Bendungan Cibongas yang terletak di Kampung Babakanliud, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, yang jebol pada Januari 2020 lalu dijadwalkan akan dilakukan perbaikan pada awal Juli 2021. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V melalui pengawas pengairan Asep Fudin saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, pembangunan bendungan Cibongas tersebut sudah masuk ke program kegiatan di tahun 2021.
Perbaikan bendungan kali Cibongas masuk pada anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBD Kabupaten Bogor yang direncakan pada awal Juli pengerjaannya sudah dilaksanakan. “Setelah bulan Juni ini, sepertinya kita sudah ekstra di lapangan untuk perbaikan bendungan tersebut,” ujar Asep Fudin kepada Jurnal Bogor, Kamis (17/6).
Pengerjaan reguler kata dia berupa rehab berat dan dalam waktu dekat ini akan segera dimulai. Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman menuturkan, setelah jebolnya bendungan kali Cibongas pasokan air untuk mengairi pesawahan sering tersendat dan petani kerap mengalami gagal panen.
“Akibat jebolnya bendungan, sawah seluas 45 hektare yang meliputi Kalongliud dengan Desa Hambaro saat ini tak bisa dimanfaatkan secara maksimal,” pungkasnya.
Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang pembagian dilakukan di BRI Cabang Cibungbulang, Desa Cemplang Kabupaten Bogor berpolemik. Selain soal dugaan adanya pungli yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, lokasi pembagian BPUM itu juga sering menimbulkan kerumunan warga.
Terkait hal itu pihak Pemerintah Desa Cemplang membantah soal adanya pungutan liar yang melibatkan pegawai Desa Cemplang. Menurut Sekdes Cemplang Diki pihaknya tidak tahu menahu soal adanya pungutan dalam program penyaluran di wilayah tersebut.
“Saya gak tahu dan desa juga gak ada kader, jadi kalau adanya informasi adanya pungutan itu tidak benar yang dilakukan pihak Desa Cemplang lakukan pungli bantuan tersebut,” tegas Diki.
Bahkan Diki menjelaskan untuk lokasi penyaluran bantuan BPUM yang berada di Desa Cemplang itu tidak hanya desa-desa yang ada di Kecamatan Cibungbulang saja, namun beberapa kecamatan juga pembagianya dilakukan di BRI Cabang Cemplang.
“Karena buka hanya Kecamatan Cibungbulang, ada kecamatan lain seperti Pamijahan dan Ciampea kadang masuk ke sini, dulu itu pembagiannya di kantor BRI karena penuh akhirnya BRI sewa di lahan pool bus, namun dengan adanya informasi pungli, akhirnya ditutup dulu dan sekarang kembali ke depan Kantor BRI,” katanya.
Terikat protocol kesehatan, pihak Desa Cemplang juga dalam pengamanan memang tidak dilibatkan oleh pihak BRI, karena sambung Diki, pihak BRI sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri. “Linmas kami juga tidak dilibatkan jadi untuk pengamanan itu udah ada dari Polsek dan Koramil, kalau terjadi penumpukan warga kami hanya mengimbau itu juga tidak standby di lokasi,” katanya.
Sementara Kepala Cabang BRI Cemplang Luky juga membantah adanya pungli yang dilakukan pihak BRI. Sedangkan terkait sewa lahan itu hanya seperlunya saja ketika bantuan itu disalurkan. “Sewa lahan itu seperlunya saja setiap setiap UMKM cair saja, terkait adanya pungli dari internal itu tidak ada kecuali dari eksternal saya gak tahu,” pungkasnya.
Komunitas sepeda motor yang tergabung dalam Sadulur Bikers menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar dengan membantu merenovasi Pondok Pesantren Mubtadi’in di Kampung Bolang, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor yang hangus terbakar, baru baru ini.
Salah satu penggagas Sedulur Bikers Aldian mengatakan, kebakaran yang menimpa Pesantren Mubtadi’in membuat komunitas yang tergabung di Sadulur Bikers pun ikut berduka. Mereka pun berinisiatif menyisihkan uang kas mereka untuk memberikan bantuan kepada korban bencana kebakaran dengan tajuk ‘Peduli Terhadap Lingkungan Sekitar’.
