29.3 C
Bogor
Thursday, June 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 26

Warga Cirimekar Jadi Pahlawan Kemanusiaan Lewat Donor Darah Rutin

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Warga Kelurahan Cirimekar, Cibinong, Kabupaten Bogor kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar kegiatan donor darah rutin di Perumahan Permata Palem RW 07, tepatnya di Posyandu Palem. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, dengan jumlah pendonor mencapai hingga 50 orang di setiap pelaksanaannya.

Menariknya, peserta donor tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga dari luar wilayah RW 07 bahkan luar Kelurahan Cirimekar. Hal ini mencerminkan tingginya semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap sesama.

Kegiatan donor darah ini digelar secara rutin untuk memberikan kemudahan bagi warga, khususnya mereka yang memiliki kesibukan bekerja dari Senin hingga Sabtu, namun tetap ingin berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan. Dalam pelaksanaannya, RW 07 Kelurahan Cirimekar bekerja sama dengan PMI Kabupaten Bogor.

Lurah Cirimekar, Fildzah Amzari, turut hadir dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan sosial yang tumbuh di tengah masyarakat.

(Leonita)

Bentuk Karakter Islami, SMP IT BBS Gelar Mabit “Berhias dengan Adab, Bersinar dengan Akhlak”

0

Kota Bogor | Jurnal Bogor – Dalam upaya menumbuhkan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa, SMP IT Bina Bangsa Sejahtera (BBS) sukses menyelenggarakan kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 24-25 April 2026 ini mengusung tema “Berhias dengan Adab, Bersinar dengan Akhlak.”

Rangkaian acara dimulai pada Jumat pagi dengan pelaksanaan Shalat Dhuha berjamaah dan pembacaan Al-Ma’tsurat. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Bina Bangsa Sejahtera, Prof. Dr. Ir. H. Asep Saefuddin, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya integrasi antara kecerdasan intelektual dan kemuliaan akhlak bagi generasi muda.

Antusiasme siswa semakin meningkat saat memasuki sesi materi pertama yang dipandu oleh motivator nasional, Ustadz Aris Ahmad Jaya. Beliau memberikan motivasi mengenai pentingnya membangun kepercayaan diri yang berlandaskan pada adab Islami.

Di tengah kegiatan, Mabit kali ini juga mengintegrasikan program unggulan sekolah, yakni Gartawira. Dalam sesi ini, seluruh siswa diajak melakukan praktik menulis huruf Hijaiyah secara massal. Tujuannya bukan sekadar menulis, melainkan melatih ketelitian dan teknik penulisan Arab yang baik dan benar sebagai wujud kecintaan terhadap literasi Al-Qur’an.

Sore harinya, setelah menunaikan Shalat Ashar, kegiatan dilanjutkan dengan mengaji rutin menggunakan Metode Cahayaku, sebuah metode khas sekolah untuk mempercepat kemampuan membaca Al-Qur’an siswa.

Momen haru terjadi selepas Shalat Maghrib. Para siswa berkumpul untuk mendengarkan pesan suara (voice note) kiriman orang tua mereka. Isak tangis haru menyelimuti ruangan saat anak-anak mendengar doa dan harapan tulus dari ayah dan ibu mereka. Suasana reflektif ini berlanjut setelah Shalat Isya, di mana siswa diminta menulis surat untuk diri mereka sendiri dan orang tua tentang cita-cita mereka di masa depan.

Dok : SMPIT BBS

Setelah beristirahat pada pukul 20.30 WIB, siswa kembali bangun pada pukul 03.00 WIB untuk melaksanakan Shalat Tahajud, murojaah surat-surat pendek, dan Shalat Subuh berjamaah.

Rangkaian Mabit ditutup pada Sabtu pagi dengan senam sehat bersama. Kepala SMP IT Bina Bangsa Sejahtera, Bapak Syabar Suwardiman, S.Sos., M.Kom., secara resmi menutup kegiatan ini. Dalam pesannya, beliau mengatakan bahwa tanpa sadar kita sedang melaksanakan kegiatan digital detox. Selain itu, beliau berharap agar kebiasaan baik selama Mabit dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tanpa sadar kita telah melakukan kegiatan digital detox, yang mana kita mampu mengurangi penggunakan gawai, mengurangi scrolling media sosial, dan lebih banyak kegiatan positif seperti mengaji, solat wajib dan sunnah, olahraga pagi dan lainnya. Semoga semua kegiatan positif ini dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari”, tutupnya. Yudi

Pengadaan Damkar Ditunggu Warga

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Rencana pengadaan armada pemadam kebakaran (damkar) di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kini terus menjadi perhatian warga. Hal ini dimulai adanya pendataan terhadap sejumlah bangunan milik warga yang berdiri diatas tanah milik Pemprov Jabar.

Dilakukannya pendataan bangunan yang dilakukan oleh Camat Cisarua, Heri Risnandar bersama Kepala Desa Tugu Utara dan Tugu Selatan beberapa waktu lalu, akan menjadikan lahan seluas 2000 meter persegi itu dipakai untuk armada damkar.

“Rencana pengadaan armada damkar di Cisarua itu sejak lama. Yakni, di masa camat Cisarua oleh Bayu Rahmawanto, beliau sempat mengangkat hal ini. Tetapi sejak itu tidak ada kabar kelanjutannya. Dan kali ini kita kembali mendengar adanya upaya pengadaan armada damkar oleh Camat Heri Risnandar. Mudah-mudahan hal ini bisa diwujudkan, ” ujar Saiful, salah satu tokoh Cisarua.

Ia menambahkan, wilayah Cisarua sudah layak untuk memiliki armada damkar.

“Di wilayah Cisarua beberapa tahun silam pernah terjadi kebakaran hebat. Yaitu di Desa Batulayang. Dalam peristiwa itu dua anak meninggal dunia. Kondisi di waktu kebakaran, lalulintas di jalan raya sedang mengalami kemacetan akibat libur panjang. Dan armada damkar yang meluncur dari Ciawi terhalang oleh tumpukan kendaraan yang macet. Supaya itu tidak terulang, kita selaku masyarakat Cisarua cukup gembira akan adanya damkar di sini, ” imbuh dia.

Selain untuk pengadaan damkar, warga juga mengharapkan adanya Kantor Polsek di wilayah Kecamatan Cisarua. Hal ini karena Kantor Polsek Cisarua berdiri di atas tanah milik warga dan berada di wilayah Kecamatan Megamendung.

“Kantor Polsek Cisarua yang sekarang itu berada di wilayah Kecamatan Megamendung. Begitu juga untuk status tanahnya adalah milik warga asal Jakarta. Untuk ini alangkah baiknya, Kantor Polsek itu dipindah ke wilayah Kecamatan Cisarua, ” pungkas Saeful.

** Dadang Supriatna

Lubang Maut di Jalan Cidokom

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Kerusakan badan jalan alternatif Cikopo Selatan, tepatnya di Kampung Cidokom, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kini semakin parah. Badan jalan sepanjang 100 meteran itu aspalnya mengelupas. Kondisi ini diperparah oleh bertebaran yang lubang sedalam 20 sampai 30 centimeter. Dengan kondisi tersebut, mengakibatkan banyak pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan akibat terjebak lubang jalan yang tertutup genangan air.

Dikatakan warga setempat Muhidin, beberapa hari lalu terjadi kecelakaan sepeda motor di lokasi itu, pengendara yang diboncengnya mengalami luka-luka hingga dilarikan ke RSUD DR. K.H. Idham Chalid Ciawi.

“Kejadiannya saat hujan, lelaki pengendara sepeda motor yang membonceng anak kecil itu jatuh tersungkur akibat terjebak oleh lubang yang tertutup air hujan. Keduanya dibawa ke RS Ciawi oleh saudaranya. Disini sering terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak, ” tuturnya.

Menurut warga lainnya, mereka sering mengeluhkan kerusakan jalan. Mulai ke pemerintah desa, bupati hingga ke gubernur Jabar. Tetapi keluhan mereka belum mendapatkan respons.

“Kita sering melaporkan kondisi jalan disini, paling kalaupun ada tanggapan hanya diperbaiki dengan cara ditambal aspalnya. Dan itu tidak kuat, dua minggu setelah ditambal oleh petugas PU, jalan kembali rusak, ” imbuh Saepuloh.

Menanggapi keluhan masyarakat dan para pengguna jalan, Yanto petugas dari UPT DPU Infrastruktur Jalan dan Jembatan Ciawi menerangkan, di tahun 2026 Ini ruas jalan itu akan dilakukan perbaikan melalui pihak ketiga.

“Kita sering menerima laporan terkait kerusakan jalan di Cidokom itu. Dan untuk penanganannya di tahun 2026 ruas jalan disana akan perbaiki melalui betonisasi oleh pihak ketiga. Mudah-mudahan pelaksanaannya tidak mengalami perubahan, ” pungkas Yanto.

** Dadang Supriatna

Tanam Ketimun Lebih Menguntungkan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Di tengah serba mahalnya kebutuhan untuk pertanian, mulai dari harga plastik untuk membuat green house, hingga ke pupuk dan obat pembasmi hama, sebagian para petani banyak yang banting setir mengganti komoditi yang ditanannya. Hal ini dilakukannya, untuk menghindari kerugian dan membeli kebutuhan pertanian yang mahal.

Seperti yang dilakukan Hendra, petani Cisarua ini kini memilih untuk menanam ketimun. Menurutnya, jenis sayuran tersebut perawatannya mudah dan cepat untuk nenghasilkan uang dengan waktu tanam hanya 40 hari. Selain waktu yang relatif singkat, pupuk yang dibutuhkannya juga cukup sederhana.

“Bukannya kami tidak mau menanam jenis sayuran yang nilai jualnya mahal. Tetapi kondisi sekarang ini harga kebutuhan pertanian pada naik. Untuk menghemat biaya dan waktu, kami lebih memilih menanam ketimun. Hasilnya, lumayan bagus. Cepat panen dan perawatannya mudah. Begitu juga dengan pupuknya. Untuk tanam ketimun hanya memakai urea, TSP dan pupuk kandang, ” tutur Hendra.

Guna menghindari permainan harga hasil pertaniannya, Hendra lebih memilih menjual langsung hasil taninya ke para pedagang di Pasar Cisarua.

“Kami tidak menjual ke tengkulak, kita langsung saja bawa ke pasar Cisarua. Alhamdulillah dengan cara ini, harga hasil pertanian kita terjaga dengan baik, ” imbuhnya.

Sementara itu, pantauan di desa-desa yang masih terdapat lahan pertanian, sejak harga plastik green house mahal, mereka kini tidak lagi memakai cara tersebut. Bertani di alam terbuka kembali mereka lakukan.

** Dadang Supriatna

UPTD Ciawi Data Tujuh Simpang Jalur Puncak, Fokus Urai Kemacetan Pasir Muncang

0

Ciawi | Jurnal Bogor – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tata Ruang Bangunan Kelas A Wilayah II Ciawi bersama dinas terkait di Kabupaten Bogor terus melakukan pendataan di tujuh titik persimpangan ruas Jalur Puncak guna mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi.

Kepala UPTD Tata Ruang Bangunan Kelas A Wilayah II Ciawi, Agung Tarmedi, mengatakan pendataan tersebut telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Dari hasil lapangan yang dihimpun, sebagian sudah dilimpahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk ditindaklanjuti.

“Pendataan itu berlangsung selama tiga bulan. Hasil lapangan yang dihimpun sebagian sudah dilimpahkan ke Satpol PP untuk ditindaklanjuti,” ujar Agung, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, langkah awal difokuskan pada penanganan di persimpangan Pasir Muncang dan kawasan Taman Safari yang dinilai menjadi titik krusial kemacetan dan hingga kini belum optimal dalam penanganannya.

“Kami sesuai tupoksi melakukan pendataan, inventarisasi, serta memberikan teguran pertama, kedua hingga ketiga. Selanjutnya menjadi kewenangan Satpol PP,” ungkapnya.

Selain itu, UPTD Penataan Bangunan Kelas A Wilayah II Ciawi juga melakukan inventarisasi sepanjang ruas Jalan Raya Puncak, khususnya terhadap bangunan yang diduga melanggar garis sempadan jalan.

“Ya, khususnya yang diduga melanggar garis sempadan,” bebernya.

Ia menegaskan, penataan kawasan ini dinilai sangat penting karena Pasir Muncang menjadi salah satu titik kemacetan yang sudah berlangsung lama dan sulit diurai.

“Karena itu, sesuai arahan Bupati, optimalisasi fungsi, pelebaran jalan, hingga penataan kawasan menjadi fokus utama,” tandasnya. Yudi

Polsek Ciomas Amankan Terduga Penjual Tramadol, 53 Butir Obat Keras Disita

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Unit Reskrim Polsek Ciomas berhasil mengamankan seorang terduga penjual obat keras tertentu (OKT) jenis tramadol, di wilayah Ciomas, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.

Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia menjelaskan, pengungakapannya di wilayah Desa Mekarjaya Kecamatan ciomas. Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas penjualan obat keras tertentu di wilayah tersebut.

“Anggota Polsek Ciomas menerima laporan dari warga terkait dugaan penjualan obat keras tertentu di lokasi tersebut. Setelah itu, petugas langsung mendatangi tempat kejadian dan melakukan penyelidikan,” ujar AKP Hendra.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan satu orang yang diduga sebagai penjual obat keras jenis tramadol beserta sejumlah barang bukti.

Dok : Polsek Ciomas

Barang bukti yang berhasil disita di antaranya satu buah tas tangan warna hitam yang berisi 53 butir tramadol serta uang tunai sebesar Rp120 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan.

Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti langsung diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Bogor guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat keras ilegal yang meresahkan masyarakat, serta mengimbau warga untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas serupa di lingkungan sekitar. Yudi

Strategi Tirta Kahuripan Meningkatkan Suplai Air di Tarikolot

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media sosial resmi, Tim Teknik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor bergerak melakukan penelusuran serta penanganan terhadap gangguan distribusi air bersih.

Hasil monitoring di lapangan menunjukkan adanya penurunan tekanan air di sepanjang jalur distribusi Metro – Cibinong, yang berdampak langsung kepada 1.021 pelanggan di wilayah Tarikolot.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad, menyampaikan berbagai langkah strategis untuk percepatan penanganan. Di antaranya pembangunan jaringan pipa baru sepanjang           ± 683 meter dengan diameter 6 inch dari Booster Citeureup menuju Tarikolot melalui jalur Cibinong – Citeureup (Booster Pump Sukaraja), yang telah diselesaikan pada 10 April 2026.

“Selain itu, dilakukan pula optimalisasi sistem distribusi melalui penambahan debit inlet, pemasangan valve untuk pengaturan aliran, serta peningkatan tekanan pompa pada Booster Pump Citeureup. Upaya ini diperkuat dengan penambahan suplai dari Booster Az-Zikra Sentul guna mendukung kebutuhan air di wilayah Tarikolot,” ucapnya.

Pada Jumat, 17 April 2026, petugas Tirta Kahuripan juga melaksanakan pemasangan gate valve untuk pengaturan aliran serta pekerjaan tapping pipa pada jalur Pondok Citeureup dan Tarikolot. Pekerjaan dilakukan sejak malam hingga pagi hari sebagai bagian dari upaya optimalisasi jaringan distribusi, sehingga tekanan dan debit air yang diterima pelanggan dapat meningkat secara maksimal.

Saat ini, Tim Distribusi Tirta Kahuripan terus melakukan berbagai langkah teknis untuk meningkatkan debit dan suplai air, guna memenuhi kebutuhan pelanggan secara bertahap. Upaya ini meliputi pengaturan sistem distribusi serta optimalisasi sumber pasokan yang tersedia. Dengan harapan pelanggan di wilayah Tarikolot kembali dapat kembali menikmati layanan air bersih dengan kualitas, kuantitas dan kontinuitas yang terjaga.

Manajemen Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pengaliran yang tidak sebentar di wilayah tarikolot dikarenakan membutuhkan waktu untuk melakukan step test evaluasi pengaliran dari hulu ke hilir.

Dan apresiasi kepada pelanggan yang aktif menyampaikan laporan melalui media sosial, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta respons terhadap kebutuhan pelanggan.

(yev/cc)

Peringati Hari Kartini, RSUD R.Moh Nur Gelar Upacara dan Beri Ruang Kesetaraan

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor menggelar upacara yang berlangsung di Lapangan W.R. Supratman pada Selasa (21/4/2026) pagi. Kegiatan dimulai pukul 07.20 WIB dan diikuti oleh jajaran struktural, kepala instalasi, kepala ruangan, MPP, staf manajemen, serta staf instalasi non pelayanan.

Upacara berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan. Para peserta perempuan mengenakan kebaya atau pakaian adat Nusantara, sementara peserta laki-laki menyesuaikan dengan pakaian dinas yang berlaku.

Momentum ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini serta penguatan peran perempuan dalam pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial.

“Perempuan di lingkungan RSUD memiliki peran yang sangat penting, baik dalam pelayanan maupun dalam mendorong perubahan. Semangat Kartini harus terus kita hidupkan dalam setiap langkah dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini perlu diwujudkan dalam peningkatan kualitas kerja serta pelayanan yang inklusif dan berkesinambungan.

Menurut dr. Vitrie Winastri, RSUD berkomitmen memberikan ruang yang setara bagi seluruh pegawai, khususnya perempuan, untuk terus berkembang secara profesional dan memberikan kontribusi terbaik.

Melalui peringatan ini, diharapkan semangat Kartini dapat terus menginspirasi seluruh pegawai untuk melangkah maju, bersinar, dan berperan aktif dalam pembangunan kesehatan.

(yev/cc)

Kelurahan Cirimekar Gandeng Warga dan Anggota untuk Normalisasi Situ

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, menggelar normalisasi aliran kali dari Situ Gedong hingga Situ Citatah. Kegiatan ini berlangsung mulai Jumat (24/4/2026) dan dijadwalkan selama 12 hari kerja di RW 03 Kelurahan Cirimekar.

Lurah Cirimekar, Fildzah Amzari, menjelaskan bahwa normalisasi ini dilakukan mengingat perubahan cuaca yang tidak menentu. Keputusan ini juga merujuk pada surat edaran Bupati Bogor terkait tanggap darurat bencana. Selain itu, Kelurahan Cirimekar mendapat bantuan dari UPT Infrastruktur Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor untuk mensosialisasikan potensi banjir akibat aliran air selama musim hujan.

“Kegiatan normalisasi sungai ini bertujuan untuk mengantisipasi banjir saat hujan deras dan mencegah longsor di kawasan Situ Gedong hingga Situ Citatah. Dengan normalisasi, situ dapat berfungsi optimal, mencegah luapan banjir, dan mengurangi risiko longsor,” jelas Lurah Fildzah.

Ia menambahkan, mewakili seluruh warga Cirimekar, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto, atas respons cepat terhadap bencana banjir, serta kepada Dinas Pekerjaan Umum, UPT Infrastruktur Irigasi Wilayah II, dan semua pihak yang terlibat. Diharapkan, melalui kegiatan ini, bencana banjir di Kelurahan Cirimekar dapat diminimalisasi.

Penulis: Leonita