24.1 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1407

DPR Lembaga Paling Korup

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Transparency International Indonesia (TII) mempublikasikan hasil survei Global Corruption Barometer (GCB) 2020 yang menyatakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah lembaga paling korup di Indonesia. Ada 51 persen responden berpendapat demikian.

TII menuturkan temuan tersebut sejalan dengan tren di Asia di mana parlemen menjadi institusi publik yang paling korup. Selain DPR, pihak yang dianggap korup berdasarkan survei yakni pejabat pemerintah daerah dengan persentase 48 persen, pejabat pemerintahan 45 persen, Polisi 33 persen, Pebisnis 25 persen, Hakim/Pengadilan 24 persen.

Kemudian Presiden/Menteri 20 persen, LSM 19 persen, Bankir 17 persen, TNI 8 persen dan pemuka agama 7 persen. Dibandingkan pengukuran GCB 2017, seluruhnya cukup turun signifikan, kecuali persepsi pada Pemerintah Daerah yang naik 1 persen,” tulis TII.

Survei GCB 2020 di Indonesia ini berdasarkan wawancara melalui telepon dengan menggunakan metode Random Digital Dialing (RDD) dengan kontrol kuota dalam pemilihan sampel dengan margin of error +/- 3.1 persen.

Survei melibatkan 1.000 responden rumah tangga, usia di atas 18 tahun dengan latar belakang pendidikan, gender, dan lokasi yang beragam. Ada pun periode pengambilan data berlangsung pada 15 Juni hingga 24 Juli 2020.

Komposisi responden di Indonesia terdiri dari 50,3 persen perempuan dan 49,7 persen laki-laki, serta persentase kelompok usia terbanyak 38,2 persen dalam rentang usia 26-35 tahun. Responden survei tersebar di 28 provinsi yang mewakili lima pulau di Indonesia.

“Sebanyak 772 responden berasal dari pedesaan (77,2 persen) dan 228 di antaranya berasal dari perkotaan (22,8),” ucap TII.

** ass/cnn

Vaksin Merah Putih Uji Klinis ke Hewan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pengembangan vaksin Covid-19 produksi dalam negeri (vaksin merah putih) terus berlanjut. Bulan ini ditargetkan vaksin merah putih akan memasuki tahap uji klinis pada hewan.

Tahap ini untuk mengetahui keamanan dan imunogenitas desain vaksin merah putih yang dikembangkan beberapa lembaga, yakni Lembaga Biomolekular Eijkman, LIPI, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pengembangan vaksin merah putih ini merupakan bagian dari usaha pemerintah dalam memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di Tanah Air.

Pemerintah sendiri dalam upaya memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 menggunakan strategi double track, yaitu untuk mengejar kecepatan pemenuhan dilakukan kerja sama dengan lembaga luar negeri seperti kerja sama Biofarma dan Sinovach China serta mendorong lembaga dalam negeri mengembangkan vaksin merah putih untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 dalam jangka panjang.

“Update dari yang Eijkman, saat ini sebenarnya masih on track dengan harapan bulan ini barangkali sudah mulai menuju uji hewan, animal test,” ungkap Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro kemarin.

Dia menjelaskan uji praklinis kepada hewan ini untuk memastikan keamanan dan efektivitas desain vaksin Covid-19 sebelum masuk pada tahap uji klinis kepada manusia. Jika tahapan uji praklinis ini menunjukkan hasil menggembirakan, pada bulan Februari atau Maret 2021 bibit vaksin dari pengembangan Eijkman bisa diserahkan kepada Biofarma. “Sehingga paling lambat Februari atau Maret 2021 itu sudah bisa menyerahkan bibit vaksinnya kepada Biofarma. Itu perkembangan yang dari Eijkman,” katanya.

Selain Eijkman, kata Bambang, ada dua lagi pengembangan vaksin merah putih dari tim Unair dan UI yang juga relatif cepat. Bahkan time table-nya hampir sama dengan Eijkman. “Kita melihat ada dua lagi yang relatif cepat dari Universitas Airlangga yang mungkin time table-nya hampir sama dengan Eijkman. Nah jadi mudah-mudahan nanti ketika masuk produksinya pun tidak berbeda jauh,” kata dia. 

Dia mengungkapkan vaksin Covid-19 dari enam lembaga sengaja dikembangkan dengan berbagai platform yang berbeda-beda. Perbedaan platform vaksin ini untuk mencari efektivitas dan keamanan yang paling cocok dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Mungkin sebelumnya karena pengembangan vaksin banyak didominasi oleh Eijkman dan Biofarma, maka itu yang populer dan protein rekombinan ya. Kemudian ada juga yang inactivated virus meskipun yang rekombinan itu lebih dominan,” katanya.

Pengembangan vaksin dengan platform yang berbeda-beda tersebut, kata Bambang, juga bagian dari upaya agar vaksin merah putih tidak tertinggal dari negara lain. Kendati demikian pihaknya tetap memberikan kebebasan bagi tiap lembaga untuk memilih platform yang paling efektif.

“Kita juga harus tidak boleh ketinggalan, kita harus memahami juga yang DNA, MrNa ya. Meskipun barangkali advance atau barangkali nanti fasilitas pendinginnya itu juga membutuhkan fasilitas yang berbeda, Indonesia tidak boleh nggak tahu ya. Dan karena itu mendorong selama mereka yakin, mereka bisa mengerjakannya dan time table-nya bisa diterima,” sebutnya. 

Mantan Kepala Bapenas itu menargetkan penelitian vaksin merah putih akan tuntas tahun depan. Dengan demikian bibit vaksin merah putih segera siap untuk masuk dalam tahap produksi massal. “Jadi targetnya harus jelas, harus mengembangkan bibit vaksin, dan dari segi waktu kita harapkan bibit vaksin itu sudah bisa diberikan kepada perusahaan Biofarma atau perusahaan manufaktur lainnya tahun depan,” tegasnya.

“Kapan tahun depannya? Ya tergantung pada timetable yang dimiliki oleh tim masing-masing ya. Ada yang mungkin sudah akan menyerahkan bibit vaksinnya di triwulan satu ya, tahun depan. Tapi mungkin ada juga yang di triwulan dua,” ungkap Bambang.

Namun, menurut Bambang, ia mendorong agar waktu diperhatikan, selain juga faktor keamanan dan efektivitas vaksin merah putih. “Tapi yang pasti, kita dorong mereka juga agar faktor waktu juga menjadi perhatian, selain faktor keamanan dan tentunya faktor efektivitas dari vaksin tersebut,” ucapnya. 

Sementara itu kasus positif Covid-19 mencatatkan rekor baru dalam satu hari. Tercatat kemarin jumlah kasus positif mencapai 8.369 kasus. Dengan demikian akumulasi kasus positif di Indonesia mencapai 557.877 orang.

Dari jumlah penambahan kasus ini, Papua mencatatkan penambahan kasus tertinggi dengan 1.755 kasus, disusul Jawa Barat 1.648 dan DKI Jakarta 1.153. Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 62.397 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Selain itu dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 3.673 orang sehingga total sebanyak 462.553 orang sembuh. Sementara itu jumlah yang meninggal kembali bertambah 156 orang sehingga yang meninggal menjadi 17.355 orang. Adpun saat ini sebanyak 69.027 orang menjadi suspect Covid-19. Saat ini kasus tersebar di 507 kabupaten kota di 34 provinsi.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan penambahan kasus positif kemarin memang cukup signifikan. “Berdasarkan data Kemenkes, pada hari ini terdapat penambahan kasus yang sangat signifikan, yaitu sebesar 8.369 kasus,” katanya saat konferensi pers kemarin.

Dia mengungkapkan tingginya penambahan kasus kali ini karena belum optimalnya sistem pencatatan data secara realtime. Penambahan kasus hari ini bukanlah data realtime.

“Angka yang sangat tinggi ini salah satunya disebabkan sistem yang belum optimal untuk mengakomodasi pencatatan, pelaporan, dan validasi data dari provinsi secara real time. Sebagai contoh Papua pada hari ini melaporkan sejumlah 1.755 kasus yang mana merupakan akumulasi penambahan kasus positif sejak tanggal 19 November hingga hari ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Wiku mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia sedang meningkatkan interoperabilitas data Covid-19. Pasalnya masih ada perbedaan data antara Kemenkes dengan beberapa provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Papua.

“Kepada pemda yang masih memiliki perbedaan data, kami imbau untuk melakukan konsolidasi data secara langsung dengan pemerintah pusat sesegera mungkin,” katanya. 

Lebih jauh Wiku mengungkapkan saat ini terjadi penurunan disiplin penerapan protokol kesehatan. Hal ini berdasarkan pemantauan yang dilakukan sejak 18 November lalu. “Sangat disayangkan bahwa trennya terus memperlihatkan penurunan terkait kepatuhan individu dalam memakai masker serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” katanya.

Dia menyatakan hal itu bermula dari periode libur panjang tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2029. Kemudian berlanjut hingga akhir November 2020. “Di mana persentase kepatuhan untuk memakai masker ialah 58,32%, sedangkan untuk menjaga jarak persentasenya ialah 43,46%. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatans dan kepatuhan tersebut semakin menurun,” ujarnya.

Padahal dari hasil studi Yilmazkuday tahun 2020, untuk menurunkan angka kasus positif dan kematian, minimal 75% populasi harus patuh menggunakan masker. Sementara kondisi saat ini masih di bawah 60%.

Wiku juga menyebut dari pemetaan kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak, hanya 9% dari 512 kabupaten/kota yang patuh dalam memakai masker. Sementara yang lebih memprihatinkan, kurang dari 4% kabupaten/kota yang patuh dalam menjaga jarak. 

Menurutnya jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan, hal itu akan meningkatkan penularan sehingga dapat dipastikan jika dilakukan testing dan tracing, kasus positif akan meningkat.

“Jika terus seperti ini, sebanyak apa pun fasilitas kesehatan yang tersedia tidak akan mampu menampung lonjakan yang terjadi,” sebutnya. 

**ass/sindonews

HADITS HARI INI

0

04 Desember 2020
18 Rabi’ul Akhir 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْخَيْلُ لِرَجُلٍ أَجْرٌ وَلِرَجُلٍ سِتْرٌ وَعَلَى رَجُلٍ وِزْرٌ فَأَمَّا الَّذِي لَهُ أَجْرٌ فَرَجُلٌ رَبَطَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَأَطَالَ بِهَا فِي مَرْجٍ أَوْ رَوْضَةٍ فَمَا أَصَابَتْ فِي طِيَلِهَا ذَلِكَ مِنْ الْمَرْجِ أَوْ الرَّوْضَةِ كَانَتْ لَهُ حَسَنَاتٍ وَلَوْ أَنَّهُ انْقَطَعَ طِيَلُهَا فَاسْتَنَّتْ شَرَفًا أَوْ شَرَفَيْنِ كَانَتْ آثَارُهَا وَأَرْوَاثُهَا حَسَنَاتٍ لَهُ وَلَوْ أَنَّهَا مَرَّتْ بِنَهَرٍ فَشَرِبَتْ مِنْهُ وَلَمْ يُرِدْ أَنْ يَسْقِيَ كَانَ ذَلِكَ حَسَنَاتٍ لَهُ فَهِيَ لِذَلِكَ أَجْرٌ وَرَجُلٌ رَبَطَهَا تَغَنِّيًا وَتَعَفُّفًا ثُمَّ لَمْ يَنْسَ حَقَّ اللَّهِ فِي رِقَابِهَا وَلَا ظُهُورِهَا فَهِيَ لِذَلِكَ سِتْرٌ وَرَجُلٌ رَبَطَهَا فَخْرًا وَرِيَاءً وَنِوَاءً لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَهِيَ عَلَى ذَلِكَ وِزْرٌ وَسُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحُمُرِ فَقَالَ مَا أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهَا شَيْءٌ إِلَّا هَذِهِ الْآيَةُ الْجَامِعَةُ الْفَاذَّةُ { فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ }

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik bin Anas dari Zaid bin Aslam dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Kuda itu ada yang bagi seseorang membawa pahala, ada yang menjadi penyelesaian atau solusi hidup dan ada yang mendatangkan dosa. Adapun orang yang mendapatkan pahala adalah orang yang menggunakan kudanya di jalan Allah dengan dia rawat dan pelihara kudanya di ladang hijau atau rerumputan yang setiap kali tali ikatannya mengenai tanaman atau rerumputan itu maka baginya hasanah (kebaikan) dan seandainya talinya terputus lalu kuda itu lari menjauh lalu mendaki satu atau dua bukit maka bekas dan apa yang diinjaknya menjadi kebaikan baginya. Dan seandainya kuda itu melewati sungai lalu minum dari air sungai tersebut sedangkan dia tidak berkehendak memberinya minum maka baginya hasanah dan itulah pahala baginya. Yang kedua, seorang yang menjadikan kudanya sebagai alat untuk mencari kebutuhan hidup, namun dia tidak melupakan hak Allah pada kaki dan punggung kudanya maka kuda itu menjadi pelindung baginya. Dan yang ketiga, seorang yang menjadikan kudanya sebagai kebanggaan, pamer dan untuk permusuhan melawan ummat Islam maka baginya mendatangkan dosa.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang keledai maka Beliau menjawab:

Tidak ada wahyu yang diturunkan kepadaku tentang hal itu melainkan firman Allah yang mencakup manfaat yang besar yaitu QS. Al Zalzalah ayat 7 dan 8: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji sawi sekalipun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar seberat biji sawi sekalipun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.

HR Bukhari No. 2198.

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Hati-hati, Maling Motor Beraksi di Siang Bolong

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Maling motor masih saja terjadi di Kota Bogor. Demikian yang baru dialami Maulida Zakiyah, warga kelurahan Pasir Kuda, Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (28/11) siang. Maulida kehilangan motor Honda Beat hitam dengan nopol F 4193 CX. Motor tersebut dicuri di rumahnya di daerah Pasir Kuda, Bogor Barat, pada saat itu motornya terpakir di teras rumah bersamaan dengan 6 motor lainnya.

Maulida menyadari dengan betul motornya hilang setelah magrib. Dia sendiri sekitar pukul 13.00 WIB sudah tidak melihat motornya, tapi masih belum percaya motornya hilang karena biasanya ada yang suka meminjam.

Maulida menduga motornya sudah hilang sekitar pukul 11.00 WIB. Yang mana saat itu Maulida sedang fokus desain logo didepan leptopnya. “Sayup-sayup terdengar ada suara motor Beat dari teras rumah,” kata dia.

Namun Maulida tidak merasa motornya hilang karena sudah biasa diparkirkan di depan rumah. Dia juga sudah menanyakan ke tetangganya dan tidak ada yang melihat karena situasinya siang itu sepi. Hingga berita ini dinaikkan Maulida masih belum menemukan motornya. Maulida berharap motornya ditemukan dan meminta siapapun yang melihatnya bisa menghubungi nomor 0858 9434 2344/ 0858 8974 5943. Untuk itu mari kita berhati-hati supaya tidak ada korban selanjutnya.

**Eliyani [MG/UIK-Jb]

Bima Arya Diperiksa Penyidik Polresta

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto diperiksa penyidik Polresta Bogor Kota di Mako Muslihat pada Kamis (3/12). Politisi PAN itu dimintai keterangan selama satu jam dan dicecar 14 pertanyaan. Diketahui, Bima diperiksa polisi mengenai kasus swab Habib Rizieq Shihab (HRS) di RS Ummi, beberapa waktu lalu. Dimana manajemen rumah sakit swasta itu dilaporkan Satgas Covid-19 lantaran diduga menghalangi atau menghambat penanganan atau penanggulangan wabah penyakit menular.

Bapak dua anak itu mendatangi Polresta pada pukul 10.00 WIB, dan baru keluar dari ruangan penyidik sekitar pukul 11.00 WIB. Usai diperiksa, Bima yang juga Ketua Satgas Covid 19 Kota Bogor mengaku akan tetap menghormati proses hukum yang saat ini berjalan. Sebab, nantinya akan terlihat apakah ada kesalahan atau tidak dalam penanganan Covid-19 di RS Ummi.

“Ini pembelajaran untuk semua. Sejauh mana kewenangan pemerintah. Sejauh mana tugas rumah sakit. Sejauh mana hak pasien. Itu harus paham semua. Saya kira proses hukum ini sangat baik untuk memastikan apakah semua sudah sesuai. Termasuk saya, karena saya juga diperiksa polisi. Apa saya melampaui kewenangan atau tidak, biar hukum yang menentukan,” ungkap Bima kepada wartawan.

Bima menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan, polisi fokus kepada aspek protokol kesehatan. Selain itu, ia juga sempat mengkoreksi dan menambahkan rilis kronologis mengenai kasus swab HRS dari pihak RS Ummi. “Ada yang saya koreksi dan tambahkan beberapa untuk melengkapi itu,”  katanya.

Namun saat disinggung bagian mana yang dikoreksi dan ditambahkan, Bima enggan membeberkannya. “Saya tak mau masuk ke substansi pemeriksaan. Saya kira itu percayakan saja ke proses hukum,” ungkapnya.

Bima juga mengklaim bahwa langkah Satgas Covid-19 dalam kasus swab HRS di RS Ummi, sama dengan beberapa perkara. Seperti RS Azra, Mitra 10, Yogya Bogor Junction dan RSUD Kota Bogor.  “Ketika ada yang positif, langkah kami begitu. Satgas Covid-19 fokus kesana,” imbuh Bima.

Disinggung mengenai hasil swab HRS. Bima mengaku bahwa hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi. “Kami sudah cek di all record, tapi tidak ada datanya. Jadi bisa saja data swab yang beredar itu tak benar atau tak dilaporkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bima mengaku sudah menyurati RS Ummi untuk melaporkan semua mengenai swab HRS. “Satgas perlu mengetahui bagaimana SOP penanganan pasien covid di RS Ummi, peran dokter penanggung jawab, protokol kesehatan yang ada, dan bagaimana kronologis HRS di rumah sakit itu. Sebab, dari situ bisa ketahuan statusnya seperti apa,” jelasnya.

Bima juga mengklaim bahwa apa yang dilakukannya di RS Ummi tidak melampaui kewenangan. Sebab, apa yang dilakukan satgas adalah bentuk koordinasi sehari-hari dengan RS lain. “Kami juga tak pernah membuka data pasien. Kecuali pasiennya wali kota, yang lain tidak. Hanya untuk laporan internal saja. Jadi yang diperlukan data penanganan dan jumlah swab,” tutur dia.

Ketika ditanya mengapa pihaknya tak mencabut laporan sesuai kesepakatan dengan RS Ummi. Bima menyatakan, bila rumah sakit itu hingga kini belum juga memenuhi kesepakatan yang sudah dibuat.

“Sampai sekarang juga yang kami minta belum dilaporkan. Sedangkan untuk tiga perawat yang diswab, semuanya hasilnya negatif,” ucap dia.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Hendri Fiuser, mengatakan bahwa pihaknya sudah memeriksa 20 orang, yang kesemuanya berstatus saksi. “Kita sudah periksa 20 orang  dan selain Pak Bima hari ini (kemarin) ada tiga orang lagi,” ungkap Fiuser.

Mengenai penetapan tersangka, Fiuser menyatakan bahwa sebelumnya akan dibuat lebih dulu sebuah resume oleh penyidik yang terdiri dari intisari jawaban saksi-saksi dan akan dilakukan gelar perkara agar naik ke tingkat penyidikan. “Itu semua nanti akan dilakukan oleh Tim Bareskrim, Tim Reskrimum Polda Jabar dan Satreskrim Polresta Bogor Kota,” katanya.

Ia menuturkan bahwa dalam kasus ini terkandung pidana murni, sehingga tidak bisa dicabut laporan. “Sama seperti kasus pembunuhan, walau keluarga cabut laporan. Apa bisa kasusnya berhenti, sebab itu kan pidana murni,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Ganja Dihapus dari Daftar Obat Berbahaya

0

Wina | Jurnal Inspirasi

Ganja diputuskan Badan Kebijakan Obat PBB dihapus dari daftar obat-obatan yang paling berbahaya di dunia, Rabu (2/12) atau Kamis WIB. Meski kini, ganja tak masuk narkotika, namun ganja dikontrol penggunaannya dengan ketat. Badan yang berbasis di Wina, Austria, ini telah mengadakan pemungutan suara yang diikuti oleh negara-negara anggota Komisi Narkotika PBB, dengan hasil 27 setuju, 25 tidak setuju, dan 1 abstain.

Badan ini mengikuti rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia WHO untuk menghapus ganja dan resin ganja dari Agenda IV Konvensi 1961 tentang Narkotika. Sebelumnya, ganja berada dalam kategori yang sama dengan heroin, analog fentanil, dan opioid lainnya. Pemungutan suara dilakukan atas rekomendasi WHO untuk mempermudah penelitian penggunaan ganja dalam bidang medis.

Pada tahun 2019, dalam sebuah laporan WHO telah merekomendasikan bahwa “ganja dan resin ganja harus di bawah kendali ketat guna mencegah kerusakan yang disebabkan oleh penggunaannya. Pada saat yang sama, ganja juga bisa digunakan untuk penelitian dan pengembangan, serta penggunaan medis.”

Namun, Komisi PBB belum melegalkan ganja karena masih terdaftar di antara obat-obatan yang “sangat membuat ketagihan dan dapat disalahgunakan. “WHO sekarang merekomendasikan agar ganja tetap terdaftar di bawah level kendali Agenda I, karena WHO mengakui “tingginya tingkat masalah kesehatan masyarakat yang timbul dari penggunaan ganja.”

WHO juga merekomendasikan agar “ekstrak dan larutan ganja” dihapus dari Agenda I, namun rekomendasi itu tidak diikuti oleh Badan Kebijakan Obat PBB.

** ass

Peringati Hari AIDS Sedunia, Puskesmas Ciomas Adakan Program Penjaringan Ibu Hamil

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Puskesmas Ciomas memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) dengan melakukan program penjaringan ibu hamil, Selasa (1/12). “Peringatan (HAS) ini dilakukan setiap tahun oleh Kab. Bogor khususnya dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) untuk memperingati Hari AIDS Sedunia. Terlebih saat ini masih dalam masa pandemi, tentu jelas berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya namun tetap diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Jadi sekarang targetnya ke ibu hamil, dengan pemeriksaan b20 (HIV) untuk memutuskan mata rantai virus tersebut terhadap bayi dari ibu hamil,” ujar penanggung jawab sekaligus pemegang program, Yuliani Chafsah.

Seperti diketahui, pada tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Adapun tema yang diangkat tahun ini adalah “Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas : 10 Tahun Menuju Akhir AIDS 2030″ dengan slogan “Saya Berani! Saya Sehat! HIV Ada Obatnya!”. Tujuan dari tema tersebut untuk memperkuat kolaborasi dan solidaritas atas pemangku kepentingan dalam melakukan pencegahan serta pengendalian HIV/AIDS.

Tentunya berlangsungnya kegiatan ini, berlandaskan pada protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak serta turut disediakan hand sanitizer. Puskesmas Ciomas mempersiapkan kegiatan pelaksanaan pada pagi hari pukul 07.00 WIB, dan berlangsung dimulai pukul 08.00 sampai dengan selesai. Segenap jajaran kesehatan lainnya beserta seluruh lapisan masyarakat memperingati kegiatan HAS ini dengan seksama.

“Kalau untuk Kabupaten Bogor sendiri itu ada beberapa kegiatan membagikan bunga dan pin HAS ke masyarakat sekitar jalan, antara lain di Cibinong, Ciawi, dan lainnya. Disini (Puskesmas Ciomas) itu salah satu yang dikhususkan untuk pemeriksaan ibu hamil, tapi tidak menutup kemungkinan untuk umum juga bisa dilakukan pemeriksaan. Acara kegiatan dimulai pagi hari dan pemeriksa berjumlah 7 orang, termasuk saya. Kami bekerjasama/lintas program dengan bidan. Target jumlah pasien ibu hamil seharusnya 25 orang, namun tadi hanya 14 orang. Kebetulan saya dapat instruksi dari Dinas Kesehatan untuk sampai tanggal 18, jadi kemungkinan masih open, saya buka pemeriksaan ibu hamil hari Senin dan Rabu,” jelas Yuliani Chafsah.

“Karena angka kasus penemuan HIV/AIDS di Kabupaten Bogor terbilang cukup tinggi. Tujuan atau target diadakannya program ini adalah pencarian penemuan virus HIV/ADIS dari ibu hamil, harapannya sedini mungkin pasien HIV/AIDS itu ditemukan, agar penata laksanaannya tidak sulit untuk ditangani lebih lanjut, dan dapat memutuskan penularan terhadap bayi. Jadi, kedepannya pasien tesebut bisa hidup lebih baik, serta dapat membantu harapan hidupnya naik,” tutupnya.

** M. Fadhil Mauludi [MG/UIK-Jb]


Janda Bolong Kian Diminati

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Beberapa bulan ini banyak yang dihebohkan dengan tanaman janda bolong. Janda Bolong bernama ilmiah  Monstera Adansonii adalah tanaman hias yang viral ditengah pandemi ini, padahal kehadirannya sudah lumayan lama di Indonesia. Kenapa tidak? baru-baru ini sebagian orang rela membeli janda bolong yang harganya setara dengan satu rumah.

Jika melihat postingan instagram walikota Bogor Bima Arya baru-baru ini, sempat menemui pedagang bunga di Bogor yang menjual janda bolong seharga Rp 80.000.000. Jenis janda bolong pun berbeda-beda sehingga membuat harganya bervariasi. Hal itupun disampaikan oleh Farhan, pedagang bunga di Kota Bogor.

”Beda-beda kalau janda bolong, janda bolong ada 3 variannya, ada yang lebar daunnya, ada yang kecil, ada yang merembet. Yang mahal itu variegata kalau udah jadi udah  rimbun, putihnya udah keluar kisaran harga diatas 20 jutaan,” ujar Farhan (1/12) di kebun bunganya pinggir Jl. Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

“Yang murah Rp 12.500.000 itu cuma dua daun yang putih dan ijo. Kalau ijo kecil 65.000, kalau udah merembet itu keatas Rp 200.000, Rp 300.000,” lanjut Farhan.

Saat ditanyakan peminat janda bolong kepadanya “Janda bolong biasa banyak, yang Rp.200.000, Rp.300.000, yang Rp.65.000 alhamdulillah yang ijonya mah, ada aja yang beli banyak. Paling cuman sisa berapa gitu, sekarang udah habis, sekarang sisa yang kecil-kecilnya doang”.

“Perawatannya paling nyiram, 3 bulan sekali ganti media,” lanjut Farhan. Rio pedagang bunga tak jauh dari Farhan mengatakan keunggulan janda bolong. “Kelebihannya unik aja sih, daunnya bolong-bolong, ngikutin tren-tren,” ujar Rio.

Pecinta tanaman hias dari Ambon, Dea mengatakan, dia sudah memiliki janda bolong sebelum booming. Setelah booming banyak yang meminta kepadanya untuk dijual  namun dia tak mau karena ingin dijadikan pajangan saja di rumahnya.

**Eliyani [MG-UIK/Jb]

Jumat Berkah, Warga Sedekah untuk Jamaah

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Hari Jumat merupakan hari raya bagi umat Islam, dan menjadi hari yang istimewa karena sebagai muslim laki-laki diwajibkan untuk menunaikan ibadah sholat Jumat berjamaah di masjid. Selain itu, hari Jumat dipercayai mengundang banyak keberkahan, salah satunya dengan bersedekah. Saat ini kesadaran umat Islam untuk bersedekah pada hari Jumat sudah semakin meningkat. Demikian juga masjid-masjid berlomba menyediakan makan dan minum setelah selesai sholat Jum’at.

Salah satunya adalah Masjid At-Taqwa (SMPN 2 Ciomas), Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Pengelola DKM At-Taqwa terus berupaya menebarkan keberkahan dengan menerapkan program-program untuk memakmurkan masjid. Salah satu programnya yaitu Jum’at Berkah, dengan mengajak warga untuk bersedekah berbagai macam makanan dan minuman kepada jama’ah sholat Jumat.

Hal ini disampaikan oleh Ribuansyah, Ketua DKM At-Taqwa, baru-baru ini, “Program ini selalu berjalan setiap hari Jumat. Para warga saling mengumpulkan makanan atau minuman, dan di depan masjid ini disediakan 1 hingga 2 meja yang berfungsi untuk menyimpan makanan dan minuman yang telah dikumpulkan. Ini menjadi kesempatan warga sekitar masjid yakni Perumahan Alam Tirta Lestari untuk berbondong-bondong mencari keberkahan dengan bersedekah kepada para jama’ah. Itu sebabnya masjid ini selalu ramai oleh jama’ah sholat Jumat,” ujarnya.

Dengan ikhlas warga sekitar secara bergiliran berbagi rezeki dalam bentuk makanan dan minuman, bahkan rutin setiap Jumat dilakukan dengan harapan pahala dari Allah SWT. Sementara itu, makanan dan minuman tersebut tidak hanya dibagikan khusus kepada para jama’ah, namun juga kepada warga sekitar lainnya. “Hal tersebut kami lakukan agar banyaknya sedekah dari warga tidak mubazir. Hal itu tak lepas dari warga yang senantiasa meningkat untuk andil bersedekah lewat program ini. Makanan dan minuman yang lebih akan dibagikan juga kepada warga yang belum kebagian atau fakir yang membutuhkan,” jelasnya.

Berkah dari program Jumat Berkah di Masjid At-Taqwa, yakni jumlah jamaah sholat Jumat meningkat. “Imam sekaligus Khotib sholat Jumat disini juga selalu berganti gilir, mengundang ustadz-ustadz lain agar menarik jamaah, dan pelaksanaan khutbah Jumat di masjid juga tidak terlalu lama. Ini karena kami menyadari para jamaah memerlukan waktu istirahat atau dapat mengisi perut terlebih dahulu sebelum melanjutkan aktivitas,” tutupnya.

** M. Fadhil Mauludi [MG/UIK-Jb]

Warga Bojong Astana Bahagia Karena Jembatan

0

Sukabumi | Jurnal Inspirasi

Jembatan menjadi akses yang penting bagi masyarakat. Demikian yang dirasakan warga Kp. Bojong Astana, Desa Lengansari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Warga merasa bahagia karena akan dibangunkannya jembatan permanen yang menghubungkan ke desa tetangganya yaitu Desa Kompa. Jembatan ini merupakan hadiah ulang tahun dinas ke-17 dari angkatan BPS 2003 Pertamina yang disalurkan melalui lembaga zakat Bazma Pertamina yang berkontribusi dengan Sinergi Foundation.

Ketua RT Iwan Nurawan mengatakan bahwa jembatan ini diperlukan warga. “ Akses yang pertama untuk lingkungan yaitu anak-anak sekolah, pedagang-pedagang, menuju ke desa tetangga Desa Kompa, pesantren, pemakaman umum, banyaklah,” ujar Iwan.

Dia pun menyampaikan rasa bahagianya karena adanya kepastian pembangunan jembatan ini yang baru saja peletakan batu pertama, Kamis (3/12) yang dihadiri perwakilan donator BPS 2003 Pertamina beserta tim Bazma Pertamina serta Sinergi Foundation, yang siap bersama warga bergotong royong mewujudkan pembangunan jembatan.

“Sekarang alhamdulillah sudah pasti 100 % karena sudah peletakan batu pertama, berarti udah deal, itu bakal dibangun kembali, dan masyarakat pun merasa bahagia dibangun kembali.” lanjut Iwan.

Terlihat warga pun antusias dengan adanya pembangunan jembatan ini. “Saya sangat berterimakasih”, ujar salah seorang warga Bojong Astana.

Jembatan yang dibangun adalah jembatan permanen pengganti jembatan sementara yang terbuat dari bambu. Yang mana rawan terjadi kecelakaan terutama dimusim hujan karena licin. “kita bikin jembatan sementara, yang keselamatannya gak terjamin juga. Pernah kejadian jembatan itu bisa terpeleset motor, orangnya jatuh kebawa motornya diatas, sering kayak itu, karena musim hujan ini dan dari  bambu sering licin,” ungkap Iwan.

Untuk saat ini pembangunan jembatan pun diperkirakan akan selesai beberapa minggu kedepan.

**Eliyani[MG/UIK-Jb]