“Alhamdulillah dari hasil kesepakatan bersama. Aksi sosial Sadulur Bikers kita turun ke lokasi langsung,” ujar Aldian.
Dia menambahkan, aksi sosial ini terselenggara berkat dukungan dari klub atau komunitas yang berada di sekitar Jabodetabek. “Bantuan yang kami serahkan, sejumlah uang tunai sebesar 1.600.000 dan kebutuhan bahan bangunan seperti 15 sak semen. Walaupun tidak seberapa tetapi setidaknya kita bisa membantu mengurangi beban yang sedang dilanda musibah kebakaran “ ungkapnya.
Aldi berharap meski biasanya masyarakat mengatakan klub motor arogan, tetapi komunitas yang tergabung di Sadulur Bikers membuktikan bahwa keberadaannya peduli dengan keadaan masyarakat sekitar.
“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan sehingga dengan kegiatan ini diharapkan nilai-nilai kemanusiaan dapat selalu tertanam pada diri seluruh bikers,” pungkasnya.
Vaksinasi massal serentak di Kabupaten Bogor dilakukan di berbagai instansi kesehatan, mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit (RS) daerah hingga RS swasta. Salah satu RS swasta yang mengadakan vaksinasi massal Covid-19 adalah RS Permata Jonggol.
Sri Handayani, Direktur Utama (Dirut) RS Jonggol menjelaskan, setidaknya tidak kurang dari 700 peserta ikut dalam kegiatan vaksinasi massal ini. “Total peserta kegiatan vaksinasi massal ini, ada 759 orang, dan proses vaksin ini kita lakukan dari jam 7 pagi hingga selesai,” jelasnya, Kamis (17/6).
Menurut Sri, vaksinasi massal yang dilakukan saat ini adalah instruksi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. Namun dari banyaknya peserta, sejauh ini ada satu yang gagal divaksin karena persyaratan kesehatannya yang kurang.
Vaksinasi ini adalah salah satu ikhtiar terbebas Covid-19, namun Sri juga mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan 5 M. Terkait banyaknya peserta vaksinasi massal ini, RS Permata Jonggol memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) untuk menghindari terjadinya cluster penyebaran Covid-19.
“Kami berupaya untuk menghindari kerumunan, mulai dari membagi per jam hingga membuat tenda tambahan dan menambah kursi,” tuturnya.
Tentu saja dalam hal pelaksanaan vaksinasi massal ini, intansi pemerintahan yang ada di Kecamatan Jonggol pun turut andil serta untuk kelancaran acara, selain vaksinasi masal ini RS Permata Jonggol pun sudah mengadakan kegiatan vaksinasi sebanyak 4 kali, yakni vaksinasi untuk tenaga kesehatan, lansia , vaksinasi gotong -royong untuk perusahaan – perusahaan dan kali ini juga dilakukan vaksinasi massal.
“Alhamdulillah berkat dukungan dan bantuan dari Pak Camat, Polsek Jonggol dan banyak lagi tokoh masyarakat luar biasa, kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik,” jelasnya.
Kristian Yacob, Manajer HRD RS Permata Jonggol juga turut menambahkan, RS Permata Jonggol ini sudah bekerja sama dengan Biofarma, sehingga keberhasilan setiap kegiatan vaksinasi yang diadakan RS ini kemungkinan besar berjalan baik.
“Selain itu, kecamatan di sekitar Jonggol seperti Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Citeureup dengan cara memberikan kemudahan pendaftaran vaksinasi massal ini melalui pendataan di RT atau RW-nya. Walaupun begitu kita tidak menutup warga desa lain untuk turut serta dalam vaksin ini. Terbukti dari banyak beberapa warga desa lain, hingga ada juga yang dari Kecamatan Cileungsi,” jelasnya.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni menepati janjinya menemui warga yang terdampak bau limbah dari perusahaan Fresh Ontime Seafood, Rabu (16/6). Pada kesempatan tersebut Achmad Fathoni mendengarkan semua keluhan-keluhan warga perihal bau yang disebabkan perusahaan ini seperti bangkai.
“Sesuai janji saya, alhamdulillah saya bisa menemui perwakilan warga RT 16 Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor dan mendengar langsung keluhan mereka,” paparnya, Kamis (17/6).
Bau yang tercium sekarang, Lanjut Achmad Fathoni, menurut pengakuan salah satu warga, bau yang disebabkan perusahaan ini belum seberapa. “Saya buktikan sendiri bau menyengatnya, persis bau bangkai yang sudah membusuk berhari-hari. Kata warga, Ini belum seberapa dan kami merasakannya hampir setiap hari, setiap waktu,” ungkap politisi PKS ini.
Ternyata, saat kunjungannya ke warga Desa Kembang Kuning, Achmad Fathoni menemukan hal lain selain bau yang tak sedap dari perusahaan Fresh Ontime Seafood. “Dan ternyata bukan cuma bau. Mereka juga membuang limbah cair dan kadang campur dengan sampah sisa olahan ikan, udang dan lain-lain ke selokan langsung,” ungkap DPRD Kabupaten Bogor ini.
Usai melakukan kunjungan, Achmad Fathoni meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dan juga aparat lainnya untuk sama-sama bertindak tegas terhadap perusahaan tersebut. “Sekali lagi, saya sudah menyaksikan dan merasakannya secara langsung, jadi saya minta DLH segera tindak tegas ini. Aparat lainnya juga harus suport,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Desa Kembang Kuning Muhammad Sudin mengatakan, warga menuntut agar perusahaan tersebut tidak lagi menimbulkan bau yang mengganggu penciuman dan kesehatan warga, apalagi sudah hampir 15 tahun perusahaan tersebut berdiri, namun tidak pernah ada kontribusinya kepada warga, baik dalam bentuk dana maupun sembako akibat bau yang ditimbulkannya.
“Warga menuntut kerohiman dari perusahaan yang seolah cuek, kemarin diadakan musyawarah di balai desa tapi pihak perusahaan malah mengutus kepala security harusnya mengutus pihak kantor yang bisa mengambil keputusan,” jelas M Sudin, saat dimintai keterangan via telpon.
Lanjutnya, pertemuan tersebut belum membuahkan hasil. Artinya keinginan warga ke pihak perusahaan agar memperhatikan kesehatan warga dan memberikan kerohiman untuk bau yang dihasilkan dari produksi belum bisa diwujudkan oleh pihak perusahaan.
“Selanjutnya kami menunggu pihak perusahaan untuk musyawarah berikutnya. Pengolahan limbahnya saja dia (PT Fresh On Time Seafood ) gak punya padahal udah lama berproduksi, akhirnya warga kami yang menikmati baunya, dan mereka yang menikmati hasilnya, oleh karena itu kami minta dinas terkait untuk menindak tegas perusahaan tersebut,” tandas Kades geram.
Setelah ditutup, pemilik lahan akhirnya membuka akses masuk menuju Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) yang akan dibangun 7 gedung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Kepala Bidang (Kabid) Pertanahan pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto mengatakan, pihaknya telah duduk bareng dengan pemilik lahan akses masuk PSU tersebut.
“Alhamdullilah, akirnya sudah ada kesepakatan walaupun baru secara lisan dengan pemilik lahan menuju PSU di Tlajung Udik itu untuk akses masuk,” ujar Eko kepada Jurnal Bogor, Rabu (16/6).
Ia menambahkan, pemerintah daerah berencana melakukan pembangunan infrastruktur jalan menuju lokasi PSU tersebut. “Pemkab akan melakukan pengaspalan jalan akses menuju lokasi yang akan dibangun sekolah dan GOM pada tahun ini di Tlajung Udik itu,” katanya.
Sementara itu kuasa pemilik lahan akses masuk PSU di Tlajung Udik, Acang Suryana memaparkan, pihaknya mendukung program pemerintah untuk kemaslahatan umat. “Insya Allah saya akan mendukung untuk pembangunan sekolah, GOM dan sejumlah gedung pemerintah untuk masyarakat khususnya Gunung Putri. Maka dari itu, saya buka akses jalan yang sempat dipagar oleh pemilik lahannya,” papar Acang.
