31 C
Bogor
Thursday, April 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 117

Fraksi Golkar DPRD Kota Bogor Tegaskan Desy Dalam Kondisi Sakit

0

jurnalinspirasi.co.id – Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bogor akhirnya angkat bicara mengenai absennya Desy Yanthi Utami yang tak bertugas selama berbulan-bulan sebagai Anggota DPRD.

Ketua DPD Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy mengatakan bahwa Golkar meminta maaf kepada masyarakat Kota Bogor atas perkembangan situasi belakangan ini, akibat dari maraknya pemberitaan media massa perihal Desy Utami yang lama tak bertugas.

Menurut Rusli, Fraksi Golkar telah melakukan musyawarah untuk mengambil keputusan dan mendatangi dan Desy yang sampai saat ini masih dalam kondisi sakit dan menjalani proses pengobatan.

“Berdasarkan hasil kunjungan dan musyawarah , kami menyampaikan bahwa kondisi Desy ini sudah mulai berangsur pulih, meski belum bisa menjalankan tugasnya secara penuh sebagai anggota DPRD,” katanya kepada wartawan, Kamis (18/9/2025).

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar, Eka Wardhana mengatakan bahwa pihaknya memberikan ruang kepada Desy Yanthi Utami untuk proses pemulihan.

“Fraksi Golkar juga turut memantau dan mengawasi perkembangan kesehatan dari Desy Yanthi Utami,” katanya.

Selain itu, pihaknya berharap Desy bisa kembali bertugas sebagai anggota DPRD Kota Bogor sesuai dengan sumpah dan janji yang sudah diucapkan saat pelantikan.

“Kami juga mengajak seluruh warga Kota Bogor agar mendoakan kader kami, Desy Yanthi Utami agar bisa sehat kembali. Sehingga tbisa kembali memberikan kontribusi dan manfaat kepada masyarakat Kota Bogor melalui fungsi, tugas dan perannya sebagai anggota DPRD Kota Bogor,” paparnya.

** Fredy Kristianto

Bisnis Ayam Kampung Pedaging HayTung

0

Bogor I Jurnal Bogor

Ayam kampung tentu sudah bukan nama yang asing bila teman-teman suka kuliner. Ayam jenis ini dikenal juga sebagai ayam tradisional yang sering digunakan sebagai bahan masakan makanan tradisional.
Selain itu, jenis ayam ini juga terkenal sebagai bahan makanan yang lebih sehat daripada jenis ayam potong biasa, fakta bahwa kualitas dan tekstur daging yang lebih baik dan lebih lezat.

Daging ayam kampung cenderung lebih lezat dengan dan memiliki tekstur yang lebih padat. Hal ini disebabkan oleh pola makan alami yang diperoleh ayam kampung HayTung yang mencakup makanan seperti sayuran: wortel, kangkung dan bayam, juga dilengkapi dengan asupan minuman herbal: jahe, kunyit, serai, dan gula aren.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi per kapita daging ayam di Indonesia meningkat 30,9%, sebanyak 5,7 kg/ th di tahun 2019 meningkat menjadi 7,4 kg/ th di tahun 2023. Pada tahun 2024, produksi daging ayam ras di Indonesia diperkirakan mencapai 3,84 juta ton, surplus dari kebutuhan nasional yang sebesar 3,72 juta ton.

Namun, hanya <6% kontribusi ayam asli Indonesia (ayam kampung) dalam konsumsi masyarakat. Sementara Tiongkok dan Thailand mendorong produksi dan konsumsi ayam kampung (asli/lokal) hingga 60% dari produksi nasional.

Daging ayam kampung dikenal dengan dagingnya yang lebih lezat dan kaya akan nutrisi. Oleh karenanya kami berkomitmen untuk memenuhi permintaan ini dengan menyediakan daging ayam kampung unggul-sehat yang dihasilkan dari ayam yang dibesarkan secara alami tanpa bahan kimia tambahan.

