28.5 C
Bogor
Saturday, July 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 118

Napak Tilas Sejarah Konferensi Bogor 1954

0

Kota Bogor mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan The Ambassador Summit road to 71st Asia-Africa Conference 2026 yang berlangsung di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Kamis (20/11/2025).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 71 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) dan sekaligus napak tilas sejarah Konferensi Bogor, yang menjadi tonggak lahirnya KAA pada 1955.

Tak hanya menjamu dan menerima para delegasi dan duta besar dari negara sahabat saja, Dedie Rachim turut mengajak para delegasi berkunjung ke Istana Kepresidenan Bogor tempat dimana sejarah KAA dimulai.

Ia menjelaskan bahwa Konferensi Bogor pada 28–29 Desember 1954 itu menghadirkan lima pemimpin dari lima negara, yaitu Indonesia, Pakistan, India, Sri Lanka, dan Myanmar. Konferensi ini kemudian menjadi fondasi pelaksanaan KAA di Bandung pada April 1955.

“Ini kami melaksanakan semacam napak tilas ya dari sebuah momen yang sangat penting yang berhasil merubah tatanan dunia, namanya Konferensi Asia-Afrika, tetapi sebelum Konferensi Asia-Afrika ada yang namanya Konferensi Bogor. Nah, Konferensi Bogor inilah yang kemudian poin-poinnya itu mencetuskan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada April tahun 1955,” jelas Dedie Rachim.

Ia mengatakan, dalam rangka napak tilas tersebut ia mengajak negara-negara yang berkontribusi langsung dalam kegiatan Konferensi Bogor, salah satunya dari India dan yang mewakili dari Afrika yaitu Mozambik.

Dedie Rachim menegaskan bahwa Kota Bogor menjadi tuan rumah kegiatan ini, karena sejak lama memiliki peran penting dalam sejarah terbentuknya KAA. Momentum ini, menurutnya, turut memperkuat posisi Kota Bogor sebagai salah satu kota strategis di Indonesia yang memiliki banyak potensi.

“Kita ingin mengingatkan semua bahwa peran Bogor itu sudah sejak lama cukup penting. Nah, ke depan tentu kami mengajak bahwa keberadaan Bogor sebagai salah satu kota yang penting di Indonesia ini bisa juga dijadikan sebagai tempat untuk potensi investasi, kunjungan wisata, dan potensi menyelenggarakan kegiatan penting lainnya, termasuk kegiatan internasional,” tegasnya.

Ia berharap napak tilas Konferensi Bogor menuju KAA ini dapat membangkitkan kembali semangat persatuan bangsa-bangsa yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Semangat Konferensi Bogor ini menjadi semangat kita semua yang kita harus terus gelorakan sebagai bagian dari semangat persatuan bangsa-bangsa, semangat anti imperialisme, semangat anti kolonialisme, semangat untuk memerdekakan diri kita, dan memerdekakan bangsa yang tujuannya adalah menuju kesejahteraan masyarakat,“ kata Dedie Rachim.

Duta Besar Mozambik untuk Indonesia, Belmiro Jose Malate, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Kota Bogor memiliki peranan penting dalam sejarah perjuangan negara-negara Afrika.

“Kota Bogor sangat penting bagi Afrika, seperti yang Pak Wali telah katakan bahwa Konferensi Asia-Afrika yang pertama dilaksanakan di sini, yaitu persiapan untuk konferensi yang selanjutnya dilaksanakan di Bandung. Ini memberikan kontribusi besar terhadap kendala kami mengenai kolonialisme dan imperialisme di Afrika,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi negara-negara Asia-Afrika hingga saat ini masih memiliki kesamaan dan harus diperjuangkan bersama.

“Kita masih memiliki kendala yang sama, kolonialisme telah hilang, tapi imperialisme masih di sana dan kita masih harus berjuang untuk kemiskinan, mengembangkan ekonomi, memberdayakan generasi muda, dan mengimplementasikan agenda penting lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Konselor Politik Kedutaan Besar India untuk Indonesia, Vikram Vardhan, menyampaikan rasa hormatnya kepada Kota Bogor sebagai kota sejarah yang memiliki peran penting dalam terbentuknya solidaritas Asia-Afrika.

