30.2 C
Bogor
Thursday, June 25, 2026

Buy now

spot_img

Pembangunan 2 Jembatan Jadi Prioritas

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota Bogor mulai merealisasikan sejumlah proyek infrastruktur strategis di Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah. Pada tahun anggaran 2026, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Lebak Sari serta jembatan penghubung Paledang-Pasir Jaya menjadi dua proyek prioritas untuk meningkatkan konektivitas dan keselamatan masyarakat.

Lurah Paledang, Ali Firdaus Abdul Kadir, mengatakan pembangunan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang warga yang mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga masyarakat hingga media massa.

“Alhamdulillah, aspirasi yang selama ini diperjuangkan akhirnya dapat direalisasikan. Kami berharap pembangunan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses dan keselamatan warga,” ujar Ali saat ditemui di Posyandu Lebak Sari, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, pembangunan JPO Lebak Sari telah memasuki tahap pekerjaan awal setelah kontrak proyek ditandatangani pada 25 Mei 2026. Proyek senilai Rp2,7 miliar itu ditargetkan selesai dalam waktu 180 hari kalender.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pembongkaran area dan pemasangan pondasi penahan tanah di titik-titik yang rawan longsor. Nantinya, jembatan akan memiliki panjang 5,6 meter dengan lebar 1,8 meter.

Ali mengakui proses pembangunan menghadapi tantangan tersendiri karena kondisi geografis Paledang yang berbukit serta padat permukiman. Material bangunan tidak dapat langsung diangkut menggunakan kendaraan besar menuju lokasi proyek.

“Karena akses yang terbatas, proses distribusi material memang lebih sulit. Namun kami juga memberdayakan tenaga kerja lokal. Saat ini sekitar 14 warga ikut dilibatkan dalam pengerjaan proyek,” katanya.

Untuk mendukung pembangunan tersebut, Pemerintah Kota Bogor juga telah melakukan pembebasan sebagian lahan di sekitar Posyandu Lebak Sari agar penataan kawasan menjadi lebih aman dan tertata.

Selain JPO Lebak Sari, pembangunan jembatan penghubung Paledang menuju Pasir Jaya atau kawasan Pulau Jepang juga terus berjalan. Proyek senilai Rp1,7 miliar itu kini telah memasuki pekan kelima pelaksanaan dengan progres yang dinilai cukup baik.

“Perkembangannya bahkan lebih cepat dari target. Kami optimistis pada akhir November nanti jembatan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Di saat bersamaan, Pemerintah Kota Bogor juga akan membongkar JPO Paledang lama yang berada di dekat Stasiun Bogor. Jembatan tersebut sudah lama tidak difungsikan karena dinilai membahayakan pengguna.

Pembongkaran yang menggunakan anggaran APBD 2026 sebesar Rp2,6 miliar dijadwalkan dimulai dalam waktu dekat. Sebagai penggantinya, pemerintah menyediakan fasilitas pelican crossing untuk memberikan ruang penyeberangan yang lebih aman bagi pejalan kaki.

Ali mengimbau masyarakat, khususnya warga RW 01 dan sekitarnya, agar meningkatkan kewaspadaan selama proses pembongkaran berlangsung.

“Kami mohon masyarakat berhati-hati saat melintas karena akan ada aktivitas pekerjaan di sekitar lokasi,” ucapnya.

Kelurahan Paledang sendiri merupakan wilayah terluas di Kecamatan Bogor Tengah dengan luas sekitar 176 hektare, terdiri atas 13 RW dan 58 RT serta dihuni sekitar 11 ribu hingga 12.500 jiwa. Sebagian wilayahnya merupakan kawasan pusat ekonomi, perbankan, wisata belanja, hingga kawasan Istana Bogor. Sementara permukiman warga banyak berada di daerah perbukitan dan sempadan sungai yang memiliki tingkat kerawanan longsor cukup tinggi.

Selain pembangunan jembatan, Ali mengungkapkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait akses jalan lingkungan yang sempit dan telah lama dikeluhkan warga.

“Ketika ada warga sakit atau kondisi darurat, mobil ambulans sering kesulitan masuk. Persoalan ini sudah menjadi aspirasi masyarakat selama puluhan tahun,” katanya.

Karena itu, setelah dua proyek jembatan rampung pada 2026, Pemerintah Kelurahan Paledang akan mengusulkan pembangunan akses jalan lingkungan dan pembenahan sistem drainase sebagai prioritas pada tahun anggaran 2027.

“Kami ingin pembangunan dilakukan secara bertahap sehingga persoalan infrastruktur yang selama ini dihadapi masyarakat bisa diselesaikan satu per satu,” pungkas Ali.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan di Kelurahan Paledang tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, DPRD, LPM, tokoh masyarakat, serta media yang terus mengawal berbagai aspirasi warga hingga dapat direalisasikan.

** Fredy Kristianto

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles