23 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1646

UMKM Ciseeng Bantu Sopir Angkot dan Ojol

0

Ciseeng | Jurnal Inspirasi

Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM) wilayah Kecamatan Ciseeng menggelar bakti sosial dengan membagikan nasi kotak dan masker ke supir angkot dan ojek online (ojol). Kegiatan ini dilakukan sebagai aksi peduli terhadap pendemik Corona (Covid-19).

Kasie PKM Kecamatan Ciseeng Menu Triyani menjelaskan, pembagian masker Hand sanitizer dan makanan tersebut merupakan swadaya dari para pelaku UMKM yang ada di wilayah Ciseeng. “Mereka memilih ojek online dan sopir angkot karena didata wabah covid-19 tersebut yang paling dirasakan. Karena, setiap harinya hasil yang diraih tidak begitu besar dan berdampak terhadap kondisi saat ini,” jelasnya ketika dikonfirmasi usia menggelar kegiatan baksos di jalan raya Ciseeng, Minggu (5/3).

Neni juga menambahkan, sesuai anjuran pemerintah meliburkan sekolah dan bekerja dirumah tentu penghasilan ojol dan supir angkot tidak sebanding dengan kebutuhan sehari-harinya. “Total untuk nasi ada 1000 dan masker 500, bahkan mereka sangat senang masih ada yang peduli dengan kondisi saat ini,” harapnya

Ketua Forum UMKM Kecamatan Ciseeng Eliyah mengatakan, pihaknya terpanggil untuk melakukan kegiatan sosial saat banyak orang yang terkena dampak Covid-19. “Kita dari para forum UMKM Kecamatan Ciseeng baik itu UMKM Kuliner, konveksi dan UMKm lainya bersatu berdonasi untuk memberikan makanan kepada para ojol dan supir angkot Karen yang paling merasakan dampaknya mereka berpenghasilan harian kita ingin berbuat agar mereka terbantu dan senang ada yang memperhatikan,”kata Eliyah.

Sementara itu, salah satu supir angkot Jurusan Ciseeng, Dadang (44) mengaku, sejak adanya covid-19 pendapatan anjlok dan terus narik meskipun sepi penumpang karena sekolah diliburkan. “Biasanya sebelum ada Corona penghasilan bisa Rp 70 ribu sampai Rp 100 ribu, tapi saat ini buat setoran saja sulit maksimal hanya mendapat Rp 40 ribu,” tutupnya .

Cepi Kurniawan

24 Nyawa Melayang, ASB Dorong Karantina Parsial

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Angka kematian akibat Covid-19 tergolong tinggi. Pasalnya, sebanyak 24 warga Kota Bogor meninggal dunia, tujuh di antaranya terkonfirmasi positif Corona. Sedangkan 17 berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) pada Minggu (5/4/2020). Anggota DPRD Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) pun meminta agar Pemkot Bogor melakukan koreksi terhadap protap penanganan PDP.

“Yang jadi pertanyaan saat ini, Apakah pasien dengan status PDP itu diisolasi atau dibiarkan di rumah. Sementara, kita tahu bahwa RSUD ditunjuk menjadi salah satu RS rujukan untuk Covid-19. Jangan sampai ada class action loh, dari keluarga pasien. Dikarenakan pola penanganan yang salah dan ini bisa saja terjadi,” ujar ASB kepada wartawan.

Selain itu, ASB mengingatkan tentang besarnya tanggung jawab Gugus Tugas Covid-19 dalam melakukan penanggulangan dan mencari solusi serta memanfaatkan potensi swasta dalam memerangi penularan virus Corona “Ingat ini masalah nyawa manusia. Kita berharap, Satgas Covid 19 fokus pada penanganan pasien dengan Status ODP lalu ke PDP,” kata ASB.

Iapun meminta Plt Kepala Dinas Kesehatan, Denny Mulyadi untuk membuat konsep bagaimana penanganan pasien PDP, dan seperti apa SOP yang akan diterapkan “Dan ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat melalui media massa dan aparatur wilayah,” ungkap mantan wartawan ini.

ASB berharap, Denny Mulyadi berani mengambil langkah strategis dalam menuntaskan permasalahan Covid-19 di Kota Bogor. “Misalnya, Pemkot Bogor melalui satgas Covid berani menetapkan Kota Bogor sebagai zona merah karena tidak cukup sebatas dibentuk RW Siaga Corona saja,” tegasnya.

Menurut dia, selain menetapkan zona merah dengan parsial lockdown, Plt Kepala Dinkes pun bersama Gugus Tugas Covid-19 mesti bergerak memperdayakan pihak swasta untuk melakukan pemetaan kemampuan rumah sakit swasta dalam upaya mendukung pelayanan.