Pemerintah Kota Bogor terus mendorong terpenuhinya beragam pelayanan publik. Satu lagi yang baru saja diluncurkan adalah Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Program ini diluncurkan Wali Kota Bogor, Bima Arya, di UPTD IPAL Tegal Gundil, Bogor Utara, Selasa lalu. Bentuk layanan ini adalah penyedotan lumpur tinja dari septic tank rumah warga oleh UPTD IPAL Kota Bogor yang dilakukan secara terjadwal.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, saat ini UPTD IPAL PUPR Kota Bogor telah dilengkapi 5 unit mesin penyedot lumpur tinja dengan kapasitas 2 sampai 3 kubik. Pelayanan juga mampu menyentuh kawasan pemukiman yang tergolong cukup padat, karena tersedia dua unit motor tangki dengan kapasitas 0,4 kubik. Dengan adanya layanan ini, diharapkan mutu lingkungan di Kota Bogor akan lebih terpelihara, karena pencemaran limbah cair tinja bisa lebih dikurangi.
Mutu lingkungan yang terpelihara, dapat berpengaruh positif pada banyak aspek kehidupan masyarakat. Diantaranya, mutu air tanah bisa lebih terjaga. Kondisi itu menguntungkan ketika banyak warga, masih tergantung pada sumber air di sekitar tempat tinggalnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Ketersediaan air bersih tentu dapat membantu terpeliharanya kondisi kesehatan masyarakat.
Pemerintah Kota Bogor sudah memulai program layanan ini sejak tahun 1996 melalui proyek P3KT. Selanjutnya di tahun 2007 hingga 2020 program ini dikembangkan dan seluruhnya didanai APBD dan APBN. Dalam pengembangan inilah, ikut serta USAID Indonesia melalui program Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWASH PLUS).
“Keikutsertaan kami adalah melakukan pendampingan di sektor layanan air bersih, layanan sanitasi yang aman dan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelas Wouter Sahanaya, Regional Manager dan Tim IUWASH PLUS Jawa Barat, DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang. Juga memfasilitasi Pemerintah Kota Bogor dalam pembentukan kebijakan-kebijakan terkait sanitasi, air dan pengarusutamaan gender dalam setiap kegiatan dan pembentukan perjanjian kerjasama lintas regional di bidang konservasi air.
Pendampingan yang diberikan kepada warga masyarakat, pada dasarnya bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah tinja. Selain diingatkan untuk tidak lagi membuang limbah itu ke aliran sungai, masyarakat juga didorong untuk bisa menyediakan septic tank yang aman di rumahnya masing-masing atau secara komunal. Keberadaan lumpur di dalam septic tank itulah yang melalui program LLTT dapat ditangani lebih baik.
Adanya aspek mengubah kebiasaan masyarakat, membuat program LLTT memiliki dimensi kultural. Jadi sebagaimana yang dikatakan Bima Arya pada saat peluncurannya, “Saya melihat bahwa ikhtiar ini bukan sekedar membangun infrastruktur dengan sistem teknologinya tetapi juga harus diiringi, bagaimana ikhtiar kita bisa bersama membangun edukasi berkesinambungan terkait kebiasaan warga untuk melengkapi inovasi fisik dan aplikasinya.”
Menurut Bima, membangun kebiasaan dan membangun kultur adalah perjuangan semua pihak selain membangun infrastruktur. Pada akhirnya ikhtiar yang dilakukan diharapkan bukan hanya sebatas soal kesehatan dan kualitas hidup tetapi juga kesejahteraan. “Jika sistem yang ada sudah berjalan dan kebiasaan sudah diubah maka akan memberikan dampak bagi kesejahteraan melalui PAD, baik secara tidak langsung atau secara langsung,” lanjutnya.
Bima juga menilai, program LLTT cocok dengan semangat Kota Bogor yakni Smart City. Kedepan infrastruktur yang ada, secara bertahap akan terus dibangun dan disempurnakan, berikut bentuk dan teknis pelayanannya. Oleh karena itu Bima mengingatkan perangkat daerah terkait, untuk terus mengawal pelaksanaan pelayanan ini, sehingga diharapkan tidak tersendat atau terhenti karena faktor teknis.
Chief Party USAID IUWASH Plus, Bill Parente turut berharap, peluncuran ini menjadi promosi kepada semua pihak bahwa LLTT harus dilakukan untuk menjaga tidak terjadinya pencemaran air tanah, mewujudkan derajat kesehatan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. “Masyarakat harus mengerti pentingnya sedot tinja secara terjadwal untuk menjaga kesehatan lingkungan bersama,” katanya.
Sementara itu, Direktur Sanitasi, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Prasetyo mengingatkan, “Salah satu kunci utama dari penyelenggaraan air limbah domestik adalah kualitas pelayanan. Keberadaan tata kelola pelayanan yang baik dan profesional untuk pengelolaan yang terpusat maupun setempat menjadi mutlak diperlukan.” Lebih lanjut ia mengatakan, “Tidak sekedar infrastruktur semata tapi juga bagaimana menjamin Infrastruktur yang sudah terbangun dapat dimanfaatkan dengan optimal sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat serta memenuhi kualitas pengolahan yang dipersyaratkan sehingga air limbah domestik yang diolah sudah aman untuk dibuang kembali ke lingkungan.”
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengungkapkan, LLTT di Kota Bogor merupakan program kedua yang diluncurkan di Indonesia kerjasama dengan USAID IUWASH. Intervensinya sudah dilakukan 129 lokasi yang bersifat komunal maupun individual. Setelah menerapkan dan mengembangkannya pada skala wilayah dan kawasan, ke depan program ini akan dikembangkan untuk skala kota. Semoga dapat diwujudkan dan ikhtiar itu tetap perlu dukungan dari masyarakat.
Kota Bogor mengalami lonjakan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir. Bahkan, tingkat keterisian tempat tidur atau BOR (Bed Occupancy Rate) naik hingga 51 persen. Untuk itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya meminta seluruh rumah sakit menambah fasilitas ruang isolasi atau ICU dan kembali melakukan pembatasan mobilitas warga serta menghentikan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
“Data menunjukan bahwa Kota Bogor harus siaga menanggapi data tren Covid-19 yang sangat serius. Terjadi lonjakan tingkat positif yang berdampak pada ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. Awalnya BOR di Kota Bogor dibawah 20 persen. Bahkan per hari ini angkanya 51 persen,” katanya saat konferensi pers di RSUD Kota Bogor, Rabu (16/6).
Sementara kata Wali Kota Bogor, angka BOR di RSUD Kota Bogor sudah sekitar 75 persen dan pasien terus bertambah. “Tadi malam cukup padat arus pasien masuk ke RSUD, sehingga RSUD harus menambah hingga 138 bed, tetapi belum pernah RSUD menerima lonjakan pasien Covid-19 begitu tinggi dalam waktu bersamaan seperti ini,” jelasnya.
Menurut dia, Kota Bogor harus melakukan langkah-langkah cepat dan antisipasi terhadap varian baru Covid-19 yang sudah masuk ke Jakarta. “Kota Bogor harus melakukan langkah cepat, karena konektivitas Jakarta dengan Bogor sangat erat,” katanya.
Untuk itu, pihaknya meminta agar seluruh rumah sakit menambah fasilitas ruang isolasi atau ICU untuk mengantisipasi lonjakan kasus. Selain itu, Bima Arya meminta kepada warga Kota Bogor agar mengurangi mobilitas. Jika tidak ada kepentingan yang penting kecuali terkait dengan tugas atau pekerjaan, maka sebaiknya menahan diri keluar rumah. “Karena data menunjukan bahwa mobilitas ini sangat berbanding lurus dengan lonjakan kasus positif,” tegasnya.
Untuk akhir pekan, ia juga meminta kepada warga Kota Bogor untuk tidak berwisata dan warga diluar Kota Bogor agar menahan diri. Khusus untuk pendidikan tatap muka sementara dihentikan simulasinya sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian. Hal ini mengantisipasi beberapa klaster yang timbul dari lembaga pendidikan. “Laporan terakhir di Pesantren Madani sudah ada 93 kasus, hari ini bertambah 18 kasus lagi,” sebutnya.
Bima Arya juga kembali mewanti-wanti agar seluruh lembaga pendidikan yang akan menyelenggarakan tatap muka atau siswa-siswinya berasal dari luar kota agar tidak menggelar pembelajaran tatap muka. “Apabila ada gejala segera koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor,” tuturnya.
Selain itu, Pemkot akan memperketat pengawasan protokol kesehatan (prokes) di lapangan, menindak tegas semua pelanggaran termasuk pelanggaran pada jam operasional, kerumunan dan lain lain.
Untuk jalur pedestrian Sabtu Minggu ini juga akan ditutup. “Situasinya saat ini serius, rem sekarang harus ditarik, kalau tidak maka kita bisa masuk ke fase jauh lebih berbahaya dibanding sebelumnya,” jelasnya.
Secara akumulatif dari data Satgas Covid-19 Kota Bogor hingga Selasa, 15 Juni 2021, total ada 16.852 kasus positif di Kota Bogor. Dengan 756 kasus yang masih aktif dan sedang menjalani perawatan. Sementara di luar itu, ada 15.828 kasus sembuh dan 268 kasus meninggal dunia.
Usai menyelenggarakan Musyawarah Kabupaten (Mukab) ke VIII, Sintha Dec Chechawaty resmi pimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor periode 2021-2026. Usai ditetapkan menjadi ketua Kadin, Sintha mengaku memiliki pekerjaan rumah yang cukup banyak diantaranya merangkul para pelaku usaha yang terkena dampak ekonomi disaat pandemi covid-19.
“Kita bakal rangkul kembali pelaku UMKM karena memang banyak sekali pelaku UMKM ini yang terkna dampak dari pandemi ini,” kata Sintha Rabu (16/6).
Begitu juga dengan teman-teman di Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesian (PHRI) yang sangat terkena dampak, karena saat pandemi jumlah pengujung sangat turun drastis.
“Ini memang menjadi PR kita bersama untuk memulihkan ekonomi daerah dan para pelaku usaha di Kabupaten Bogor,” paparnya.
Ia juga menambahkan, akan mempererat kemitraan dengan Pemkab Bogor. Terlebih, Sintha mengaku mendapatkan perintah dari Bupati Bogor untuk menjalankan sinergitas dalam pemulihan ekonomi dan juga pengembangan UMKM
Sebelumnya, dalam Mukab yang diselenggarakan di Hotel Pullman tersebut, Sintha dipilih secara aklamasi karena menjadi calon tunggal.
Bagi anda yang melintasi Jalan Raya Mohammad Toha Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor harus berhati-hati. Pasalnya, tidak sedikit kendaraan sepeda motor yang terjatuh akibat licinnya perlintasan kereta api (KA) yang membentang di jalan tersebut.
Seperti yang dialami salah satunya Evha (23), pengendara sepeda motor yang nyaris terjatuh saat melintasi perlintasan tersebut. Menurutnya di perlintasan kereta itu banyak kendaraan sepeda motor yang terjebak dan terjatuh karena licin.
“Kalau hujan, pasti licin banget, tadi saya juga hampir jatuh. Sudah banyak yang terjatuh, karena licin. Tadi saya juga hampir jatuh, karena rel keretanya licin banget, ” ungkap Evha kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).
Hal serupa diungkapkan pengendara lain, Selamet (55). Dia mengaku sudah sering terjatuh saat melintas di perlintasan kereta ini. Menurutnya, selain rel kereta double track yang kondisinya miring sehingga kalau hujan jadi licin. “Saya sering terjatuh disini, terpeleset karena licin. Perlintasannya juga miring, banyak juga kendaraan sepeda motor lain yang terjatuh, saya berharap perlintasan ini segera diperbaiki agar tidak ada yang terjatuh lagi, “ucapnya.
Menanggapi hal itu Polsek Parungpanjang Panit Agus Hidayat mengatakan, dirinya akan melakukan koordinasi dengan pihak PJKA atau kepala Stasiun Parungpanjang terkait banyaknya laporan dari masyarakat.
Agus mengutarakan, sudah banyak aduan dari masyarakat ke unit lalulintas Polsek Parungpanjang, karena banyaknya kendaraan sepeda motor yang terjatuh akibat licinnya perlintasan kereta.
“Hampir semua kendaraan yang melintas di perlintasan Cibunar Parungpanjang ini yang terjatuh akibat kondisi rel kereta lebih tinggi dari dataran jalan sehingga menyebabkan perlintasan kereta ini licin saat diguyur hujan, “terangnya.
Agus menambahkan, unit lalulintas Polsek Parungpanjang membantu pengendara sepeda motor dan kendaraan roda empat yang tergelincir saat melintas di perlintasan ini. “Saya menghimbau kepada masyarakat terutama pengendara agar selalu mengedepankan keselamatkan, ketika melintasi menengok ke kanan dan ke kiri untuk menghindari kecelakaan, “pungkasnya.