Bandung | Jurnal Inspirasi
Kawasan wisata Gunung Mas, Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor masih menjadi wilayah yang dilarang untuk dikunjungi wisatawan, khususnya pengunjung dari DKI Jakarta selama masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menggelar rapat evaluasi Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Polda Jawa Barat, Minggu (21/6).
Dalam rapat terbatas itu, Ridwan Kamil juga memberikan
update terbaru perkembangan Covid-19 di Jawa Barat. Hingga Minggu, 21 Juni
2020, penyebaran Covid-19 masih terkendali. Angka penyebaran Covid-19 sepekan
ini, hanya satu persen, rasio swab test Jawa Barat yang paling rendah
di Pulau Jawa, yaitu 6,6 persen yang positif dari semua tes yang dilakukan
selama sepekan.
Sepekan ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan
fokus rapid dan swab test di pasar-pasar, serta mengetes di daerah Puncak. Ridwan
Kamil mengimbau warga Jakarta untuk tidak berwisata ke daerah Jawa Barat,
terutama Puncak. Sebab, dari pengamatan sepekan ini, banyak pergerakan lalu
lintas mobil dari Jakarta.
Jawa Barat, menurut Emil, sapaan Ridwan Kamil, membuka
tempat wisata saat adaptasi kebiasan baru, untuk wisatawan lokal warga Jabar,
bukan untuk warga Jakarta. “Jadi, tim Gugus Tugas akan menjaga lokasi
menuju wisata Puncak, menjaga agar warga Jakarta tidak ke Puncak, termasuk
melakukan penjagaan di stasiun kereta api,” ujarnya.
Sementara sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan
hasil tes cepat virus corona jenis baru digelar Gugus Tugas Percepatan
Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Barat di tiga titik di kawasan Puncak pada
Sabtu (20/6). “Total yang mengikuti pemeriksaan 776 orang, hasilnya sembilan
orang reaktif,” ungkapnya.
Pemeriksaan secara massal itu berlangsung di tiga tempat
yang biasa ramai dikunjungi wisatawan, yakni di Masjid At Taawun, Kecamatan
Cisarua 200 orang diperiksa, di mana enam di antaranya reaktif.
Selain itu, di Agrowisata Gunung Mas, Kecamatan Cisarua 252
orang yang diperiksa, di mana tiga di antaranya reaktif, sedangkan di halaman
Masjid Harakatul Jannah Gadog, Kecamatan Ciawi 324 orang diperiksa dan hasilnya
nihil reaktif.
Ade Yasin menyebutkan sedikitnya 2.000 alat tes cepat dan
500 alat tes usap disediakan dalam pemeriksaan tersebut. Dia mengatakan, mereka
yang dinyatakan reaktif dari hasil tes cepat, langsung dilakukan pemeriksaan
usap di tempat yang sama.
Ketua Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten
Bogor itu, mengatakan pemeriksaan secara massal dilakukan karena Jalur Puncak
Kabupaten Bogor belakangan mulai dipadati kembali para wisatawan saat akhir
pekan, meski masih dalam situasi penerapan pembatasan sosial berskala besar
(PSBB) proporsional.
“Kemarin sempat viral video lautan manusia di Puncak,
kendaraan yang datang saat itu didominasi dari kendaraan plat luar Bogor.
Makanya, hari ini juga diprioritaskan orang luar Jawa Barat dulu yang tes,”
kata Ade Yasin.
Petugas, kata dia, akan terus menggelar pemeriksaan Covid-19
secara masif di Kabupaten Bogor, khususnya di lokasi-lokasi yang menjadi ruang
publik. “Mudah-mudahan langkah hari ini tepat, terima kasih untuk semua unsur
yang terlibat, semoga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan
Kabupaten Bogor siap menyambut ‘new normal’ (normal baru),” katanya. Asep
Saepudin Sayyev |*