30.1 C
Bogor
Tuesday, August 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1159

Penonton Liga Trofeo di Kemang Ribut

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Keributan penonton pecah saat pertandingan sepakbola Liga Trofeo di Lapangan Poktua, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu sore (5/9). Mereka bahkan terlihat saling adu jotos. Belum diketahui penyebab keributan tersebut.

Menurut warga sekitar yang juga pembina sepakbola usia muda, Hadi (40) bahwa keributan itu terjadi bukan antara pemain, melainkan penonton yang belum diketahui permasalahannya. “Jadi kejadian sebenernya saat itu tiba tiba penonton warga sini adu mulut dengan penonton dari Perancis (tim dari kampung Cisuuk) gak lama langsung ribut dan saling hajar tapi itu bukan karena pertandingan,” kata Hadi kepada wartawan, Senin (6/9/2021).

Hadi mengatakan saat itu juga pertandingan langsung dihentikan, kejadian ini baru terjadi kali ini. Pasalnya liga trofeo antarkampung itu panitia penyelenggara menyertakan peserta dari luar Desa Pabuaran.

“Panitia dari luar kalau di sini tempatnya saja yang disewa, saat itu juga pertandingan semifinal antara tim dari Desa Tegal dan Tim dari Cisuuk langsung  dihentikan,” kata Hadi.

Sementara Menurut Ketua RT 03 Kampung Poktua, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pabuaran untuk menghentikan segala  aktivitas pertandingan sepakbola di Lapangan Poktua itu sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Sangat disayangkan atas kejadian itu, warga sini jadi kena dampak gak bisa ngadain kegiatan sepakbola,” katanya

Sementara Menurut Camat Kemang Edi Suwito, kegiatan sepakbola memang tidak ada laporan ke Gugus Tugas Kecamatan Kemang. “Tidak ada laporan tentu kami sudah tegur pihak desa juga agar sementara dihentikan,” katanya.

Kapolsek Kemang Kompol Ilot Djuanda mengatakan pihaknya juga belum mendapatkan laporan dari anggota Reskrim, namun demikian pihaknya akan segera memanggil panitia dan penonton yang terlibat dalam keributan tersebut.

“Akan saya tanyakan dulu, dan tentu akan kita proses namun dilakukan penyelidikan dulu apa yang sebenarnya terjadi saat itu,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Ratusan Pelajar SMAN 2 Cileungsi Divaksin Covid-19

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 700 siswa SMA Negeri 2 Cileungsi Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor mengikuti program vaksinasi pelajar yang berlangsung selama 2 hari terhitung pada 6 – 7 September di gedung SMAN 2 Cileungsi, Senin (6/9).

Humas SMA Negeri 2 Cileungsi Dewi Suitia mengatakan, sebanyak 700 siswa yang mengikuti program vaksinasi pelajar. Saat vakisnasi, untuk menghindari kerumunan  kegiatan vaksinasi dibagi menjadi 2 hari dengan kuota pada Senin (6/9) sebanyak 500 orang, dan esoknya sebanyak 200 orang.

” Sama seperti vaksinasi dewasa pada umumnya, untuk para siswa yang telah divaksin menunggu 15 menit bila tidak ada reaksi apapun siswa diperbolehkan langsung pulang, saat ini jenis vaksin Pfizer yang kami berikan pada siswa yang berkerja sama langsung dengan Puskesmas Pasir Angin,” jelasnya.

Menurutnya, memang hanya sebagian siswa dan siswi yang mengikuti vaksinasi di sekolah ini karena sebagian besar dari mereka itu sudah melakukan vaksin secara mandiri yang diselenggarakan oleh pemerintah di lingkungannya, sehingga pihak sekolah mensosialisasikan hanya 700 kuota siswa yang mengikuti vaksin.

“Sejauh ini semua siswa sehat jadi layak untuk divaksin. Saya berharap setelah selesainya vaksinasi untuk remaja, sekolah juga bisa melangsungkan kegiatan tatap muka yang selama hampir 2 tahun ini melakukan kegiatan belajar mengajar melalui daring,” harap Dewi.

Senada disampaikan salah satu siswi SMAN 2 Cileungsi, Tiara kelas IPA IV bahwa awalnya merasa takut divaksin karena banyak melihat berita-berita di tv akan efeknya, tapi setelah mendengar sosialisasi bahwa vaksin bisa membantu mengurangi terkena Covid makanya memberanikan diri, dan berharap habis kegiatan vaksin ini bisa segera melangsungkan tatap muka untuk pembelajarannya.

“Pengen belajar disekolah lagi, udah kangen dengan suasana sekolah dan omelan guru yang membimbing kita, semoga setelah divaksin bisa langsung PTM,” pungkas.

** Nay Nur’ain

Usulan Elly Yasin Terwujud, Bantuan dari Angkasa Pura dan SIG Diterima di Rumah Aspirasi

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Sejumlah desa di wilayah Kabupaten Bogor, Senin pagi (6/9/2021) mendapatkan motor sampah dari PT Semen Indonesia Grup (SIG). Tidak hanya motor sampah, namun mobil ambulance dan  pembangunan saranan air bersih  diberikan kepada sejumlah yayasan di Kabupaten Bogor dari PT Angkasa Pura II hasil dari kemitraan Komis 6 DPR RI di Rumah Aspirasi Elly Rachmat Yasin di Dramaga, Kabupaten Bogor.

Diketahui penyerahan simbolis di Rumah Aspirasi Elly Rachmat Yasin ada 15 motor sampah, 1 mobil ambulance dan beberapa pembangunan sarana air bersih untuk pondok pesantren.

Anggota Komis 6 DPR RI Elly Rachmat Yasin mengatakan, sejumlah bantuan motor pengangkut sampah, ambulans dan pembangunan saran air bersih dan pembangunan ponpes ini hasil usulan aspirasi dari Komisi 6 yang diajukan masyarakat, dan tentunya  mewakili masyarakat di Kabupaten Bogor Elly Rachmat Yasin mengucapakan terimakasih kepada PT Angkasa Pura II dan PT SIG.

“Bantuan ini hasil tindaklanjut usulan yang saya perjuangkan ke beberapa Perusahaan PT SIG dan PT Angkasa Pura II melaui dana CRS masing-masing perusahaan,  dan hari ini ada 15 motor sampah, mobil ambulance dan pembangunan sarana air bersih yang diberikan di Rumah Aspirasi Elly Rachmat Yasin,”kata Elly Rachmat Yasin dalam sambutannya.

Elly Rachmat Yasin berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sebaik-baiknya dan juga untuk para kepala desa jangan lupa untuk membayar pajak motor sampah. Sementara untuk mobil ambulance agar bisa bermanfaat apalagi ditengah pandemi Covid 19 yang belum pulih agar bisa membantu masyarakat yang benar -benar membutuhkan.

“Dan juga motor sampah ini bisa mengangkut sampah yang selama ini masih ditemukan sampah berserakan,” katanya.

Menurut Senior Manager PT Angkasa Pura  Agus Lubis yang mewakili pimpinan perusahaan yang berlokasi di Tangerang yang memiliki 20 cabang di Indonesia ini menaruh harapan bantuan yang diberikan untuk warga di Kabupaten Bogor bisa bermanfaat.

“Semoga ini bermanfaat di masa pandemi PT Angkasa Pura tetap berkomitmen terhadap masyarakat dan juga besar harapan pandemi segera berlalu dan segera bangkit agar bisa terus membantu masyarakat,” ujarnya.

Direktur Manufakturing   PT Semen Indonesia Grup (SIG) Lili Unggul Raharjo juga merasa senang bisa menyalurkan bantuan motor sampah hasil kemitraan Komisi 6 DPR RI Elly Rachmat Yasin. “Saya senang sekali kita sampai bahwa  Semen Indonesia Grup selalu mengembangkan pembangunan berkelanjutan dan  kita juga selalu memberikan CSR untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Lili juga mengatakan, motor ini tentunya tidak hanya mengangkut sampah dan diharapkan berlanjut pada pemilahan dan pengolahan sampah yang memiliki nilai ekonomi tinggi yang bisa digunakan untuk pupuk yang nantinya pupuk itu bisa dijual untuk sumber energi.

Sementara Kepala Desa Ciamanggis Bojonggede Abdul Azis yang mendapatkan motor sampah  mengucapkan terimakasih kepada Elly Rachmat Yasin yang telah memperjuangkan aspirasi masyarakat yang telah memberikan sejumlah motor sampah.

Motor bantuan ini lanjut Azis bisa dimanfaatkan sebagai fasilitas untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah sampah liar agar masyarakat desa tetap terjaga kesehatannya dan tidak kumuh. “Dan juga untuk pajak tentu itu sudah tanggungjawab Pemdes, karena sudah teranggarkan melaui dana BPHRD desa,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Tak Ada Jalur Menuju PSU Yang Diberikan PT FS, Kontraktor Garuk Lahan Warga Tanpa Izin

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Polemik akses masuk menuju Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor kian meluas. Terbaru, PT Ferry Sonneville (FS) yang menyerahkan lahan PSU ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, tanpa akses masuk tersebut membuat bingung kontraktor. Saat memasukan alat berat, tanah yang dilintasi diprotes warga yang mengklaim tanahnya dilintasi tanpa izin.

Tumpal Sitorus yang mengaku pemilik lahan mengatakan, alat berat di jalur akses masuk ke lahan PSU saat ini sedang menjadi polemik. Namun, dirinya tidak merasa memberikan izin kepada pihak manapun terutama PT FS itu sendiri.

“Makanya kemarin saya marah dan menghentikan kegiatan alat berat di lahan saya. Sepertinya pengerukan itu bertujuan untuk membuka akses masuk menuju lahan PSU. Tapi kan harus izin dulu, jangan tiba – tiba main keruk aja tanpa sepengetahuan saya,” kata Sitorus saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (6/9/21).

Terlebih, lanjut Tumpal Sitorus, mengklaim lahan yang saat ini dikuasainya itu sudah memiliki Peta Bidang Tanah (PBT) yang dikeluarkan secara resmi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor. Artinya, kegiatan pengerukan dengan menggunakan alat berat yang dimulai pada Minggu, 5 Agustus adalah kegiatan ilegal karena tanpa seizin pemilik lahan.

“Kalau memang PT FS merasa memiliki lahan yang saat ini saya kuasai silahkan tunjukan. Lahan punya saya itu sudah ada PBT-nya loh dari BPN, dengan begitu artinya dimata hukum bukti kepemilikan saya sah. Apalagi PT FS melakukan kegiatan pengerukan tanpa seizin saya itu namanya ilegal,” paparnya.

Sitorus meminta pihak Pemkab Bogor turun tangan agar tidak terjadi permasalahan dengan pemilik lahan yang bisa merugikan masyarakat. “Saya minta Pemkab Bogor serius menangani permasalahan akses masuk ke PSU ini, jangan berlarut larut yang nantinya merugikan pemilik lahan. Kalau dibiarkan seperti ini malah kita yang jadi korban,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

2 Km Jalan Kampung Kopo- Pabangbon Dibangun Gunakan Samisade

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Akses jalan Kampung Kopo – Pabangbon sepanjang 2 kilometer di wilayah RT 04 dengan RW 05 di Dusun 02 Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Senin (6/9) resmi dibangun.

Kepala Desa  Malasari Andi Zaelani Firdaus saat launching Samisade mengawali peletakan batu pertama  untuk pembangunan insfrastrur yang merupakan jalur penghubung poros desa yang kini pengerjaannya telah dimulai.

Dengan menggunakan anggaran bantuan keuangan APBD Kabupaten Bogor Pemdes Malasari bersama warganya dapat melangsungkan pembangunan tersebut. Samisade sendiri merupakan program Bupati Bogor Ade Yasin sesuai dengan yang dijanjikan, dimana Pemerintahan Desa Malasari mendapatkan Rp 1 miliar yang dibagi menjadi 2 tahap.

