29.3 C
Bogor
Thursday, September 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 24

GMPRI Bogor Raya Soroti Dugaan Penyimpangan Proyek Pengadaan Pupuk Hayati Rp7,46 Miliar dan Kultivator di Distanhorbun Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Gerakan Mahasiswa Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Bogor Raya menyoroti dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan barang di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor. Sorotan tersebut tertuju pada pengadaan pupuk hayati senilai Rp7.468.531.993 serta pengadaan kultivator senilai Rp996.878.957 yang dinilai perlu mendapat perhatian aparat penegak hukum.

Ketua GMPRI Bogor Raya, Yogi Ariananda, mendesak aparat penegak hukum melakukan audit investigatif terhadap kedua paket pengadaan tersebut guna memastikan seluruh proses telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, ia juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan penyimpangan dalam proses E-Purchasing dengan memeriksa seluruh pihak yang terlibat apabila ditemukan indikasi pelanggaran prosedur maupun penyalahgunaan kewenangan.

“Distanhorbun Kabupaten Bogor perlu membuka secara transparan seluruh dokumen pengadaan kepada publik, mulai dari spesifikasi teknis, dasar pemilihan penyedia, harga satuan, hingga mekanisme distribusi barang kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah,’ katanya, pada Rabu (22/07/25).

Ketua GMPRI Bogor Raya juga mempertanyakan alasan penunjukan penyedia pupuk hayati yang berasal dari Kabupaten Sleman. Menurutnya, terdapat dugaan bahwa penyedia lain yang lokasinya lebih dekat dengan Kabupaten Bogor berpotensi memberikan efisiensi biaya distribusi tanpa mengurangi kualitas barang.

‘”Kami meminta APH dilakukan audit fisik terhadap kualitas, volume, dan penyaluran pupuk hayati agar dapat dipastikan sesuai dengan spesifikasi kontrak serta tepat sasaran kepada penerima manfaat,” ungkapnya.

Pada pengadaan kultivator, GMPRI Bogor Raya menduga terdapat indikasi mark-up harga karena nilai pengadaan dinilai tidak sebanding dengan harga yang beredar di pasaran. Oleh sebab itu, mereka meminta aparat penegak hukum melakukan pendalaman terhadap proses penyusunan harga dan mekanisme pengadaan guna memastikan tidak terjadi kerugian keuangan negara.

“Kami akan terus mengawal pengelolaan anggaran publik, khususnya pada sektor pertanian yang menyangkut kepentingan masyarakat dan kesejahteraan petani. Ia juga menolak segala bentuk praktik mark-up, pengaturan penyedia, kolusi, korupsi, maupun penyalahgunaan anggaran yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai sorotan yang disampaikan GMPRI Bogor Raya.

(yev/cc)

Daulat S.Harahap Terpilih Sebagai Ketua DPC Hanura Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Musyawarah Cabang (Muscab) IV Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Bogor di Hotel Horison Sayaga, Cibinong, Rabu (22/7/2026), menetapkan Daulat S. Harahap sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Bogor periode mendatang.

Muscab ini menjadi momentum konsolidasi partai dalam menghadapi Pemilu 2029. Sidang Muscab dihadiri Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura Imam Ansori Saleh, Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat H. Dian Rahadian, Ketua KNPI Kabupaten Bogor, unsur Forkopimda, pengurus DPC, pengurus PAC, serta kader dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor.

Usai terpilih, Daulat S. Harahap menegaskan kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

“Kami ingin Hanura hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui kaderisasi yang kuat dan kerja politik yang nyata,” kata Daulat.

Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam politik. Menurutnya, milenial dan Gen Z harus menjadi pelaku perubahan, bukan hanya pemilih.

“Prioritas kami membangun organisasi yang solid, memperkuat kaderisasi, dan membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi milenial dan Gen Z untuk berpolitik. Hanura ingin menjadi rumah politik yang melahirkan pemimpin-pemimpin muda di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Selain penguatan kader, Daulat menargetkan peningkatan perolehan suara dan kursi DPRD Kabupaten Bogor pada Pemilu 2029. Strategi yang disiapkan meliputi penguatan mesin partai, pembinaan kader berkelanjutan, pemanfaatan media digital, serta program politik yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Muscab IV ini sekaligus menandai selesainya proses regenerasi kepemimpinan DPC Partai Hanura Kabupaten Bogor. Kepengurusan baru diharapkan mampu meningkatkan elektabilitas partai dan memperkuat kehadiran Hanura di tengah masyarakat.

(Zr/Wan)

Tanamkan Kepedulian Sosial, MPLS SDN Gunung Batu 1 Kota Bogor Ditutup Santunan Anak Yatim

0

Bogor | Jurnal Bogor
SDN Gunung Batu 1 Kota Bogor resmi menutup rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Rabu (22/7/2026). Acara penutupan dikemas berbeda dengan diisi kegiatan santunan kepada anak yatim.

Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut dihadiri kepala sekolah, dewan guru, komite sekolah, orang tua siswa, serta seluruh peserta didik baru.

Kepala SDN Gunung Batu 1 Kota Bogor Wulan Ratna Ningrum, M.Pd menyampaikan bahwa MPLS bukan hanya ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga momentum menanamkan nilai karakter dan kepedulian sosial sejak dini.

“MPLS tahun ini kami tutup dengan kegiatan mulia, yaitu santunan anak yatim. Harapannya anak-anak belajar bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tapi juga tempat menumbuhkan empati dan rasa syukur,” ujarnya.

Acara dimulai dengan sambutan, demo 12 ekskul dan puncak acara penyerahan santunan kepada anak-anak  yatim dari lingkungan sekitar sekolah sebanyak 25 orang dan penyerahan pohon dari orang tua murid baru kelas 1 ke sekolah.

Para guru dan orang tua tampak antusias mendampingi. Suasana haru menyelimuti saat anak-anak menyerahkan langsung bantuan kepada para penerima santunan.

Kolaborasi antara  sekolah dan orang tua dalam kegiatan sosial santunan anak yatim seperti ini dinilai sangat baik untuk membentuk karakter siswa. Santunan ini terlaksana berkat kerjasama komite sekolah dan seluruh orang tua siswa dari kelas 1-6 SDN Gunung Batu 1.

“Anak-anak jadi belajar berbagi. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus rutin dilakukan,” katanya.

Dengan ditutupnya MPLS, seluruh siswa baru SDN Gunung Batu 1 Kota Bogor  siap memulai kegiatan belajar. Pihak sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama.

(Wawan Hermawanto)

DPK KNPI Bogor Barat Berpartisipasi dalam Aksi Bersih Sungai Lintas Sektor untuk Mitigasi Bencana

0

Bogor | Jurnal Bogor
Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bogor Barat turut berpartisipasi dalam kegiatan Kerja Bakti Bersih Sungai Lintas Sektor yang dilaksanakan di wilayah Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kecamatan Bogor Barat ini melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan serta upaya mitigasi bencana banjir.

Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan, di antaranya santri Pondok Pesantren Al-UM, LPBNU, Banser, dan Falakiyah, yang bersama-sama bergotong royong membersihkan bantaran sungai. Aksi kerja bakti difokuskan pada pembersihan sampah yang menumpuk di sepanjang bantaran sungai.

Sampah-sampah tersebut dinilai berpotensi menghambat aliran air dan menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir saat musim hujan.

Ketua DPK KNPI Bogor Barat, Nur Sanusi, turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keikutsertaan KNPI merupakan wujud nyata kepedulian pemuda terhadap pelestarian lingkungan sekaligus mendukung langkah mitigasi bencana melalui aksi gotong royong.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan sungai, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Sinergi lintas sektor seperti ini perlu terus dipertahankan agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan aman dari potensi bencana,” ujar Nur Sanusi.

Melalui kegiatan bersih sungai lintas sektor ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta semakin aktif menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.

Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan tangguh terhadap bencana.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Pemerintah Kecamatan Bogor Barat, seluruh pemerintah kelurahan se-Kecamatan Bogor Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Polsek Bogor Barat, Koramil Bogor Barat, Kwartir Ranting Pramuka Bogor Barat, Karang Taruna se-Kecamatan Bogor Barat, serta jajaran DPK KNPI Bogor Barat.

(Wawan Hermawanto)

R3 Terancam Digugat Lagi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Rencana lanjutan pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3) Kota Bogor kembali menuai penolakan dari sejumlah warga yang lahannya terdampak proyek. Kuasa hukum warga, Dwi Arsywendo, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menghentikan seluruh tahapan pembangunan hingga persoalan ganti kerugian lahan diselesaikan.

Dwi menilai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor tidak seharusnya melanjutkan proses proyek, termasuk pelaksanaan lelang dan penandatanganan kontrak dengan pemenang tender, sebelum seluruh sengketa pembebasan lahan tuntas.

