30.4 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1468

Kabupaten Ngawi Selesai Target Penyaluran Kartu Petani

0

Ngawi | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa pertanian merupakan sektor yang mampu bertahan di tengah situasi luar biasa seperti pandemi Covid-19 saat ini. Ketika sektor lainnya terkoreksi, pertanian justru tumbuh sebesar 16,4 persen.

“Pertanian itu ditentukan oleh varietas yang bagus, pupuk yang benar dan budidaya yang tepat,” kata Mentan dalam pengarahannya. Presiden Joko Widodo, tutur Mentan melanjutkan, memintanya untuk tak main-main dalam mengurus sektor pertanian. 

Salah satu hal yang krusial dalam lini pertanian menurutnya adalah pupuk. “Pupuk ini harus kita selesaikan dengan benar. Pupuk bukan hal baru bagi kita. Dalam kondisi saat ini persoalan pupuk harus menjadi perhatian serius kita,” ucap Mentan mengingatkan. 

Seringkali dibeberapa wilayah keluhan para petani mengalami kesulitan mendapatkan pupuk saat memasuki musim musim tanam, terutama untuk mendapatkan pupuk subsidi. Banyak petani menebus pupuk subsidi dengan harga yang tinggi melalui pihak ketiga yang dengan sengaja menyediakan pupuk kimia, termasuk juga dialami oleh kabupaten Ngawi.

Keluhan para petani di wilayah Ngawi pada saat musim tanam terkait kelangkaan pupuk subsidi mulai tahun 2021 tidak akan terjadi lagi. Karena, kebutuhan pupuk subsidi sudah dijamin melalui Kartu Tani yang dikelola oleh Bank BNI.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten  Ngawi Ir. Marsudi, M.M.A mentargetkan pada akhir 2020 ini kartu petani sudah terdistribusikan semua sehingga pada awal tahun 2021 para petani sudah siap memanfaatkan dari fungsi kartu tani. Di Kabupaten Ngawi sebanyak 114.768 petani yang telah terdata dan akan mendapatkan kartu tani.

Dari jumlah tersebut pihak Bank BNI baru menyelesaikan 11.433 atau kisaran 10 sd 11 % sesuai dengan yang di-input pada tahap pertama pada bulan Agustus kemarin. Disamping dapat digunakan untuk menebus pupuk subsidi sesuai kebutuhan, kartu tani juga nantinya para petani dapat terkontrol untuk kebutuhan pupuknya.

Hal lain kartu tani juga mengedukasi para petani di Kabupaten Ngawi dengan menabung. Sebab, untuk dapat mengambil pupuk subsidi yang sesuai RDKK dapat dilakukan kalau dalam rekening yang dimiliki terdapat saldo yang mencukupi.

“Kita berharap akhir tahun ini Bank BNI dapat menyelesaikan proses kartu tani sehingga pada awal musim tanam tahun depan sudah dapat dipergunakan,”. Demikian Maksudi mengakhiri pembicaraannya.

Sementara Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan dalam mengurus pupuk yang sangat dibutuhkan petani, adalah transparansi dari masing-masing pihak, mulai dari hulu hingga hilir.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam distribusi pupuk bersubsidi adalah akuntabilitas. Semua pihak bersama sama memikul tanggung jawab yang besar dan sepadan dalam hal distribusi pupuk pertanian. 

** T2S/Wan

Bentuk Asosiasi Pelaku Usaha Talas Beneng, Strategi Kabupaten Pandeglang Perkuat Kelembagaan Petani

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Permintaan pasar daun dan umbi talas beneng semakin besar, namun belum dapat terpenuhi secara optimal. Hal ini memunculkan  gap antara penawaran dan permintaan. Untuk itu diperlukan strategi untuk mengatasinya. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi menuturkan strategi yang diterapkan adalah dengan membentuk asosiasi pelaku usaha talas beneng.

Asosiasi akan memperkuat kelembagaan petani. Strategi lainnya yakni membentuk koperasi dan pendampingan para petani oleh para penyuluh (PPL) dalam melaksanakan usaha taninya. “Asosiasi inilah yang menampung dan memasarkan talas beneng petani, untuk jangka panjang usaha yg dijalankan berbasis korporasi petani dengan membentuk koperasi dan pendampingan yang terus menerus dari penyuluh lapangan,“ ujar Budi.

Kata Budi Saat ini di Pandeglang sudah ada tujuh workshop yang bergabung di dalam CV Putra Petani Gunung Karang di Kampung Cilaja Desa Cilaja, Kecamatan Majasari yang khusus mengolah Talas Beneng. Perusahaan ini menampung beneng dari petani sekitar bahkan dari luar kecamatan di Pandeglang.

Dalam hal permintaan Ia  menuturkan Australia dan Selandia Baru membutuhkan 250 ton daun beneng kering dalam satu bulan. India dan Turki juga siap menampung umbi beneng olahan 70 ton per bulan.

“Pasar Beneng bisa dikatakan rebutan. Namun produksi di kita masih belum memenuhi pasar karena baru 11 kecamatan yang mengenal beneng. Kami terus menggencarkan penanaman beneng dengan target semua kecamatan punya tanaman ini,” jelasnya.

Kementerian Pertanian menetapkan Talas Beneng sebagai komoditas unggul lokal dan telah ditetapkan menjadi komoditas ekspor. Talas bernama latin Xantosoma Undipest K.Koch ini sudah sah menjadi icon Kabupaten Pandeglang melalui sertifikasi Kementan melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT).

Masih kata Budi, budidaya beneng sangat mudah. Tanaman ini tidak mengenal musim dan lahan yang diperlukan pun bisa di bawah tegakkan pohon. “Menanam beneng bisa tumpang sari dengan tanaman lainnya. Untuk itu kami mengajak kepada semua warga untuk membudidayakan beneng,” ungkapnya.

Pengembangan pangan lokal menjadi perhatian Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus menggelorakan kampanye kembali ke pangan lokal.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menekankan selain kampanye, aspek kolaborasi menjadi penting untuk mendukung distribusi dan pemasaran komoditas pangan lokal dari pedesaan sebagai sumber pertanaman hingga dikonsumsi masyarakat.

Menurutnya semua kegiatan terkait pengembangan pangan lokal harus dilakukan terstruktur, sistematis dan masif melibatkan penyuluh pertanian untuk identifikasi produk spesifik lokasi, pemerintah daerah mendukung pengembangan Subterminal Agribisnis dan Toko Tani Indonesia [TTI] untuk memasok kebutuhan pangan ke perkotaan secara langsung maupun online melalui marketplace.

** Regi/PPMKP

Publik Dingatkan Hati-hati Respons Sikap Jokowi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pernyataan Presiden Jokowi terkait uji materi Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) ke Mahkamah Konstitusi (MK) harus disikapi hati-hati. Pernyataan itu bisa mengundang kesalahpahaman. Demikain ditegaskan dosen Fakultas Hukum Monash University yang juga pengurus PBNU Nadirsyah Hosen.

“Kami berpandangan bahwa narasi silakan menggugat ke MK itu pada satu sisi benar. Namun, jika tidak disikapi dengan hati-hati bisa mengundang kesalahpahaman dan ketidaksesuaian,” kata Nadirsyah dalam keterangan tertulis, dikutip dari CNN, Minggu (11/10).

Ia lalu menjelaskan, jika ada pihak ingin mengajukan gugatan ke MK, pasal yang dipermasalahkan harus jelas. Jika dikabulkan, maka yang akan dibatalkan MK hanya pasal yang digugat saja, sementara pasal yang lain aman.

Jika pasal yang digugat dan dibatalkan MK itu sangat krusial dalam UU Cipta Kerja, ia menyebut, ada peluang bagi MK untuk membatalkan UU Cipta Kerja secara keseluruhan. Namun mengingat UU Cipta Kerja bicara tentang banyak bidang, menurut dia, tidak akan ada satu pasal pun yang sangat krusial yang dapat membatalkan UU Cipta Kerja.

“Artinya, narasi silakan gugat ke MK itu hanya terbatas pada pasal yang dianggap bermasalah saja. Ini membutuhkan usaha ekstra untuk menggugat UU Cipta Kerja per bidang dan per pasal. Ini perlu kerja sama semua pihak terkait (akademisi, tokoh masyarakat, ormas, dan rakyat) yang hendak melakukan uji materi ke MK,” ujar dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan, semua pasal dalam UU Cipta Kerja bisa saja digugat ke MK, sepanjang didalilkan bertentangan dengan UUD 1945. Hanya saja, menentukan pasal mana dalam konstitusi untuk dasar gugatannya bukan perkara mudah. “Kadangkala norma hukum dalam UU yang bersifat teknis kebijakan cenderung susah digugat karena ketiadaan pasal cantolan di UUD 1945 yang bisa dijadikan argumen,” ujar dia.

Karena itu, berdasarkan hal-hal tersebut, ia mengingatkan pihak yang ingin mengajukan gugatan harus hati-hati dan spesifik menentukan argumen-argumen yang dapat dijadikan dalil gugatan. Dengan begitu, MK tidak begitu saja akan menyatakan gugatan tidak dapat diterima atau ditolak. “Maka jangan gegabah merespons pernyataan Presiden Joko Widodo. Kita perlu berhati-hati,” ucap dia.

Ia pun mengajak akademisi, tokoh masyarakat, ormas untuk bersatu-padu menggalang pemahaman soal substansi UU Cipta Kerja yang bertentangan dengan konstitusi.

“Langkah yudisial ditempuh. Langkah sosial juga harus dilakukan. Tidak bisa gugatan dilakukan dengan terburu-buru dan tanpa melalui sosialisasi ke publik. Semua harus mendengar keberatan sejumlah pihak terhadap UU Cipta Kerja,” kata dia.

Presiden Jokowi sebelumnya meminta kalangan yang tak puas pada Omnibus Law Ciptaker untuk mengajukan uji materi atau judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

” Jika masih ada tidak ada kepuasan pada UU Cipta Kerja ini silakan ajukan uji materi atau judicial review ke Mahmakah Konstitusi,” kata Jokowi melalui siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (9/10.

**ass

Siapa yang Hebat, Prancis atau Portugal?

0

Paris | Jurnal Inspirasi

Timnas Prancis akan menghadapi Portugal di Grup A3 UEFA Nations League alias Liga Bangsa-Bangsa Eropa 2020. Kedua tim sama-sama belum terkalahkan di ajang ini.

Pertandingan sendiri akan berlangsung di Stade de France, Saint-Denis, Prancis, Senin (12/10) dini hari waktu Indonesia. Kick-off pertandingan akan berlangsung 01.45WIB. 

 
Kedua tim sama-sama menang di dua laga pembuka Grup A3 UEFA Nations League. Portugal menang 4-1 melawan Kroasia dan 2-0 melawan Swiss. Sedangkan Prancis menang 1-0 atas Swedia, dan 4-2 ketika menghadapi Kroasia.

Pertandingan dipastikan menarik mengingat nama besar keduanya. Prancis adalah kampiun Piala Dunia 2018. Sedangkan Portugal adalah juara Piala Eropa 2016 sekaligus juara bertahan UEFA Nations League. 


Duel dini hari nanti sekaligus jadi ajang nostalgia final Piala Eropa 2016 di mana Portugal sukes membawa pulang trofi setelah mengalahkan Prancis dengan skor tipis 1-0. Di tempat yang sama, di Stade de France, empat tahun lalu Eder mencetak gol lewat tendangan jarak jauh.

Setelah empat tahun pertemuan monumental tersebut, tentu kedua tim sudah banyak perubahan. Prancis kini diperkuat penyerang sekaliber Kylian Mbappe. Begitu pun Portugal mulai dihuni pemain muda bersinar seperi Joao Felix.

Praktis panggung pertarungan tak lagi didominasi nama-nama seperti Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Antoine Griezmann (Prancis). Tetapi juga pemain lain seperti Diogo Jota (Portugal) dan Dayot Upamecano (Prancis).

Prakiraan Susunan Pemain

Prancis (4-3-1-2): Hugo Lloris; Lucas Digne, Raphael Varane, Clement, Benjamin Pavard; N’Golo Kante, Paul Pogba, Corentin Tolisso; Antoine Griezmann; Kylian Mbappe, Olivier Giroud.
Pelatih: Didier Deschamps

Portugal (4-3-3): Rui Patricio; Raphael Guerreiro, Ruben Dias, Pepe, Joao Cancelo; Ruben Neves, Joao Moutinho, Bruno Fernandes; Bernardo Silva, Joao Felix, Cristiano Ronaldo.
Pelatih: Fernando Santos

** ass/sindonews

Iskandar dan Wahyu TB Masuk Nominasi

0

n Kandidat Arsitek Tim Sepakbola Porda

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Exco PSSI Askab Bogor bidang pembinaan usia muda, Dedi Cakra Baidilah mengatakan, saat ini sudah dibahas nama-nama  kandidat pelatih yang akan jadi arsitek Tim  Sepakbola Kabupaten Bogor untuk Porda Jabar 2021.

“Kalau soal nama yang akan ditetapan jadi pelatih Tim Sepakbola Kabupaten Bogor  memang belum ada. Tapi beberapa nama yang mempunyai lisensi B AFC  di Kabupaten Bogor sudah ada  seperti Iskandar dan Wahyu TB,” beber Cakra.     

Cakra menambahkan,  baik Iskandar maupun Wahyu TB juga masuk dalam pembahasan Exco PSSI Askab Bogor  bersama nama-nama pelatih lainnya .

“Kita tunggu saja dalam waktu dekat ini siapa yang akan jadi arsitek tim sepakbola Kabupaten Bogor menuju BK Porda Jabar 2021,” tuntasnya.  

** Asep Syahmid

Kabupaten Ngawi Penopang Pangan Nasional

0

Ngawi | Jurnal Inspirasi

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, perlunya membangun SDM andal di sektor pertanian karena Indonesia tidak mungkin bisa mencapainya jika hanya mengandalkan petani yang mayoritasnya telah berusia lanjut, berpendidikan rendah, dan tidak mengikuti perkembangan teknologi.

Pentingnya peran Sumber daya manusia (SDM) sebagai agen perubah, dibuktikan oleh kabupaten Ngawi sekalipun jumlah  penyuluh relatif masih kurang yaitu penyuluh ASN 77 dan pendamping 53 yang tersebar di 19 BPP Kostratani  namun dari jumlah tersebut diisi sekitar 65% adalah agen agen perubah muda alias penyuluh-penyuluh milenial yang mampu membawa Kabupaten Ngawi sebagai pemasok pangan no 2 di Jawa Timur.

Lahan sawah di Kabupaten Ngawi seluas 50.197 ha dan Indek Pertanaman (IP) 2.6, pada tahun 2019 posisi sampai dengan bulan November produksi gabah di Kabupaten Ngawi sebesar 778.986 ton. Hasil ini setara dengan 446.904 ton beras, berdasar catatan, konsumsi beras penduduk Kabupaten Ngawi sebesar 92.600 ton per tahun atau 20%. Dengan demikian terjadi surplus beras sebesar 354.304 ton atau 80% persen.

Kabupaten Ngawi sangat diyakini akan menjadi pintu gerbang swasembada pangan nasional disaat menjelang musim penghujanpun, masih terlihat hamparan hijau dan sebagian sudah menguning padi dan jagung menjadi primadona.

Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan ada kebangkitan petani, kebangkitan penyuluh, peningkatan produktivitas yang naik terus menerus dan berkelanjutan. Kalau motor penggerakan tidak piawai dalam mengolah sumber daya manusia maupun Sumber Daya Alamnya.

Dalam pertemuan dengan Tim pemberitaan dari BBPP Batu, Jumat (09/10), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, Ir. Marsudi M.M.A, diawali dengan mengatakan bahwa tahun 2019, 4 BPP sudah mendapat bantuan yaitu BPP Ngrambe, BPP Paron, BPP Widodare dan BPP Kedunggalar.

Sementara tahun 2020 ada 6 BPP Kostratani yang mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian. Adanya dukungan dari berbagai pihak, tentu akan memudahkan jalan untuk kabupaten Ngawi menjadi pemasok pangan Nasional. “Kita berharap dapat bekerjasama dengan pemerintah pusat, termasuk dalam hal perbaikan BPP-BPP”.

Lebihlanjut Marsudi mengatakan, Ngawi adalah sentra tanaman padi, termasuk kecamatan yang paling luas lahan sawahnya. Menurutnya, dengan dukungan dari pemerintah pusat Ngawi bertekad untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Kami mohon arahannya agar target target kami ada perbaikan dengan baik, sehingga pertanian Ngawi bisa mencapai sasaran,” katanya.

Ditempat terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Dr. Wasis Sarjono S.Pt, M.Si mengatakan petani dan penyuluh di Ngawi sangat aktif. Ini dapat dilihat dari kecepatannya merespon pemerintah pusat, BPP di Ngawi sudah 100% terkoneksi dengan AWR.

Produktivitas pertanian Ngawi termasuk tertinggi, sekalipun lahan pertaniannya tidak terlalu luas dan jumlah penyuluh juga relatif sedikit namun mampu meningkatkan produksi.

** T2S/Wan

HADITS HARI INI

0

11 Oktober 2020
23 Shafar 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى جُفَالُ الشَّعَرِ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair, Muhammad bin Al Ala dan Ishaq bin Ibrahim, berkata Ishaq: Telah mengkhabarkan kepada kami, sementara yang lain berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari Syaqiq dari Hudzaifah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Dajjal, buta mata sebelah kanan dan berambut ikal, bersamanya ada Surga dan Neraka. Nerakanya adalah Surga dan Surganya adalah Neraka.

HR Muslim No. 5222.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Karang Taruna Lawanggintung, Gelar Aksi Sosial Bantu Korban Banjir Bandang Cicurug

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Karang Taruna Kelurahan Lawanggintung Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor gelar aksi sosial pada hari Sabtu, (10/10/2020) di wilayah bencana banjir bandang yang telah meluluh lantakan belasan desa di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, yang terjadi pada 21 September 2020 lalu yang berdampak pada sekira 176 KK atau 525 jiwa dan terdata sebanyak 78 jiwa terpaksa harus mengungsi.

Dikatakan Ketua Karang Taruna Lawanggintung Iwan Setiawan M, kegiatan yang dilakukanya ini karena Karang Taruna yang diketuainya ini terlahir dari organisasi dengan latar belakang kesejahteraan sosial. Atas dasar itulah hati dan nurani para anggota dan relawan terketuk untuk melakukan aksi kemanusian dan sosial tersebut.

“Karang taruna adalah organisasi yang di bentuk atas dasar kesejahteraan sosial karena inilah saya dan rekan-rekan Karang Taruna yang berada di wilayah Kelurahan Lawanggintung merasa terpanggil saat terjadi banjir bandang di wilayah Kecamatan Cicurug itu untuk turut membantu bagi warga yang terdampak dengan cara mengajak warga untuk membantu para korban. Alhasil program yang kami jalankan juga mendapat support dari Lurah dan unsur terkait dan respon positif dari seluruh warga lawanggintung,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor,

Iwan melanjutkan, keberangkatnya di Kantor Kelurahan Lawanggintung dilepas langsung oleh Lurah Lawanggintung Riswan Makmur. Kegiatan sosial ini diikuti oleh sejumlah unsur diantaranya, pihak Kelurahan Lawanggintung, LPM, BKM, Babinmas, Babinsa dan sejumlah kader PKK Kelurahan Lawanggintung. Terkumpul sumbangan dari warga 30 boks mie instan, 3 karung beras, minyak goreng, popok bayi, pakaian layak pakai dan sejumlah uang.

“Dilokasi penyerahan bantuan warga sangat antusias dan menyambut para relawan, dan kami berharap apa yang kami donasikan dapat meringankan beban mereka dan alhamdulilah respon dari relawan dan warga yang terdampak atas bantuan yang kami berikan sangat positif. Satu kepuasan hati buat kami saat melihat mereka tersenyum dan ucap rasa syukur terhadap apa yang sudah kita lakukan,” tukasnya.

Handy Mehonk

Jokowi Sebut Upah Minimum Tetap Ada, Faktanya Pasal 89 Dihapus

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Presiden Joko Widodo menyebut banyak disinformasi dan hoaks yang membuat Undang-Undang Cipta Kerja mendapat penolakan masyarakat. “Saya ambil contoh ada informasi yang menyebut penghapusan Upah Minimum Provinsi, Upah Minimum Kabupaten, dan Upah Minimum Sektoral Provinsi, hal ini tidak benar,” kata Jokowi dalam dalam keterangan pers dari Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat (9/10) petang. “Karena pada faktanya Upah Minimum Regional (UMR) tetap ada,” katanya.

Faktanya, jika membandingkan UU Cipta Kerja dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, maka ada sejumlah aturan yang berubah terkait upah minimum. Salah satunya adalah dihapusnya pasal 89 ayat 1 huruf (b) yang mengatur upah minimum sektoral.

Penghapusan ini tercantum dalam Bab IV Ketenagakerjaan poin 26. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal menilai, dihapusnya upah minimum sektoral ini merupakan bentuk ketidakadilan. Sebab, sektor bisnis dengan penghasilan yang besar bagi negara akan memberi upah ke pekerja mengacu upah minimum regional.

“Sektor pertambangan seperti Freeport, Nikel di Morowali dan lain-lain, nilai upah minimumnya sama dengan perusahan baju atau perusahaan kerupuk. Itulah sebabnya, di seluruh dunia ada Upah Minimum Sektoral yang berlaku sesuai kontribusi nilai tambah tiap-tiap industri terhadap PDP negara,” kata Said Iqbal.

Lalu, ketentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tidak hilang, namun mengalami perubahan.

Dalam pasal 89 ayat (1) UU Ketenagakerjaan, disebutkan upah minimum terdiri atas upah minimum berdasarkan wilayah provinsi atau kabupaten/kota. Pasal itu dihapus dalam UU Cipta Kerja. Sebagai gantinya ada pasal ada penambahan pasal 88 C yang berbunyi:

(1) Gubernur wajib menetapkan upah minimum provinsi. (2) Gubernur dapat menetapkan upah minimum kabupaten/kota dengan syarat tertentu. (3) Upah minimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan.

 (4) Syarat tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi pertumbuhan ekonomi daerah dan inflasi pada kabupaten/kota yang bersangkutan. (5) Upah minimum kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus lebih tinggi dari upah minimum provinsi.

(6) Kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menggunakan data yang bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik. (7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penetapan upah minimum sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan syarat tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Buruh menyoroti bunyi aturan yang menyebut UMK ditetapkan bersyarat yang akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah. “Bagi KSPI, hal ini hanya menjadi alibi bagi pemerintah untuk menghilangkan UMK di daerah-daerah yang selama ini berlaku, karena kewenangan untuk itu ada di pemerintah. Padahal dalam UU 13 Tahun 2003, UMK langsung ditentukan tanpa syarat,” kata Said Iqbal.

Lalu Said Iqbal juga menyoroti UMK yang tak lagi wajib ditetapkan oleh Gubernur. Gubernur hanya diwajibkan menetapkan UMP. “Ini makin menegaskan kekhawatiran kami bahwa UMK hendak dihilangkan, karena tidak lagi menjadi kewajiban untuk ditetapkan,” kata dia.

Adapun yang diinginkan buruh adalah UMSK tetap ada dan UMK ditetapkan sesuai UU 13 Tahun 2013 tanpa syarat, dengan mengacu kepada kebutuhan hidup layak (KHL).

**ass/kompas


Demokrat Ancam Tempuh Jalur Hukum

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Partai Demokrat tak terima dengan pernyataan aksi demonstrasi tolak Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja atau Ciptaker diinisiasi dan didanai Cikeas. Pernyataan tersebut dinilai fitnah yang mendiskreditkan Demokrat dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat, Ossy Dermawan, mengatakan, pernyataan tersebut tak berdasar sehingga masuk kategori hoaks. “Pernyataan aksi dan gerakan besar penolakan UU Ciptaker 8 Oktober 2020, diinisiasi dan didanai Partai Demokrat atau Cikeas adalah pernyataan fitnah dan hoaks serta tidak berdasar. Pernyataan tersebut juga melecehkan kaum buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat lain yang turun ke jalan, yang murni menyuarakan penolakan UU Ciptaker,” kata Ossy, dalam keterangannya dikutip dari Viva, Sabtu (10).

Ossy menekankan, jika memang masih ada pihak yang melancarkan tudingan yang tak berdasar maka Demokrat akan mengambil langkah tegas. “Jika ada pihak-pihak yang melancarkan fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar terhadap Partai Demokrat, maka kami akan menempuh jalur hukum,” ujar Ossy.

Dia menambahkan, memang Demokrat punya sikap berbeda dengan menolak UU Ciptaker. Ia bilang hal ini wajar dalam demokrasi. Pun, tak hanya Demokrat, ada juga ormas seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, beberapa kepala daerah sampai serikat buruh juga menolak undang-undang tersebut.

Terkait aksi demo besar menolak UU Ciptaker, menurutnya, Demokrat sudah mengeluarkan instruksi khusus yang disampaikan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

“Untuk itu DPP Partai Demokrat telah mengeluarkan surat kepada para ketua DPD dan DPC seluruh Indonesia nomor: 119/INT/DPP.PD/X/2020 tanggal 7 Oktober 2020, perihal arahan ketua umum kepada seluruh kader Partai Demokrat untuk tidak melakukan provokasi dan pengerahan massa,” tutur Ossy. 

Namun, ia mengakui ada arahan AHY agar para anggota DPRD bisa menerima para pendemo di kantor DPRD masing-masing. Kata dia, maksud cara ini agar aspirasi masyarakat bisa disalurkan dengan baik. Dengan demikian, para pendemo tidak melakukan tindakan anarki karena suaranya tersalurkan.

Kemudian, Ossy menambahkan, di parlemen, Fraksi Demokrat juga sudah mengirim surat kepada Ketua DPR RI Puan Maharani perihal permohonan permintaan dokumen RUU Cipta Kerja. Surat tersebut tertuang dalam Nomor: FPD.155/DPR.RI/X/2020.

“Karena pascadisahkannya RUU tersebut menjadi UU, secara resmi Fraksi Partai Demokrat belum mendapatkan dokumen UU Ciptaker yang telah disahkan tersebut. Padahal lazimnya, jika RUU tersebut akan disahkan menjadi UU, setiap Fraksi di DPR RI akan menerima dokumennya,” ujarnya.

Sebelumnya, sempat viral di Twitter tagar #CikeasBandarDemo pada Kamis, 8 Oktober 2020. Salah satu netizen yang memakai tagar ini adalah akun @digeeembokFC.

** ass