“Ini merupakan kehormatan bagi kami untuk berada di kota sejarah, yaitu Kota Bogor. Kami mengunjungi Istana Kepresidenan Bogor di mana sejarah dibuat 70 tahun yang lalu, awal mula dari Konferensi Asia-Afrika yang dimulai pertama kali di istana tersebut,” katanya.

Vikram menegaskan bahwa KAA adalah konferensi bersejarah yang membangun solidaritas, tidak hanya antara negara-negara Asia-Afrika, tetapi juga memulai South-South Cooperation. Ia mengatakan banyak negara berkembang di Asia-Afrika menjadi lebih mandiri setelah konferensi tersebut, dan karena itu masyarakat tidak boleh melupakan sejarah KAA.

“Kita perlu berkumpul, berkomunikasi, berkooperasi, dan berkoordinasi untuk masa depan yang lebih baik, ekonomi yang lebih baik, dan kemakmuran seperti yang diharapkan oleh pemimpin kita terdahulu,” katanya.

Usai menjamu para duta besar dan delegasi, Dedie Rachim mengajak seluruh tamu undangan melakukan napak tilas sejarah awal mula terbentuknya KAA di Istana Kepresidenan Bogor.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Kota Bogor sebagai tuan rumah untuk menegaskan kembali posisinya sebagai kota bersejarah dan kota diplomasi, sekaligus tempat lahirnya gagasan KAA.

Istana Kepresidenan Bogor menjadi saksi awal dirumuskannya gagasan dari lima pimpinan negara, yaitu Ali Sastroamidjojo (Indonesia), Jawaharlal Nehru (India), Mohammed Ali Bogra (Pakistan), U Nu (Burma/Myanmar), dan Sir John Kotelawala (Ceylon/Sri Lanka).

Mentan Amran: Indonesia Kebut Swasembada, Halau Upaya Impor Ilegal

0

jurnalinspirasi.co.id — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah mempercepat swasembada beras nasional dan menghentikan setiap upaya impor yang bertentangan dengan kebijakan negara. Hal ini disampaikan menyusul temuan masuknya 250 ton beras ilegal melalui Sabang, Aceh, yang dilakukan tanpa izin pemerintah pusat.

“Bapak Presiden Prabowo sudah menyampaikan bahwa tidak boleh impor karena stok kita banyak. Ini kehormatan bangsa kalau kita bisa berdaulat pangan. Masih ada 1 bulan 1 minggu Indonesia swasembada, jadi jangan diganggu lagi. Pasti kita usut,” kata Mentan Amran dalam konferensi pers di Jakarta pada Minggu (23/11/2025).

Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah akan menghalau segala upaya untuk mengimpor beras, apalagi jika itu dilakukan secara ilegal.

“Ada beras masuk di Sabang, itu 250 ton. Tanpa izin dari pusat. Tanpa persetujuan pusat. Tadi langsung kami telepon Kapolda, kemudian Kabareskrim, kemudian Pak Pangdam. Langsung disegel. Ini berasnya tidak boleh keluar,” tegasnya.

Ia menekankan tidak ada alasan Indonesia mengimpor beras. Stok Indonesia saat ini dalam posisi kuat. Apalagi, proyeksi produksi beras di tahun 2025 mencapai 34,77 juta ton berdasarkan data BPS. Kebijakan larangan impor beras juga dilaporkan berdampak pada penurunan harga beras dunia.

“Nah ini dengan berbagai dalilnya. Ada yang katakan beras Thailand, Vietnam murah. Memang murah karena Indonesia tidak impor beras. Pemimpin negara lain meminta ke Presiden Prabowo untuk ekspor ke Indonesia meski sedikit. Kami sampaikan beras cukup, bahkan diperkirakan akhir tahun beras tertinggi,” ungkapnya.

Mentan Amran menambahkan bahwa pemerintah langsung mengambil langkah tegas setelah menerima informasi awal adanya beras masuk ke Indonesia tanpa izin.

“Kami koordinasi dengan semua pihak, kami langsung telepon Menteri Perdagangan. Beliau katakan tidak ada izin. Kami ucapkan terima kasih pada seluruh tim. Bergerak cepat dan menyegel. Kami perintahkan tidak mengeluarkan beras yang masuk ke Indonesia, ke Sabang tersebut,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran mengungkapkan bahwa praktik impor tersebut diduga telah direncanakan sebelumnya. “Rapatnya di Jakarta. Minta rapat, rakor. Belum ada persetujuan. Kami tanya Dirjen, kami tanya Deputi. Ternyata dalam risalahnya menolak, tapi tetap dilakukan,” jelasnya.

Sebelumnya, Mentan Amran mengumumkan penyegelan gudang PT Multazam Sabang Group, perusahaan yang dilaporkan melakukan impor 250 ton beras dari Thailand tanpa izin. “Bahwa itu kita segel dan kami minta ditelusuri siapa pelaku-pelakunya,” pungkasnya.

(Restu/BBPMKP)

Golkar Komitmen Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

0

jurnalinspirasi.co.id – DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) melaksanakan pendidikan politik (dikpol) bagi kader partai berlambang pohon beringin itu di Hotel Novotel Bogor, Minggu (23/11/2025).

Dikpol tersebut dilakukan dalam rangka mencapai target agar Golkar kembali meraih kemenangan di Jabar pada Pemilu 2029 mendatang.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Tb. Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa dikpol tersebut merupakan angkatan pertama dengan peserta kader partai dari wilyah Kota/Kabupaten Bogor, kota dan Kabupaten Sukabumi serta Cianjur.

Ace menegaskan bahwa dikpol dilaksanakan untuk memperkuat soliditas, terutama para kader, anggota legislatif dari Golkar yang duduk di legislatif agar terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah baik di pusat maupun daerah.

“Kami ingin mendorong kesuksesan pemerintahan Prabowo-Gibran, mulai dari tingkat pusat maupun daerah,” ujar Ace kepada wartawan.

Dengan demikian, sambung dia, kesejahteraan masyarakat bisa terwujud melalui program-program yang selama ini telah digariskan presiden dan wakil presiden.

Atas dasar itu, Ace berharap seluruh kepala daerah dan anggota legislatif di Jawa Barat yang berasal dari Golkar memiliki komitmen untuk bisa menyukseskan program-program pemerintah tersebut.

“Golkar juga ingin ada komunikasi yang intensif antara kader-kader yang ditugaskan di eksekutif maupun legislatif dengan struktur partai,” tegas dia.

Lebih lanjut, lelaki yang juga menjabat sebagai Gubernur Lemhanas ini berharap, kegiatan yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan, Bupati Sukabumi dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi ini bisa menjadi jembatan bagi Golkar untuk terus mendorong agar partai berlambang beringin ini bisa hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Kami akan mengawal agar Indonesia semakin maju, dan Jabar istimewa,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Awas Silpa Negatif Tinggi, Anggaran Belanja Dikhawatirkan Tidak Terserap

0

jurnalinspirasi.co.id – Pinisepuh Kabupaten Bogior, Tb Nasrul Ibnu HR memberi peringatan kepada jajaran Pemkab Bogor agar segera memastikan serapan anggaran lebih maksimal, jika tidak, dapat dipastikan Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) negatif 2025 akan tinggi dan akan membebani keuangan daerah.

“Jika tidak segera dikeluarkan anggaran belanja daerahbsesuai termin pekerjaan kepada penyedia jasa di semua bidang, saya khawatir Silpa negatif di Pemkab Bogor akan tinggi. Saya hanya mengingatkan saja,” ujar Tb Nasrul kepada wartawan, Minggu (23/11/2025) di sela giat CFD di jalan Tegar Beriman.

Menurut Tb Nasrul, silpa negatif ini disebabkan serapan anggaran belanja tidak segera disalurkan. Banyak hal yang jadi penyebab itu dilakukan Pemkab Bogor.

Di antaranya, tidak adanya uang muka pelaksanaan pekerjaan, kelangkaan bahan material alam dan produk turunannya pada bidang konstruksi yang membuat pelaksanaan pekerjaan melambat dari target awal yang tertuang dalam kontrak pekerjaan.

“Ya salahsatunya adanya kelangkaan bahan material alam dan produk turunannya sehingga pelaksanaan pekerjaan melambat dan meleset dari target. Di PUPR saja ada anggaran belanja modal sebesar hampir Rp 1 triliun di 2025. Ini jika tidak segera diserap akan membebani serapan anggaran dan menciptakan silpa negatif,” tutur pria yang akrab disapa Ngkong Nasrul.

Tb Nasrul juga menambahkan jika anggaran tidak terserap akan membebani keuangan daerah karena akan ada utang pemda ke penyedia jasa dan berdampak pada beban utang di perbankan.

“Jika silpa negatif, maka kinerja birokrasi di Bogor harus terus diperbaiki dengan makin efisien dan efektif. Ini akan berdampak pada penilaian kinerja keuangan oleh BPK,” ujarnya.

Seperti diketahui, pengadaan barang dan jasa memberi sumbangan dalam pertumbuhan dan menggerakan roda ekonomi. Multiplier effect yang diberikan dari belanja barang pemerintah menjadi stimulus ekonomi dan perbankan yang signifikan.

“Multiplier effectnya memang kecil tapi dari yang kecil ini seperti bola salju menggelinding dan membesar. Badan usaha memberikan lapangan kerja sesuai bidangnya berdasar keahlian. Lalu pekerja konstruksi di lapangan proyek itu bisa menafkahi keluarganya dan selanjutnya memberi efek ekonomi luarbiasa,” ujar formatur Kepengurusan Kadin Jawa Barat.

Saat ini lanjut Tb Nasrul, penyedia barang dan jasa di Dinas PUPR tidak diberikan uang muka pekerjaan karena ada kekhawatiran pemborong kabur tanpa menyelesaikan pekerjaan. Padahal penentu pemenang lelang adalah ULP Setda Pemkab Bogor sendiri.

“Jadi aneh ya, kebijakan yang saling mengait tapi tidak percaya pada institusi internal Pemkab Bogor sendiri. Jadi tidak ada uang muka pelaksanaan pekerjaan padahal mereka sendiri yang memilih siapa yang layak melaksanakan pekerjaan. Lagipula uang muka kan ada jaminan bank olrh penyedia,” tegas Nasrul.

Saat ini menagih progres pekerjaan konstruksi seperti yang diatur dalam UU Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, peraturan pemerintah nomor 22 tahun 2020 tentang peraturan pelaksanaan UU Nomor 2 tahun 2017. Namun di Pemkab Bogor menagih progres pekerjaan sudah dibantu Konsultan Manajemen Proyek (KMP) lalu dibantu pula oleh Tim Teknis.

“Harusnya makin mudah dan cepat karena sudah banyak yang membantu verifikasi hasil pekerjaan,” tandasnya.

(Herry Setiawan)

Diduga Ada Maladministrasi, KTC Desak Pemerintah Tinjau Ulang SHGB”

0

Jurnal Bogor – Konflik agraria antara petani penggarap dan pihak perusahaan di Kampung Leuwisapi, Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kembali memanas. Para petani yang tergabung dalam Kerukunan Tani Cimande (KTC) resmi memberikan kuasa kepada Watch Relation Of Corruption Pengawas Aset Negara Republik Indonesia (WRC PAN-RI) untuk memperjuangkan hak mereka yang dianggap terancam.

KTC bersama WRC PAN-RI mendesak Menteri ATR/BPN Nurson Wahub untuk mengevaluasi kinerja Kepala BPN Kabupaten Bogor, yang dinilai tidak transparan dalam proses penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) terkait lahan sengketa.

Ketegangan bermula saat perusahaan memasang plang kepemilikan di atas lahan garapan petani dengan mencantumkan nomor HGB No. 182, 183, 184, dan 170, disertai surat permintaan pengosongan lahan. Para petani mengaku telah menggarap lahan tersebut secara turun-temurun, sehingga langkah itu dianggap sebagai bentuk pengusiran halus yang meresahkan.

Ketua Umum WRC PAN-RI, Ari Chandra, menilai proses pengajuan SHGB oleh BPN Kabupaten Bogor sarat kejanggalan. Ia menduga adanya mal-administrasi pada penguatan dokumen fisik, riwayat tanah, hingga keterangan bahwa lahan tidak dalam sengketa, yang dinilai tidak sesuai kondisi lapangan.

“Permintaan pengosongan itu terlalu tergesa-gesa. Lahan tersebut secara fisik masih dikuasai para petani. Kami mendesak BPN dan Tata Ruang Kabupaten Bogor mengevaluasi ulang persyaratan SHGB tersebut,” tegas Ari Chandra kepada awak media, Sabtu (22/11/25).

Ia juga meminta Menteri ATR/BPN turun tangan dan mengambil tindakan tegas atas dugaan pelanggaran prosedur yang dilakukan BPN Kabupaten Bogor agar petani tidak semakin dirugikan.

Upaya mediasi sebelumnya telah dilakukan di aula Kantor Desa Lemah Duhur antara pihak perusahaan, KTC, WRC PAN-RI, dan Kepala Desa Lemah Duhur, Ujang Nazmudin. Namun pertemuan itu belum menghasilkan kesepakatan, karena pihak perusahaan belum dapat menunjukkan legalitas SHGB yang diminta masyarakat dan WRC PAN-RI.

“Legalitas SHGB dipegang oleh pihak legal perusahaan. Legal to legal yang akan bertemu dalam pembahasan lebih lanjut,” ujar Ajeng, perwakilan perusahaan.

Sementara itu, Kepala Desa Lemah Duhur, Ujang Nazmudin, menjelaskan bahwa perusahaan memperoleh lahan tersebut dari beberapa pemilik sebelumnya yang telah mengantongi sertifikat. Namun di atas lahan itu terdapat petani penggarap yang sudah lama bercocok tanam.

“Pihak perusahaan memegang SHGB yang berasal dari over-alih pemilik sertifikat sebelumnya seperti Putirai Yohara, Ganjar, Irvan, Tony, hingga Santo. Petani juga tahu bahwa mereka hanya menggarap lahan itu, bukan pemiliknya,” jelas Ujang.

Ia menegaskan, pihak desa tidak dapat mengeluarkan surat garapan bagi para petani karena secara administrasi lahan tersebut telah bersertifikat SHGB.

Konflik ini diperkirakan berlanjut karena kedua belah pihak masih bersikukuh mempertahankan klaim masing-masing, sementara petani berharap pemerintah turun tangan untuk memberikan kepastian dan keadilan atas lahan yang telah menjadi sumber penghidupan mereka selama bertahun-tahun.

Kuliner Murah Meriah di Bendungan Ciawi Bogor

0

Cibogo |Jurnalbogor Bendungan Ciawi merupakan Salah satu Bendungan di Kabupaten Bogor disekitar jalan bendungan itu di gunakan beragam kegiatan dan aktivitas warga Sekitar, baik olahraga, maupun sekedar mencari Kuliner dan wisata murah bagi warga sekitar Bagi saya, setidaknya saya berjalan kaki dua hingga tiga kali di hampir setiap hari atau di Minggu pagi, karena memang pada Minggu pagi, bendungan Ciawi itu berubah menjadi tempat keramaian.,Minggu (23/11/2025)

Pembaca yang belum pernah mengalami, silakan mendatangi Bendungan Ciawi di Sabtu atau Minggu pagi. Pada hari itu sudah mulai ramai dengan para pedagang yang menggelar berbagai jenis barang dengan berjejer pinggir jalan Untuk Sekedar mencari Rezeki di banyaknya pengunjung yang berolahraga sambil melepas lelah mereka menikmati jajanan kuliner sederhana dan terjangkau hargannya

Warga yang datang pun, tidak semuanya berniat untuk berolahraga pagi. Bahkan, mungkin lebih banyak yang sekedar jalan-jalan sambil matanya tak lepas menatap beragam makanan yang dijual pedagang.

Di hari biasa, Bendungan Ciawi tak seramai seperti Sabtu dan Minggu pagi. Meski demikian, Bendungan Ciawi tak pernah sepi dengan warga yang sedang Berolahraga lari atau jalan kaki di pagi hari atau sore hari

Di setiap libur para penjual minuman dan kuliner berdatangan dan mangkal di bendungan Ciawi sebagai pilihan bagi warga yang singgah di tempat itu. Tak kurang dari pedagang Crafe es cendol, dan penjual minuman botol menawarkan jualannya.

Kebanyakan penjual membuka dagangannya di pinggir jalan menggunakan motor dan roda di bendungan Ciawi yang memang lokasinya sangat strategis. Selain berada di bawah pohon-pohon besar yang rimbun dan teduh, tempat itu dilalui jalan beraspal yang cukup ramai dilalui lalu lalang warga yang sedang berolahraga

Sebagai Bendungan yang pemandangannya indah dan selalu di gunakan kegiatan warga sekitar Olahraga tentu saja para penjaja kuliner itu memiliki banyak peluang untuk mengais rejeki.

Putri seorang warga sekitar yang tengah menyantap cemilan mengatakan, hampir setiap hari minggu dia melakukan olahraga di Sekitar jalan Bendungan Ciawi karena lokasi rumah tempatnya dia tinggal berjarak cukup dekat makanya selepas olahraga biasanya dia sarapan atau istirahat sambi menikmati kuliner yang harganya terjangkau Selain rasanya lumayan, harganya murah meriah, Ungkapnya kepada jurnalbogor (Wawan Hermawanto)

Yama Sumbodo: Analogi Perbudakan dari Anies Tegaskan Korupsi Harus Diakhiri

0

jurnalinspirasi.co.id — Akademisi dan Dosen Komunikasi UIKA Bogor, Yama Sumbodo, menilai analogi Anies Baswedan yang menyamakan korupsi dengan perbudakan adalah peringatan moral kuat agar Indonesia tidak lagi menoleransi praktik tersebut. Pandangan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan JurnalBogor pada Sabtu, 22 November 2025.

Pernyataan Anies sebelumnya menegaskan bahwa korupsi adalah praktik lama yang harus diperlakukan seperti perbudakan yang akhirnya dihapus.

“Korupsi itu seperti perbudakan. Ada masanya jual beli manusia itu normal, tapi akhirnya dihapus,” kata Anies.

Menanggapi itu, Yama menilai analogi tersebut efektif menggugah kesadaran publik.

“Analogi itu menaikkan isu korupsi ke level moral. Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi kejahatan yang merusak masa depan bangsa,” ujarnya.

“Ini cara kuat mendorong publik melihat korupsi sebagai sesuatu yang tidak boleh ditoleransi,” lanjutnya.

Yama juga merespons pandangan Anies bahwa digitalisasi akan mempersempit ruang korupsi.
Sebelumnya Anies menegaskan:

“Ketika semua transaksi menjadi transparan, praktik korupsi jauh lebih mudah dicegah,” ujar Anies

Menurut Yama, teknologi dapat membatasi ruang gerak koruptif, namun keberhasilannya tetap bergantung pada integritas pelaksana sistem.

“Digitalisasi bukan solusi tunggal, tetapi efektif menekan ruang gelap. Tantangannya ada pada konsistensi politik dan integritas institusi dalam menjalankan sistem tersebut,” jelasnya.

“Teknologi bisa membuka jalan, tapi komitmen manusialah yang menentukan keberhasilan pemberantasan korupsi,” ungkapnya.

Pandangan Yama menegaskan bahwa agenda antikorupsi membutuhkan kombinasi antara kesadaran moral, transparansi sistem, dan komitmen politik agar Indonesia benar-benar terbebas dari praktik yang merusak masa depan bangsa tersebut.

(fauzan/mg)

Menko PMK dan BNPB Gandeng EIGER Adventure Land Hijaukan Puncak

0

jurnalinspirasi.co.id – Peringatan Hari Pohon Sedunia, yang jatuh pada 21 November 2025, menjadi momentum Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar penanaman pohon serentak di sejumlah daerah di Indonesia.

Penanaman vegetasi untuk mitigasi dilakukan serentak di empat provinsi yakni, Jawa Barat (Kabupaten Bogor), Jawa Tengah (Wonosobo) dan Jawa Timur (Malang) dan Banten secara daring yang berpusat di Bogor.

Untuk di Jawa Barat, penanaman pohon dilakukan di kawasan EIGER Adventure Land (EAL), Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Dipilihnya EAL, karena merupakan area hulu dari daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung yang berada di kawasan Puncak Bogor.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri PMK Pratikno, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman, Bupati Bogor Rudy Susmanto, Ketua DPRD Sastra Winara dan jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, (Menko PMK) Pratikno mengatakan, agar seluruh pihak, lebih proaktif membangun infrastruktur hijau menanam pohon sebanyak-banyaknya, karena memang lahan kritis cukup luas di Indonesia.

Karena seperti diketahui, kata dia wilayah Malang beberapa hari lalu mengalami banjir, disusul Banjarnegara longsor kemudian Cilacap Majenang juga longsor memakan korban, begitu juga di Papua.

“Oleh karena itu kita harus menanam pohon sebanyak-banyaknya dari mulai hulu maupun di hilir termasuk di sini di DAS Ciliwung,” katanya.

Ia menjelaskan ada 3,5 juta warga yang hidup di sekitar DAS Ciliwung sehingga harus terus dilakukan reboisasi.

“Kita harus menjaga jangan sampai tanah mudah longsor, air tidak tertahan, kemudian sedimentasi waduk terlalu cepat kemudian sedimentasi sungai juga terlalu cepat, kita harus mencegah itu untuk mengurangi resiko bencana,” katanya.

Pratikno berharap, penanaman pohon tidak menjadi gerakan yang hanya dimiliki oleh BNPB, pemerintah daerah, maupun kementerian/lembaga, namun juga gerakan yang harus masif dilakukan oleh masyarakat.

“Momentum ini hanyalah pengingat kita untuk lebih giat menanam pohon. Jangan sampai kita menanam hanya satu kali pada saat peringatan Hari Pohon ini,” katanya.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang melaporkan dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah menyebut total bibit yang di tanam di 4 provinsi mencapai 216.070 bibit dengan jenis pohon bervariasi mulai dari pohon keras, buah hingga vetiver.

Sebanyak 2.980 relawan dari 4 wilayah dikerahkan untuk mendukung proses penanaman yang sudah dilakukan sejak Rabu (19/11/2025).

Aksi penanamaan pohon sebagai upaya mitigasi vegetasi ini merupakan salah satu piloting project yang didanai melalui pooling fund bencana atau PFB.

Pooling fund merupakan salah satu inovasi pendanaan dalam penanggulangan bencana yang dapat diakses oleh semua komunitas masyarakat untuk mewujudkan resiliensi berkelanjutan. 

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, suatu kehormatan bagi wilayah Kabupaten Bogor menjadi salah satu venue atau tuan rumah pelaksanaan Hari Pohon Sedunia bersama Menko PMK dan beberapa stake holder terkait.

“Pelaksanaan penanaman bukan hanya di EIGER Adventure Land, tetapi kami melakukan penanaman pohon di 9 lokasi, di PTPN salah satunya di EIGER Adventure Land, lalu di eks Giri Pangrango, eks Pancawati, sampai dengan Sukajara, Gunung Putri terkait penanganan banjir,” katanya.

Menurutnya, di Kabupaten Bogor, bencana banjir, tanah longsor, bukan hanya terjadi di tahun 2025-2024 bahkan 5 – 10 tahun yang lalu sudah terjadi.

“Selain itu, penanaman pohon yang diinisiasi oleh BNPB, kita lakukan penghijauan di seluruh daerah aliran sungai Cikeas, Ciliwung dan beberapa daerah aliran sungai lainnya,” katanya.

Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya berharap, destinasi ini dapat menghadirkan ekowisata yang tidak hanya menawarkan pengalaman wisata alam, tetapi juga membuka jalan bagi upaya restorasi melalui pengembalian fungsi ekologis.

“Melalui kolaborasi pentaheliks antara swasta, pemerintah, akademisi, komunitas, dan media, kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai contoh nyata bahwa ekowisata yang selaras dengan pelestarian alam dapat memberikan kontribusi nyata bagi mitigasi bencana sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

(Dadang Supriatna)

Kades Muarajaya Pastikan Betonisasi Jalan di Kampung Nyenang Sesuai Prosedur

0

Warga Mendukung Penuh, Akses Jalan Menjadi Lebih Baik

jurnalinspirasi.co.id – Kepala Desa Muarajaya Awan Hermawan memberikan penjelasan bahwa pelaksanaan pembangunan infrastruktur betonisasi jalan di Kampung Nyenang RT 03/03 Muarajaya, Caringin, Kabupaten Bogor, telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Saya tegaskan bahwa tuduhan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara yang menuding bahwa betonisasi jalan di Kampung Nyenang ini menyalahi prosedur karena dibangun di atas tanah milik pribadi adalah salah besar. Apalagi tudingan mereka tidak mendasar dan tanpa konfirmasi ini disebarkan melalui media sosial dan media massa, ini sudah merusak nama baik Pemdes Muarajaya dan lembaga desa,” tegas Awan Hermawan, Jumat (21/11/2025).

Awan Hermawan menegaskan bahwa status tanah yang di atasnya dibeton sepanjang 500 meter tersebut adalah murni milik desa hasil wakaf dari warga bernama Raden Turmuzi.

“Bukti surat wakafnya ada tersimpan dengan baik. Semua ahli waris keluarganya juga sudah memberikan tanda tangan persetujuan. Pemberian wakaf ini terjadi sebelum ada komplek Bank Indonesia,” tandasnya.

Ia kembali memastikan bahwa tanah wakaf yang diberikan kepada Pemdes memang diperuntukkan bagi kepentingan umum. Tanah wakaf tersebut selama ini dimanfaatkan sebagai jalan lingkungan yang digunakan oleh warga sekitar untuk kegiatan sehari-hari.

“Dengan adanya peningkatan kualitas jalan melalui betonisasi, aksesibilitas warga menjadi lebih baik, terutama dalam mendukung mobilitas, ekonomi, dan aktivitas sosial masyarakat,” ujarnya.

Pembangunan infrastruktur betonisasi jalan di Kampung Nyenang RT 03/03 ini dibiayai program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) atau program Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemkab Bogor.

Ketua BPD Muarajaya, Janten Firmansyah, turut menegaskan bahwa status tanah jalan tersebut adalah tanah wakaf dari warga sehingga seluruh tokoh masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

“Kami mengetahui bahwa tanah jalan tersebut hasil wakaf. Mana mungkin Pemdes berani membangun kalau status tanahnya milik warga atau milik pihak lain. Makanya kami, para tokoh masyarakat, sangat mendukung Peningkatan infrastruktur jalan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah desa.

Hal senada dikatakan Ketua TPK, Kamaludin alias Zame memastikan bahwa proses pembangunan dilakukan secara transparan, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi agar hasilnya maksimal dan dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.

(Dadang Supriatna)

Bubur Ayam Naik Kelas,  Raih Gelar Porridge Terbaik Dunia Versi TasteAtlas 2025

0

jurnalinspirasi.co.id – Bubur ayam kembali mengharumkan nama kuliner Nusantara di kancah internasional. Dalam laporan yang dirilis pada Agustus 2025, Taste Atlas, platform ensiklopedia kuliner global menobatkan bubur ayam sebagai peringkat pertama dalam daftar 50 Best Porridges dunia.

Perlu diketahui, Porridge adalah sebutan umum untuk hidangan bubur yang terbuat dari berbagai jenis biji-bijian atau tepung yang direbus dalam air hingga teksturnya lembut dan kental. Contohnya termasuk bubur oat (oatmeal), bubur beras, dan bubur jagung


Prestasi ini menjadikan bubur ayam semakin mendunia dan mengukuhkan posisinya sebagai hidangan berbasis sereal terbaik menurut penilaian global.

Mengutip laman resmi TasteAtlas bubur ayam meraih rating 4,4, skor tertinggi dalam kategori porridge untuk periode Agustus 2025. Dengan penilaian tersebut, bubur ayam tidak hanya menjadi primadona di Indonesia, tetapi juga mendapat apresiasi luas dari pencinta kuliner internasional.

Penilaian ini menunjukkan kuatnya daya saing bubur ayam dibandingkan hidangan klasik dari berbagai negara, sekaligus menegaskan popularitasnya di mata dunia.

Keunggulan bubur ayam sendiri disebut terletak pada perpaduan tekstur lembut dengan aneka topping gurih seperti suwiran ayam, cakwe, bawang goreng, hingga sambal. Fleksibilitas rasa dan ragam penyajian membuat bubur ayam mudah diterima di berbagai budaya.

Selain bubur ayam, Taste Atlas juga merilis daftar Top 10 Best Porridges yang menampilkan kompetisi ketat antara berbagai hidangan bubur dari Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat.(ded)

Berikut daftar lengkapnya:

1. Bubur Ayam (Indonesia) – 4,4

2. Arroz Caldo (Filipina) – 4,3

3. Elarji (Georgia) – 4,3

4. Taci şi înghite (Rumania) – 4,3

5. Banosh (Ukraina) – 4,2

6. Three Color Dessert / Chè ba màu (dicatat dari Rumania) – 4,2

7. Shrimp and Grits (Amerika Serikat) – 4,1

8. Lugaw (Filipina) – 4,1

9. Bissara (Mesir) – 4,1

10. Polenta Taragna (Italia) – 4,1