Bogor kami pilih sebagai lokasi peternakan dengan keuntungan strategis: salah satu sentra pertanian di Jawa Barat dan akses yang baik ke pasar lokal dan regional (distribusi online dan lokasi fisik) untuk menjangkau pelanggan lebih luas dan kemudahan bagi konsumen untuk mendapatkan produk berkualitas tinggi kami.

Karena permintaan akan produk ayam olahan, seperti daging ayam kampung unggul-sehat beku, semakin meningkat, kami melihat peluang untuk mengembangkan lini produk ini.

Daging ayam kampung yang tidak hanya lezat tetapi juga sehat dan berkualitas tinggi. Inspirasi untuk memulai bisnis ini datang dari meningkatnya permintaan akan produk makanan sehat dan alami di kalangan konsumen.

Dengan berbekal pengetahuan dan keyakinan tentang peternakan unggas, kami memutuskan untuk mendirikan usaha ini di Kab. Bogor, Jawa Barat, sebuah lokasi yang strategis dengan akses yang baik ke pasar lokal dan regional Jabodetabek.

Kami percaya bahwa dengan mengedepankan metode produksi yang alami dan berkelanjutan, kami dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin peduli terhadap kesehatan dan lingkungan ini akan membantu dalam pengembangan rasa yang khas dan kualitas daging yang lebih baik, ungkap Ruly selaku Manajer Marketing dan Promosi Produk ayam Kampung Haytung pada saat di temui dikantornya Di Bukit Cimanggu city Blok AA 12 A No. 16 Jumat (19/9/2025).

Haytung meluncurkan produk daging ayam kampung unggul-sehat segar dan beku dengan fokus pada pemasaran melalui saluran distribusi online dan lokasi fisik dan berkomitmen membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan memberikan layanan pelanggan yang responsif dan berkualitas dalam waktu satu tahun ini. HayTung juga mendorong tercapainya tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi dengan mengumpulkan umpan balik dan melakukan perbaikan berkelanjutan. Tujuan utama HayTung dalam waktu dekat ini adalah meningkatkan kesadaran merek kami melalui kampanye pemasaran digital dan offline, menjangkau minimal 1.000 pelanggan hingga akhir tahun ini, Ungkap Rully (Wawan Hermawanto)

Ironi Dunia Pendidikan Kota Bogor, Siswa SD Kencana Belajar Dibawah Tenda Beralaskan Tanah

0

jurnalinspirasi.co.id – Komisi III DPRD Kota Bogor mendatangi proyek SDN Kencana 1 di Kelurahan, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (18/9)m/2025). Kedatangan para legislator itu bertujuan untuk memantau sejauh mana progres revitalisasi sekolah tersebut.

Hasilnya, sangat mencengangkan lantaran wakil rakyat menemukan murid kelas 1 hingga 3 belajar dibawah tenda yang lantainya tak memiliki alas. Pemandangan tersebut sungguh kontradiktif dengan program Bogor Cerdas yang digaungkan Wali Kota Dedie Rachim.

Ketua Komisi III, Heri Cahyono (HC) mengatakan bahwa meskipun kondisi tersebut hanya bersifat sementara hingga bangunan yang direvitalisasi rampung. Namun, tempat kegiatan belajar mengajar (KBM) terkesan sangat tidak layak.

“Proses KBM nggak boleh tertunda. Makanya itu hanya sementara, anak-anak juga terlihat semangat belajarnya. Tapi seharusnya Dinas Pendidikan (Disdik) harus lebih peduli, sebisa mungkin diberi kenyamanan dikasih terpal sebagai alas, tendanya jangan sampai bocor,” ujar HC kepada wartawan, Kamis (18/9).

Seharusnya, kata HC, Disdik menyewakan rumah atau ruko agar proses KBM siswa berjalan lebih layak.

“Disdik harus membuat proses KBM layak. Tadi ketika saya berkunjung melihat proses KBM, sepatu saya penuh tanah, blepotan. Mestinya sewa rumah atau ruko, lebih manusiawi,” ucap politisi Golkar itu.

HC mengaku prihatin lantaran ruang KBM terkesan seperti di pengungsian. Padahal, SDN Kencana berada di Kota Bogor.

“Orang kota belajar dibawah tenda yang langsung beralaskan tanah. Saya bingung kenapa milih menggunakan tenda,” ucap dia.

Kendati demikian, HC mengapresiasi langkah Disdik yang merevitalisasi bangunan yang sudah 30 tahun lebih tak direnovasi.

“Dengan anggaran Rp3 miliar saya kira hasilnya akan jauh lebih baik. Mudah-mudahan bulan Desember selesai sehingga siswa bisa belajar lebih layak,” katanya.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Bogor Dapil Tanah Sareal, Lusiana Nurissiyadah mengatakan, kondisi KBM yang tidak layak disebabkan lantaran tidak matangnya perencanaan dari Disdik. Seharusnya, sebelum pembangunan dilakukan, dinas berdiskusi dengan aparatur wilayah serta stakeholder untuk menentukan tempat KBM sementara.

“Kan di daerah situ ada perumahan TTC yang mempunyai aula dan lapangan. Mestinya bisa menggunakan itu, atau di pelataran ruko yang tak terpakai, bisa juga di aula kelurahan,” tegas dia.

Apabila pilihan dalam proses KBM menggunakan tenda, sambung dia, setidaknya lantainya diberi terpal ataupun paving blok.

“Kasih tempat yang lebih layak. Kasihan siswa sudah berbulan-bulan belajar dengan kondisi seperti itu. Kalau DPRD tidak sidak, takkan tahu kondisi sebenarnya,” jelasnya.

Politisi PKB ini berharap, hal serupa tak terulang lagi ke depannya, apabila akan merevitalisasi sekolah.

“Pembangunan ini kan sudah direncanakan, dan bukan karena bencana. Seharusnya lebih matang. Mestinya opsi yang diberikan jangan cuma satu, yakni pindah sementara ke Kencana 4, orang tua murid gak mau karena jaraknya terlalu jauh,” ungkap dia.

Perempuan yang akrab disapa Lusi itu menyebut, berdasarkan pengakuan dari para murid, situasi KBM tidak nyaman apabila cuaca sedang hujan karena kondisi tanah yang becek.

Sementara itu, Kepala Bidang SD pada Disdik Kota Bogor, Asep Faizal mengatakan bahwa Disdik segera merespon temuan DPRD tersebut, dengan segera berkoordinasi bersama aparatur wilayah serta OPD lain untuk menanggulangi permasalahan itu.

“Kami akan segera memperbaiki. Insya Allah besok (hari ini, red) ada tindakan. Kami akan mencoba cari alternatif tempat KBM ataupun memasang terpal pada bagian lantai,” ucapnya.

Menurut dia, sebenarnya sebelum revitalisasi, Disdik sudah menawarkan orangtua murid agar anak mereka belajar di SDN Kencana 4. Namun, lantaran jaraknya terlalu jauh, akhirnya dipilih belajar menggunakan tenda.

** Fredy Kristianto

Momentum Maulid Nabi, SMPN 2 Cigudeg Perkuat Nilai Akhlak Siswa

0

Jurnal Inspirasi – Lantunan marawis dan sholawat menggema di SMPN 2 Cigudeg saat ratusan siswa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (19/9/2025). Acara berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan rangkaian ceramah dan penampilan hadroh.

Salah satu siswi, Diana Muhasofah, tampil membawakan ceramah singkat yang menekankan pentingnya meneladani Rasulullah.

“Siapa yang mengikuti akhlak Rasulullah akan selamat di dunia dan akhirat,” ucapnya yang disambut antusias para siswa.

Ceramah inti disampaikan oleh Ibu Reni, yang hadir bersama tim hadroh dari SMPN 2 Jasinga. Selain mengisi tausiyah, kehadiran mereka juga menjadi ajang silaturahmi antar sekolah. Lantunan sholawat dari hadroh membuat suasana semakin syahdu.

Kepala SMPN 2 Cigudeg, Endang Setyaningsih, S.pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi momentum penting untuk menanamkan akhlak mulia kepada para siswa.

Hal senada disampaikan siswa peserta kegiatan, “kami senang bisa ikut acara ini. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari ceramah tadi, apalagi tentang meneladani Rasulullah,” ucap mereka turut memberikan kesan usai mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi di SMPN 2 Cigudeg ini menjadi sarana memperkuat iman, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.

(Khopipah/cc)

Pemkab Bogor Dicuekin, Sudah Ditegur Tiga Kali Pembanguanan Villa di Cisarua Tetap Berjalan

0

Jurnal Inspirasi – Pembangunan Villa di kawasan Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor yang menyalahi aturan tetap berlangsung, padahal pembangunan vila ini tidak memiliki dasar yang jelas. Dimana pada prosesnya tidak ada surat persetujuan bangunan gedung (PBG) dari Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan.

Dari data yang dimiliki , Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor telah melakukan pemanggilan dan melayangkan surat teguran sesuai prosedur.

Dimana pada Tanggal 26 Juni telah dilakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan. Hasil dari peninjauan tersebut keluarlah surat teguran pertama yakni pada tanggal 3 September 2024. Surat teguran tersebut diberikan karena hasil peninjauan diindikasikan bangunan yang akan dijadikan Vila tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Surat teguran pertama juga memberi kesempatan bagi pengembang untuk mengurus surat PBG tersebut. Namun kesempatan ini tidak dimanfaatkan sehingga keluarlah surat teguran kedua pada 13 September 2024. Hal ini juga tidak diindahkan.

Terakhir surat teguran ketiga keluar pada 11 November 2024. Namun proses pembangunan vila masih terus dilakukan.

Bagaimana bisa sudah mendapatkan 3x surat teguran tapi pembangunan tetap berjalan?seharusnya sudah masuk proses penyegelan bangunan dan dibuka ketika Persetujuan Bangunan Gedung villa tersebut telah terbit

Asep salah seorang warga Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor menyayangkan sikap pemilik bangunan yang seakan akan tidak menganggap keberadaan pemerintah kabupaten.

“Iya surat pemberitahuan sudah diberikan, surat teguran pertama hingga ketiga sudah diberikan, seharusnya pemilik bangunan kooperatif mengurus izin yang diperlukan, apalagi tukang disana mengatakan pemiliknya Bapak ASRI seorang pengacara yang berdomisili dijakarta, tapi ini malah seenaknya saja,” ucapnya, beberapa waktu lalu kepada Jurnal Bogor.

Lebih lanjut Asep mengatakan jika ada pengembang seperti ini akan sangat berbahaya untuk kelestarian kabupaten Bogor, dimana orang bisa seenaknya saja mendirikan bangunan untuk mendapatkan keuntungan pribadi tapi dengan merusak konservasi alam sekitar.

(nyil)

Tunjukkan Aksi Nyata, Kementan Perkuat Stabilisasi Pangan dan Hilirisasi Perkebunan

0

BENGKULU – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengambil langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional, menekan gejolak harga, serta mendorong hilirisasi sektor perkebunan. Hal ini diwujudkan melalui rangkaian kegiatan di Provinsi Bengkulu, Rabu (17/09/2025).

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Panorama Kota Bengkulu. Operasi pasar ini menghadirkan berbagai komoditas pangan seperti beras SPHP, minyak goreng Minyak Kita, gula konsumsi, daging ayam ras, dan telur ayam, seluruhnya dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, operasi pasar merupakan langkah nyata pemerintah untuk mengendalikan harga dan memastikan stok pangan tersedia.

“Penyaluran beras SPHP akan terus diperluas agar harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah hadir untuk menekan gejolak harga, sekaligus melindungi petani dengan menjaga harga gabah sesuai HPP,” tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan, keterjangkauan harga pangan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani.

“Operasi pasar bukan hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga harus memastikan harga di tingkat petani tetap menguntungkan. Sinergi harus terus diperkuat agar rantai pasok berjalan lancar dan adil bagi semua pihak,” jelas Santi.

Kegiatan ini turut membahas strategi hilirisasi perkebunan yang dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu Mian, Anggota DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, jajaran pemerintah daerah, anggota legislatif, penyuluh pertanian, dan pemangku kepentingan terkait. Diskusi ini menyoroti upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan Kuliah Umum di Universitas Bengkulu bertema Swasembada Pangan, yang dihadiri oleh mahasiswa, akademisi, dan pelaku usaha pertanian. Mentan mengajak generasi muda untuk berani menjadi wirausaha di sektor pertanian dan menjadi motor penggerak swasembada pangan Indonesia.

Kepala BBPMKP selaku Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Gubernur Bengkulu, Sukim Supandi, yang turut mendampingi rangkaian kegiatan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementan terhadap daerah.

“Arahan Bapak Mentan menjadi motivasi besar bagi kami di Bengkulu untuk memperkuat program ketahanan pangan, percepatan hilirisasi perkebunan, dan membangun SDM pertanian yang unggul. Kami siap menindaklanjuti kebijakan ini agar hasilnya nyata dirasakan masyarakat,” ungkap Sukim.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah, akademisi, serta masyarakat. Melalui langkah ini, Kementan menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan, meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan, dan mempersiapkan generasi muda pertanian menuju Indonesia Emas 2045.

(Restu/BBPMKP)

Dewan Sorot Proyek Stadion, Ingatkan Perketat Pengawasan Pekerjaan

0

jurnalinspirasi.co.id – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Benninu Argoebie menyebut bahwa pembangunan Stadion Pajajaran sudah direncanakan oleh pemerintah sejak jauh-jauh hari. Apalagi tahun depan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan menggelontorkan Rp20 miliar untuk kelanjutan proyek tersebut.

Atas dasar itu, sambung dia, pembangunan stadion harus sesuai dengan perencanaan, dan mempekerjakan tenaga ahli di lapangan sesuai spesifikasi yang dibutuhkan.

“Misalnya untuk mandor harus punya basic engeneer di bangunan olahraga dan memiliki pengalaman membangun stadion,” ujar Benninu kepada wartawan, Selasa (16/9/2025).

Hal itu, kata dia, lantaran Kota Bogor punya pengalaman buruk dalam membangun sarana prasarana olahraga. Salah satu contohnya adalah revitalisasi kolam renang Mila Kancana, beberapa waktu silam.

“Setelah dibangun ternyata tidak bisa dipakai untuk kejuaraan nasional karena ada ukuran yang salah,” tegas dia.

Pengalaman buruk tersebut, kata Benninu, jangan sampai terulang dalam pembangunan Stadion Pajajaran. Apalagi, stadion ini akan digunakan untuk event besar seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) kedepannya.

“Lapangan stadion, track lari, dan tribun minimal standar nasional atau maksimal standar internasional. Sehingga dapat digunakan untuk kejuaraan olahraga prestasi. Kami menyoroti hal tersebut,” katanya.

Pria yang akrab disapa Benn itu meminta agar pengawasan pembangunan harus benar-benar dilakukan agar sesuai dengan rencana kerja yang telah disusun.

“Berhubung waktu pengerjaan meler, dan sudah memasuki musim hujan, maka pengawasan dan perencanaan harus baik. Sebab, cuaca di Kota Bogor dapat berubah ekstrem,” katanya.

Selain itu, dinas terkait harus mengingatkan pekerja agar selalu menggunakan alat pengaman diri agar tragedi memilukan di SDN Gang Aut tak terulang kembali.

** Fredy Kristianto

Wujudkan ASN Berintegritas, BPOM Gandeng UPT Pelatihan Kementan Gelar Latsar CPNS

0

CIAWI – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat komitmen dalam mencetak aparatur sipil negara (ASN) yang berintegritas dan profesional. Melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan, Kementan memfasilitasi penyelenggaraan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Gelombang VI bagi 120 peserta dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

Kegiatan dibuka secara resmi Senin, 15 September 2025 secara daring, dan dilaksanakan secara full distance learning mulai 1 September hingga 5 Desember 2025.

Hal ini sejalan dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM aparatur adalah investasi utama dalam reformasi birokrasi.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa Latsar CPNS menjadi gerbang awal pembentukan ASN unggul.

“Pelatihan dasar adalah momentum strategis menanamkan nilai-nilai BerAKHLAK sehingga peserta siap menjadi pelayan publik yang profesional, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Santi.

Kegiatan ini sejalan dengan tekad BPOM untuk mewujudkan sediaan farmasi dan pangan olahan yang aman, bermutu, dan berdaya saing. Melalui pembentukan ASN yang profesional, BPOM berharap dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera serta berkontribusi pada cita-cita Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Pusat Pengembangan SDM BPOM RI, Ali Muharam, menegaskan pentingnya Latsar dalam membentuk ASN yang mendukung misi pengawasan obat dan makanan.

“ASN BPOM harus mampu menjamin masyarakat terlindungi dari risiko obat dan makanan. Latsar ini kami jadikan pintu gerbang untuk menanamkan integritas dan semangat pelayanan publik,” jelas Ali.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, menegaskan pentingnya sinergi dalam mencetak ASN yang siap menjawab tantangan zaman.

“Di era globalisasi saat ini, tantangan negara kita semakin kompleks. Arus perdagangan internasional, perkembangan teknologi, hingga maraknya produk ilegal menuntut ASN BPOM untuk sigap, adaptif, dan berani mengambil langkah tepat sesuai Core Values BerAKHLAK. Melalui Latsar ini, peserta tidak hanya dituntut memahami aturan, tetapi juga mampu mengimplementasikan kebijakan menjadi aksi nyata yang benar-benar melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang berbahaya,” tegas Sukim.

Sebanyak 120 peserta CPNS Golongan III dari BPOM RI mengikuti pelatihan ini yang dibagi menjadi tiga angkatan (XX–XXII) masing-masing 40 orang. Kurikulum pelatihan mencakup pembentukan karakter PNS, penguatan kompetensi teknis, serta aktualisasi di tempat kerja dengan total 647 jam pelajaran.

Melalui Latsar ini, peserta dipersiapkan untuk menanamkan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dan menjamin masyarakat memperoleh obat serta pangan yang aman dan bermutu. Dengan integritas dan semangat pelayanan publik, diharapkan lahir birokrasi pengawasan yang bersih, kuat, dan berdampak nyata bagi kemajuan bangsa.

(Restu/BBPMKP)

Apa Itu Hiperhidrosis dan Bagaimana Cara Penanganannya

0

jurnalinspirasi.co.id – Keringat adalah cara alami tubuh untuk mendinginkan diri. Tetapi, ada sebagian orang yang berkeringat secara berlebihan meskipun suhu tubuhnya tidak perlu didinginkan.

Kondisi tersebut adalah hiperhidrosis, dan meskipun bukan kondisi yang berbahaya, tetapi dapat mengganggu kualitas hidup bahkan mengurangi kepercayaan diri.

Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Eka Hospital Cibubur, dr. Stella Aprilia, Sp.BT, mengatakan bahwa hiperhidrosis adalah kondisi medis di mana seseorang berkeringat secara berlebihan, yang walau tidak disebabkan suhu panas atau aktivitas fisik.

Diketahui keringat ini seringkali terjadi di area tertentu, seperti telapak tangan, telapak kaki, ketiak, atau wajah.

Stella menyebut bahwa hiperhidrosis dapat dibagi menjadi dua jenis utama. Yakni hiperhidrosis primer merupakan jenis yang paling umum, biasanya dimulai sejak masa kanak-kanak atau remaja. Keringat berlebihan terjadi di area tertentu dan penyebabnya tidak diketahui secara pasti, meskipun diduga berkaitan dengan faktor genetik.

“Dan hiperhidrosis sekunder. Kondisi ini disebabkan oleh masalah medis lain, seperti penyakit tiroid, diabetes, infeksi, atau efek samping obat-obatan. Keringat biasanya terjadi di seluruh tubuh,” jelasnya.

Kata dia, hiperhidrosis primer disebabkan aktivitas berlebihan dari sistem saraf yang mengendalikan kelenjar keringat. Stres juga dapat memicu munculnya keringat.

Sementara itu, hiperhidrosis sekunder muncul sebagai gejala dari penyakit lain. Namun penting untuk mendiagnosis penyebabnya dengan tepat agar penanganan yang diberikan bisa efektif.

Ia menyebut, berkat kemajuan teknologi medis, ada beberapa pilihan pengobatan untuk mengelola hiperhidrosis, tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Pertama adalah, Antiperspirant yang merupakan langkah pertama yang paling mudah.

“Produk dengan kandungan aluminium klorida dapat membantu menyumbat sementara kelenjar keringat,” jelas dr. Stella.

Kedua, Iontophoresis. Prosedur ini menggunakan aliran listrik ringan melalui air untuk “mematikan” kelenjar keringat sementara. Prosedur ini efektif untuk tangan dan kaki.

Ketiga, Suntik botox. dr. Stella menambahkan bahwa Suntikan botox dapat memblokir sinyal saraf yang memicu keringat. Efeknya bisa bertahan hingga beberapa bulan dan sangat efektif untuk ketiak.

Keempat adalah obat oral. Dokter dapat meresepkan obat antikolinergik untuk mengurangi aktivitas kelenjar keringat di seluruh tubuh.

Kelima, yakni pembedahan yang merupakan pilihan solusi terakhir jika metode lain tidak berhasil. “Prosedur bedah yang umum disebut Simpatektomi Torakoskopik Endoskopi (ETS). Dokter akan memotong atau menjepit saraf simpatik yang mengendalikan keringat di area yang bermasalah,” bebernya.

Lebih lanjut, kata dia, pasien yang menjalani operasi ETS biasanya pulih signifikan pada area yang ditargetkan, misalnya, telapak tangan akan langsung kering. Namun, ada efek samping yang perlu diwaspadai.

“Keringat berlebihan bisa muncul di area tubuh lain, seperti punggung, perut, paha, atau kaki,” ucapnya.

Kondisi tersebut terjadi karena tubuh mencari cara lain untuk melepaskan panas setelah jalur keringat utama diblokir. Meskipun begitu, bagi banyak pasien, efek ini masih lebih bisa diterima daripada hiperhidrosis aslinya.

Stella mengatakan, bila hidup dengan hiperhidrosis bisa sangat mengganggu, namun kondisi ini dapat dikelola. Jika mengalami keringat berlebihan yang mengganggu, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Diagnosis yang tepat dan rencana pengobatan yang personal akan membantu Anda mendapatkan kembali kendali atas tubuh dan kepercayaan diri Anda.

“Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin mencari solusi untuk hiperhidrosis, Anda bisa berkonsultasi dengan tim dokter profesional di Eka Hospital Cibubur,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Sakit Sebabkan Desy Yanthi Belum Bertugas di DPRD

0

jurnalinspirasi.co.id – Maraknya informasi yang simpang siur atas ‘menghilangnya’ anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Golkar, Desy Yanthi Utami selama beberapa bulan ini, akhirnya mendapatkan titik terang.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima mengungkapkan, bahwa salah satu anggota DPRD Kota Bogor, Desy Yanthi Utami, tidak bisa mengikuti beberapa kali agenda sidang paripurna DPRD Kota Bogor, dikarenakan sakit.

“Sakit, ada surat sakitnya,” ungkap Safrudin Bima kepada wartawan, kemarin.

Terkait hal itu, Desy Yanthi Utami akhirnya membeberkan perihal penyakit yang dideritanya, sehingga tidak bisa beraktifitas menjalankan kegiatan di DPRD Kota Bogor sebagai Anggota Komisi I DPRD.

Melalui Staf Tenaga Ahli Desy Yanthi Utama Arief Muhammad Rivai menjelaskan, bahwa Desy Yanthi Utami dinyatakan sakit sejak 16 April 2025. Menurutnya atas sakit yang diderita, dokter menganjurkan Desy untuk tidak melakukan kegiatan.

Hal itu diperkuat dengan surat keterangan sakit dari dokter yang juga sudah dikirimkan kepada Pimpinan Fraksi Partai Golkar, Badan Kehormatan (BK), dan Sekretariat DPRD beberapa waktu lalu.

Rivai menegaskan, ketidakhadiran Desy pada kegiatan-kegiatan rapat paripurna di DPRD beralasan karena sakit sesuai fakta yang sebenarnya.

“Berdasarkan surat keterangan sakit dari RS Pondok Indah tertanggal 16 April 2025, bu Desy diminta untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah dan menjalankan istirahat secara insentif karena adanya kondisi medis. Jadi ketidakhadiran pada kegiatan rapat paripurna di DPRD itu sudah sangat jelas karena alasan sakit,” ucapnya.

Namun demikian, dia tidak mengungkapkan, secara detail dan rinci terkait penyakit yang diderita Desy Yanthi Utami tersebut.

“Dengan adanya hak privasi rekam medis, kami tidak bisa membeberkan kondisi apa yang dialami oleh bu Desy. Saat ini masih dalam proses pengobatan secara bertahap di rumah sakit dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Rivai, terkait kondisi kesehatan Desy itu, telah disampaikan kepada Fraksi Partai Golkar, BK, dan Sekretariat DPRD.

“Kami dari tim bu Desy menyampaikan surat ke pihak DPRD mulai dari fraksi Golkar, Badan Kehormatan dan Sekretariat DPRD,” katanya.

Pada April 2025, Desy baru mengetahui bahwa dirinya selain menjalani proses penyembuhan penyakitnya, dinyatakan juga dalam keadaan hamil. Kehamilannya itupun diketahui saat pemeriksaan Biopsi di rumah sakit.

“Seiring berjalannya waktu, selama proses penyembuhan ternyata diketahui bahwa bu Desy juga sedang mengandung dengan kondisi janin resiko tinggi,” bebernya.

Desy kemudian kembali mengirim surat keterangan sakit kepada DPRD Kota Bogor.

“Sehingga pada 11 Agustus bu Desy kembali mengirimkan surat keterangan sakit yang dikeluarkan RS Pondok Indah, sehingga ada rekomendasi dari dokter agar bu Desy tidak melakukan aktivitas berat dan diminta untuk istirahat kembali,” terangnya.

Atas kondisi kesehatannya tersebut, Desy Yanthi Utami memutuskan tidak melakukan kegiatan, termasuk mengikuti rapat dan sidang di DPRD Kota Bogor.

“Dengan adanya diagnosa ini, bu Dea mengambil sikap untuk tidak berkegiatan dan menjalani proses pengobatan secara insentif,” ujarnya.

Rivai mengatakan, meski dalam kondisi sakit dan tidak mengikuti kegiatan di DPRD sejak April, Desy tetap berkontribusi pada masyarakat dan ditangani oleh tim Desy, seluruh aktifitas ke masyarakat terus dilakukan dan tidak berhenti, baik yang sifatnya kegiatan rutin seminggu sekali atau sebulan sekali.

“Kami mewakili bu Desy, meminta doa dan dukungan dari rekan-rekan dan warga Kota Bogor agar kondisi bu Desy bisa membaik sehingga bisa kembali menjalani mandat sebagai anggota DPRD. Tetapi selama proses pengobatan yang dijalani sejak April sampai saat ini, kegiatan ataupun kontribusi bu Desy secara rutin kepada masyarakat terus dilakukan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto