32.4 C
Bogor
Saturday, August 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1290

Tiga Anggota Brimob Ditembak KKB

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kelompok Kriminal Bersenjata kembali berulah, kali ini gerombolan itu menembak tiga anggota Brimob Polri dan menyebabkan satu diantaranya meninggal dunia. Baku tembak tim gabungan TNI-Polri dengan KKB tersebut terjadi pada Selasa (27/4) sekitar pukul 08.00 WIT. Peristiwa itu terjadi di sekitar Markas Lumawi, Kampung Makki, distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua.

“Total ada tiga anggota yang tertembak KKB dan satu orang meninggal dunia,” tutur Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal.

Ketiga anggota Brimob Polda Papua yang menjadi korban saat baku tembak adalah anggota tim gabungan TNI-Polri.

Ipda Anton Tonapa mengalami luka pada bagian punggung atas, Bripka Syaifudin mengalami luka tembak di bagian perut. Sedangkan Bharada Komang meninggal dunia. “Langkah yang kami lakukan adalah mengevakuasi korban ke RSUD Mimika untuk segera mendapat penanganan medis,” katanya.

Kamal menjelaskan tim gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap KKB tersebut.

Disebutkannya, situasi di Kabupaten Puncak, Papua, tak menentu dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah insiden baku tembak antara TNI/Polri dan KKB terjadi, menewaskan sejumlah orang. 

Kasus sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah  (Kabinda) Papua Mayjen TNI I Gusti Putu Danny tewas dalam baku tembak diBeoga, Kabupaten Puncak, Papua, akhir pekan lalu.  Kala itu, dia tengah melakukan observasi lapangan dalam rangka pemulihan keamanan di wilayah tersebut pasca penyerangan yang dilakukan oleh KKB.

Menurut Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto, Brigjen Danny meninggal sekitar pukul 15.50 WIT. Baku tembak persisnya terjadi di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

** ass

Menteri Tito Ganjar Penghargaan Satpol PP Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor meraih penghargaan Karya Bhakti Peduli Satpol PP Tahun 2021 dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian beberapa waktu lalu.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Kemendagri terhadap kepala daerah yang memberikan bantuan penuh dalam peningkatan peran, tanggung jawab, tugas, serta fungsi Satpol PP di daerahnya.

Penghargaan diberikan berdasarkan kriteria penilaian yang merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17 tahun 2019.

Peraturan ini mengatur tentang Pemenuhan Hak Pegawai Negeri Sipil, Penyediaan Sarana dan Prasarana Minimal, Pembinaan Teknis Operasional dan Penghargaan Satuan Polisi Pamong Praja.

Adapun untuk kategori Kota, berhasil diraih Wali Kota Bogor, Wali Kota Denpasar dan Wali Kota Bekasi. Kategori Kabupaten diraih Bupati Sleman, Bupati Banyuwangi dan Bupati Sumedang. Sedangkan untuk tingkat Provinsi diraih Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Jawa Tengah.

“Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran terutama di masa Pandemi Covid-19 yang tidak mudah, Satpol PP konsisten, berbagi tugas, turun ke lapangan, menjalankan tugas dan banyak pengorbanan disana. Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Bima Arya di Kantor Satpol PP, Jalan Pajajaran, belum lama ini.

Bima Arya mengatakan, penghargaan ini harus direspon dengan semangat yang lebih baik. Jika standarnya sudah bagus, tidak ada kata mundur atau kembali lagi ke masa yang kurang baik.

Penghargaan ini juga kata dia, harus menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas dengan konsisten. Bagi personel yang baru tentu akan mengalami banyak hal-hal di lapangan dan godaan di lapangan.

“Saya ingin Satpol PP jadi barisan yang militan. Saya titip ke pak kasat, pembinaan Satpol PP tidak bisa disamakan dengan pegawai lain karena disini harus kuat fisik dan mental. Fisik sudah jelas karena kerja di lapangan, mental juga jauh lebih penting agar tidak mempan sogokan receh dari pedagang, tidak tergoda iming-iming dari pihak yang punya kepentingan,” tegasnya.

Selain itu, ada dua hal yang harus digenjot. Pertama, jumlah Satpol PP harus ideal. Hari ini ada 310 personel dan harus menuju angka ideal yakni 500 personel (minimal) agar perda di Kota Bogor bisa ditegakkan tanpa pandang bulu.

Kedua, kualitas Satpol PP. Pasalnya bukan hanya fisik saja tapi Satpol PP yang militan, berwibawa, disegani tapi juga dicintai warga.

“Kami punya beberapa target yang harus selesai di 2024 dan harus dikawal tanpa pandang bulu. Saya minta pak kasat betul-betul serius menjaga program prioritas kita. PKL di surken dan pedagang di sekitar Pasar Bogor. Kami menaruh harapan yang sangat tinggi kepada Satpol PP untuk bisa menegakkan Perda,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, Pemkot Bogor akan melaunching Perwali turunan dari Perda ketertiban umum yang didalamnya ada saksi lebih tegas untuk PKL yakni bisa diberlakukan denda.

Menurut wali kota, ini sejarah bagi Kota Bogor karena tidak cukup hanya sekedar menegur, menggeser dan mengangkut tapi ada sanksi yang diberlakukan.

“Perda ini tidak akan ada artinya tanpa ada ketegasan satpol PP di lapangan. Fungsi Satpol PP menegakkan perda. Harkat, martabat Pemkot ada di pundak seluruh jajaran Satpol PP. Jangka panjang kebijakan akan terus diperbaiki, agar satpol PP bukan saja mata pencaharian tapi kebanggaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bogor, Agustian Syah mengatakan, penghargaan dari Kemendagri ini bukan main-main, ini kerja keras semua jajaran, semua punya bagian dan harus dipertahankan dan jangan terlena.

“Harapan saya jadi termotivasi lagi, malu kalau kerjanya malas-malasan padahal dapat penghargaan. Jangan mundur ke belakang lagi, harus tegas, tapi kita tetap harus menjunjung tinggi nilai humanis, bukan zamannya lagi tendang dan banting,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

2022, Desa Cigudeg Diajukan Pemekaran

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Aspirasi masyarakat Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg ingin membentuk desa baru  rupanya sudah berkembang sejak tahun 2017 lalu. Alasan utama perlu dilakukan pemekaran karena jumlah penduduk yang tergolong tinggi sekitar 17.000 jiwa sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa tidak berjalan efektif dalam rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat.

“Dari aspek persyaratan pemekaran desa sebagaimana telah diatur dalam Permendagri Nomor 1 Tahun 2017 tentang penataan desa,” demikian diungkapkan Ketua BPD Desa Cigudeg Asep Ahmad Satori, kepada Jurnal Bogor, Selasa (27/4)

Menurutnya, pemekaran sudah memenuhi persyaratan teknis, pada tahun 2021 ini BPD bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat serta stakeholder Desa Cigudeg akan menyelenggarakan musyawarah awal persiapan pemekaraan. “Persiapan matang pemekaran desa akan kami ajukan tahun 2022 ke Dinas DPMD Kabupaten Bogor,” tutupnya.

Sebelumnya disebutkan, wilayah Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg seluas 1.441 hektare dengan 17 ribu penduduk yang meliputi 66 RT dari 22 RW, 9 dusun, dinilai sudah overload. Kepala Desa Cigudeg Andi Supriadi mengakui desanya  sudah layak dimekarkan. “Penduduknya sudah terlalu padat sehingga semestinya harus dimekarkan,” kata Andi

“Sudah terlalu padat kan idealnya 8000 jiwa, sedangkan untuk RT sampai 40 maksimal ini kan sudah 66 RT, overload lah,” cetusnya. “Harapan saya di tahun 2022 atau 2023 itu Desa Cigudeg sudah bisa menjadi 2 Desa. Pembahasan pemekaran desa ini sudah tercetus pada 6 tahun lalu.”

Kata Andi, sejauh ini sudah ada pembahasan serius dengan sejumlah pihak, terkait dengan pemekaran desanya. “Kita sudah komunikasi  dengan BPD, tokoh masyarakat termasuk dengan Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor bahwa Desa Cigudeg layak sudah layak dimekarkan.

** Arip Ekon

Bogor Marak Tindak Kekerasan

0

Sepekan Ramadhan, Polisi Amankan 14 Pelaku

Bogor | Jurnal Inspirasi

Selama sepekan Ramadhan, jajaran Polresta Bogor Kota berhasil menangkap pelaku tindak pidana kekerasan dengan menggunakan senjata tajam pada sejumlah titik lokasi di ‘Kota Hujan’.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa sedikitnya terdapat 14 pelaku yang diamankan Tim Kujang Polresta Bogor Kota. Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa belasan senjata tajam, mulai dari pedang dan celurit.

“Sebanyak 14 pelaku tersebut, berhasil diringkus petugas di sejumlah wilayah di Kota Bogor. Mulai dari jalan raya, depan pusat perbelanjaan, hingga titik keramaian lain,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (27/4).

Selain itu, sambung dia, ada delapan pelaku yang merupakan anggota ormas. Mereka ditangkap lantaran melakukan pengrusakan dan pengroyokan pada perusahaan leasing.

Kata Kapolresta, Tim Kujang rutin melakukan giat operasi dan patroly, terutama di beberapa titik lokasi rawan tawuran, seperti di Jalan KH Sholeh Iskandar dan sejumlah titik rawan tawuran lainnya di seluruh Kota Bogor.

Target operasinya adalah senjata tajam, miras dan knalpot tidak standar. “Kami mengimbau bahwa Tim Kujang dibantu TNI akan menindak tegas semua pelaku kekerasan baik orang ataupun kelompok. Ini menjadi komitmen kami untuk menjadikan Kota Bogor sebagai kota ramah untuk keluarga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Tim Kujang Polresta Bogor Kota yang juga Kasatreskrim, Kompol Dhoni Erwanto menjelaskan, pihaknya banyak kejadian terutama masih banyak ditemukan adanya kegiatan masyarakat yang akan melakukan perang sarung ataupun tawuran.

“Kami berhasil mengamankan beberapa titik yang akan tawuran dengan sejumlah barang bukti senjata tajam. Kegiatan menonjol terjadi di depan Ramayana tanggal 24 April, sekitar pukul 24.00, dengan korban ada 3 orang, satu orang luka ringan dan dua orang luka berat. Kami berhasil mengamankan 8 orang pelaku dan rata rata masih berada dibawah umur,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga anak anaknya supaya diawasi dan dipantau selama malam hari karena masih banyak ditemukan anggota masyarakat, pemuda yang nongkrong di sejumlah titik rawan.

“Kami minta kerjasama dari para orangtua untuk memantau dan mengawasi anak-anaknya, karena pada malam hari banyak yang beraktifitas dan berujung melakukan tindakan kriminal melawan hukum,” tuturnya.

Atas tindakan kekerasan tersebut, setidaknya terdapat tiga orang yang mengalami luka-luka. Dua diantaranya luka berat akibat bacokan benda tajam, dan satu luka ringan akibat hantaman benda tumpul.

Para pelaku tindak kekerasan tersebut dikenakan sanksi berbeda-beda. Mulai dari Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951, hingga Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan.

“Kami juga kenakan Pasal 76 juncto C Juncto Pasal 80 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Gubernur Berikan Uang Kadeudeuh ke Keluarga Almarhum Irfan Suri

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Peristiwa karamnya KRI Nanggala 402 di Selat Bali, yang menyebabkan 53 personilnya gugur, mengundang keprihatinan berbagai pihak. Tak terkecuali Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Selasa (27/4), iapun tazkiah ke keluarga Letkol Laut (P) Irfan Suri di cluster Harmony 2 Blok 9, No 15, BNR.

Dalam takziahnya, orang nomor satu di Jawa Barat bertemu dengan istri mendiang dan sedikit melakukan perbincangan.

Dalam perbincangan tersebut, Ridwan Kamil mengaku sangat berduka dengan tragedi tersebut. “Seluruh masyarakat Indonesia sedang berduka, dan diantara kru kapal ternyata ada satu warga Jabar ternyata ada satu.
Sehingga rasa duka cita itu tentu menjadi dekat dalam kedukaan kita,” ujarnya.

Dalam takziahnya, Ridwan Kamil memberikan bantuan uang kadeudeuh berupa beasiswa bagi anak Letkol Laut Irfan berupa beasiswa sebesar Rp100 juta.

“Walaupun tidak banyak tapi bisa jadi bekal sekolah. Tapi saya kira dgn adanya uang kadedeuh itu bisa digunakan biaya pendidikan anaknya yg konkret, dan meringankan kesehariannya juga,” katanya.

Diketahui, Letkol Laut Irfan Suri yang merupakan salah satu Non ABK KRI Nanggala 402 yang tenggelam di laut selat Bali ternyata mempunyai rumah di Bogor.

Irfan Suri meninggalkan seorang istri dan tiga anak. KRI Nanggala 402 hilang kontak pada Rabu (21/4) di Selat Bali, dan baru ditemukan pada Minggu (25/4). Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahyanto pun menyatakan bahwa seluruh awak yang berjumlah 53 orang gugur dalam tugas.

