23 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1160

Darurat, Pemkot Bogor Kembali Aktivasi RS Lapangan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kasus positif Covid-19 yang semakin menggila, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengaktivasi kembali Rumah Sakit Lapangan untuk menangani pasien corona. “Ya, Insya Allah Minggu ini RS Lapangan akan diaktivasi,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya kepada wartawan, Senin (28/6).

Bina mengaku akan segera menemui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana terkait rencana mengaktifkan kembali RS Lapangan. “Sore ini saya akan bertemu dengan kepala BNPB. Kemungkinan besar pakai anggaran dari BNPB dan tetap dibantu,” jelas Bima.

Bima juga mengaku bahwa saat ini Pemkot Bogor tengah menyiapkan tempat isolasi bagi pasien atau orang tanpa gejala atau (OTG) di tingkat wilayah.

“Ya pekan ini juga ada aktivasi pusat isolasi baru, kerjasama dengan IPB. Ada asrama IPB yang bisa dijadikan pusat isolasi berbasis masyarakat. Di kelurahan lain pun sama, sedang dijajaki,” paparnya.

Diketahui, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, selama dua pekan terakhir terjadi peningkatan kasus harian virus Corona. Penambahan kasus positif rata-rata di angka 200 orang per hari. Hingga Minggu (27/6), jumlah pasien yang masih dirawat atau isolasi sebanyak 3.023 orang.

Akibat penambahan kasus secara signifikan membuat tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Bogor kini mencapai 81,6 persen.

Kondisi ini menyebabkan ketersediaan tempat tidur di ruang perawatan maupun ICU rumah sakit hampir terisi penuh. “Kami akan lakukan penambahan tempat tidur minimal 30 persen di seluruh rumah sakit,” papar Bima.

Selain itu, pihaknya saat ini tengah kekurangan tenaga kesehatan (Nakes). Hal itu lantaran meningkatnya jumlah pasien Covid-19, sebanyak 336 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung di rumah sakit dan fasilitas kesehatan terpapar l.

“Jadi sangat tidak seimbang kalau tenaga kesehatannya terpapar. Kalau begitu maka siapa yang mengoperasionalkan nanti,” katanya.

Kata dia, pihaknya bisa saja merekrut tenaga kesehatan dari mahasiswa yang sudah lulus, tetapi hal itu harus memenuhi persyaratan surat tanda registrasi (STR). Sementara surat itu baru bisa keluar kurun waktu 3 bulan. “Sekarang kita berpacu dengan waktu. Jadi, kita mengantisipasi kelangkaan tenaga kesehatan dari sekarang dengan kebijakan yang ketat,” bebernya.

Bima meminta kepada pemerintah pusat untuk mengeluarkan kebijakan yang lebih ketat di wilayah Jabodetabek. Sebab, sambung dia, PPKM mikro yang tengah diterapkan masih belum efektif.

“PPKM tidak akan efektif apabila tidak bersamaan dengan pembatasan yang lebih ketat dalam kebijakan yang lebih makro. PPKM selama ini tidak akan mampu untuk mengatasi persoalan ketika tidak diimbangi dengan kebijakan yang lebih tegas dan ketat di wilayah makro,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Bima Lantik 311 ASN di Jalan R3

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor Bima Arya kembali melantik sebanyak 311 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor di Jalan R3, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Senin (28/6).

Pada kesempatan itu, Bima mengganti dua posisi camat. Yakni Camat Bogor Barat dan Camat Bogor Timur.

Camat Bogor Barat, saat ini diisi Abdul Rahman, yang sebelumnya duduk sebagai kepala bidang di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Setelah sebelumnya kosong pasca ditinggal Juniarti Estiningsih, yang dilantik sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim).

Sementara Camat Bogor Timur dijabat Rena Da Frina, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Camat Bogor Timur. Sedangkan camat sebelumnya, yakni Wawan Sanwani, dipindahtugaskan ke jabatan Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor.

Bima Arya pun meminta semua jajaran Pemkot Bogor untuk tetap fokus bekerja namun tanpa mengesampingkan protokol kesehatan (prokes). Hal itu lantaran mereka akan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ia juga meminta agar Camat Bogor Timur yang baru, Rena Da Frina, untuk menyelesaikan proyek infrasturktur Jalan Regional Ring Road (R3). Sebab dari total 10 kilometer, baru terselesaikan sekitar 7 kilometer.