“Jadi nanti, disesuaikan dengan kewenangan agar tidak bertumpu kepada RSUD sebagai RS rujukan dan tentunya Plt Kepala Dinkes membuat rumusan kebijakan karantina parsial zona merah. Hal itu karena mesti penanggulangan efek ekonomi dan sosial yang akan timbul,” tandasnya.

Fredy Kristianto

Mulai Hari Ini Harus Pakai Masker

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Masyarakat diharuskan menggunakan makser saat keluar rumah, meskipun kondisi tidak sakit mulai Minggu (5/4). Hal ini dikatakan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto sesuai rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Mulai hari ini, sesuai dengan rekomendasi dari WHO, kita jalankan masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker,” kata Yurianto dalam video conference di Youtube BNPB, Minggu (5/4).

Dia menegaskan bahwa masker bedah dan masker N95 hanya digunakan untuk petugas kesehatan, khususnya yang menangani pasien virus corona. Sementara itu, masyarakat yang sehat bisa menggunakan masker kain.

“Ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu di luar orang tanpa gejala (virus corona). Banyak sekali didapatkan di luar, kita tidak tahu bahwa mereka adalah sumber penyebaran penyakit” jelasnya.

Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk melindungi diri dengan menggunakan masker kain saat berpergian. Meski begitu, masker kain harus rutin dicuci. Selain itu disarankan agar tak dipakai lebih dari 4 jam.

“Ini upaya untuk mencegah terjadinya penularan (virus corona), karena kita tidak pernah tahu bahwa di luar banyak sekali kasus yang memiliki potensi untuk mengeluarkan ke kita,” tutur Yurianto.

Selain menggunakan masker kain, masyarakat juga diminta untuk rajin mencuci tangan dengan sabun. Terlebih, apabila saat di luar rumah.

“Cuci tangan dengan menggunakan sabun selama minimal 20 detik ini menjadi kunci bagi kita untuk kemudian mengendalikan penyakit ini,” ucap Yurianto.1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Tim Pakar Gugas Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan ada tiga jenis masker yang bisa digunakan masyarakat serta tenaga medis. Pertama, masker kain tiga lapis. Masker ini bisa digunakan oleh masyarakat yang tak bisa berada di rumah karena alasan tertentu.

“Berikutnya masker bedah yang digunakan tenaga medis atau masyarakat sedang sakit. Dalamnya bagian steril. Cara pegangnya pada tali samping,” kata Wiku, Minggu (5/4).

Masker terakhir yakni N 95. Masker ini diperuntukkan bagi tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19 di fasilitas kesehatan.

Wiku menerangkan, masker kain tiga lapis bisa digunakan masyarakat ketika berada di tempat umum atau keramaian. Kain tiga lapisan tersebut berfungsi meningkatkan efektivitas masker dalam menangkal virus.

“Cara pembuatan dan model masker kain dapat disesuaikan dengan wajah. Pastikan tangan yang digunakan bersih, dan harus menutupi hidung hingga dagu dan tidak longgar,” jelasnya.

Menurutnya, masker kain tiga lapis ini bisa dibuat sendiri oleh masyarakat. Caranya bisa dengan menjahit kain secara manual atau mesin jahit.

Adapun dalam penggunaannya, masyarakat diimbau untuk rajin membersihkan masker kain. Apabila masker mulai kotor atau basah, maka segera ganti dengan masker lain yang bersih.

Wiku melanjutkan, berdasarkan hasil penelitian, masker kain dapat menangkal virus sebesar 70 persen.

Asep Saepudin Sayyev |•

198 Meninggal, 164 Sembuh

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, mengumumkan jumlah yang terjangkit Corona (Covid-19) pasa 5 April 2020 di Indonesia, dimana terdapat penambahan sebanyak 181 jiwa.

Dari penambahan kasus di atas, Juru Bicara Penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto menyampaikan, jumlah seluruh kasus yang pisitif Corona menjadi 2.273 jiwa.

“Untuk kasus yang sembuh, bertambah sebanyak 14 orang, sehingga totalnya menjadi 164 jiwa,” ujar Yuri saat konferensi pers secara Live di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Kasus yang meninggal akibat terjangkit virus Corona ada penambahan sebanyak 7 orang, sehingga total menjadi 198 jiwa.

Asep Saepudin Sayyev |•

Jaga Ketangguhan dan Kesehatan Pegawai, PPMKP Bagikan Paket Penguatan Daya Tahan Tubuh

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) membagikan paket penguatan daya tahan tubuh. Paket terdiri dari susu cair steril, madu, vitamin C dan vitamin penunjang daya tahan tubuh. Paket didistribusikan Kamis (2/4) ke setiap kepala instalasi dan Kepala seksi masing – masing untuk kemudian diserahkan kepada pegawai,
Kepala PPMKP Heri Suliyanto menuturkan paket penguatan daya tahan tubuh dibagikan dalam rangka memperkecil dampak terjangkitnya Covid 19, dan sejalan anjuran dan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Dalam rapat teleconference Mentan mengharapkan jajaran Kementan termasuk PPMKP agar menjaga kesehatannya, dan ketangguhannya , untuk itu PPMKP segera mengimplementasikan anjuran Mentan, dengan membagikan paket penguatan daya tahan tubuh, “ tuturnya

Kata Heri ini merupakan upaya PPMKP menjaga daya tahan tubuh pegawai baik secara fifik maupun mental. Ia menambahkan paket diberikan kepada seluruh pegawai baik yang sedang Work From Home (WFH) maupun yang mendapat tugas piket.

Sebelumnya ujar Heri untuk pencegahan dilingkungan kantor secara periodeik PPMKP melakukan penyemprotan desinfektan di setiap ruangan kerja dan fasilitas umum. Sensor temperature, setiap akan masuk keruangan, yang berlaku bagi pegawai maupun tamu, diwajibkan mencuci tangan dengan hand santizer atau dengan sabun di air mengalir, sebelum dan sesudah absen dan selama bekerja disarankan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker.

Kebijakan lain jika ada pegawai yang merasa kurang fit, disarankan untuk beristirahat d rumah. WFH pun masih diterapkan terutama bagi pegawai yang bertempat tinggal jauh dan ke kantor menggunakan kendaraan umum. Agar pelayanan tetap berjalan PPMKP menerapkan sistem piket.

Pembagian paket disambut gembira pegawai. Rachma staf Kepegawaian dan TU menuturkan vitamin dan penguat imun sangat dibutuhkan saat ini, agar terhindar dari Covid 19. “ Dalam suasana dan kondisi seperti sekarang dimana daya tahan tubuh kita harus benar – benar kuat, pembagian paket ini sangat berguna,” ujarnya.

RG/PPMKP

Adira Finance Bantu Pemkot Perangi Covid-19

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pandemi Coronavirus atau Covid-19 merupakan masalah yang harus diatasi secara bersama, Adira Finance memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Gugus Tugas Covid-19 yang berlokasi di sekretariatnya di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, jalan Pajajaran, Jumat (3/4/2020).

Bantuan diterima langsung Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim oleh Cluster Head Adira Finance Kota Bogor, Teddy Arif berupa uang tunai sebesar Rp. 50 juta, APD medis, Hand Sanitizer, hingga peralatan kebersihan yang akan di distribusikan ke beberapa wilayah dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 di Kota Bogor.

“Ini merupakan permasalahan yang sedang melanda dunia dan harus kita hadapi bersama, tidak bisa permasalahan ini hanya dibebankan kepada pemerintah daerah saja. Oleh karena itu ini adalah salah satu bentuk empati kami kepada wilayah yang Adira Finance hadir di dalamnya,” kata Teddy.
General Manager Yamaha Prima Utama, Refa Wisha Satrio menambahkan, gerakan ini merupakan gerakan positif yang harus diikuti oleh industri-industri lain, khususnya yang berada di wilayah Kota Bogor.

“Ini hal yang positif, penanganan Covid-19 ini harus dihadapi bersama” katanya.
Hingga saat ini Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor terus menerima bantuan berbagai macam bentuk seperti cairan desinfektan, peralatan APD, Hand Sanitizer, wastafel portable hingga peralatan medis dan kebersihan lainnya yang di distribusikan ke rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 dan wilayah yang membutuhkan.

Fredy Kristianto

Hadits Hari Ini

0


05 April 2020
11 Sya’ban 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ انْقَطَعَ عَمَلُهُ وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’, telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq, telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dia berkata; ini adalah yang telah diceritakan oleh Abu Hurairah kepada kami dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, -lalu dia menyebutkan beberapa hadits di antaranya-; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah meminta mati sebelum datang waktunya. Karena orang yang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidak akan bertambah melainkan menambah kebaikan.

HR Muslim No. 4843.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pemkot Koordinasi dengan 15 RS, Namun Ada Kendala

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaksanakan rapat koordinasi dengan sebanyak 15 rumah sakit untuk diusulkan menjadi tempat rujukan penanggulangan Covid-19 pada Sabtu (4/4/2020).

Kendati demikian, kata Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim, sejauh ini terdapat berbagai kendala dan permasalahan untuk dapat menjadikan sebuah rumah sakit menjadi rujukan penyakit infeksi emerging tertentu.

Di antaranya masalah teknis seperti ketidaksiapan tenaga medis, tidak memiliki ruang isolasi kompresi negatif, ketidakpastian ketersediaan APD, ketidakcukupan alkes pendukung seperti ventilator dan terbatasnya tenaga dokter spesialis serta ikatan kerja yang bersifat limitatif.

Menurut dia, sebagai langkah untuk mempersiapkan segala kemungkinan penanganan, selain memperbesar daya tampung pasien Covid-19 di RSUD 32 bed menjadi 70 bed. Pemkot bersama RSUD bekerjasama dengan RS Graha Medika, yang bakal dikhususkan menampung OPD dan PDP ringan berdaya tampung 55 bed.

“Di RS ini juga akan disiapkan tempat untuk sarana penginapan tenaga medis,” katanya kepada wartawan.

Saat ini, sambung Dedie, Gugus Tugas Covid-19, BPKD, Dinas Kesehatan (Dinkes), RSUD sedang menyiapkan langkah-langkah administrasi perizinan RS. “Untuk sarana prasarana, kelengkapan sumber daya untuk pengoperasionalisasinya, kurang lebih siap dalam waktu 1 bulan kedepan,” paparnya.

Dedie menyatakan, dari 15 RS yang sudah melaksanakan fungsi penanganan Covid-19, baru tiga rumah sakit yang berfungsi baik. Yakni, RSUD, RS Siloam dan Bogor Senior Hospital.

Fredy Kristianto

Bupati Minta Masyarakat Tidak Menolak Jenazah Korban Corona Dimakamkan

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi
Masyarakat Kabupaten Bogor diminta untuk tidak menolak apabila ada yang meninggal dunia akibat terkena Virus Corona atau Covid 19 saat jenazah akan dimakamkan. Hal itu dikatakan Bupati Bogor, Ade Yasin usai melaksanakan kegiatan Rencana Aksi Simpatik Serentak Penanganan dan Pencegahan Mewabahnya Virus Covid-19 bersama unsur Muspida Kabupaten Bogor, di VVIP Pos Polisi Gadog, Ciawi dan Puncak Pas, Sabtu (4/4/2020).

“Kalau ada orang yang terindikasi corona, saya minta jangan ditolak, begitu juga ketika mereka meninggal. Karena mereka sudah terbungkus sesuai SOP kesehatan, jadi tidak akan menular atau menyebar kepada yang tidak memegang mayat tersebut,” kata Ade Yasin.

Bupati menyatakan, saat ini tidak ada alasan lagi bagi masyarakat Bogor untuk menolak mereka, baik yang terindikasi maupun bagi korban meninggal dunia terdampak virus corona.

“Itu pun tergantung pada hati nurani masing-masing. Coba kita bayangkan, seandainya jika keluarga kita yang kena, terus mengalami hal sama. Bagaimana perasaan kita, tidak enak bukan. Ya minimalnya ada rasa toleransi sesama manusia, kalau sudah meninggal kubur saja tidak usah ada penolakan,” tegasnya.

Ade Yasin pun meminta agar warga juga diminta untuk tidak menjauhi orang yang terdampak Virus Corona. Hal tersebut dimaksudkan supaya mereka tidak merasa terbuang, sebaliknya harus diberi semangat tinggi dan keyakinan diri untuk bisa kembali sembuh.

“Jangan sampai mereka yang terkena virus ini merasa terbuang, sebaliknya harus diberi semangat, baik melaui pesan jarak jauh, telepon atau lainnya. Termasuk memberi semangat pada para ahli medis dan dokter yang selama ini berkorban dan berjuang tanpa pamrih dalam melaksanakan tugasnya,” ujarnya.

Menurutnya, para medis dan dokter yang sedang merawat orang sakit, jangan dianggap tertular. Bahkan sampai dijauhi, karena belum tentu apa yang dipikirkannya itu benar terjadi.

“Ini yang terjadi sekarang, banyak perawat dan dokter dijauhi, sebab dianggap tertular. Berjaga-jaga bagus, namun etika juga perlu,” paparnya.

Saat ini, sambung Bupati, pemerintah, para medis dan semua pihak sedang menekan penyebaran virus ini. Sehingga perlu kerja sama, tanpa kerja sama kiranya sulit untuk menekan penyebaran wabah Covid 19 tersebut.

Untuk itu, Ade Yasin menghimbau agar setiap warga khususnya yang berada di desa – desa, tetap waspada dan selalu memantau keluar masuk orang serta mendata hingga melaporkannya kepada pihak kecamatan atau muspika.

“Saya tekankan, jika ada tamu yang harus dipantau bersama jangan dimusuhin dan dianggap orang itu menyebarkan penyakit. Mengingat, kalau hanya baru ODP berarti harus kita pantau untuk tidak kemana-mana,” imbuhnya.

Sementara, Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy menyatakan ada sebagian daerah di wilayah Bogor baik desa, Rt maupun Rw yang masuk kategori zona merah akibat ada warga diindikasi positif corona. Sehingga, masing – masing daerah diharuskan untuk mengadakan pembatasan orang masuk atau keluar dari tempat tersebut.

“Kita dari Babhinsa, Babinkamtibmas, Kapolsek dan Danramil bersama dengan camat bakal mendukung semua kegiatan tersebut dengan menyiapkan personil guna melaksanakan pengamanan. Kita pun menghimbau kalau ada kegiatan melibatkan masa banyak dan kegiatannya bukan untuk kemanusian, maka akan dibubarkan, tapi kalau untuk kemanusiaan kita akan menghimbau supaya pelakaanaan kegiatannya tetap mempertahankan physical distancing,” tukas Kapolres Bogor yang saat itu didampingi Dandim 0621 Kabupaten Bogor.

Dede Suhendar/Deny

Bupati Bogor Lakukan Aksi Simpatik Serentak di Pos Gadog

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi
Bupati Bogor, Ade Yasin bekerjasama dengan Polres Bogor dan Kodim 0621 beserta seluruh Satuan Gugus Covid-19 Kabupaten Bogor, melakukan pencegahan eksodus warga yang berasal dari luar Kabupaten Bogor, dengan melakukan aksi simpatik serentak dan sosialisasikan RW Siaga kepada para pengendara yang menuju ke Puncak, Bogor.

Aksi tersebut dilaksanakan di empat lokasi yang menjadi titik masuknya ke Kabupaten Bogor, yakni Pos Polisi Gadog, Puncak Pas, Cigombong, serta fly over Cibinong.

“Sosialisasi kepada para pengguna jalan ini bertujuan agar mereka mempertimbangkan kembali perjalanannya menuju Bogor,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin kepada wartawan saat ditemui dilokasi, Sabtu (4/4/2020).

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat (Jabar) ini menyatakan, menindaklanjuti instruksi Presiden yang disampaikan melalui Gubernur Jabar, bahwa dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona, seluruh kabupaten/kota khususnya di Jabar agar memberdayakan potensi masyarakat dalam bentuk RW Siaga.

“Berdasarkan intruksi itu, kami memerintahkan melalui 40 camat agar membentuk RW Siaga Corona di Kabupaten Bogor. Targetnya bisa terbentuk sebanyak 3759 RW siaga corona. Tugasnya nanti melakukan sosialisasi, edukasi dan pembatasan pergerakan keluar masuk warga, termasuk memonitor tamu dan orang-orang yang tidak berkepentingan berada di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, Ade Yasin menginstruksikan untuk menggiatkan kembali siskamling serta wajib lapor 1×24 jam bagi pendatang dengan tetap memberlakukan pshycal distancing atau jarak minimal 1 meter. Disamping, meminta untuk memasang spanduk RW Siaga di setiap gerbang kampung.

“Dengan terbentuknya gugus tugas covid19 di tingkat RW, maka Kabupaten Bogor bisa dikatakan siaga penuh menghadapi corona. Karena RW siaga ini berfungsi sebagai alat deteksi dini penularan wabah,” paparnya.

Bupati pun mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan seluruh potensi masyarakat lainnya untuk berperan aktif dalam penanggulangan wabah Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

“Saya mengapresiasi warga yang telah terlibat, terima kasih kepada warga yang sudah bergotong royong dan secara sukarela terlibat dalam RW Siaga untuk melakukan upaya-upaya pencegahan,” ungkapnya.

Ade Yasin menghimbau kepada warga dari luar Bogor, tapi ingin masuk ke Bogor untuk berpikir dua kali dan berpesan untuk menahan dahulu keinginan masyarakat demi kebaikan bersama.

“Jangan sampai kedatangan anda tanpa disadari, membawa virus dan menularkannya ke orang-orang terdekat. Sayangi diri anda, sayangi juga keluarga anda,” tukasnya.

Dede Suhendar