30.3 C
Bogor
Friday, August 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1265

10 Hari Telah Dikerjakan, Pembangunan Pamsimas tak Cantumkan Papan Kegiatan

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) yang bersumber dari Gunung Tugu diatas bentangan kali Cikaret  di Kampung Pamanggon RT 03 RW 09, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pengerjaannya  telah berlangsung 10 hari. Namun pantauan di lapangan, pihak pelaksana tak mencantumkan papan kegiatan.

Pendamping Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat  (Pamsimas) Kabupaten Bogor Febri mengatakan, anggaran yang digunakan untuk bangunan sarana air bersih itu bersumber dari Kementerian PUPR sebesar Rp, 245.000,000.

Ia menyebutkan, sebetulnya untuk teknis pemasangan papan informasi kegiatan itu dianggarkan dari dana Inces yang berasal dari masyarakat

“Memang secara aturan sebelum dilakukan pembangunan papan kegiatan terlebih dulu harus sudah dipasang,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/5).

“Akan tetapi dari pihak kami tidak ada anggarannya untuk pembuatan papan informasi. Itu kembali lagi kepada Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) dan Satuan Pelaksana (SATLAK), karena ada dana Inces dari masyarakat,” jelas Febri.

Ia menambahkan, anggaran yang diterima dari APBN tersebut untuk pembangunan sarana air bersih berikut pengerjaan jamban di sekolah SDN Nunggul Desa Bantarkaret.

“Kita juga akan membuat sanitasi di SDN Nunggul, yaitu dengan pembuatan jamban, karena itu juga sudah termasuk program yang harus dilaksanakan,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua RT 03, RW 09 Sumanta mengakui bahwa pekerjaan Pamsimas sudah berlangsung 10 hari namun hingga saat ini belum terpasang papan kegiatan. “Rencana besok kami pasang papan kegiatannya,” janjinya.

Sumanta menjelaskan, pengerjaan Pamsimas melibatkan 25 pekerja warga setempat dengan pengerjaannya lebih cepat. “Kurun waktu dua bulan setengah bangunan Pamsimas tersebut sudah harus selesai,” tandasnya.

Air bersih ini nantinya akan memasok kebutuhan masyarakat dilingkup satu RW, sekitar 278 kepala keluarga, dan aliran air yang dikelolanya nantinya warga yang menggunakan air ini akan dikenakan iuran per bulan untuk perawatan.

Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan, Ahyani belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan.

** Arip Ekon

RM Collection, Harga Hemat Berkualitas

0


Bogor | Jurnal Inspirasi

Konveksi merupakan salah satu dari usaha yang memproduksikan pakaian dalam jumlah yang banyak serta dibuat secara massal. Konveksi ini merupakan bisnis industri berskala rumah tangga yang membuat pakaian jadi, seperti kemeja, kaos, polo shirt, jaket, celana, dan lain sebagainya. Selama Ini Konveksi menjadi salah satu sarana atau salah satu jalan untuk pemesanan pakaian yang seragam.

Qashmal

Seperti halnya RM Collect, atau Rahayu Mandiri Collection. Mereka adalah jasa konveksi berbasis Sosiopreneur yang berlokasikan di Bogor, lebih tepatnya di Jl Cijujung Tengah, Cijujung Sukaraja, Bogor. Mereka sudah berdiri sejak tahun 2017, sehingga banyak pula pengalaman yang didapat untuk membuat konsumen puas.

“Kami membuka konveksi atau bisnis ini, memang karena ingin membantu pengrajin, serta organisasi dalam penyatuan frame dengan harga murah,” Ujar salah satu rekan RM Collect, Qashmal kepada Jurnal Bogor (25/5).

Qashmal juga menjelaskan, untuk pembuatan baju atau jenis lainnya dimulai dari harga Rp25.000 saja. “Yang pasti kita membuat baju, kaos, kemeja kerja, jaket ataupun jenis lainnya. Baik itu pemesanan dengan skala kecil ataupun skala besar,” tambahnya. Para pemesan di konveksi tersebutpun datang dari kalangan manapun. “Yang pasti banyak juga yang memesan dari kalangan mahasiswa, politisi, LSM,” tambahnya.