“Anggaran Samisade yang diterima Pemdes Malasari sesuai dengan janji Bupati,” kata Andi Zaelani Firdus saat menggelar Launching Samisade yang dihadiri Muspika Kecamatan Nanggung.

Dijelaskannya program Samisade  di wilayanya dimanfaatkan guna pengerjaan betonisasi jalan poros desa yang berada di Kampung Kopo hingga Kampung Pabangbon. “Secara keseluruhan pengerjaan kurang lebih sepanjang 2 kilometer dengan lebar 2,5 meter dan tinggi 12 centimeter,” jelasnya.

Andi Juga menceritakan bahkan kondisi di wilayah desanya itu sangat luas sehingga hadirnya program Bupati Bogor tentu dapat meng-cover pembangunan yang sudah lama dinantikan warga. Menurutnya, jalan poros desa  yang harus dibangun itu kurang lebih sekitar 78 kilometer.

Masih kata Andi, ketika telah rampung dibangun, akses tersebut bisa digunakan sebagai jalur alternatif antara lain mempersingkat waktu menuju kantor desa.

Sementara itu, Camat Nanggung Ae Saefuloh mengemukakan, pelaksanaan program Samisade merupakan amanah dari Bupati Bogor Ade Yasin dimana pengerjaannya  harus sesuai dengan ketentuan.

“Laksanakan sesuai aturan sehingga tidak ditemukan hal hal yang sifatnya dapat merugikan masyarakat.

Karena jika terdapat penyelewengan yang rugi adalah masyarakat itu sendiri,” beber Camat Nanggung.

Lebih lanjut dikatakannya, sepanjang 78 kilometer di Malasari belum dilakukan pembangunan yang statusnya jalan desa. “Untuk itu pembangunan ke arah sana,  kami harap bisa dioptimalkan baik pengaloakasiannya menggunakan Samisade maupun anggaran dana desa,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Gunakan Narkoba Melalui Anus Berbahaya Bagi Kesehatan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Tertangkapnya komika Coki Pardede terkait kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu sempat ramai di media lantaran cara penggunaanya yang nyeleneh, yaitu mengkonsumsi narkotika jenis sabu melalui anus.

Metode penggunaan narkotika ini suatu hal yang kurang populer, namun memberikan efek yang cepat serta tidak terdapatnya bekas seperti suntikan saat pengguna mengkonsumsi narkotika.

Metode menggunakan narkoba melalui anus ini dikenal dengan nama Booty Bumping, mengutip dari Healthline, dimasa lalu, itu dikaitkan dengan pria gay, wanita transgender, dan pasangannya. Namun Booty bumping mungkin menjadi salah satu pilihan bagi siapa saja yang mengonsumsi narkoba, termasuk orang yang tidak tertarik dengan seks anal.

Metode ini menimbulkan efek yang cukup cepat, dengan hitungan menit para pengguna narkoba yang mengkonsumsi menggunakan metode Booty Bumping akan merasakan efek yang tinggi dari narkoba tersebut selama berjam – jam, dengan durasi yang tidak pasti membuat para pengguna narkoba akan terus menerus menambah dosis demi mendapatkan kepuasan saat mengkonsumsi narkoba.

Selain berbahaya karena narkoba, namun saat ini banyak para ahli kesehatan memperhatikan para pecandu narkoba yang menggunakan metode ekstrem seperti Booty Bumping ini berbahaya bagi kesehatan seperti infeksi yang terjadi akibat robekan jaringan internal dengan rasa sakit dan terjadi pendarahan pada anus yang rentan terinfeksi penyakit seks menular seperti HIV, serta risiko lainnya berupa hepatitis C, dan limfogranuloma venereum terkait klamidia.

Dengan menggunakan secara sering dan ingin selalu mendapatkan reaksi konsumsi narkoba yang lebih lama dan tinggi (fly), pada rongga anus terdapat pembuluh darah yang tipis membuat narkoba yang digunakan melalui anus lebih mudah dan cepat diserap. Namun dengan dosis yang tidak tepat dapat terjadi overdosis pada pecandu yang membuat tubuh kewalahan dalam beberapa kasus, terlepas dari jenis obat yang digunakan, sistem saraf pusat lainnya dapat memperlambat pernapasan bahkan sampai pada titik kematian.

** Yudha Rezky Diliantoro-mg/UP

Hari Ini, Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi di 11 Stasiun

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

PT KAI Commuter memberlakukan uji coba aplikasi PeduliLindungi yang dilakukan di beberapa stasiun pada Senin (6/9/2021) hari ini. Namun ujicoba ini tetap diberlakukannya SE Kemenhub Nomor 58 Tahun 2021 yaitu membawa STRP kepada para pengguna KRL.

Dilansir pada laman Twitter resminya, commuterline menghimbau bahwa “SE Kemenhub Nomor 58 Tahun 2021 tetap berlaku. Seluruh syarat dokumen perjalanan seperti STRP/surat tugas dari perusahaan/surat keterangan dari pemerintah daerah setempat maupun dokumen lainnya sesuai aturan masih tetap harus dibawa dan ditunjukkan oleh pengguna KRL,” tulisnya, Senin (6/9).

Adapun uji coba aplikasi PeduliLindungi ini diberlakukan di sebelas stasiun, yaitu Stasiun Depok, Stasiun Pasar Minggu, Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Serpong, Stasiun Jurangmangu, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, Stasiun Palmerah, Stasiun Kebayoran dan Stasiun Manggarai, serta akan ditambah secara bertahap.

Saat memasuki stasiun yang melaksakan uji coba tersebut, para pengguna KRL diharapkan melakukan scan kode QR yang tersedia di stasiun melalui ponsel dengan sudah menginstal aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan cek in. Kemudian di stasiun tujuan, pengguna KRL tidak perlu melakukan cek out.

** Edfyra Amelia-mg/UP

NPCI Kabupaten Bogor Rancang Pembentukan Cabor Menembak

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Ketua National Paralimpic Committe Indonesia  (NPCI) Kabupaten Bogor, M Misbach mengatakan, saat ini NPCI Kabupaten Bogor  belum mempunyai  atlet binaan  dan juga koordinator  cabor menembak .

Beberapa cabang olahraga yang masuk binaan NPCI Kabupaten Bogor selama ini baru sebatas  Tenis Lapangan, Panahan, Catur, Renang  dll.

Untuk cabor menembak, kata  Misbach,  pihaknya  baru akan membahas pembentukan  Koordinator  cabor menembak  yang nantinya masuk dalam  binaan NPCI Kabupaten Bogor. “Pekan lalu kami melakukan silaturahmi  dengan jajaran pengurus cabang Perbakin Kabupaten Bogor. Kami merasa senang bisa bertemu dan silaturahmi dengan para pengurus Perbakin Kabupaten Bogor,” tegas Misbach, Minggu, 5 Agustus 2021

Kedatangannya ke Perbakin Kabupaten Bogor memang inisiatif  dari  NPCI  Kabupaten Bogor. “Kami akan bersinergi dengan cabor cabor yang jadi anggota KONI Kabupaten Bogor. Makanya  kami  pekan lalu mendatangi kantor Perbakin Kabupaten Bogor,” bebernya

Misbach menegaskan, ia ingin  banyak belajar tentang olahraga menembak . Karena dalam NPCI  juga ada cabor menembak. “ Alhamdulilah kami bisa bersilaturahmi  dan bersinergi dengan Perbakin Kabupaten Bogor. Kami akan mengembangkan  cabor menembak di NPCI Kabupaten Bogor,” tuntasnya.

Mudah mudahan, sambung Misbach, pada  tahun ini kami bisa memiliki Koordinator cabor menembak.

** AS Pangrango

Jelang WCD, Pegiat Lingkungan Bersihkan Sungai Cileungsi

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Jelang peringatan World Cleaning Day (WCD) atau yang lebih akrab disebut hari bebersih sedunia, yang akan diperingati pada 21 September mendatang secara serentak di 157 negara, Panitia WCD Kabupaten Bogor dan beberapa unsur pegiat lingkungan melakukan pemanasan dengan membersihkan sampah sepanjang jalur Sungai Cileungsi yang berada di Desa Wanaherang , Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (5/9/2021).

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Bogor Ahmad Fathoni yang terjun langsung melakukan bersih-bersih sepanjang sungai Wanaherang-Cileungsi. Fathoni biasa disapa mengatakan adanya kegiatan bebersih sungai ini diharapkan masyarakat sadar untuk menjaga lingkungan dan setidaknya masyarakat tidak membuang sampah ke Sungai Cileungsi.

“Saat saya dan rekan-rekan menyusuri sungai, sampah dan limbahnya sungguh luar biasa banyak dan itu pun ada yang bisa kita jangkau, dan masih banyak juga yang tidak bisa kita jangkau,” jelasnya.

Dia berharap kegiatan seperti ini akan diikuti oleh komunitas dan masyarakat yang lain sehingga yang paling penting ditekankan adalah cinta tanah air dan ini bagian dari kecintaan tanah air, tidak hanya diteriakan nasionalisme cinta tanah air, tapi mesti diaplikasikan salah satunya dengan menjaga alam.

“Hal yang ingin saya sampaikan untuk semua masyarakat ialah sadar bahwa alam ini milik kita bersama, Ini adalah sampah kita, yang harus kita kelola, kita yang harus kelola dengan kesadaran itu, Saya berharap tidak perlu ada tindakan-tindakan hukum sekalipun itu ada Perda-nya , dimana isi Perda tersebut  menyatakan orang membuang sampah itu kita kena hukuman denda 50 juta penjara 6 bulan. Nah, kita tidak ingin sampai ke sana kita hanya ingin menyadarkan. Tetapi ada juga kita dapati di tepi sungai orang sengaja membuang limbahnya ke sungai ini,” cetusnya.

Lanjutnya, ingin menunjukan kepada masyarakat dan pengusaha karena pemerintah mau menjaga alam ini dan akan menindak tegas pencemaran oleh karena itu untuk para pengusaha jadilah pengusahan yang sadar tidak merusak lingkungan , karena merusak alam adalah bagian dari menghianati penjaga alam (khalifah) oleh karena itu boleh usaha tapi ikuti aturan jaga alam, dan alangkah lebih bagusnya  jika dalam kegiatan WCD ini pengusaha juga ikut menurunkan stafnya, baik manajer maupun direktur untuk susur sungai

“Mungkin dengan diajaknya para pengusaha nakal tersebut susur sungai bisa merasakan bau dan melihat hitamnya sungai akibat perbuatan oknum yang hanya memikirkan keuntungan dalam usahanya tanpa memikirkan dampak pencemarannya,” katanya.

Dia berharap semua pihak termasuk pengusaha agar menjaga alam.  Pengusaha jangan berpikir hidup selamanya, dan jangan berpikir hidup hanya sendiri karena ada anak cucu yang suatu saat mungkin akan kena dari limbah yang dibuat. “Karena itu marilah kita menjaga alam kita bersama sama, dengan begitu alam pun akan menjaga kita,” tanadasnya.

Terpisah, Wawan Ramdani Ketua WCD Kabupaten Bogor mengatakan, upaya ini adalah sebuah kampanye global dunia yang diharapkan setelah kegiatan ini bisa diekspos dan diketahui seluruh masyarakat, sehingga masyarakat bisa mengaplikasikan kegiatan yang sama di lingkungannya masing-masing, baik saat perayaan WCD maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagaimana kita tau kita satu orang bisa menghasilkan sampah 0,7 kg per hari, bayangkan jika di rumah ada 4 orang, dan dikali 10 hari, dikali sebulan, di kali setahun, apa yg kita hasilkan dari sampah itu?,” jelasnya.

Menurutnya, sampah kita tidak mungkin menjadi tanggung jawab orang lain, tidak bisa dilimpahkan kepada pemerintah dan DLH. erlu diketahui oleh masyarakat jika  dalam 1 hari Kabupaten Bogor menghasikan sekitar 2700 perton, sedangkan DLH itu hanya mampu mengelola sekitar 700 ton perhari, oleh karena itu kita adakan kampanya-kampanye seperti ini untuk menumbuhkan kesadaran di masyarakat.

“Ada 2 titik WCD kali ini, tim yang lain berada di  Setu Desa Gunung Putri dan kita ada di sungai ini, mungkin kemudian nanti kita ada beberapa titik lagi di setu, sungai, di danau, di lingkungan di perkampungan hingga sampai tanggal 24, dan diharapkan setelah itu masyarakat terus teringat kan, terus merasa diajak untuk bertanggung jawab terhadap sampah itu,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Disidak Dinas Koperasi Kabupaten Bogor, Koperasi Palomak Artha Mas tak Mampu Tunjukan Dokumen yang Diminta

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kecamatan Cileungsi mendatangi koperasi Palomak Artha Mas yang terletak di Ruko Metland Cileungsi, Rabu (1/9). Camat Cileungsi Adhi Nugraha  mengatakan, pada saat sidak bersama Dinas Koperasi bidang Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) saat itu pihak Palomak Artha Mas tidak bisa menunjukkan dokumen yang diminta terkait dugaan adanya pelanggaran.

“Pemerintah Kecamatan Cileungsi dan Dinas Koperasi Kabupaten Bogor sudah mendatangi koperasi tersebut, pada saat itu pegawai koperasi Palomak Artha Mas tidak dapat menunjukkan terkait dokumen yang diminta terkait dugaan pelanggaran AD/ART  dan akan dijadwalkan klarifikasi ulang oleh Dinas Koperasi,” jelas Adhi Nugraha kepada Jurnal Bogor,  Jumat (3/9).

Sebelumnya, AJ (50) salah satu nasabah Koperasi Palomak Artha Mas mengeluhkan hitung-hitungan bunga yang tidak bisa dimengerti olehnya karena dirinya hanya meminjam uang sebesar 15 juta dan sudah dibayarkan selama 1 tahun, namun kini sisa hutangnya mencapai 100 juta lebih karena keterlambatan dirinya membayar angsuran itu.

“Saya bukan anggota Koperasi Palomak Artha Mas, tapi saya hanya nasabah yang meminjam uang pada koperasi tersebut karena kebetulan saat itu diajak oleh adik ipar saya, namun saya tidak menyangka jika karena keterlambatan pembayaran kini sisa hutang saya mencapai 100 juta lebih padahal saya sudah 1 tahun menyicil angsuran,” cetus AJ.

Masih kata dia, hal yang paling disayangkan bukti pembayaran selama 1 tahun tidak pernah diberikan pihak koperasi, saat diminta pun hanya diberikan sisa hutang tanpa diberi bukti angsuran atau rincian utangnya.

“Mohon keadilan untuk kami karena yang menjadi jaminannya adalah berkas-berkas dokumen kependudukan kami, seperti izasah , surat nikah, ATM dan buku tabungan, sampai KTP dan KK semuanya asli,” keluhnya.

Terpisah , Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam Wijaya saat dihubungi Jurnal Bogor via telepon akan menurunkan tim untuk menyelidiki persoalan tersebut, “Kami coba melakukan penyelidikan mencari bukti apakah masuk kedalam ranah pidana atau perdata,” pungkasnya.

Sampai diturunkannya berita ini, belum ada penjelasan langsung dari pihak Koperasi Palomak Artha Mas bahka saat wartawan Jurnal Bogor menyambangi kantor koperasi tersebut, tidak ada pihak yang bersedia dikonfirmasi, Bahkan Kasir bernama Siska tidak menanggapi dan berbicara kurang sopan.

** Nay Nur’ain