Diketahui, Bima memilih Jalan R3 sebagai tempat pelantikan lantaran ia ingin menuntaskan proyek tersebut.

“Saya pilih lokasi ini untuk pelantikan, untuk menguatkan komitmen pemkot untuk menyelesaikan infrasturktur jalan ruas R3 ini. Saya minta semua berkordinasi. Ada Bu Camat baru, koordinasikan dengan Bappeda, BKAD, Dishub, semuanya. Untuk memastikan keberlanjutan R3, sehingga sebelum 2024 harus sudah tuntas,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

28 ODGJ di RS Marzuki Mahdi Terpapar Covid

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 28 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tengah dirawat di RS Marzuki Mahdi, Jalan Semeru, Kelurahan Menten, Kecamatan Bogor Barat, terpapar Covid-19.

Direktur Utama Rumah Sakit Marzuki Mahdi (RSMM) Dr Fidiansyah mengatakan bahwa pihaknya butuh pendekatan tersendiri.

“Penularan itu ada interaksi terjadi karena kerumunan kemudian pengabaian protokol serta tadi vaksinasi,” kata Fidiansyah kepada wartawan, Minggu (27/6).

Atas dasar itu, sambung dia, vaksinasi menjadi langkah utama untuk menekan angka covid untuk ODJG. Vaksin sendiri sudah digaungkan dengan sasaran orang dengan gangguan jiwa termasuk disabilitas sehingga dia menjadi prioritas.

“Alhamdulillah kita sudah berproses setiap hari melakukan pemantauan
hanya tadi ada keterbatasan yang harus kami lakukan karena harus ada persetujuan dari keluarga dibanding orang dengan kesehatan yang umum dia tidak perlu persetujuan lagi,” ucapnya.

Namun, kata Fidi, ODGJ harus mendapatkan persetujuan warga sebagai perwakilan kalau memahami nanti dampak efek samping melapor kemana oleh karena itu ada formkonsen yang harus kami minta kekeluargaan.

“Kalau dari sisi perawatan yang 28 itu, mereka rawat inap namun nanti konsep peratawan gangguan jiwa denggn umum sama saja hanya mungkin karena ada kombinasi sehingga tidak semua rumah sakit siap,” tukasnya.

“* Fredy Kristianto

Pengendara Trail Tewas di Jalan Raya Cibungbulang

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Pengendara sepeda motor trail bernomor polisi F 6595 FFJ bernama Egi Purnawan berusia 40 tahun, warga Cibeber, Curug Bitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, tewas di lokasi kecelakaan di Jalan Raya Cibungbulang dekat UPT Pajak, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Senin pagi (28/9/2021) pukul 9.00 Wib.

Menurut anggota Lantas Polsek Cibungbulang Bripka Muhamad Ilyas, korban merupakan warga Curug Bitung yang mengalami laka tunggal dan meninggal di tempat karena luka cukup parah di bagian kepala.

“Ini merupakan laka tunggal kronologi pasti belum tahu karena belum ada saksi, ini warga Cibeber Nanggung korban meninggal di lokasi,” kata Bripka Muhamad Ilyas kepada wartawan.

Muhammad Ilyas melanjutkan, untuk kasus laka tunggal ini selanjutnya akan ditangani unit Laka Polsek Dramaga Resor Bogor.

“Dan tadi di TKP ada berkas, dan dompet korban dan kita juga sudah hubungi pihak keluarga korban,” katanya.

Sementara menurut Ganjar, warga sekitar, kejadian diduga korban gagal nyalip dan oleng dan terjatuh hingga kepala korban terbentur kendaraan lain.

“Korban dari arah Leuwliang menuju Bogor diduga gagal nyalip dan terlindas karena bagian kepala luka cukup para,” kata Ganjar.

Sementara motor trail korban berwarna biru hanya rusak pada bagian depan dan belakang. Kini korban langsung dibawah ke RSUD Leuwliang untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas Unit Laka Polsek Dramaga berserta kendaraan.

Kecelakaan tersebut menyebabkan kemacetan cukup parah sekitar 1 kilometer dari arah Leuwiliang menuju Bogor maupun sebaliknya.

** Cepi Kurniawan

42 ASN Terpapar Covid, Pemkot Bogor WFH 100 Persen

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerapkan Work From Home (WFH) 100 persen pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) mulai Selasa (29/6) hingga sepekan kedepan. Hal itu menyusul melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di ‘Kota Hujan’, termasuk di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa hingga Senin (28/6) jumlah ASN dan pegawai perumda yang terpapar Covid-19 mencapai 42 orang.

“Sudah 42 orang yang terkonfirmasi positof Covid-19. Karena itu kami mengambil langkah untuk memberlakukan WFH 100 persen. Kecuali dinas pelayanan sehari-hari, DLH, Dinkes, Dishub. Ini bukan libur tidak boleh keluar kecuali mendesak, dan wajib melaporkan semua kegiatan pekerjaan,” ujar Bima kepada wartawan, Senin (28/6).

Menurut Bima, langkah ini diambil untuk menghindari penularan corona di kalangan ASN, dan mengurangi mobilitas masyarakat.

“Kami ingin memberikan contoh untuk menahan diri tidak keluar. Saat ini grafik kasus positif meningkat tajam,” katanya.

Kata dia, penambahan tempat isolasi tidak seimbang dengan tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar corona.

** Fredy Kristianto

Ada Pergerakan Tanah, Koramil 2116 Leuwiliang Imbau Warga Cisaranten Waspada

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Sejak satu pekan terakhir wilayah Kampung Cisaranten di lingkungan RW 04 dan RW 09 di Dusun 02 serta Dusun 03, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor dilanda pegerakan tanah. Bencana alam ini terjadi di area pesawahan dan perkebuanan. Komandan Koramil 2116 Leuwiliang Kapten Infanteri Koswara mengimbau warga Desa  Wangunjaya untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Ia menjelaskan pihaknya terus mengikuti perkembangan situasi lokasi pergerakan tanah dengan melibatkan para anggotanya  yang dibantu oleh komunitas radio antar penduduk (RAPI) satgas desa, serta tokoh masyarakat.

Utamanya menguji alat komunikasi seperti  radio HT agar bisa tersambung dari titik pantau ke posko utama Koramil.

“Kami menempatkan pos-pos penyekatan aktivitas warga, dengan dipasangnya tulisan larangan di jalan – jalan agar warga tidak datang ke lokasi,” kata Kapten Infanteri Koswara kepada Jurnal Bogor, Senin (28/6).

Meski  ditemukan adanya warga secara sembunyi -sembunyi  melangsungkan akktivitas memanen di lokasi bencana alam pergerakan tanah, namun karena lokasi pergerakan tanah dianggap berbahaya, pihaknya mengharuskan warga petani untuk segera  pulang meninggalkan lokasi tersebut.

Ia menerangkan, saat ini kondisi lumpur dan bongkahan tanah yang disebabkan pergerakan tanah berdampak pada penutupan bendungan kali Cisaranten.

“Akibanya  lumpur yang terseret arus air yang terus aktif bergerak hingga menutup lokasi pesawahan warga,” jelasnya.

Koswara menerangkan, diperkirakan bencana alam pergerakan tanah  akan berdampak pada Kampung Cisaranten yang dihuni sebanyak 70 kepala keluarga. Termasuk dampaknya akan masuk ke wilayah Cisaranten 2 dan wilayah Desa tetangga, yakni Desa Sadengkolot

Kendati demikian upaya antisipasi terus dilakukan, bahkan  tempat evakuasi warga kini telah disiapkan diantaranya 2 Masjid Cisaranten 3, gedung SDN Cisarenten 3, aula Kantor Desa Wangunjaya dan Mushola Huntara Wangunjaya.

“Kita siagakan satgas bencana dan mengaktifkan Siskamling sekaligus membuat grup pemantau bencana,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Desa Wangunjaya Hanafi menyebutkan, sekitar 10 hektare lahan pesawahan dan perkebunan di wilayahnya  porakporanda akibat bencana alam pergerakan tanah.”

“Sudah satu pekan ini pergerakan tanah masih aktif dan berakibat pada penyempitan kali Cisaranten,” ujarnya.

Kejadian ini sudah dikomunikasikan dengan Musipika maupun pihak BPBD Kabupaten Bogor.

“Kami menganggap wilayah Wangunjaya dalam kondisi bahaya, karena musibah ini secara berturut mulai dari 2019 terjadi tanah longsor di kampung Suluduk kemudian longsor kembali di kampung Pasirwangun, Kampung Curug dan Kampung Cepaknangka.”

“Hingga musibah pergerakan tanah merambah pada Juni 2021 tepatnya di Kampung Cisaranten,” tandasnya.

** Arip Ekon

82 Orang dari Klaster Ponpes di Harjasari Sembuh

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh dari klaster Pondok Pesantren (Ponpes) Bina Madani di Kota Bogor, terus bertambah. Hingga Jumat (25/6/2021), jumlah pasien positif Covid-19 dari klaster ponpes yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 82 orang. Sisanya 11 orang masih menjalani perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, sampai dengan 25 Juni 2021 konfirmasi masih sakit ada 11 orang dan konfirmasi selesai/sembuh 82 orang dari total 93 kasus.

“Dari 11 orang konfirmasi masih sakit, 4 orang isolasi di rumah dan 7 orang dirawat. Kemudian dari 7 orang yang dirawat, 5 orang di BPKP Ciawi dan 2 orang di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta,” katanya, Sabtu (26/6).

Tercatat, Senin (21/6), tidak ada penambahan kasus konfirmasi. Pemulangan 3 orang santri putra dan 2 orang santri putri dari BPKP Ciawi.

Selasa (22/6), tidak ada penambahan kasus konfirmasi. 2 orang santri putri yang diisolasi di rumah dinyatakan sembuh. Pemulangan 1 orang santri putra dan 2 orang santri putri dari BPKP Ciawi.

Rabu (23/6), tidak ada penambahan kasus konfirmasi. Pemulangan 1 orang santri putri dari BPKP Ciawi. Kamis (24/6), tidak ada penambahan kasus konfirmasi. Pemulangan 9 orang santri putri dari BPKP Ciawi.

Jumat (25/6) tidak ada penambahan kasus konfirmasi. Sementara ada pemulangan 3 orang santri putra dan 10 orang santri putri dari BPKP Ciawi.

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor terus melakukan pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di Ponpes Bina Madani.

** Fredy Kristianto

Covid Menggila, Dewan Desak RS Lapangan Kembali Diaktifkan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Jumlah positif Covid-19 di Kota Bogor semakin mengkhawatirkan. Pada Minggu (27/6) telah terjadi penambahan 262 kasus, dengan total kasus aktif sebanyak 3.03. Dengan demikian, sejak awal pandemi pada Maret 2020 hingga kini totalnya sudah mencapai 19.568.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, Bed Occupancy Ratio (BOR) rumah sakit di Kota Bogor per Sabtu (26/6) sudah mencapai 81,6% atau ada sebanyak 782 bed terisi dari kapasitas 958 unit, atau tersisa hanya 176 tempat tidur.

“Jumlah total nakes dan tenaga pendukung di RS atau faskes yang terpapar Covid-19 sudah menembus 336 orang,” ujar Bima kepada wartawan, Minggu (27/6).

Untuk jumlah faskes yang sempat ditutup lantaran adanya temuan kasus Covid-19, sambung Bima, hingga kini jumlahnya mencapai delapan fasilitas. “Persentase kenaikan kasus terkonfirmasi positif minggu ini mencapai 78%,” kata Bima.

Selain itu, kata Bima, lonjakan jumlah positif covid pun berimbas terhadap meningkatnya angka kematian akibat virus corona, dimana jumlahnya pada minggu ini naik hingga 125 persen.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Devie Prihartini Sultani mendesak Pemkot Bogor segera mengaktifkan kembali RS Lapangan, dibarengi dengan membuka tempat isolasi lain.

“Situasi ini membuat RS di Kota Bogor sudah tidak lagi mampu menangani pasien yang datang karena keterbatasan tempat tidur dan nakes. Sudah seharusnya RS Lapangan kembali dibuka,” ungkap Devie.

Devie mengaku bahwa setiap hari sejak pekan lalu, ia selalu menerima aduan dari pasien Covid-19 yang membutuhkan tempat tidur di rumah sakit dan alat bantu pernafasan.

“Keluarga pasien sudah panik, namun ketersediaan ruangan dan tempat tidur atau bed tidak ada. Saya sudah kontak kesana sini, jawabannya sana kamar penuh,” katanya.

Devie juga meminta pemerintah mengeluarkan aturan tegas untuk meredam cepatnya penularan Covid 19. “Masih banyak warga yang melanggar prokes, pemkot harus serius menghadapi ini,” jelasnya.

Tak hanya itu, pemkot juga mesti memperhatikan keperluan pangan bagi warga yang sedang isolasi mandiri dan tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 juga sudah banyak yang terpapar. “Apabila banyak nakes terpapar, lantas siapa yang akan menangani pasien,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Wali Kota Bogor Minta Pusat Keluarkan Kebijakan Lebih Ketat

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta pemerintah pusat untuk mengeluarkan kebijakan yang lebih ketat dalam mengendalikan laju kasus Covid-19 yang makin tak terkendali. Alasannya, kata Bima, terlihat dari data tingginya angka kasus positif, meningkatnya angka kematian, hingga tenaga kesehatan yang bertumbangan karena terpapar.

“Situasi Covid-19 sudah sangat mengkhawatirkan. Sudah nyaris melampaui kapasitas kita semua untuk menangani kalau tidak ada langkah-langkah yang luar biasa. Data di Kota Bogor, lonjakannya luar biasa. Sudah di kisaran 300-an kasus per hari, yang masih sakit 3.023 kasus. BOR kita di banyak rumah sakit hampir full. Di RSUD sendiri sudah hampir 100 persen,” ungkap Bima Arya usai meninjau RS Marzoeki Mahdi di Jalan Semeru, Bogor Barat, Minggu (27/6).

“Kemudian persentase kenaikan kasus konfirmasi positif minggu ini sebesar 78 persen. Sedangkan kasus kematian naik 125 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara tenaga kesehatan di Kota Bogor yang terpapar dan masih sakit sampai saat ini ada 336 orang dari total 11.214 orang. Dan ini kasus aktif, persentasenya terus naik. Jadi sekali lagi, angka-angka ini mengkhawatirkan,” tambahnya.

Artinya, lanjut Bima Arya, asumsi dan perhitungan tidak akan sama lagi karena kemungkinan berubah. “Varian baru bermunculan, kecepatan penyebaran dengan segala variannya mungkin tidak bisa diimbangi dengan vaksinasi, termasuk juga penambahan kapasitas tempat tidur ini tidak bisa mengimbangi jumlah nakes yang terpapar,” tandas Bima.

Bima menjelaskan, kebijakan reaktif dan insidental seperti pelarang mudik, pembatasan mobilitas, realitanya memang sulit dijalankan dengan maksimal di lapangan. “PPKM yang kita terapkan sekarang ini terlihat belum maksimal untuk mengatasi persoalan yang semakin berat. Akan lebih efektif apabila diterapkan bersamaan dengan pembatasan yang lebih ketat lagi dalam kebijakan yang lebih makro,” imbuhnya. 

Persoalannya, kata Bima, dalam skala wilayah kewenangan Pemerintah Daerah sangat terbatas dalam memperkuat kebijakan pembatasan yang dimaksud. “Kita tidak mungkin bisa melakukan pembatasan jam operasional, jam kantor, dan lain-lain karena itu kewenangan pusat. Tanpa instrumen kebijakan di tingkat nasional, maka kita akan sulit mengupayakan langkah-langkah yang masif dalam membatasi mobilitas warga,” jelas Bima.

Bima menyatakan, Pemkot Bogor sudah melakukan beberapa langkah strategis seperti penambahan tempat tidur minimal 30 persen di seluruh RS, dan dalam beberapa hari lagi akan mengaktivasi RS Lapangan dan mengaktivasi pusat isolasi berbasiskan masyarakat di tiap kelurahan.

“Pemkot juga memutuskan untuk melakukan kebijakan WFH 100 persen bagi ASN. Seluruh kantor-kantor pemerintahan distop dulu. Kecuali sektor-sektor atau dinas yang langsung berfungsi untuk melayani publik, seperti Dinkes dan lain sebagainya. Ini sedang kita siapkan,” katanya.

“Tapi sekali lagi mungkin itu tidak akan maksimal ketika tidak diiringi oleh kebijakan yang lebih tegas, lebih ketat dalam hal pembatasan aktivitas warga di tingkat yang lebih makro. Saya kira pemerintah pusat harus berani mengambil langkah-langkah kebijakan yang lebih ketat, mungkin tidak dipukul rata secara nasional tapi bisa diberlakukan sesuai kedaruratan wilayahnya. Misalnya, pembatasan lebih ketat di Jabodetabek, pembatasan yang lebih ketat di Bandung Raya, pembatasan lebih ketat di Gerbangkertosusila dan sebagainya. Jadi sifatnya berbasiskan regional yang paling terdampak dengan status zona yang kebanyakan merah,” beber Bima.

Mengenai konsekuensi logistik atau pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, Bima Arya mengatakan bahwa setiap pemerintah kota atau daerah pasti bisa mengambil langkah sebagai konsekuensi dari kebijakan nasional tersebut. “Misalnya dengan melakukan refocusing, realokasi anggaran, alokasi bansos dan lain sebagainya dalam keadaan darurat, termasuk juga saya yakin solidaritas sosial kita masih sangat tinggi,” ujar Bima.

“Jadi, kalau kita berikan waktu bagi warga untuk bersiap-siap, jadi tidak serta merta kita umumkan besok pembatasan berskala besar, tetapi kita lakukan dalam waktu yang bisa dipersiapkan dulu. Kita bisa melakukan pendataan, buruh harian lepas yang kehidupannya sangat tergantung dari kerja harian. Kemudian kita bisa memobilisasi dana dari warga mengaktivasi dapur umum, lumbung pangan dan lain sebagainya,” kata dia. 

“Jadi saya kira semuanya perlu diperhitungkan dengan cermat, tetapi poinnya adalah dari data menunjukan bahwa kita harus mengambil langkah kebijakan yang lebih tegas, lebih ketat, di tingkat yang lebih makro. Kalau tidak maka korban akan semakin banyak berjatuhan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Peserta Antusias, Ping TV Robog Digelar di Venue Zuko

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Turnamen internal Tenis Meja internal Ping TV Rombongan Bogor (Robog) kembali berlangsung. Setelah Serie-1 berlangsung pada awal tahun lalu,  series-2 berlangsung pada Sabtu 26-27 Juni hingga 4 Juli 2021 mendatang di Venue Zuko, Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. ‘’Meski pandemi kami berusaha untuk tetap melakukan turnaman internal, karena antusias peserta begitu membludak,’’ kata Koordinator Lapangan (Korlap) Ping TV, Robog, Deni Hermawan dalam siaran persnya yang diterima Jurnal Bogor, Minggu (27/5).

Menurut dia, seperti pada serie-1, turnamen kali ini juga menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Misalnya saja pengaturan yang begitu ketat, peserta wajib menggenakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk  venue. Selain itu, pengecekan suhu para pemain sebelum masuk area pertandingan. ‘’Kami berusaha menghindari kerumunan dengan meminta pemain yang sudah bertanding agar meninggalkan venue,’’ jelas Deni.

Bahkan panitia selalu mengingatkan dan menegur bila pemain dan pelatih yang mendampingi pemain mengabaikan prokes.

Sekadar diketahui,  Ping TV adalah komunitas berupa grup di sebuah media sosial, yakni Facebook yang anggotanya sudah mencapai 1700 orang, dari seluruh pelosok Indonesia. Ping TV dibidani oleh beberapa penggiat tenis meja, yaitu Yuditia Novianto asal Lampung, Ahmad Beni asal Kaltim dan Yana Husain asal Garut, serta sejumlah figur lainnya yang mempunyai semangat dan jiwa sosial yang tinggi untuk memajukan olah raga tenis meja di seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

** ass/rls