** Fredy Kristianto

Video Tawuran Leuwiliang Hoax, Kanitreskrim: Ada Tawuran Tapi Bukan di Video Itu

0

Leuwiliang  | Jurnal Inspirasi

Beredar video aksi tawuran membabi buta ditunjukan di daerah Leuwiliang, Kabupaten Bogor ternyata hoax. Meksipun ada aksi perang sarung yang dilakukan oleh sekelompok remaja antara Desa Karacak dan Leuwiliang, namun bukan yang beredar dalam video yang viral itu.

Dalam video yang viral dan hoax itu terlihat sejumlah remaja mengendarainya roda dua menghadang pengguna motor lain hingga terjatuh lalu dilempari batu dan sabetan senjata tajam. Hal tersebut diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Leuwiliang Iptu Asep Jamiat.

“Itu hoax video, memang ada aksi tawuran perang sarung namun tidak separah dalam video yang beredar tersebut,” kata Asep Jamiat.

Asep mengatakan, kejadian perang sarung itu terjadi pada Sabtu dini hari 24/4/2021 di Karacak, bermula saling ejek antara remaja Karacak dan Leuwiliang. “Ada korban tapi kedua belah pihak masing-masing diwakili kepala desa Karacak dan Leuwiliang itu sudah musyawarah secara kekeluargaan sepakat untuk damai,” kata Asep.

Untuk kasus tawuran itu pihak kepolisian tidak ada penahanan terhada pelaku aksi tawuran karena kedua belah pihak bersepakat damai secara musyawarah dengan membuat perjanjian diatas materai. “Dan korban yang terkena luka akibat tawuran itu sepakat untuk dibiayai pengobatan,” kata Asep.

Atas kejadian itu Unit Reskrim bersama Unit Patroli Polsek Leuwiliang akan meningkatkan pengamanan.

“Tentu patroli akan kita tingkatkan jangan sampai hal serupa terjadi lagi,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Program P3A Desa Cibalung Mulai Dibangun

0

Cijeruk | Jurnal Inspirasi

Pemerintahan Pusat melalui  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane telah mengumumkan penerima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) 2021.

Diantara sekian banyak penerima bantuan P3-TGAI ini, sudah ada yang melaksanakan kegiatan pembangunannya. Salah satunya yang  Desa Cibalung,  Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Seperti yang dikatakan Asep, Ketua P3A Desa Cibalung  yang sedang mengerjakan pembangunan irigasi yang merupakan program dari Kementerian PUPR ini, Selasa (27/4/2021).

Program padat karya tunai ini sebagai salah satu prioritas pembangunan Kementerian PUPR, dimana bertujuan untuk memperkuat infrastruktur dalam pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. “Saat ini pengerjaannya sedang berlangsung, diharapkan sesuai waktu yang telah ditargetkan. Adapun untuk volumenya sendiri kurang lebih 410 meter. Kegiatannya dilakukan secara swakelola sesuai dengan pakta integritas dan perjanjian kerjasama,” jelasnya.

Didalam pelaksananya pihaknya terkendala masalah akses pengangkutan barang karena dari penyimpanan barang agak jauh dengan lokasi pembangunan ,dan faktor cuaca pun ikut menjadi kendala apalagi sekarang musim penghujan.

** Deny

Warga Stroke Bertambah, Puskesmas dan PSM Lakukan Asesmen

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Selain Nenek Umsih (70) dan Asra (40) asal Kampung Bunar RT 02 RW 01 yang mengalami lumpuh, warga yang menderita stroke juga dialami Ibu Marlia (50) warga Kampung Bunar RT 02  RW 03. Suami Marlia, Mulyawan menceritakan, sang istri menderita stroke selama satu tahun ini.

“Memang  bantuan pemerintah berupa BLT- DD sudah didapat, tetapi ia mengaku kerepotan lantaran rumah yang tempatinya tidak ada toilet dan kamar mandi. Repot ketika mau mandi atau buang hajat , terpaksa harus berjalan kaki menuju kali Cikaniki yang berjarak 100 meter,” kata Mulyana kepada Jurnal Bogor, Selasa (27/4).

Sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas Bunar dan rombongan  Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) serta Pemerintah Desa setempat melakukan asesmen ke rumah penderita stroke.

Kepala Puskesmas Bunar Ropiyudin menjelaskan, hasil dari pemeriksaan terhadap  3 pasien dengan kasus yang sama penderita penyakit stroke akan dirujuk ke RSUD Leuwiliang. “Sudah direncanakan, bahkan kami sudah komunikasi dengan pihak RSUD, ketiga penderita stroke itu mesti dirujuk ke RSUD Leuwiliang,” ujarnya.

Namun atas nama Nenek Umsih, ada kendala dari BPJS, meski demikian akan dibantu pembuatan BPJS-nya itu. “Tadi kan kawan-kawan IPSM dan Pemerintahan Desa, nanti biar membantu pembuatan BPJS, ” kata Ropi.

Ropiyudin yang baru dua minggu menjabat di Puskesmas Bunar yang meliputi 3 wilayah kerjanya itu berharap agar tidak terjadi hal yang serupa. Dia akan membangun perencanaan untuk komunikasi bersama pemerintahan desa maupun pihak Kecamatan.

“Kaitan untuk penanganan kedepanya sesuai  posisi dan tupoksi Puskesmas tentu kami akan fokus dari sisi kesehatan. Adapun dari sisi kaitan dengan ekonomi dan lainnya, itu bagiannya  pihak terkait,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bunar Jajat Sudrajat mengatakan, bagi penderita stroke tersebut akan segera dibuatkan pengajuan  bantuan kursi  roda ke Dinsos Kabupaten Bogor.” Adapun Bu Marlia dengan ketiadaan toilet, nanti kami fasilitasi untuk dibuatkan toilet tersebut,” ucap Kades Bunar.

Terpisah, Tenaga Kesejahtraan Sosial Masyarakat (TKSK) Kecamatan Cigudeg Hambali memastikan pada Rabu (28/4) akan turun langsung  dengan pihak Kecamatan Cigudeg sembari memberikan bantuan pada penderita stroke di Desa Bunar. Sebelumnya, TKSK pernah memberikan bantuan kursi roda pada penderita stroke atas nama  Nenek Umsih (70). “Termasuk pemberian sembako  sekitar 9 bulan  lalu,” kata Hambali saat dihubungi.

Nenek Umsih yang  tinggal satu rumah bersama anaknya bungsunya sejauh ini sudah 3  kali mendapatkan bantuan BLT -DD  Sebesar 600.000. “Berikut anaknya mendapatkan bantuan sembako dari program BPNT,” terangnya.

Bukan hanya Nenek Umsih termasuk Ibu Marlia juga sudah mendapatkan 3 kali  mendapatkan BLT-DD sebesar 600.000. Namun, kata Hambali, untuk bantuan yang lainnya  belum tersentuh karena memang penderita stroke tersebut sudah mendapatkan bantuan dari BLT-DD.

Mengenai ketiadaan toilet di kediaman Marlia dirinya  akan berkoordinasi dengan pihak desa dan siap untuk membantunya. “Fasilitas dudukan toiletnya sudah kami siapkan. Rencana swadaya pembuatan toilet, kami akan berkoordinasi dengan pihak desa,” imbuhnya. “Sedangkan penderita stroke yang bernama Asra,  kami akan kroscek kembali dengan pihak Kecamatan Cigudeg,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Miris, Duit BST Diduga Ngalir ke Karang Taruna Desa Cicadas

0

Yudi: Katar Juga Warga Cicadas Berhak Dapat BST

Gunung putri | Jurnal Bogor

Lagi, dugaan pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos bagi warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, mulai mencuat. Bukan hanya dialihkan kepada warga yang kurang mampu. Usut punya usut ada dugaan bantuan yang diberikan Presiden Jokowi itu diduga mengalir juga kepada Karang Taruna Desa Cicadas.

Menurut narasumber yang enggan disebutkan namanya, di Desa Cicadas ada 18 kelompok kerja (pokja) Karang Taruna yang dibagi sesuai jumlah RW di desa tersebut. Dari masing-masing pokja mendapatkan BST sebilai Rp300.000 dan dipotong lagi sebanyak Rp50.000 dengan alasan untuk pembuatan baju.

“Jadi Pokja Karang Taruna ada 18 dan yang dapat uang BST hanya ketua pokja saja. Kalau anggotanya gak tahu tapi yang pasti yang dapat ketua pokja aja, lalu ada lagi potongan Rp50.000 untuk baju. Jadi total yang didapat ketua pokja sebesar Rp250.000. Mereka (Katar, red) sudah mendapatkan BST tersebut hari Senin 26/4/21 sekitar pukul 20:00 WIB kemarin,” jelasnya, Selasa (27/4/21).

