23.5 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1573

Porkab 2021 Gelar 18 Cabang Olahraga

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi  
EVENT olahraga bergengsi antar Kecamatan se Kabupaten Bogor atau yang dikenal dengan sebutan Porkab  ( Pekan Olahraha Kabupaten Bogor )  rencananya  akan menggelar pertandingan untuk 18  cabang olahraga yang masuk jadi bagian KONI Kabupaten Bogor. Namun, hingga saat ini jajaran pengurus KONI Kabupaten Bogor masih terus melakukan koordinasi dengan Dispora Kabupaten Bogor  terkait event Porkab tersebut. 

“Perencanaanya sedang dikoordinasikan dengan Dispora serta SKPD lainnya. Mudah mudahan  tidak ada kendala khususnya Anggaran ( DPA Dispora TA 2021 ),”  ujar Wakil Ketua II KONI Kabupaten Bogor Bidang Pembinan dan Prestasi, Wawan Darmawan alias Panglima.

Wawan menegaskan, rencana  kegiatan event olahraga terbesar   dilaksanakan di  pertengahan April atau awal Mei 2021. “ Kami berharap semua pengurus  Koordinator  Olahraga Kecamatan (KOK ) darii sekarang sudah harus menyiapkan para atlet –atlet serta mendata cabor mana saja yang akan mereka ikuti dalam event Porkab Bogor 2021 mendatang,” tuntas Wawan Darmawan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Humas KONI Kabupaten Bogor, Sugiarto Otray  menegaskan 18 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Porkab Bogor 2021 mendatang diantaranya Pencak Silat,  Atletik,  Karate, Taekwondo,  Sepakbola,  Futsal,  Tenis Lapangan, Tenis Meja,  Sepaktakraw. Dansa,  Volley. Bola Basket, Bola Tangan, Balap Motor, Arung Jeram, Badminton dan Catur.

“Pimpinan KONI Kabupaten Bogor berharap dari sekarang semua KOK Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor harus sudah ancang ancang berapa cabor yang akan diikutinya dalam Porkab 2021 mendatang,” tegas Sugiarto Otray. Jika Porkab digelar April atau Mei 2021, kata Otray, minimal semua kecamatan punya waktu ideal 9 bulan untuk menyiapkan kontingennya masing masing. 

** Asep Syahmid

Berstatus ODP, Karyawan Mitra 10 Swab Test

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Puluhan karyawan Mitra 10 yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengikuti swab test yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor di toko tersebut. Kendati demikian, swab test tersebut dilaksanakan secara tertutup. Tak ada satupun awak media yang diizinkan masuk ke dalam untuk meliput kegiatan tersebut. Selain dijaga ketat oleh security, Mitra 10 juga memasang spanduk besar di depan tokonya agar aktivitas di dalam tak terlihat.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno mengatakan bahwa pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan tes swab terhadap seluruh karyawan yang berstatus ODP. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan termasuk melakukan antisipasi agar tidak terjadi penyebaran lebih luas. “Jadi yang kontak erat dengan ODP langsung dijadwalkan swab dan melakukan isolasi mandiri,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (18/6).

Menurutnya, Dinkes Kota Bogor telah memberikan rekomendasi agar dilakukan penyemprotan di seluruh area toko. Selain meminta agar operasionalnya dihentikan sementara. “Jadi rekomendasi dari kami agar toko itu tutup sementara,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Jelang Porda Jabar 2022, KONI Akan Ikat Atlet Peraih Emas

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
KETUA umum KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin  meminta semua cabor yang ada di KONI Kabupaten Bogor harus all out dan wajib mengikat semua atlet potensial pendulang medali emas di Porda Jabar 2022 di Tasuba mendatang. “KONI kabupaten Bogor  akan  mengikat  kembali semua atlet pendulang emas di Porda  Jabar 2018 lalu untuk jadi bagian Kontingen Bumi Tegar Beriman di Porda Jabar 2022 mendatang ,” ujar  Junaidi Samsudin.

Junsam menekankan semua ketua cabor yang ada di KONI Kabupaten Bogor  saat ini harus meyakinkan para atlet andalannya untuk tetap jadi bagian Kontingen Kabupaten Bogor. “ Tidak alasan  bagi atlet pendulang emas bagi Kabupaten Bogor di Porda Jabar  lalu harus pindah ke daerah lain. Saya minta  semua Ketua Cabor harus  memberikan perhatian yang lebih kepada para atletnya.  Hal hal lainnya nanti kita diskusikan di KONI “  bebernya.

Disamping itu, tambah Junsam,  semua  cabor  yang jadi lumbung emas Kabupaten Bogor harus bisa mengikat para atlet peraih emas Porda Jabar lalu  dan atlet potensial peraih medali emas di Porda Jabar 2022 mendatang.

Dalam beberapa hari kedepan ,  KONI Kabupaten Bogor  akan menggelar rapat virtual dengan semua Ketua cabor  untuk membahas  data dan potensi emas  yang bakal diraih  para atlet di semua cabor.

“Kami sudah melaporkan soal target emas dan soal  mempertahankan juara umum di Porda Jabar 2022 mendatang.  Alhamdulilah Bupati Bogor akan mendukung all out agar Kontingen Kabupaten Bogor bisa kembali jadi juara umum di Porda Jabar 2022 mendatang,” tuntas Junsam.

Sementara itu,  Wakil Ketua II KONI Kabupaten Bogor Bidang Pembinaan dan Prestasi,  Wawan Darmawan mengatakan sangat setuju dengan keinginan Bupati Bogor yang punya target mempertahankan juara umum di Porda Jabar 2022 mendatang.

Untuk itu, sambung Wawan,  KONI Kabupaten Bogor juga akan kerja keras untuk mempertahankan semua atlet andalannya supaya bisan mendulang emas lagi di Porda Jabar 2022 mendatang. “ Jika Bupati Bogor sudah bertekad kembali jadi juara umum. Tentunya ini sinyal positif bagi semua ketua cabor ataupun para atlet andalan Kabupaten Bogor,”  tuntasnya.

** Asep Syahmid 

Benn Siapkan Kampung Atlet

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Kota Bogor telah memiliki citra positif soal atlet binaan daerah sendiri, tak seperti kebanyakan daerah lain di Jawa Barat yang kerap melakukan mutasi atlet ketika akan menghadapi even olahraga. Nama ‘Kota Hujan’ pernah melejit ketika pada Asian Games 2018 lalu, Defia Rosmaniar meraih emas pertama bagi Indonesia dari cabang taekwondo, setelah mengalahkan atlet Iran, Marjan Salahshouri di nomor poomsae putri. Presiden Joko Widodo kala itu mengalungkan langsung medali.

Taekwondoin Defia Rosmaniar termasuk salah satu dari sederet nama atlet berprestasi yang dimiliki Kota Bogor seperti halnya dari cabang lain seperti angkat besi dan judo. Atas beragam prestasi, baik tingkat Jabar, nasional maupun internasional, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor Benninu Argoebie ke depan menyiapkan Kampung Atlet di daerah Kayu Manis. “Ada beberapa cabang olahraga yang disiapkan di Kampung Atlet,” jelas Benn ketika berbincang dengan Komisaris Jurnal Bogor, Irwan Hasby didampingi Sekretaris Umum KONI Bernhard Lumowa, Kepala Bidang Binpres Yudi Wahyudi dan Mulia Aryateja anggota Bidang Organisasi.

Benn meminta dukungan agar atlet potensial Kota Bogor akan terus terjaga. Meski masalah klasik yang dialokasikan Pemkot soal anggaran untuk KONI belum sepenuhnya optimal. Namun sejak Benn memimpin KONI, anggaran bertambah jadi dua digit. “Insya Allah sekarang ini dapat 10 miliar dari sebelumnya di angka 7 miliar,” jelasnya.

Hanya saja pandemi virus Corona atau Covid-19, langkah KONI membuat Kampung Atlet sedikit terganggu. Mestinya kata Benn, pembangunan sudah dimulai. Termasuk Covid-19 ini membuat program latihan cabang olahraga terganggu. Namun atlet untuk menjaga performanya tetap latihan di tempatnya masing-masing. “Program tetap jalan dan hanya perlu penyesuaian saja,” tandas Benn yang disebut-sebut figur muda yang layak memimpin Kota Bogor.

Sementara KONI Kota Bogor sendiri saat pandemi Covid-19 diakui Benn masih bisa memberikan insentif terhadap atlet-atletnya. Benn berkomitmen selama kepemimpinannya akan terus memperhatikan dunia olahraga, termasuk membangun fasilitas olahraga yang mumpuni. Hanya saja lagi-lagi perlu support anggaran agar dunia olahraga berkembang. “Kalau pemimpinnya suka olahraga pasti dunia olahraga juga maju,” ungkapnya.  

Irwan Hasby sendiri mengapresiasi upaya KONI Kota Bogor mengangkat anak-anak Bogor menjadi atlet berprestasi. Namun memang diakuinya perlu ada kebijakan yang bersinergi dengan cita-cita KONI. “Ya, atau orang KONI sekarang ini nanti jadi pemegang kebijakan,” canda Hasby yang disambut senyum Benn.

** Asep Saepudin Sayyev

Pelaku Curanmor di Rumpin Dihakimi Warga

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi
Aksi pelarian seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang mencoba membawa kabur motor milik seorang warga yang terparkir di bengkel, akhirnya kandas. Pelaku ditangkap warga dan tak ayal menjadi bulan – bulanan warga hingga babak belur.

Aksi curanmor pelaku yang belum diketahui identitasnya tersebut, terjadi Kamis (18/6) sekitar pukul 14.30 WIB di Kampung Panagan RT 01 RW 011 Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Menurut keterangan Ahmad Yani (29) pemilik motor, pelaku beraksi mengambil motor jenis Yamaha Mio nopol B 3477 NMU saat terparkir di depan bengkel.

“Kunci motor memang tergantung di motor. Pelaku lewat langsung hidupkan motor dan kabur. Saya dan warga lainnya langsung mengejar pelaku,” kata Ahmad Yani.

Sedangkan menurut Ajum (46) seorang saksi kejadian, pelaku ditangkap warga di sekitar jalan Leuwiranji, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin. Warga yang kesal dan marah, langsung menghakimi pelaku hingga babak belur bersimbah darah. “Beruntung pelaku segera diamankan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sukamulya Bripka Asep Rohmat ke Polsek Rumpin,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Rumpin Kompol Asep Supriadi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, terduga pelaku langsung dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan pertolongan pertama oleh tim medis. Pihak Polsek Rumpin, kata dia, langsung melakukan tindakan dengan memeriksa TKP, meminta keterangan saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Terduga pelaku mengalami luka sobek di bagian kepala dan memar di bagian wajah diduga akibat pukulan benda tumpul, pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Sering Dilanda Kekeringan, Warga Petani Minta Dibangun Irigasi

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi
Warga petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sejahtera di Kampung Pasirgintung Atas, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung  meminta pihak terkait untuk membangun saluran irigasi di wilayah persawahan mereka. Pasalnya, area persawahan warga yang terletak di Blok Sawah Landeuh itu sering dilanda kekeringan setiap tahunnya.

Ketua Kompok Tani Sejahtera, Rozak  mengaku masyarakat setempat meminta saluran irigasi untuk mengatasi kekeringan karena tiap tahun terkendala masalah air sehingga berdampak ke perekomomian warga. Dikatakannya, luas lahan pertanian warga mencapai 15 hektar lebih itu hanya mengandalkan saluran air dari Kali Cihoream yang mengerucut menjadi saluran drainase.

“Kurun waktu satu minggu saja pesawahan sudah mengalami kekeringan dan sering mengalami gagal panen,” kata Rozak kepada Jurnal Bogor, Kamis ( 18/6).

Dia meminta pihak tersebut harus serius memperhatikan nasib petani dan segera membangun irigasi tersier. Rozak yang akrab dipanggil Dola menyebutkan, dari satu periode tanam saja selama 6 bulan  warga petani tidak menanam padi  karena minimnya sumber air. “Saluran air memang ada cuma sering terputus karena belum adanya pembangunan irigasi,” ucapnya.

Menurut Dola, kelompok tani sering mengusulkan ke pihak terkait soal  pembangunan irigasi, namun sampai hari ini belum pernah ada realisasi. “Saluran air dari Cihoream menuju Cicaung dan pemanfaatan ke sawah kurang teraliri,” tukasnya. Lebih lanjut dikatakan Dola,  lokasi yang harus dibangun titik lokasinya tidak jauh dengan Masjid Jami, yakni di lingkungan RT 02 RW 02.

Sedangkan pihak UPT Pengairan wilayah Jasinga  melalui  juru pengairan Dani saat survei  di lokasi yang diinginkan warga petani untuk dibangunnya irigasi tersier itu mengatakan, lokasi yang diminta untuk dibangunnya irigasi tersebut  tidak ada di dalam inventaris Bupati Bogor sesuai keputusan  Bupati  Bogor tahun 2011.

“Memang lokasi irigasi tersier tersebut lokasi pemanfaatannya ada, tetapi  yang bisa dibangun oleh UPT Pengairan yang sesuai data, daerah aliran sungai sesuai inventaris Bupati Bogor. Tentu yang bisa dibangun di Batutulis oleh  UPT Pengairan salah satunya adalah wilayah Kali Cimanaracun, Cidelan, Cicaung dan Kali Cicaung,” jelasnya.

Sementara Kepala UPT Pertanian Wilayah 3 Leuwiliang Yatna menyatakan, warga petani diakuinya ingin ada saluran irigasi, namun mekanismenya harus diusulkan melaui  MusrenbangDesa dan kemudian nantinya bisa diarahkan ke pihak lain. “Setahu kami  sekarang ini  aturannya tidak seperti dulu bahwa irigasi tersier terebut bisa dibangun melalui dana desa. Kalau adapun bisa dibangun melalui UPT harus menggunakan APBN dan kami belum tahu kapan rencana untuk pengalokasian anggarannya,” pungkas dia.

** Arip Ekon

UPT Tegur Pemilik Bangunan yang Belum Urus IMB

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi
Salah satu bangunan ruko yang di jalan raya Cibuntu di Desa Cibuntu, kecamatan Ciampea mendapat teguran UPT Penataan Bangunan Wilayah III, Kamis (18). Pihak UPT mengaku pemiliknya belum menggubris, namun sang pemilik membantah bahwa proses izin mendirikan bangunan (IMB) sudah ditempuh tetapi terhalang pandemi Covid-19.

Yudi pemilik ruko saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan, perizinan sedang proses, namun saat situasi pandemi seperti ini perizinannya itu hingga kini belum diurus. Menurut Pengawas UPT Penataan Bangunan Wilayah III Deni, selaku pengawas wilayah Ciampea, pihaknya sudah melakukan penyidakan ke lokasi, namun sampai saat ini tidak ada tanggapan.

“Kita BAP toko tersebut serta sudah dilayangkan surat teguran terkait perizinannya, saat itu bangunannya sempat terhenti, tapi ternyata proses pembangunan terus berjalan sampai 5 toko terisi dan beroperasi, karena adanya musibah pandemi Covid-19 ini, jadi kami kurang memantau kembali, tapi Selasa (16/06) lalu kami lanjutkan kembali dengan surat teguran kedua,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPT Penataan Bangunan III Wilayah Leuwiliang, Walter Rumsory mengatakan, jika teguran satu berupa imbauan tidak digubris selama 7 hari, maka akan diberikan teguran atau peringatan kedua. “Apabila selama 7 hari dia masih belum melakukan langkah-langkah pengurusan izin, maka akan diberi peringatan kedua, kalau yang kedua itu bisa menghentikan kegiatan langsung,” tegasnya.

Walter mengatakan, apabila yang bersangkutan tidak kooperatif, maka akan dilakukan tipiring. “Setelah itu, berkas langsung dilimpahkan ke pusat untuk diteruskan ke Pol PP untuk penyegelan,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan.

Tak Lagi Zona Merah, Kemang Tetap Lakukan Sosialisasi Pencegahan Covid-19

0

Kemang | Jurnal Inspirasi
Meskipun wilayah Kecamatan Kemang tak lagi menjadi zona merah karena tidak ada lagi yang positif Covid-19 dan kini menjadi zona kuning karena adanya PDP dan ODP, Pemerintah Kecamatan Kemang terus berupaya mensosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19 disaat PSBB Proporsional masih ditetapkan di Kabupaten Bogor.

“Kita terus mensosialisasikan PSBB Proporsional jelang new normal di wilayah Kecamatan Kemang. Meksipun Kemang tidak ada lagi yang positif Covid-19. Muspika Kecamatan Kemang terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol Covid 19,” kata Plt Camat Kemang Ria Marlisa Aritonang kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ria menjelaskan, sosialisasi atau wawar yang dilakukan di tempat tempat umum dan warung-warung yang berada  di wilayah Kecamatan Kemang. “Seperti warung pinggir jalan raya yang ada di Desa Pondok Udik, dan warung makan di Danau Kahuripan,” kata Ria.

Ria mengatakan, wawar itu diantaranya mengimbau kepada pemilik warung untuk menyediakan tempat cuci tangan dan mengatur tempat duduk konsumen. “Dan juga kami imbau kepada masyarakat untuk tetap memakai masker dan selalu mencuci tangan dan tidak berkerumun,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

KPI Sorot Kemendikbud Gandeng Netflix

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menggandeng Netflix untuk menyajikan film dokumenter selama pelaksanaan belajar dari rumah disorot Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Komisioner KPI Pusat, Yuliandre Darwis mendorong pemerintah mestinya membantu industri media dalam negeri.

“Saya pikir teman-teman pemerintah khususnya Kemendikbud atau kementerian lain, kita harus membantu industri media kita dalam negeri. Selagi ada industri media dalam negeri, gunakan lah industri itu untuk membantu sesama kita,” ujar Yuliandre Darwis, Kamis (18/6).

Karena, kata dia, industri dalam negeri akan kuat jika ditopang oleh kekuatan dalam negeri itu sendiri. “Jadi, opsinya adalah kami mendorong juga apakah itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau apapun, gunakan lah industri dalam negeri yang kualitas dan secara konsep mereka juga bisa melakukan hal yang sama,” tutur mantan Ketua KPI Pusat periode 2016-2019 ini.

Apalagi, lanjut dia, Kemendikbud sudah bagus sebelumnya menggunakan TVRI untuk kegiatan belajar mengajar anak-anak murid di rumah masing-masing. “Nah tinggal digiring berapa tv swasta atau over the top yang kira-kira bisa dikolaborasikan,” jelas mantan Presiden OIC Broadcasting Regulatory Authorities Forum (IBRAF) atau KPI se-dunia ini.

Dia menambahkan industri media Tanah Air akan tumbuh. Kemudian, rasa keindonesiaan juga akan terkontrol.  “Bukan saya anti Netflix, saya juga pengguna Netflix, tetapi dalam situasi seperti ini ada yang namanya rasional, ada yang namanya empati, ada rasa yang membangun semangat nasionalisme, keberpihakan itu harus kita dorong bersama-sama lah, minimal kita bantu industri dalam negerinya, apalagi medium channelnya juga banyak ya, medium channel kita TV-TV juga banyak, tv streaming, over the top,” pungkasnya.

ASS|*

Sempat Kisruh, Kades Jonggol Angkat Bicara Soal Pemasangan Auning

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi
Kades Jonggol Yofi Mohammad Safry memberikan penjelasan perihal prosedur yang telah ditempuh Bumdes Desa Jonggol beserta Karang Taruna atas kekisruhan dan cap merah untuk Muspika terkait siapa yang berwenang untuk pemanfaatan Alun-alun Jonggol. Kades Yofi menjelaskan dan memperlihatkan semua berkas permohonan yang sudah diajukan kepada pihak-pihak terkait.

Yofi Mohammad Safry

“Dahulu PKL disini semraut, dan sampah pun tak terurus oleh karena itu dengan inisiatif Desa Jonggol akhirnya Bumdes Jonggol mengajukan permohonan pemasangan auning yang mengelilingi Alun-alun Jonggol,” jelas Yofi ditemui Jurnal Bogor di ruangannya, Kamis (18/6).

“Kita antarkan surat permohonan kepada Muspika yang ditandatangani langsung oleh Camat Jonggol, DPKPP Kabupaten Bogor, DPUPR, Dishub dan Korlantas Polres Bogor, serta Sekda Kabupaten Bogor sebagai pemberitahuan dan permohonan penggunaan aset daerah, mengingat Alun-alun Jonggol merupakan aset Pemda Kabupaten Bogor,” kata Yofi.

Ia melanjutkan, bahwa secara prosedur Bumdes Desa Jonggol sudah menempuh semua prosedur dari Muspika sampai ke Kabupaten Bogor. Bahkan semua itu merupakan arahan dari Camat Jonggol agar pemanfaatan Alun-alun Jonggol produktif, bermanfaat tapi tetap indah dan dapat dinikmati masyarakat.

“Saat mengajukan permohonan kepada DPKPP kami mendapatkan surat balasan dari DPKPP dimana tidak keberatan dalam pemanfaatan lahan Pemda tersebut, namun dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, tertera dalam surat balasan tersebut bahwa PKL yang dikoordinir oleh BUMdes bisa melakukan kegiatan jual-beli tersebut dari pukul 16.00-23.00WIB setelah aktivitas perkantoran selesai, dan juga semua PKL tidak boleh meninggalkan barang-barangnya seperti gerobak atau etalase di dalam auning tersebut, hingga pemandangan ke dalam Alun-alun tidak terganggu,” jelasnya.

Menurutnya, BUMdes Jonggol telah bersusah payah merapikan Alun-alun Jonggol tersebut, agar para PKL juga tertata rapi, kebersihan serta keamanan tetap terjaga, dimana BUMdes dan Karang Taruna menjadi penanggung jawab untuk kebersihan serta keamanan bagi para pedagang dan para pengunjung.

“Sewa menyewa lapak itu belum dilakukan, mereka (PKL) yang sudah mendaftarkan untuk berjualan di dalam auning sekeliling Alun-alun Jonggol baru mendaftarkan dan kami kenakan biaya sebesar Rp400.000/pedagang yang hendak berjualan, dengan iuran bulanan sebesar Rp600.000/tempat usaha, jadi pedagang yang tidak membutuhkan tempat luas bisa join dengan pedangang lainnya karena iuran bulanan tersebut dihitung per luas lapak, yaitu 2 meter untuk masing-masing lapak, dan itu akan mulai diefektifkan awal Juli mendatang,” ungkap Yofi.

Dirinya berharap dengan diberikannya ruang untuk PKL dan ditatanya PKL tidak akan mengurangi keindahan Alun-alun Jonggol karena bagi pedagang yang jaraknya agak jauh. Pihaknya juga memfasilitasi tempat parkir gerobak dan per 1 Juli mendatang, PKL di alun-alun hanya akan ada dari pukul 16.00-23.00 WIB, setelah selesai aktivitas kantor.

“Semoga BUMdes Desa Jonggol bisa maju dan berkembang, seperti target saya untuk menaikan status desa dari maju menjadi mandiri, dan saya harap semua pihak turut mendukung program Desa Jonggol, jadi rencana pemasangan auning ini sudah ada prosedurnya dari bulan Februari lalu dan atas sepengetahuan Muspika Jonggol,” pungkas Yofi.

** Nay Nur’ain