0

Bandung | Jurnal Bogor
Kepengurusan DPW PKB Jawa Barat periode 2026–2031 yang baru saja dikukuhkan bukan sekadar pergantian struktur organisasi. Ia adalah sinyal kuat kesiapan politik menuju Pemilu 2029. Dari komposisi hingga kualitas personalia, PKB Jawa Barat hari ini tampil sebagai mesin politik yang lengkap: matang secara pengalaman, kokoh secara ideologis, dan berani menatap masa depan.

Di bawah kepemimpinan Syaiful Huda, Ketua DPW PKB Jawa Barat yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi V DPR RI, arah perjuangan partai dipandu oleh figur dengan rekam jejak nasional, kapasitas legislasi yang teruji, serta jejaring kebijakan yang luas. Kepemimpinan ini diperkuat oleh kehadiran empat anggota DPR RI aktif, yakni Syaiful Huda, Oleh Soleh, Sujatmiko, dan Rina Saadah. Komposisi ini menegaskan bahwa PKB Jawa Barat memiliki kekuatan strategis di pusat kekuasaan nasional.

Tak hanya kuat di parlemen, PKB Jawa Barat juga ditopang oleh tujuh kepala daerah dan wakil kepala daerah aktif. Kehadiran para eksekutif daerah ini mencerminkan pengalaman nyata dalam tata kelola pemerintahan, sekaligus menjadi bukti bahwa kader-kader PKB mampu menjawab tantangan kepemimpinan di tingkat daerah.
Pengalaman birokrasi, kemampuan eksekusi kebijakan, serta kedekatan dengan problem riil masyarakat menjadi modal penting menuju 2029.

Struktur kepengurusan juga diperkuat oleh seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, memastikan kesinambungan garis politik dari pusat hingga daerah. Konsolidasi internal menjadi lebih solid, koordinasi kerja politik lebih efektif, dan langkah-langkah pemenangan dapat dijalankan secara terukur dan terencana.

Lebih dari itu, komposisi DPW PKB Jawa Barat juga ditopang oleh pengurus-pengurus yang kuat di basis dan daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Mereka adalah kader dengan talenta politik yang mumpuni, memiliki kedekatan langsung dengan konstituen, memahami peta sosial dan kultural wilayahnya, serta teruji loyalitas dan militansinya dalam kerja-kerja partai. Kekuatan akar rumput inilah yang menjadikan PKB Jawa Barat tidak hanya besar di struktur atas, tetapi juga solid dan hidup di tingkat bawah.

Yang membuat kepengurusan PKB Jawa Barat semakin relevan dengan tantangan Pemilu 2029 adalah akomodasi yang serius terhadap generasi muda, khususnya Gen Z. Keterlibatan anak-anak muda dalam struktur kepengurusan bukan sekadar simbol regenerasi, melainkan strategi sadar untuk merespons perubahan demografi pemilih. Gen Z dihadirkan sebagai penggerak gagasan, pengelola isu-isu digital, jembatan komunikasi politik baru, sekaligus wajah masa depan PKB Jawa Barat. Dengan ruang yang terbuka bagi kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan muda, PKB menunjukkan diri sebagai partai yang adaptif, inklusif, dan tidak terjebak pada pola lama.

Namun, kekuatan PKB Jawa Barat tidak berhenti pada struktur formal dan jabatan publik. Partai ini juga berakar kuat pada kekuatan tradisional kiai dan pesantren—fondasi historis dan ideologis PKB sejak kelahirannya. Hal ini tampak jelas dalam momen pengukuhan kepengurusan, di mana hampir seluruh Ketua PCNU se-Jawa Barat hadir. Kehadiran para pimpinan NU tersebut menjadi penegasan bahwa PKB Jawa Barat tetap berada dalam khidmat kepada ulama, pesantren, dan nilai-nilai ke-NU-an.

Perpaduan antara kekuatan struktural modern, basis dapil yang solid, energi Gen Z, dan legitimasi kultural pesantren inilah yang menjadikan PKB Jawa Barat memiliki keunggulan kompetitif yang utuh. Di satu sisi, PKB adaptif terhadap dinamika politik kontemporer dan perkembangan teknologi; di sisi lain, tetap berpijak pada otoritas moral kiai dan tradisi pesantren yang hidup di tengah masyarakat Jawa Barat.

Komposisi kepengurusan DPW PKB Jawa Barat juga merepresentasikan lintas generasi dan lintas profesi. Politisi senior berpadu dengan aktivis pergerakan, Gen Z dan milenial dengan energi serta gagasan segar, teknokrat dengan pendekatan berbasis data, serta profesional dari berbagai latar belakang—mulai dari dokter, praktisi hukum, budayawan, hingga tokoh masyarakat. Ini menjadikan PKB Jawa Barat sebagai rumah besar aspirasi publik yang inklusif dan relevan dengan tantangan zaman.

Dengan struktur yang solid, kepemimpinan berpengalaman, kader basis yang militan, energi generasi muda, dukungan kuat dari kiai dan pesantren, serta keterhubungan nyata dengan masyarakat akar rumput, PKB Jawa Barat benar-benar “On The Way 2029.” Bukan sekadar slogan, melainkan arah kerja politik yang nyata dan terencana.

PKB Jawa Barat Peduli Umat Melayani Rakyat; Gerakkan Tradisi, Jaga Kehormatan, dan Rebut Kemenangan. PKB buat semua!.

(yev/cc)

Habibi Dipecat, Dede Juhendi Jadi Plt Ketua KPU Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Muhammad Habibi Zaenal Arifin telah resmi dipecat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor melalui sidang etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Senin (9/2).

Dalam putusan sidang tersebut, Habibi terbukti melakukan tindakan pelanggaran etik berat lantaran menerima gratifikasi.

Plt Ketua KPU Kota Bogor, Dede Juhendi, mengonfirmasi bahwa penunjukan dirinya dilakukan melalui mekanisme rapat internal sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) yang berlaku.

“Sesuai PKPU, kalau ketua tidak ada, harus dibentuk atau ditunjuk Plt. Sejak jam 3 sore kemarin, sudah ada Plt, yaitu saya sendiri (Dede Juhendi),” ujar Dede, Selasa (10/2).

Menurut dia, jabatan Plt ini akan diemban hingga adanya ketua definitif yang terpilih dan disahkan langsung oleh Ketua KPU RI.

Kata Dede, langkah ini diambil agar tahapan-tahapan pemilu dan administrasi di internal KPU Kota Bogor tidak terhambat.

Disinggung soal putusan DKPP, Dede mengaku pihaknya secara resmi belum menerima salinan surat putusan tersebut. Namun, pihaknya sudah mengambil langkah berdasarkan informasi yang telah beredar luas.

“Salinan surat belum kami dapat, tapi kami sudah mendengar informasi yang ada terkait pemberhentian secara permanen Ketua KPU Kota Bogor terkait persoalan gratifikasi,” ucapnya.

Dede menegaskan, peristiwa tersebut dijadikan sebagai titik balik atau turning point bagi KPU Kota Bogor untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas lembaga agar kepercayaan publik tetap terjaga.

“Kami komitmen menjadikan ini sebagai turning point perbaikan secara keseluruhan. Kami juga meminta dukungan dari semua pihak agar KPU Kota Bogor bisa menjalankan tugasnya dengan lebih baik lagi ke depan,” katanya.

** Fredy Kristianto

Aki no Koen Hadirkan “Sakura Iftar”, Sensasi Berbuka Puasa Bernuansa Jepang

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Aki no Koen Villa, Resto & Cafe yang berlokasi di Jalan Kawung Luwuk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menghadirkan program berbuka puasa bertajuk “Sakura Iftar, Saatnya Kuliner Ramadan”. Program ini ditujukan untuk memberikan pengalaman berbuka puasa yang berbeda dengan memadukan konsep kuliner Nusantara dan sentuhan Jepang di kawasan kaki Gunung Salak.

General Manager Aki no Koen, Imam Hanapi, mengatakan, Sakura Iftar dirancang untuk menghadirkan suasana berbuka puasa yang tidak hanya mengedepankan sajian makanan, tetapi juga nilai kebersamaan dan pengalaman budaya.

“Momen Ramadan di Aki no Koen kami kemas bukan sekadar berbuka puasa. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang menyatu antara kuliner, suasana alam, budaya, dan nilai kebersamaan. Sakura Iftar menjadi simbol kehangatan, keindahan, dan keberkahan Ramadan,” ujar Imam Hanapi, Selasa (10/2/2026).

Sakura Iftar menyajikan beragam menu berbuka puasa dalam konsep all you can eat atau buffet, mulai dari hidangan utama, takjil khas Ramadan, aneka gorengan, menu live cooking, hingga sajian penutup berupa dessert tradisional dan modern.

Seluruh menu disajikan dalam suasana resort bernuansa Jepang yang tenang dan elegan, dengan latar alam pegunungan yang sejuk dan asri. Konsep tersebut dihadirkan untuk memberikan suasana berbuka puasa yang lebih nyaman, hangat, dan berkesan, baik bagi keluarga, komunitas, maupun kalangan korporasi.

Sebagai bagian dari peluncuran program Sakura Iftar, Aki no Koen juga menghadirkan promo early bird dengan harga spesial Rp 99.000 per pax dari harga normal Rp 150.000 per pax. Promo tersebut berlaku hingga 20 Februari 2026.

Melalui program ini, Aki no Koen menegaskan posisinya sebagai destinasi hospitality di wilayah Cijeruk, Kabupaten Bogor, yang tidak hanya menyediakan fasilitas penginapan dan kuliner, tetapi juga menghadirkan konsep tematik berbasis pengalaman dengan karakter yang kuat dan berkelas. Yudi

Kebanggaan Menjadi Bagian dari Jurnal Bogor

0

Oleh: Suhendar, S.H., M.M. (Lawyer Jurnal Bogor)

​Bogor, 10 Februari 2026
​Waktu terus melaju, membawa perubahan dinamis dalam lanskap sosial, ekonomi, politik, hingga hukum. Dalam setiap pergeseran zaman tersebut, potret insan pers selalu hadir sebagai saksi sekaligus perekam sejarah yang tak terpisahkan.

​Pers adalah pilar utama demokrasi. Tanpa kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat, serta akses untuk mendapatkan dan mendistribusikan informasi, hakikat kemerdekaan yang kita hirup hari ini hanyalah fatamorgana.

​Landasan hukumnya sangat kokoh. UU Pers No. 40 Tahun 1999 hadir selaras dengan amanat Pasal 28 UUD 1945: “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang.”

​Sebagai profesi yang mulia, pers memiliki mekanisme perlindungan khusus. Dalam menjalankan tugasnya, insan pers tidak serta-merta dapat dituntut secara pidana maupun perdata. Tersedia saluran khusus bagi pihak yang merasa dirugikan melalui mekanisme pengaduan, terutama jika pemberitaan dianggap tidak berimbang atau kurang valid.

​Integritas inilah yang dijaga oleh 11 Kode Etik Jurnalistik dari Dewan Pers Indonesia. Sebagai advokat, saya menekankan pentingnya acuan ini:

  • ​Independensi & Akurasi: Menghasilkan berita yang jujur dan berimbang.
  • ​Profesionalitas: Melakukan verifikasi ketat dan menjauhi fitnah.
  • ​Etika & Moral: Melindungi identitas korban/anak, menolak suap, serta menghormati hak tolak narasumber.

​Bagi saya, ajakan untuk bergabung dengan Jurnal Bogor bukan sekadar tugas profesional, melainkan panggilan nurani. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap profesi Advokat sebagai bagian dari Panca Wangsa penegak hukum.
​Kami bangga dapat berkontribusi secara hukum dalam membangun ekosistem pers yang bebas dari tekanan, independen, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia.

​Selamat Hari Pers Nasional!
​Di usia Jurnal Bogor yang ke-18 ini, semoga semakin matang, semakin sukses, dan kian dicintai oleh masyarakat pembaca. Mari terus bertumbuh sebagai sumber informasi yang terpercaya.

Wujudkan Kepedulian Sosial, UPT Pelatihan Kementan Gelar Donor Darah

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Klinik BBPMKP, Senin (9/2/2026) dan dibuka untuk umum.

Pelaksanaan donor darah ini merupakan bagian dari komitmen BBPMKP dalam mendukung upaya kemanusiaan dan memperkuat nilai gotong royong. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan RS Idham Chalid (RS Ciawi) guna memastikan proses donor berjalan sesuai standar medis serta memberikan manfaat optimal bagi pelayanan kesehatan.

Kegiatan donor darah ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mendorong seluruh satuan kerja Kementan untuk aktif menghadirkan kegiatan sosial yang berdampak langsung dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa kegiatan donor darah memiliki nilai strategis sebagai bentuk pengabdian sosial.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BBPMKP Sukim Supandi menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan rutin dalam semangat BBPMKP Peduli.

“Donor darah menjadi salah satu wujud nyata kepedulian BBPMKP terhadap isu kemanusiaan dan kesehatan. Melalui kegiatan ini, BBPMKP berharap budaya berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat’ ujar Sukim.

Ia menambahkan bahwa setetes darah yang disumbangkan memiliki arti besar bagi keselamatan sesama.

Kegiatan donor darah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah warga sekitar hadir dan berpartisipasi sejak awal kegiatan, mencerminkan kepedulian bersama terhadap aksi kemanusiaan yang bertujuan membantu sesama.

Melalui kegiatan donor darah ini, diharapkan semakin tumbuh semangat kepedulian dan partisipasi bersama dalam aksi kemanusiaan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi sederhana dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dan keselamatan sesama.

(restu/bbpmkp)

KNPI Jasinga Soroti Persoalan Agraria dan Dorong Ekonomi Berbasis Pertanian

0

Jasinga | Jurnal Bogor – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Ama Dery, menyoroti persoalan agraria serta isu penguatan ekonomi berbasis pertanian dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Jasinga.

Dalam forum tersebut, Ama Dery menyampaikan bahwa pagu indikatif alokasi anggaran di Kecamatan Jasinga mencapai lebih dari Rp10 miliar yang telah didistribusikan ke berbagai program pembangunan.

“Hitungan angka-angka indikatif di Kecamatan Jasinga sekitar Rp10 miliar dan itu sudah difloating ke berbagai kegiatan,” kata Ama Dery, Senin (9/2/2026).

Meski demikian, ia menekankan bahwa arah pembangunan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik maupun peningkatan sumber daya manusia (SDM), tetapi juga harus menyentuh persoalan jangka panjang, salah satunya persoalan agraria.

Menurutnya, persoalan agraria di Kecamatan Jasinga perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Salah satu contohnya, masih terdapat rumah warga di Desa Cikopomayak yang hingga kini belum memiliki kejelasan status kepemilikan lahan.

“Untuk itu, kami ingin persoalan agraria di Kecamatan Jasinga ini bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, warga di Desa Cikopomayak telah menempati lahan tersebut sejak puluhan tahun, bahkan sudah berlangsung hingga generasi ketiga dan keempat. Berangkat dari kondisi tersebut, ia mendorong agar lahan yang ditempati masyarakat dapat memiliki legal standing yang jelas.

“Berawal dari situ, ini perlu didorong agar lahan yang ditempati masyarakat bisa memiliki legal standing,” jelasnya.

Ama Dery menegaskan, persoalan agraria tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki kewenangan dan kapasitas.

“Persoalan agraria bukan hanya di Desa Cikopomayak, tetapi juga ada di Desa Wirajaya, tepatnya di Kampung Cibentang dan Kampung Haur Bentes,” ungkapnya.

Selain persoalan agraria, ia juga berharap arah pembangunan ekonomi di Kecamatan Jasinga dapat disesuaikan dengan karakter dan kultur wilayah setempat.

“Bagaimana kita memiliki ekonomi industri yang sesuai dengan kultur yang ada di Jasinga, yaitu pertanian,” tandasnya.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai basis ekonomi daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan. Ke depan, KNPI Jasinga berencana mengambil peran aktif dalam pengelolaan program ketahanan pangan.

“Hari ini kita berbicara pertanian. Ke depan, insya Allah, akan mendorong ketahanan pangan yang dikelola KNPI sendiri,” pungkasnya. Arip Ekon

Sering Kali Jatuh Korban, Warga Cisarua Perbaiki Jalan Citumbuk

0

Nanggung | Jurnal Bogor – Warga dan Ketua RT Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Citumbuk. Sejumlah warga bersama para ketua RT di Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menggelar aksi gotong royong memperbaiki jalan rusak di Kampung Citumbuk, Senin (9/2/2026).

Aksi perbaikan jalan tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sebagai bentuk keprihatinan sekaligus kekecewaan karena kondisi jalan yang berstatus milik Pemerintah Kabupaten Bogor itu telah rusak selama bertahun-tahun dan hingga kini belum juga mendapat penanganan.

Salah satu Ketua RT Desa Cisarua, Encep, mengatakan bahwa kerusakan jalan di wilayah tersebut dari tahun ke tahun semakin parah. Meski telah memasuki tahun 2026, belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan dari pemerintah daerah.

“Perbaikan ini terpaksa kami lakukan karena kerusakan jalan sudah cukup lama dan semakin parah. Padahal jalan ini merupakan akses vital warga,” ujar Encep kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kerusakan paling parah berada di tanjakan Citumbuk yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan. Kondisi jalan yang berlubang dan rusak berat kerap membahayakan pengendara yang melintas.

“Ini sudah menjadi masalah kemanusiaan, karena banyak pengendara yang berpotensi mengalami kecelakaan, bahkan sudah ada yang menjadi korban akibat kondisi jalan yang rusak,” katanya.

Menurut Encep, hingga saat ini pihak Pemerintah Kabupaten Bogor belum melakukan perbaikan, meski kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan diketahui oleh pihak terkait.

Karena kondisi darurat, warga bersama para ketua RT akhirnya melakukan tambal sulam secara sederhana agar jalan masih bisa dilalui dengan aman.

“Sepenuhnya ini swadaya masyarakat. Kami berharap aksi ini bisa menjadi pemicu agar Pemkab Bogor segera turun tangan memperbaiki jalan yang sudah lama rusak ini,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara asal Nanggung, Deny Chinot, menyayangkan masih belum meratanya pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya di daerah pelosok.

Menurutnya, masih terdapat akses vital masyarakat dengan kondisi rusak berat yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Ini harus menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Bogor. Jangan sampai terjadi ketimpangan pembangunan. Harapannya, pembangunan bisa merata dan tidak hanya terfokus di titik-titik tertentu saja,” pungkasnya. Rahman Ependi

Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Melambung Tinggi

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Sejak pergantisn tahun baru 2026 hingga sekarang menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal dua pekan lagi, harga kebutuhan sembako terus mengalami kenaikan.

Mulai dari minyak curah, bawang putih, bawah merah, telur hingga daging ayam mengalami kenaikan. Beberapa pedagang di Cisarua menyebutkan, harga-harga tersebut sejak pergantian tahun baru lalu hingga sekarang tidak mengalami penurunan dan bahkan mengalami kenaikan.

“Sejak liburan tahun baru, hargap-harga kebutuhan pokok naik dan tidak turun lagi hingga sekarang. Dan kita selaku pedagang bukannya senang dengan harga yang mahal. Karena, dengan harga kebutuhan yang mahal, para pembeli menjadi sepi. Jikapun ada, pembeli melakukan belanjanya dengan jumlah yang sedikit. Harga telur kini 30 ribu per kilogram, bawang putung 40 ribu dan cabai 75 ribu untuk satu kilogramnya, ” tutur Kuryadi.

Mahalnya harga kebutuhan pokok ini benar benar dirasakan berat oleh masayrakat, khususnya kaum ibu yang belanja kebutuhan sehari-hari.

Yulianah, warga Cisarua saat belanja ke pasar mengatakan, ia harus pandai-pandai membeli kebutuhan pokoknya. Uang yang diberikan suaminya untuk belanja, harus benar-benar dipergunakan untuk yang lebih penting.

“Uang sekarang hanya nilainya saja gede, tapi begitu dibelanjakan dapatnya sedikit. Pada mahal harga-harga, mana mau bulan puasa ini, ” tuturnya.

Sementara itu dampak terjadi kenaikan berbagai kebutuhan pokok ini berbagai faktor penyebabnya. Mulai dari cuaca yang buruk hingga persaingan bisnis yang mengakibatkan terjadi kekurangan terhadap komoditi kebutuhan pokok.

“Cuaca yang buruk menjadi banyak petani yang gagal panen. Seperti petani bawang, kentang dan berbagai jenis komoditi lainnya. Begitu juga di pasar induk Jakarta berbagai jenis sayuran atau juga telur kini menjadi target para pengelola MBG. Hingga kita sebagai pedagang tidak kebagian untuk belanja. Kalaupun ada barangnya harganya mahal, ” pungkas Jenal, pedagang di Cisarua.

** Dadang Supriatna

Plt Ketua DPD Perindo Kabupaten Bogor Konsolidasi dengan Ketua DPW Perindo Jawa Barat

0

Bandung | Jurnal Bogor
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Bogor, Idrus Iskandar melaksanakan konsolidasi organisasi bersama Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat di Kantor DPW Perindo Jabar, Bandung, Senin (9/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu, kedua pimpinan membahas penguatan struktur kepengurusan, program kerja jangka pendek, serta persiapan menghadapi agenda politik ke depan. Konsolidasi juga difokuskan pada soliditas internal dan peningkatan elektabilitas partai di wilayah Kabupaten Bogor.
Ketua DPW Perindo Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok menegaskan pentingnya sinergi antara DPD dan DPW agar roda organisasi berjalan efektif. “Kabupaten Bogor memiliki potensi besar secara politik. Dengan jumlah pemilih yang signifikan, konsolidasi ini harus mampu mendorong kerja-kerja nyata di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Ketua DPD Perindo Kabupaten Bogor, Idrus Iskandar menyampaikan komitmennya untuk segera merapikan struktur kepengurusan hingga tingkat DPC dan ranting. Ia menargetkan dalam 6 bulan ke depan seluruh struktur di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor dapat aktif dan terkoordinasi dengan baik.
“Kami siap menjalankan arahan DPW dan memastikan mesin partai bergerak solid. Konsolidasi ini menjadi momentum untuk menyatukan visi serta memperkuat kerja-kerja politik yang berpihak pada masyarakat,” tegasnya.
Selain membahas penguatan struktur, pertemuan juga menyoroti program pemberdayaan masyarakat yang menjadi ciri khas Partai Perindo, seperti dukungan terhadap UMKM dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dengan terlaksananya konsolidasi ini, diharapkan DPD Perindo Kabupaten Bogor semakin solid dan siap berkontribusi maksimal dalam memperkuat posisi Partai Perindo di Jawa Barat. n-Arihta U. Surbakti