27.3 C
Bogor
Friday, March 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1638

Corona Merebak, PPMKP Manfaatkan Media Daring Klasifikasi P4S

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) manfaatkan media dalam jaringan (daring) yakni dengan teleconference dalam melakukan klasifikasi Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) mulai Kamis (19/3). Cara ini dilakukan untuk mesiasati pembatasan kegiatan dinas luar karena mewabahnya virus Corona (Covid 19), sesuai arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi.

Teleconference melibatkan Osi Wida Rosita Kepala Seksi Program dan Kerjasama, didampingi Widyaiswara selaku enumerator di Ruang Rapat Utama Komplek Candra dan Pengelola P4S didampingi PPL pendamping di lokasi P4S.

Meskipun klasifikasi hanya  dengan teleconference tetapi prosesnya  tetap berlangsung hangat.  Dengan sigap pengelola P4S menjawab pertanyaan – pertanyaan yang dilontarkan sambil sesekali menyelipkan guyonan yang mengundang tawa.

Pertanyaan meliputi sarana dan prasarana yang dimiliki, meliputi lahan usaha tani (Ha), kapasitas ruang belajar dan sarana belajar, sekretariat dan sarananya, peralatan pertanian, perpustakaan, asrama dan sarana MCK, penerangan, akses jalan hingga pengembangan usaha dan jejaring kerja.

“Walaupun tidak dengan kunjungan, melalui meeting online ini kita berusaha untuk kita merasa ada dilokasi, dengan cara pengelola P4S dan PPL dari Dinas menunjukan secara langsung melalui kamera sarana yang dimiliki, secara detil,“ ujar Osi.

Dengan demikian kata Osi, enumerator bisa melihat dan hal tersebut dijadikan sebagai bahan untuk memberikan nilai yang kemudian menjadi acuan untuk menentukan kelas sekaligus sebagai bahan untuk pengajuan penyaluran bantuan pemerintah tahun 2020.

Klasifikasi P4S secara daring akan berlangsung hingga Selasa (24/3) mendatang. Tidak kurang dari 16 P4S penumbuhan di Jawa tengah dan DKI Jakarta dijadwal untuk melakukan teleconference.

RG/PPMKP

Kabupaten Bogor Darurat Corona

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Satu meninggal dunia, tiga orang positif virus Corona (Covid-19) dan puluhan warga Kabupaten Bogor Orang Dalam Pemantauan (OPD) hingga 19 Maret 2020. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinkes Kabupaten Bogor dr Kusnadi mengatakan, bukan hanya tiga orang yang sudah positif Covid-19, ada 86 OPD.

“Dari 86 ODP, 39 diantaranya sudah selesai penanganan dan 47 lainnya masih dalam pemantauan. Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), total ada 22 orang. Selesai penanganan 17 orang dan lima orang masih dalam pengawasan,” ujar Kusnadi kepada Wartawan, kemarin.

Saat ditanya mengapa baru saat ini terungkap, lanjit Kusnadi, warga yang positif corona berKTP Jakarta yang awalnya ditangani di Ibu Kota sehingga awalnya tidak terdeteksi. “Tidak terdeteksi karena KTP Jakarta, daftar di RS Jakarta, tapi rumahnya di Bogor. Kami harus tanggung jawab juga. Bukan kecolongan, tapi masuknya cluster jakarta,” katanya.

Menurut Kusnadi, daerah perbatasan seperti Kabupaten Bogor memang cukup rawan penularan virus corona. Untuk itu, Dinkes terus melakukan pemantauan hingga saat ini. “Makanya kita pantau terus,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akhirnya mengumumkan pasien positif virus corona. Ada tiga orang yang sudah dinyatakan positif dan satu diantaranya meninggal dunia.

“Terkait pasien positif yang ada di Kabupaten Bogor, memang pada awalnya kami belum mendapat kabar yang terang. Karena yang positif ini mereka berurusan di Jakarta dan ber-KTP Jakarta sehingga tidak terpantau kami. Tetapi tinggalnya di Kabupaten Bogor,” kata Bupati Bogor Ade Yasin.

