23 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1473

Ketua Umum Bapopsi Jawa Barat Apresiasi Atlet Pelajar Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Ketua Umum Bapopsi Jawa Barat, Drs H. Dadang Abdul Rahman, M, Si menekankan Bapopsi Kabupaten Bogor harus bisa mencatat prestasi olahraga di semua tingkatan, dan mencetak atlet andal. Apalagi, kata Dadang,  Kabupaten Bogor memiliki bibit atlet yang cukup banyak, dan berkualitas serta bisa jadi andalan dunia olahraga Jabar maupun Nasional  

“Kabupaten Bogor punya Pusat Pendidikan Olahraga Pelajar dan Mahasiswa. Jadi Kabupaten Bogor bisa menjadi percontohan yang luar biasa dalam pembinaan atlet pelajarnyam,” tegas Dadang pada pelantikan pengurus Bapopsi Kabupaten Bogor di Tegar Beriman,  Rabu ( 7/10).  

Ditambah lagi, sambung Dadang,  PPOPM Kabupaten Bogor ini terbaik di Jawa Barat dan juga termasuk salah satu PPOPM  yang  terbaik juga di tanah air.

“Jadi saya ingin Bapopsi jangan berhenti melakukan pembinaan, membangun, dan melatih ‘bibit-bibit’ andal. Jadi saya ingin Bapopsi Kabupaten Bogor harus bisa terus mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya,” pungkas Dadang.

Ditempat yang sama Ketua Umum Bapopsi Kabupaten Bogor, Mustakim menuturkan, pasca pelantikan, pihaknya akan fokus membentuk kepengurusan Bapopsi tingkat Kecamatan, dan sekaligus akan mengadakan Rapat Kerja (Raker) untuk membahas agenda kedepan.

“Pengurus Kecamatan juga akan dilantik. Namun, mengingat kondisi yang saat ini masih dalam zona merah, maka pelantikan pengurus kecamatan dilalukan di wilayah Kecamatan Cibinong saja. Sedangkan kecamatan-kecamatan lainnya akan mengikuti secara zoom atau virtual,” kata Mustakim.

** Asep Syahmid

Deny Syamsudin Siap Latih Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Bursa kandidat pelatih tim sepakbola Kabupaten Bogor untuk BK Porda Jabar 2021   saat ini kembali mulai menimbulkan pertanyaan kalangan sepakbola di Kabupaten Bogor. Deny Syamsudin, salah satu pelatih sepakbola asal Bandung dan juga sudah tahu  atmosfir sepakbola di Kabupaten Bogor  secara tegas sangat siap menerima tawaran untuk melatih Tim Kabupaten Bogor  yang akan bertarung di fase BK Porda Jabar 2021.

“Kabupaten Bogor adalah rumah saya dan kampung halaman kedua bagi saya. Sebelum saya melatih Persikabo saya sempat jadi bagian Tim Porda Kabupaten Bogor  lolos BK Porda Jabar 2006 di Karawang,” beber Deny Syamsudin,  Rabu (7/10).

Namun, sambung Deny,  karena saat itu Pak RY memintanya nanganiPersikabo pada tahun 2006, maka  posisi Tim Sepakbola Kabupaten Bogor pada Porda Jabar 2006 di tangani  almarhum Roni Toisuta.   

“Satu kebanggan  jika PSSI Askab Bogor memberikan amanah bagi saya untuk menukangi tim sepakbola Kabupaten Bogor menuju BK Porda Jabar 2021,” ucap Deny lagi.   

Pada prinsipnya, kata Deny,  ia siap kapan saja datang ke Cibinong untuk ketemu dengan ketua  PSSI Askab Bogor.

“Siaplah kapanpun saya bisa datang ke Cibinong , apalagi  Cibinong adalah rumah yang taka sing bagi saya. Saya juga kenal banyak dengan para mantan pemain ataupun pemain Persikabo yang sempat saya tangani,”  tutur Deny.

Beberapa nama pelatih di Kabupaten Bogor seperti Wawan Darmawan,  Dian Irawan,  Abdush  Sobur dan   Sairan mengaku  sangat setuju jika PSSI Askab Bogor  merekrut Deny Syamsudin jadi arsitek Tim Sepakbola Kabupaten Bogor di ajang BK Porda Jabar 2021.

“Ok bangetlah, kalau emang Bang Deny  jadi nangani Kabupaten Bogor. Kami sangat nyambung dengan beliau,” ujar Dian Irawan dan Wawan Darmawan, dua mantan pemain Persikabo yang saat ini jadi Panitia Tim Seleksi.

Sementara itu,  Exco PSSI Askab Bogor , Herzon Hizkia meminta  agar  sebelum penunjukan Head Coach,   maka  PSSI Askab Bogor  harus menetapkan Manager Tim  dulu.

“Selama ini kita menjadi latah dan salah, menetapkan pelatih dulu, manager belakangan. Ini sangat salah dan harusnya  manager dulu baru pelatih,” tegas Herzon.

Herzon menegaskan, soal Deny Syamsudin semua pelaku sepakbola di Jabar  sudah tahu beliau dan tak perlu diragukan lagi. “ Saya juga sangat senang kalau memang PSSI Askab Bogor bisa mendatangkan Deny Syamsudin. Ia sudah punya pengalaman dan jam terbang  yang sangat mumpuni,” tuntas Herzon.

** Asep Syahmid

Mahasiswa Unpak Bogor Aksi di Istana Merdeka

0

Serukan Mosi Tidak Percaya ke DPR dan Pemerintah

Bogor | Jurnal Inspirasi

Ratusan mahasiswa Universitas Pakuan Bogor bersama dengan Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) akan menggelar aksi demontrasi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/10). “Tujuan demontrasi jelas bahwa sikap kami adalah memberikan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan DPR – RI,” ujar Presiden Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor, Ramdhani, Rabu (7/10).

Dia menjelaskan, dalam surat pernyataan sikap mosi tidak percaya dikeluarkan oleh BEM – KBM Universitas Pakuan Bogor menyatakan bahwa,  didalam poin – poin Omnimbus Law UU Cipta Kerja  dinilai banyak menyengsarakan rakyat yang  garis besarnya dalam klaster pendidikan, lingkungan, dan salah satunya adalah klaster ketenagakerjaan.

Ramdhani menjelaskan alasan mengapa lokasi demontrasi dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta karena Omnibus law RUU Cipta Kerja telah resmi disahkan di rapat paripurna DPR pada Senin, 5 Oktober 2020. Sehingga ada waktu sebelum satu bulan untuk Presiden Jokowi membatalkannya melalui Perppu.

Undang – Undang sapu jagat itu terdiri dari 900 halaman, 15 bab, dan 185 pasal, namun ada sejumlah pasal yang menjadi kontroversial dalam Omnimbus Law  UU Cipta Kerja ini.

Dikalangan masyarakat beredar dua belas point alasan mengapa undang – undang ini wajib ditolak, namun DPR – RI melalui akun Instagram resminya @dpr_ri telah meluruskan bahwa 12 point tersebut merupakan hoax.

Namun Ramdhani kembali berpendapat “Saya rasa yang justru membuat hoax adalah DPR RI itu sendiri. Kenapa? Pertama, karena paripurna yang tadinya di tanggal 8 mengapa jadi di tanggal 5. Lalu kedua, beberapa kajian akademis, pakar hukum, mahasiswa dan beberapa NGO ( Non – Governmental Organization ) sudah menyerahkan kajiannya terkait UU ini dan akan dikabulkan padahal tidak,” ungkapnya.

Menurut Ramdhani, pengesahan RUU menjadi UU yang dinilai merugikan masyarakat ini akan terus berlanjut mendapat penolakan untuk kedepannya. Karena masyarakat telah banyak kecolongan, contohnya seperti saat pengesahan RUU KPK dan RUU Minerba.

Herninda Febiola [MG]

Besikalori, Perjalanan Waktu dan Usia Melawan Penatnya Rutinitas

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dimasa pandemi seperti ini membuat segala kegiatan serba terasa dibatasi, apapun yang dilakukan seolah memberi dampak terhadap kesehatan mental dan tubuh. Demi menarik kembali sepenggal pengalaman dari beberapa yang pernah dialami oleh segelintir orang, dan melarikan besi tua dari kemungkinan-kemungkinan kecil yang lahir dari perselisihan kaum kapitalis, beberapa pemuda berinisatif memulai kembali mengayuh besi tuanya.

Besikalori, nama yang tercipta dari dasar keresahan pemuda di tahun 2020 yang ingin kembali menikmati sepeda besi tua, kemudian terpikir kembali menggunakan nama “besikal” untuk sebutan sepeda mereka tetapi ingin juga merasakan atmosfer membakar kalori yang ada didalam tubuh saat bersepeda. Besikalori, gabungan dua kata menjadi satu “besi” dan “kalori” menemani kayuhan dua kaki para pemuda saat bersepeda berkeliling Kota Bogor.

Mobilitas alternatif terkini, ketika pandemi melanda seluruh penghidupan yang ada. Namun, semua itu terkalahkan oleh emosional yang melekat pada muda-mudi menjadi langkah pertama untuk mengurangi serangan pandemi berikut penghematan sumber daya minyak bumi dan mengurangi polusi.

Pemilihan sepeda Federal adalah salah satu tujuan utama untuk menyelamatkan sisa-sisa peninggalan besi tua buatan Indonesia, ingin terlihat berbeda dari segi fashion dan passion pesepeda lain. Besikalori lebih dominan dengan penggunaan sepeda Federal buatan Indonesia tersebut.

Sarana transportasi yang dibuat sebagai harian dan lebih tepatnya untuk menikmati liburan, saat situasi sulit seperti ini terkadang memberi dampak positif bahwa membangun Commuter Bike tidak perlu mengocek dana yang besar, cukup dengan kesederhanaan dan kenyamanan.

Aktivitas akhir pekan menjadi incaran para besikal untuk memanjakan emosional. Setelah semuanya membeludak dalam pikiran maka jalan satu-satunya yaitu mengayuh dengan dua pedal menelusuri bukit dan bebatuan turun dan naik yang terus di ulang sampai menemukan tempat yang rindang. Sebagai arsip digital, kegiatan Besikalori diunggah ke dalam Instagram @besikalori yang bertujuan mengenang kehidupan fana ditengah pandemi ini.

** Handika Maulia [MG]

Desa Gobang Alami Pergeseran Tanah

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Selasa (6/10) petang membuat pergeseran tanah sehingga sejumlah rumah retak dan ada juga bangunan rusak di Kampung Bedeng RT 07 RW 04, Desa Gobang Kecamatan Rumpin.

“Saya sudah berkoordinasi dengan BPBD dan kepada rumah yang rusak berat diharapkan mengungsi ke rumah tetangga dan saudara dulu,” kata Kepala Desa Gobang Abdilah Alawi kepada wartawan, kemarin.

Ia menjelaskan, dari data sementara ada enam kepala keluarga dengan total 11 jiwa terdampak dalam bencana tersebut. Karena, kondisi tanahnya pun bergeser dikhawatirkan terjadi bencana susulan. “Kita tunggu kajian dulu dari tim ahli, karena kontur disini memang tidak berundak hanya dekat pegunungan dan area tambang,” jelasnya.

Senada dikatakan salah satu warga Kampung Bedeng, Amran (47), pasca hujan deras, kondisi tanah dan bangunan mulai bergeser bahkan halaman depan dan teras rumah yang dikeramik tampak merenggang.

“Awalnya kan hanya hujan besar, tapi tanah mulai bergeser tentunya saya khawatir terjadi hal tak diinginkan makanya sementara anak istri dipindahkan dulu ke rumah saudara yang lebih aman,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Pemcam Dramaga Protes Pemotongan Bangkai Bus Trans Jakarta

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Ratusan bangkai bus Trans Jakarta yang tak terawat kini kondisinya semakin kumuh. Bahkan, pihak Pemerintah Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor protes mengenai pemotongan bangkai bus yang menyebabkan polusi. Pemcam Dramaga pun sidak ke lokasi, Rabu (7/9).

“Jadi hari ini kita lakukan sidak sekaligus protes terkait proses pembakaran hasil pemotongan bangkai bus karena menyebabkan polusi ke wilayah Dramaga,” kata Camat Dramaga Ivan Pramudia kepada wartawan.

Ivan juga menjelaskan, pihak kurator tidak melihat kondisi di sekitar dan tetap melakukan pembakaran dan pemotongan bangkai bus Trans Jakarta tersebut. “Jelas sisa pembakaran dari pemotongan bangkai bus menyebabakan polusi udara dan menggangu pernapasan warga Dramaga dan Desa  Margajaya, Kota Bogor,” tegasnya.

Ivan menambahkan, Pemcam memerintahan kepada kurator agar hasil pemotongan bangkai bus disiram air agar kepulan asapnya tidak menyebabkan polusi udara. Bahkan, proses tersebut sama sekali tidak ada koordinasi dengan Pemcam setempat.

