30.6 C
Bogor
Thursday, June 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 21

Viral Wisatawan Terbawa Arus di Curug Cisadane

0

Cigombong- Viral di Media Sosial (Medsos) seorang wisatawan tewas terbawa arus deras di area Ciwaluh, Curug Cisadane, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada Jum’at (6/5/2026).

Di konfirmasi, Sekdes Watesjaya, Wawan, membenarkan adanya peristiwa naas yang menimpa wisatawan berjenis perempuan tersebut. Pihaknya mengaku tidak tahu persis atas musibah yang terjadi.

“Kalau infonya tiga orang wisatawan tengah menyebrang. Tiba-tiba datang air bah datang sehingga mereka terjebak di sebrang sungai. kemungkinan waktu itu cuaca LG buruk,”terang Wawan kepada Jurnal Bogor, Rabu (6/5/2026).

Wawan pun menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui pengelola tempat wisata yang telah menelan korban tersebut. Sebab kata dia, pihak pengelola belum berkoordinasi dengan pihak desa setempat.

“Justru saya tahu ada tempat wisata itu setelah viral ada yang kena musibah. Untuk lokasinya itu jauh di daerah Ciwaluh,”terangnya.

Kapolsek Cijeruk Kompol Uba Subrata membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan peristiwa itu sendiri terjadi pada hari Jumat (1/5) lalu.

“Sudah ketemu, satu orang informasi yang meninggal. Sudah dievakuasi,” kata dia.

Uba mengatakan korban berjenis kelamin perempuan. Korban saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Selain itu, dia mengimbau pengelola wisata agar memperhatikan keselamatan wisatawan.

“Sudah diserahin ke keluarga, kita juga mengimbau ke pengelola itu (wisata) artinya utamakan faktor keselamatan dan harus mitigasi bencana musim hujan,” pungkasnya.n Herry Setiawan (AR)

Cigombong Lumbung Ayam Petelur

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Wilayah Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menjadi lumbung telur ayam. Musababnya, hampir semua desa di daerah ujung paling selatan di Bumi Tegar Beriman itu memiliki peternakan ayam yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMD).

Seperti disampaikan, Sekcam Cigombong, Yedi Surachman bahwa, peternakan ayam telur di hampir setiap desa merupakan implementasi dari program Ketahanan Pangan (Ketapan) 2004-2005 tersebut.

“Kecuali Desa Tugu Jaya, menjadi ternak kambing dan Desa Cigombong disektor perikanan juga ayam. Selebihnya desa-desa berternak ayam telur. Ini merupakan program Ketapan,”jelas Yedi saat ditemu Jurnal Bogor, di salah satu rumah makan depan Kantor Kecamatan Cigombong, Rabu (6/4/2026).

Dilanjutkan, untuk sementara, tiap desa tidak memiliki kendala dalam mengembangkan usaha ternak ayam petelur. Bahkan untuk pemasaran, jelas Yedi, setiap desa sudah memiliki pasar sendiri untuk penjualan telur.

“Alhamdulillah, dalam prosesnya tidak ada kendala. Karena untuk pasar mereka rata-rata sudah ada penampungnya. Apalagi untuk Desa Ciburayut tiap harinya sudah menghasilkan 300-400 butir telur,”Lanjutnya.

Dijelaskannya juga, bahkan ada desa yang sudah menyuplai kebutuhan telur untuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan begitu, keberadaan dapur MBG menjadi salah satu potensi pasar penjualan telur.

“Sudah ada juga desa yang bekerjasama dengan dapur MBG. Meskipun terkadang kebutuhan telurnya disesuaikan dengan menu,” pungkasnya.n Herry Setiawan (AR)

KMPD Watesjaya Lirik Lahan MNC Land

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Dinilai sangat strategis dan ditunjang oleh akses yang memadai, Koperasi Merah Putih Desa (KMPD) Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, melirik lahan milik PT. MNC Land untuk dijadikan lokasi pembangunan gerai koperasi desa.

“Sehubung di sini tidak memiliki aset pemerintah seperti lahan bengkok. Kami pun mencari solusi alternatif dan terdapat dua lokasi yaitu lahan milik PT KAI dan lahan MNC. Kalau yang strategis yaitu lahan milik MNC yang lokasinya di samping Mesjid Al-Azim ,”jelas Sekdes Watesjaya, Wawan, menyampaikan kepada Jurnal Bogor, di ruang kerjanya, Rabu (6/5/2026).

Lebih lanjut Wawan menjelaskan, untuk menindaklanjuti program nasional yang masih terkendala lokasi lahan, pemerintah desa pun, kata dia, telah berkirim surat permohonan ke pihak MNC Land. Kini, pihak desa tengah menunggu respon dari perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo.

“Kan sebelumnya sudah ditinjau oleh pihak Koramil, namun yang lebih strategis itu lahan MNC. Mudah-mudahan diberikan izin untuk membangun gedung koperasi,”harapnya.

Kendati masih bingung untuk lokasi lahan, Ia pun menyampaikan, jika untuk kepengurusan koperasi sudah terbentuk jauh-jauh hari. Sosialisasi pun tengah di gencarkan kepada masyarakat untuk merekrut ke anggotaan.

“Alhamdulillah, kepengurusan sudah terbentuk dan untuk sementara anggotanya pegawai desa berikut perangkatnya. Untuk kegiatannya sendiri dan permodalannya sedang di bahas,”terangnya.

Dia pun berharap, ditengah kendala lokasi lahan dan sumber permodalan awal untuk kegiatan usaha, pemerintah desa Watesjaya akan semaksimal mungkin dalam menindaklanjuti koperasi desa.

“Karena kalau siklusnya sudah berjalan tentunya akan memberikan dampak positif terhadap roda perekonomian masyarakat,”pungkasnya.Herry Setiawan (AR)

PWOB-CS Gelar Syukuran Kantor, Pererat Silaturahmi dan Perkuat Soliditas Organisasi

0

Caringin | Jurnal Bogor – Pengurus Pusat Persaudaraan Wartawan Online Bogor, Sukabumi, dan Cianjur (PWOB-CS) menggelar acara syukuran kantor sebagai bentuk rasa syukur atas berdirinya sekretariat pusat organisasi. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat, lancar, dan penuh kebersamaan.

Acara ini dihadiri sejumlah tamu undangan dari berbagai instansi, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus organisasi. Hadir pula Dewan Pembina PWOB-CS, Firman, yang memberikan dukungan dan motivasi demi kemajuan organisasi.

Ketua Umum PWOB-CS, Ujang Maturidi, bersama jajaran pengurus pusat turut hadir dan berperan aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Ujang Maturidi menyampaikan bahwa syukuran kantor ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota sekaligus memperkuat soliditas organisasi.

“PWOB-CS berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Sementara itu, Dewan Pembina PWOB-CS, Firman, berharap PWOB-CS dapat terus berkembang menjadi organisasi pers yang profesional, independen, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

Ia juga mengapresiasi kekompakan seluruh jajaran pengurus dan anggota yang telah berkontribusi sehingga acara syukuran tersebut dapat terselenggara dengan baik, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan. Yudi

Kawasan Kumuh di Cisarua Masih Berdiri

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Puluhan kios milik pengusaha di Cisarua, yang berdiri diatas lahan terbuka hijau masih berdiri. Keberadaan kios-kios permanen tersebut diduga tidak memiliki perizinan dari instansi terkait. Lurah Cisarua Heru Hendrawan membenarkan hal tersebut.

“Kios kios yang berada di pertigaan Jalan Gapura itu tidak memiliki IMB. Dan lahan tempat berdirinya kios tersebut merupakan lahan terbuka hijau, ” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, berkaitan dengan program penataan kawasan Puncak tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor hingga keberadaan kios itu terancam ditertibkan. Baru-baru ini tim dari Pemerintah Kecamatan Cisarua dan instansi terkait sudah melakukan pendataan terhadap kios-kios dan sejumlah bangunan lainnya.

“Di titik itu akan dilakukan pelebaran jalan. Karena, lokasi tersebut merupakan salah satu penyebab terjadinya kemacetan di jalan raya Puncak. Bangunan seperti kios dan jenis bangunan lainnya sudah dilakukan pendataan oleh tim yang terdiri dari pihak kecamatan dan Tata Bangunan, ” ujar Camat Cisarua, Heri Risnandar.

Menurut warga setempat, Suryadi, keberadaan kios tersebut kini menjadi sumber kekotoran. Sampah dari para pedagang tidak dikelola dengan tepat. Beberapa pedagang melakukan pembuangan sampah ke lokasi lain hingga menimbulkan permasalahan.

“Sampah di kawasan kios itu tidak dikelola dengan baik. Bahkan beberapa pedagang membuang sampah ke lokasi Pafesta, hal itu menimbulkan permasalahan, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Harga Material Naik Tajam

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Sudah dua pekan ini harga-harga kebutuhan pembangunan atau material bangunan terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini menyebabkan para pengusaha proyek untuk sementara berhenti operasi. Mereka harus kembali melakukan penghitungan ulang terhadap kebutuhan material dan komitmen dengan pemilik bangunan.

Seperti yang dilakukan Suhendi, pengusaha yang bergerak di pembangunan vila juga kolam renang, dia kini tertegun dengan harga-harga material seperti semen, cat dan yang lainnya mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

“Sangat berat dirasakan menjalankan pekerjaan sekarang ini. Harga-harga untuk pembangunan mengalami kenaikan. Semen Jayamik yang biasa kita beli Rp 50 ribu untuk satu saknya, kini menjadi 58 ribu. Begitu juga di berbagai jenis cat tembok dan besi mengalami hal kenaikan. Cat tembok merk Apitex sebelumnya 140 ribu untuk kemasan 5 kilo, kini menjadi 160 ribu, ” tuturnya.

Untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan di dua unit pembangunan vila, ia kini berusaha untuk melakukan musyawarah kembali bersama pemilik vilanya. Alasannya, jika diteruskan pekerjaannya bukannya mendapatkan untung, malah akan merugi.

“Dengan adanya kenaikan harga bahan bangunan itu, kita harus kembali melakukan musyawarah bersama pemilik bangunan. Karena jika diteruskan dengan hitungan nilai yang lama, kita bisa merugi. Untuk ini harus ada musyawarah kembali untuk menentukan biaya pembangunan sesuai dengan harga bahan bangunan sekarang ini, ” imbuh Suhendi.

Sementara itu, sejak terjadinya kenaikan bahan bangunan tersebut, banyak kegiatan pembangunan dihentikan kegiatannya.

“Orderan material banyak yang di-cancel. Ini karena terjadinya perubahan keuangan yang harus dikeluarkan oleh para pelaku usaha pembangunan. Terjadinya kenaikan bahan bangunan menjadikan usaha material kita jadi sepi, ” pungkas H. Sugio, toko material di Cisarua.

** Dadang Supriatna

Jalan Menuju TSI Alami Longsor

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Ruas jalan Cikopo Selatan, tepatnya di wilayah Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor terus terjadi. Jalan alternatif itu merupakan akses penting bagi para pengunjung ke tempat wisata Taman Safari Indonesia (TSI) dan ke berbagai tempat wisata lainnya. Para wisatawan menjadikan jalur itu merupakan jalur yang cukup ideal untuk menghindari kemacetan di jalan raya Puncak.

Doni, salah satu pengendara asal Bojonggede mengaku selalu menggunakan jalan alternatif tersebut.

“Jika saya mau ke TSI atau ke tempat wisata lainnya, kami selalu menggunakan jalur ini. Karena, selain terhindar dari kemacetan, kita juga terhindar dari rekayasa lalu lintas yang diberlakukan oleh petugas di jalan raya. Tetapi, dengan adanya longsor di wilayah Citeko, yang mengancam terhadap badan jalan, kita menjadi khawatir untuk melintas di kawasan tersebut. Untuk ini kami terpaksa menggunakan jalan raya meskipun harus macet-macetan,” tuturnya.

Sementara itu badan jalan yang berada di tepi jurang itu, retakan tanahnya terus memanjang. Hal ini semakin membahayakan bagi para pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, warga sekitar memberi tanda berupa pagar di sepanjang badan jalan yang tanahnya longsor.

“Retakan tanahnya terus memanjang, untuk memberi tanda kepada para pengendara ini dipasang pagar bambu. Mudah-mudahan ada pihak-pihak yang melakukan perbaikan di titik ini. Karena, jika terus dibiarkan longsorannya bisa memutuskan badan jalan, ” pungkas Sobari.

** Dadang Supriatna

Bupati Minta Lahan 6 Kantor Desa Dilepas PTPN

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Sebanyak 6 kantor desa yang berada di dua kecamatan, yakni Cisarua dan di Megamendung untuk status lahan yang dipergunakan sebagai kantor desa sejak berdiri merupakan lahan milik PTPN 1 regional II Gunung Mas. Keenam kantor desa itu adalah Desa Citeko dan Kopo di Kecamatan Cisarua, sementara untuk di Kecamatan Megamendung adalah Desa Sukaresmi, Sukagalih, Sukakarya dan Desa Kuta.

Bupati Bogor Rudy Susmanto, beberapa waktu lalu melakukan langkah ke pihak PTPN untuk legalitas status tanah kantor desa tersebut. Langkah bupati tersebut merujuk kepada pengajuan pihak desa dan kecamatan supaya status tanah kantor desa mendapat kepastian yang jelas.

“Kita dari pihak desa sudah mengajukan surat permohonan terkait lahan kantor desa. Dan pemimpin kita, yaitu bupati telah bersurat kepada pihak perkebunan. Kita berharap, permohonan pelepasan tersebut bisa dikabulkan di tahun 2026 ini, ” ujar Kepala Desa Kuta, Kusnadi.

Sementara itu, diterangkan Asisten Manajer PTPN 1 Regional II Asep Zaenal Mutaqin, pihaknya membenarkan adanya pengajuan yang dilakukan oleh Pemkab Bogor untuk status lahan keenam kantor desa itu.

“Pemkab Bogor sudah mengajukan pelepasan terkait lahan PTPN yang dipakai untuk kantor desa selama ini. Dan dalam pengajuannya kepada pihak PTPN berupa pinjam pakai. Dengan demikian, sesuai dengan pengajuan tersebut, jika permohonan itu sudah terkabulkan, maka status lahan kantor desa itu adalah pinjam pakai, ” tandas Zaenal.

Tidak hanya 6 kantor desa saja yang mengajukan permohonan itu, melainkan beberapa fasilitas seperti Koramil Megamendung, Polsek dan beberapa tempat pendidikan melakukan hal serupa.

** Dadang Supriatna

Fasilitas SDN Citeko 3 Memprihatinkan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Usainya peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026, keberadaan SDN Citeko 3 Cisarua, Kabupaten Bogor tidak segembira seperti sekolah-sekolah lain. Gedung sekolah yang berada di tepi jalan lintasan dari berbagai daerah ini fasilitas yang ada di sekolah itu masih memprihatinkan. Mulai kursi, dan meja sebagai fasilitas para murid belajar banyak yang mengalami kerusakan.

Keluhan itu diungkapkan oleh Rudi (50), salah satu orang tua murid yang setiap hari antar jemput anak yang bersekolah di SDN Citeko 3.

“Seharusnya di hari peringatan Hari Pendidikan Nasional itu tidak lagi ada sekolah yang bangkunya, meja, atau lemari yang kondisinya rusak. Tetapi ini faktanya, di SDN Citeko 3 mebelernya pada rusak, ” ujarnya.

Tidak hanya mebelernya yang perlu diganti, melainkan gedung untuk belajar juga perlu ditambah. Kondisi jumlah siswa di sekolah tersebut sudah melebihi kapasitas.

“Di sekolah itu dilakukan 3 shift. Hal ini dilakukan pihak sekolah karena ruangan untuk belajar sangat terbatas. Bahkan, kita perhatikan untuk guru pun tidak memiliki ruangan khusus. Mereka menggunakan ruang perpustakaan. Untuk hal ini sudah saatnya Pemkab Bogor melalui Dinas Pendidikan harus memperhatikan SDN Citeko 3,” imbuh Rudi.

Keberadaan sekolah yang berada di tepi jalan menuju ke Pasar Cisarua itu memang dimanfaatkan oleh warga dan para pedagang untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

“Saya tiap hari pulang dan pergi ke pasar untuk berdagang. Untuk mempermudah pengawasan anak di saat belajar, sekalian saja anak di sekolahkan di SDN Citeko 3,” pungkas Lilis, warga lainnya.

** Dadang Supriatna

Hadirkan Kebahagiaan dan Gizi untuk Warga, Rumah Zakat Salurkan Superqurban di Desa Sukaraksa Cigudeg Bogor

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Kepedulian terhadap masyarakat di wilayah minim pequrban kembali diwujudkan oleh Rumah Zakat melalui penyaluran Superqurban di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Selasa (5/5/2026).

Sebanyak tujuh relawan Rumah Zakat turun langsung menyalurkan bantuan Superqurban kepada masyarakat setempat. Program ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan manfaat qurban yang lebih luas dan dapat dirasakan sepanjang tahun.

Superqurban merupakan produk inovasi dari Rumah Zakat berupa daging qurban olahan yang dikemas secara praktis dan tahan lama, sehingga distribusinya dapat menjangkau daerah-daerah yang minim pequrban, wilayah terdampak bencana, hingga menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Masyarakat Desa Sukaraksa menyambut penyaluran ini dengan antusias. Kehadiran Superqurban dinilai sangat membantu, terutama untuk menambah asupan gizi keluarga dan anak-anak di tengah kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Lukman, Relawan Inspirasi Rumah Zakat di Desa Sukaraksa, menyampaikan bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Distribusi Superqurban kali ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya untuk membantu menambah gizi anak-anak mereka. Apalagi wilayah ini termasuk daerah yang minim pequrban, sehingga bantuan seperti ini sangat berarti,” ujar Lukman.

Melalui program Superqurban, Rumah Zakat berharap semangat berbagi dari para pekurban dapat terus mengalir dan menghadirkan kebermanfaatan yang lebih panjang, bukan hanya saat momentum Iduladha, tetapi juga menjadi solusi pangan bagi masyarakat yang membutuhkan sepanjang tahun.

Program ini menjadi bukti bahwa qurban tidak hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang menghadirkan harapan, kepedulian, dan keberkahan yang terus hidup di tengah masyarakat.

(Wawan Hermawanto)