23 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1647

Beri Andil Pencegahan Covid-19, P4S Agro Jaya Produksi Hand Sanitizer Organik

0

Ciawi l Jurnal Inspirasi

Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Agro Jaya Desa Candisari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang yang dikelola petani milenial Ahmad Izanudin Ali, memproduksi hand sanitizer sebagai bentuk dukungan pada percepatan penanganan COVID -19.  Ali mengatakan P4S Agro Jaya merasa terpanggil untuk meringankan kesulitan masyarakat akan sulitnya mendapatkan antiseptik pembersih tangan atau yang dikenal dengan hand sanitizer. 

 “  Sejak penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia meningkat dan masyarakat membutuhkan hand sanitizer, maka P4S Agro Jaya mulai merumuskan untuk membuat dengan bahan – bahan yang sudah ada, “ tutur Ali saat dihubungi Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) via telepon, Jum’at (3/4).

P4S yang awalnya merupakan Kelompok Tani ini selain mengelola pertanian juga bermain di produk yang dibutuhkan masyarakat seperti deterjen, pelembut dan pemutih cucian, pewangi, sabun cuci tangan, serta pembersih lantai parfum dan lain – lain.  

Dituturkan Ali, proses pembuatan hand sanitizer di P4Snya tergolong sederhana, yakni dengan mencampur daging aloe vera dengan bio ethanol, ditambah essence green tea sebagai pewangi, diblender dan kemudian disaring. ” Hand sanitizer yang kami buat organik terbuat dari bioethanol 91%, dari singkong dan aloe vera, “ ujar Ali.

Untuk memperoleh bahan baku P4S Agro Jaya menggandeng  petani sekitar, termasuk kelompok wanita tani. Diakui Ali karena keterbatasan bahan P4Snya hanya mampu memproduksi 100 liter per harinya. Hasil produksinya ini sudah menyebar selain diwilayah kabupaten Magelang dan Jawa Tengah juga dikirim ke berbagai wilayah seperti Papua, Kalimantan dan lain – lain.

Terkonfirmasinya Covid 19 di Indonesia membuat pemerintah mengambil sejumlah langkah pencegahan penyebaran. Diantaranya merilis protokol pencegahan. Protokol ini bertujuan mencegah penularan virus Covid-19 serta untuk menjamin efektivitas kebijakan social distancing dalam upaya memutus penyebaran virus. Salah satu poin dalam protokol Kewaspadaan Pencegahan Covid 19 ini mencuci tangan dengan air dan sabun atau alcohol-based hand rub atau menggunakan hand sanitizer. Sejak itu hand sanitizer menjadi barang yang sangat dicari dan menjadi langka kalaupun tersedia harganya melonjak.

RG/PPMKP

Beras Organik P4S Al Ikhtisar Dinikmati Deddy Mizwar

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

:Beras organik produksi Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Al Ikhtisar, Kecamatan Bumi Jawa, Kabupaten Tegal, turut dinikmati Deddy Mizwar.
“ Beras organik saya sudah sampai ke Pak Deddy Mizwar, beliau dulu langganan beras dari P4S Al Ikhtisar, “ tutur Ahmad Subhan, petani Pengelola P4S Al Ikhtisar saat melakukan wawancara online dengan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Sabtu (4/4).

Dikisahkan Ahmad Subhan, berasnya sampai ke artis pemeran ‘Nagabonar’ berkat salah satu warga didesanya yang bekerja pada artis tersebut. “Awalnya warga desa yang bekerja di Pak Deddy, mudik, dan kembali ke Jakarta membawa oleh – oleh beras organik, dari situlah akhirnya menjadi langganan, “ kisahnya.

Padi organik yang ditanam di lahan seluas 4,5 hektar dipupuk menggunakan pupuk organik hewan atau pupuk kandang, dan untuk pengendalian hama ia menggunakan pestiisida nabati racikannya yang dibuat dari serbuk kayu sengon, umbi gadung dan picung.

