23 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1443

Empat Anggota Moge Jadi Tersangka

0

Padang | Jurnal Inspirasi

Perjalanan rombongan motor gede (moge) Harley Davidson asal Bandung ke Aceh harus berhenti di Sumatera Barat setelah anggota moge terlibat penganiayaan terhadap dua orang anggota intel TNI, yakni Serda Muhamad Yusuf dan Serda Mistari. Empat orang jadi tersangka dan 17 orang lainnya masih berstatus saksi, karena belum didapati terlibat insiden penganiayaan di Bukittinggi. Sepeda motor mereka masih ditahan di Markas Polres Bukittinggi. 

 “Mereka rencananya akan touring ke titik nol, Sabang, Aceh, tapi karena ada kejadian ini perjalanan terhenti sementara,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat, Komisaris Besar Polisi Stefanus Satake Bayu kepada wartawan, Minggu (1/11).

Mereka bertolak dari Kota Kembang menuju ke Sabang, Aceh lewat jalur darat. Saat melintas di Bukittinggi, beberapa orang dari mereka terlibat perselisihan dengan mengeroyok dua pengendara sepeda motor yang tak lain Serda Mistari dan Serda Yusuf. “Masih, semua masih berada di Bukittinggi. Nanti kita lihat situasi apakah mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan atau tidak. Sementara ini yang tidak terlibat masih menginap di salah satu hotel di Bukittinggi,” katanya.

Dia menegaskan, kasus ini akan tetap diproses oleh polisi. Apalagi, sebanyak empat orang telah ditetapkan jadi tersangka. Keempatnya adalah MS (49) dan B (18), serta H (48) dan J (26). “Enggak (damai), masih proses. Karena yang dua itu juga sudah ditahan juga. Intinya masih proses, masih proses pemeriksaan,” kata dia.

Sebelumnya, dua orang anggota Intel Kodim 0304/Agam telah menjadi korban arogansi puluhan pencinta moge ketika tengah melintas di Jalan Dr. Hamka, Kota Bukittinggi. Serda Mis dan Serda MY menjadi korban pengeroyokan setelah dirinya menghentikan rombongan pengendara moge yang hampir mencelakainya di jalan raya.

Ironisnya, meski Serda Mis dan Serda MY sudah menjelaskan bahwa dirinya adalah anggota TNI, rombongan moge itu tetap mengeroyok mereka, bahkan para pencinta motor gede itu sempat mengancam akan menembak dua anggota Intel Kodim Agam itu.

Akibat dipukuli rombongan moge itu, keduanya mengalami luka-luka. Serda Mis mengalami luka bibir pecah, kepala bengkak. Sementara itu, Serda MY mengalami bengkak di bagian kepala akibat diinjak, serta bagian perut menderita memar akibat tendangan para pelaku pengeroyokan.

Sementara Indonesia Police Watch (IPW) mengecam pernyataan Letnan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago, yang mengatakan kasus pengeroyokan yang dilakukan anggota moge yang dipimpinnya terhadap dua prajurit TNI sebagai masalah kecil. 
IPW menilai pernyataan Djamari itu sangat tidak mendidik, dan sangat mengedepankan sikap arogansi dari seorang pensiunan militer. Seharusnya sebagai pimpinan kelompok moge itu, Djamari meminta maaf kepada masyarakat karena anggota rombongannya sudah berbuat semena-mena. Tidak hanya kepada masyarakat umum di jalanan, tapi juga kepada anggota TNI yang dikeroyok.

Sikap Djamari yang arogan itu, tidak pantas ditiru dan akan membuat dirinya dicibir oleh masyarakat luas, yang pada akhirnya akan merugikan dirinya sebagai pensiunan yang seharusnya dihormati publik. IPW berharap, Djamari sebagai purnawirawan mau berjiwa besar mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada masyarakat luas, khususnya kepada kedua prajurit TNI yang sedang terbaring di rumah sakit akibat dikeroyok anggota masyarakat sipil pengguna moge tersebut.

“Seharusnya, Djamari bisa berkomentar lebih santun dan kebapakan dalam melihat kasus ini. Belajar dari kasus ini, sudah saatnya para petinggi yang menjadi pimpinan motor gede mengingatkan para anggotanya agar tidak bersikap arogan di jalanan,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane dalam siaran persnya, Minggu (1/11).

“Tidak bersikap ugal-ugalan atau tidak menjadi raja jalanan seperti geng motor yang banyak dikeluhkan masyarakat. Jika pengendara moge bersikap ugal-ugalan seperti geng motor, bukan mustahil masyarakat akan memberi perlawanan pada mereka dan pengendara moge akan menjadi musuh masyarakat di jalanan,” tambahnya.

Para purnawirawa yang menjadi pimpinan moge, jangan mau menjadi bamper dan backing atas keugalugalan anggotanya. Jika tidak, mereka akan dicibir dan tidak dihargai publik. “IPW mendesak Polda Sumbar memproses kasus ini dengan promoter. Selain dikenakan pasal telah melakukan penganiayaan, pengendara moge itu harus dikenakan pasal berlapis, yakni melawan aparatur negara,” tukasnya.

Sebaiknya, kasus ini diselesaikan di pengadilan agar ada efek pembelajaran agar pengendara moge tidak bersikap seenaknya ugal ugalan dan pimpinannya tidak arogan atau menganggap sepele persoalan yang ada, yang sudah membuat masyarakat terluka.

** ass

Filter HEPA tak Dianjurkan untuk Masker Wajah

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa masker kain yang menggunakan atau mengandung bahan filter HEPA lebih efektif dibandingkan dengan masker N95 dalam mencegah penularan berbagai virus, termasuk Covid-19. Namun, riset tersebut sangat tidak menganjurkan penggunaan bahan filter HEPA untuk masker wajah karena berbahaya bagi kesehatan.

Filter HEPA merupakan bahan yang biasa digunakan untuk menyaring debu dalam vacuum cleaner. Bahan ini juga umum ditemukan dalam berbagai air purifier. Hal itu merupakan salah satu kesimpulan dari tim peneliti dari Universitas Cambridge dan Universitas Northwestern yang telah melakukan penelitian masker dari sejumlah kain, mulai dari kaus sampai jeans. Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan jenis bahan masker kain apa yang paling efektif dalam mencegah virus Covid-19.

Dikutip dari situs Universitas Cambridge, para peneliti menguji keefektifan kain yang berbeda dalam menyaring partikel antara 0,02 dan 0,1 mikrometer, seukuran dengan sebagian virus. Penelitian dilakukan dengan kecepatan partikel yang cukup tinggi, yakni sebanding dengan batuk atau napas berat. Mereka juga menguji N95 dan masker bedah, yang lebih umum digunakan dalam pengaturan perawatan kesehatan.

Salah satu peneliti, Eugenia O’Kelly dari Fakultas Teknik Cambridge, menyatakan bahwa para peneliti berkonsultasi dengan komunitas penjahit online untuk mengetahui jenis kain apa yang mereka gunakan untuk membuat masker. Karena kekurangan masker N95 pada saat itu, beberapa peneliti melaporkan bahwa mereka bereksperimen dengan memasukkan kantong vakum filter HEPA ke dalam masker.

Para peneliti menemukan bahwa kantong vakum baik yang sekali pakai atau yang dapat digunakan kembali efektif dalam memblokir partikel-partikel kecil. Namun para peneliti menyatakan bahwa kantor filter HEPA sekali pakai tidak boleh digunakan sebagai masker wajah. Pasalnya, ada komponen yang mungkin terlepas saat pemotongan, dan mungkin mengandung bahan komponen yang tidak aman untuk dihirup. .

“Ini masalah menemukan keseimbangan yang tepat – kami ingin bahannya efektif dalam menyaring partikel, tetapi kami juga perlu tahu bahwa mereka tidak membuat para pengguna masker berisiko menghirup serat atau serat, yang bisa berbahaya,” kata O’Kelly.