“Saya mengecam keras tindakan Pemerintah Kota Bogor, dalam hal ini Dinas PUPR, yang kami nilai bertindak sewenang-wenang terhadap masyarakat. Seharusnya proses lelang pembangunan Jalan R3 lanjutan tidak dilakukan terlebih dahulu karena persoalan ganti kerugian dengan warga belum selesai,” kata Dwi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, proses lelang telah rampung dan saat ini memasuki tahap penandatanganan kontrak kerja dengan pihak pelaksana.

Karena itu, Dwi meminta pemenang tender tidak memulai pekerjaan konstruksi sebelum seluruh hak masyarakat dipenuhi.

“Kami meminta pihak pemenang tender untuk tidak melakukan pembangunan terlebih dahulu karena lahan tersebut belum dilakukan ganti rugi kepada masyarakat. Apabila tetap dipaksakan, kami akan menempuh langkah hukum,” tegasnya.

Dwi menjelaskan, warga yang diwakilinya memiliki alas hak berupa Sertifikat Hak Milik (SHM). Namun, kata dia, masyarakat dipaksa menerima nilai ganti kerugian berdasarkan hasil appraisal tahun 2013 yang kemudian dititipkan melalui mekanisme konsinyasi di Pengadilan Negeri Bogor pada 2015.

Ia mengklaim, warga tidak pernah mendapatkan sosialisasi maupun dilibatkan dalam musyawarah terkait rencana pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan R3.

“Justru masyarakat mengetahui lahannya terdampak setelah menerima panggilan atau aanmaning dari Pengadilan Negeri Bogor pada 2015. Saat itu mereka diberi tahu bahwa uang ganti kerugian sudah dititipkan oleh pemerintah ke pengadilan,” ujarnya.

Salah seorang warga terdampak, Suhendi, mengaku tidak pernah mengetahui sebelumnya bahwa rumahnya masuk dalam area pembebasan lahan proyek Jalan R3.

Ia menyatakan tetap menolak pencairan uang konsinyasi yang dititipkan di Pengadilan Negeri Bogor karena merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses pembebasan lahan.

“Saya tidak pernah disosialisasikan dan tidak pernah diajak musyawarah oleh Pemerintah Kota Bogor. Yang saya alami justru pernah diminta Kepala Dinas PUPR untuk menerima uang konsinyasi tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Rr Juniarti Estiningsih, mengatakan pembangunan Jalan R3 merupakan proyek untuk kepentingan umum yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
“Jalan R3 merupakan pembangunan untuk kepentingan umum sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012. Untuk lahan yang dimaksud, ganti kerugiannya sudah dilakukan melalui mekanisme konsinyasi, dan saat ini sedang dalam proses permohonan eksekusi di pengadilan,” kata Juniarti.

Ia menjelaskan, untuk anggaran ganti rugi telah dititipkan ke Pengadilan Negeri Kota Bogor dengan metode konsinyasi.

Menurut Juniarti, apabila pemilik lahan merasa nilai ganti kerugian yang ditetapkan belum sesuai, penyelesaiannya dapat ditempuh melalui jalur hukum.

“Kalau harga dianggap tidak cocok, silakan menempuh proses di pengadilan. Nanti apabila ada gugatan, itu akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan, termasuk terkait kemungkinan penganggaran kembali. Namun semuanya bergantung pada putusan pengadilan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, saat ini Dinas PUPR sedang mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri untuk melakukan eksekusi lahan.

** Fredy Kristianto

Pospera Desak Kejari Tangkap Aktor Intelektual Proyek RSUD Bogor Utara

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Setelah menetapkan mantan anggota Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa (ULPBJ) Kabupaten Bogor berinisial BAP sebagai tersangka, Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor segera menangkap aktor intelektual kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan RSUD Bogor Utara.

Ketua Pospera Korwil IV Ali Taufan Vinaya (ATV) menegaskan, bahwa langka lembaga adhyaksa Kabupaten Bogor tetapkan BAP seorang diri sebagai tersangka, belum sesuai harapan masyarakat.

“BAP hanya seorang anggota Pokja di ULPBJ yang tidak memiliki kebijakan dan kewenangan dalam menentukan pemenang tender. Artinya, tidak mungkin melakukan kejahatan seperti yang disangkakan Kejaksaan lalu tidak ada perintah dari atasannya,” tegas ATV.

Aktivitas 98 itu mengatakan, Kajari Kabupaten Bogor tidak harus dipandang sebelah mata untuk menangkap aktor intelektual Tipikor RSUD Bogor Utara yang mengakibatkan ketugian negara Rp9,1 Milyar.

“Lucu kalau hanya menetapkan seorang BAP sebagai tersangka dalam penentuan pemenang lelang untuk proyek RSUD Bogor Timur pada Tahun 2021 lalu. Kalau memang akhir ceritanya seperti ini, maka ini preseden buruk terhadap penegak hukum dalam memerangi korupsi,” ujar ATV.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap penegakan hukum atas kasus Tipikor, yang tidak dituntaskan sampai ke akar-akarnya.

“Kami akan kawal ini, sampai aktor intelektual tertangkap. Tidak ada ruang terhadap koruptor di Kabupaten Bogor, yang jelas-jelas menyengsarakan rakyat,” paparnya. n Noverando H

Dampak Kekeringan, DPRD Apresiasi KTH Ciguha River Bantu Masyarakat

0

‎Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dr. Usep Nukliri mengapresiasi pendistribusian sumber air bersih yang berasal dari KTH Ciguha River yang menyasar ke setiap desa di lingkup Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.‎

Menurutnya kehadiran Ciguha River sangat membantu di saat sulitnya masyarakat mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Dr.Usep Nukliri

“Tak sedikit masyarakat kesulitan akan air bersih, maka dengan sumber air bersih yang  dihasilkan KTH  Ciguha River tentu saja  sangat membantu,” ujar Usep Nukliri kepada Jurnal Bogor, Selasa (21/7/2026).

‎‎Penyaluran air bersih bagi masyarakat yang didukung bersama Forkompincam, baik dari Mapolsek Nanggung, Kelompok Tani Hutan (KTH) Ciguha River, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Karang Taruna, maupun lembaga sosial lainnya termasuk inisiatif yang diperlukan meminimalisasi dampak kemarau yang berkepanjangan.‎

‎‎Di beberapa  wilayah kecamatan di Kabupaten Bogor kini memang mulai krisis akan sulitnya sarana air bersih. ‎Program kemanusiaan dengan penyaluran air bersih yang menyasar penerima manfaat ke setiap pelosok di Kecamatan Nanggung  diharapkan terus berkelanjutan.‎

‎”Sangat membantu, karena air sebagai dasar  sumber kebutuhan, apalagi saat kemarau ini,” tandasnya.

** Arip Ekon

Usep Nukliri Dorong SDN Cadas Leueur Segera Dibangun

0

‎‎

‎Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PAN, Dr. Usep Nukliri mengunjungi sekolah SDN Cadas Leueur, Desa Bantarkaret, Nanggung yang melangsungkan kegiatan belajarnya menggunakan tenda terpal.  ‎

‎‎Wakil rakyat dari Komisi IV yang salah satunya membidangi pendidikan mengaku prihatin melihat keadaan sekolah SDN Cadas Leueur yang kerusakannya sangat berat hingga harus segera dibangun.‎

Dr.Usep Nukliri berinteraksi dengan siswa-siswi SDN Cadas Leueur.

‎”‎Kalau tidak segera ditangani dan terus dibiarkan, maka gedung SDN Cadas Leueur itu bisa saja ambruk,” kata Usep Nukliri saat ditemui di Kampus Institut Agama Islam Bogor (IAIB) kepada Jurnal Bogor, Selasa (21/7/2026).‎

‎‎Meski di tengah keterbatasan, Usep Nukliri menyarankan beberapa ruangan untuk tidak digunakan berkegiatan pembelajaran sebelum gedung SDN Cadas Leueur itu dilakukan pembangunan.‎

‎”‎Kerusakannya sudah sangat berat, maka gedung SDN Cadas Leueur wajib dibangun,” tegasnya.‎

‎Dia menyatakan akan terus mendorong agar pembangunan gedung SDN Cadas Leueur agar bisa segera terealisasi. ‎Sejauh ini komunikasi, baik dengan Pemkab maupun pihak terkait sudah dilakukan  supaya pembangunan gedung SDN Cadas Leueur menjadi prioritas.‎

‎‎Bahkan kata Usep Nukliri yang berasal dari Kecamatan Kecamatan ini mengaku telah berkoordinasi dengan  PT Antam Tbk, UBPE Pongkor untuk mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar dengan membantu  fasilitas pendidikan.‎

‎”Telah komunikasi dan Antam pun merespons serta mendukung untuk perbaikan fasilitas pendidikan gedung SDN Cadas Leueur,” jelasnya.

** Arip Ekon

Perkuat Pendataan dan Pelayanan Sosial di Kecamatan, IPSM Kabupaten Bogor Terima Hibah Tahap II Berupa Laptop dan Printer

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Bogor menerima bantuan hibah operasional tahap II berupa laptop dan printer. Bantuan bersumber dari dana aspirasi anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pendataan dan pelayanan sosial hingga ke tingkat kecamatan.

Penyerahan bantuan dilakukan di Sekretariat IPSM Kabupaten Bogor. Sebanyak 15 pengurus IPSM tingkat kecamatan hadir dan menerima langsung bantuan tersebut dari anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ridwan Muhibi, Selasa (21/07/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum IPSM Kabupaten Bogor Supiah, jajaran pengurus IPSM, Kepala Bidang pada Dinas Sosial Kabupaten Bogor, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Umum IPSM Kabupaten Bogor, Supiah, mengatakan perangkat kerja yang memadai sangat dibutuhkan para pekerja sosial di lapangan.

“Bantuan ini kami harapkan dapat mendukung kinerja IPSM, khususnya dalam pendataan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya laptop dan printer, proses administrasi dan pelaporan bisa lebih cepat, akurat, dan efisien,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris IPSM Kabupaten Bogor, Jamaluddin. Ia mengapresiasi perhatian DPRD Kabupaten Bogor terhadap kebutuhan operasional IPSM.

“Kami mengucapkan terima kasih atas hibah operasional tahap kedua berupa laptop dan printer ini. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk menunjang tugas IPSM di lapangan, terutama dalam pendataan dan penyusunan laporan,” kata Jamaluddin usai kegiatan.

Jamaluddin juga berharap sinergi antara IPSM, DPRD, dan Pemerintah Kabupaten Bogor terus terjalin demi peningkatan kualitas pelayanan sosial kepada masyarakat.

Dengan adanya hibah ini, kapasitas IPSM di tingkat kecamatan diharapkan semakin kuat. Sehingga pelaksanaan tugas-tugas sosial, mulai dari pendataan, verifikasi, hingga pelaporan dapat berjalan lebih efektif dan profesional.

(zr/Wan)

SSB Gelora Muda FC Situgede Siap Tempur di Piala Soeratin KU-13 dan 15 Tahun 2026

0

Bogor | Jurnal Bogor
SSB Gelora Muda FC Situgede, Kota Bogor menyatakan kesiapannya mengikuti ajang Piala Soeratin PSSI Tingkat Kota Bogor KU-13 dan KU-15 Tahun 2026. Kompetisi bergengsi untuk kelompok umur ini akan berlangsung pada 20 – 26 Juli 2026 di Kota Bogor.

Sebagai salah satu SSB binaan di wilayah Situgede, Gelora Muda FC datang dengan membawa semangat “Pejuang di Lapangan, Juara di Hati” dan tekad Satu Tujuan, Satu Tim, Satu Juara.

Ketua SSB Gelora Muda FC  Ary menyampaikan persiapan tim sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. Latihan rutin, uji coba, dan pembinaan mental menjadi fokus utama agar para pemain siap secara fisik dan teknis.

“Kami menurunkan 2 tim, yaitu KU 13 dan KU 15. Target kami bukan hanya menang, tapi juga membentuk karakter pemain. Kami ingin anak-anak tampil disiplin, kerja keras, sportif, dan berprestasi,” ujarnya, Selasa (21/07/2026)

SSB Gelora Muda FC bukan tim baru di kompetisi Piala Soeratin. Pada tahun 2024, tim KU-15 Gelora Muda berhasil meraih Juara III Piala Soeratin U-15 PSSI Jawa Barat. Prestasi tersebut menjadi motivasi agar di tahun 2026 bisa melangkah lebih.

Tim gelora muda juga menegaskan filosofi pembinaannya
1.  Berlatih hari ini untuk kemenangan esok
2.  Berani berjuang, takut gagal
3.  Tetap semangat
4.  Gelora Muda Satu Hati, Satu Mimpi, Satu Juara

“Kita bukan hanya sebuah tim, tapi keluarga. Pejuang masa depan,”  tegas Erfan, pelatih SSB Gelora Muda FC.

Piala Soeratin sendiri merupakan kompetisi resmi PSSI yang menjadi wadah pembinaan dan scouting talent pemain usia dini. SSB Gelora Muda berharap ajang ini dapat melahirkan bibit-bibit pemain berkualitas dari Kota Bogor yang nantinya bisa berkarir di level lebih tinggi.

Pihak SSB Gelora Muda juga mengajak seluruh masyarakat, orang tua, dan pecinta sepak bola Kota Bogor untuk memberikan dukungan dan doa kepada tim KU-13 dan KU-15 selama bertanding.

“Kami mohon doanya. Semoga anak-anak bisa bermain maksimal, menjunjung sportivitas, dan mengharumkan nama Kota Bogor,” tutupnya.

(Wawan Hermawanto)