Dua dari tiga pasien positif corona berasal dari Bojonggede dan merupakan ibu dan anak. Sang anak, laki-laki (35), merupakan kasus positif akibat tertular dengan pasien asal depok saat ikut berdansa. Pada 17 Maret 2020, lelaki tersebut disarankan isolasi mandiri oleh pihak rumah sakit.

“Pertama laki-laki usia 35 tahun, pegawai swasta, dia adalah rentetan dari kejadian pertama yang dansa. Walaupun lelaki itu terlihat sehat, virus itu menular ke ibunya berumur 67 tahun, karyawati swasta,” terangnya.

Menurutnya, sang ibu dinyatakan positif pada 14 Maret melakukan tes dan keluar hasilnya pada 16 maret yakni positif corona. “Tadi malam penderita meninggal dunia di RS Jakarta dan akan langsung dikebumikan di Jakarta pula,” ungkap Ade Yasin.

Untuk sang anak yang positif, Ade Yasin mengaku telah memerintahkan RSUD Cibinong untuk menjemputnya untuk mengikuti karantina. Sebab, laki-laki tersebut memang tinggal di Kabupaten Bogor meski aktifitasnya sehari-hari kebanyakan di Jakarta.

Tak hanya itu, Ade Yasin mengaku pihaknya sedang melakukan treking kepada siapa saja yang kemungkinan pernah berinteraksi langsung dengan pasien positif corona tersebut.

“Pertama kami harus wawancara dengan yang positif pernah berhubungan dengan siapa saja. Tapi yang sudah ketahuan adalah pembantu, itu yang sedang kami cari. Lalu tukang ojek karena pernah naik juga dan beberapa orang yang diindikasikan pernah kontak langsung,” imbuhnya.

Perempuan yang juga Ketua DPW PPP Jabar ini memastikan, dua orang tersebut merupakan kasus pertama positif corona di Kabupaten Bogor. Selain keduanya, dirinya mengaku baru saja mendapat laporan ada seorang pramugara yang merupakan warga Kabupaten Bogor positif corona.

“Ada satu lagi, jadi hari ini kita dapat tiga kasus. Laki-laki 27 tahun, Cibinong, pramugara, riwayat perjalanan terakhir Singapura. Timbul gejala 6 Maret, sehari kemudian pengambilan sampel di RSCM. 12 Maret diinfokan negatif, hasil pemeriksaan kedua positif tanggal 15 Maret. Jadi dua diisolasi dan satu meninggal,” paparnya.

Sementara itu, beradar juga surat pemberitahuan atau imbauan yang dikeluarkan warga perumahan Greenery Permai, Bojong Gede tentang isolasi mandiri dengan menutup akses masuk pemurmukiman tersebut.

Camat Bojong Gede, Dace Hatomi mengungkapkan, tidak mempersoalkan adanya sikap warga khususnya yang ada di perumahan Geenery Permai itu. “Kerena kepanikan warga makanya melakukan inisiatif untuk mengisolasi lingkungan. Hal itu tidak masalah, silahkan saja,” kata Dace.

Lebih lanjut ia memaparkan, adanya isolasi mandiri warga perumahan tersebut diapresiasi pihak Kecamatan Bojong Gede.

“Antisipasi itu lebih baik. Perumahan tersebut biasanya juga akses masuknya malam hari ditutup, cuma sekarang waktu penutupan ditambah siang hari. Lagi pula akses perumahan itu bukan jalan lintas, jadi tidak masalah,” papar Dace.

Noverando H

PPOPM Liburkan Aktivitas Latihan

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Menurut pria yang akrab disapa Alwin itu, pemberhentian kegiatan latihan di PPOPM Kabupaten Bogor, tidak lain untuk mengantisipasi peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi Coronavirus Disease (Covid 19), sehingga untuk 14 hari kedepan, para atlet pelajar binaan PPOPM diliburkan, dan diberi jadwal latihan oleh masing-masing pelatih.

“Kita sudah meliburkan kegiatan latihan di PPOPM. Jadi untuk 14 hari kedepan, semua atlet berlatih dirumah, dengan mendapatkan program latihan dari masing-masing pelatih PPOPM Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Bedsy Alwin Rumate

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pendidikan Olahraga Pelajar dan Mahasiswa (PPOPM) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, menghentikan seluruh kegiatan, dan aktivitas latihan para atlet pelajar PPOPM selama 14 hari kedepan. Pemberhentian kegiatan latihan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi Coronavirus Disease (Covid 19). Hal itu dikatakan Kepala UPT PPOPM Dispora Kabupaten Bogor, Bedsy Alwin Rumate, Kamis (19/3).

Alwin menjelaskan, diliburkannya para atlet pelajar PPOPM Kabupaten Bogor tersebut, bukan berarti mereka tidak berlatih. Tapi, sambung Alwin, mereka tetap menjalani program latihan sesuai dengan program yang diberikan oleh pelatih untuk dijalankan dirumah masing-masing atlet.

“Ini kita lakukan, karena kita ingin semua atlet tetap dalam keadaan sehat. Maka dari itu, mereka kita rumahkan selama 14 hari kedepan, sesuai dengan intruksi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Alwin menambahkan, selama atlet pelajar berlatih dirumah mereka wajib untuk mengisi hasil latihan mereka. Karena, hasil latihan itu nantinya akan jadi bukti laporan mereka selama berlatih dirumah. Setelah itu, tambah Alwin, tim pelatih tentunya kembali akan menilai mereka pada saat berlatih bersama di PPOPM.

“Hasil laporan mereka nanti, tentunya akan jadi acuan tim pelatih untuk melihat kondisi fisik, maupun performa mereka menurun, atau sebaliknya mengalami peningkatakan, ketika mereka kembali beraktivitas di PPOPM,” pungkasnya.

Asep Syahmid

Percasi Cisarua Resmi Dilantik

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Pengurus cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Bogor, resmi mengukuhkan Pengurus Percasi Kecamatan Cisarua, di Hotel Pafesta, Cisarua, belum lama ini.

Ketua Percasi Kecamatan Cisarua, Andi Mulyana, mengaku siap mengemban amanah, dan siap untuk menggali potensi-potensi atlet catur andal yang ada di Kecamatan Cisarua. Apalagi Pengcab Percasi Kabupaten Bogor, sangat mendukung adanya pengurus Percasi di tingkat Kecamatan, sehingga kedepan program pembinaan harus sudah mulai berjalan.

“Saya dan teman-teman dikepengurusan Percasi Kecamatan Cisarua, siap menggali potensi atlet catur lokal dari Cisarua, untuk memperkuat tim Kecamatan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, maupun nasional,” ujar Andi Mulyana, Kamis (19/3).

Ia menjelaskan, pasca-pengukuhan pengurus Percasi Kecamatan Cisarua, pihaknya akan langsung berkerja sama dengan Komite Olahraga Kecamatan (KOK) Cisarua untuk menggali atlet catur andal, yang siap dibina di Percasi Kecamatan Cisarua.

“Dengan adanya Percasi Kecamatan Cisarua ini, sedikit banyak akan membantu Percasi Kabupaten Bogor, dalam menggali atlet lokal yang andal, untuk masa depan percasi ‘Bumi Tegar Beriman’ di masa yang akan datang”.

Selain menggali potensi lokal, tambah Andi, Percasi Kecamatan Cisarua ini, tentunya juga sangat membantu Pengcab dalam pemasalan olaharga secara khusus merupakan suatu upaya untuk menanamkan dasar-dasar keterampilan gerak dalam usaha mencari bibit-bibit atlet yang berbakat

dengan kondisi fisik, dan mental yang sehat dan kuat untuk dikembangkan dalam mencapai prestasi yang tinggi.

“Jadi, kami akan menjalankan tugas kami sebagai mana mestinya, sesuai dengan janji kami dalam pemasalan olahraga catur di Kecamatan Cisarua ini,” pungkasnya.

Asep Syahmid

IPB Closed Down

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

IPB University kini memberlakukan kebijakan Partially Closed Down selama kurang lebih tiga minggu terhitung sejak 17 Maret hingga 5 April 2020. Pasalnya, kampus akan ditutup aksesnya bagi seluruh warga IPB, serta pihak luar yang tidak berkepentingan. Akses masuk kampus diberikan secara terbatas untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak bisa ditunda seperti penelitian di laboratorium.

Antisipasi itu dilakukan karena penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) makin meluas. Ditambah ada seorang mahasiswi IPB yang positif virus Corona. Di lingkungan kampus pun tampak sepi. Tidak sembarangan orang bisa bebas keluar masuk ke dalam kampus. Bahkan pemeriksaan dilakukan hanya untuk orang yang betul – betul mendapat tugas di lingkungan kampus dengan memeriksa identitas serta surat tugas yang sudah direkomendasikan oleh pihak kampus.

“Kebetulan kalau saya lagi melakukan kegiatan praktikum jadi masuk itu pun diberikan surat tugas khusus sebagai akses untuk bisa masuk kampus karena semua yang akan masuk diperiksa dipintu gerbang utama,” kata Mahasiswi IPB University, Amelia kepada wartawan, Rabu (18/3).

Sementara pembatasan akses masuk dibatasi ini adalah upaya menjamin efektivitas sterilisasi gedung dan ruangan secara bergilir di Lingkungan Kampus IPB University.  Selama masa tersebut seluruh aktivitas di lingkungan IPB akan dilaksanakan secara online atau metode tanpa tatap muka yang lain, dengan beberapa pengecualian yang dilaksanakan dengan sistem piket atau bentuk penugasan lainnya, antara lain bagi petugas polikilinik, keamanan, kebersihan, sekretariat kantor unit kerja, umum, sarana, dan prasarana, riset tugas akhir di laboratorium atau sejenisnya yang menurut sifatnya dan prosedurnya tidak dapat dihentikan, ditunda, atau dilakukan jeda (interrupted).

Kantin yang ditunjuk oleh IPB, serta sistem informasi dan manajemen data atau kegiatan lainnya yang atas pertimbangan pimpinan IPB atau unit kerja dianggap sangat penting dan tidak dapat ditunda.

Hal ini disampaikan Prof Dr Dodik Ridho Nurrochmat, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi selaku Ketua Tim Crisis Center IPB University, Senin, (16/3) di Kampus Dramaga, Bogor.

Prof Dodik mengatakan, langkah ini ditempuh IPB University sebagai langkah pencegahan menyebarnya COVID-19. “Harapannya agar mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan tetap dapat menjalankan aktivitas akademik maupun administrasi dengan tenang, “ tambah Prof. Dodik.

Prof Dodik mengimbau agar sivitas akademika IPB University terus mengikuti perkembangan informasi melalui saluran informasi resmi IPB University, baik melalui website (covid19care.ipb.ac.id) maupun media sosial resmi milik IPB University.

Wakil kepala keamanan IPB University Yusuf Mulyana Rahma mengatakan, kebijakan close down itu berlaku sejak mewabah Covid-19 dan ditambah  alah satu mahasiswa IPB  terpapar Covid-19. Jadi pengamanan untuk masuk kampus diperketat pintu yang hanya bisa diakses hanya satu pintu gerbang utama.

“Pihak kampus juga melakukannya penyemprotan dengan safety hand sanitizer dengan membersihkana gedung  kampus oleh petugas kebersihan,  guna mengurangi penyebaran Covid-19, “ujarnya.

Sementara terpaparnya salah satu Mahasiswi IPB pun dikonfirmasi Kepala Biro Komunikasi Yatri Indah Kusumastuti. Ia membenarkan salah satu mahasiswanya positif virus Corona. “IPB bersama Dinkes sudah menindaklanjuti dan sesuai protokol yang berlaku, meminta pihak-pihak  yang teridentifikasi telah kontak/melakukan aktivitas bersama dengan yang bersangkutan untuk melakukan karantina mandiri,” kata Yatri.

Yatri mengatakan, IPB bekerjasama dengan Dinas Kesehatan akan terus melakukan pemantauan perkembangan yang terjadi. “Kami sekali lagi mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap tenang dan mengikuti protokol hidup sehat serta sosial distancing seperti yang disarankan WHO dan pemerintah,”pungkasnya.

Fredy Kristianto | Cepi Kurniawan

DKPP Pecat Komisioner KPU

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan pemberhentian tetap terhadap Evi Novida Ginting Manik dari jabatan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena dinilai melakukan intervensi dalam penetapan suara Pemilu 2019 di Kalimantan Barat.

DKPP memutus Evi bersalah dalam kasus yang digelar berdasarkan aduan Hendri Makaluasc, caleg DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari Partai Gerindra.

“Menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tetap kepada Teradu VII Evi Novida Ginting Manik selaku Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia sejak putusan ini dibacakan,” tulis dokumen putusan yang telah dikonfirmasi Plt Ketua DKPP Muhammad, Rabu (18/3).

Evi dkk dinilai melakukan intervensi dalam keputusan KPU Kalbar dalam Pemilu 2019. KPU RI disebut bertanggung jawab atas perubahan perolehan suara Dapil Kalimantan Barat 6 untuk Partai Gerindra atas nama Hendri Makaluasc dan penggelembungan suara untuk Cok Hendri Ramapon.

Selain Evi, DKPP juga memberi sanksi bagi lima Komisioner KPU RI lainnya. DKPP memberi peringatan keras terakhir kepada Arief Budiman, Pramono Ubaid Tanthowi, Hasyim Asyari, Ilham Saputra, dan Viryan Azis.

DKPP juga memberi sanksi peringatan kepada Anggota KPU Provinsi Kalbar Ramdan, Erwin Irawan, Mujito, dan Zainab. DKPP lalu memerintahkan KPU menjalankan putusan ini tujuh hari setelah dibacakan.

Bawaslu diperintahkan mengawasi KPU dalam menjalankan putusan ini. DKPP juga menyebut jabatan Presiden RI dalam putusan itu. “Presiden Republik Indonesia untuk melaksanakan Putusan ini sepanjang terhadap Teradu VII [Evi Novida Ginting Manik] paling lambat 7 (tujuh) hari sejak Putusan ini dibacakan,” tulis putusan.

Evi sebelumnya juga pernah menghadapi sanksi etik dalam penyelenggaraan pemilu. Pada Rabu (10/7), DKPP memutus Evi bersalah dalam seleksi Komisioner KPU Kolaka Timur pada 2018.

Saat itu, KPU diminta mencopot Evi dari jabatan Ketua Divisi SDM, Organisasi, Diklat, dan Litbang KPU RI. Akhirnya jabatan Evi ditukar dengan Komisioner Ilham saputra.

Evi juga sempat terseret kasus dugaan suap caleg DPR RI dari Partai PDIP Harun Masiku. Dalam sidang etik di DKPP, Wahyu Setiawan bilang ia sempat konsultasi ke Evi dan Ketua KPU Arief Budiman terkait desakan Harun.

Asep Saepudin Sayyev |*

Stok Pangan Warga Bogor Cukup

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan bahwa stok pangan untuk warga Kota Hujan masih mencukupi. Kepala Disperindag, Ganjar Gunawan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring bahan pokok dan ketersediaan alat kesehatan berupa masker, hand sanitizer, hand soap, tissue  basah serta alat pendeteksi suhu pada 20 swalayan.