Penelitian juga mengungkapkan bahwa masker kain yang biasa diproduksi oleh usaha rumahan, dinyatakan memiliki efektifitas lebih bila terdiri atas beberapa lapis kain. Efektifitas juga semakin meningkat beberapa lapis kain tersebut dijahit kuat dan diberikan bahan tambahan yang kaku seperti yang ada di kerah baju. Namun, hal ini juga membuat bernafas semakin sulit bila dibandingkan dengan masker N95.

Para peneliti juga mempelajari kinerja kain saat lembab, dan setelah mereka melalui siklus pencucian dan pengeringan normal. Mereka menemukan bahwa kain bekerja dengan baik saat lembab dan bekerja cukup baik setelah satu siklus pencucian. Namun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pencucian berulang dapat menurunkan kualitas kain, dan para peneliti mengingatkan bahwa masker tidak boleh digunakan kembali tanpa batas waktu.

Hingga saat ini, pakai masker merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penularan Covid-19. Namun, hal ini juga harus dilakukan bersamaan dengan jaga jarak dengan orang lain, dan cucitangan yang rutin.

** ass

Maulid Nabi, Warga Kalong Dagul Pawai Dongdang

0

Jasinga | Jurnal Inspirasi

Banyak hal yang dilakukan untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, salah satunya yang terjadi di Kampung Kalong Dagul, Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga dengan menggelar pawai dongdang,  cukur rambut bayi sampai membawa bakakak ayam ke masjid untuk dibagikan ke yatim dan warga sekitar.

“Jadi biasanya tradisi ini memang sudah setiap tahun digelar khususnya wilayah Jasinga tapi mungkin tidak semua daerah,” kata tokoh pemuda, Kalong Dagul Atmaja kepada wartawan, kemarin.

Ia juga menjelaskan, usai melaksanakan rangkaian kegiatan berzikir dan berdoa, dongdang yang sudah dibawa dibagikan kembali ke warga dan tokoh masyarakat.

“Untuk dongdang makanan dan bakakak ayam kita bagikan ke warga, yatim, janda dan warga kurang mampu sebagai keberkahan dari hasil bumi yang dibawa,” jelasnya.

Sementara itu, warga lain Hamdany (37) menuturkan, bahwa tradisi ini sudah turun temurun dilakukan setiap peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

“Ada hal unik, jadi dongdang makanan sebelum dibagikan selalu menjadi rebutan warga karena yang dibawa itu hasil bumi dari warga,” tutupnya.

** Cepi Kurniawan

Warga Rancasari Kompak Sambut Maulid Nabi di Ponpes Nurul Huda

0

Rancabungur | Jurnal Inspirasi

Demi memperingati kelahiran Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW, di Ponpes Nurul Huda, warga masyarakat Kampung Rancasari Serempet RT 05, RW 02, Desa Pasir Gaok, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, kompak mempersiapkan acara Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (1/10).

Salah satu warga, Dedeh mengatakan warga setiap kegiatan apapun selau kompak, apalagi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sejak pagi hari kaum ibu, dan muda-muda membagi tugas untuk menyiapkan hidangan.

“Kami datang sejak pagi hari dari sini, ibu-ibu, pemudi membagi tugas ada yang masak dan yang menyiapkan bahan bahan untuk memasak dan yang lainya,” kata Dedeh.

Warga merasa bahagia bisa kumpul dengan tetap menjaga protokol kesehatan. “Senang kita warga di sini kompak demi acara yang positif apalagi ini untuk mempersiapkan acara kelahiran Nabi Muhammad SAW,” kata Dedeh

Pimpinan Pondok Pesantren Ustadz Ahmad berharap setiap ummat Islam yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. “Alhamdulillah warga di sini kompak untuk memperingati acara Maulid Nabi Muhammad SAW, selain santri warga juga dari kaum bapak hingga kaum ibu-ibunya antusias membantu,” katanya.

“Dan kita berharap Covid-19 segera berkahir dengan memperbanyak shalawat kepada kekasih Allah Nabi Muhammad SAW,” harapnya.

Sementara itu acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertemakan ‘Meningkatkan Akhlakul Karimah dan Kualitas Iman serta Pengamalan Sunnah Rasulullah’ akan digelar Minggu malam diisi oleh penceramah Habib Fahmi Al Idrus.

** Cepi Kurniawan

Warga Cibir Oligarki Ala Desa Cibadak

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Sejumlah warga Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea mencibir majunya bakal calon kepala desa yang terkesan oligarki, dimana setelah jabatan Endang Suryana berakhir setelah dua periode, kini istrinya, Liya Muliya maju mencalonkan diri. Pasalnya, di Desa Cibadak dinilai tak ada perubahan lebih baik di mata masyarakat.

Pipanisasi tidak ada airnya.

“Saluran irigasi terbengkalai, program air bersih dengan pipanisasi juga sama tidak ada airnya. Jadi apa yang diharapkan, jalan juga rusak,” ujar salah satu warga.

Tak hanya itu, meskipun sudah ada edaran dari Sekda Kabupaten Bogor nomor 141-1/1123-DPMD/2019 mengenai persyaratan bakal calon yang didalamnya ada imbauan netralitas aparatur desa, termasuk BPD, RT/RW, LPM, Karang Taruna, PKK, Posyandu dan Linmas, namun warga meragukan netralitas tersebut.

“Aparatur banyak yang masih kerabat dari Kades sebelumnya. Bahkan di beberapa kesempatan Liya Muliya menyinggung bakal calon lain, tong hayang nyaralon mun teu boga 2 miliar mah (jangan mau nyalon kalau tidak punya uang 2 miliar-red),” ujar warga yang identitasnya minta dirahasiakan.

Liya Muliya sendiri belum bisa dikonfirmasi perihal tersebut. Namun calon yang lain, Karyama mengharapkan warga agar tak tergiur dengan iming-iming dan bisa memilih dengan hati nuraninya. Karyama sendiri telah menyiapkan visi misi yang menurutnya akan membawa Desa Cibadak lebih baik. Salah satunya mendukung Pancakarsa dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Saluran irigasi tidak ada airnya dan dipenuhi sampah.

“Kesejahteraan warga disini masih perlu ditingkatkan, makanya perlu menggali segenap potensi yang ada. Bumdes harus dikelola dengan baik agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, begitu juga dengan program-program desa yang mengarah kepada kesejahteraan, tentu nanti ada program kesehatan, pendidikan dan yang lainnya,” kata dia.

Sementara bakal calon di Desa Cibadak yakni Karyama, Ahmad Badawi, Liya Muliya, Maryono, E.Kusmayadi, Badri Efendi dan Syamsul Bahri.

** ass

Perekonomian Puncak Mulai Bergeliat

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Seiring dengan dilonggarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar oleh pemerintahan pusat, roda perekonomian masyarakat yang ada di wilayah Puncak, Cisarua dan Megamendung terlihat mulai ada peningkatan. Ini seiring dengan mulai masuknya warga DKI dan luar kota lainnya melakukan kegiatan di wilayah pariwisata ini. Dua pasar tradisional yang ada di dua Kecamatan, Cisarua dan Megamendung kini kembali dipadati oleh para pengunjung.

Begitu juga, untuk tempat-tempat pariwisata mulai didatangi para wisatawan lokal. Dengan demikian, roda perekonomian yang selama pandemi ini terpuruk, dengan perlahan mengalami pergerakan. “Mulai ada pembeli bagi pedagang kecil seperti saya ini. Sebelumnya, dagangan kami tidak laku dan tidak jarang kami memakannya sendiri dan keluarga di rumah,” ujar Suherman, pedagang asongan di jalur Puncak.

Kembali didatanginya wilayah Puncak oleh para wisatawan, juga sangat dirasakan manfaatnya oleh para petani. Buah pisang yang selama ini dimakan sendiri, kini mereka bisa menjajakannya kembali di tepi jalan atau kembali dijual ke tengkulak. “Bosan selama pandemi memakan pisang atau singkong. Sudah satu pekan ini, pisang dan singkong bisa saya jual dan ada yang membelinya. Mudah-mudahan pandemi ini cepat selesai,” kata Engkos.

Dilain pihak, untuk menunjang kembali normalnya perekonomian masyarakat, Pemkab Bogor melalui pemenang tendernya kini juga tengah menggeber mengoptimalkan ruas jalan Cikopo Selatan. Badan jalan kiri dan kanannya  dilebarkan masing masing 1 meter.  “Majunya sektor ekonomi masyarakat harus ditunjang oleh infrastruktur yang layak. Dengan  demikian, untuk mengantisipasi terjadinya pelonjakan pengunjung ke kawasan Puncak, ruas jalan Cikopo Selatan kini dioptimalkan. Dan kegiatan pembangunannya sedang berjalan,” pungkas Kepala PUPR Unit Wilayah Ciawi, Eko Sulistianto.

** Dadang S.

Kasie Ekbang Babakan Madang Tidak Tahu Perkembangan Pisew

0

Babakan Madang | Jurnal Inspirasi

Kecamatan Babakan Madang mendapat Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) yakni di Desa Sumurbatu, Karang Tengah dan Desa Bojongkoneng. Namun Kasie Ekbang Kecamatan Babakan Madang Nurkholik mengaku tidak tahu progress atau perkembangan pekerjaan Pisew di wilayahnya.

“Saya kan baru 3 bulan disini, jadi saya belum menanyakan dan belum cek lokasi juga, yang saya tahu ada 3 desa yang mendapati program Pisew tersebut yaitu Desa Sumurbatu, Karang Tengah dan Bojongkoneng, namun saya sendiri belum cek lokasi tersebut, “ ujar Nur Kholik, beberapa waktu lalu.

Tak hanya progresnya, Kasie yang membidangi program tersebut, juga tidak mengetahui volume dan anggaran yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut yang justru menyarankan wartawan Jurnal Bogor untuk konfirmasi kepada salah satu stafnya.

“Proyek sudah berjalan 1 bulan, tepatnya proyek tersebut dimana pun saya tidak tahu, cuma tau nama desanya saja, besar anggaran volume sama sekali saya tidak tahu, pernah sih dilaporkan hanya lisan saja oleh staf saya Zaini, kalo dalam bentuk berkas belum disodorkan kepada saya, silahkan langsung konfirmasi kepada staf saya yang menangani program Pisew tersebut ,“ jelas Nur kholik.

Saat Jurnal Bogor menyambangi Desa Sumurbatu, Kaur Pembangunan mengatakan bahwa memang ada proyek Pisew berupa saluran irigasi di RT 06, namun tidak tahu juga besaran anggaran dan sudah sejauh mana pengerjaannya karena pihak desa tidak dilibatkan.

“ Ya ada program cuma kita tidak tahu anggarannya serta volumenya karena tidak ada komunikasi dari pelaksana kegiatan kepada Pemerintahan Desa Sumur Batu, tapi saya akan tanyakan nanti sudah sejauh mana pengerjaannya karena yang menikmati program tersebut warga kami, baik buruk dan untung ruginya nanti juga warga kami yang merasakan, “katanya.

Pisew sendiri merupakan program yang dilaksanakan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan dan mengembangkan insfrastruktur yang mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pemukiman di kecamatan serta meningkatkan kualitas pemukiman pedesan.

** Nay Nur’ain

Besok, Istana Tetap Jadi Sasaran Demo Buruh

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Demonstrasi buruh pada Senin (2/11) akan dipusatkan di Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan titik kumpul di Patung Kuda, Jakarta Pusat, pukul 10.30 WIB. Sebanyak 32 serikat buruh, seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN, dan Gerakan Kesejahteraan Nasional memastikan akan menggelar demonstrasi serentak di 24 provinsi.

Presiden KSPI Said Iqbal mengklaim aksi itu akan diikuti puluhan ribu buruh di wilayah Jabotabek. “Tuntutan yang akan disuarakan adalah batalkan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dan upah minimum tahun 2021 (provinsi, kabupaten/kota, sektoral provinsi, dan sektoral kabupaten/kota) tetap naik,” ujarnya dalam keterangan pers dikutip dari Sindonews, Minggu (1/11).

Said menerangkan pihaknya juga akan menyerahkan gugatan uji materiil dan formil UU Ciptaker ke MK. Jika UU tersebut belum memiliki nomor hingga besok, KSPI dan KSPSI AGN akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan MK.

KSPI mengklaim buruh yang akan mengikuti demonstrasi berasal dari Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang Raya, Serang, Cilegon, Karawang, Bekasi, Purwakarta, dan Indramayu. Selain itu, buruh di Cirebon, Bandung raya, Cimahi, Cianjur, Sukabumi, Semarang, Kendal, Jepara, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik pun menggelar demonstrasi.

“Aksi KSPI dan 31 federasi lainnya ini non-violence (anti kekerasan), terukur, terarah, dan konstitusional. Aksi ini dilakukan secara damai, tertib, dan menghindari anarkis,” tutur Said.

Dia menjelaskan demonstrasi akan kembali dilakukan pada 9 November 2020 di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk menuntut dilakukan legislative review. Sehari kemudian, para buruh akan demonstrasi di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan untuk menuntut upah minimum 2021 harus tetap naik.

** ass

HADITS HARI INI

0

01 November 2020
15 Rabi’ul Awwal 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ وَهُوَ يَذْكُرُ الْحِجْرَ مَسَاكِنَ ثَمُودَ قَالَ سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ إِنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ مَرَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْحِجْرِ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُوا مَسَاكِنَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ إِلَّا أَنْ تَكُونُوا بَاكِينَ حَذَرًا أَنْ يُصِيبَكُمْ مِثْلُ مَا أَصَابَهُمْ ثُمَّ زَجَرَ فَأَسْرَعَ حَتَّى خَلَّفَهَا

Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya, telah mengkhabarkan kepada kami Ibnu Wahab, telah mengkhabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab ia menyebut Hijr, -tempat tinggal kaum Tsamud-, berkata Salim bin Abdullah bahwa Abdullah bin Umar kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melintas di Hijr, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada kami:

Janganlah kalian memasuki tempat-tempat tinggal orang yang menzhalimi diri mereka sendiri kecuali kalian menangis karena khawatir kalian tertimpa seperti yang menimpa mereka.

Beliau kemudian menghalau, lalu cepat-cepat pergi hingga meninggalkan kami.

HR Muslim No. 5293

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Penyandang Disabilitas di Karehkel Terima Kursi Roda

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Bantuan Bupati Bogor melalui Dinas Sosial (Dinsos) berupa pemberian alat bantu bagi para lansia dan penyandang disabilitas kembali diberikan oleh Pemerintah Kecamatan Leuwiliang. Kali ini alat bantu diberikan berupa kursi roda kepada Azizah (13) yang merupakan warga penyandang disabilitas asal Kampung Bojongkaum RT 01 RW 05, Desa Karehkel.

Camat Leuwiliang melalui Kasi Pemberdayaan dan Kesejahtraan Masyarakat (PKM) Hari Prihartono mengatakan, bantun tersebut dari kesepuluh alat bantu yang diberikan kepada masyarakat sesuai kondisinya.” Pemberian ini kita sesuaikan dengan kondisi apa yang dibutuhkan,” kata Hari kepada Jurnal Bogor, Sabtu (31/10).

Program rehabilitasi sosial yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Bogor tentunya sangat membantu kebutuhan para lansia dan penyandang disabilitas.” Bantuan berupa kursi roda yang sudah lama dinantikan Azizah, mudah mudahan  ini bisa bermanfaat dalam menunjang aktivitas sehari-hari,” tambah Hari.

Ia menyebutkan, Azizah salah satu penerima bantuan sejak usia lahir telah menderita penyandang disabilitas. ” Bantuan sosial dari Pemkab Bogor program  yang tepat sasaran serta bisa dirasakan masyarakat  yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Desa Karehkel Odih Marwan berharap program ini bisa terus berkelanjutan mengingat kegiatan kemanusiaan tersebut bisa menyentuh langsung dalam kondisi masyarakat yang membutuhkan.

” Apalagi  yang menerima bantuan itu, utamanya para lansia dan penyandang disabilitas. Kami ucapkan terimakasih pada semua pihak, dengan adanya  program tersebut sehingga warga kami bisa terbantu,” jelas Kades.

** Arip Ekon