32.1 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1622

Hadits Hari Ini

0

30 April 2020
07 Ramadhan 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hisyam, telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas dari Zaid bin Tsabit radliallahu ‘anhu berkata; Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian Beliau pergi untuk melakanakan shalat. Aku bertanya: “Berapa lama waktu antara adzan (Shubuh) dan Sahur ?.” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:

Sebanyak (selama) ukuran bacaan lima puluh ayat.

HR Bukhari No. 1787.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

May Day tak Gelar Demo

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Hari Buruh atau May Day yang diperingati pada 1 Mei, Jumat (1/5) dalam kondisi pandemi virus Corona (Covid-19). Kendati demikian, para buruh tetap memiliki rencana untuk memperingati May Day 2020. Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) sudah mengeluarkan surat instruksi kepada seluruh jajaran dengan total 40 Federasi Serikat Pekerja untuk melaksanakan kegiatan sosial dalam merayakan May Day.

Kegiatan ini melibatkan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI). “Nanti kami akan bergerak serentak. Di Jakarta, Bekasi, Tangerang dan lainnya untuk membagikan ribuan APD. Bukti bahwa buruh peduli tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19,” kata Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dalam konferensi pers virtual, Rabu (29/4).

Dia ingin membuktikan bahwa buruh bukan hanya jago demo tapi juga punya rasa empati dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Karena itu, banyak ragam kegiatan di antaranya membagikan ribuan Alat Pelindung Diri (APD) ke beberapa rumah sakit di Jabodetabek. Lalu, ada pembagian hand sanitizer ke rumah sakit dan masyarakat.

Selain itu, lanjut Andi Gani, kegiatan penggalangan dana sosial bagi buruh yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Sementara, terkait RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Andi Gani mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang menunda pembahasan sampai wabah Covid-19 ini selesai.

Namun, Andi Gani meminta RUU Omnibus Law klaster ketenagakerjaan itu disusun ulang dengan melibatkan semua pihak termasuk buruh. Terutama draft pasal yang merugikan buruh harus dibahas dari awal. Andi Gani mengatakan permintaan itu pula yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam pertemuan Rabu lalu, (22/4) di Istana Negara. “Kami ingin dicabut total dan dibahas drafnya dari awal. Kalau dengan draf ini kami akan menolak juga,” tegasnya.

Presiden KSPI Said Iqbal menambahkan, buruh akan melaksanakan May Day dengan kampanye di media sosial serta lewat virtual. Tuntutan yang akan dikampanyekan di medsos yaitu penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, PHK di tengah pandemi Corona serta meminta agar pengusaha tidak menghapus upah dan THR Lebaran walaupun dimasa sulit ini.
“Jadi KSBI bersama MPBI akan melakukan kampanye di sosial media berkenaan dengan perayaan May Day dalam bentuk 3 isu utama yang kami angkat,” kata Said Iqbal dalam kesempatan yang sama.

Iqbal juga mengajak agar para pekerja di Indonesia menggelar penggalangan dana. Dana itu untuk solidaritas pangan dan kesehatan para buruh yang kena PHK. “Selain itu, aksi galang dana dari buruh untuk solidaritas pangan dan kesehatan,” ucapnya. Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengaku juga akan menggelar aksi sosial untuk memperingati May Day. Salah satu diantaranya adalah donor darah dan bantuan kepada buruh yang terdampak Covid-19. “Tahun ini May Day kita memang dalam situasi penuh keprihatinan karena wabah Corona,” imbuhnya.

Sementara mayoritas industri fast food terkena badai besar dari virus Corona. Salah satu yang terkena dampak adalah restoran raksasa KFC. Perusahaan harus mengambil langkah efisiensi atau pengetatan dengan mengurangi gaji pegawai dan memangkas Tunjangan Hari Raya (THR). KFC memang hingga pekan lalu sudah merumahkan 450 pekerja dan menutup sedikitnya 100 gerainya.

Pada dokumen internal memo, terungkap soal pemberitahuan pemangkasan gaji 20-50% dan pemangkasan THR 50% dari gaji pokok karyawan. Direktur PT Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono membenarkan soal dokumen itu sebagai memo internal perusahaan, tapi menolak untuk berkomentar.

Pada dokumen itu tercantum penjelasan bahwa PT Fast Food Indonesia (FFI), selaku pemegang lisensi makanan dari Kentucky, Amerika Serikat ini menyebut sudah melakukan perjanjian dengan Serikat Pekerja Fast Food Indonesia (SPFFI). Keduanya mengupayakan agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam pemberian tunjangan hari raya (THR), ada penyesuaian bagi sejumlah pekerja. Pekerja di store level dari grade A sampai F serta non-store level grade A sampai C hanya akan mendapat pembayaran THR sebesar 50% dari gaji pokok.
Sedangkan sisa 50%nya akan dibayarkan bertahap usai Covid-19 berakhir, dengan catatan keuangan perusahaan sudah mulai membaik. Kondisi serupa dialami bagi pekerja non-store level di grade D, dimana mereka hanya akan mendapat THR sebesar 50%. Sementara untuk upah bagi gerai yang masih buka, pekerja di store level grade A hingga F, menerima 70% gaji pokok serta tidak ada tunjangan upah, kecuali living allowance luar kota. Sementara 30% upah sisanya berstatus tunda.

Justinus Dalimin Juwono mengungkapkan bahwa penutupan gerai memang harus dilakukan karena aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jabodetabek. “Seluruh restoran KFC, yang bersifat dine in (makan di tempat) sudah ditutup. Dan sekitar 100 lebih yang ada di mal seluruhnya bahkan ditutup total nggak bisa beroperasi. Karena malnya atau plaza sendiri tutup,” kata Justinus kepada CNBC Indonesia pekan lalu.

Saat ini, layanan KFC yang tersedia hanyalah take away. Konsumen tidak bisa makan di tempat karena memang sudah dilarang sesuai dengan ketentuan PSBB. “Pokoknya kita tetap berusaha untuk menjaga agar kelangsungan operasional bisa bertahan lebih panjang, ikuti aturan pemerintah itu,” papar Justinus.

Di antaranya gerai KFC di Jakarta yang berjumlah 135 gerai kini hanya beroperasi pukul 06.00-18.00 WIB, 40 gerai di Bekasi beroperasi pada pukul 09.00-18.00 WIB, 21 gerai di Bogor beroperasi pada 08.00-18.00, sementara yang tutup paling lama adalah jam operasi di 13 gerai Kota Depok, yakni pukul 10.00-21.00 WIB. Pembatasan jam juga diyakini sedikit mengurangi beban biaya operasional, seperti listrik dan air. “Jadi harus ada penghematan di sana disini untuk menuju pada pertahanan kita punya operasional,” kata Justinus.

Asep Saepudin Sayyev |*

PSBB Jilid 2 Hingga 12 Mei

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Walikota Bogor Bima Arya menyatakan bahwa ia bakal memantau langsung, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) Jilid II yang diperpanjang hingga 12 Mei. Bima pun menyatakan tak ingin menyia-nyiakan, keputusan memperpanjang PSBB. Ia menegaskan, kurang efektifnya PSBB Jilid I karena kesadaran masyarakat masih minim, dan diperparah dengan bentrok aturan antara pemerintah pusat dan daerah.

Saat ini, sambung Bima, pemkot bakal fokus terhadap delapan sektor yang dikecualikan dalam PSBB seperti kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, kontruksi, industri strategis, hingga pelayanan dasar utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional serta kebutuhan dasar. “Apabila masih ada yang tidak patuh, bakal dicabut izinnya,” paparnya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK) menerbitkan Surat Keputusan Nomor 443 / Kep.250-Hukham / 2020, yang menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Jabar secara resmi, mengabulkan keinginan lima kepala daerah untuk memperpanjang masa pemberlakuan PSBB.

RK mengatakan bahwa perpanjangan PSBB dilakukan lantaran potensi penyebaran Covid-19 di Jabar masih tinggi. Hal itu ditandai dengan terus bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Corona.

“Selain itu belum adanya indikasi penurunan penyebaran. Sehingga peperpanjangan PSBB selama 14 hari hingga 12 Mei mendatang perlu dilakukan,” ujarnya dalam keteeangan tertulisnya.

RK juga meminta agar seluruh pihak mematuhi regulasi PSBB, dan masyarakat luar Bogor, Depok dan Bekasi untuk tetap beraktivitas di wilayah Bodebek. “Warga mesti mematuhi ketentuan pemberlakuan PSBB dan konsisten menjalankan protokol Covid-19,” katanya.

** Fredy Kristianto

Data Warga Terdampak Covid-19 Masih Carut Marut

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pendataan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga miskin baru terdampak Covid-19 yang dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) dinilai carut marut. Pasalnya, hingga kini masih ada data yang tumpang tindih di lapangan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti mengatakan bahwa laporan mengenai tumpang tindihnya data penerima JPS Covid-19 terjadi hampir di beberapa kelurahan. Di antaranya pada Kelurahan Cibuluh, Cimahpar, Tegal Gundil dan Kedung Halang. “Di Cibuluh dan Cimahpar ada yang sudah meninggal tapi masih terdata sebagai penerima. Bahkan tadi di Tegal Gundil RW marah-marah soal data itu,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/4).

Endah menjelaskan bahwa carut marutnya pendataan penerima JPS lantaran adanya birokrasi yang berbelit-belit dan ketidakpahaman RT RW dalam mengusulkan data. “Contoh kasus di Cimahpar ada RW semua KK-nya di salah satu RT yang berjumlah 100, semuanya dimasukan. Akhirnya terjadi tumpang tindih antara PKH, JPS dan bantuan gubernur,” katanya.

Selain itu, kata dia, sejak awal Pemkot Bogor tidak mematuk kriteria yang jelas terhadap siapa yang berhak menerima bantuan. “Kemudian kolom form untuk diisi di RT RW terlalu banyak. Begitupun saat di kecamatan. Ini yang menyebabkan jadi caur marut. Kalau mau pakai data dari Disdukcapil, nggak perlu lagi ada pendataan. Tinggal RT RW saja mengusulkan yang non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” ucapnya.

Selain itu, kata Endah, data yang dibuat oleh Dinsos pun selalu berubah-ubah. Bahkan, hingga kini Komisi IV belum mendapatkan rincian terkait penerima bantuan non-DTKS. “Kami kemarin dapat data, tapi baru yang 19 ribu KK. Padahal kami perlu data non DTKS yang totalnya 157 ribu dari awalnya 230 ribu. Kemudian untuk data DTKS 71 ribu. Kemudian setelah diverifikasi yang non DTKS berubah lagi menjadi 156 ribu. Jadi data ini berubah-ubah terus,” katanya.

Kata Endah, DPRD sangat membutuhkan data utuh dari Dinsos agar dapat dikroscek. Namun, tak kunjung diberikan oleh Dinsos dengan alasan data tersebut belum dituangkan dalam Perwali. “Harusnya data itu dipublish ke umum, agar dapat dicek,” tegasnya.

Lebih lanjut, Endah menyatakan bahwa saat ini masyarakat pun sudah mulai mempertanyakan kapan bantuan akan disalurkan oleh pemerintah. “Kemarin janjinya tanggal 27 April. Tapi sampai sekarang belum ada,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Puslitbang Pelatihan dan Pengawasan Kebijakan Publik (P5KP), Rudi Zaenudin mengaku sangat menyayangkan carut marut pendataan penerima bantuan terdampak Covid-19. “Contoh kasus di salah satu wilayah Kecamatan Tanah Sareal, nama-nama yang awalnya diusulkan RT RW untuk non DTKS, tidak ada yang muncul satupun. Akhirnya kelurahan yang menjadi ‘korban’ karena selalu didatangi warga,” ucapnya.

Pria yang juga Ketua PK KNPI Tanah Sareal ini juga mempertanyakan sumber data yang digunakan oleh Dinsos untuk memverifikasi, sementara dari 320 ribu KK, 71 ribu berstatus DTKS yang telah menerima PKH, bantuan sembako nasional. Sedangkan sisanya diverifikasi RT dan RW, namun data yang muncuk bukan yang diusulkan sehingga menjadi polemik.

“Dinsos harus bisa pertanggung jawabkan sumber data darimana yang dipakai. Dan itu harus dipublish ke masyarakat karena ini menyangkut penggunaan negara yang mesti transparan akuntabel agar tak salah sasaran atau harus sesuai dengan yang diusulkan,” jelasnya.

Disinggung mengenai tumpang tindihnya data penerima bantuan Covid-19. Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa data yang digunakan oleh Dinsos untuk memverifikasi penerima bantuan baik DTKS dan non DTKS dapat dipertanggung jawabkan alias valid.

“Untuk data DTKS 2020 itu datanya dihimpun sejak 2019. Jadi, meskipun dipakai sebagai dasar tahun 2020, bisa saja dalam perjalanan waktunya ada yang meninggal dunia, pindah alamat atau hal lain. Oleh karena itu semua data bersifat dinamis,” jelasnya.

Menurut Dedie, dengan adanya peristiwa pandemi Covid-19, Pemkot Bogor memiliki kesempatan untuk memadukan serta merevisi data DTKS dan non DTKS sebagai dasar data warga penerima bantuan DTKS 2021 mendatang.

“Data yang digunakan ini valid. Tapi harus disempurnakan. Yang utama adalah mengenai NIK KTP yang harus cocok dengan nama,” ucapnya.

Dedie juga menyatakan bahwa pendataan yang diambil berdasarkan data penduduk yang bersumber dari Disdukcapil adalah sebagai dasar untuk mengecek keabsahan NIK. “Kita kan bicara DTKS secara global. Nah database PKH itu dari DTKS,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Kota Bogor Alma Wiranta mengatakan, database penerima bantuan, sudah diatur dan tertera dalam Keputusan Walikota Bogor Nomor 027.45-312. Sebagai landasan dan payung hukum pendistribusian bantuan kepada masyarakat. Data tersebut, tentunya dibuat berdasarkan hasil verifikasi di tiap kecamatan.

“Jadi aturan itu sebagai payung hukum bagi penerima bantuan, yang masuk dalam keluarga terdampak Covid-19, berupa Non DTKS Tahun 2020. Data ini dibuat berdasarkan hasil verifikasi di tiap kecamatan dan dinas terkait, yang mengelola data keluarga miskin akibat covid-19,” paparnya.

Berdasarkan regulasi tersebut, jumlah penerima JPS di Kota Bogor mencapai 23 ribu keluarga. Dengan rincian 19.904 keluarga asli Kota Bogor, dan 3.096 keluarga lainnya merupakan kalangan keluarga perantau yang ada di Kota  Hujan. “Jadi ada dua kategori kelompok yang dapat bantuan. Pertama, asli warga Kota Bogor, dan perantau yang ada di Kota Bogor,” bebernya.

** Fredy Kristianto

Pedagang di Pasar Bogor Negatif Corona

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 197 pedagang mengikuti rapid test virus Corona (Covid-19) di Jalan Bata, Pasar Bogor, Bogor Tengah, Rabu (29/4). Meski seluruh hasilnya dinyatakan negatif, pihak Perumda Pasar Pakuan Jaya tetap memberlakukan pengawasan ketat kepada para pedagang dan pengunjung.

“Pagi tadi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor bersama Dinkes dan Pasar Pakuan Jaya melakukan rapid tes dengan melakukan skrining massal kepada para pedagang secara acak. Kami menyiapkan 300 rapid test, namun yang hadir diperiksa 197 orang. Hasil semuanya negatif,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno.

Ia menambahkan, selain Stasiun, pasar merupakan salah satu titik yang memiliki risiko penyebaran covid-19. “Karena banyak interaksi dan ada kerumunan massa. Untuk itu, baik pedagang maupun pembeli harus tetap mengikuti imbauan menggunakan masker dan memanfaatkan fasilitas cuci tangan yang disediakan pengelola pasar,” jelasnya.

Meski hasil rapid test tidak ada yang reaktif, pihaknya mengaku akan terus melakukan random test, baik rapid maupun swab di titik-titik potensi penularan. “Nanti ada di pasar lainnya juga. Kita coba untuk skrining dan analisa. Langkah ini dilakukan sebagai bahan untuk menentukan kebijakan Pak Walikota selama PSBB,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Pasar Pakuan Jaya Muzakkir menjelaskan, para pedagang yang dilakukan tes dipilih secara acak, ada yang dari Pasar Bogor, Plaza Bogor, PKL Pedati, PKL Lawang Saketeng, pengunjung hingga petugas lapangan Pasar Pakuan Jaya.

“300 pedagang yang kita pilih random. Misalnya di lantai 1 kita ambil di beberapa titik, lantai lainnya beberapa titik. Hari ini juga kita ajak beberapa pengunjung pasar untuk dilakukan rapid test ini. Karena seperti disampaikan Pak Wali, pasar ini salah satu titik rawan,” terang Muzakkir.

Sebagai upaya pencegahan, pihaknya mengaku menyiapkan tempat cuci tangan di seluruh pasar di bawah pengelolaan Pasar Pakuan Jaya. “Semua pasar sudah kita siapkan wastafel, wajib cuci tangan sebelum masuk pasar. Terus yang kedua wajib pakai masker. Kalau yang tidak bawa masker, tidak boleh masuk pasar. Termasuk pedagang yang tidak pakai masker, tidak boleh jualan,” tandasnya.

Tindak Pidana

Wali Kota Bogor Bima Arya pun menyempatkan melihat jalannya rapid test bagi pedagang. Ia juga melakukan pemantauan di lapangan terkait toko-toko yang nekat berjualan padahal bukan sektor yang dikecualikan selama PSBB berlangsung.

“Kita bisa lihat toko-toko di Suryakencana ini sudah tertib disiplin, tidak ada pelanggaran. Yang buka memang yang masih dibolehkan menurut peraturan PSBB, seperti toko kebutuhan sehari-hari, apotek. Tadi kita cek juga di pasar sebagian besar sudah menggunakan masker,” katanya.

“Yang kita tertibkan lebih kepada pedagang di jalan. Ada beberapa saja pedagang kecil. Kita akan berikan toleransi, tapi diatur karena ini orang-orang yang tidak bisa makan kalau tidak ada yang laku. Tapi saya minta Satpol PP mengontrol supaya tidak ada kerumunan, mereka harus pakai masker, dan jaga jarak,” tambahnya.

Bima pun menegaskan bahwa akan ada sanksi bagi siapa saja yang melanggar. “Jadi dua hari ini sosialisasi, besok kalau masih ada pelanggaran lagi langsung kita berikan sanksi. Ada tindak pidananya. Perpanjangan PSBB tahap kedua akan lebih ketat. Karena kuncinya disitu. Kalau tidak, nanti diperpanjang lagi. Kasian, ekonomi semakin terpuruk nanti. Pemkot akan bekerjasama dengan Kejaksaan dan Pengadilan untuk besok akan melakukan tindak pidana di lapangan,” pungkasnya.

Fredy Kristianto

Hadits Hari Ini

0


29 April 2020
06 Ramadhan 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ عَنْ أَبِي صَالِحٍ الزَّيَّاتِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa, telah mengabarkan kepada kami Hisyam bun Yusuf dari Ibnu Juraij berkata, telah mengabarkan kepada saya Atho’ dari Abu Shalih Az Zayyat bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Allah Ta’ala telah berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali shaum, sesungguhnya shaum itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya. Dan shaum itu adalah benteng (perisai), maka apabila suatu hari seorang dari kalian sedang melaksanakan shaum, maka janganlah dia berkata rafats dan bertengkar sambil berteriak. Jika ada orang lain yang menghinanya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah dia mengatakan “Aku orang yang sedang shaum”. Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta’ala dari pada harumnya minyak misik (kesturi). Dan untuk orang yang shaum akan mendapatkan dua kegembiraan yang dia akan bergembira dengan keduanya, yaitu apabila berbuka dia bergembira dan apabila berjumpa dengan Rabb-Nya dia bergembira disebabkan ibadah shaumnya itu.