“Hasilnya untuk stok pangan masih aman, serta belum ada harga pangan yg melonjak tinggi. Hanya saja masker dan hand sanitizer serta alat pendeteksi suhu, kosong di seluruh toko swalayan dan sejumlah apotik yang dipantau,” ungkapnya.

Menurut dia, sejauh ini tidak ada kebijakan pemerintah pusat untuk menutup toko sembako, pusat perbelanjaan dan toko swalayan serta apotik. Selain itu, Disperindag kembali akan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah toko swalayan dan pasar rakyat, sesuai arahan Walikota Bima Arya.

“Kami akan terus melakukan pemantauan soal itu, dan melaporkan ke walikota,” tegas Ganjar.

Saat disinggung apakah pelaku UMKM Kota Bogor mulai menjerit akibat merebaknya wabah Covid-19. Ganjar menegaskan bahwa hingga kini belum ada informasi dari pelaku industri yang melaporkan kekurangan bahan baku dari luar.  “Kecuali dari industri UMKM makanan minuman, yang mulai mengeluhkan kelangkaan komoditi gula pasir,” katanya.

Namun, kondisi tersebut sdh dikoordinasikan ke Indag Provinsi Jawa Barat. “Berdasarkan info sementara dari provinsi bahwa Kementrian Perdagangan akan segera melakukan impor gula pasir dalam waktu dekat ini,” paparnya.

Fredy Kristianto

ODP Virus Corona di Kota Hujan 41 Orang

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Juru Bicara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk Siaga Corona, dr. Sri Nowo Retno menyatakan bahwa jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus Corona di Kota Hujan mencapai 62 orang. Namun, 21 di antaranya telah selesai. “Sementara untuk 41 orang lagi masih dalam tahap pemantauan,” ujar Sri Nowo kepada wartawan, Rabu (18/3).

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP), kata Sri, berjumlah enam orang, dan baru satu yang dinyatakan selesai. “Sisanya masih dalam pengawasan,” ucapnya.

Sri menegaskan bahwa hingga kini belum ada warga Kota Bogor yang berstatus positif Corona. Ia juga menyatakan, informasi salah satu warga Kota Bogor mahasiswa IPB yang terjangkit oleh ayahnya di Jakarta, belum bisa dipastikan positif karena masih menunggu hasil Litbangkes RI. “Jadi belum KLB. Kalau misalkan ada aja satu, maka status kota Bogor KLB,” ucap Retno.

Sementara itu, Wakil Walikota Dedie A Rachim menyatakan bahwa pemerintah akan terus mengupdate perkembangan Corona di Kota Bogor kepada masyarakat, dan warga dapat langsung memantaunya di situs http://www.covid19.kotabogor.go.id/

Menurutnya, data dalam situs resmi tersebut akan terus diperbaharui setiap hari. “Ini untuk membuat kita semua waspada. Mari kita jaga -jaga dan jaga jarak. Hindari keluar rumah apabila tidak ada kebutuhan mendesak,” katanya.

Fredy Kristianto

Ketua DPRD Datangi RSUD Cibinong

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Penyebaran virus Corona atau Covid -19 sudah menjadi musibah global dan membuat semua orang khawatir. Langkah antisipasi dengan cara memeriksa kesehatan banyak dilakukan, salah satunya oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto. Politisi Partai Gerindra itu, Rabu (18/03) mendatangi RSUD Cibinong, untuk mengecek kondisi kesehatannya, sekaligus untuk memastikan dirinya tidak terpapar virus yang pertama kali mewabah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itu.

“Ini bagian dari antisipasi saja, sekalian untuk memastikan jika kondisi badan saya ini dalam keadaan sehat. Maklumlah, hampir setiap hari saya ini banyak beraudensi dengan masyarakat,” kata Rudi, kepada wartawan, kemarin.

Rudi memastikan, pemeriksaan kesehatan ini rencananya kepada semua anggota DPRD dan para pegawai secretariat. Pemeriksaan akan dilaksanakan Kamis (hari ini-red) di gedung DPRD.

“Kita agendakan besok (hari ini-red) para anggota dan pegawai di DPRD untuk mengetes kesehatan ini. Kita akan undang tenaga dari RSUD Cibinong untuk datang langsung ke DPRD,” ujarnya.

Langkah antisipasi lainnya yang akan dilakukan DPRD, kata Rudi dengan menyemprotkan cairan disinfektan. “Kita sudah minta ke Dinas Kesehatan, agar semua ruangan di gedung DPRD disemprot. Ini penting dilakukan, karena yang namanya gedung rakyat siapa pun boleh berkunjung,” katanya.

Usai melakukan pemeriksaan kesehatan, Rudi pun langsung meninjau ruangan isolasi di RSUD Cibinong yang akan dipakai untuk merawat penderita atau pasien yang positif terserang virus Corona.

“Ada beberapa peralatan yang harus dilengkapi RSUD Cibinong dalam menangani pasien virus Corona, seperti Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis. APD itu sifatnya sekali pakai,” jelasnya.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Cibinong, Wahyu Eko Widiharso menjelaskan, sejak merebaknya wabah Corona, RSUD Cibinong telag melakukan penanganan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP). “Ketika dinyatakan positif Corona setelah melewati masa inkubasi selama 14 hari, pasien akan dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso, Jakarta,” katanya.

Wahyu mengatakan, dirinya sudah menugaskan dua dokter spesialis paru dan organ dalam, perawat serta sopir ambulan, jika ada pasien yang dirujuk ke RSPI Sulianti.“Intinya, kami sudah siap melakukan langkah antisipasi,” tutupnya. n Mochamad Yusuf

Walikota Sudah Koordinasi dengan IPB

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Walikota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) telah berkoordinasi dengan IPB University dan sudah mengantungi data mengenai orang yang memiliki riwayat kontak langsung dengan salah satu mahasiswi yang positif Covid-19.

“Kini mereka yang punya riwayat kontak langsung sudah dinyatakan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP),” ujar Bima Arya kepada wartawan, Rabu (18/3).

Menurut dia, pembersihan dilakukan secara mandiri di tempat mahasisiwi positif Corona itu, sambil menunggu untuk disemprot disinfektan oleh dinas terkait. Selain itu, sambung Bima, pemerintah juga tengah melakukan koordinasi dengan DPRD untuk menggeser anggaran, guna kepentingan ‘perang’ melawan Corona.

“Ya, anggaran seperri kunjungan dinas. Sementara untuk anggaran BTT jumlahnya masih dibicarakan dengan dewan,” katanya.

Bima menyatakan, pemkot sangat membutuhkan anggaran untuk pengadaan hand sanitizer, masker, disinfektan dan alat pengaman diri (APD). “Ini penting untuk memastikan kita semua siap,” katanya.

Selain itu, iapun telah menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk memantau ketersediaan stok makanan serta lonjakan harga. “Apabila ada komoditi yang langka, langsung lakukan operasi pasar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bima juga meminta agar warga tak keluar rumah, dan membatalkan semua kegiatan besar. Iapun meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk menunda pelayanan secara langsung. “Ditunda dulu, biar semuanya dilakukan lewat online,” katanya.

Disinggung mengenai kapan penyemprotan disinfektan secara umum akan dilakukan. Bima menegaskan bahwa hal itu takkan bisa dilakukan dalam waktu dekat lantaran terbentur anggaran. “Karena itu rumah-rumah harus mandiri menyemprot disinfektan. Sementara Pemkot bakal menyemprot perkantoran dan tempat umum,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa pemkot akan mencoba meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan untuk mengalokasikan anggaran guna membeli alat pendeteksi Corona.

Fredy Kristianto