Untuk hari ramai atau hari yang banyak pemesanannya, biasanya ketika terjadi salah satu momentum. “Contohnya kaya momentum pemilihan bem di kampus, momentum pilkada, momentum sekolah baru masuk,” terangnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

PPMKP Gembleng Bela Negara CPNS Kementan dan Batan

0

Bogor-| Jurnal Inspirasi

Derap langkah serempak barisan yang didominasi seragam berwarna hijau menderu di lapangan komplek Surya Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Sabtu (22/5). Mereka bukan tentara yang tengah berlatih, tapi Calon Pegawai Negeri Sipil dari Kementerian Pertanian dan Badan Tenaga Aton Nasional (BATAN) yang tengah mengikuti pelatihan bela negara.

Setidaknya ada 111 CPNS Kementerian Pertanian dan 40 CPNS BATAN yang tengah digembleng pelatihan bela negara, salah satu agenda Latsar yang wajib diikuti CPNS. Kegiatan melibatkan prajurit-prajurit TNI AD dari Korem 061 Suryakancana Bogor yang didampingi Widi Hardjono dan Abdul Hani, widyaiswara PPMKP yang mengantongi sertifikat wisesa dari Dewan Ketahanan Nasional (wantanas).

Widi Hardjono mengatakan, materi nilai-nilai dasar bela negara meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan pada pancasila, rela berkorban serta penguasaan kemampuan awal bela negara. “Bela negara harus dipahami secara luas agar bisa dilaksanakan masyarakat sesuai kapasitasnya masing-masing sehingga dapat dijadikan benteng untuk mempertahankan keutuhan NKRI dari ancaman-ancaman yang mungkin muncul, “ ucap Widi.

Widi mengatakan, khusus untuk peserta latsar CPNS yang sebagian besar generasi milenial perlu dipahami bahwa bela negara tidak hanya membela negara dari berbagai ancaman baik berupa perpecahan, radikalisme maupun terorisme. Namun demikian, sebagai upaya meningkatkan kualitas diri juga termasuk dalam bentuk sikap membela negara.

Menurut Widi, saat ini semua unsur dihadapkan dengan tantangan utama yaitu kemajuan teknologi informasi. Salah satunya keberadaaan sosial media (sosmed) yang merupakan sarana paling modern untuk menyampaikan sebuah pemikiran.

Namun katanya, hal ini harus disikapi dengan bijak agar tidak terjebak dalam isu-isu yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dalam bentuk berita-berita hoax. “Sebagai aparatur negara PNS harus hadir sebagai garda terdepan pemersatu bangsa dibalut semangat nasionalisme untuk mencegah dampak lebih lanjut dari serangan berita-berita hoax tersebut,” tegas Widi.

Sementara Abdul Hani berharap seluruh peserta latsar dapat menginternalisasi makna semangat bela negara dengan lebih baik dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang berakhir pada sore hari tersebut juga memberikan latihan keterampilan baris berbaris untuk melatih disiplin dan mental mereka.

Dalam sebuah kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan, dalam membela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata, akan tetapi juga dilakukan dengan kesadaran setiap warga untuk membela negara. SYl mengajak meningkatkan sikap patriotisme, mengingat tantangan dan ancaman terhadap keutuhan negara RI kini sangat beragam.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menyampaikan salah satu wujud dan semangat cinta tanah air yaitu mencintai pangan lokal dan mencintai produksi dalam negeri. Hal ini sama dengan mengapresiasi kerja keras petani didampingi penyuluh di lapangan.

** Viera R.A/Regi – PPMKP

Warga Tarikolot Minta Dikonfrontir

0

Camat Sebut tak Ada Pemotongan BST

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kasus dugaan pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BST) di RW 04, Kampung Tarikolot, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, oleh oknum pengurus lingkungan belum juga menemui titik temu.

Camat Bogor Utara, Marse Hendra Saputra mengatakan bahwa pihaknya akan kembali melakukan rapat dengar pendapat dengan warga. Sebab, berdasarkan informasi yang diterima, penerima BST menyerahkan secara langsung uang yang jumlahnya variatif, antara Rp10 ribu, Rp20 ribu dan Rp50 ribu.

“Dan saat ditanya oleh kami, bagaimana bila tidak memberi. Jawaban tidak apa-apa. Ini jadi semacam ucapan terima kasih. Sebab, kalau pemotongan, sebelum diterima sudah dipotong. Kalau ini penerima yang menyerahkan langsung ke rumah, tanpa diminta,” jelasnya.

Marse menuturkan bahwa pihaknya telah memanggil sembilan orang warga yang membuat surat pernyataan mengenai adanya dugaan pemotongan bansos. Hasilnya, hanya lima orang yang merupakan penerima bantuan.

“Namun, bukan semua BST. Ada yang PKH dan UMKM. Termasuk isu mengenai potongan Rp200 ribu terkait bantuan UMKM, itu hanya Rp100 ribu, dan pemberian itu tak diminta melainkan memberi saja. Tak ada yang masuk ke kelurahan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pemuda Tarikolot, Sanusi mengatakan bahwa pihaknya menolak surat berita acara yang disodorkan kelurahan mengenai kasus tersebut. Hal itu lantaran adanya ketidak sesuaian dengan hasil berita acara di kelurahan pada akhir pekan lalu.

“Kami tidak mau tanda tangan karna di isi surat tersebut warga memberikan ucapan tanda tetimakasih, sudah jelas ini bukan kasus sekali dua kali terjadi di wilayah,” katanya.

Pria yang akrab disapa Ajo ini menegaskan bahwa apabila pemerintah ingin menuntaskan permasalahan itu, pengurus RW mesti dikonfrontir langsung dengan warga.

“Kami meminta agar pemerintah merevisi kalimat “warga memberikan ucapan terimakasih. Kami pertanyakan berita acaranya siapa yang membuat berita acara ini,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Corona Masih Mengancam, Ujicoba PTM Diundur

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mengambil langkah untuk mengundur ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terhadap 73 sekolah hingga akhir Mei mendatang. Padahal, sebelumnya Disdik sudah gembar gembor dilaksanakan pada pekan ini.

Diundurnya PTM lantaran kasus positif Covid-19 serta belum tervaksin seluruhnya tenaga pendidik. Selain, belum diverifikasinya sekolah yang layak memberlakukan PTM.

“Jadi atas instruksi Pak Wali Kota, kami akan mulai ujicoba PTM pada 31 Mei 2021, selama dua pekan,” ujar Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi, kepada wartawan saat ditemui di Balaikota Bogor, Senin (24/5).

Menurut dia, dari 73 sekolah yang akan melaksanakan ujicoba PTM, yakni 36 SD dan 37 SMP, yang terdiri dari 20 SMP negeri dan 17 SMP swasta. Namun, sekolah yang sudah lolos verifikasi protokol kesehatan pada tingkat SD baru enam sekolah di enam kecamatan.

Ia menjelaskan bahwa verifikasi sekolah dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), Satgas Covid-19, bersama Disdik.

Kata dia, verifikasi dilakukan mulai dari mengecek fasilitas penunjang protokol kesehatan (prokes), ruang kesehatan, hingga skenario pelaksanaan PTM yang dimulai sejak murid berangkat hingga pulang.

Hanafi menyatakan, siswa yang mengikuti PTM harus atas seizin orangrua dan melampirkan surat pernyataan tertulis dan bermaterai.

“Kalau orangtua nggak setuju, ya nggak apa-apa, dan kita juga tidak menganjurkan kepada orangtua untuk memaksakan anaknya sekolah,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Hanafi, dalam setiap kelas hanya dihadiri 50 persen siswa, dan durasi PTM hanya berlaku 3 jam dengan materi mata pelajaran pokok.

“Ada ketentuan, anak harus tidak menggunakan kendaraan angkot, wajib membawa bekal dan dilarang bertukar peralatan belajar,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Kasus Positif Griya Melati Bertambah

0

60 Orang Dinyatakan Terjangkit Covid, Dinkes Geber Test PCR

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kasus positif Covid-19 pada klaster perumahan Griya Melati, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, terus bertambah. Pasalnya, pada Senin (24/5), jumlahnya sudah mencapai 60 orang.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa sebanyak 60 warga Griya Melati Bubulak dinyatakan positif Covid-19 itu, didapati dari 251 sempel yang telah diperiksa dari 183 warga yang berstatus kontak erat.

“Tercatat ada 60 warga Griya Melati dinyatakan positif. Bertambah dari sebelumnya 58 orang,” ujar Bima kepada wartawan.

Menurut dia, dengan adanya kasus itu, Satgas Covid-19 menerbitkan instruksi melalui surat Nomor : 104/001-Set, yang isinya memutuskan untuk segera karantina atau isolasi bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pusdiklat BPKP Ciawi, Kabupaten Bogor.

Langkah itu diambil, kata Bima, berdasarkan hasil penyelidikan Dinkes Kota Bogor dan rekomendasi tim Surveillance Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan upaya deteksi penyebaran varian baru virus Covid-19.

“Karena itu kami tetapkan peristiwa ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB),” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bima meminta agar peristiwa tersebut dijadikan pembelajaran bagi warga Kota Bogor yang ingin plesiran ke luar daerah. “Kami meminta agar warga tetap mematuhi prokes,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo mengatakan bahwa karantina area terbatas harus dilakukan di Griya Melati untuk mencegah penyebaran yang lebih luas lagi.

“Memang dalam penanganan Covid-19 dinulai di tingkat RT. Tapi untuk kasus Griya Melati diterapkan karantina area terbatas,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno mengatakan, pihaknya sudah melakukan test PCR terhadap 98 warga Griya Melati pada Senin (24/5). “Rencananya besok (hari ini) akan dilakukan test kembali,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Gaji Dibayar, Orangnya Tak Ada

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap ada 97 ribu data aparatur sipil negara (ASN/PNS) palsu. Jumlah tersebut berdasarkan pemutakhiran data pada 2014 dimana ditemukan saat dilakukan pendataan ulang. “Hasilnya ternyata hampir 100.000 tepatnya 97.000 data itu misterius, dibayarkan gajinya membayar iuran pensiun tapi tidak ada orangnya,” ujar Kepala BKN Bima Haria Wibisana dalam Kick off Meeting Pemutakhiran Data Mandiri ASN dan PPT Non ASN, Senin (24/5).

Bima bercerita, pada tahun 2002 saat itu masih menjabat sebagai Direktur Aparatur Negara di Bappenas, dan kegiatan pemutakhiran data itu menjadi kegiatan nasional yang harus dilakukan oleh BKN. Diakui jika memang proses yang mahal dan lama itu tidak menghasilkan data yang sempurna, masih banyak yang perlu dimutakhirkan dan dilengkapi, bahkan masih banyak juga data-data yang palsu.

Pada 2014, kembali dilakukan pendataan ulang PNS. Tapi pada saat itu sudah dilakukan secara elektronik dan dilakukan oleh masing-masing PNS sendiri bukan dilakukan oleh Biro Kepegawaian SDM, BKD, BKPP, BKPSDM. Saat inilah ditemukan adanya data ASN misterius.

Itu sebabnya pemerintah dikatakan terus menggaungkan tentang pemutakhiran data ASN atau PNS. Pemutakhiran data PNS untuk mendukung penggunaan satu data secara nasional di masa mendatang.

“Sejak merdeka, kita baru dua kali memutakhirkan data ASN, yang pertama tahun 2002 itu dilakukan melalui pendataan ulang Pegawai Negeri Sipil dengan sistem yang masih manual diperlukan waktu yang lama dan biaya yang sangat besar untuk melakukan pemutakhiran PNS,” jelas dia.

Kendati begitu, dengan pemutakhiran data secara elektronik data base PNS kita menjadi lebih akurat walaupun masih juga banyak yang belum mendaftar pada saat itu. Baru kemudian setelah beberapa waktu bahkan bertahun-tahun, mereka mengajukan diri untuk daftar ulang sebagai PNS.

“Pada hari ini kita akan melakukan hal tersebut, tetapi sistemnya kita ubah kita lakukan tidak secara berkala tapi setiap waktu dan dilakukan oleh masing-masing PNS atau ASN. Kalau begitu karena orang yang paling berhak atas datanya adalah ASN yang bersangkutan,” ungkapnya.

Bima menegaskan, BKN, BKD, BKPP, BKPSDM nantinya hanya mengelola dan menjaga kerahasiaan data tersebut. Sementara, pemutakhiran data itu menjadi milik dan kewajiban dari ASN yang bersangkutan.

Sementara temuan BKN soal adanya 97 ribu data PNS misterius tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele.”Ini masalah besar,” ujar anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, Senin (24/5).

Bagi Mardani, persoalan yang ada pada data ASN tidak bisa dipungkiri. Hanya saja, belum ada kemauan kuat untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. “Jumlah 4 juta ASN dengan beragam bidang dan organisasi dapat menjadi labirin bagi pengelolaan yang tidak ada ujungnya. Harus berani menata ulang,” terangnya.

Saat ini, sambung politisi PKS tersebut, DPR RI tengah membahas tentang UU ASN sebagai sarana memperbaiki tata pengelolaan ASN di Indonesia. “Pengelolaan ASN atau PNS mesti direformasi dari hulu ke hilir. Komisi II akan membahas tuntas dalam RUU ASN,” pungkasnya.

** ass

Melalui PKT, Puluhan Warga Leuwisadeng Lebarkan Jalan

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Pelaksanaan program Padat Karya Tunai (PKT) di Desa Leuwisadeng , Kecamatan Leuwisadeng Kabupaten Bogor berhasil membuka akses jalan lingkungan antarwilayah RT.  Jalan tanah di arel  pesawahan di Kampung  Baragajed yang sebelumnya status jalan masih setapak, kini telah dilebarkan menjadi satu meter dengan panjang sekitar 500 meter.

Kepala Desa Leuwisadeng Rohim Hidayatullah menjelaskan, program PKT yang memperkerjakan sebanyak 30 orang  dari warga Desa Leuwisadeng tersebut untuk melakukan pelebaran  jalan  jalur penghubung dari wilayah RT 04 menuju RT 05 RW 04.

“Satu tahun lalu, permintaan warga  jalan di area pematang sawah itu untuk dilebarkan, maka itu melalui program PKT warga merelakan tanahnya untuk pembangunan jalan tersebut. Dengan dilebarkannya jalan lingkungan, kami berharap semua ini bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Rohim Hidayatullah kepada Jurnal Bogor, Senin (24/5).

Rohim mengungkapkan, saat ini Pemerintah Desa Leuwisadeng sedang fokus pada pembangunan fisik,  selain menggunakan dana desa tahap pertama 2021, dalam waktu dekat ini pihaknya bakal merencanakan pembangunan insfrastruktur melalui program Samisade.

“Pembukaan jalan dikerjakan disetiap hari Minggu, warga yang ikut bekerja mendapat upah yang bersumber dari dana desa,’’ ucapnya.

Lebih lanjut Rohim mengatakan, dana desa selain digunakan pemberdayaan masyarakat melalui PKT, pihaknya juga dimanfaatkan dengan penyaluran BLT- DD. “Sebanyak 326 keluarga penerima manfaat menerima BLT- DD,” tandasnya.

** Arip Ekon

Survei Puspoll, PKB Masuk Tiga Besar

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam beberapa survei nasional berhasil masuk dalam tiga besar. Seperti hasil survei terbaru yang dirilis Puspoll Indonesia yang menempatkan PKB berada di posisi tiga di atas Partai Golkar.

Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, selain karena berbagai langkah konkret melakukan kegiatan sosial dengan membantu masyarakat yang tidak mampu, hadir di tengah masyarakat melalui kebijakan di legislatif dan eksekutif, serta kekuatan struktur hingga tingkat bawah, kekuatan fundamental PKB adalah memiliki nilai sejarah perjuangan yang nyata untuk bangsa, sejak era pra kemerdekaan hingga saat ini.

”PKB punya sejarah, punya nilai. Para founding father kita punya komitmen juang yang tidak diragukan lagi. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Ilyas Ruhiyat, dan sesepuh PKB lainnya berniat mendirikan PKB untuk bangsa. Bukan untuk NU, bukan untuk pribadi. PKB lahir dari kiai-kiai NU untuk Indonesia, untuk Nusantara,” ujar Gus AMI saat memberikan pengarahan pada acara Halal Bihalal Idul Fitri 1442 H secara virtual dengan DPC-DPW PKB se-Bali, NTT, dan NTB, Senin (24/5/2021).

Dikatakan Gus AMI, ketika PKB lahir dari NU untuk bangsa atau dari para kiai untuk bangsa, hal ini tidak berdiri sendiri. Namun ada rangkaian sejarah panjang bangsa. ”Sejarah tertulis dengan baik, tinta emas tentang kiprah NU, tokoh-tokoh NU dalam menjaga komitmen kebangsaan, menjaga Merah Putih, teruji dengan baik. Kakek buyut saya, semua pejuang Merah Putih yang tidak berfikir untuk dirinya, kelompok, tapi untuk kepentingan Nusantara,” katanya.

Menurutnya, sejak awal para kiai sepuh NU mendirikan organisasi sosial keagamaan, rumusan awalnya adalah kemaslahatan umat. ”Kemaslahatan Indonesia, bukan untuk pribadi. Itu doktrin sebelum NU lahir hingga Indonesia merdeka sampai hari ini. Dan nilai total itu sudah menjadi referensi Islam dunia. NU, Islam Indonesia kini telah menjadi teladan baru Islam dunia. Komitmen NU dan PKB telah teruji,” urainya.

Gus AMI mengatakan, warisan sejarah tersebut merupakan modal yang lebih hebat dari modal-modal lainnya dalam membangun partai untuk kepentingan bangsa. ”Semoga nanti survei PKB dan survei pilpres akan terus lebih baik lagi,” kata Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra ini. 

** Cepi Kurniawan

Penggali Ngeyel, Kasus Hilangnya PPNS Line Berlanjut Pelaporan

0

Babakan Madang | Jurnal Inspirasi

Satpol PP Kabupaten Bogor melaporkan perkara hilangnya PPNS line ke kepolisian, Senin (24/5). PPNS line diketahui hilang pada Selasa (6/04) lalu di lokasi pintu masuk galian tanah di Desa Kadumanggu, Kecamatan Babakan Madang. Warga juga banyak memergoki masih berjalannya kegiatan galian C tersebut pada beberapa hari lalu.

“Untuk galian di lokasi Leuwijambe Desa Kadumanggu sudah saya limpahkan dan adukan ke Polres Bogor, karena ini ranahnya adalah Undang-undang,” ujar PPNS Satpol PP Kabupaten Bogor, Erwin saat dikonfirmasi, Senin (24/05).

Erwin mengatakan, saat garis kuning dicopot tidak sampai 24 jam oleh oknum di lokasi galian menurutnya langsung diadukan kepada pihak kepolisan, dalam hal ini Kapolres Bogor sangat konsen terhadap pelaku yang membuat kerusakan lingkungan, dan untuk perusakan segel diancam dengan Pasal 232 Ayat (1), (2), dan (3) KUHP.

Menurutnya, PPNS line Satpol PP Kabupaten Bogor memiliki kekuatan hukum segel yang dibentang di lokasi galian yang diduga ilegal berfungsi guna mengamankan lokasi dan merupakan larangan bagi siapapun untuk memasuki areal lokasi tersebut.

Sebelumnya, Nurdi warga sekitar yang juga sering sering lalu lalang di jalan tersebut merekam kegiatan keluar masuknya mobil dump truk yang menyebabkan jalur lintas jalan raya tersebut dikotori tanah merah.

“Katanya sudah ditutup tapi ini masih jalan, liat nih , masih ada mobil dump truk keluar masuk ngangkut tanah, lihat kondisi jalan kotor sama tanah,” katanya dalam video yang direkamnya, Kamis (20/5) lalu.

Terpisah, Camat Babakan Madang Cecep Imam Nagarasid juga mengakui persoalan tersebut sudah dilimpahkan kepada pihak kepolisian. “Sudah di Polres persoalannya,” singkatnya.

Sebelumnya, dampak dari keberadaan galian C ilegal yang seolah menantang Satpol PP Kabupaten tersebut pernah menimbulkan pengrusakan mobil siaga Desa Kadumanggu yang mengakibatkan 1 orang masuk tahanan. Namun kembali dikeluarkan, dan juga menyebabkan hampir 10 motor berjatuhan persis di depan rumah kepala Desa Kadumanggu Adi Wijaya dan tak jauh dari lokasi galian C karena licinnya jalan pascahujan.

** Nay Nur’ain