32.1 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1621

Cara Warga Desa Batutulis Manfaatkan Sumber Air

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung mengntisipasi saat kemarau panjang dengan membangun kobak pemandian yang berlokasi di Kampung Pasirgintungbawah. Warga sekitar juga melakukan pembenahan dengan bergotong royong pengumpulan bahan material yang akan digunakan.

“Pengalokasian Dana Desa (DD) tahap pertama  2020 salah satunya untuk memanfaatkan sumber air dengan dilakukan pembenahan kobak  pemandian. Hal ini merupakan menjawab asprasi apa yang menjadi dasar kebutuhan masyarakat,” ujar Kepala Desa Batutulis, Ade Supriatna kepada wartawan, kemarin.

Tak hanya itu, kata dia,  sumber air kobak sebagai alternatif yang biasa digunakan hajat orang banyak. Mereka memanfaatkan air selain untuk mandi juga biasa dikonsumsi masyarakat,” tukasnya.

Musyawarah perencanaan pembangunan desa (MusrenbangDes) dilakukan sebelum dilakukan pembangunan, adapun progres untuk pembangunan kobak pemandian bisa diusulkan kembali. “Kami terus mendorong dan berkoordinasi dengan kepala desa apa yang inginkan  warga desa,” tandasnya.

Selain itu Erwin juga menjelaskan, saat ini dilakukan pengerjaan hotmix berstatus  jalan desa jalur antara Desa Batutulis dengan Desa Kalongsatu, Kecamatan Leuwisadeng, tepatnya di Kampung Pondok Bujang RT 01 RW 07 berdiameter 310× 2,3 meter dengan ketebalan 3 centimeter.

Sedangkan untuk pembangunan Tebing Penahan Tanah (TPT) juga dilaksanakan di wilayah RT 06, RW 01 Kampung Pasirgintung. “Diharapkan semua pembangunan infrastruktur dapat berjalan lancar dan terealisasi sesuai dengan target yang sudah ditentukan,” tukasnya.

“Kami harus mengetahui terkait kegiatan di wilayah desa dalam hal ini bersama para Ketua RT dan RW serta masyarakat harus memahami dan mengetahui juga  akses ini sangatlah penting guna menghubungkan desa dengan masyarakat,”  pungkas Erwin.

** Arip Ekon

Sukses Duta Petani Milenial Dongkrak Gairah Bertani Generasi Muda

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo menegaskan generasi muda atau yang biasa disebut pemuda milenial menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian.  Mentan percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, dunia dalam genggaman mereka.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi menambahkan, keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian.

“Mereka diharapkan mampu menarik minat generasi milenial menekuni usaha di bidang pertanian. Apalagi, sudah banyak petani milenial yang kini telah menjadi pengusaha sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir,”ujarnya.

Terpilihnya  Duta Petani MIlenial asal Semarang Shofyan Adi Cahyono menjadi magnet  generasi  milenial Kabupaten Semarang terjun ke pertanian. Bahkan sebutan Petani sekarang populer dipanjangkan menjadi Pemuda Tampan Masa Kini. Hal tersebut diungkap Iswanto S.TP Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang Jawa Tengah.

“Kehadiran Shofyan Adi Cahyono sebagai Duta Petani Milenial memberi warna bagi generasi milenial Kabupaten Semarang untuk tampil mengambil peran di pertanian, “ ujarnya, Minggu(3/5).

Iswanto menyebut petani milenial yang mengelola  Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Tani Manunggal di Desa Bedono Kecamatan Jambu  mengelola kopi mulai dari penanaman, panen, proses pembuatan jadi kopi bubuk kemasan, hingga warung kopi siap saji. Bahkan produk kopi Gunung Kelir sudah diekspor hingga Australia. Lebih dari itu, mereka  juga merintis wisata edukasi prose pembuatan dan pengolahan kopi. Wisatawan bisa datang langsung ke lokasi ini untuk bersama-sama melakukan proses pengolahan dari biji kopi menjadi bubuk dan siap saji.

Selain itu tanaman hias yang dikenal kalangan awam dengan sebutan  Sri Rejeki atau Aglaonema yang dinobatkan menjadi salah satu andalan di Kabupaten Semarang juga tengah terus dikembangkan sejumlah petani milenial tanaman hias. Aglaonema  selama ini cocok dibudidayakan di wilayah Bandungan dan Ungaran serta Getasan yang berada di kaki gunung Merbabu dan Telomoyo.

Tak sia – siakan kesempatan Dinas Pertanian terus mendorong trend positif ini dengan melakukan pembinaan melalui kegiatan pelatihan, fasilitasi sarana rumah kemas dan sejumlah fasilitas lainnya.  Ke depan diharapkan lebih banyak  petani milenial yang muncul dengan komoditas berbeda karena potensi pertanian Kabupaten Semarang begitu banyak seperti kopi, tanaman hias, hortikultura buah – buahan, sayuran baik konvensional maupun organik dan padi organik serta konvensional.

“Petani – petani milenial sekarang lebih mudah diberikan informasi teknologi terbaru. Mereka cepat beradaptasi dengan teknologi, jadi menyampaikannya pun mudah, “ ucapnya.

RG/PPMKP

Hadits Hari Ini

0


03 Mei 2020
10 Ramadhan 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا ابْنُ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا نَسِيَ فَأَكَلَ وَشَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ

Telah menceritakan kepada kami Abdan, telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Zurai’, telah menceritakan kepada kami Hisyam, telah menceritakan kepada kami Ibnu Sirin dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Jika seseorang lupa, lalu dia makan dan minum (ketika sedang berpuasa), maka hendaklah dia meneruskan puasanya karena hal itu berarti Allah telah memberinya makan dan minum.

HR Bukhari No. 1797.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

0

“”

Hadits Hari Ini

0

02 Mei 2020
09 Ramadhan 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ وَأَبِي بَكْرٍ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ فِي رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ حُلْمٍ فَيَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab, telah menceritakan kepada kami Yunus dari Ibnu Sihab dari Urwah dan Abu Bakar, Aisyah radliallahu ‘anha berkata:

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendapati masuknya waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan Beliau junub, lalu Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mandi dan shaum.

HR Bukhari No. 1795.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Hindari Kerumunan, Komandan Batalyon Pomad Jonggol Bagikan Sembako Door to Door

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Batalyon Polisi Militer Angkatan Darat Jonggol membagikan sembako kepada masyarakat sekitar. Letkol CPM Laksono Puji Lisdyanto Komandan Batalyon Pomad Jonggol mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud peduli TNI kepada masyarakat di bulan Ramadhan apalagi kini sedang dalam kondisi Pandemi Covid-19.

“Hari ini kami (Yon Pomad Jonggol) membagikan 300 bingkisan sembako yang dibagi di dua desa yaitu Desa Weninggalih dan Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, selain sembako kita juga memberikan uang tunai, untuk sembako sendiri dimana didalam sembako tersebut hasil produksi kami sendiri yaitu tempe dan telur, dimana dua produksi tersebut memang langsung kami produksi sendiri,” jelas Danyon Letkol Laksono, Jum’at (1/5).

Tujuan dilakukannya pembagian sembako secara door to door ini kata dia, merupakan bagian dari instruksi pemerintah dimana kita tidak boleh berkerumun dalam jumlah besar.

“Ini kan sedang pandemi Covid-19 jadi kami siasati melakukan pembagian sembako secara door to door ke rumah-rumah warga yang memang sangat membutuhkan bantuan tersebut. Dari 80 personil Yon Pomad kami bagi menjadi 2 kelompok untuk membagikan sembako di dua desa tersebut, selain mendekatkan diri dengan masyarakat bahwasannya TNI juga selalu ada di tengah-tengah masyarakat dan peduli terhadap masyarakat,” katanya.

Penerima pemberuan Ocih (65), warga Desa Weninggalih, lansia yang tinggal bersama anaknya dan memiliki penglihatan yang agak terganggu mengatku terbantu mendapat bantuan sembako ini.

“Gak nyangka bisa didatengin tentara dan dikasih sembako sama tentara, saya seneng dan bersyukur masih ada yang peduli dengan keadaan kami, masyarakat disini, semoga pak tentara diberikan umur panjang dan naik jabatan, kaget didatengin tentara taunya dikasih sembako dibisikin ama anak saya,” kata mak Ocih.

Rasa syukur disampaikan oleh Kepala Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Mamat Rahmat mengatakan terima kasih atas bantuan yang diberikan Danyon Pomad Jonggol kepada warga.

“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada Komandan Batalyon Pomad atas perhatian dan bantuannya kepada warga kami yang sudah pasti bermanfaat untuk warga masyarakat kami. Sermoga dibalas segala bentuk kebaikan oleh Allah SWT,” kata Mamat.

