25.7 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1560

Akibat Hujan Deras, 2 Rumah di Batutulis Ambruk

0

Ruhiyat: Kami Akan Dorong ke BPBD Segera Dibangun

Nanggung l Jurnal Inspirasi
Hujan deras disertai angin kencang pada Senin (23/6) malam, mengakibatkan dua rumah milik Lilis (25), warga Kampung Pasirgintung RT 03 RW 04, serta rumah milik Emur (60) RT 04 RW 05, Kampung Panjaungan, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung ambruk rata dengan tanah.

Orang tua Lilis, Omah mengaku kaget melihat kondisi rumah anaknya porakporanda rata dengan tanah. Janda 4 anak  berusia 50 tahun ini tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan. Omah menjelaskan, 5 bulan terakhir ini, rumah anaknya sudah tidak ditempatinya, karena khawatir sewaktu waktu  terjadi ambruk dan mengancam keselamatan anaknya.

“Melihat kondisi rumah yang ditempati anak, sebelumya kami sarankan untuk segera pindah ketempat yang lebih aman,” tutur Omah yang kesehariannya menjadi pedagang gorengan bercerita, mantu dari suami Lilis telah meninggal dunia sebelum lebaran  Mei 2020 dan meninggalkan kedua anaknya tanpa seorang ayah.” Sambil terbata-bata ia berharap adanya bantuan pemerintah untuk membangun rumahnya seperti sedia kala.

Pantauan di lokasi, para pengurus RT dan RW melakukan swadaya membersihkan sisa material  rumah yang ambruk, termasuk penggalangan dana untuk membantu  dan meringankan beban keluarga korban.

Ditempat yang sama, Ketua LPM Desa Batutulis Erwin Jamaludin mengatakan, ambruknya rumah itu ditengarai lantaran intensitas hujan yang lebat.

Dampak dari intensitas hujan tinggi dan konstruksi  bangunan kondisinya sudah  lapuk termakan usia, sehingga kedaannya rumah tersebut sudah tidak layak huni. ” Semakin menurunnya kuota untuk rehab rumah dari Pemkab Bogor, maka tidak sebanding dengan jumlah data base RTLH di Batutulis. Jumlah RTLH di Desa Batutulis masih diangka ratusan Kepala Keluarga (KK) yang mesti dibantu pemerintah,” papar Erwin yang akrap dipanggil Boni.

Peristiwa ini, kata Boni, akibat dari bencana alam, kedua rumah  atas nama Emur warga Panjaungan serta atas nama Lilis kondisinya ambruk dan sangat memprihatinkan. “Oleh karenanya kami meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membantu bangun kedua rumah warga yang kini sedang kesulitan,” pintanya.

Pihak BPBD Kabupaten Bogor saat di konfirmasi belum memberikan keterangan terkait kondisi kedua bangunan rumah  yang porak poranda. Sedangkan Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Demokrat Ruhiyat Sujana berjanji akan mendorong ke pihak BPBD agar kedua  bangunan rumah  yang ambruk itu bisa dibangun.

** Arip Ekon

Banyak Penolakan, Parpol Buang Badan di RUU HIP

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Setelah banyak ormas Islam menyatakan penolakan, mayoritas fraksi partai politik di DPR RI kini ramai-ramai menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Partai-partai buang badan setelah RUU HIP ini membangkitkan isu komunisme. Dikutip dari CNN, Selasa (23/6), polemik bermula saat RUU HIP dibawa ke rapat paripurna usai didukung tujuh fraksi. Pada rapat yang digelar 22 April lalu, PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, dan PPP mendukung RUU HIP untuk dibahas di tahap selanjutnya.

Fraksi PKS dan Fraksi Partai Demokrat tak menandatangani dukungan. PKS akan menyetujui jika RUU disempurnakan, seperti pencantuman TAP MPRS soal larangan Marxisme/Komunisme dan penghapusan pasal soal Ekasila. Sementara Demokrat sudah menarik diri dari seluruh panja sejak pandemi melanda.

RUU HIP pun dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (12/5). Rapat itu menyetujui RUU HIP sebagai inisiatif DPR RI. Draf RUU itu diunggah situs resmi dpr.go.id hingga bisa diakses oleh publik. Saat DPR masih menunggu respons pemerintah untuk memulai pembahasan, penolakan bertubi-tubi datang dari berbagai ormas Islam. Front Pembela Islam (FPI) menjadi salah satu ormas yang tegas menolaknya.

FPI beralasan RUU HIP tidak mencantumkan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme atau Marxisme-Leninisme sebagai konsideran. Mereka khawatir RUU ini jadi pintu masuk kebangkitan komunisme. Penolakan itu dilanjutkan dengan pernyataan bersama GNPF Ulama dan PA 212.

Tak lama berselang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan maklumat khusus RUU HIP. MUI menyoroti pasal 6 yang menyederhanakan Pancasila menjadi Ekasila gotong-royong. “Secara terselubung [seperti] ingin melumpuhkan keberadaan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, (…) serta menyingkirkan peran agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” demikian Maklumat Dewan Pimpinan MUI Pusat dan MUI Provinsi Se-Indonesia, pada Jumat (12/6).

Maklumat MUI jadi titik balik sikap fraksi-fraksi di Senayan. Fraksi PKS berkali-kali menyatakan penolakan terhadap RUU HIP dan PKS sempat adu debat dengan PDIP hingga pimpinan DPR ‘melempar’ ke baleg, PKS mendukung jika sejumlah syarat yang mereka ajukan terpenuhi. Kemudian ada Fraksi PAN. Wakil Ketua Fraksi PAN Saleh Daulay terang-terangan menyatakan pihaknya mengubah sikap usai publik ramai mengkritik. PAN yang tadinya mendukung, belakangan meminta RUU HIP dicabut dari Prolegnas.

Fraksi Partai Nasdem juga ikut-ikutan menyatakan penolakan jika RUU itu tak mencantumkan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966. Padahal dalam risalah rapat Baleg, Nasdem yang diwakili Taufik Basari menyatakan dukungan agar RUU HIP dapat dibahas di tahap berikutnya. Sikap serupa juga ditunjukkan Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PPP, dan Fraksi PKB. Sementara Fraksi Partai Golkar saat ini mendukung RUU HIP jika ada sejumlah perbaikan. Fraksi PDIP sebagai pengusul tetap mendukung. Mereka menyesalkan aksi buang badan fraksi-fraksi lain usai RUU HIP menuai polemik.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio menilai aksi buang badan para politikus Senayan dilakukan untuk menyelamatkan partai dari isu miring RUU HIP. Terlebih lagi, isu yang menguat dalam pembahasan RUU HIP adalah soal komunisme. Masyarakat Indonesia, kata dia, punya resistensi yang sangat besar terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan komunisme ataupun PKI. “Jelas ada isu elektoral, takut mereka saat kelompok mereka diasosiasikan pendukung PKI, pendukung komunis. Takut, balik badan semua,” kata Hendri, Senin (22/6).

Polemik RUU HIP juga menunjukkan kontrol publik masih cukup kuat terhadap kebijakan elite pemerintahan. Hendri bilang kebijakan DPR dan pemerintah terbukti masih bisa diubah jika tekanan publik terus menguat.

Lebih lanjut, dia berpendapat aksi buang badan jadi salah satu strategi cerdik menyelamatkan citra partai. Strategi itu juga dilakukan secara apik oleh pemerintah dalam menekan resistensi publik. “Cukup cerdas menilai suara publik. Apalagi sebetulnya ini dicari-cari masalahnya, tidak penting juga. Saya menilainya Jokowi cerdas ikut menolak dari awal,” tuturnya.

Pengamat komunikasi politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin menilai aksi buang badan dilakukan mayoritas fraksi untuk menyelamatkan citra mereka. Ujang mengatakan fraksi-fraksi selain PDIP merasa akan lebih banyak dirugikan jika terus mendukung pembahasan. Sebab penolakan datang dari kalangan ulama yang notabene punya banyak pengikut.

“Kalau partai-partai tidak sejalan dengan ormas, dengan ulama, menjadi berbahaya. Ibaratnya mereka akan bonyok, tidak akan dapat simpati masyarakat ketika melanjutkan pembahasan,” ucap Ujang, Senin (22/6).

Ujang berpendapat jika tidak cepat-cepat buang badan, justru akan membahayakan partai secara elektoral. Apalagi isu yang diasosiasikan dengan RUU HIP adalah komunisme. Dengan menyatakan penolakan ke publik lewat media massa, partai akan menjauhkan dirinya dari isu komunisme itu. Sehingga langkah mereka pada pemilu berikutnya tak akan terganjal isu RUU HIP.

“Pertama terkait pilkada yang akan berlangsung. Kedua mereka juga politik jangka panjang, pileg dan pilpres. Ketika hari ini mereka menyetujui atau mendukung RUU HIP, itu sangat merugikan tokoh dan partai,” ujarnya.

Belakangan Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mendukung langkah pemerintah untuk menunda pembahasan RUU HIP. Menurutnya, langkah itu diambil untuk menunjukkan sikap mau mendengarkan aspirasi masyarakat sebagai sumber pengambilan kebijakannya. “PDIP menghormati dan mendukung sikap pemerintah yang telah menunda sementara waktu pembahasannya RUU HIP bersama DPR,” kata Basarah dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.

ASS|**

Pulihkan Ekonomi atau Kendalikan Covid-19?

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Pertemuan tertutup dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi disebut meminta penjelasan secara rinci perkembangan terakhir usai sejumlah daerah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Kalau saya tadi memberikan pertimbangan beliau,” kata Muhadjir di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari CNBC, Selasa (23/6).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengakui bahwa pelonggaran PSBB memiliki konsekuensi yang cukup berisiko. Salah satunya, apabila terjadi lonjakan kasus mengingat kebijakan pembatasan tidak lagi dilakukan secara ketat. “Ini pilihannya harus berimbang antara bahwa kita harus memulihkan ekonomi, di satu sisi tapi kita harus tetap berupaya agar pertumbuhan Covid tidak naik, paling tidak landai. Syukur bisa turun. Tapi ini kan memang tidak bisa dua-duanya,” katanya.

Muhadjir tak memungkiri bahwa upaya mengendalikan angka Covid-19 dengan tetap menjaga pemulihan ekonomi pasca PSBB tidak semudah membalikkan telapak tangan. Faktanya, pemerintah pun harus memilih salah satu dari hal itu. “Di lapangan bisa saja dalam momen tertentu harus memilih salah satu dan kalau penilaian Gugus Tugas, untuk kondisi sekarang ini masih dalam batas terkendali untuk perkembangan penanganan Covid-19 masih terkendali,” katanya.

Sebagian besar negara di dunia saat ini juga telah mengonfirmasi kasus Covid-19. Berdasarkan data dari Worldometers, Senin (22/6), jumlah kasus virus corona di dunia telah mencapai 9.035.375 (9,03 juta) kasus. Dari jumlah tersebut, ada 469.581 kasus kematian dan 4.796.077 (4,8 juta) pasien dinyatakan sembuh.

Adapun kasus terbanyak masih dicatatkan AS dengan lebih dari 2 juta kasus, disusul Brazil, Rusia, India, dan Inggris. Sementara itu, pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum terkendali. Hal itu tercermin dari masih banyaknya penambahan pasien baru. Hingga Senin (22/6) pukul 12.00 WIB kemarin, total pasien positif Covid-19 menembus 46.845 orang. Jumlah ini bertambah 954 orang dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

ASS|**

Waspada, Lonjakan Tekanan Darah Tanda tak Sehat

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Sebuah studi baru menunjukkan, pria dan wanita paruh baya yang mengalami tekanan darah tinggi saat berolahraga ringan berisiko lebih tinggi untuk penyakit jantung. “Cara tekanan darah kita berubah selama dan setelah berolahraga memberikan informasi penting tentang apakah kita akan mengembangkan penyakit di masa depan,” kata peneliti Vanessa Xanthakis, asisten profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Boston, seperti dilansir laman Health 24.

Dalam studi tersebut, Xanthakis dan rekan-rekannya melihat hubungan antara tingkat tekanan darah serta waktu yang dibutuhkan untuk tekanan darah tinggi untuk kembali normal pada hampir 2.000 orang yang terdaftar dalam studi kesehatan jantung utama yang sedang berlangsung di AS. Partisipan rata-rata berusia 58 tahun, sekitar seperempat di antaranya mengalami obesitas dan sekitar sepertiga mengalami hipertensi pada awal penelitian.

Semua peserta diuji untuk perubahan tekanan darah sambil berlari pada tingkat “submaksimal” pada treadmill selama tiga menit berturut-turut. Tekanan darah mereka dipantau di tengah-tengah latihan. Demikian pula saat tingkat tekanan darahnya kembali normal saat mereka berbaring telentang setelah latihan.

Tim menemukan, hasil penelitian selama 12 tahun memperlihatkan tekanan darah yang lebih tinggi selama berolahraga ada kaitannya dengan risiko lebih tinggi terkena hipertensi. Selain itu, keterlambatan pemulihan tekanan darah setelah berolahraga juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan kematian yang lebih tinggi selama masa studi.

Xanthakis meyakini, orang harus mengetahui angka tekanan darah mereka, berkonsultasi dengan dokter mereka tentang perubahan tekanan darah selama dan setelah latihan, dan mengikuti gaya hidup sehat. Aktivitas fisik teratur direkomendasikan untuk menurunkan risiko penyakit jantung di kemudian hari.

Dokter spesialis jantung dr Guy Mintz dari Sandra Atlas Bass Heart Hospital, Northwell Health di Manhasset, New York, AS mengomentari temuan baru tersebut. Ia mengatakan, dalam tes stres jantung yang khas, “tekanan darah juga dipantau dan dilaporkan sebagai respons normal atau hipertensi saat berolahraga.”.

Asep Saepudin Sayyev |*

Kemendikbud Buat Modul Belajar Mandiri

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menyiapkan kurikulum darurat di masa pandemi Covid-19. Pada kurikulum tersebut dibuat penyederhanaan mengenai kompetensi dasar, disiapkan pula modul pembelajaran dan materi video agar siswa bisa belajar mandiri.

Dikutip dari Sindonews, Selasa (23/6), kurikulum ala masa pandemi ini disusun berdasarkan rekomendasi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dengan kurikulum darurat ini diharapkan proses belajar mengajar tetap berjalan baik, meski penuh keterbatasan akibat adanya pandemi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, ada dua hal yang sedang disiapkan pada kurikulum tersebut. Pertama, penyesuaian kompetensi dasar (KD). Ini dilakukan agar guru tidak terlalu berat dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah.

“Jadi, semisal siswa SD kelas 3 itu kan ada sekitar 26 KD, sekarang sudah kami integrasikan. Kami pilih yang paling esensial nanti akan menjadi sekitar 16 KD,” katanya pada webinar Fokus Sindo bertajuk ”Menyongsong Pendidikan Fase New Normal: Covid-19. Akankah Mengubah Kurikulum Pendidikan?”.

Diskusi online ini juga menghadirkan Ketua Komisi X DPR Saiful Huda dan Ketua KPAI Susanto sebagai narasumber.  Hamid menjelaskan, persiapan kedua adalah modul-modul pembelajaran yang bisa dipakai siswa untuk belajar secara mandiri. Menurut Hamid, modul ini tidak sama isinya dengan buku pelajaran siswa. Modul tampak lebih ringkas, namun tetap berisi pembelajaran siswa yang efektif digunakan selama belajar mandiri.

Selain modul, Kemendikbud juga akan menyiapkan materi-materi video pembelajaran berisi praktik-praktik baik yang sudah dilakukan oleh guru-guru. Hamid menuturkan, kemungkinan dalam pekan pertama Juli bahan kurikulum adaptif dan modul pembelajarannya sudah akan tersedia.

Hamid menerangkan, selama tiga bulan terakhir ini Kemendikbud memang menyerahkan penyesuaian kurikulum ini kepada guru dengan mengacu pada konsep Merdeka Belajar. Merdeka Belajar inilah yang memberi ruang kepada guru dan kepala sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan mengidentifikasi materi-materi esensial yang ada di dalam kompetensi dasar di setiap tingkatan sekolah. “Namun, setelah kami evaluasi ini tampaknya hanya 20% sekolah kita, guru kita, yang melakukan adaptasi kurikulum,” tuturnya.

Hamid berpesan kepada kepala sekolah dan para guru untuk menyiapkan rencana pembelajaran selama satu semester ke depan, mengingat sebagian besar daerah akan tetap melakukan pembelajaran jarak jauh baik dengan sistem dalam jaringan (daring) ataupun luar jaringan (luring). Sekolah juga diminta untuk menyiapkan mekanisme komunikasi dengan orang tua dan siswa dalam satu semester ke depan.

“Jadi, bagi sekolah yang sudah melakukan adaptasi kurikulum yang 20% itu silakan lanjut. Tetapi, kalau teman-teman yang masih belum siapkan apa pun, mungkin dalam pekan pertama Juli itu bahan kurikulum adaptif itu sudah akan tersedia berikut dengan modul-modul pembelajarannya,” kata Hamid saat memberikan tanggapan penutup. 
 
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda memberikan dukungan kepada Kemendikbud untuk mengambil terobosan di dunia pendidikan, salah satunya menyiapkan kurikulum adaptif tersebut. Huda juga berharap pada tahun ajaran baru nanti kurikulum darurat bersifat adhoc ini bisa tersedia. Dia meyakini bahwa dengan kurikulum darurat ini maka orang tua siswa yang stres karena berperan sebagai guru ini bisa terkurangi bebannya, meringankan beban belajar pada siswa dan guru pun semakin kreatif. “Masih ada waktu sekitar tiga minggu bagi Kemendikbud untuk menyiapkan kurikulum darurat ini sebelum masa ajaran baru dimulai 13 Juli mendatang,” kata Huda.

Ketua KPAI Susanto menambahkan, pandemi Covid-19 ini menyadarkan semua pihak bahwa proses belajar harus tetap dipastikan berlangsung untuk peserta didik. Baik dalam kondisi normal ataupun dalam situasi bencana seperti ini. Oleh karena itu dia berharap agar ada kesabaran bagi orang tua dalam mendampingi anak-anaknya belajar di rumah meski harus membagi waktu dengan pekerjaan. “Orang tua harus menjadi figur yang ramah bagi semua anak, apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini,” imbuhnya.

Susanto menjelaskan, KPAI memang merekomendasikan adanya kurikulum dalam situasi darurat seperti saat ini. Hal ini penting karena siswa dengan berbagai latar belakang dan kondisi juga kendala yang dihadapi saat pandemi ini hak belajarnya tidak akan terakomodasi dengan acuan kurikulum dalam kondisi normal. Dia juga khawatir jika kurikulumnya belum disesuaikan maka ini akan menjadi kendala bagi guru di dalam proses pembelajaran di situasi pandemi Covid-19 ini.

Sementara itu, di tempat terpisah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan bahwa tidak ada peleburan muatan pendidikan agama dengan pendidikan lain seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) seperti yang belakangan banyak dibicarakan di media. Hal ini ditegaskan Nadiem saat melakukan rapat kerja (raker) dengan Komisi X DPR secara virtual kemarin. “Isu mengenai adanya kabar peleburan subjek pendidikan, sebagai penegasan saja bahwa tidak ada keputusan maupun rencana (peleburan) mata pelajaran agama dengan mata pelajaran lain,” ujarnya.