“Yang jelas Pemcam Dramaga meminta agar proses pemotonhan bus Trans Jakarta bisa lebih safety dan terjaga, karena kalau dibiarkan akan menyebabkan penyakit ISPA,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu petugas keamanan penyimpanan bangkai bus Trans Jakarta, Ukar mengaku, lokasi penyimpanan di lahan yang luasnya 6 hektare itu ada 300 bus Transjakarta dari tiga kurator yang gagal lelang.

“Jadi bangkai bus Trans Jakarta tersebut sudah dijual ke pihak lain dengan mengambil besinya sehingga bekas pemotongan menyebabkan polusi, kalau saya disini hanya sebagai keamanan saja,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

PSBB, Koramil Cibungbulang Perketat Protkes Area Wisata TNGHS

0

Cibungbulang l Jurnal Bogor

Setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi memperpanjang PSBB tahap IV dari 1-27 Oktober akibat Covid-19, TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Cibungbulang, semakin ketat menerapkan protokol kesehatan kepada para pengunjung dari luar daerah yang berwisata ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).  Upaya memperketat penerapan protokol kesehatan itu untuk menghindari adanya penyebaran Covid-19 terutama yang diakibatkan kontak fisik.

“Kami akan terus pantau para tamu wisatawan yang memasuki kawasan wisata di wilayah Pamijahan untuk selalu cepat tanggap didalam penanganan penyebaran virus corona,” ungkap Danramil Cibungbulang Kapten Inf, Slamet Royadi kepada wartawan, Rabu (7/10).

“Kami akan terus perketat akses ke lokasi wisata khususnya pengunjung yang mau berwisata ke TNGHS. “Kami himbau kepada para pengunjung agar jaga jarak  (physical distancing) serta pakai masker disaat berpergian,” paparnya.

Selain itu, protokol kesehatan dan pemegakan disiplin ini kami terapkan bagi warga dan pengunjung untuk cuci tangan, handsanitezer dan alat pendeteksi suhu tubuh pengunjung  bagi pengunjung dari luar wilayah.

 “Kalau masker, itu kami wajibkan kepada siapa pun. Tidak hanya pengunjung, masyarakat sekitar pun, juga harus menggunakan masker dan selalu menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Tak hanya pengunjung tempat wisata, para pengendara dan masyarakat juga dipantau agar melaksanakan protokol kesehatan yang gencar dilakukan oleh Koramil 2121/Cibungbulang bersama Polsek dan Sat Pol PP untuk selalu menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Seperti diketahui, perpanjangan PSBB masih dilakukan Pemkab Bogor sehingga pihaknya langsung menerapkan protokol kesehatan lebih ketat lagi kepada para pengendara roda dua dan roda empat yang masuk wilayah Cibungbulang dan Pamijahan. 

** Arip Ekon

Bakat Menggambar Sejak Kecil, Bagi Yulius adalah Anugerah

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Siapa sangka seorang Yulius H Suprihardo sebagai Media Relations di Taman Safari Bogor ini ternyata disela kesibukannya yang setiap harinya sebagai pemberi informasi kepada para awak media, memiliki talenta yang patut diacungi jempol dalam bidang seni rupa yakni melukis.

Kepiawaiannya dalam melenggak lenggokan kuas diatas kanvas sudah tidak diragukan lagi, dan karya lukis yang telah dihasilkannya pun tidak sedikit. Pria kelahiran 1964 ini memang memiliki anugerah dan hoby menggambar sejak kecil. Kegiatannya ini dilakukan diwaktu senggang atau saat dirinya libur tidak bertugas, peluang santai inilah yang dimanfaatkannya.

“Saya bersyukur diberikan anugerah dengan bakat melukis dan hobi menggambar ini, karena tidak semua orang diberikan talenta ini oleh tuhan,” ujarnya.

Belum lama ini hasil karya lukisnya ikut andil dalam peringatan Hari Badak Se-dunia pada 22 September 2020 bulan lalu yang digelar oleh Taman Safari Bogor. Karyanya tersebut bertemakan Badak Jawa dan Badak Sumatera yang memiliki konsep atau tujuan memberikan edukasi kepada para pengunjung bahwa Indonesia memiliki dua jenis badak yang sudah tergolong langka.

“Bulan lalu TSI menggelar acara dalam rangka Hari Badak Sedunia, nah disini saya ikut andil dengan membuat karya lukisan bertemakan Badak Jawa dan Badak Sumatera, hal ini semata mata untuk mengingatkan kepada para pengunjung bahwa di Indonesia terdapat dua jenis badak, yang sudah tergolong langka,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Lukisannya tersebut hingga saat ini masih terpangpang dilokasi acara, Yulius berharap semoga peringatan Hari Badak ini dapat menggugah hati masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai badak, terutama badak asli atau endemik Indonesia.

“Saya dalam hal ini menyikapi Hari Badak Se Dunia kemarin, berharap kepada masyarakat Indonesia dapat merasakan kebanggan dengan keberagaman satwa dan keunikannya, khusunya untuk badak karena satwa ini asli endemic yang dimiliki Indonesia,” tukasnya

Handy Mehonk

Kapolsek Nanggung Langsung Beri Bantuan ke Korban Rumah yang Ambruk

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Pasca dilanda hujan deras disertai angin kencang yang mengakibatkan ambruknya 2 rumah di  Kampung Pondokbujang RT 01 RW 07 dan Kampung Cibokor RT05 RW 06, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Selasa (6/10), Kapolsek Nanggung Iptu Dedi Hermawan bersama jajarannya, Koramil, Kades Batutulis Ade Supriatna dan LPM Desa Batutulis langsung mendatangi lokasi, Rabu (7/10).

Kedatangan mereka untuk memberikan bantuan berupa paket sembako bagi kedua kepala keluarga yang terdampak musibah bencana alam. Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa hanya rumah mereka yang mengalami kerusakan. Dari kedua rumah yang terdampak musibah, rumah atas nama Ipip warga kampung Cibokor RT 05 RW 06  kondisinya cukup parah dan  sudah tidak bisa ditempati.

“Kami merasa prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat dan memporak porandakan seluruh bangunan rumah, kami bersama jajaran dan Koramil selain memberikan bantuan sembako juga mensupport  warga kedua korban agar tetap tabah dalam menghadapi cobaan. Semoga bantuan ini dapat meringankan sedikit beban bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Tentunya bersabar dalam menghadapi musibah ini,” tutur Kapolsek.

Sebelum kejadian, Ipip bersama sang istri dan mertuanya sedang memasak, namun terdengar suara pada bangunan rumah ditambah teriakan warga menyarankan harus keluar rumah lantaran  rumah tersebut  mau ambruk. ” Terkaget kaget kami langsung keluar  menyelamatkan diri. Waktu kejadian, anak sedang berada di rumah neneknya,” ungkap Ipip.

Begitu juga  Liwaldi (47) sebelum rumahnya ambruk, ia dan keluarganya langsung keluar rumah pindah ke tempat yang lebih aman.

** Arip Ekon

Hadapi Kualifikasi Porda Jabar 2021, Askab Seleksi Pemain

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Asosiasi PSSI Kabupaten Bogor (Askab) melakukan seleksi pemain untuk skuad untuk Babak Kualifikasi  Porda Jabar 2021. Seleksi diikuti 120 pemain yang lolos dari fase wilayah dilakukan di Stadion Mini Persikabo, Cibinong, 5-7 Oktober.     

Pada seleksi itu hadir Exco Askab  Junaidi Samsudin, Mustakim,  Herzon Hizikia, Dedi Cakra Baidilah dan  Iswahyudi.     

Ketua Umum Askab, Junaidi Samsudin menyatakan, meskipun menggelar seleksi pemain, namun belum bisa memastikan siapa kandidat pelatih yang akan jadi arsitek tim sepakbola Kabupaten Bogor untuk Babak Kualifikasi  Porda Jabar 2021.     

“Masih seleksi pemain dulu dari 120 menjadi 60 pemain dan seterusnya,  yang nantinya  akan disodorkan kepada head coach yang akan jadi arsitek tim sepakola Kabupaten Bogor,” jelas Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor ini.

Hal yang sama juga dikatakan  Herzon Hizkia. Ia  belum bisa memastikan siapa pelatih yang akan menjadi arsitek  tim sepakbola Kabupaten Bogor menuju BK Porda Jabar 2021.

“Banyak factor yang membuat Askab belum bisa berbicara soal pelatih ke publik. Salah satuya saat ini sedang seleksi tahap kedua oleh tim pelatih Askab,”  tegas Herzon.

Ia sendiri merasa bangga dengan banyaknya pesepakbola di Kabupaten Bogor yang ikut seleksi fase wilayah dan seleksi tahap kedua di Stadion Mini Persikabo  ini.

Herzon berpendapat,  idealnya jika seleksi sudah menyisakan 60 pemain, maka seleksi tahap berikutnya harus dilakukan oleh head coach yang ditetapkan Exco Askab.

** Asep Syahmid