22.4 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 196

Dokter Rayendra – Eka Maulana Tegaskan Komitmen Hapuskan Pungli di Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Paslon cawalkot Bogor nomor 5, Dokter Rayendra – Eka Maulana punya komitmen hapuskan pungutan liar (pungli) jika terpilih memimpin Kota Bogor. Tekad ini ditegaskan Sang Calon Wali Kota, Eka Maulana, saat deklarasi Paguyuban Pedagang Pasar Kebon Kembang di Posko Aspirasi Bogor Glowing, pada Senin (11/11/2024).

Tak mengherankan, pungli jadi salah satu masalah yang dialami warga. Terlebih para pedagang kecil yang berjualan di Kota Bogor.

Hendri, perwakilan pedagang Pasar Kebon Kembang pun mengutarakan keresahan soal pungli.

“Jadi Pak, keresahan yang kami para pedagang rasakan itu juga soal pungli,” ujar Hendri.

“Saya punya harapan Dokter Rayendra dan Kang Eka yang juga pengusaha ini bisa mengatasi itu,” tambahnya.

Sementara Eka Maulana menilai, harus ada tindakan tegas atas praktik pungli di Kota Bogor. Selain meresahkan, pungli dinilainya sebagai bentuk penindasan oleh oknum yang tak bertanggungjawab.

“Jadi pungli itu akan meresahkan pedagang kecil. Misalnya pedagang jualan bisa dapet 500 ribu sehari dengan untung bersih 100 ribu, misalnya itu cukup untuk makan anak dan istri. Tapi gara-gara pungli, akhirnya nggak cukup,” ujar Eka.

“Jadi pungli itu, multi-effect player-nya luar biasa sangat merugikan,” tambahnya.

Eka Melanjutkan, pungli harus diberantas dengan peraturan yang jelas dan ketat. Sehingga, jika ada pungli dapat langsung ditindak tegas.

“Makanya misal pedagang mau jualan di area yang telah disediakan, harus ada retribusi resmi. Sehingga jika ada pungli langsung bisa lapor, bahkan ke Saya langsung,” kata Eka.

“Pokoknya pungli jadi prioritas kami untuk ditindak ke depan jika terpilih. Karena nggak ada ceritanya orang bisa hidup tanpa kerja, hanya malak-malakin orang yang sedang usaha,” tegasnya.

** Fredy Kristianto

SOIna Kabupaten Bogor Semakin Terbang Hadirkan Dewi Yull dalam Parenting Skill

0

Cibinong, jurnalinspirasi – Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Bogor boleh dikatakan sebagai organisasi keolahragaan yang sangat baru di Bumi Tegar Beriman.

Meskipun belum genap satu tahun, SOIna Kabupaten Bogor yang dinahkodai Ahmad Azwari telah banyak melakukan gebrakan nyata dan membuka semua stakholder keolahragaan di Kabupaten Bogor semakin melek atau membuka mata.

Pasalnya, selama ini SOIna Kabupaten Bogor sudah melakukan berbagai kegiatan yang benar benar positif dalam menggali talenta atlet Special Oympics yang ada di Kabupaten Bogor melalui event SOIna Cup, Coaching Clinic Dance Sport, Ikut Event Seven Ball di Bandung.

Nama dan keberadaan SOIna Kabupaten Bogor juga semakin Terbang ketika menggelar kegiatan Parenting Skill dengen mendatangkan salah satu artis ternama Dewi Yull yang punya nama lengkap Raden Adjeng Dewi Pudjijati.

Dewi Yull merupakan seorang pemeran dan penyanyi Indonesia. Kariernya berlangsung lebih dari empat dekade.

Sosok Dewi Yull sangat populer dan sempat tampil dalam berbagai film layar lebar dan serial televisi.
Dewi Yull juga sangat sukses memerankan tokoh.Jeng Sri dalam serial Losmen pada tahun 1986 yang turut melambungkannya dalam dunia seni peran tanah air.

“Saya merasa bangga dengan yang dilakukan SOIna Kabupaten Bogor menggelar Parenting Skill,” ujar Dewi Yull kepada awak media disela sela acara Parenting Skill, Selasa (12/11).

Kegiatan Parenting Skill ini mengambil tema ‘Peran Orang Tua Serta Pembekalan Ketrampilan dan Kemandirian Penyandang Disabilitas Intelektual’.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bagus karena bisa dihadiri para orang tua, guru dan juga perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Bogor.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Karena jarang sekali di Indonesia ada organisasi keolahragaan atau pemerintah daerah yang menggelar kegiatan seperti yang dilakukan SOIna Kabupaten Bogor;” papar Dewi Yull.

Intinya, kata Dewi Yull, peran orang tua harus lebih memahami dan lebih sabar dalam menghadapi anak anak berkebutuhan khusus.

“Saya bangga SOIna Kabupaten Bogor bisa menggelar acara ini. Saya juga terimakasih kepada Pemkab Bogor melalui Dispora yang telah mensuport kegiatan ini,” pungkas Dewi Yull.

Kegiatan Parenting Skill SOIna Kabupaten Bogor juga menghadirkan Dr Nur Hakim Basuki SpKJ dari RSUD Cibinong sebagai Narasumber.
Nurhakim Basuki mengatakan apa yang dilakukan SOIna Kabupaten Bogor ini sangat positif dan harus lebih sering dilakukan.

Pasalanya, saat ini masih ada orang tua yang belum paham dalam menghadapi anak anak penyandang disabilitas intelektual.

Mudah mudahan, kata Nurhakim Basuki, apa yang dilakukan SOIna Kabupaten Bogor ini punya manfaat yang sangat positif dan menjadi ventilasi penguatan psikologis para orang tua dan penyang disabilitas intelektual.

Dalam kesempatan yang sama, Sekdispora Kabupaten Bogor, Hendarsah mengatakan, Dispora sangat mendukung penuh kegiatan Parenting Skill SOIna Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, Dispora juga mendukung penuh rencana kesiapan SOIna Kabupaten Bogor yang akan menghadapi event PESODA Jabar 2025.

“Intinya Dispora Kabupaten Bogor sangat mengapresiasi kegiatan Parenting Skill yang dilakukan SOIna Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

(Aga)

Lulusan Program Studi DIII Pengolahan Limbah Industri Politeknik AKA Bogor: Siap Jadi Pahlawan Lingkungan di Era Industri 4.0

0

Jurnal Inspirasi – Politeknik AKA Bogor, lembaga pendidikan tinggi vokasi terkemuka di bawah Kemenperin RI, terus mencetak lulusan berkualitas yang siap menjawab tantangan industri masa kini.

Salah satu program studi unggulannya, Program Studi DIII Pengolahan Limbah Industri, telah melahirkan generasi muda yang kompeten dalam mengelola limbah dan berkontribusi aktif dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dalam era Revolusi Industri 4.0, tuntutan akan sumber daya manusia yang memiliki keahlian spesifik semakin meningkat. Lulusan Program Studi DIII Pengolahan Limbah Industri Politeknik AKA Bogor telah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan tersebut. Mereka tidak hanya mampu mengelola limbah secara teknis, tetapi juga memahami aspek lingkungan, kesehatan, dan keselamatan kerja.

Lulusan program studi ini memiliki kompetensi yang setara dengan Operator C Pengolahan Limbah (Standar Eropa CREBO 25802). Beberapa kompetensi unggulan yang dikuasai, antara lain: Menguasai teknologi pengolahan limbah: Dibekali dengan pengetahuan mendalam tentang berbagai teknologi pengolahan limbah, mulai dari fisik, kimia, hingga biologi, Menganalisis karakteristik limbah: Mampu mengidentifikasi jenis dan karakteristik limbah serta memilih metode pengolahan yang tepat, Mengelola sistem pengolahan limbah: Mampu mengelola dan mengoperasikan sistem pengolahan limbah yang efisien dan ramah lingkungan serta menerapkan prinsip produksi bersih di Industri, Melakukan pemantauan dan evaluasi: Terampil dalam melakukan pemantauan kualitas limbah dan mengevaluasi kinerja sistem pengolahan, Memahami regulasi lingkungan: Menguasai peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan limbah dan memastikan segala aktivitas sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Kompetensi lulusan Program Studi DIII Pengolahan Limbah Industri Politeknik AKA Bogor sangat relevan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan, seperti Roadmap Industri Pengolahan (RIPIN) 2015-2035 dan Making Indonesia 4.0. Lulusan program studi ini dapat berkontribusi dalam: Meningkatkan efisiensi industri: Dengan mengoptimalkan pengelolaan limbah, perusahaan dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi, Mencegah pencemaran lingkungan: Melalui penerapan teknologi pengolahan limbah yang tepat, lulusan dapat membantu menjaga kualitas lingkungan dan mencegah terjadinya kerusakan ekosistem., Mendukung pengembangan industri hijau: Lulusan dapat berperan aktif dalam pengembangan industri yang berorientasi pada prinsip-prinsip keberlanjutan, Menciptakan lapangan kerja baru: Pertumbuhan industri yang berkelanjutan akan membuka peluang kerja baru di sektor lingkungan, khususnya dalam bidang pengelolaan limbah.

Dalam konteks “Making Indonesia 4.0,” kompetensi lulusan program studi DIII Pengolahan Limbah Industri diharapkan mampu mendukung visi besar Indonesia untuk menjadi negara industri yang maju dan berkelanjutan. Dengan pengetahuan yang mereka peroleh, para lulusan diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat memajukan industri pengolahan limbah di Indonesia, mendukung ekonomi sirkular, serta mendorong pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan.

Ketua Program Studi DIII Pengolahan Limbah Industri, Dr. Nurdiani, M.Si., menyatakan Lulusan Program Studi DIII Pengolahan Limbah Industri Politeknik AKA Bogor memiliki prospek kerja yang sangat cerah.

“Sekitar lebih dari 70% lulusan Program Studi DIII Pengolahan Limbah Industri telah diterima kerja sebelum wisuda pada periode wisuda tahun 2024 ini (34 dari 48 mahasiswa)”ungkapnya.

Berbagai macam posisi dapat ditempati oleh lulusan Program Studi DIII Pengolahan Limbah Industri Politeknik AKA Bogor sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki dalam berbagai sektor, seperti industri manufaktur, pertambangan, pertanian, dan jasa lingkungan.

Beberapa posisi yang dapat ditempati antara lain: Penanggung jawab operasional pengolahan air limbah, penanggung jawab operasional instalasi pengendalian pencemaran udara, penanggung jawab operasional pengelolaan limbah B3, Pemantau dan Analis pengelolaan Limbah padat/limbah padat non B3, Pengambil contoh uji Air, Teknisi/analis K3, petugas sampling dan analis laboratorium lingkungan (https://aka.ac.id/program-studi/pengolahan-limbah-industri/)

“Dengan kompetensi yang mumpuni dan semangat untuk berkontribusi dalam green industry, lulusan Program Studi DIII Pengolahan Limbah Industri Politeknik AKA Bogor siap menjadi pahlawan lingkungan di era industri 4.0. “Mereka akan berperan penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan” katanya.

Pencapaian serapan lulusan yang tinggi dari Program Studi DIII Pengolahan Limbah Industri tidak terlepas dari kemitraan strategis antara industri dengan Politeknik AKA Bogor. Melalui Pusat Pengembangan Karir, Politeknik AKA Bogor berkomitmen untuk menjadi mitra strategis yang mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga terampil.

(Fajar Marendra-AKA Karir)

Melli Darsa Kritik Penataan Kota Bogor yang Dianggap Terbelakang

0

jurnalinspirasi.co.id – Dalam debat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang berlangsung pada Jumat (8/11) malam lalu, calon Wakil Wali Kota nomor urut 1, Melli Darsa, memberikan kritik tajam terhadap kondisi penataan Kota Bogor yang dianggap terbelakang dibandingkan kota-kota lainnya. Pernyataan ini disampaikan Melli saat mengomentari masalah transportasi, lingkungan, dan pengelolaan sampah serta pasar yang menurutnya masih jauh dari harapan warga.

“Kalau tentang masalah yang belum beres, kayaknya banyak banget. Kalau enggak, saya nggak akan ikutan Pilkada ini. Masih tenang-tenang aja jadi lawyer internasional,” ujar Melli yang disambut antusias oleh audiens debat.

Menurut Melli, penataan Kota Bogor saat ini masih memerlukan banyak perbaikan, terutama dalam hal pengelolaan sampah yang terstruktur, kondisi pasar yang tertib dan bersih, serta fasilitas transportasi publik yang terintegrasi.

“Kota Bogor itu, penataan sampahnya, penataan sampahnya, penataan transportasinya, begitu terbelakang,” cetus Melli

Ia menegaskan bahwa untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut diperlukan kepemimpinan yang memiliki kemauan, bersih dalam rekam jejak, dan berani dalam bertindak.

“Untuk itu kita memang memerlukan orang-orang yang mau menghadapi hal-hal yg sulit, khususnya pemerintahan harus bersih dan juga harus berani menegakkan hukum,” tambah perempuan kelahiran Kota Bogor tersebut.

Dalam menguraikan berbagai solusi dari persoalan tersebut, Melli Darsa juga menyoroti aspek pendidikan, kualitas SDM yang ada di Kota Bogor, yang perlu untuk terus ditingkatkan.

“Peningkatan daripada pendidikan, keterampilan, supaya orang-orang Bogor ini benar-benar bisa berdiri tegak menjadi generasi emas maju dan lalu kita benahi kota bersama-sama,” tutup Melli.

Pernyataan Melli ini mendapat tanggapan beragam dari warganet Kota Bogor, yang sebagian besar merasa bahwa kritik tersebut sangat relevan dengan kondisi nyata yang mereka alami sehari-hari.

** Fredy Kristianto

Pj Bupati Rasakan Langsung Layanan Kesehatan Gratis RSUD Leuwiliang

0

Jurnal Inspirasi – Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, jadi momentum PJ Bupati Bogor, Dr. Ir. Bachril Bakri untuk berkunjung ke booth dan merasakan langsung layanan kesehatan gratis dari RSUD Leuwiliang.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun bersama budaya sehat demi Indonesia Emas tahun 2045,” ujar Pj Bupati Bogor Bachril Bakri, Selasa (12/11/2024). 

Kegiatan ini berlangsung di Lapangan dan Auditorium Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, yang menjadi pusat perayaan HKN Ke-60 tahun 2024 ini.

Dalam kunjungan tersebut, PJ Bupati turut menjalani sejumlah pemeriksaan gratis yang disediakan oleh RSUD Leuwiliang, termasuk pemeriksaan keseimbangan tubuh yang langsung ditangani oleh terapis berpengalaman dari rumah sakit.

“Saya minta seluruh masyarakat untuk terus mengutamakan kesehatan, mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar kita. Mari kita bangun bersama budaya sehat, demi Indonesia Emas 2045, bahkan sampai ke generasi selanjutnya,” kata Bachril.

Sementara itu, Direktur RSUD Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS, mengatakan, RSUD Leuwiliang berpartisipasi penuh dalam seluruh rangkaian acara peringatan HKN ke-60 ini.

“Tadi PJ Bupati Bogor, kepala cabang BPJS Cibinong, dan beberapa rekan dari insan kesehatan lainnya mampir ke booth dan mencoba pemeriksaan postur tubuh dengan terapis serta dokter umum kami,” kata Dokter Vitrie – sapaan akrabnya.

Pemeriksaan ini, kata Dokter Vitrie, menjadi daya tarik tersendiri, karena mengajak para pengunjung aktif bergerak dan berkonsultasi langsung dengan tenaga profesional dari RSUD Leuwiliang.

“RSUD Leuwiliang berperan aktif dalam kegiatan ini dengan menyediakan layanan seperti pemeriksaan gula darah, cek tensi, dan fisioterapi,” tuturnya.

Dokter Vitrie menambahkan, melalui partisipasi dalam acara HKN ke-60 ini, RSUD Leuwiliang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat Kabupaten Bogor.

“Partisipasi ini menjadi salah satu bentuk nyata layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas, sekaligus memperkuat peran RSUD Leuwiliang sebagai rumah sakit yang proaktif dalam mendukung program kesehatan pemerintah,” pungkasnya. *

Dukung Visi Indonesia Emas 2045, Lulusan Program Studi D-III Analisis Kimia Politeknik AKA Bogor Siap Berperan sebagai SDM Industri Terampil dan Kompeten

0

Jurnal Inspirasi – Sebagai unit pendidikan di bawah naungan Kementerian Perindustrian, Program Studi D-III Analisis Kimia Politeknik AKA Bogor bertugas untuk menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang analisis kimia yang dibutuhkan dalam menyelenggarakan dan mengembangkan industri.

Lulusan Program Studi D-III Analisis Kimia Politeknik AKA Bogor dibekali dengan kompetensi yang sangat relevan untuk mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Kompetensi yang dimiliki lulusan Program Studi D-III Analisis Kimia Politeknik AKA Bogor memenuhi standar KKNI Bidang Analisis Kimia dengan jenjang kualifikasi level 5 bidang Analisis Kimia Sub Bidang Pengendalian Mutu dan Manajemen Pengendalian Mutu. Kompetensi ini juga sudah terstandardisasi internasional, yaitu setara dengan Chemical and Physical Analyst (standar Eropa CREBO 25952).

Beberapa kompetensi tersebut diantaranya:
-Penguasaan Instrumen Analisis Kimia: Mampu mengoperasikan berbagai jenis instrumen analisis kimia, seperti spektrofotometer UV-Visible, Flame-AAS, GC, HPLC dan GC-MS. Keahlian ini sangat dibutuhkan dalam proses pengendalian mutu produk, pengembangan produk baru, dan penelitian;

-Analisis Data: Dilatih untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterpretasi data hasil pengujian secara akurat. Keterampilan ini sangat penting dalam era big data, di mana perusahaan membutuhkan analisis data yang mendalam untuk pengambilan keputusan.;

-Validasi Metode Uji: Mampu merencanakan, melaksanakan, mengolah dan menunjukkan validitas kinerja metode analisis yang dikembangankan. Keterampilan ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan analisis pada berbagai matriks sampel yang kompleks;

-Keselamatan Kerja: Dibekali pengetahuan yang mendalam tentang keselamatan kerja di laboratorium. Hal ini penting untuk menjaga keamanan diri dan lingkungan kerja;

-Soft Skills: Selain kompetensi teknis, lulusan AKA Bogor juga dilatih untuk memiliki soft skills yang baik, seperti komunikasi, kerja sama tim, dan problem solving. Keterampilan ini sangat penting untuk bekerja dalam lingkungan yang dinamis dan kolaboratif.

Sejalan dengan Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035 yang menargetkan penguatan sektor manufaktur dengan memperkenalkan inovasi dan teknologi baru untuk mempercepat transformasi industri nasional, lulusan Program Studi D-III Analisis Kimia Politeknik AKA Bogor diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan produk-produk berkualitas, proses produksi efisien, serta peningkatan daya saing industri Indonesia.

Selain itu, program Making Indonesia 4.0 menuntut sumber daya manusia industri yang siap menggunakan teknologi digital dalam setiap aspek produksi, termasuk dalam pengolahan data kimia dan kontrol kualitas.

Lulusan Program Studi D-III Analisis Kimia Politeknik AKA Bogor dipersiapkan untuk terlibat langsung dalam industri, terutama industri manufaktur pada sektor industri kimia, farmasi, pangan, serta energi terbarukan, yang merupakan sektor industri prioritas.

Mereka dapat berperan sebagai Analis lapangan dan petugas pengambil contoh, Analis bahan baku, Analis work in process / semi-finished good, Analis finished good, Analis utilitas, Analis lingkungan, Analis kimia fisik, Analis mikrobiologi, Analis retain sample (masa simpan), Analis kalibrasi, Teknisi R&D formulator, dan Teknisi R7D method development (https://aka.ac.id/program-studi/analisis-kimia/).

Ketua Program Studi DIII Analisis Kimia Politeknik AKA Bogor, Ardina Purnama Tirta, M.Si., menyatakan bahwa pada tahun 2024, sebanyak 261 fresh graduate Analis Kimia akan diwisuda pada akhir bulan November ini, 108 diantaranya telah bekerja. Beliau menegaskan, pentingnya integrasi antara pengetahuan kimia analisis dengan penggunaan teknologi terkini.

“Melalui kurikulum yang mengintegrasikan pengetahuan kimia analisis dan keterampilan penggunaan teknologi terkini, lulusan Program Studi D-III Analisis Kimia Politeknik AKA Bogor menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, sesuai arah kebijakan RIPIN 2015-2035 dan Making Indonesia 4.0 untuk mendorong kemajuan industri Indonesia yang lebih kompetitif di pasar global,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala unit AKA Karir, Cysilia K. Hindarto, M.Farm, menjelaskan bahwa Politeknik AKA Bogor siap menjadi mitra industri dalam pemenuhan tenaga kerja terampil. “AKA Karir sebagai Pusat Pengembangan Karir Politeknik AKA Bogor membuka kemitraan strategis bagi industri-industri yang ingin mendapatkan kandidat terbaik untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja Analis Kimia,” ujarnya.

Dengan adanya kemitraan strategis ini, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia industri yang terampil dan kompeten. “AKA Karir siap menjadi mitra terbaik industri untuk mendapatkan tenaga terampil yang profesional di bidang Analisis Kimia,” pungkasnya.

(Fajar Marendra – akakarir.aka.ac.id)

Dinsos Kabupaten Bogor Salurkan Bantuan Bagi Warga Yang Terkena Musibah di Tamansari

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Dinas Sosial Kabupaten Bogor menyerahkan bantuan bagi warga yang terdampak cuaca ekstrim di wilayah Tamasari di terima langsung Sekcam Tamansari, pada Senin (11/11).

Ketua Tagana tingkat Kecamatan Tamansari, Rudi mengatakan, upaya yang kami dengan langsung turun assesmen ke masing-masing wilayah yang terdampak akibat cuaca ekstrim di Tamansari pada Minggu sore (10/11) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Tercatat ada 5 desa yang terdampak diantaranya, desa Sukaresmi, Pasir Eurih, Tamansari, Sukaluyu, dan Sukamantri,” ucap Rudi, Senin (11/11).

Lanjut dia, dari 5 desa yang masuk datanya ke Tagana dan saya share ke pihak Kecamatan, Dinsos Kabupaten Bogor dan FK Tagana Provinsi termasuk salah satu ketua dewan di Provinsi.

“Jadi yang terdampak sekitar kurang lebih hampir ada 80 KK yang masuk data dari 5 desa, kalau jiwanya sekitar 200 jiwa dari 80 KK,” katanya.

Tapi dari sekian banyak yang terdampak, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan rusak berat rumah pun tidak ada, hanya rusak ringan dan rusak sedang yang bisa di antisipasi oleh warga setempat dan desa setempat,” ungkapnya.

“Kami selaku warga Tamansari dan Tagana mengucapkan terimakasih kepada dinsos yang telah memberikan bantuan tanggap berupa pangan bagi warga yang terdampak,” tambahnya.

Sementara itu, Sekcam Tamansari Teguh Sugiarto mengucapkan terimakasih kepada Dinsos Kabupaten Bogor dan Tagana yang telah memberikan bantuan kepada warga Tamansari yang terdampak musibah.

Dan hari ini segera kami salurkan bantuan yang terkena musibah di wilayah Tamansari.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya mengakibatkan kerusakan pada atap, dan pohon tumbang akibat angin kencang,” tandasnya. Yudi

Berikan Bantuan Kursi Roda Untuk Warga, Melli Darsa Inginkan Bogor Menjadi Kota Inklusif

0

jurnalinspirasi.co.id – Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat lanjut usia dan penyandang disabilitas, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor nomor urut 1, Sendi Fardiansyah dan Melli Darsa, menyalurkan bantuan kursi roda kepada salah satu warga Kampung Sawah Baru, RT.02/12, Kelurahan Balumbang Jaya, Bogor Barat.

Bantuan ini diberikan kepada Mardha, seorang warga yang membutuhkan dukungan mobilitas akibat keterbatasan fisiknya. Kehadiran tim kampanye Sendi Fardiansyah dan Melli Darsa disambut hangat oleh masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan aksi nyata kepedulian sosial dari pasangan calon tersebut.

Dalam kesempatan ini, Melli Darsa menyampaikan bahwa bantuan kursi roda tersebut merupakan wujud nyata kepedulian tim mereka terhadap kelompok masyarakat lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas. “Kami percaya bahwa Kota Bogor harus menjadi kota yang inklusif, di mana semua kelompok usia dan golongan merasa diterima dan dilibatkan dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar Melli.

Menurutnya, program sosial ini adalah salah satu langkah awal menuju visi Bogor yang lebih terbuka dan ramah terhadap semua warganya. “Kami ingin Bogor menjadi kota yang inklusif, terbuka bagi semua orang, di mana para lansia, perempuan, dan disabilitas mendapatkan perhatian serta fasilitas yang memadai,” tambah Melli.

Melli Darsa juga menyatakan bahwa aksi ini merupakan bagian dari kampanye mereka untuk menjadikan Bogor sebagai kota yang bahagia dan sejahtera, di mana semua warga mendapatkan hak dan pelayanan yang layak. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi Pak Mardha dan mempermudah kehidupannya sehari-hari.

“Semoga bantuan kecil ini, dapat meringankan beban Pak Mardha dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Insyallah,” jelas Melli.

Bantuan ini pun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Bogor untuk lebih peduli dan saling membantu satu sama lain, serta mendukung langkah menuju Kota Bogor yang lebih inklusif dan penuh kebahagiaan, sesuai dengan tagline mereka, “Bogor Hepi.”

** Fredy Kristianto

Soal Temuan Hasil Sidak Dewan, Begini Kata Kabag Adbang Pemkot Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Berbagai temuan inspeksi mendadak (sidak) Komisi III DPRD Kota Bogor pada sejumlah proyek, menuai sorotan berbagai pihak. Mulai dari minimnya K3 hingga sumber daya manusia (SDM) yang bukan lulusan arsitektur di Taman Genteng dan Landbanking Al Falak.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Lia Kania Dewi mengatakan bahwa untuk K3 pada proyek pembangunan Taman Genteng, pelaksana sudah memaksimalkan penggunaan safety gear.

“Secara garis besar ketika melakukan pekerjaan yang memerlukan antisipasi kecelakaan kerja selalu menggunakan safety gear,” ujar Lia kepada wartawan, baru-baru ini.

Kemungkinan besar, kata Lia, saat sidak Komisi III hanya melihat pekerja yang tengah memasang rumput.

“Itu memang tak memakai safety gear karena tidak berpotensi jatuh dari ketinggian. Dan itu dilakukan pengawasan oleh konsultan pengawas,” ucapnya.

Disinggung mengenai pelaksana proyek bukan lulusan arsitektur serta belum maksimalnya pekerjaan lantaran masih ada beberapa item yang hasilnya tak maksimal. Lia menegaskan bahwa secara keseluruhan bila tenaga ahli pengawas selalu ada dalam setiap pekerjaan.

“Itu dipastikan langsung oleh Disperumkim, saya konfirm langsung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, menyatakan bahwa pihaknya akan segera meminta penjelasan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor serta pihak penyedia jasa, CV. Pratama Putra Berlian.

“Kualitas proyek ini sangat penting karena menyangkut dana publik. Kami tidak ingin ada proyek yang dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” kata Heri.

Heri menambahkan bahwa Komisi III DPRD Kota Bogor berkomitmen untuk terus memantau perkembangan proyek ini hingga selesai.

Temuan ini menjadi catatan penting bagi DPRD Kota Bogor dalam memastikan proyek-proyek infrastruktur berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kami akan memastikan perbaikan segera dilakukan sebelum proyek ini diserahkan. Kami ingin masyarakat dapat menikmati fasilitas taman yang sesuai standar dan aman,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Ayo! Pesan dan Cicipi Siomay dan Ramen Khas Bogor

0

Bogor Timur | Jurnal Bogor – Bagi anda pecinta kuliner tidak ada salahnya mencoba dan mencicipi siomay, ramen.

Salah satunya Utami Sri Rahayu Owner SE’GI yang memproduksi berbagai makanan olahan seperti siomay, ramen, abon tuna dan abon nori.

Sri menceritakan, mulai meniti usaha pada 2010. Pertama jualan siomay tahun 2012, kemudian mulai membuat sushi, ramen lalu abon tuna, dan abon nori. Dengan membuka outelet di beberapa titik, seperti di Bogor Junction, Spot Kuliner dan ADA Swalayan.

“Meskipun waktu pandemi Covid-19 tetap menjual hasil olahannya, karena untuk di swalayan tetap buka. Meski ada beberapa yang tidak boleh buka,” ujarnya, Senin (11/11).

Di samping itu, kita pemasaran di media sosial lewat marketplace, Instagram. Pembeli rata rata dari wilayah Bogor dan sekitarnya.

“Untuk produksi saya roling, misalkan dalam satu Minggu, Senin isian sushi, abon tuna dan siomay, jadi setiap hari kita produksi,” ucapnya.

Bicara harga untuk abon nori Rp. 27 ribu per 100 gram, siomay 20 isi 6 pcs dan ramen 28 ribu per porsi.

Berharap untuk bahan baku menurun meski saat ini lagi pada naik. Mau gak mau berdampak pada penjualan, tapi kita tidak bisa naikin harga.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dengan melalui pelatihan-pelatihan bagi UMKM seperti saya ini, walaupun bukan dalam bentuk modal. Namun ini sangat membantu dan menambah pengalaman dan ilmu. Yudi