HR Bukhari No. 1771.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Taruna Merah Putih Terus Bergerak Semprotkan Disinfektan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

DPC Taruna Merah Putih (TMP) Kota Bogor terus bergerak melakukan penyemprotan cairan disinfektan dalam menekan penularan pandemi Covid-19. Diketahui, dari 68 keluraha, TMP telah mengacover sedikitnya 40 kelurahan selama sepekan.

Seperti diberitakan sebelumnya, TMP pun sempat menyumbang ratusan Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis RSUD Kota Bogor, yang merupakan salah satu garda terdepan dalam melawan virus asal Wuhan, Cina tersebut.

Ketua DPC TMP Kota Bogor, Iwan Iswanto mengatakan bahwa TMP telah membentuk tim khusus untuk menanggulangi Covid-19 sesuai instruksi Ketua Umum TMP, Maruarar Sirait.

“TMP yang merupakan sayap PDI Perjuangan ditugaskan oleh Bapak Maruarar untuk membantu Pemkot Bogor dalam menekan penyebaran virus Corona. Dalam selama sepekan bekerja, kami telah mengcover sekitar 40 kelurahan di Kota Bogor” ujar Iwan kepada Jurnal Bogor, Selasa (28/4).

Menurut Iwan, pergerakan TMP di Kota Bogor dalam memerangi Covid-19 tak terlepas dari dukungan penuh Maruarar Sirait. “Tentu saja ini menjadi daya dorong semangat tersendiri bagi kami yang bertugas di lapangan untuk bekerja semaksimal mungkin agar masyarakat Kota Bogor merasa nyaman dengan kehadiran TMP,” ungkapnya.

Sejauh ini, sambung Iwan, TMP mendapat apresiasi yang sangat baik dari masyarakat Kota Bogor. “Banyak warga pun sangat berterima kasih kepada Bapak Maruarar. Walaupun beliau belum berhasil menjadi perwakilan warga Kota Bogor di DPR-RI, tetapi perhatian beliau ke masyarakat masih sangat dirasakan,” kata Iwan.

Lebih lanjut, kata Iwan, setelah program penyemprotan ini dilakukan, TMP selalu siap bertugas dan bersinergi dengan Pemkot Bogor dalam hal-hal positif.

Fredy Kristianto

Program Irigasi Tersier Pulihkan Irigasi Desa

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  melalui Direktorat sumberdaya air dan balai besar wilayah sungai ciliwung cisadane terus membangun jaringan irigasi tersier sesuai kebutuhan petani.

Salah satu Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Mitra Cai Kuda dari warga Desa Parakanmuncang telah melangsungkan pembangunan irigasi tersier yang berlokasi di Kampung Blok Paris.” Pemanfaatan  bangunan tersier tersebut untuk mengairi kepesawahan  blok bojong disaat musim tanam tiba.” kata Pelaksana kegiatan Nursoleh kepada Jurnal Bogor, Selasa (28/4).

Sebanyak 36 pekerja dari warga sekitar selama 6 hari pembangunan sodetan pun digeber.” Pekerjaanya sudah mencapai 90 persen hasil finishing proses pengacian,” tukasnya.

Dana yang disalurkan dari APBN melalui sistem swakelola petani program ini dilakukan untuk menambah pendapatan pekerja lokal.” Dengan swakelola oleh petani, jaringan irigasi tersier yang dibangun tentu saja akan lebih bagus dan petani merasa lebih memiliki,” tandasnya.

Nursoleh yang biasa di panggil Boled menjelaskan, target pengerjaan sodetan sepanjang 2000 meter, Namun baru terealisasi sepanjang 300 meter.” Mudah mudahan pengajuan berikutnya bisa dilanjutkan pembangunannya” imbuhnya.

Perlunya pembenahan saluran irigasi, sambung ketua P3A Mitra Cai Kuda Suminta, mengingat masih banyaknya untuk pembangunan irigasi menuju kepesawahan warga petani.” Diharapkan usuluan berikutnya untuk menjadi bahan pertimbangan karena warga desa parakan muncang masih membutuhkan bangunan irigasi tersier,” kata Suminta.

Sementara, tokoh masyarakat warga setempat Padma Kusuma, mengakui warga petani belum bisa menanam padi lantaran berserakannya batu, serta pasir di lahan pesawan terbawa arus air.”

Menurut Padma, Setelah rampungnya bangunan irigasi tersier manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sehingga mampu meningkatkan ekonomi di desa melalui peningkatan produksi pertanian.” tutupnya.

Arip Ekon

Pasca Longsor, Pemdes Nanggung Bangun TPT

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung  emprioritaskan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di salah satu kampung rawan bencana, yakni di Kampung Banar RT02 RW 09, Selasa (28/4).

Hal itu  dilakukan untuk penanggulangan   bencana longsor yang sebelumnya pernah terjadi pada januari 2020 lalu,” Bangunan TPT tersebut mengantisipasi khususnya tanah longsor apalagi disaat musim hujan.” Kata Kepala Desa Nanggung, Muhamad Sodik kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Menurutnya, Dana Desa tahun 2020 tahap pertama salah satunya pemanfaatannya kami bangun TPT, karena sekarang masih   musim hujan, rawan terjadinya bencana.” Kalau pelaksana pengerjaannya kami serahkan kepada masyarakat bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK),” ujarnya.

Dia menerangkan wilayah  ini kami utamakan pembangunannya karena pasca bencana kondisinya sangat mengkhawatirkan,” Ketika TPT selesai dibangun, kata Sodik,  tempat tersebut bisa digunakan.” terangnya.

Ketua TPK, Mamur atau yang biasa di sapa RW Amung menyebutkan, bahwa bangunan TPT dengan kubikasi 260 meter dan memanfaatkan tenaga masyarakat sekitar.

Menurut Amung, selesai pengerjaan TPT dilanjut pembukaan akses jalan antar desa yang bertempat dari  Kampung Nangela menuju Desa Urug Kecamatan Sukajaya dengan panjang sekira 300 meter,” papar Amung.

Lanjut dikatakan, karena Pemkab Bogor belum lama ini sudah membangun  jembatannya maka, sebut Amung,  pembukaan akses jalan hingga berlangsung  pengerasan sekaligus betonisasi hingga bisa dilalui kendaraan roda empat,” pungkas dia.

Arip Ekon

Kini, Bagoes AC Miliki Fasilitas Berteknologi Modern

0

Empat Keunggulan, Recovery, Flushing, Vacuum dan Charge dalam Satu Mesin

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemilik kendaraan roda empat di Kota Bogor mungkin sudah tidak asing lagi dengan Bagoes AC Car Air Conditioner Service & Sparepart yang terletak di kawasan niaga Jl Raya Tajur yang merupakan spesialis bengkel service AC mobil yang saat ini berdiri di ruko 3 lantainya.

Saat ini, Bagoes AC miliki fasilitas mumpuni dengan peralatan berteknologi canggih. Laxury namanya, pelopor perawatan AC Mobil berteknologi ramah lingkungan ini kini hadir di Bagoes AC, ini semua guna memanjakan para pelanggan setianya dengan hasil kerja yang maksimal.

“Saya mencoba melebarkan sayap dengan menambah fasilitas Luxury (Lax LX-779) yang merupakan alat service AC Mobil dengan berbasis teknologi modern. Kenapa memilih ini, karena ada empat keunggulan sekaligus dengan menggunakan mesin ini yaitu, recovery, flushing, vacuum dan charge,” ujar Agus sang pemilik.

Ini merupakan mesin satu-satunya di Indonesia yang dapat mengganti oli tanpa membongkar, hanya cukup dengan sistem flushing dua arah dan bisa menjadikan cairan freon murni lequid. Hal ini lah yang menjadikan Bagoes AC semakin diminati para pelangganya.

“Saya akan selalu berikan yang terbaik untuk para pelanggan setia saya. Dengan kehadiran alat ini saya berharap kepada para pemilik kendaraan khusunya roda empat, mendambakan sirkulasi AC baik dan segar, hanya di Bagoes AC bisa dapatkan itu,” celotehnya kepada Jurnal Bogor.

Bagoes AC tetap pertahankan keramahanya kepada setiap pemilik kendaraan yang datang untuk melakukan service AC di tempatnya. Untuk msalah harga, disini dapat dikatakan sangat bersahabat tidak akan bikin kantong jebol.

Handy Mehonk