Dia menambahkan, sebelumnya Karang Taruna meminta kepada Kepala Desa Cicadas, Dian Hermawan agar mendapat jatah BST tersebut. Hal itu berkaitan dengan ikut serta Karang Taruna dalam mengurus pendistribusian dan pendataan peralihan BST itu sendiri.

“Setelah adanya permintaan kepada kepala desa agar mendapatkan jatah BST karena keterlibatan Karang Taruna. Akhirnya Pak Kades menyetujuinya dan dibagikan jatah kepada masing-masing Pokja Karang Taruna,” pungkasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi via telepon Ketua Karang Taruna Desa Cicadas, Yudi Abadi mengatakan, Karang Taruna juga merupakan warga Desa Cicadas. “Ya benar ada pengalihan, salahnya dimana?, karena Karang Taruna juga merupakan warga Desa Cicadas,” kata dia dengan nada yang kurang sopan.

Terpisah, Kades Cicadas Dian Hermawan saat mintai keterangan via WhatsApp, tidak menanggapi. Sekedar diketahui, dengan dalih peralihan, Desa Cicadas telah melakukan penyunatan BST dari Kemensos tersebut hingga 50 persen alias Rp300.000, dari total Rp600.000 yang seharusnya diterima oleh para KPM. Desa Cicadas memiliki jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 5.929. Jika dikalkulasi Pemdes Cicadas menyunat BST miliaran yakni sebanyak Rp 1.778.700.000.

**red/n

Bupati Beri Dukungan Moril

0

Tamansari | Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor Ade Yasin di dampingi Kapolres Bogor AKBP Harun dan Komandan Kodim 0621 mengunjungi rumah duka, Letkol Laut Elektronik Anumerta Irfan Suri di Klaster Harmoni 2, Blok 9 nomor 15, Bogor Nirwana Residence, (BNR), Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari pada Selasa (26/4).

“Saya bersama dengan Pak Dandim, Pak Kapolres memberikan dukungan moril kepada Istri dan anak-anak keluarga Letkol Laut Irfan Suri agar tidak terlalu bersedih. Kita doakan semoga husnul khotimah diterima iman Islamnya karena almarhum selain meninggal dalam tugas, meninggalnya di bulan Ramadhan ini mudah-mudahan sama dengan jihad untuk negara, jihad untuk keluarga,” ujarnya.

Selain berkunjung ke rumah duka, Bupati minta kepada masyarakat khususnya warga Kabupaten Bogor untuk mendoakan beliau. Apabila tidak keberatan agar juga melaksanakan shalat goib dan mendoakan beliau agar beliau husnul khotimah, diterima iman Islamnya oleh Allah swt.

Sedangkan untuk pemakaman, saat ini belum ada kepastian dari keluarga akan di makamkan di mana. Dirinya juga mempersilahkan keluarga jika, almarhum oleh keluarga hendak di makamkan di Kabupaten Bogor. Apalagi, di Kabupaten Bogor ada Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg.

“Dimanapun bebas memilih tempat yang di inginkan, akan tetapi kan jasadnya belum ada. Kalau sudah ada mungkin akan kita siapkan kalau memang keluarga mau di Kabupaten Bogor, ya pilihan ada di pihak keluarga,” katanya.

Ade Yasin berpesan kepada Istri almarhum kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi dirinya. Sebab, sebagai sesama perempuan barangkali lebih mudah untuk berkomunikasinya.

“Kalau untuk santunan secara pribadi kita tidak harus bilang. Tapi, kalau misalkan anaknya harus kita sekolahkan kita juga siap. Tadi saya juga dengan Kasal, berbicara bahwa mereka juga sudah menanggung pendidikan anak-anaknya, jadi kalau kami sih siap saja kalau urusan apapun,” ungkapnya.

Saat kunjungan ke rumah duka, Ade Yasin juga sempat kaget. Sebab, istri almarhum Letkol Laut Irfan Suri mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Pak Yanwar.

“Ternyata istri almarhum sudah mengenal saya juga. Malah beliau juga menyatakan hal yang sama turut berduka cita juga kepada saya atas meninggalnya Pak Yanwar. Saya juga surprice beliau kok ingat gitu, ingat kejadian di bulan September 2020, lalu pada saat suami saya meninggal. Ya palingan ngobrolan sesama perempuan aja,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan