31.3 C
Bogor
Thursday, September 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 22

Bayi Ditemukan Tewas Dalam Tas, Polisi Tetapkan Mahasiswi Tersangka

0

Bogor | Jurnal Bogor

Satreskrim Polresta Bogor Kota menetapkan seorang mahasiswi berinisial SSA (21) sebagai tersangka dalam kasus kematian bayi yang ditemukan di dalam sebuah tas di wilayah Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Saat ini tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolresta Bogor Kota sejak 25 Juli 2026.

Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Ari Tresetiawan, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari penemuan jasad bayi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Tanah Sewa, RT 05/RW 03, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara.

“Setelah menerima laporan, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama Unit Identifikasi dan tim operasional melakukan penyelidikan secara intensif hingga akhirnya mengarah kepada seorang perempuan berinisial SSA yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka,” ujar AKBP Ari Tresetiawan, Senin (27/6/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku hamil setelah berhubungan dengan kekasihnya pada Oktober 2025. Kehamilan tersebut baru diketahui pada April 2026 dan disembunyikan dari keluarga karena merasa takut dan malu.

AKBP Ari menjelaskan, tersangka melahirkan seorang diri di toilet umum kawasan Pasar Minggu, Jakarta, pada 20 Juli 2026 tanpa bantuan tenaga medis maupun orang lain. Bayi yang dilahirkan kemudian dibawa pulang ke Bogor dan disimpan di dalam tas berwarna hitam.

“Dari hasil penyidikan, tersangka mengaku mengira bayinya telah meninggal karena tidak menangis saat dilahirkan. Bayi kemudian dibawa pulang dan disimpan di rumah,” jelasnya.

Dua hari kemudian, tersangka membawa tas tersebut ke rumah kerabatnya dengan alasan hendak menguburkan jasad bayi. Namun rencana itu tidak terlaksana hingga akhirnya tas tersebut ditemukan oleh pemilik rumah yang mencium bau menyengat. Saat dibuka, di dalamnya terdapat jasad bayi.

Dalam perkara ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu tas punggung berwarna hitam dan satu kardus.

AKBP Ari menyebut tersangka dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp3 miliar. Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 460 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan anak sendiri.

“Proses penyidikan terus berjalan dan saat ini penyidik tengah melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor,” katanya.

AKBP Ari juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan perhatian terhadap anak, khususnya remaja perempuan, melalui komunikasi yang terbuka, pengawasan terhadap pergaulan, edukasi mengenai kesehatan reproduksi, serta penanaman nilai agama dan moral sejak dini agar kejadian serupa tidak terulang.

** Fredy Kristianto

Minim Area Parkir, Resto Aroem Nekat Kuasai Badan Jalan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Keberadaan parkir valet yang diduga memanfaatkan ruang parkir di badan jalan umum untuk kepentingan Restoran Aroem di Jalan R.D. Tirto Adhi Suryo, Kelurahan Tanah Sareal, Kota Bogor, menuai protes warga. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor pun turun tangan dan memberikan peringatan keras kepada pengelola restoran.

Persoalan ini mencuat setelah kendaraan milik Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor dilarang parkir di depan Kantor PWI oleh seorang pria yang mengaku sebagai petugas parkir valet Restoran Aroem, Minggu (26/7/2026).

“Maaf, jangan parkir di sini,” ujar Aldho Herman, Ketua PWI Kota Bogor, menirukan ucapan petugas yang menggunakan seragam bertuliskan ‘valet’ tersebut.

Larangan itu membuat Ketua PWI dan para wartawan yang berada di Kantor PWI terkejut. Pasalnya, selama ini area di depan kantor tersebut biasa digunakan untuk parkir kendaraan wartawan dan tamu PWI, tanpa pernah ada larangan.

Aldho sempat heran, kenapa area parkir depan kantor PWI ini diklaim sebagai area parkir valet Restoran Aroem.

Merasa fasilitas publik telah dikuasai secara sepihak, PWI Kota Bogor kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Dishub Kota Bogor.

Tidak lama berselang, petugas Wakorlap Dishub Kota Bogor Asep Suharda bersama sejumlah anak buahnya, mendatangi lokasi dan memanggil pria yang mengaku sebagai petugas parkir valet.

Dalam keterangannya, pria berseragam valet tersebut mengaku diperintah pihak Restoran Aroem, untuk mengelola parkir valet bagi pengunjung dengan tarif Rp10 ribu per kendaraan.

“Hasil parkir valet saya setor ke pihak Restoran Aroem, Pak,” ujar pria tersebut di hadapan Asep Suharda.

Mendengar pengakuan itu, Wakorlap Dishub Asep Suharda langsung memberikan ultimatum kepada pihak Restoran Aroem agar tidak lagi menggunakan area parkir di badan jalan sebagai lokasi parkir valet.

“Kami peringatkan, pihak Aroem tidak boleh menguasai area parkir seenaknya, apalagi digunakan sebagai parkir valet untuk pengunjung. Ini merupakan parkir liar karena memanfaatkan fasilitas publik,” tegas Asep.

Asep juga mengingatkan akan mengambil tindakan tegas apabila praktik parkir valet tersebut masih ditemukan.

Ditanyakan juga apakah valet ini memiliki izin, namun petugas parkir itu mengaku tidak mengetahuinya karena ia bekerja atas perintah manajemen Restoran Aroem.

Valet RM Aroem diketahui belum memiliki izin, sehingga salah satu sanksi yang akan diterapkan adalah penggembokan kendaraan yang melanggar aturan parkir. Karena sesuai aturan tempat usaha harus memiliki area parkir sendiri sesuai rekom Dishub, dimana SRP (Satuan Ruang Parkir) untuk tiap tempat usaha telah diatur.

Selain itu, Dishub memastikan akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas parkir di sepanjang Jalan R.D. Tirto Adhi Suryo agar tidak kembali menimbulkan konflik dengan masyarakat, dengan menempatkan petugas jaga.

Warga sekitar berharap Pemerintah Kota Bogor melalui Dishub bertindak tegas terhadap pengelola Restoran Aroem apabila kembali memanfaatkan ruang parkir publik untuk kepentingan usaha.

Menurut mereka, setiap pelaku usaha seharusnya menyediakan lahan parkir sendiri dan tidak mengambil alih fasilitas umum yang menjadi hak seluruh masyarakat.

** Fredy Kristianto

Book Sharing Hadirkan Ruang Aman Bagi Muslimah di Bogor untuk Bertumbuh Melalui Cerita dan Self Healing

0

Bogor | Jurnal Bogor
Di balik ketenangan yang ditampilkan, tidak sedikit perempuan yang masih menyimpan luka berupa kehilangan, kekecewaan, pengkhianatan, kelelahan, maupun luka pengasuhan yang belum sepenuhnya pulih. Keterbatasan ruang aman untuk bercerita seringkali membuat perasaan tersebut dipendam.

Menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan Book Sharing bertajuk _”Mengubah Luka, Menggali Makna: Berbagi Cerita Melalui Buku sebagai Jendela Jiwa”_digelar di Kota Bogor, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama 180 menit di Auditorium Bima Arya, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor ini diikuti 50 peserta muslimah, terdiri dari ibu-ibu dan remaja putri. Jumlah peserta dibatasi agar proses refleksi dan pembelajaran dapat berlangsung lebih mendalam dan hangat.

Acara dipandu oleh Lili Marliyuana, Certified Self Healing Professional dan Emotional Healing Therapist, sekaligus Direktur ABCo Therapy Center, bersama Nena Nurjanah sebagai co-facilitator.

Lili Marliyuana menyampaikan bahwa setiap perempuan memiliki cerita yang membentuk perjalanan hidupnya.

“Ada cerita tentang kehilangan, pengkhianatan, perjuangan menjadi ibu, masa kecil yang masih menyisakan luka, hingga perjalanan menemukan jati diri. Cerita-cerita itu tidak harus disangkal. Ketika diberi ruang yang aman untuk dikenali dan dimaknai, cerita tersebut dapat menjadi sumber kekuatan dan harapan,” ujarnya.

Berbeda dengan seminar, Book Sharing ini menekankan aspek refleksi, kontemplasi, dan koneksi antarpeserta. Melalui kelompok-kelompok kecil, peserta diajak saling mendengarkan dengan empati tanpa menghakimi.

Beberapa materi utama yang diberikan antara lain konsep Writing is Healing sebagai sarana menulis reflektif untuk mengenali emosi dan menemukan makna, serta praktik Self Healing yang dapat diterapkan secara mandiri untuk menjaga kesehatan mental dan spiritual.

Dalam kegiatan ini juga dideklarasikan pembentukan Komunitas Healing Circle. Komunitas ini menjadi wadah berkelanjutan bagi Muslimah untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan bertumbuh dalam suasana aman dan penuh empati.

“Harapannya, peserta pulang dengan hati yang lebih lapang, hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri, serta keyakinan bahwa setiap perjalanan hidup mengandung hikmah ketika dijalani dengan sabar, ikhtiar, dan tawakal kepada Allah SWT,” pungkas Lili.

Peserta mendapatkan materi Book Sharing, praktik Self Healing, serta akses menjadi bagian dari Komunitas Healing Circle sebagai wadah pendampingan bersama.

(Wawan Hermawanto)

Ratusan Anak Meriahkan Hari Anak Nasional

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Alun-alun Kota Bogor, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Tumbuh Bahagia serta Bebas Berkarya” itu diisi berbagai penampilan seni, fashion show, panggung kreativitas, dan pembagian doorprize.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membesarkan anak, mulai dari memberikan kasih sayang, perlindungan, hingga memastikan mereka memperoleh pendidikan yang baik.

Dedie juga menyoroti maraknya kasus perundungan di kalangan pelajar. Menurutnya, perilaku tersebut kerap dipengaruhi oleh tekanan atau kekerasan yang dialami anak di lingkungan keluarga.

“Mendidik anak yang paling utama adalah adab, baik di rumah maupun di sekolah. Adab akan menjadi fondasi lahirnya generasi yang hebat,” ujarnya.

Ia turut mengajak para guru untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membimbing perkembangan karakter dan memberi ruang bagi anak mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan pendekatan yang humanis.

Sementara itu, Kepala DP3A Kota Bogor, Rakhmawati, mengatakan puncak HAN 2026 menjadi wadah bagi anak-anak yang selama ini belum pernah tampil di tingkat kota agar memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan bakat dan menyampaikan aspirasinya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan penutup dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang sebelumnya diisi berbagai agenda, seperti Suara Anak Kota Bogor, nonton bersama anak yatim dan difabel, Bermain Bersama Anak Panti, serta Festival Edukasi Anak. Secara keseluruhan, sekitar 700 hingga 800 anak terlibat sebagai peserta maupun penampil.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Bogor berharap semakin banyak ruang bagi anak untuk berkarya, menyampaikan aspirasi, serta mendukung terwujudnya Kota Bogor yang ramah anak.

** Fredy Kristianto

SE DTSEN Belum Dicabut, Wishnu: Hak Warga Miskin Masih Terancam

0

Bogor | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kota Bogor, Wishnu Ardiansyah, menilai surat pemberitahuan yang diterbitkan Pemerintah Kota Bogor terkait pelaksanaan Bantuan Sosial Pendidikan dan Bantuan Pelunasan Ijazah belum menyelesaikan persoalan utama.

Menurutnya, akar masalah masih terletak pada belum dicabut atau direvisinya Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor 100.3.4/4216-Dinsos Tahun 2025 yang mengatur penyaluran bantuan sosial mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 sampai 5.

Wishnu mengatakan, selama surat edaran tersebut masih berlaku, potensi multitafsir tetap terjadi dan dapat dijadikan dasar perangkat daerah dalam menentukan penerima bantuan sosial.

Ia mengungkapkan, dalam rapat kerja bersama DPRD telah muncul kesepahaman bahwa redaksi surat edaran tersebut menimbulkan kebingungan dan berdampak pada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Sejak awal saya tidak pernah menolak penggunaan DTSEN. Yang saya tolak adalah ketika data yang masih memiliki kekurangan dijadikan dasar mutlak untuk menutup akses bantuan sosial bagi masyarakat yang benar-benar miskin. Negara tidak boleh kalah oleh administrasi, dan kebijakan tidak boleh mengalahkan rasa keadilan,” ujar Wishnu melalui keterangan tertulisnya, Minggu (26/7/2026).

Wishnu kembali mendesak Pemkot Bogor segera mencabut atau merevisi surat edaran tersebut agar tidak lagi menjadi dasar pembatasan bantuan sosial bagi warga yang berhak.

“Pemerintah harus berani memperbaiki kebijakan yang telah menimbulkan polemik agar masyarakat miskin tidak kehilangan haknya menerima bantuan,” tegas dia.

** Fredy Kristianto

Beri Pendidikan Karakter, SDIT Al- Munawwar Tutup MPLS dengan Mabit

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Sejumlah wali murid hadir menyaksikan api unggun seiring digelarnya Malam Iman dan Takwa (Mabit) sekaligus penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 yang diikuti ratusan peserta pramuka penggalang Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al- Munawwar Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor pada Jumat (24/7/2026) malam.‎

‎Sekitar 100 anggota pramuka penggalang dari siswa kelas 4,5 hingga 6 digembleng serta dibina dalam penguatan karakter religius yang dikemas dalam Mabit.‎

‎”Kami sangat mendukung karena momentum Mabit ini dapat mempengaruhi penguatan karakter siswa,” ujar wali murid asal Desa Pangkaljaya, H.Nasir saat ditemui disela sela berlangsungnya beragam kegiatan penutupan MPLS tersebut.‎

‎H.Nasir yang telah purnabakti di UPT Pendidikan Kecamatan Nanggung menyatakan, prosesi penutupan MPLS yang merupakan program pendidikan religius, sudah semestinya anak dipupuk dengan pendidikan religi.‎

‎”Di tengah perkembangan jaman, pendidikan religi untuk bagi anak memang mesti ditingkatkan,” tambah wali murid lainnya, Asep TB yang merupakan pegawai negeri sipil Pol PP Kecamatan Nanggung.‎

‎Sementara kegiatan pramuka penggalang dengan acara Mabit tersebut juga dihadiri langsung kepala sekolah dan para guru SD IT Al- Munawwar.

** Arip Ekon

PT Raharja Energi Cepu dan Leads Indonesia Dorong Kampung Ramah Lingkungan Lewat Budidaya Maggot

0

Bogor | Jurnal Bogor – PT Raharja Energi Cepu melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) berkolaborasi dengan Leads Indonesia dan Sekolah Sampah Indonesia menggelar workshop pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Kampung Ramah Lingkungan (KRL), Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/7/2026).

Mengusung tema “Dari Sampah Dapur Menjadi Berkah Warga”, kegiatan tersebut diikuti warga Kampung Ramah Lingkungan yang tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung melihat siklus budidaya maggot, mulai dari telur hingga menjadi larva siap dimanfaatkan.

Perwakilan Yayasan Leads Indonesia, Ilham, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Sukajadi Asri yang sebelumnya diawali dengan rembuk bersama pemerintah desa, warga, dan komunitas setempat.

“Ada dua program yang kami jalankan di Sukajadi, yaitu Sukajadi Asri dan Sukajadi Mandiri. Hari ini merupakan bagian dari rangkaian Sukajadi Asri berupa sosialisasi dan pelatihan atau capacity building bagi warga, khususnya komunitas Kampung Ramah Lingkungan, agar nantinya mampu mengelola budidaya maggot secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Ilham, pihaknya juga menggandeng Sekolah Sampah Indonesia sebagai mitra pendamping. Dalam waktu dekat peserta akan diajak mengunjungi lokasi budidaya untuk mempelajari proses produksi hingga pengolahan maggot secara langsung.

“Kami juga telah menyiapkan dukungan anggaran untuk pembangunan instalasi budidaya maggot, mulai dari tempat produksi, biopond hingga penetasan. Harapannya, masyarakat semakin sadar bahwa sampah memiliki nilai ekonomis apabila dikelola dengan baik,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Sekolah Sampah Indonesia, Mujahid Abdurahim, menjelaskan bahwa organisasinya fokus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik karena jenis sampah tersebut paling banyak dihasilkan rumah tangga dan harus segera diolah.

“Kami mengolah sampah organik menggunakan maggot dengan sistem Integrated Urban Farming. Sampah organik menjadi pakan maggot, kemudian hasil panennya dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ternak, sedangkan sisa media budidayanya menjadi pupuk organik,” jelasnya.

Ia berharap Desa Sukajadi dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

Di tempat yang sama, Ketua RW 08 sekaligus Ketua Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Sukajadi, Adi, menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, masih banyak sampah yang belum dikelola dengan baik sehingga ilmu yang diperoleh warga diharapkan dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

“Dengan adanya pelatihan ini mudah-mudahan masyarakat mendapatkan manfaat dan mampu menerapkannya di rumah masing-masing. Ke depan kami berharap pengelolaan sampah semakin baik sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat. Saya juga mengimbau seluruh warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan bersama,” pungkasnya. Yudi

Bangun Kedekatan, UMKM Warung Ritel Bogor Barat Kumpul Bareng Auto2000 Yasmin

0

Rumpin | Jurnal Bogor
Pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) grosir sembako dan kelontong se-Bogor Barat memadati DMS Cafe, Rumpin, Kabupaten Bogor dalam kegiatan silaturhami pemilik UMKM bersama Auto2000 Yasmin, Kamis (23/07/2026).

Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini berlangsung hangat dan penuh keakraban. Sejak registrasi, para peserta terlihat saling berkenalan, bertukar cerita usaha, hingga menikmati suasana ramah tamah yang penuh keceriaan.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Paguyuban UMKM Bobar  H. Jajang dan Branch Manager – Auto2000 Bogor Yasmin  Heri Hermawan yang dilanjutkan dengan perkenalan Auto2000 Yasmin dengan peserta yang hadir dibantu dengan PIC Auto2000 Yasmin Yosep.

Heri Hermawan mengatakan silaturahmi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk lebih dekat dengan para pelaku usaha khususnya UMKM di area Bogor, yang juga selaras dengan gagasan top manajemen Auto2000 saat ini.

“Kami ingin membangun kedekatan dengan para pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi di Bogor Barat. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini terjalin komunikasi yang baik dan membuka peluang kolaborasi ke depan,” ujarnya.

Selain perkenalan, Auto2000 Yasmin yang juga disupport oleh tim pembiayaan ACC, memberikan penjelasan product unggulan Veloz Hybrid yang merupakan Car of The Year 2026, Layanan Auto2000 Yasmin, baik sales maupun aftersales. Juga memberikan kesempatan bagi para tamu undangan untuk melihat dan merasakan langsung pengalaman berkendara dengan Veloz HV yang sudah disiapkan.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Banyak peserta yang antusias bertanya tentang cicilan ringan, trade-in, hingga keuntungan menggunakan bengkel resmi.

“Saya baru tahu kalau ada paket perawatan khusus untuk usaha. Ini sangat membantu karena mobil saya dipakai untuk antarbarang ke warung,” kata Ibu Sari, salah satu pemilik warung di Dramaga.

Selain edukasi produk, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar pelaku usaha. Para pemilik warung sembako bisa saling bertukar tips mengelola usaha, menghadapi persaingan, hingga memanfaatkan teknologi untuk pemasaran.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kehadiran yang melebihi target. Panitia mencatat lebih dari 100 pemilik warung juga hadir dari wilayah Dramaga, Ciomas, Tamansari, dan sekitarnya.

“Kami senang sekali bisa kumpul dan dapat ilmu baru. Semoga kegiatan seperti ini rutin diadakan,” ujar  Ujang, pemilik warung di Rumpin.

Acara ditutup dengan penyampaian terima kasih dan sesi foto bersama antara peserta UMKM, manajemen Auto2000 Bogor Yasmin, dan panitia.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara Auto2000 Bogor Yasmin dan komunitas UMKM Bogor Barat semakin kuat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

(Wawan Hermawanto)

Warga Vila Bogor Indah 3 Kedunghalang Antusias Cek Kesehatan Gratis

0

Bogor | Jurnal Bogor
Ratusan warga Perumahan Vila Bogor Indah 3, Kelurahan Kedunghalang, Bogor Utara, Kota Bogor antusias mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Puskesmas Warung Jambu dan Posyandu Bougenville RW 15 Vila Bogor Indah 3.

Sejak pukul 08.00 WIB, aula perumahan sudah dipenuhi warga dari berbagai usia. Mulai dari usia produktif hingga lansia datang untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis ini.

Pantauan di lokasi, petugas dari Puskesmas Warung Jambu dan kader Posyandu RW 15 membagi beberapa pos layanan. Ada pos registrasi, cek tekanan darah, gula darah, penimbangan berat badan dan tinggi badan, serta konsultasi kesehatan dan gizi.

Kepala Puskesmas Warung Jambu, dr.Dyah menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat.

“Kami ingin mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat. Dengan adanya pemeriksaan gratis di lingkungan, diharapkan warga lebih rutin memantau kondisi kesehatannya. Deteksi dini penyakit seperti hipertensi dan diabetes sangat penting,” ujarnya, Sabtu(25/07/2026).

Senada, Ketua Posyandu Bougenville RW 15, Nayah Sunayah mengatakan kegiatan ini sudah lama direncanakan bersama pengurus RW.

“Alhamdulillah warga RW 15 dan sekitarnya sangat antusias. Kader Posyandu kami kerahkan semua untuk membantu registrasi dan edukasi. Ke depan kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin tiap 3 bulan sekali,” katanya.

Salah satu warga, Haryanto, 62 tahun, mengaku senang dengan adanya layanan ini.

“Biasanya kalau mau cek gula harus ke puskesmas, antre dan jauh. Ini gratis, dekat, dan pelayanannya ramah. Petugas dari Puskesmas juga jelas nerangin hasilnya,” ucapnya.

Selain pemeriksaan, warga juga mendapatkan penyuluhan tentang pola hidup bersih sehat, pentingnya konsumsi sayur dan buah, serta aktivitas fisik 30 menit setiap hari. Ibu hamil dan balita juga mendapat pemantauan khusus dari tim.

Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh sinergi baik antara Puskesmas, Posyandu, dan masyarakat. Dengan begitu, derajat kesehatan warga di wilayah Kedunghalang bisa terus meningkat.

“Terima kasih kepada Tim Puskesmas Warung Jambu dan seluruh kader Posyandu Bougenville RW 15, ketua RT 04 Bapak Hanadi. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut demi kesehatan warga Vila Bogor Indah  3,” tutup Rizky, Ketua RW 15 Kedunghalang.

(Wawan Hermawanto)

BPN Tuntaskan Pengukuran Lahan di Pasirjaya, Warga Sambut Positif Kepastian Status Tanah

0

Cigombong | Jurnal Bogor – Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I akhirnya melaksanakan pengukuran lahan di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jumat (24/7/2026), setelah sebelumnya sempat tertunda. Proses pengukuran berlangsung aman, tertib, dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat penggarap.

Masyarakat bersama perwakilan Pemerintah Desa Pasirjaya hadir menyaksikan langsung jalannya pengukuran. Kegiatan juga mendapat pengamanan dari aparat guna memastikan seluruh rangkaian berjalan kondusif.

Salah seorang warga Kampung Palalangon, RW 03, Desa Pasirjaya, Ahim, mengaku bersyukur pengukuran akhirnya dapat terlaksana. Menurutnya, masyarakat telah lama menantikan kepastian terkait status lahan yang selama ini mereka garap.

“Alhamdulillah pengukuran hari ini berjalan lancar. Masyarakat mendukung penuh dan ikut menyaksikan prosesnya. Kami berharap hasil pengukuran ini memberikan kepastian hukum sehingga status tanah menjadi jelas,” ujar Ahim di sela kegiatan.

Sementara itu, Koordinator Subseksi (Korsub) Pengukuran Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Hanggas Wirapradeksa, menjelaskan bahwa pelaksanaan pengukuran merupakan bagian dari tugas dan kewenangan BPN dalam proses administrasi pertanahan.

“Kami melaksanakan sesuai kewenangan. Pengukuran dilakukan untuk memperoleh data sebagai dasar analisis lebih lanjut dalam proses administrasi pertanahan,” katanya.

Hanggas menambahkan, pengukuran dilakukan sebagai tindak lanjut atas permohonan yang telah diajukan serta aspirasi masyarakat yang menginginkan kejelasan mengenai penguasaan dan kepemilikan tanah.

“Hasil pengukuran nantinya tidak serta-merta menentukan kepemilikan suatu bidang tanah, melainkan menjadi data teknis yang akan dianalisis sesuai ketentuan yang berlaku. Yang ingin dipastikan adalah kejelasan mengenai penguasaan dan pemilikan tanah berdasarkan hasil pengukuran dan data yang tersedia,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari lapangan, seluruh rangkaian pengukuran telah selesai dilaksanakan dalam kondisi aman, tertib, dan tanpa adanya penolakan dari masyarakat. Selanjutnya, hasil pengukuran akan diproses sesuai mekanisme administrasi pertanahan yang berlaku.

Sebelum pengukuran dimulai, situasi di lokasi sempat memanas. Diduga terdapat seorang oknum yang berupaya memprovokasi warga. Namun, aparat keamanan segera mengamankan yang bersangkutan sehingga situasi kembali kondusif dan proses pengukuran dapat dilanjutkan hingga selesai tanpa kendala. Yudi