30.6 C
Bogor
Wednesday, July 24, 2024

Buy now

spot_img

Pemkot Koordinasi dengan 15 RS, Namun Ada Kendala

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaksanakan rapat koordinasi dengan sebanyak 15 rumah sakit untuk diusulkan menjadi tempat rujukan penanggulangan Covid-19 pada Sabtu (4/4/2020).

Kendati demikian, kata Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim, sejauh ini terdapat berbagai kendala dan permasalahan untuk dapat menjadikan sebuah rumah sakit menjadi rujukan penyakit infeksi emerging tertentu.

Di antaranya masalah teknis seperti ketidaksiapan tenaga medis, tidak memiliki ruang isolasi kompresi negatif, ketidakpastian ketersediaan APD, ketidakcukupan alkes pendukung seperti ventilator dan terbatasnya tenaga dokter spesialis serta ikatan kerja yang bersifat limitatif.

Menurut dia, sebagai langkah untuk mempersiapkan segala kemungkinan penanganan, selain memperbesar daya tampung pasien Covid-19 di RSUD 32 bed menjadi 70 bed. Pemkot bersama RSUD bekerjasama dengan RS Graha Medika, yang bakal dikhususkan menampung OPD dan PDP ringan berdaya tampung 55 bed.

“Di RS ini juga akan disiapkan tempat untuk sarana penginapan tenaga medis,” katanya kepada wartawan.

Saat ini, sambung Dedie, Gugus Tugas Covid-19, BPKD, Dinas Kesehatan (Dinkes), RSUD sedang menyiapkan langkah-langkah administrasi perizinan RS. “Untuk sarana prasarana, kelengkapan sumber daya untuk pengoperasionalisasinya, kurang lebih siap dalam waktu 1 bulan kedepan,” paparnya.

Dedie menyatakan, dari 15 RS yang sudah melaksanakan fungsi penanganan Covid-19, baru tiga rumah sakit yang berfungsi baik. Yakni, RSUD, RS Siloam dan Bogor Senior Hospital.

Fredy Kristianto

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles