Bogor | Jurnal Inspirasi
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor
telah dua hari berjalan. Kendati demikian, masih banyak masyarakat yang melakukan pelanggaran. Di antaranya tak memakai
masker dan sarung tangan untuk pemotor, dan berboncengan. Padahal, alamat yang
tertera dalam KTP mereka berbeda.
Selain itu, pengendara mobil pribadi masih banyak yang
duduk tidak sesuai aturan. Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Bogor, Dedie A.
Rachim mengatakan bahwa kesadaran dan ketidakpahaman warga menjadi faktor PSBB
tidak maksimal.
“Masyarakat masih belum memahami ketentuan dalam
penggunaan kendaraan pribadi selama masa PSBB. Dimana, jumlah penumpang mobil
tidak boleh lebih dari dua orang, serta pengaturan posisi duduknya juga tidak
boleh bersebelahan,” ujar Dedie kepada wartawan, Kamis (16/4).
Menurut Dedie, khusus kendaraan angkutan umum bus, masih
ada pelanggaran social dan physical distancing. “Kemudian masih banyaknya
warga yang belum memakai masker atau belum memiliki masker ketika berkegiatan
diluar,” ungkapnya.
Dedie juga mengakun masih menemukan adanya kegiatan yang
dilakukan oleh masyarakat diluar kelompok masyarakat yang dikecualikan. “Kami
berharap kedepannya masyarakat bisa lebih aware perduli serta mampu mengikuti
instruksi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Surat teguran akan dikoordinasikan
dengan Polresta Bogor,” ucapnya.
Seperti diketahui, di Kota Bogor terdapat 10 titik yang
disekat saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlangsung
15 hingga 28 April 2020. Sebanyak 10 tersebut adalah, Simpang Ciawi, Simpang
BORR, Simpang Pomad, Simpang Yasmin,
Simpang Terminal Baranangsiang, Simpang Batutulis, Simpang Empang,
Simpang Gunung Batu, Simpang RSUD dan
Simpang Bubulak.
Lebih lanjut, Dedie mengapresiasi seluruh jajaran dari
masing-masing instansi yang telah bertugas di hari pertama penerapan PSBB
sehingga berjalan dengan lancar, meski masih ada beberapa evaluasi ringan.
“Menjaga dan memastikan semuanya mengikuti aturan PSBB
bukan hal mudah bagi petugas. Tentu saja dengan segala keterbatasan dan
kekurangan, saya pribadi mengucapkan terimakasih dengan tulus ikhlas,
mudah-mudahan pengorbanan teman-teman semua, dari TNI Polri, Satpol pp, Dishub,
dalam rangka menjaga keamanan masyarakat,” ujar Dedie.
Menurut Dedie, apa yang dilakukan petugas di lapangan
merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk menyelamatkan jiwa warga di tengah
wabah Covid-19. “Kalau masih ada warga yang tidak peduli, tolong diberikan
teguran, kalau perlu diberikan langkah-langkah yang lebih tegas,” ungkapnya.
Terpisah, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser juga berpesan kepada jajarannya untuk bertindak tegas, namun tetap humanis agar tidak terjadi hal-hal yang kontra produktif di lapangan.
Fredy Kristianto