Ia mengatakan bahan serbuk kayu sengon didapatnya dengan cara bekerjasama dengan tukang kayu. Produktivitas padi yang ditanamnya ungkap Ahmad Subhan, menghasilkan enam ton per hektar dengan tiga kali tanam. Sementara pemasarannya selain di wilayah Tegal juga sudah merambah ke berbagai wilayah. “Selain padi organik, usaha lain P4S Al Ikhtisar adalah peternakan kambing dan penggemukan sapi, “ ujarnya.

Disinggung mengenai wabah Korona yang mengharuskan Ia lebih banyak di rumah, Ia menuturkan, lahan sawah relatif aman dari kerumunan. Karena tidak banyak yang bekerja di sawah, sehingga ia yakin lahan sawah adalah tempat aman untuk tetap melaksanakan kegiatan. Namun demikian dirinya tak akan mengabaikan anjuran pemerintah dan selalu menerapkan protokol pertanian di lapangan untuk turut mencegah penyebaran Covid 19.
“ Pertengahan bulan ini sudah mau panen, harus lebih banyak dikontrol agar tidak kena hama, “ pungkasnya.

RG/PPMKP

Damkar Cegah Covid 19 Secara Masif

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Guna mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor terus melakukan penyemprotan disinfektan massal.

Peran pasukan berjulukan pantang pulang sebelum padam bukan hanya memadamkan api tapi juga melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di area pemukiman.

Kepala Damkar Kabupaten Bogor, Ma’mur mengatakan, pasukan yang dipimpinnya tersebut melakukan pencegahan Covid19 secara masif.

“Kami melakukan penyemprotan disinfektan di area padat penduduk. Upaya dilakukan secara prioritas pada zona merah Virus Corona di wilayah Kabupaten Bogor,” ujar Ma’mur kepada Jurnal Bogor, Sabtu (4/4).

Ia menambahkan, upaya pencegahan wabah yang telah menyerang seacara global tersebut dilakukan tanpa mengenal waktu.

“Kami siap 24 jam untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan tidak dipungut biaya dan kami sudah siapkan 2000 liter cairan disinfektan. Masyarakat Kabupaten Bogor tinggal hubungi kami jika lingkungannya ingin dilakukan penyemprotan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya melakukan penyemprotan belasan kali setiap harinya. “Sehari bisa lebih 10 titik dilakukan penyemprotan. Kami juga lakukan penyemprotan di jalan-jalan protokol khususnya wilayah Cibinong,” paparnya.

Noverando H

32 Warga Kota Bogor Positif Covid-19

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kasus positif Covid-19 di Kota Bogor menjadi 32 orang pada Sabtu (4/4/2020). Sebanyak 25 masih menjalani isolasi di RSUD, sementara tujuh orang meninggal dunia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) di Kota Bogor mengalami peningkatan yang tadinya berjumlah 697 menjadi 720.

“Yang dinyatakan selesai 304, sedangkan yang masih dalam pantauan 416 orang,” katanya kepada wartawan.

Sementara, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Bogor juga mengalami peningkatan sebelumnya ada sebanyak 56 dan per hari ini ada 66 orang.

Sementara yang dinyatakan selesai sebanyak 10 orang, dan dalam pengawasan RS 41 orang. “Untukk yang meninggal ada 15 orang PDP. Tapi kami masih menunggu hasil lab Swab dari Litbangkes Kemenkes RI, apakah positif Covid-19 atau tidak,” pungkasnya.

Fredy Kristianto

0

Bahu Membahu HMI dan KNPI Lawan Corona, Semprotkan Disinfektan

Bogor | Jurnal Inspirasi

HMI Cabang Kota Bogor dan KNPI Kota Bogor melakukan pencegahan virus Covid -19 bersama masyarakat Sukaresmi. Aksi ini salah satu langkah kepedulian HMI dan KNPI dalam mencegah penyebaran virus Corona. Kegiatan ini berlangsung mulai dari jam 08.00-11.30 Wib.

Dalam aksi ini turut hadir juga dari KNPI, kelurahan, babinsa, Ketua RT 04, dan RW 04, tokoh pemuda dan Polsek Tanah Sareal Kota Bogor, aksi ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat dan cukup antusias.

“Sudah seharusnya kita generasi muda yang sehat secara jasmani dan rohani mampu membantu mencegah penyebaran virus Covid -19, khususnya di Kota Bogor, apapun aksinya yang penting kita melakakuan tindakan yg tidak bertentangan dengan protokol keamanan yang ada dan membuat tenang masyarakat, salah satunya penyemprotan disinfektan ini,” kata Ketua Umum HMI Kota Bogor, Herdiansya Iskandar, kepada Jurnal Bogor.

Sementara Ketua KNPI Koga Bogor, Bagus Maulana Muhammad sangat mengapresiasi agenda penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh HMI Cabang Kota Bogor.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan sosial kolaborasi antara HMI dan KNPI mudah mudahan bermanfaat guna mencegah penyebaran virus Corona,”kata Bagus.

Hal senada diungkapkan Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Deny ia mengapresiasi kegiatan HMI dalam mengantisipasi penyebaran dan dampak sosial dari Covid -19.

“Semoga bermanfaat untuk warga Kota Bogor, dan dicatat sebagai Amal ibadah amiiin,”ujarnya.

Bukan hanya itu Wakil Walikota Bogor Dedi A Rachim memberikan apresiasi kepada HMI Cabang Kota Bogor yang telah ikut serta melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan di beberapa lokasi.

“Semoga upaya kita menurunkan resiko penyebaran Covid-19 semakin dapat ditekan. Jaga kesehatan dan selalu mohon perlindungan Allah SWT. Aaamiinn YRA,” pungkasnya.

Cepi Kurniawan

Hadits Hari Ini

0

04 April 2020
10 Sya’ban 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنِي ابْنَ عُلَيَّةَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ فَإِنْ كَانَ لَا بُدَّ مُتَمَنِّيًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي خَلَفٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ كِلَاهُمَا عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ مِنْ ضُرٍّ أَصَابَهُ

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ulayyah dari Abdul Aziz dari Anas dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

Janganlah ada seseorang di antara kalian yang mengharapkan kematian karena tertimpa kesengsaraan. Kalau terpaksa ia harus berdoa, maka ucapkanlah: “Ya Allah, berilah aku kehidupan apabila kehidupan tersebut memang lebih baik bagiku dan matikanlah aku apabila kematian tersebut memang lebih baik untukku”.

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Khalaf, telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Syu’bah. Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah, keduanya dari Tsabit dari Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan hadits yang sama. Hanya saja dia berkata dengan kalimat: “min dlurrin ashabahu” (dari bahaya yang menimpanya).

HR Muslim No. 4840.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ditengah Wabah Corona, 49 Napi Lapas Gunung Sindur Dapat Asimilasi Rumah

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi

Ditengah mewabahnya Covid-19 di Tanah Air, Lapas Kelas II A Gunung Sindur telah melakukan proses asimilasi rumah bagi napi yang memenuhi syarat (proses dirumahkan napi sebelum bebas guna mencegah terpaparnya Covid-19 di lapas).

Dikatakan Kepala Lapas Kelas II A Gunung Sindur Mulyadi proses asimilasi dilakukan menyusul Permenkumham nomor 10 tahun 2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan hak anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 yang saat ini tengah mewabah di berbagai daerah di Indonesia

“Dari 49 yang telah mendapatkan asimilasi, 34 orang asmilasi itu dilakukan sebagai upaya mencegah pandemi Covid-19 di Lapas Khusus kelas II A Gunung Sindur,” kata Mulyadi kepada wartawan, Jumat sore (3/4).

Syarat untuk asimilasi rumah diberikan kepada napi yang sudah menjalani setengah masa pidana, aktif mengikuti program pembinaan dan mendapatkan surat Keputusan (SK) PB, CB, CMB sudah disetujui dan dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

“Dan asimilasi rumah tidak diberikan kepada tindak pidana terorisme, narkotika dan precursor narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan Negara, serta kejahatan transnasional terorganisasi, dan Warga Negara Asing, termasuk Abu Bakar Ba’asyir dan Gayus Tambunan,”kata Mulyadi.

Mulyadi mengatakan, asimilasi rumah diberikan sebagai langkah Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur dalam pemenuhan hak integrasi WBP untuk kembali menyatu dengan masyarakat dan beradaptasi dengan kondisi masyarakat.

“Sebagai upaya penyelamatan WBP /napi yang berada di Lapas/Rutan dari penyakit Covid-19.dan membantu pemerintah dalam memerangi pandemik Covid-19,” pungkasnya.

Cepi Kurniawan

Lurah Pabuaran Mekar Kukuhkan Satgas Corona dan Rw Siaga

0

Cibinong, Jurnal Inspirasi

Mencegah penyebaran Pandemi Covid-19 (Corona Virus), Lurah Pabuaran Mekar, membentuk dan mengukuhkan Satuan Tugas (SATGAS) COVID-19 dan RW SIAGA se-kelurahan Pabuaran Mekar, Rabu (01/04) di aula pertemuan kelurahan untuk pencegahan pandemi virus Corona.

“Ini dibentuk sebagai pusat informasi di tingkat kelurahan maupun di RW berkenaan Covid-19 untuk bisa memberikan sosialisasi, edukasi dan informasi pencegahan dan penanganan nya kepada warga secara umum,” jelas kepala Kelurahan Pabuaran Mekar, H. Nurhaman.

Lebiha jauh Nurhaman, mengatakan satgas Covid-19 kelurahan terdiri dari aparat pemerintah kelurahan yang melibatkan Puskesmas, LPM, Ketua RW, MUI, Karang Taruna, IPSM, Linmas, Bhabinkantibmas, Babinsa dan tokoh masyarakat lainnya.

“Adapun RW SIAGA Corona bekerjasama RT/RW dengan seluruh elemen potensi masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, PKK dan seluruh potensi wilayah yang ada untuk bisa berdaya secara mandiri,” ucapnya.

Lebih jauh, Nurhaman menghimbau untuk bisa memasang spanduk RW SIAGA, mengaktifkan kembali ronda dengan penerapan physical distancing 1 meter, pemetaan dan pendataan kategori ODP & PDP yang bekerja sama dengan survailan, pengamanan ketersediaan bahan pokok, bahan bakar dan air, apabila diterapkan pembatasan pergerakan keluar masuk orang atau karantina wilayah. Serta melakukan kegiatan belajar, bekerja dan beribadah di rumah.

Kebijakan ini adalah pelaksanaan instruksi Bupati Kab. Bogor untuk semua kelurahan/desa yang berada di wilayah kabupaten Bogor.

“Insya Allah, dengan hati yang ihklas dan kebersamaan kita untuk mengurangi penyebaran virus Corona di bumi tegar beriman umumnya dan di wilayah pabuaran mekar khususnya bisa teratasi. Dan semoga, apa yang kita perbuat menjadi amal ibadah kita bersama,” pungkasnya.

Gita Purnama

Tiga Pasien PDP Meninggal di Leuwiliang

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Tiga pasien dengan status PDP meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Leuwiliang. Bahkan, waktunya pun bersamaan hari ini meninggalnya dengan gejala mengarah ke Covid-19.

“Memang benar ada tiga pasien dengan status PDP meninggal dunia dalam waktu yang bersamaan dan sebelumnya sudah dilakukan perawatan di ruangan isolasi RSUD Leuwiliang,” kata kepala bagian pelayanan RSUD Leuwiliang Agus Fauzi kepada wartawan kemarin.

Ia juga menjelaskan, pihak RSUD pun sudah melakukan pemantauan kondisi pasien namun tidak tertolong. Bahkan, langsung dilakukan pemulasaran jenazah dibawa ke rumah duka.

“Pasian dengan status PDP diberikan oleh dokter spesialis paru hanya bukan mengarah ke covid-19 dan baru gejala seperti batuk, sesak, dan hasil labnya ke arah peunemonia,” jelasnya

Lebih lanjut ia menuturkan, sekitar pukul 08.00 proses pemulasarannya sesuai SOP dengan menggunakan alat pelindung diri dan langsung di masukan ke peti jenazah.

“Dari tiga pasien, dua laki-laki dan satu perempuan dengan umur diatas 40 tahun semuanya masuk isolasi itu PDP namun hasil ravid tesnya negatif, hanya gejalanya mengarah ke covid-19,” tuturnya

Agus juga mengaku, ketiga pasien tersebut belum pernah ada riwayat ke luar negeri, untuk pekerjaan belum diketahui dan tak baca statusnya secara lengkap.

“Mungkin karena sifatnya lokal transmition jadi bisa saja gejala tersebut ada, dan pasien baru satu Minggu dirawat, kalau yang dua lagi belum lama dirawat malah salah satunya baru datang dengan kondisi sesak tidak lama meninggal dunia,” ucapnya

Ketika ditanyai jumlah pasien PDP yang dirawat saat ini di RSUD Leuwiliang ia tidak mengetahui lebih detail jumlah terbarunya, hanya dari awal berjumlah 8 orang.

“Sampai saat ini terima laporan ada tiga orang, dengan hari yang sama, asalnya wilayah Bogor barat, satu di Ciampea, Pamijahan dan Jasinga,” tutupnya.

Cepi Kurniawan

Terimakasih Petani, Meski Corona Menerjang Pangan Tetap Terhidang

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo (SYL) mengatakan adanya musibah wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementerian Pertanian akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor. Ketahanan pangan adalah penopang ketahanan negara yang bertanggung jawab kepada 267 juta perut rakyat Indonesia, “ Kata Mentan.

Tantangan Mentan dijawab kontan petani. Pangan baik itu beras, produk sayur mayur, buah – buahan, rempah, rimpang, produk ternak dll saat ini masih dengan mudah kita jumpai dipasar. Ini adalah bukti nyata bahwa petani masih terus bekerja, ditengah wabah Covid 19 menerjang Indonesia, sehingga pangan dimejamakan tetap terhidang.
Kepala BadanPenyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan Dokter dan paramedis memang terdepan dalam menangani virus Corona. Tetapi jangan lupakan petani, karena penyediaan pangan puntak kalah penting.

“Kalau kita berbicara pangan maka semua kita dapat, kehidupan,kesehatan,dan sosial politik.Dengan adanya pangan penderitaan dan wabah sebesar apapun kita bisa bertahan bahkan bisa melawan dan bangkit dengan cepat. Adanya aktifitas pertanian, berarti ada keamanan masyarakat. Jika tidak ada pertanian dan pangan kehidupan selesai, “ ungkap Dedi dalam video conference dengan petugas kehumasan lingkup BPPSDMP dari Ruang Kerjanya, Rabu (1/4).

Petani aktor utama pertanian yang bekerja dilahan, diterikmatahari, menebar benih, menanam, merawat, memupuk dan sampai tiba saatnya memanen.

Takut, was – was dan cemas pasti tetap merekarasakan ditengah wabah ini.Semua itu ditepis demi menyediakan sumber makanan. Pengorbanan yang ikhlas dengan tujuan mulia. Perjuangan tak terlihat sehingga sepi dari puja dan puji.Padahal bulir peluh yang menetes ditengah terik dan jerih payahnya menjadi sumber kehidupan. Indonesia patut bersyukur karena beruntungvmemiliki petani – petani tangguh.Dalam situasi apapun masyarakat Indonesia tak pernah merasakan kelaparan, kekurangan pangan.

Jangan sampai terlupa, sebelum menyuap nasi dan lauknya dari piring, setelah berdo’aucap terimakasih untuk mereka. Karena ditiap suapan yang memberikan energi hingga kita bisa berkarya,ada letih, lelah dan keikhlasan petani. Lantunkan do’aterbaik untuk mereka dan pertanian Indonesia. Petani menjadi pahlawan lain dalam melawan virus ini. Petani layak mendapat bintang.

RG/PPMKP