31.6 C
Bogor
Monday, August 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 26

Bank Sampah Barokah Dorong Warga Ubah Sampah Jadi Tabungan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Bank Sampah Barokah di Kota Bogor terus mengajak warga untuk mengubah sampah rumah tangga menjadi nilai ekonomi. Program ini jadi salah satu solusi mengurangi volume sampah sekaligus menambah pemasukan warga.

“Sampah yang tadinya cuma numpuk di rumah bisa dimanfaatin lagi. Selain bantu lingkungan, warga juga dapat untung,” ujar pengelola Bank Sampah Barokah, Darga Sulton, Rabu (17/06/2026).

Menurut Darga, Bank Sampah Barokah menerapkan sistem seperti bank pada umumnya. Warga yang menjadi nasabah bisa menyetorkan sampah anorganik seperti plastik, kertas, kaleng, dan botol. Sampah yang disetor kemudian ditimbang dan dicatat sebagai saldo tabungan.

Hasil tabungan sampah ini bisa dicairkan dalam bentuk uang atau ditukar dengan kebutuhan pokok. Konsep ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal pengelolaan sampah dari hulu.

Kota Bogor sendiri memiliki banyak unit bank sampah binaan yang tersebar di berbagai kelurahan dan anggota Asobsi Kota Bogor. Beberapa di antaranya ada di Sindangbarang, Sindangsari, Cikaret, Batutulis, dan Bukit Cimanggu City Yasmin dan wilayah lainnya di Kota Bogor  yang tergabung dalam Asobsi Kota Bogor.

Bank Sampah Barokah sendiri gudangnya berada di Jalan Raya Ciheuletu Anggrek Raya RW 06 Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup juga aktif membina bank sampah agar bisa berkembang dan mandiri. Dengan begitu, target pengurangan sampah 30% di tingkat sumber bisa tercapai.

Warga yang ingin bergabung bisa datang langsung ke unit bank sampah terdekat di wilayahnya. Kegiatan penimbangan dilakukan rutin setiap minggu atau dua minggu sekali.

(Wawan Hermawanto)

Tanpa APBD, PWO Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

0

Caringin | Jurnal Bogor – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Persaudaraan Wartawan Online (PWO) menggelar aksi sosial berupa program bedah rumah bagi warga kurang mampu yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Caringin, Kecamatan Cijeruk, dan Kecamatan Cigombong.

‎Program kemanusiaan yang mengusung tema “Bakti ka Lemah Cai” tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara insan pers yang tergabung dalam PWO, pemerintah desa, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta dukungan para sponsor dari kalangan pelaku usaha yang berada di kawasan Bogor Selatan.

‎Peluncuran (launching) program bedah rumah dilaksanakan di kediaman Udin, warga Kampung Legok Nyenang, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Pancawati H. Iqbal Jayadi, Camat Caringin Ramdan Firdaus, perwakilan Polsek Caringin, Ketua MUI Kecamatan Caringin, perwakilan sponsor, serta Ismail, anggota DPRD Kabupaten Bogor yang hadir mewakili Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor.

‎Adapun sejumlah perusahaan dan pelaku usaha yang turut memberikan dukungan dalam kegiatan sosial tersebut di antaranya Vila Vande, Vila Robust, Vila Bukit Pancawati, Santa Monica Resort, dan Kopi Daong. Dukungan yang diberikan berupa bantuan bahan bangunan dan material yang langsung didistribusikan kepada para penerima manfaat.

‎Ketua Umum PWO sekaligus wartawan Harian Pakar, Ujang Maturidi, dalam sambutannya mengatakan bahwa program bedah rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial insan pers terhadap masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, seluruh kegiatan dilaksanakan tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah dan sepenuhnya didukung oleh sponsor dalam bentuk material bangunan.

‎“Alhamdulillah, dalam momentum Hari Jadi Bogor ke-544 ini kami menggelar kegiatan dengan tema Bakti ka Lemah Cai. Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, kami melaksanakan bedah rumah sebanyak tujuh unit yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Caringin, Cijeruk, dan Cigombong,” ujar Ujang Maturidi.

‎Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan para sponsor tidak berupa uang tunai, melainkan material bangunan yang langsung diterima oleh pemilik rumah. Dengan demikian, bantuan dapat dimanfaatkan secara maksimal sesuai kebutuhan pembangunan rumah masing-masing penerima manfaat.

‎Menurutnya, proses pembangunan rumah dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat. Warga, perangkat desa, dan berbagai elemen masyarakat turut terlibat dalam pengerjaan sehingga mencerminkan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Kabupaten Bogor.

‎“Para sponsor mensupport dalam bentuk bahan material yang langsung didistribusikan kepada pemilik rumah. Sementara untuk tenaga kerja dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat hingga pembangunan selesai. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat,” jelasnya.

‎Ujang menambahkan, program tersebut juga menjadi bukti bahwa wartawan tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik sebagai penyampai informasi kepada publik, tetapi juga mampu hadir secara langsung membantu masyarakat melalui aksi nyata.

‎“Kegiatan ini merupakan aksi nyata para jurnalis yang tergabung dalam PWO Kabupaten Bogor untuk ikut membantu masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan juga memiliki tanggung jawab sosial dan dapat menjadi bagian dari solusi bagi warga yang membutuhkan,” tambahnya.

‎Sementara itu, Camat Caringin Ramdan Firdaus mengapresiasi inisiatif PWO yang telah menggagas program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh positif sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membantu meningkatkan kualitas hidup warga.

‎“Kami sangat mengapresiasi kegiatan launching bedah rumah yang dilaksanakan oleh Persaudaraan Wartawan Online. Ini merupakan kegiatan yang sangat mulia karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kehadiran berbagai sponsor dan dukungan masyarakat menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat,” ujar Ramdan.

‎Ia berharap program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi organisasi masyarakat, komunitas, maupun perusahaan untuk terus meningkatkan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.

‎“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini dan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Kami dari pemerintah kecamatan siap mendukung setiap kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

‎Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ismail, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Persaudaraan Wartawan Online yang berhasil menginisiasi program bedah rumah dengan melibatkan para pengusaha dan berbagai elemen masyarakat.

‎Menurut Ismail, langkah yang dilakukan PWO merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik karena mampu menggerakkan kepedulian sosial dunia usaha untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa membebani anggaran pemerintah.

‎“Kami memberikan apresiasi kepada PWO yang mampu merangkul para pengusaha untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial seperti ini. Program bedah rumah ini sangat membantu masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas rumah layak huni bagi warga kurang mampu,” ujarnya.

‎Ismail menilai, sinergi antara organisasi wartawan, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat merupakan model pembangunan partisipatif yang patut dicontoh. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

‎“Ketika semua pihak bergerak bersama, mulai dari organisasi profesi, pengusaha, tokoh masyarakat hingga pemerintah, maka persoalan sosial akan lebih cepat teratasi. Kegiatan seperti ini harus terus didorong dan dikembangkan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

‎Ia juga berharap semakin banyak perusahaan dan pelaku usaha yang memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar melalui program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

‎Sementara itu, Kepala Desa Pancawati H. Iqbal Jayadi menyampaikan rasa terima kasih kepada PWO dan seluruh sponsor yang telah memilih warganya sebagai salah satu penerima manfaat program bedah rumah.

‎Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang selama ini tinggal di rumah yang kondisinya kurang layak huni. Dengan adanya program bedah rumah, diharapkan para penerima manfaat dapat tinggal di hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman.

‎Program bedah rumah PWO dalam rangka Hari Jadi Bogor ke-544 ini menjadi bukti bahwa semangat “Bakti ka Lemah Cai” tidak hanya sebatas slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat pembangunan dan kepedulian sosial di Kabupaten Bogor. Yudi

Duta KTR Dikukuhkan, Pemkot Bogor Perkuat Edukasi KTR

0

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 (SKI 2023), prevalensi perokok pada usia 10–21 tahun di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 12,4 persen. Hingga saat ini, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban perokok remaja yang tinggi di dunia

Selain itu, terjadi peningkatan tren inisiasi merokok pada usia kurang dari 15 tahun, dari 11,5 persen (Riskesdas 2018) menjadi 19,9 persen (SKI 2023). Sementara itu, inisiasi merokok pada usia kurang dari 20 tahun meningkat dari 59,7 persen (Riskesdas 2018) menjadi 76,4 persen (SKI 2023).

Data tersebut dipaparkan dalam kegiatan Smoke Free Youth Generation Tahun 2026 di SMP Negeri 15 Kota Bogor, Rabu (17/6/2026).

“Kasus merokok pada remaja memang meningkat. Banyak faktor, termasuk pengaruh lingkungan dan promosi iklan. Sehingga dalam ikhtiar Pemkot Bogor, sekolah menjadi tempat strategis untuk kita sosialisasi,” ungkap Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Apalagi, Kota Bogor sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dengan modal tersebut, upaya menekan angka perokok remaja dapat dilakukan secara lebih optimal.

“Sehingga komitmen itu tidak hanya dilakukan oleh para murid, namun juga guru dan kepala sekolah. Beberapa anak kita pilih menjadi Duta KTR,” jelas Jenal Mutaqin.

Para Duta KTR yang juga dikukuhkan dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menularkan informasi positif mengenai bahaya merokok kepada lingkungan sekitarnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan juga mengapresiasi sekolah yang telah menerapkan Perda KTR dengan baik. Ada empat sekolah di Kota Bogor yang menerima penghargaan, yakni MAN 2 Kota Bogor, SMP Negeri 4 Kota Bogor, SMP Negeri 5 Kota Bogor, dan SMP Negeri 15 Kota Bogor.

Para perwakilan siswa dan kepala sekolah se-Kota Bogor juga membacakan deklarasi komitmen untuk mengimplementasikan Perda KTR.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menjelaskan bahwa selain pengguna rokok konvensional yang terus meningkat, pengguna rokok elektronik atau vape di kalangan remaja Indonesia juga mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Alasan utamanya beragam, mulai dari rasa penasaran, tren gaya hidup, hingga anggapan bahwa menggunakan vape itu keren dan lebih aman dibandingkan rokok konvensional.

“Meskipun sering dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman, rokok elektronik tetap mengandung nikotin, zat adiktif yang dapat memengaruhi perkembangan otak remaja. Selain itu, beberapa penelitian juga mengaitkan penggunaan vape dengan penyakit paru-paru akut, gangguan jantung, hingga peningkatan risiko kecanduan nikotin di usia muda,” papar Erna Nuraena.

Masih menurut Kepala Dinas Kesehatan, berdasarkan hasil Survei Perilaku Merokok dan Implementasi KTR pada Anak Sekolah di 30 sekolah Kota Bogor tahun 2019, sebanyak 32 persen anak sekolah pernah merokok konvensional, 30,8 persen pernah menggunakan rokok elektrik, serta rata-rata usia pertama kali merokok adalah 12,8 tahun.

Selain itu, sebanyak 82,3 persen responden terpapar iklan, promosi, dan sponsor rokok di tempat penjualan seperti warung dan toko. Data tersebut menunjukkan bahwa perilaku merokok banyak dimulai pada usia remaja dan usia perokok pemula cenderung semakin muda.

Untuk itu, regulasi KTR yang telah diterapkan sejak tahun 2009 di Kota Bogor bertujuan melindungi perokok pasif dari paparan asap rokok orang lain, menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas asap rokok, sekaligus mencegah munculnya perokok pemula di kalangan anak dan remaja.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatnya komitmen pimpinan sekolah dalam mengimplementasikan KTR di lingkungan sekolah serta bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk mengidentifikasi siswa yang merokok, kemudian diberikan hipnoterapi berhenti merokok dan konseling,” tutupnya.

BBM Baru B50 Segera Hadir Mulai 1 Juli 2026

0

Jurnal Bogor | Jakarta

Pemerintah terus mematangkan langkah menuju penerapan wajib biodiesel 50 persen (B50) yang direncanakan akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Sejumlah tahapan pengujian serta penyempurnaan kajian teknis masih dilakukan untuk memastikan penggunaan B50 bisa berjalan aman dan sesuai kebutuhan di berbagai sektor.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa penerapan B50 dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil evaluasi teknis, kesiapan industri, serta penguatan ekosistem energi nasional agar implementasinya berjalan efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, program biodiesel memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber energi dalam negeri yang lebih besar, sekaligus mendukung proses transisi energi di Indonesia.

Saat ini, pengujian B50 dilakukan pada berbagai sektor mulai kendaraan otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat di sektor pertambangan, transportasi laut, pembangkit listrik, hingga perkeretaapian.

Langkah ini bertujuan memastikan spesifikasi bahan bakar sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.

Pemerintah juga menegaskan bahwa pelaksanaan program biodiesel tidak hanya memperhatikan aspek teknis, tetapi juga faktor ekonomi dan keberlanjutan jangka panjang. DEDI

Adira Expo Meriahkan Libur Sekolah dengan Promo Pembiayaan dan Aktivitas Keluarga

0

Bogor | Jurnal Bogor

Menyambut momentum libur sekolah, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menggelar Adira Expo di Plaza Jambu Dua, Kota Bogor, pada 19-21 Juni 2026. Pameran bertajuk “Adira Expo Liburan Jadi Nyata: Wujudkan Liburan Impianmu, Dapatkan Beragam Promo”.

Program ini menghadirkan berbagai solusi pembiayaan sekaligus promo menarik untuk membantu masyarakat memenuhi beragam kebutuhan selama musim liburan.

Branch Manager SSD Bogor 2 Car, Yudhi Muttaqin, mengatakan libur sekolah menjadi periode ketika banyak keluarga mulai merealisasikan berbagai rencana yang sebelumnya tertunda, mulai dari berlibur, mengganti kendaraan, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun persiapan memasuki tahun ajaran baru.

“Melalui Adira Expo, kami ingin menghadirkan solusi finansial yang mudah, nyaman, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Harapannya, berbagai rencana keluarga dapat terwujud tanpa harus terbebani, sehingga momen kebersamaan selama liburan dapat dinikmati dengan lebih tenang,” ujar Yudhi, Rabu (17/6/2026).

Selama pameran berlangsung, Adira Finance menawarkan berbagai promo, di antaranya margin pembiayaan mobil baru mulai 1,99 persen per tahun, cashback adirapoin hingga Rp1 juta, persetujuan pembiayaan di tempat (approval on the spot), serta kesempatan mengikuti program Umrah untuk Sahabat.

Melalui beragam penawaran tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh pembiayaan yang ringan dan fleksibel, baik untuk kebutuhan kendaraan, dana tunai, maupun keperluan lainnya.

Regional Branch Manager JABO 2, Suryadi, mengatakan penyelenggaraan Adira Expo di Bogor merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan layanan finansial yang lengkap melalui kolaborasi dalam ekosistem keuangan MUFG.

“Adira Expo bukan hanya menghadirkan solusi pembiayaan, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh layanan keuangan yang terintegrasi. Melalui sinergi bersama Danamon, Zurich Asuransi Indonesia, dan Home Credit Indonesia, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan finansial sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen,” kata Suryadi.

Selain menawarkan pembiayaan, Adira Expo juga memberikan peluang lebih besar bagi konsumen untuk mengikuti program loyalitas Umrah untuk Sahabat.

Setiap pengajuan kredit kendaraan yang disetujui selama pameran akan memperoleh 150 kupon undian, sedangkan pengajuan Solusi Dana mendapatkan 300 kupon undian.

Konsumen juga dapat menambah peluang menang dengan menukarkan adirapoin melalui aplikasi Adiraku menjadi kupon undian, disertai kesempatan memperoleh bonus saldo uang elektronik.

Tak hanya itu, Adira Expo juga menghadirkan berbagai aktivitas hiburan yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga selama libur sekolah, seperti wheel of fortune, senam zumba, hingga beragam perlombaan yang dirancang untuk menciptakan pengalaman berkunjung yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Adira Finance berharap penyelenggaraan Adira Expo di Bogor dapat menjadi solusi finansial bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui layanan yang mudah diakses. Setelah Bogor, rangkaian Adira Expo akan terus digelar di berbagai kota di Indonesia sepanjang 2026.

** Fredy Kristianto

Kerja Keras Tak Mengkhianati Hasil, Rafa Azka Raih Beragam Prestasi Karate

0

Kota Bogor | Jurnal Bogor – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kota Bogor. Muhamad Rafa Azka, putra kelahiran Bogor, 16 Oktober 2010, berhasil menunjukkan bakat dan dedikasinya di dunia olahraga karate melalui sederet prestasi yang diraih di berbagai kejuaraan.

Rafa merupakan putra dari pasangan Ira Rahmawati dan Seno Aji. Meski usianya masih belia dan saat ini duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar, semangat serta kegigihannya dalam menekuni olahraga karate patut menjadi inspirasi bagi anak-anak seusianya.

Sejak kecil, Rafa telah mengenal dan mendalami olahraga bela diri karate di bawah binaan Dojo Rafa BKC Nekapora. Berbekal disiplin latihan dan semangat pantang menyerah, ia terus mengasah kemampuannya hingga mampu bersaing di berbagai ajang kejuaraan.

Perjalanan prestasi Rafa tidak diraih secara instan. Berjam-jam latihan, pengorbanan waktu bermain, serta dukungan penuh keluarga menjadi bagian dari proses panjang yang dijalaninya.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Pada ajang Budi Luhur University Karate Championship 2026 di Jakarta, Rafa berhasil meraih medali perunggu. Prestasi itu kemudian disusul dengan keberhasilannya merebut medali emas pada Bogor Karate Festival (BKF) yang digelar di GOR Pakansari.

Tak berhenti sampai di situ, Rafa kembali menunjukkan kemampuannya pada ajang BKC Open Tournament Antar Pelajar Se-Indonesia Piala Bupati di Bandung. Dalam kejuaraan tersebut, ia sukses membawa pulang medali emas, sekaligus menambah daftar prestasi gemilang yang telah diraihnya.

Sang ayah, Seno Aji, mengaku bangga atas pencapaian putranya. Menurutnya, prestasi yang diraih Rafa merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan dalam berlatih.

“Kami sebagai orang tua tentu sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih Rafa. Semoga ini menjadi motivasi bagi Rafa untuk terus berlatih, tetap rendah hati, dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi di masa depan,” ujar Seno Aji, Rabu (17/6/2026).

Ia juga berharap prestasi yang diraih putranya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang olahraga maupun bidang lainnya.

Bagi Rafa, medali bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan buah dari perjuangan dan kerja keras. Di usianya yang masih muda, ia telah membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih dengan disiplin, tekad kuat, dan doa dari orang tua.

Perjalanan Muhamad Rafa Azka masih panjang. Namun, langkah-langkah kecil yang ia ukir hari ini menjadi fondasi menuju masa depan yang lebih gemilang, sekaligus mengharumkan nama keluarga dan Kota Bogor di dunia olahraga karate. Yudi

Dari Rapuh Jadi Tangguh, Pengurus OSIS MTsN Kota Bogor Gelar Pelatihan Kepemimpinan Inspiratif dan Sehat Emosi

0

Bogor | Jurnal Bogor
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Bogor menggelar kegiatan Training Healing and Growing “Menjadi Kerang Mutiara: dari rapuh bertumbuh jadi tangguh” bagi pengurus OSIS dan puluhan siswa-siswi lainnya sebagai upaya membangun karakter kepemimpinan yang tangguh, berintegritas, dan penuh kepedulian, Selasa (16/6/2026) bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung selama 120 menit ini dipandu oleh Lili Marliyuana, Mental Health Educator yang sekaligus juga Direktur ABCo Therapy Center.

Mengusung tema “Menjadi Kerang Mutiara: dari rapuh bertumbuh Jadi tangguh,” pelatihan ini mengajak peserta memahami bahwa tantangan, kegagalan, kritik, maupun rasa tidak percaya diri bukanlah penghalang untuk berkembang, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter seorang pemimpin.

Dalam sesi tersebut, Lili menyampaikan kisah tentang kerang mutiara yang mampu mengubah butiran pasir yang melukainya menjadi mutiara yang bernilai tinggi.

“Kita tidak selalu bisa memilih apa yang terjadi dalam hidup kita. Namun, kita bisa memilih bagaimana meresponsnya. Seperti kerang mutiara, setiap tantangan dapat menjadi proses pembentukan karakter yang lebih kuat,” ujar Lili.

Selain kisah kerang mutiara, peserta juga diajak meneladani perjalanan hidup Rasulullah SAW sebagai sosok pemimpin yang tangguh dan penuh welas asih. Rasulullah SAW menghadapi berbagai ujian sejak kecil, mulai dari kehilangan orang-orang terkasih, penolakan, hingga berbagai tantangan dalam berdakwah. Namun, semua ujian tersebut tidak menjadikan beliau pribadi yang keras, melainkan sosok yang penyayang, sabar, dan penuh kasih kepada sesama.

Menurut Lili, kisah Rasulullah SAW memberikan pelajaran berharga bahwa ketangguhan bukan berarti tidak pernah merasa sedih atau terluka.

“Rasulullah SAW tidak menjadi kuat karena hidupnya mudah. Beliau menjadi kuat karena selalu bersandar kepada Allah dan terus melangkah meskipun menghadapi berbagai kesulitan. Itulah ketangguhan yang perlu diteladani oleh para pemimpin muda,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai ‘Mutiara Sang Pemimpin’ melalui filosofi lima jari tangan sebagai panduan sederhana dalam menjalankan peran sebagai pengurus OSIS.

Filosofi tersebut meliputi:
– Ibu jari, sebagai simbol kemampuan menghargai, mengapresiasi, dan melayani.
– Jari telunjuk, sebagai pengingat akan pentingnya komitmen, integritas, dan kejujuran.
– Jari tengah, sebagai motivasi untuk memberikan kontribusi terbaik dan bekerja melampaui ekspektasi.
– Jari manis, sebagai simbol kemampuan membangun hubungan yang sehat dan bekerja sama dalam tim.
– Jari kelingking, sebagai pengingat agar tidak meremehkan hal² kecil seperti kedisiplinan, kerapian, kepedulian, serta kebiasaan baik sehari-hari.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi refleksi, diskusi, serta motivasi kepemimpinan yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka selama pelatihan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengurus OSIS tidak hanya menjadi pelaksana program kerja, tetapi juga bertumbuh menjadi generasi muda yang memiliki karakter kuat, mampu bekerja sama, berintegritas, serta memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekolah.

“Jangan takut dengan “pasir” yang masuk ke dalam hidupmu. Bisa jadi, itulah bahan yang Allah gunakan untuk membentuk mutiara terbaik dalam dirimu,” pesan Lili kepada para peserta di akhir sesi.

Kegiatan Training Healing and Growing “Menjadi Kerang Mutiara: dari rapuh bertumbuh jadi tangguh” menjadi salah satu ikhtiar dalam mendampingi remaja untuk mengenal dirinya, mengelola tantangan dengan lebih sehat, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang cerdas, tangguh, dan penuh welas asih.

Kegiatan Paradoks (Peresmian Almamater dan Dedikasi OSIS) ini sangat berkesan. Setelah resmi mengenakan almamater, para siswa semakin bangga dan menyadari tanggung jawab mereka sebagai pengurus OSIS.

Sesi Healing and Growing bersama Bunda Lili juga memberikan penyegaran emosional yang sangat dibutuhkan remaja. Melalui filosofi Kerang Mutiara, mereka belajar mengubah tekanan dan tantangan organisasi menjadi proses bertumbuh.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan pengurus OSIS yang tidak hanya aktif bekerja, tetapi juga memiliki *karakter yang matang dan mampu menjadi teladan bagi teman²nya,” tutur Pembina OSIS, Hera Sulistiawati.

Dia tidak ingin OSIS hanya dikenal sebagai panitia kegiatan sekolah. Tapi lebih jauh, mereka tumbuh menjadi pemimpin muda yang mampu mengelola tekanan, bangkit dari kegagalan, dan tetap memiliki empati dalam melayani orang lain.

“Melalui pelatihan ini, siswa belajar bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang kemampuan mengatur program kerja, tetapi tentang membangun karakter, menjaga integritas, dan mengubah setiap tantangan menjadi proses pendewasaan diri,”* ujar Wakil Kepala Sekolah MTsN Kota Bogor Bidang Kesiswaan, Maryanah.

(Wawan Hermawanto)

Warga Caringin Keluhkan Jaringan Listrik, Satu Jalur Digunakan Lebih dari 20 KK

0

Caringin | Jurnal Bogor – Warga RT 04 RW 06, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kondisi jaringan listrik yang dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Pasalnya, satu jalur listrik yang terhubung ke sebuah rumah diketahui digunakan secara paralel oleh lebih dari 20 kepala keluarga (KK), sehingga menyebabkan berbagai gangguan yang telah berlangsung cukup lama.

Akibat kondisi tersebut, warga mengaku kerap mengalami pemadaman listrik dan tegangan yang tidak stabil, terutama pada sore hingga pagi hari. Gangguan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga menyebabkan sejumlah peralatan elektronik milik warga mengalami kerusakan.

Beberapa warga mengaku kulkas, mesin cuci, televisi, hingga peralatan elektronik lainnya rusak akibat tegangan listrik yang sering naik turun. Selain itu, kondisi jaringan yang terbebani juga memicu munculnya percikan api pada kabel utama yang dikhawatirkan dapat menyebabkan kebakaran sewaktu-waktu.

Ketua RT 04 RW 06, Iwan, mengatakan keluhan terkait jaringan listrik tersebut telah lama dirasakan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena selain mengganggu kenyamanan warga, juga mengancam keselamatan lingkungan sekitar.

“Sudah cukup lama warga mengeluhkan kondisi jaringan listrik ini. Satu jalur digunakan oleh lebih dari 20 kepala keluarga sehingga listrik sering redup, tidak stabil, bahkan mati dari sore sampai pagi hari. Selain itu, banyak peralatan elektronik warga yang rusak akibat tegangan listrik yang tidak stabil,” ujar Iwan, Selasa (16/6/2026).

Ia menjelaskan, beberapa kali warga menyaksikan adanya percikan api pada kabel utama saat beban listrik sedang tinggi. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kebakaran yang dapat membahayakan permukiman warga di sekitar jaringan tersebut.

“Yang paling kami khawatirkan adalah adanya percikan api pada kabel utama. Ini sangat berbahaya karena bisa memicu kebakaran kapan saja. Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi musibah baru ada penanganan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan tagihan listrik yang dinilai tidak wajar. Salah seorang warga, Nurul Mila, mengaku harus mengeluarkan biaya pembelian token listrik hingga Rp500 ribu per bulan, meskipun penggunaan listrik di rumahnya tergolong normal dengan daya listrik 900 VA.

“Saya setiap bulan bisa menghabiskan token listrik sampai Rp500 ribu, padahal pemakaian di rumah normal dan daya listrik hanya 900 VA. Kondisi ini sangat memberatkan ekonomi keluarga,” ungkap Nurul Mila.

Menurut warga, tingginya biaya listrik tersebut diduga berkaitan dengan kondisi jaringan yang tidak normal dan penggunaan jalur listrik secara paralel yang melayani puluhan kepala keluarga. Akibatnya, masyarakat tidak hanya dirugikan dari sisi pelayanan, tetapi juga secara ekonomi.

Gangguan listrik yang terjadi hampir setiap hari juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga. Sejumlah pelaku usaha rumahan mengaku mengalami kerugian karena tidak dapat menjalankan usahanya secara optimal ketika listrik padam dalam waktu cukup lama.

Atas kondisi tersebut, warga RT 04 RW 06 berharap pihak terkait, khususnya PLN, segera melakukan pengecekan dan perbaikan jaringan listrik di wilayah mereka. Warga juga meminta adanya penambahan jaringan atau gardu listrik agar beban listrik dapat terbagi secara merata dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pihak terkait. Jangan sampai terjadi kebakaran atau kerugian yang lebih besar lagi. Warga hanya ingin mendapatkan layanan listrik yang aman, stabil, dan sesuai dengan hak yang seharusnya diterima masyarakat,” pungkas Iwan.

Warga berharap keluhan yang telah berlangsung cukup lama ini segera mendapat respons dari pihak berwenang, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang aman, stabil, dan tidak lagi menimbulkan kerugian baik secara materiil maupun keselamatan. Yudi

Semarak 1 Muharam 1448 H di Cijeruk Meriah, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Rangkaian peringatan Malam 1 Muharam 1448 Hijriah tingkat Kecamatan Cijeruk tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh khidmat. Kegiatan bertajuk Semarak Muharam 1448 Hijriah ini diisi dengan pawai 1.000 obor, santunan bagi 100 anak yatim, doa bersama akhir tahun (istigasah), hingga tabligh akbar yang menghadirkan penceramah Ustaz Rukmana dari Cianjur, Jawa Barat.

Ribuan warga dari sembilan desa di Kecamatan Cijeruk memadati lapangan kantor kecamatan untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Demi menjaga keamanan dan ketertiban, panitia mengerahkan ratusan personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Linmas, DPK KNPI, Pramuka, serta relawan dari Paguyuban Cipelang Herang.

Camat Cijeruk, M. Sobar Mansoer, mengatakan bahwa peringatan Malam 1 Muharam merupakan agenda tahunan yang bertujuan mempererat silaturahmi antara tokoh agama, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat.

“Dengan pelaksanaan Semarak Malam 1 Muharam ini bukan hanya menjadi penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan. Kami berharap semangat sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus terjalin demi mewujudkan Kecamatan Cijeruk yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan,” ujar M. Sobar Mansoer, Senin (16/6/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, serta para relawan yang telah berkontribusi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan sukses.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya Semarak 1 Muharam yang meriah namun penuh makna. Terima kasih juga kepada masyarakat yang telah mengikuti acara ini dengan tertib,” paparnya.

Dalam tausiahnya, Ustaz Rukmana mengajak seluruh jamaah menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak amal saleh, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Mari kita jaga silaturahmi ini dengan terus meningkatkan ukhuwah Islamiyah bersama para ulama dan umara, menjaga persatuan dan kesatuan, serta peduli terhadap sesama. Semoga di tahun ini kita diberikan kelancaran rezeki dan amal saleh yang terus mengalir sebagai bekal di akhirat nanti,” tuturnya.

Kegiatan Semarak Muharam 1448 Hijriah ini menjadi bukti kuatnya kebersamaan masyarakat Kecamatan Cijeruk dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus mempererat persatuan dan kerukunan antarwarga. Yudi

Siswa Tirtayasa Tuntaskan Pendakian ‘Tektok’ Gunung Gede Pangrango

0

Cianjur | Jurnal Bogor – Azzka Arriziq (14), siswa SMPIT Tirtayasa Kota Serang, Banten berhasil menuntaskan pendakian tektok Gunung Gede Pangrango dalam satu hari tanpa menginap di jalur. Aksi ini menarik perhatian karena ‘tektok’ Gede Pangrango dikenal cukup menguras stamina meski termasuk jalur favorit di Jawa Barat.

Pendakian dimulai dari pintu masuk Cibodas pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Dengan berbekal headlamp, logistik ringan, dan persiapan fisik yang matang, Azka langsung bergerak menuju Puncak Gede 2.958 mdpl.

“Targetnya memang ‘tektok’ biar efisien waktu. Jalur Cibodas-Puncak Gede PP sekitar 8-10 jam kalau kondisi fit. Yang penting manajemen waktu dan hidrasi dijaga,” ujar Azka, Senin (15/6/2026).

Cuaca saat pendakian relatif bersahabat, meski sempat berkabut di area Kandang Badak. Sesampainya di puncak sekitar pukul 07.30 WIB, ia mengabadikan momen dengan pemandangan lautan awan sebelum turun kembali ke basecamp.

Tektok atau pendakian tanpa camping kini jadi tren di kalangan anak muda karena lebih hemat biaya dan waktu. Namun petugas pos jaga tetap mengingatkan agar pendaki tidak memaksakan diri, membawa perlengkapan standar keselamatan, dan mengecek kondisi jalur sebelum berangkat.

Gunung Gede Pangrango sendiri merupakan bagian dari Taman Nasional Gede Pangrango dengan jalur resmi Cibodas Cianjur, Gunung Putri Bogor dan Selabintana Sukabumi. Pendakian’ tektok’ biasanya disarankan hanya untuk pendaki yang sudah berpengalaman dan kondisi fisik prima.

(Wawan Hermawanto)