24.3 C
Bogor
Monday, August 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 20

Helaran Pajajaran, Dedie Rachim Ingatkan Falsafah Hidup Masyarakat Sunda

0

Sejarah dan kebudayaan Pakuan Pajajaran kembali dihidupkan melalui Helaran Pajajaran yang untuk pertama kalinya digelar sebagai puncak peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Tidak sekadar menjadi pawai budaya, Helaran Pajajaran menghadirkan pertunjukan teatrikal yang mengisahkan perjalanan Prabu Siliwangi dan kejayaan Kerajaan Pakuan Pajajaran sebagai bagian dari akar sejarah Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Helaran Pajajaran menjadi momentum untuk mengajak masyarakat mengenali kembali asal-usul Kota Bogor sekaligus memahami nilai-nilai luhur warisan Kerajaan Pakuan Pajajaran yang menjadi bagian dari identitas daerah.

“Mulai tahun ini kita memulai kegiatan yang namanya Helaran Pajajaran. Karena kita perlu menyadari jati diri kita, dari mana asal usul kita, bagaimana Kota Bogor yang hari ini merayakan ulang tahun ke-544 ini terjadi, dan bagaimana para leluhur kita sudah menyiapkan berbagai kebaikan untuk hari ini maupun masa depan,” ujarnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Sabtu (27/6/2026) malam.

Dedie Rachim menjelaskan, memahami sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menjadi pijakan dalam membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Ia mengatakan bahwa masyarakat Sunda, khususnya Bogor, memiliki falsafah hidup yang diwariskan para leluhur melalui naskah kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian, yakni konsep Tri Tangtu sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan.

“Dalam sejarah yang ditulis dalam Sanghyang Siksa Kandang Karesian, filosofi orang Sunda dan orang Bogor dikenal dengan Tri Tangtu. Yang pertama Prabu sebagai hukum negara, yang kedua Rama yang menopang adat istiadat serta agama, dan yang ketiga Resi sebagai petunjuk kepada Sang Kuasa,” jelasnya.

Nilai-nilai Tri Tangtu kata dia, telah membentuk karakter masyarakat Bogor yang dikenal santun, menjunjung tinggi adab, dan mengedepankan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga, melestarikan, dan menjadikan warisan sejarah tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk itu kita jaga, kita lestarikan, kita pedomani semua unsur sejarah yang sudah kita miliki. Melalui Helaran Pajajaran yang kita mulai sejak tahun ini, Insyaallah masyarakat Bogor akan lebih memahami akar budayanya dan lebih memahami sejarahnya,”katanya.

Dedie Rachim, menegaskan bahwa Helaran Pajajaran tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan budaya, tetapi juga merupakan upaya membangun identitas Kota Bogor sebagai kota yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Pakuan Pajajaran dan pusat kebudayaan Sunda.

Penyelenggaraan Helaran Pajajaran berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mulai tahun 2026 perayaan tersebut dikemas dengan konsep baru yang mengangkat nilai-nilai sejarah dan budaya Pajajaran.

“Ini sejarah baru untuk Kota Bogor, biasanya kita menyelenggarakan Helaran Hari Jadi Bogor, tetapi tahun ini kita mulai dengan nama Helaran Pajajaran. Helaran Pajajaran ini akan dilaksanakan mulai tahun 2026 dan seterusnya,” ujarnya

Menurutnya, perubahan tersebut sejalan dengan berbagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memperkuat identitas sejarah daerah, di antaranya melalui kehadiran Museum Pajajaran serta berbagai program pelestarian budaya yang terus dikembangkan.

“Sekarang kita sudah punya Museum Pajajaran, kemudian Helaran Pajajaran ini menjadi bagian dari bagaimana membangun manusia Kota Bogor, bukan hanya pembangunan infrastruktur. Tentunya ini akan kita jadikan sebagai identitas baru Kota Bogor, kota yang memang punya kaitan sejarah dengan Pakuan Pajajaran dan juga menjadi pusernya orang Sunda,” jelas Dedie Rachim.

Sekitar 1.000 pegiat budaya dari berbagai sanggar dan komunitas turut memeriahkan helaran tersebut. Mereka menampilkan beragam atraksi budaya, mulai dari drama tari Sasakala yang mengisahkan sejarah Pakuan Pajajaran hingga persembahan seni budaya dari enam kecamatan.

Dedie Rachim berharap Helaran Pajajaran dapat terus berkembang menjadi ikon budaya Kota Bogor, sekaligus menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat setiap peringatan HJB.

“Mudah-mudahan ini menjadi identitas baru Kota Bogor dan setiap memperingati Hari Jadi Bogor akan selalu ada Helaran Pajajaran,” harapnya.

Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah di Jalan Jenderal Sudirman.

Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, untuk menyaksikan Helaran Pajajaran yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi Bogor ke-544.

Antusiasme masyarakat telah terlihat, bahkan sebelum acara dimulai. Ruas Jalan Jenderal Sudirman telah dipenuhi warga yang ingin menyaksikan pertunjukkan budaya yang untuk pertama kalinya digelar dengan konsep Helaran Pajajaran.

Pada helaran kali ini, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan dengan lebih leluasa. Selain menikmati pertunjukan secara langsung, panitia juga menyediakan layar lebar bagi masyarakat yang ingin menyaksikan dari berbagai titik. Sehingga, pada helaran tahun ini penonton terpusat di berbagai lokasi yang telah disiapkan.

Helaran Pajajaran menampilkan tata panggung dengan karpet merah, pelataran yang dihiasi gerbang gapura, serta janur di sisi kanan dan kiri menuju panggung utama. Konsep helaran kali ini pun disebut-sebut semakin berwarna.

Acara ini menjadi salah satu agenda yang ditunggu-tunggu masyarakat dari berbagai kalangan. Tanpa memandang perbedaan maupun latar belakang sosial, seluruh masyarakat berkumpul menikmati setiap pertunjukan.

Samenan SDN Karang Tengah 02 Tampilkan Upacara Adat 

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor
Acara perpisahan siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Tengah 02 tahun ajaran 2025/2026, Kecamatan Babakan Kadang, Kabupaten Bogor menampilkan upacara adat melalui atraksi kesenian tradisional Degung Sunda.  

Degung SDN Karang Tengah 02 asuhan Ki Kuswanda dengan bimbingan Umar Sanusi selaku Kepala SDN Karang Tengah 02 tersebut merupakan persembahan dari siswa-siswi kelas IV dan V yang berbakat di bidang seni budaya yang ditempa melalui latihan rutin setiap minggunya. 

Penampilan degung tersebut setiap tahunnya rutin tampil saat acara Perpisahan Siswa Kelas VI SDN Karang Tengah 02 sebagai ajang bakat seni budaya yang diselenggarakan di halaman SDN 02 Karang Tengah, Kampung Babakan Ngantay, yang lokasinya di Lembah Perbukitan Paniisan. 

Umar Sanusi mengungkapkan, kesenian Degung merupakan salah satu kegiatan ekstra kurikuler yang aktif sejak tahun ajaran 2022/2023 dengan melibatkan siswa-siswi kelas IV dan V untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan Sunda kepada generasi penerus bangsa maupun masyarakat. 

Ia mengatakan, rup kesenian Degung SDN 02 Karang Tengah juga tampil pada acara pemerintahan maupun wisata di Kawasan Sentul City. Salah satunya dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026 dimeriahkan di halaman Kantor Kecamatan Babakan Madang. 

“Siswa-siswi yang mengikuti ekstra kurikuler Degung Sunda cukup antusias secara rutin mengikuti latihan pada setiap hari Senin di ruang kelas yang bangunannya mulai usang. Namun, semangat mereka cukup tinggi serta didukung oleh orangtuanya masing-masing dan pihak sekolah memfasilitasinya,” ucap Umar Sanusi, Senin (29/6/2026). 

Harapan kepala sekolah dan para pendidik SDN 02 Karang Tengah supaya kedepannya grup kesenian Degung meregenerasi di setiap tahun ajaran dan sukses berperan aktif melestarikan kearifan lokal melalui kegiatan ekstra kurikuler seni budaya Sunda. 

** Sabilillah/cc

Anggota DPRD Jabar Dedi Aroza Dukung Pembangunan SMKN Bogor Selatan

0

Caringin | Jurnal Bogor
Usulan pembangunan SMK begeri di wilayah Bogor Selatan, Kabupaten Bogor, terus menuai dukungan. Selain dukungan dari tokoh pendidikan, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kini dukungan pun disuarakan oleh anggota DPRD Jabar, Dedi Aroza, yang mendukung terealisasinya pembangunan sekolah kejuruan negeri.

“Iya, saya setuju dan mendukung pembangunan SMKN,” kata Dedi Aroza, membalas pesan WhatsApp  saat dimintai tanggapan kaitan adanya usulan pembangunan SMKN di Bogor Selatan, Minggu (28/6/2028).

Dukungan politisi PKS yang berangkat dari Dapil Kabupaten Bogor tersebut, bukan tanpa alasan. Melainkan untuk mendukung usulan sejumlah tokoh yang melihat atensi masyarakat, jika pembangunan SMKN sudah layak berdiri di Kabupaten Bogor Selatan.

Karena selama ini warga masyarakat Bogor Selatan, terutama di wilayah Kecamatan Ciawi, Caringin, Cijeruk dan Cigombong, terpaksa harus mendaftarkan anak ke SMKN yang berlokasi di Kota Bogor. Tak jarang juga warga Cigombong, secara wilayah merupakan perbatasan memilih SMKN Sukabumi.

Seperti diketahui, Usulan pembangunan SMK Negeri di wilayah Bogor Selatan (Bosel), Kabupaten Bogor, telah mematik respons dari sejumlah kalangan, termasuk tokoh pendidikan dan tokoh agama yang menilai bahwa di wilayah paling selatan di bumi Tagar Beriman itu layak dibangun sekolah kejuruan negeri. Bahkan mereka pun siap menyampaikan usulan itu langsung ke Gubernur Jawa Barat.

“Saya pribadi amat mendukung pembangunan SMK negeri. Dan saya kira usulan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena didaerah sini belum ada SMK Negeri, kecuali diwilatan Cisarua dan itu jauh sekali,” kata Lukmanul Hakim SHI, salah satu tokoh pendidikan Cigombong, kepada wartawan, Selasa (23/6/2026) di ruang kerjanya.

Untuk itu, pihaknya pun sumbang saran agar para tokoh di tiap kecamatan untuk bermusyawarah kaitan pembangunan SMK negeri. Dia pun berharap pemerintah daerah merespons secara positif kaitan usulan tersebut.

“Untuk mendukung semua ini, idealnya dibentuk  forum untuk berkomunikasi baik itu dengan pemerintah mau pun pihak lainnya,” saran Lukman yang juga Ketua Yayasan Al Fatih.

** Asep Saprudin

Diduga Tersengat Listrik, Petugas PUPR Tewas

0

Bogor | Jurnal Bogor

Seorang petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas di lapangan. Korban diduga mengalami kecelakaan kerja akibat tersengat aliran listrik.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, membenarkan adanya salah seorang pegawainya yang meninggal dunia ketika sedang melaksanakan pekerjaan.

“Iya Pak, betul. Sedang tugas kerja,” ujar Esti saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (27/6/2026).

Namun demikian, Esti mengaku belum dapat memberikan penjelasan secara rinci terkait kronologi kejadian. Pasalnya, ia baru saja menyelesaikan proses penanganan pascakejadian.

“Karena saya pun tadi jam 3-an baru selesai urus,” katanya.

Ia juga meminta agar konfirmasi lebih lanjut dilakukan di lain waktu karena harus mempersiapkan agenda Helaran Hari Jadi Bogor.

“Sudah dulu ya, saya mau persiapan untuk helaran, belum siap-siap,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai lokasi kejadian maupun kronologi lengkap insiden tersebut, Esti belum memberikan keterangan.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti meninggalnya petugas tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. Redaksi juga masih berupaya menghimpun informasi lebih lanjut mengenai lokasi kejadian, kronologi peristiwa, serta identitas korban.

** Fredy Kristianto

Mahasiswa ITB Dewantara Salurkan Puluhan Al-Qur’an dan Sarana Belajar untuk Warga Pamijahan

0

Pamijahan | Jurnal Bogor
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Kaffah Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara bekerja sama dengan Yayasan Malaka Muda Karya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kampung Cisuren RT 01 RW 16, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu (28/06/ 2026.)

Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 45 anak-anak dan warga Kampung Cisuren serta melibatkan 35 mahasiswa dari pengurus dan anggota LDK Kaffah ITB Dewantara. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sambutan, dilanjutkan dengan permainan edukatif, pengajaran dan pendekatan kepada anak-anak, penyerahan bantuan, foto bersama, serta ditutup dengan doa bersama.

Pembina LDK Kaffah Dewantara, Dr. Syaiful Anwar, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai kepedulian sosial dan dakwah yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ketua Pelaksana kegiatan, Kherunnisa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, mahasiswa, dosen pendamping, serta Yayasan Malaka Muda Karya yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut dengan baik.

Dalam kegiatan tersebut, LDK Kaffah Dewantara menyerahkan bantuan berupa 62 mushaf Al-Qur’an, 21 buku Iqro, 37 buku Juz Amma, satu papan tulis, 30 meja belajar plastik, serta dua lampu penerangan untuk mendukung kegiatan belajar mengaji anak-anak di Kampung Cisuren.

Dosen ITB Dewantara yang hadir, Wawan Hari Subagyo, S.TP., M.M., mengapresiasi semangat mahasiswa dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara langsung.

Sementara itu, Ketua Umum LDK Kaffah Dewantara, Ria Vivian, berharap organisasi yang dipimpinnya dapat terus istiqomah menjalankan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Salah seorang warga Kampung Cisuren, Sanusi, menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa ITB Dewantara dan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan belajar mengaji anak-anak di kampung tersebut.

Melalui kegiatan ini, ITB Dewantara kembali menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

** Wawan Hermawanto

Minggu Pagi, Mentan Amran Kumpulkan Rektor Perguruan Tinggi Lingkup Indonesia Timur, Perkuat Inovasi Pertanian

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Mengawali Minggu pagi dengan agenda strategis, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumpulkan para rektor dan pimpinan perguruan tinggi dari kawasan Indonesia Timur di Jakarta Selatan, Minggu (28/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi dan teknologi pertanian guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

Dalam audiensi tersebut, Mentan Amran memaparkan perkembangan terkini sektor pertanian nasional, mulai dari peningkatan produksi pangan, penguatan cadangan pangan, hingga berbagai terobosan yang tengah dijalankan pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.

Di hadapan para akademisi, ia juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi dalam pengembangan riset, inovasi, serta penerapan teknologi pertanian yang dapat memberikan manfaat nyata bagi petani.

Rektor Universitas Tadulako, Amar, menyampaikan apresiasi atas komitmen Mentan Amran dalam melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan pertanian nasional.

“Hari ini ada satu keputusan yang luar biasa bagaimana Pak Menteri memberikan kita gambaran tentang sistem swasembada pangan di Indonesia dengan berbagai data terkini yang memberikan highlight tentang pertumbuhan sistem pertanian di Indonesia. Termasuk membahas bagaimana kerja sama dengan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi teknologi pertanian terbaru yang lebih bisa menunjang swasembada pangan di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Amar, pertemuan tersebut menjadi motivasi baru bagi perguruan tinggi untuk memperkuat penelitian, pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pangan.

“Pak Menteri memberi supporting bukan hanya kerja sama, tetapi juga pendanaan untuk penelitian dan pengembangan swasembada pangan ke depan,” tambahnya.

Senada, Wakil Rektor I Bidang Akademik Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH), Andi Ilham Latunra, mengatakan pertemuan tersebut memberikan semangat baru bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran dalam pembangunan pertanian berbasis teknologi.