** Nay Nur’ain

Haru, Suasana Pelepasan Heri Suliyanto

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Suasana haru mengiringi pelepasan Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Heri Suliyanto yang habis masa jabatannya setelah mengabdi empat tahun sejak Maret 2016. Pelepasan dilakukan secara daring diikuti seluruh pegawai, Kamis (30/4).

Dalam sambutannya, Heri mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh Pegawai yang telah mendukungnya ketika menjabat sebagai Kepala di PPMKP.

Ia mengungkapkan banyak hal yang membuatnya sangat terkesan dengan prestasi yang diukir PPMKP selama kepemimpinannya. Diantaranya reformasi yang dilakukan koperasi pegawai Agrohumaniora, lahirnya Jurnal AgriWidya ajang penerbitan kajian dan hasil penelitian mengenai dunia pertanian secara luas dan pengembangan SDM dibidang pelatihan yang digagas WI PPMKP, dan diperolehnya akreditasi A untuk Perpustakaan PPMKP.

“ Selama kurun waktu empat tahun saya disini, tentu banyak moment – moment yang saya yakin sebagai manusia biasa, dalam interaksi kita tidak semuanya manis, namun Banyak hal yang membuat saya terkesan dengan prestasi dan pengalaman – pengalaman saya memimpin selama empat tahun di PPMKP. Semua prestasi itu tak bisa saya lakukan sendiri, melainkan dengan dukungan semua pegawai di PPMKP, untuk itu saya mengucapkan terimakasih, “ ujarnya.

Sementara itu dalam sambutannya Rita Setiawati Kepala Bagian Umum juga mengucapkan terimakasih untuk Kapus yang sudah memberikan warna baru di PPMKP. Heri yang selanjutnya menjalani tugas sebagai fungsional dosen di Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) di Serpong didoakan tetap sehat dan lebih sukses.

“ Kami sangat berterima kasih dan memberi apresiasi yang tinggi kepada bapak yang telah menjalankan tugas serta pengabdiannya dengan luar biasa selama empat tahun menjabat Kapus, memimpin kami dan memberi banyak perubahan kearah yang lebih baik, semoga ini bisa terus ditingkatkan dengan motivasi dan inspirasi yang bapak berikan untuk kami, “ ujar Rita..

Suasana semakin mengharukan saat ditayangkannya video Selayang Pandang Kapus PMKP berkegiatan di PPMKP, kesan – kesan pegawai dan video Persembahan dari kami yang berisi ucapan dan do’a.
Selamat berpisah pak, semoga sukses ditempat yang baru, walau bapak tak lagi memimpin, tapi inspirasi, motivasi, semangat untuk PPMKP jaya akan selalu terpatri dalam dada kami untuk mendukung dan mewujudkan Pertanian Mandiri, Maju dan Modern, sesuai harapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Pertanian yang maju dipastikan menjadikan sektor yang menyediakan pangan menjadi tidak tertinggal, sehingga tidak hanya menyediakan pangan untuk rakyat Indonesia namun mengekspor untuk menghidupi masyarakat dunia.

Begitupun Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi yang mengharapkan seluruh elemen mulai petani, penyuluh pertanian, stakeholder terkait untuk mensukseskan 3 fokus utama yakni penyediaan pangan, Kesejahteraan petani dan Peningkatkan ekspor.

** RG/PPMKP

Petani Milenial, Penyuluh seJawa Tengah dan DKI Jakarta Antusias Ikuti Coaching Clinic

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) menyelenggarakan Coaching Clinic bertema Pengelolaan Rumah Kemas, Pengelolaan Pasca Panen dan Strategi Pemasaran pada 27 April – 5 Mei 2020 secara online.

Sebanyak 45 peserta terdiri dari Petani Milenial Pengelola Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) dan Penyuluh se Jawa Tengah dan DKI Jakarta antusias mengikuti. Pasalnya, selain mendapat ilmu tentang fungsi dan cara mengelola Rumah Kemas , mereka juga mendapatkan informasi mengenai cara menghasilkan produk bermutu, aman dikonsumsi dan berkualitas ekspor melalui penerapan Good Agriculture Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP), dengan memanfaatkan rumah kemas, cara mempromosikan produk, memasarkan dan standar – standar produk yang diterima yang di berlakukan di berbagai negara yang menjadi tujuan ekspor.

Coaching digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas pengelola P4S dan turut berperan aktif mendukung 3 program aksi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) yakni Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung petani pengusaha milenial, penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung program utama Kementan seperti Gedor Horti, Grasida, Sikomandan, KUR, PMS, dan Gratieks.

Seperti yang ditegaskan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi bahwa BPPSDMP mempunyai 3 pilar yang akan digunakan menggenjot SDM yg profesional mandiri berdaya saing dan berjiwa wirausaha yg akan meningkatkan kesejahteraan petani, dan mampu menyediakan pangan bagi 267 jiwa, serta meningkatkan ekspor. SDM Pertanianlah yang akan memberikan kontribusi terbesar didalam mencapai tujuan pembangunan pertanian.

“Informasi tentang GAP dan GHP sangat penting, juga cara mempromosikan produk kita. Demak punya jambu yang sudah lama saya impikan bisa ekspor, “ ujar Kuswinarno pengelola P4S Sri Rahayu Demak pada sesi II, Rabu (29/4).

Ditengah pandemik Covid 19 Kementerian Pertanian melalui berbagai terobosan programnya terus berupaya membangun kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM). Ini dilakukan untuk mewujudkan percepatan penumbuhan dan penguatan petani muda dalam visi besar Indonesia maju.

Dalam berbagai kesempatan Mentan Syahrul Yasin Limpo, menegaskan Kementan terus meningkatkan kualitas SDM pertanian dan membuat sektor pertanian menjadi lebih menarik serta menguntungkan. Pertanian kita harus mandiri dan modern sehingga keluarga petani semakin sejahtera. Di samping itu, pertanian harus bisa menarik minat generasi muda sebagai profesi yang menjanjikan.

** RG/PPMKP

Hadits Hari Ini

0

01 Mei 2020
08 Ramadhan 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ صُهَيْبٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Shuhaib berkata, aku mendengar Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada berkah.

HR Bukhari No. 1789.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Get&took Bungur, Getuk Kekinian dengan Beragam Varian Rasa

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Siapa yang tak kenal dengan camilan yang bernama getuk. Orang dewasa sampai anak-anak sudah terbiasa dengan camilan yang satu ini. Getuk yang biasa kita jumpai di jajanan anak yang mempunyai ciri khas dengan musik di pedagangnya, kini ber transformasi menjadi makanan camilan yang kekinian.

Diolah dengan berbagai macam variasi dan cara, kini telah hadir getuk kekinian yang bernama Get&took Bungur, getuk yang diproduksi di Kampung Selaawi RT 03 RW 03, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara ini, kini siap hadir di tengah-tengah masyarakat Kota Bogor. Olahan makanan dari bahan dasar singkong ini diprakarsai oleh 5 orang pemuda di Kampung Selaawi. Bermula dari obrolan kecil, lalu muncul ide-ide kreatif dari 5 orang pemuda tersebut. Mereka adalah Ogi (21), M. Azzamil (22), Ardi (20) , Priyai (24), dan Ikhwal (24). Mereka pun berbagi tugas dalam memproduksi Getuk Bungur ini.

Bentuknya yang kekinian dipadu dengan rasa yang nikmat membuat getuk dari Get&took Bungur layak untuk sajian hidangan kepada tamu, snack arisan hingga rapat dan juga pas buat buah tangan atau oleh-oleh.

Ardiansyah menjelaskan,  untuk menjadikan singkong menjadi getuk yang nikmat dan istimewa, ia mempunyai beberapa kiat yang sangat berbeda dari pengolahan singkong untuk getuk pada umumnya.

“Tak hanya itu, dilihat dari tampilan yang berbentuk roll dan juga terasa pada gigitan yang pertama sangat lembut sekali membuat Get&took Bungur menjadi salah satu camilan yang wajib dicoba bagi penikmat kuliner Kota Bogor ,” ucapnya, Kamis (30/4/2020).

Ardi menjelaskan, Get&took Bungur saat ini baru ada 4 varian rasa, mulai dari Get&took Double Choco, Get&took Durian Cheese, Get&took O’taro Cheese dan Get&took Oreo Coocream.

Menurut Ardiansyah dari keempat varian rasa yang ada, Get&took Double Choco dan Get&took Durian Cheese menjadi favorit pembeli.

Penasaran? Silahkan order Get&took Bungur via Dm Instagram di @bungurfood_bgr atau chat whatshapp +62 895-0147-0525.  Pecinta kuliner kue tradisional wajib merasakan nikmatnya getuk Get&took Bungur karena menghadirkan getuk dengan cita rasa masa kini.

** Anwar Sulaeman