Dia mengakui bahwa saat ini Kemendikbud terus berupaya untuk melakukan berbagai perbaikan dalam kurikulum nasional, termasuk penyederhanaan kurikulum nasional seperti yang diminta Presiden Joko Widodo. “Tim kami selalu melakukan kajian, rapat focus group discussion (FGD) untuk penyederhanaan kurikulum. Kami tegaskan tidak ada rencana maupun keputusan untuk pelajaran agama saat ini. Ini mohon ditegaskan, itu tidak ada dalam rencana kami,” katanya. 

Nadiem menegaskan bahwa hingga kini pendidikan agama masih berdiri sendiri dalam kurikulum pendidikan nasional. “Sampai sekarang pelajaran agama masih stand alone sebagai pendidikan agama,” tuturnya.

Nadiem meminta semua pihak, termasuk anggota Komisi X DPR, ketika ada pihak yang mempertanyakan mengenai isu tersebut, termasuk jika ada pertanyaan dari kalangan media agar bisa memberikan kepastian jawaban bahwa tidak akan ada peleburan materi pendidikan agama dengan materi pendidikan lain dalam satu kurikulum.

Dalam rapat tersebut Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menegaskan bahwa penyederhanaan kurikulum tidak boleh menghilangkan materi pilar pendidikan, termasuk pendidikan agama. “Kami menilai wacana penggabungan mata pelajaran pendidikan agama dengan PPKn kurang tepat karena kedua mata pelajaran ini mempunyai filosofi dan muatan yang tidak bisa menggantikan satu dengan lain,” ujarnya.

Sebelumnya beredar informasi di media sosial terkait materi diskusi mengenai penyederhanaan kurikulum di kalangan Kemendikbud. Berdasarkan informasi yang juga beredar di beberapa grup percakapan daring tersebut, tampak sebuah paparan usulan peleburan mata pelajaran agama kelas 1-3 sekolah dasar (SD).

Huda menegaskan, materi pendidikan agama saat ini sangat diperlukan untuk ditanamkan bagi para peserta didik. Materi pendidikan agama yang dimaksud adalah materi pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan sikap moderat dalam kehidupan. “Materi-materi tersebut sangat diperlukan di tengah maraknya cara pandang keagamaan kaku dan keras yang muncul di sebagian kalangan masyarakat akhir-akhir ini,” tuturnya.

Pun demikian dengan materi PPKn. Menurut Huda, itu tidak boleh dihilangkan atau digabung dengan materi lain. PPKn merupakan perwujudan dari akar pendidikan yang mendasarkan pada kebudayaan nasional. Apalagi, PPKn diperlukan peserta didik untuk merawat nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai cinta Tanah Air.

“Kebudayaan nasional merupakan endapan kegiatan dan karya manusia Indonesia. Pancasila merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan nasional yang menjadi konsensus kita sebagai sebuah bangsa. Nilai-nilai tersebut tetap butuh kita sampaikan pada anak didik kita,” kata politikus PKB ini.

Senada dengan Huda, anggota Komisi X DPR Prof Zainuddin Maliki mengungkapkan bahwa ide wacana tersebut dianggapnya tidak kontekstual dan ahistoris. “Artinya pemikiran seperti itu tidak memiliki akar budaya, akar kehidupan bangsa Indonesia yang religius,” ucapnya.

ASS |**

Ibadah Haji 2020 Terbatas

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kerajaan Arab Saudi pada Senin 22 Juni 2020, pukul 21.30 waktu setempat, memutuskan untuk menggelar ibadah haji 1441 H/2020 M hanya secara terbatas untuk Warga Negara Saudi dan Warga Negara asing atau ekspatriat yang saat ini sudah berada atau berdomisili di Arab Saudi. Keputusan Kerajaan Arab Saudi membatasi penyelenggaraan ibadah haji karena  alasan keselamatan ditengah wabah Covid-19 yang saat ini.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menjelaskan, keputusan terkait haji 1441H telah dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada 22 Juni 2020. Keputusan yang ditunggu oleh umat Islam di berbagai negara itu didasarkan pada alasan keselamatan seiring masih terjadinya pandemi Covid-19. Pandemi itu dialami banyak negara, termasuk Saudi sendiri.

“Saya sudah menerima rilis resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Karena alasan menjaga keselamatan jemaah dari bahaya pandemi Covid-19, Saudi memutuskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441H digelar dengan jumlah yang sangat terbatas,” kata Endang Jumali.

Kata dia, dalam rilis dijelaskan bahwa maksud dari sangat terbatas adalah hanya bagi warga negara Saudi dan warga asing dari negara manasaja yang ingin beribadah haji, namun sekarang sudah berada atau berdomisili di Saudi. “Itupun dalam jumlah terbatas,” katanya. 

Endang menuturkan, bahwa keputusan Arab Saudi yang  diambil demi memastikan pelaksanaan ritual manasik secara aman dan sehat. Pembatasan diberlakukan juga agar manasik dapat dilakukan dengan cara yang memenuhi persyaratan pencegahan dan social distancing yang diperlukan guna memastikan keselamatan dan perlindungan manusia dari ancaman pandemi. Hal ini sejalan dengan tujuan syariat Islam dalam melestarikan dan menjaga jiwa manusia.

“Keputusan ini berasal dari kepedulian Khadimul Haramain terhadap keamanan dan keselamatan para pengunjung kedua Masjid Suci,” ujarnya.

ASS|*

John Kei Cs Terancam Hukuman Mati

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Pasal berlapis mengancam John Refra Kei alias John Kei dan anak buahnya atas penyerangan yang dilakukan yang menewaskan seorang korban dan melukai dua orang lainnya. Mereka terancam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana hingga Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. 

Adapun ancaman itu mulai dari Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 88 KUHP, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, Pasal 351 KUHP, dan UU Darurat 12/1951.

“Jadi ada sekitar 30 orang yang diduga pelaku yang melakukan penganiayaan kemudian pembunuhan, pengerusakan. Ini pasal yang kami terapkan,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya dikutip Vivanews, kemarin.

John Kei cs telah ditetapkan jadi tersangka. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menambahkan John Kei ikut dalam perencanaan penyerangan tersebut. Pihaknya masih mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk John Kei.

Jika merujuk pasal yang dikenakan, ancaman hukuman maksimal dari beberapa pasal yang dikenakan kepada John Kei cs adalah hukuman mati. Saat ini, John Kei dan 29 anak buahnya telah mengenakan baju tahanan. Mereka ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya selama proses penyidikan berjalan.

“Yang jelas kita semua tahu kalau statusnya John Kei di situ kan big bos. Dari situ kita bisa menduga apa perannya. Kalau ancaman hukuman terpenuhi, maksimalnya hukuman mati,” kata Tubagus menambahkan.

Sebelumnya diberitakan, polisi melakukan penggerebekan terhadap kelompok John Kei di perumahan Taman Titian Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu malam, 21 Juni 2020. Sebanyak 25 orang diamankan. Penggerebekan ini terkait aksi penyerangan di Green Lake City, Kota Tangerang dan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

ASS|*

Hadits Hari Ini

0

23 Juni 2020
01 Dzul-Qa’dah 1441 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي مُعَاوِيَةُ وَهُوَ ابْنُ صَالِحٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

Telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb, telah mengabarkan kepadaku Mu’awiyah bin Shalih dari Rabi’ah bin Yazid dari Abu Idris Al Khaulani dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Beliau bersabda:

Do’a seseorang senantiasa akan dikabulkan selama ia tidak berdo’a untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahim dan tidak tergesa-gesa.

Seorang sahabat bertanya:
“Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa ?”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:

Yang dimaksud dengan tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdo’a itu mengatakan: “Aku telah berdo’a dan terus berdo’a tetapi belum juga dikabulkan. Setelah itu, ia merasa putus asa dan tidak pernah berdo’a lagi”.

HR Muslim No. 4918.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Waspada Puncak Covid-19

0

Bima Arya Prediksi Mulai Juli-Agustus

Bogor | Jurnal Inspirasi
Puncak penyebaran Covid-19 di Kota Bogor diprediksi akan terjadi mulai Juli hingga Agustus 2020 mendatang. “Jadi seperti yang saya sampaikan sebelum Lebaran maka puncak Covid-19 di Kota Bogor akan ada di bulan Juli-Agustus. Kita sedang menuju puncak,” ujar Walikota Bogor Bima Arya.

Kendati demikian, kata Bima, hal itu dapat diantisipasi dengan cara mencegah transmisi penularan dari luar Kota Bogor. Lantaran potensi terbesar dan yang paling sulit dikendalikan dalam penularan yang berasa trasmisi dari luar kota. “Bisa dikendalikan dengan mencegah transmisi dari luar. Makanya kami akan perketat pengawasan,” katanya.

Bima menyadari bahwa angka pasien positif akan terus mengalami kenaikan juga seiring dengan masifnya pemeriksaan PCR. Pihaknya juga akan terus berupaya semaksimal mungkin melakukan pencegahan penularan dan menyelamatkan warga Kota Bogor dari virus ini.

“Apabila berhasil mencegah transmisi luar dan memperketat tadi tetap ada kemungkinan positif tetap naik. Targetnya agar banyak yang selamat karena sangat mungkin angka ini terus naik. Yang penting ujung-ujungnya melandai,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Klaster Mitra 10 Konsekuensi Pelonggaran PSBB

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Penularan virus Corona di Kota Bogor kembali terjadi. Bahkan, kini telah menjadi transmisi lokal dengan hadirnya klaster Mitra 10 di Jalan KH. Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal. Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor, Zainal Arifin, terjadinya penyebaran di Mitra 10 merupakan konsekuensi dari pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diambil oleh Pemerintah Kota Bogor dengan membiarkan fasilitas umum dan toko-toko diperbolehkan dibuka.

“Ya, ini adalah resiko dari PSBB yang dilonggarkan dan lahirnya klaster penularan baru. Apalagi kalau tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,” ujar Zainal kepada wartawan, Senin (22/6).

Menurut dia, proses penyebaran yang tadinya bisa ditekan melalui PSBB, kini malah terjadi pelonggaran. Hadirnya klaster Mitra 10 juga diduga sudah merubah cara virus Corona berpindah. Hal itu, virus yang ditularkan melalui droplet, memiliki kemungkinan berpindah dari barang yang sudah disentuh atau terpapar droplet dari orang yang sudah terinfeksi.

“Ketika dia sudah terinfeksi, nah batuk atau bersin dan megang-megang barang, kan si virus jadinya nempel. Nah yang belum terinfeksi, memegang barang yang sama, menempel lah itu virus ditangan orang yang sehat. Nanti dia pegang mata, idung, mulut dan masuklah virus tersebut, lahirlah korban baru,” paparnya.

Menurutnya, guna menekan angka penyebaran ditengah pelonggaran, Zainal juga membeberkan cara-caranya. Di antaranya adalah, seluruh masyarakat harus tetap menggunakan masker saat beraktivitas diluar rumah, mencuci tangan setelah berjabat tangan dengan orang lain atau memegang barang-barang di fasilitas umum. “Sedangkan yang terakhir adalah penekanan penerapan protokol kesehatan, baik physical distancing ataupun K3 di fasilitas umum,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata dia, penularan yang terjadi di Mitra 10 diduga sebagai bentuk kelalaian SOP protokol kesehatan yang dijalankan. “Ketika ada karyawannya ada yang positif dan melakukan kontak dengan orang-orang atau memegang barang-barang maka menyebarlah virus tersebut. Ini kan kembali pada pengawasannya. Bisa tidak pihak pengelola mengawasi dan pemerintah mengawasi. Jika bisa dijalankan saya kira kita bisa menekan angka penyebaran,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil manajemen Mitra 10 pada Selasa (23/6) untuk memintai keterangan seputar protokol kesehatan yang telah dijakankan. “Ya, untuk lengkapnya besok (hari ini) akan kami panggil,” tukasnya.

** Fredy Kristianto