“Sungguh luar biasa pertemuan dengan Pak Mentan. Betul-betul memberikan inovasi dan memberikan kami semangat untuk membangun Indonesia Timur dan keseluruhan Indonesia melalui sektor pertanian,” katanya.

Ia menilai tantangan pertanian ke depan membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lahir dari kolaborasi pemerintah dan kalangan akademisi.

“Justru inilah yang luar biasa dari seorang pemimpin visioner, melibatkan para ahli dan para pemikir untuk memikirkan teknologi yang akan digunakan pada masa depan. Climate change sudah mengubah sistem pertanian dan kehidupan masyarakat. Ini menjadi tanggung jawab para teknokrat dan ilmuwan untuk mewujudkannya bersama Pak Mentan,” ujarnya.

Menurutnya, Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie siap berada di garis terdepan mendukung agenda swasembada pangan melalui penguatan sumber daya manusia dan pengembangan teknologi.

“Institut Teknologi BJ Habibie akan menyiapkan sumber daya teknologi serta kemampuan yang ada pada kami untuk meyakinkan pemerintah bahwa kami berada di garis terdepan bersama beliau untuk membuat Indonesia swasembada pangan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Halu Oleo, Ida Usman, mengaku memperoleh banyak inspirasi dari pemaparan Mentan Amran mengenai besarnya potensi pertanian Indonesia.

“Alhamdulillah hari ini kami diberi kesempatan berbincang secara langsung dengan Pak Mentan. Beliau memperlihatkan kinerja yang sangat luar biasa. Dengan presentasi Pak Menteri, muncul ide-ide apa yang harus kami laksanakan di Sulawesi Tenggara. Itu sangat penting untuk mendukung pembangunan pertanian di daerah,” katanya.

Kolaborasi Kementerian Pertanian dengan perguruan tinggi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengajak kampus mengambil peran lebih besar dalam membangun kemandirian bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi. Dalam pembukaan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya berbagai solusi bagi kemajuan Indonesia.

“Saya selalu berpendapat bahwa para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara. Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau digerakkan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus, dari universitas,” ujar Presiden Prabowo pada Jumat (26/6/2026) lalu.

Melalui sinergi pemerintah dan perguruan tinggi, Kementerian Pertanian optimistis inovasi dan teknologi pertanian akan terus berkembang sehingga mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat modernisasi sektor pertanian, dan memperkokoh fondasi swasembada pangan Indonesia.

** Restu/BBPMKP

Tak Ada Drainase, Jalan di Lapangan Tembak Rusak Berat

0

Jalan Sudah Berlubang Hingga Pemotor Kerap Terjadi Kecelakaan‎

Cibungbulang l Jurnal Bogor
Infrastruktur jalan di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Bogor banyak yang rusak parah hingga kerap terjadi kecelakaan lantaran kondisi jalan berlubang serta ketiadaan saluran drainase. Salah satunya jalan Lapangan Tembak di Kecamatan Cibungbulang.‎

‎‎Kepala Dusun 04 Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang Wahyudin mengaku prihatin melihat kondisi jalan yang rusak cukup parah yang hingga saat ini belum juga ada perbaikan yang serius.‎

‎Dia menilai musabab jalan yang mudah rusak dan berlubang itu kerena belum adanya saluran drainase sehingga air hujan menggenangi bahu jalan.‎

‎”‎Jalan itu sangat  memprihatinkan karena banyak yang berlubang, akibatnya kemarin pemotor terjadi kecelakaan,” kata Wahyudin kepada Jurnal Bogor, Minggu (28/6/2026).‎

‎Wahyudin menerangkan, meski  perbaikan itu dilakukan, sejauh ini hanya pengurukan menggunakan material sirtu, namun ketika hujan turun, sirtu tersebut habis lagi.‎

‎”‎Perbaikan jalan itu tidak maksimal, karena jalan kembali rusak apalagi terkena air hujan,” kata dia.‎

‎Untuk itu, Wahyudin meminta Pemkab Bogor agar tak hanya memperbaiki jalan, tetapi membuat drainase. “Ini menjadi bagian penting harus difokuskan,” paparnya.‎

Perlunya penanganan perbaikan jalan, selain di wilayah Cibungbulang juga perlu dilakukan di Kecamatan Ciampea yang kondisi jalannya rusak berat.‎

‎”‎Kami minta dinas terkait untuk serius memperhatikan segera adanya perbaikan kondisi jalan yang sudah lama dikeluhkan masyarakat,” tukasnya.

** Arip Ekon

Hangatkan Malam di Puncak, Dawa jadi Buruan Warga

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Hawa sejuk cenderung dingin di kawasan Puncak Bogor membuat minuman hangat jadi pilihan utama warga. Salah satu kedai yang kini ramai dikunjungi adalah Dawa, minuman rempah. Mengusung konsep wedang tradisional kekinian, Dawa menawarkan berbagai menu minuman dengan harga mulai Rp10.000.

Dawa membagi produknya menjadi dua kategori utama yaitu varian menu biasa dan susu. Untuk pecinta rempah original tanpa campuran susu, tersedia  wedang uwuh  Rp10.000, minuman khas Yogyakarta dengan campuran rempah lengkap menjadi menu termurah dan paling banyak dipesan.

Lalu rempah temulawak plus madu Rp15.000 digemari pelanggan sebagai minuman peningkat imunitas. Menu rempah lainnya dipatok seharga Rp15.000 dan juga ada varian susu, bintang utama Rp16.000 – Rp18.000. Menu ini menjadi favorit anak muda hingga pekerja malam. Keunikannya, seluruh varian susu disajikan dalam teko french press agar aroma rempah lebih kuat.

Sementara menu lain dan khasiatnya, yakni STMJ Rp18.000 (Susu Telur Madu Jahe) dengan telur fresh untuk menghangatkan tubuh. Ranjang kopi susu Rp18.000 yaitu perpaduan jahe, nanas, gula aren, dan kopi susu. Rasa segar dan kuat.

Lalu rempah susu aren + madu Rp16.000. Minuman ini manis legit gula aren dengan aroma rempah. Kemudian temulawak susu Rp16.000 adalah varian susu dari menu best seller. Lemon susu + madu Rp16.000 menjadi sensasi segar lemon berpadu madu. Ada lagi bir pletok susu Rp16.000, yaitu minuman khas Betawi. Meskipun namanya bir, minuman ini tak beralkohol.

Seluruh menu disajikan dalam keadaan panas. Tampak keranjang telur di bawah etalase yang menjadi bahan utama racikan STMJ.

Menurut Aril, penjaga Dawa, konsep kedai ini untuk mendekatkan rempah kepada semua kalangan.

“Kami kemas dengan teko dan tampilan estetik supaya anak muda tertarik. Tapi resep dan racikan rempahnya tetap otentik. Hasilnya, anak muda suka karena fotogenik, bapak-bapak suka karena khasiatnya,” jelasnya, Sabtu (27/06/2026).

Dawa berlokasi di Cibogo, Megamendung, tepatnya di lahan parkir Indomaret Cibogo yang buka mulai pukul 04 sore hingga pukul 03 pagi.

** Wawan Hermawanto

Amba Hills Megamendung Cocok Jadi Pilihan Liburan Keluarga

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Wisata keluarga kini punya opsi liburan yang lebih dekat dan praktis. Salah satunya adalah Amba Hills Megamendung, kawasan wisata terpadu yang menawarkan konsep liburan keluarga tanpa ribet.

Berada di ketinggian 700 meter dpl dengan suhu rata-rata 18-22°C, Amba Hills menyuguhkan panorama langsung ke Gunung Gede-Pangrango. Lokasinya hanya ditempuh 25 menit dari Exit Tol Ciawi, sehingga pengunjung tidak perlu terjebak kemacetan Puncak.

Amba Hills dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan keluarga besar. Tersedia tiga pilihan akomodasi villa untuk privasi, lalu glamping dengan fasilitas kasur dan kamar mandi di dalam, serta area camp bagi yang ingin pengalaman tenda klasik.

“Amba Hills nyaman untuk keluarga. Jalur pedestriannya landai dan aman untuk lansia dan anak-anak. Ada juga playground, area luas untuk bermain, serta petugas keamanan 24 jam,” jelas  Jaja, salah satu pengunjung Amba Hills Megamendung asal Kota Serang, Banten, Sabtu (27/06/2026).

Selain akomodasi, pengunjung dapat menikmati Caffe Amba Hills dengan menu mulai Rp28.000, area BBQ dan api unggun, mushola, toilet air hangat, colokan listrik di tiap spot, serta wifi. Setiap Sabtu malam, manajemen rutin menggelar live music akustik dan movie under the stars.

Untuk liburan 1 malam 4 orang, pengunjung bisa memilih paket ngecamp mulai Rp500.000 sudah termasuk sewa tenda dan tiket masuk. Sementara paket glamping dibanderol mulai Rp750.000 per malam untuk 2 orang sudah termasuk sarapan.

Pihak pengelola menyarankan reservasi dulu untuk weekend dan long weekend karena okupansi spot dengan view terbaik cepat habis.

Kawasan Amba Hills Megamendung berlokasi di Jalan Raya  Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor dengan jam operasional 24 jam dan untuk kafe dibuka mulai pukul 08.00 – 20.00 WIB.

** Wawan Hermawanto

Tak Dapat Ambulans, Ibu Tunggal Rela Naik Angkutan Umum Demi Kesembuhan Anak

0

Cisarua | Jurnal Bogor – Keterbatasan fasilitas transportasi medis membuat seorang ibu tunggal asal Kampung Babakan RT 003/001, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, terpaksa menggunakan angkutan umum untuk membawa anaknya menjalani pengobatan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Kondisi tersebut dialami Windari Kurniasih. Demi mendapatkan penanganan medis bagi buah hatinya, ia harus membawa sang anak menggunakan bus karena tidak kunjung memperoleh layanan ambulans.

Windari menuturkan, sejak dini hari anaknya mengalami demam tinggi disertai kejang-kejang sehingga membutuhkan penanganan medis secepatnya. Namun, karena obat yang dibutuhkan hanya tersedia di RSCM Jakarta, ia terpaksa menempuh perjalanan menggunakan angkutan umum.

Anaknya diketahui menderita sejumlah penyakit serius, di antaranya hidrosefalus akibat meningitis, cerebral palsy, spina bifida, serta gizi buruk. Kondisi tersebut mengharuskan sang anak menjalani pengobatan rutin di RSCM.

Menurut Windari, perjuangan membawa anaknya menggunakan angkutan umum bukanlah hal baru. Selama lima tahun terakhir, ia kerap menggunakan transportasi umum setiap kali menjalani kontrol maupun pengobatan di RSCM.

“Sebagai ibu tunggal, hal ini sangat berat buat saya. Namun yang terpenting adalah kesembuhan anak saya,” ujar Windari, Sabtu (27/6/2026).

Ia mengaku keterbatasan ekonomi menjadi tantangan terbesar selama mendampingi anaknya menjalani perawatan di Jakarta. Bahkan, tidak jarang dirinya harus menahan lapar agar uang yang dimiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan pengobatan sang anak.

“Sering saya menahan rasa lapar ketika anak saya dirawat di RSCM. Saya hanya minum air putih karena uang yang saya pegang hanya cukup untuk kebutuhan pasien,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Di tengah segala keterbatasan, Windari mengaku hanya bisa terus berikhtiar demi memberikan kesempatan terbaik bagi anaknya untuk mendapatkan pengobatan.

“Dengan kondisi saat ini saya hanya bisa berikhtiar semampu saya. Yang terpenting anak saya tetap mendapatkan penanganan medis, meski hanya untuk mengurangi rasa sakit yang dideritanya. Menurut dokter, proses penyembuhannya masih membutuhkan waktu yang panjang,” ungkapnya.

Selama kurang lebih lima tahun mendampingi sang anak berobat, Windari mengaku tidak pernah kehilangan harapan. Sebagai seorang ibu, ia akan terus berusaha semampunya dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

“Saya hanya berikhtiar dan berusaha. Sisanya saya pasrahkan kepada Allah SWT,” tutupnya sambil meneteskan air mata. Yudi