28.9 C
Bogor
Tuesday, July 14, 2026

Buy now

spot_img

Anggarkan Rp3,9 M untuk Siswa Miskin

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali menggelontorkan anggaran hampir Rp4 miliar untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan. Melalui program Bantuan Sosial Biaya Pendidikan (BSM), sebanyak 3.368 siswa jenjang Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menerima bantuan pada Tahun Anggaran 2026.

Program yang dikelola Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor tersebut memiliki total nilai anggaran sebesar Rp3.969.800.000 dan disalurkan kepada siswa yang berasal dari 98 lembaga pendidikan menengah di Kota Bogor.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Bogor, Aep Saepuloh, mengatakan penerima bantuan ditetapkan berdasarkan usulan yang diajukan masing-masing sekolah pada tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2025, peserta didik melalui sekolah masing-masing mengajukan proposal permohonan bantuan BSM. Pengusulan dilakukan mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2025,” ujar Aep, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan besaran bantuan yang dapat diusulkan maksimal Rp1,5 juta untuk setiap siswa. Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Bogor Nomor 7 Tahun 2024.

“Besaran permohonan bantuan BSM yang diusulkan maksimal Rp1,5 juta per siswa sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Menurut Aep, Pemkot Bogor juga menerapkan sejumlah persyaratan administrasi agar penyaluran bantuan tepat sasaran. Salah satu syarat utama ialah penerima harus melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Seluruh dokumen dari calon penerima dikumpulkan melalui sekolah masing-masing sebelum direkap menjadi proposal yang diajukan kepada Bagian Kesra.

“Berkas individual dikumpulkan ke sekolah, kemudian direkap oleh panitia sekolah dan disampaikan kepada Bagian Kesra dalam bentuk proposal permohonan Bantuan Sosial Biaya Pendidikan,” jelasnya.

Berdasarkan rekapitulasi penyaluran BSM Tahun Anggaran 2026, bantuan terbesar disalurkan kepada siswa SMK. Sebanyak 2.968 siswa di 73 sekolah menerima bantuan dengan total anggaran Rp3.493.400.000.

Sementara pada jenjang MA, bantuan diberikan kepada 91 siswa dari tujuh lembaga pendidikan dengan nilai Rp105.600.000. Adapun pada jenjang SMA, bantuan disalurkan kepada 309 siswa di 18 sekolah dengan total anggaran Rp370.800.000.

“Secara keseluruhan, bantuan disalurkan kepada 98 lembaga pendidikan dengan total 3.368 siswa penerima dan nilai anggaran mencapai Rp3.969.800.000,” ungkapnya.

Melalui program tersebut, Pemkot Bogor berharap dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan keluarga kurang mampu sekaligus menekan angka putus sekolah, sehingga seluruh anak di Kota Bogor tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

** Fredy Kristianto

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles