30.4 C
Bogor
Wednesday, April 15, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1383

Bogor Batalkan Pembelajaran Tatap Muka

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) membatalkan rencana pembelajaran tatap muka (PTM), yang rencananya akan diselenggarakan pertengahan Januari 2021. Hal itu lantaran masih terjadi peningkatan kasus Covid-19.

Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin mengatakan bahwa bila melihat situasi pandemi saat ini, PTM terpaksa ditunda dan batal dilaksanakan pada pertengahan Januari ini. “Situasi kondisi ini tidak memungkinkan digelar PTM, sepertinya ditunda dilaksanakan. Kita tunggu arahan pak Walikota Kota Bogor,” ungkap Fahrudin, baru-baru ini.

Dengan demikian, sambung dia, metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik daring maupun luring akan dilanjutkan. Kendati, pembelajaran jarak jauh tentunya tidak mengutamakan pada pencapaian target secara keseluruhan yang ditetapkan dalam kurikulum.

Namun lebih mengutamakan pada pendidikan keterampilan hidup atau life skill pada pembentukan karakter, tanggung jawab, penambahan pengetahuan, pembentukan akhlak yang baik melalui pembiasaan baik yang dilakukan di rumah. “Nanti sistemnya tetap PJJ dan proses pembelajarannya tetap tidak boleh membebani siswa,” katanya.

Menurut dia, dalam pelaksanaan PJJ, diperlukan kerjasama dan sinergitas baik antar sekolah guru, orangtua dan siswa. “Semuanya harus mendukung, walaupun PJJ, pihak guru di sekolah harus bekerjasama dengan para orangtua, agar didukung bersama sama,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Ence Setiawan meminta agar PTM tidak dipaksakan lantaran lonjakan kasus positif masih terjadi. “Tingkat penularan sangat tinggi saat ini, sebaiknya PTM ditunda dan tetap melanjutkan PJJ,” ucapnya.

Kata dia, fasilitas protokol dan sarana prasarana pendukung PTM harus diutamakan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan. Apabila kondisi penularan sudah menurun, maka PTM bisa dilaksanakan, namun itupun bertahap.

“Misalkan SMA, SMK, dan MA dulu pada daerah zona hijau atau kuning, sedangkan kalau zona merah sebaiknya tidak digelar PTM. Selain itu, para guru juga harus melalui tes swab dan ada persetujuan pihak komite sekolah dan orangtua siswa,” paparnya.

** Fredy Kristianto

Isi Awal Tahun 2021, Komunitas Bola dan Futsal Santuni Yatim dan Dhuafa

0

Bojonggede | Jurnal Inspirasi

Komunitas  bola, fun game dan futsal yang tergabung di FWB FC Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, punya cara positif mengawali tahun 2021 ini. Berbekal uang donasi sebesar Rp 25 juta, komunitas ini sukses menyelenggarakan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

“2021 ini tahun penuh harapan, makanya kita awali dengan menggelar kegiatan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa yang tinggal di sekitar Desa Bojonggede,” kata Ketua Panitia  La Ode M Saprianton, dalam keterangan tertulisnya Minggu (03/01).

La Ode Anto mengungkapkan, ide menggelar santunan pada anak yatim di awal tahun 2021 ini berasal dari anggota komunitas FWB FC. “Santunan seperti ini sangat jarang dilakukan komunitas fun game dan futsal, makanya kami berharap kegiatan positif ini diikuti komunitas lainnya tak hanya di Bojonggede, tapi di semua komunitas yang ada di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

La Ode mengatakan, dana yang dipakai untuk santunan pada anak yatim dan kaum dhuafa berasal dari sumbangan anggota komunitas dan para donatur. Padahal meski waktu persiapan mepet.

“Alhamdulillah, santunan yang dilangsungkan di Masjid Ataqwa RT 06 RW bekerja sama dengan komunitas The Kick’s FC dengan penasihat Bapak Suhendi, terlaksana dengan sukses pada Sabtu (02/01), bahkan Bang Dede Malvina, kepada Desa  Bojonggede, ketua RT 06 dan Ketua RW 12 pun serta tokoh masyarakat Bojonggede turut hadir,” kata penasihat FWB FC itu.

Lebih lanjut La Ode mengatakan, jumlah anak yatim yang mendapatkan santunan sebanyak  51 orang sementara kaum dhuafa ada 20 orang. “Mereka yang mendapatkan santunan merupakan warga Desa Bojonggede yang memang layak menerima,” tutupnya.

** Mochamad Yusuf

Pilkades Cibadak Bermasalah

0

Calon Kades Nomor 1, 2, 4 dan 5 Tolak Hasil Pilkades

Ciampea l Jurnal Inspirasi

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor diduga bermasalah. Pasalnya dari 5 calon, 4 calon Kades Cibadak dari Nomor 1,2,4 dan 5 mengajukan keberatan dan menolak hasil akhir pemilihan kepala desa karena adanya indikasi kecurangan dalam Pilkades 2020.

Karyama calon nomor urut 5 yang merasa keberatan mengatakan, bahwa sebelum ajuan gugatan ke tingkat kecamatan para calon sebelumnya dilakukan di tingkat desa. “Ketua Panitia Pilkades tingkat kecamatan  memfasilitasi Kami yang mengajukan keberatan  dan penolakan hasil Pilkades, tentunya tidak bisa menentukan. Panitia tingkat kecamatan hanya untuk merekomendasikan kita untuk ke tingkat labupaten,” ungkap Karyama, baru baru ini.

Ia pun mengatakan bahwa masalah penyelenggara Pilkades di Desa Cibadak iklim demokrasinya sangat rusak. “Pembelajaran demokrasi itu dibentuk dari awal yang sehat sehingga melahirkan pemimpin yang berkualitas, saya contohnya tanpa uang sepeserpun dapat suara 2.098,  menurut saya sangat fantastis bahkan saya komitmen dengan 4 calon jangan mengeluarkan uang sepeser pun,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Kuasa hukum dari ke-4 calon kepala desa yang mengajukan keberatan atau perselisihan sengketa Pilkades Cibadak, Bakdo Mulyodo SH menegaskan bahwa ini adalah sebagai pembelajaran demokrasi di Desa Cibadak yang dinilainya sangat hancur berantakan.

“Ada beberapa hal yang kita keluhkan  salah satunya ada permainan money politik, diluar dari itu ada kejanggalan-kejanggalan persyaratan administrasi, ” tegasnya.

Menurutnya dalam pilkades tersebut ada kesalahan yang sangat fatal dan perlu ada proses hukum serta pengklarifikasian. “Berdasarkan para calon yang pada tahun 2014 lalu yang pernah ikut dalam pesta demokrasi dari dulu seperti ini, dan sekarang kejadiannya sangat vulgar,” jelasnya.

Sebelumnya Camat Ciampea Drs. Chaerudin Pelani, MM menilai positif apa yang dilakukan oleh calon kepala desa yang merasa keberatan. “Saat ini adalah tahapan kedua yang dilakukan oleh pihak yang merasa keberatan atas hasil pilkades,  setelah 7 hari di tingkat desa dan saat ini ke tingkat kecamatan. Tugas kita hanya merekomendasikan ke tingkat Kabupaten karena kita bukan sebagai penentu,”tutupnya.

** Arip Ekon

Tebingan Longsor di Sukamana Belum Juga Dibangun TPT, Aktivis Sebut Kinerja PUPR Lamban

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Aktivis Bogor Rahmatullah menyebut kinerja Dinas PUPR lamban menangani permasalahan insfastruktur di Kabupaten Bogor, salah satunya tebingan yang pernah terjadi longsor pada tahun 2017, tepatnya di Kampung Sukamana, RT 01 RW 02 RW 09, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang yang seharusnya ini menjadi anggenda serius dan telah dibangun pada tahun lalu setelah terjadi longsor.

“Khawatir sewaktu waktu bisa membahayakan warga, kenapa TPT tersebut tidak segera dibangun, selama ini dinas terkait kemana saja, apa nunggu ada bencana lagi dan memakan korban,” kata Rahmat kepada Jurnal Bogor, Minggu (3/1).

Rahmatullah yang akrab disapa Along menyebutkan, bahwa tebingan longsor di Kampung Sukamana seharusnya sudah dibangun 2018 atau 2019 karena kejadiannya beberapa tahun lalu dan sudah cukup lama. ” Ini kan sifatnya urgen, dan harus menjadi catatan serius paling tidak untuk pemabanguna TPT bisa masuk dia anggaran tahun 2021 sekarang,” sebutnya.

“Antisipasi musibah longsor mesti diantisipasi terjadi dikemudian hari, kami akan dorong agar perencanaan untuk dibangunnya tebingan tersebut bisa segera terealisasi,” paparnya.

Terlebih, Along juga mengaku kecewa atas kinerja Kepala Dinas PUPR sekrang yang dinilai sulit untuk diminta informasi seputar pembangunan di wilayah Kabupaten Bogor. “Ketika telepon atau mengirimkan pesan singkatnya sebagai informasi lanjutan keluhan dari masyarakat, namun pihaknya tak merespon dengan baik dan cepat,” kata dia.

“Jangan begitulah kalau konteknya untuk membangun Bogor seharusnya cepat respon jadi jangan mentang mentang pejabat pada prinsipnya kalau pelayan tentu harus melayani dengan baik. Ini harus juga dipanggil dan dievaluasi oleh bupati masa anak buahnya begitu dan ini bukan satu dua orang yang mengeluhkan sikap kepala dinas,” kata Along.

Perlu diingat, tegas Along, Dinas PUPR bagian dari pelayanan masyarakat karena mereka sudah digaji yang menggunakan uang rakyat. ” Jadi harus tanggap ketika warga meluhkan dan teman-teman jurnalist menkorfirmasi dengan kondisi masih buruknya insfrastruktur,” tegasnya.

Sebelumnya telah diberitakan, musibah longsor sudah lama terjadi beberapa tahun lalu. Namun yang menjadi kekhawatirannya karena keberadaan tebingan di atasnya dipenuhi rumah warga dan juga ada warga yang rumahnya tinggal dibawah tebingan. “Panjang tebing 150 meter dengan ketinggian sekitar 6 meter, namun yang paling urgen yang harus dibangun TPT sekitar 50 meter,” kata Sekretaris Desa Leuwimekar, Ade Umyana.

“Rumah warga sangat padat sekali kurang lebih di tiap pinggiran tanah tebing itu ya sekitar 30 rumah. Memang sepengetahuan kami hanya satu kali longsor tetapi kondisinya parah sekali dan jangan sampai terjadi dan kami ingin ada upaya antisipasi,” paparnya.

Atas kejadian ini pihaknya sering melaporkan ke pihak terkait bahkan sudah membuat ajuan proposal meminta tebingan tersebut untuk segera dibangun TPT. “Paling terakhir itu kami ajukan ke Dinas PUPR bahkan sudah disurvei, hanya realisasinya saja yang belum sudah akhir tahun 2020 ini tidak ada juga,” beber Ade.

** Arip Ekon

Limbah PT Sun Tak Indonesia Beterbangan, Ini Kata Achmad Fathoni

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Beterbangannya limpah busa yang berasal dari PT Sun Tak Indonesia telah membuat geger warga Cikuda, Wanaherang dan viral di sosial media beberapa waktu lalu, akibat kelalaian pihak perusahaan hingga menjadi pertanyaan sejumlah warga.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Komisi 3 Achmad Fathoni asal Fraksi PKS yang juga menangani persoalan lingkungan hidup mengecam keras insiden yang terjadi dan dianggap sepele oleh pihak perusahaan.

Dia meminta agar pihak berwenang yaitu trantib dan DLH menyelidiki ini lebih lanjut, dan kepada pihak perusahaan bagaimana pun ini adalah pelanggaran yang bisa saja karena keteledoran. “Mohon segera ada penanganan dan penjelasan resmi ke pihak berwenang dan juga masyarakat jangan ditutup-tutupi dan pastikan tidak terulang lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya Jurnal Bogor mengkonfirmasi PT. Sun Tak Indonesia, namun pihak manajemen enggan memberikan penjelasan dan hanya menyampaikan pesan kepada security  dan penanggung jawab lingkungan.

Topan, Penanggung jawab lingkungan mengatakan bahwa urusan limbah tersebut sudah selesai ke warga dan diketahui Dinas Lingkungan Hidup. “Cukup dengan saya tidak perlu ke manajemen, karena urusan limbah sudah selesai di lapangan,” katanya melalui telepon WhatsApp beberapa hari lalu.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asnan mengatakan pihaknya sudah mengutus bidang PHPL untuk mengecek lokasi perusahaan tersebut. “Saya sudah perintahkan bidang PHPL untuk mengecek lokasi perusahaan tersebut,” katanya singkat.

** Nay Nur’ain

Majelis Taklim Al’Akhbar PWI Kabupaten Bogor Gelar Pengajian Akhir Tahun 2020

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Majelis Taklim Al’Akhbar PWI Kabupaten Bogor menggelar pengajian akhir tahun 2020-3021, Kamis (31/12/2020). Perhelatan doa renungan akhir tahun ini, menurut Ketua Majelis Taklim Al’Akhbar, Edison sebagai wujud syukur dan sekaligus instropeksi.

“Alhamdulillah bisa majelis taklim melakukan pengajian akhir tahun sebagai refleksi, biasanya majelis taklim rutin melaksanakan kegiatan pengajian setiap malam Jumat. Namun berbagai masukan anggota mulai tahun 2021 dilaksanakan malam Kamis,” kata Edison.

Disamping itu, Edison menjelaskan, kegiatan ini juga melaksanakan pengajian, santunan yatim dan pro majelis tahun 2021, yakni wisata dzikir akan membuat tabloid Al’Akhbar dan program religi lainnya.

Sementara, Ketua PWI Kabupaten Bogor, Subagiyo, menyambut baik kegiatan dilaksanakan majelis taklim PWI Kabupaten Bogor.

“Kegiatan pengajian akhir tahun, kami sekaligus ingin melaporkan kegiatan PWI Kabupaten Bogor sepanjang tahun 2020. Kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan semoga bisa dimaksimalkan program PWI diantara koperasi karya warta mandiri dan majelis taklim Al’Akhbar, agar meningkatkan program-programnya, ” tegas Subagiyo.

Pada bagian lain, Ketua Penasehat (Wanhat) PWI Kabupaten Bogor, HR Danang Donoroso Sip, menilai kegiatan PWI Kabupaten Bogor sudah cukup baik, namun untuk tahun mendatang agar lebih ditingkan program PWI termasuk koperasi dan majelis taklim.

Ia, mengkrikit jajaran PWI Kabupaten Bogor soal slogan PWI kompak, kompak, kompak jangan hanya di bibir saja. Tapi aplikasikan kedalam semua pengurus dan anggota.

Di sisi lain, sesepuh sekaligus wanhat, H Bustanul Daham, mengkritik keras kepada anggota akan perlunya kualitas wartawan di PWI Kabupaten Bogor. Sebab dia menganggap bahwa PWI Kabupaten Bogor masih belum maksimal dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.

Menurutnya, masih banyak anggota tidak aktif dalam tugas jurnalistiknya, padahal PWI adalah organisasi wartawan yang harus aktif dan berkarya bukan numpang menjadi anggota.

“Saya minta kepada pengurus PWI Kabupaten Bogor, agar mulai tahun 2021 dilakukan pendataan secara rutin kepada semua anggota soal karya jurnalistiknya. Sebab di PD/PRT PWI selama tiga bulan tidak ada karya jurnalistiknya lebih baik mundur,” tegas Bustanul, yang paling senior di PWI Kabupaten Bogor.

** Nay Nur’ain

Peringati Wafatnya Gus Dur, PKB Gelar Doa Bersama dan Santunan

0


Bogor | Jurnal Inspirasi

Peringatan wafatnya Presiden RI ke – 4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ke -11,di Kota Bogor, digelar kader PKB dengan doa bersama dan santunan kepada anak yatim piatu. “Älhamdulillah, meski di tengah pandemi Covid -19, peringatan wafatnya Gus Dur ke -11, khusus di Kota Bogor bisa kita laksanakan dengan penuh kesederhanaan yakni doa bersama dan santunan anak yatim,”kata Ketua DPC PKB Kota Bogor Heri Firdaus, Minggu (03/01).

Heri mengatakan, untuk santunan pelaksanaanya berkerja sama dengan Yayasan Bale Yatim.”Ada 590 paket yang kita bagikan kepada anak-anak yatim piatu yang disebar di 27 titik, karena masa pandemi anak yatim penerima santunan tidak kita kumpulkan di satu titik,” ujarnya.

Pembagian santunan kata Heri, merupakan rangkaian penutup peringatan wafatnya Gus Dur. “Sebelum pembagian santunan semua kader PKB menggelar tahlilan di masing-masing secretariat dan di rumah kader. Nah, untuk di sekitar secretariat DPC kita gelar sedekah beras,” katanya.

Heri lebih lanjut mengatakan, meski Gus Dur telah wafat, namun banyak pelajaran yang bisa dipetik. “Gus Dur banyak mengajarkan kita tentang kesederhanaan dan cinta kasih kepada semua umat manusia tanpa terkecuali. Ajaran Gus Dur itu yang harus kita teladani dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Heri.

** Mochamad Yusuf

Sambut Tahun Baru, Pemdes Pangkaljaya Helat Doa Bersama

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Menyambut Tahun Baru 2021, Pemerintah Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung menggelar pengajian dan doa bersama disertai refleksi akhir tahun dengan penyampaian laporan kinerja pemerintah desa selama tahun 2020.

Acara tersebut dihadiri Badan Permusyawaratan Desa (BPD), MUI Desa, RT/RW, Kepala Dusun dan Karang Taruna. ” Diselenggarakannya acara refleksi dan doa bersama berharap kita semua dijauhkan dari musibah,” kata Ketua BPD Desa Pangkaljaya Ida Royani, baru baru ini.

“Di akhir Tahun 2020 kami sama-sama berdo’a agar warga kami sehat lahir batin dan semoga di lancarkan dari semua urusan dan dijauhkan dari musibah yang  paling khusus  penyakit virus corona semoga segera hilang di bumi ini,” katanya, Kamis (31/12) malam.

Ida berharap di tahun 2021 bisa memberikan kinarja yang lebih baik kepada warga Desa Pangkaljaya. “Dengan kumpulnya stake holder untuk menambah erat silaturrahmi dan semakin kompak agar Desa Pangkaljaya lebih maju  serta dapat tercapai,” ungkapnya.

Sementara digelarnya doa bersama serta refleksi akhir tahun, sekaligus evaluasi kinerja Pemerintah Desa Pangkaljaya kata dia harus disampaikan pada masyarakat melalui RT dan RW di wilayahnya masing masing. ” Masyarakat harus mengetahui  program desa baik yang telah terealisasi maupun sifatnya yang masih tahap perencanaan,” tambah Kepala Desa Pangkaljaya Taufik Sumarna.

 ** Arip Ekon

Berkunjung ke Kota Bogor, Ini 3 Jenis Oleh-Oleh Khas yang Terkenal

0

Bogor | Jurnal Inpirasi

Ketika berpergian ke suatu tempat, rasanya seperti ada yang kurang jika pulang tidak membawa oleh-oleh dari tempat tersebut. Membawa oleh-oleh dari tempat yang dikunjungi seakan akan menjadi kewajiban bagi banyak orang. Apalagi jika kamu sedang berkunjung ke Kota Bogor. Kota yang dikenal sebagai Kota Hujan ini tentu memiliki berbagai macam oleh-oleh khas yang bisa kamu beli untuk diberikan kepada teman, kerabat dan keluarga yang ada di rumah.

Kali ini Jurnal Bogor akan memberikan rekomendasi 3 jenis oleh-oleh terkenal di Kota Bogor yang bisa kamu beli sebelum pulang.

Bolu Lapis Talas Sangkuriang

Bolu Lapis Talas Sangkuriang merupakan salah satu oleh-oleh khas Kota Bogor yang wajib kamu beli sebelum pulang. Bolu lapis yang berbahan dasar tepung talas dan memiliki campuran warna kuning dan ungu dengan tambahan topping parutan keju diatasnya ini menjadi salah satu oleh-oleh favorit bagi banyak orang saat mengunjungi Kota Bogor. Kamu bisa membelinya di outlet bolu lapis Sangkuriang yang beralamat di Ruko Bantar Kemang, Jalan Raya Pajajaran No. 20i, Baranangsiang, Bogor Timur dengan harga Rp33.000 per satu kotak

Pie Talas

Oleh-oleh khas Bogor  yang berbahan dasar talas selanjutnya adalah Pie Talas Rafles. Kue pie yang berbentuk mungil dan terbuat dari bahan baku talas ini memiliki cita rasa yang manis. Pie Talas Rafles merupakan salah satu makanan khas Bogor yang terkenal dan menjadi pilihan favorit banyak orang setelah Bolu Lapis Talas Sangkuriang. Bagi kamu tertarik membeli kue pie berbahan talas ini bisa mengunjungi ke Toko Rafles. Terletak di Jalan Siliwangi No 72 B, Tegallega, Bogor Tengah. berbagai macam pie talas pun bisa kamu dapatkan dengan harga sekitar Rp 20.000 saja.

Roti Unyil Venus

Rekomendasi terakhir oleh-oleh yang sangat disayangkan jika tidak kamu beli adalah Roti Unyil Venus. Roti khas Bogor ini memiliki ciri khas yang berbeda dari roti yang lain, apabila roti lain berukuran agak besar maka Roti Unyil Venus ini hanya berukuran kecil, sehimgga sangat cocok untuk dijadikan dijadikan oleh-oleh untuk diberikan kepada teman maupun keluarga. Roti yang berbentuk kecil ini memiliki berbagai macam pilihan varian rasa, mulai dari  rasa sosis, keju, cokelat, pisang, abon, nanas, kacang,  jagung manis dan susu. Harga 1 buah roti kecil ini hanya dibanderol sekitar Rp 1600 saja. Bagi kamu yang tertarik membeli oleh-oleh ini kamu bisa mengunjungi tokonya yang berada di Ruko V Point, Jl Raya Pajajaran No1, Bogor Timur.

Nah itulah rekomendasi 3 jenis oleh-oleh khas Kota Bogor yang terkenal dan bisa dijadikan sebagai referensi jika suatu waktu kamu akan mengunjungi Kota Bogor untuk membeli oleh-oleh sebelum pulang.

**Ilham Sadjali [MG/UIK-Jb]

Aktivis Minta Pemkab Bogor Tindak Tegas Lingkung Gunung

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor diminta menindak tegas keberadaan Lingkung Gunung, di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin yang belum mengantongi perizinan. Aktivis wilayah selatan Kabupaten Bogor, Ujang Ka’mun menegaskan, Pemkab Bogor harus memberikan tindakan tegas terhadap pengusaha yang tidak mentaati aturan, terutama persoalan perizinan.

Menurut Uka panggilan akrab Ujang Ka’mun, dibiarkannya pengusaha melanggar aturan di Kabupaten Bogor, sangat merugikan, terutama dari pajak pendapatan sektor perizinan. “Kalau tidak ngurus izin bagaimana mau masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya kepada wartawan.

Uka menyayangkan dengan sikap Pemkab Bogor dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang melakukan pembiaran terhadap pelaku usaha resort, hotel ataupun sejenis usaha lainnya melanggar aturan.

Dijelaskan nya, apabila keberadaan Lingkung Gunung dibiarkan, itu bisa memberikan contoh tidak baik terhadap para investor lain yang akan membuka usaha di Kabupaten Bogor. “Bisa-bisa investor yang buka usaha di Kabupaten Bogor males urus izin. Karena mereka ikuti pengusaha Lingkung Gunung yang mengabaikan perizinan,” papar Uka.

Uka minta agar Satpol PP menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum (Tibum) tanpa pandang bulu. Apabila ditemukan adanya pengusaha melanggar aturan pemerintah, tindak sesuai dengan aturan tersebut.

“Harusnya begitu sudah ada surat teguran satu sampai tiga dari pengawas tata bangunan, Satpol PP lakukan penyegelan atau menutup sementara lokasi Lingkung Gunung sebelum pemilik memproses izin,” imbuhnya.

Sementara, dari pantauan di lokasi Lingkung Gunung, mulai dari tahun baru hingga saat ini, banyak pengunjung yang datang, baik itu warga lokal hingga warga luar Kabupaten Bogor.

Bahkan, pihak pengusaha Lingkung Gunung sudah memungut biaya masuk bagi para pengunjung sebesar Rp.10 ribu setiap orangnya. Selain biaya masuk, pengunjung pun di pungut untuk parkir kendaraan sebesar Rp.5000 setiap unitnya.

 “Sekarang masuk bayar 10 ribu dan parkir 5000, kalau dulu sih tidak ada biaya masuk hanya parkir kendaraan saja dan itu juga hanya 2000. Mungkin sekarang Lingkung Gunung sudah ramai pengunjung nya,” tukas Ahmad, warga Kecamatan Caringin.

** Dede Suhendar