31 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1152

Hasil Rapid Test Antigen, 25 ODGJ Dinyatakan Reaktif

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Menyusul adanya dua petugas Yayasan Rehabilitasi Kana di Kampung Neglasari, Desa Tugu Jaya Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor yang positif terpapar Covid-19, sebanyak 25  pasien Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di yayasan tersebut dinyatakan reaktif. Hal itu diketahui saat pihak Puskesmas Cigombong, melakukan rapid test antigen terhadap 45 pasien ODGJ di yayasan tersebut, Selasa (6/7).

Kepala Puskesmas Cigombong, dr Dian Nurdiani mengatakan, dari 45 pasien ODGJ yang menjalani rapid tes antigen, 25 dinyatakan reaktif. “Hari ini 45 penghuni panti atau pasien ODGJ telah menjalani rapid tes antigen, dan hasilnya 20 non reaktif dan 25 reaktif,” ujar dr. Dian kepada wartawan.

Saat ini, ke-25 pasien ODGJ ini sedang menjalani isolasi mandiri di setiap ruangan yang sudah disediakan pihak Yayasan Rehabillitasi Kana.

Sementara, Puskesmas Cigombong menyediakan kebutuhan obat-obatan bagi pasien yang reaktif selama menjalani isolasi sambil melakukan pengawasan. “Setelah dinyatakan reaktif kita langsung melakukan swab PCR, dan hasilnya dalam beberapa hari kedepan akan keluar,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong menerima laporan ada petugas Yayasan Rehabillitasi Kana terpapar virus corona setelah menjalani tes PCR. Namun karena di yayasan tersebut ada beberapa pasien ODGJ, maka secara prosedur semuanya harus ditracking.

“Jadi kami bersama tim Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong lengkap, ada Camat, Kapolsek, Danramil dan Kades mendatangi lokasi tersebut untuk memastikan kondisi di yayasan tersebut,” ujar dr. Dian.

Dari hasil tracking, 20 pasien ODGJ mengalami keluhan batuk dan demam. Namun untuk kepastian mereka terpapar Covid-19 atau tidak harus melalui serangkaian tes.

Sementara, Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong, Minarso memastikan untuk sementara waktu lokasi ini disterilkan. “Tidak boleh ada yang keluar masuk, dari lokasi yayasan ini,” tegas Minarso

Selama masa sterilisasi, Satgas Covid-19 Desa Tugu Jaya akan mengawasi aktivitas di Yayasan Rehabillitasi Kana ini. “Kami minta pengelola yayasan untuk berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 kecamatan,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Achmad Fathoni: Aparat Harus Serius Tertibkan THM

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni mulai gerah dengan masih adanya Tempat Hiburan Malam (THM) yang masih beroperasi di era PPKM Darurat yang sudah dicetuskan oleh Presiden RI Joko Widodo untuk wilayah Jawa dan Bali.

Fathoni biasa disapa mengatakan, aparat pemerintah, baik tingkat desa maupun Muspika harus berani untuk bertindak tegas apalagi jika THM tersebut jelas tidak berizin dan merusak generasi dengan dipergunakan sebagai tempat maksiat yang sangat berpotensi melanggar prokes dalam penularan Covid-19.

“Sekarang itu kita harus ekstra menjaga kondisi, apalagi sudah diterapkan PPKM Darurat, saya sangat prihatin dengan kondisi pasien yang isoman (isolasi mandiri) karena kekurangan oksigen, kok ini tidak didukung dengan masih membiarkan THM beroperasi,” katanya kepada Jurnal Bogor,  Selasa (6/7).

Menurut Fathoni, saat ini hampir semua desa di Kecamatan Gunung Putri dan mungkin juga terjadi di kecamatan lain, adanya peningkatan kasus Covid-19 yang membuat aparat desa dan Satgas Covid kewalahan, begitupun banyak pasien yang isoman karena kondisi rumah sakit full dan mengantre.

“Saya sering dimintai bantuan advokasi pasien Covid yang butuh perawatan, tapi memang kondisi rumah sakit full dan antre hingga tidak bisa dipaksakan,” jelasnya politisi PKS ini.

Hingga pada akhirnya, dia mengarahkan agar isoman, namun harus selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Puskesmas dan Satgas Covid di tingkat RT, RW dan desa. Hanya saja kata dia, isoman terkendala beberapa hal, mulai dari tenaga kesehatan Puskesmas yang banyak terpapar, hingga minimnya persediaan tabung oksigen dan mahalnya obat-obatan.

“Oleh karena itu mari kita bantu bersama dengan mempermudah akses tabung oksigen serta obat-obatan untuk penderita Covid,” harapnya.

Dia berharap Pemda selain mengatur nakes dan persediaan oksigen juga gencar untuk menertibkan THM – THM yang masih beroperasi, begitu pula Muspika supaya Covid ini cepat tertangani dengan bersinerginya Muspika, Pemda dan pemerintah pusat, baik dalam penertiban maupun persediaan oksigen dalam penanganan Covid-19.

** Nay Nur’ain

Cegah Warganya Terpapar Covid, Kades Kemang Gelar Vaksinasi Massal

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Kasus Covid-19 yang terus bertambah, Pemerintah Desa Kemang, Kabupaten Bogor terus berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan meningkatkan herd immunity melalui vaksinasi Covid 19 secara massal untuk warga desanya.

Penyuntikan vaksin sendiri dilakukan di halaman Kantor Desa Kemang. Ratusan warga antusias mengikuti vaksinasi. Satu per satu warga yang sudah mendaftar dicek kesehatan sebelum disuntik vaksin.

Kepala Desa Kemang Entang Suana mengatakan, vaksinasi dilakukan sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19 dan pada Selasa (6/7) vaksin disediakan untuk 250 orang.

“Apalagi saat ini Kemang masuk ke dalam zona merah dalam penyebaran virus corona di Kabuapaten Bogor, yang paling banyak terpapar ada warga yang ada di perumahan,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Adanya vaksinasi massal lanjut Entang,  diharapkan dapat membantu menciptakan herd immunity serta bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kecamatan Kemang.

“Sekali lagi saya ingatkan kepada warga yang terpapar dari warga perumahan untuk melakukan lockdown lokal. Dan selalu prokes di setiap beraktivitas setiap hari,” sambungnya.

** Cepi Kurniawan

Ada yang Positif Covid, Camat Kemang Berencana Tutup Kantor Sementara

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Kasus Covid 19 di beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor terus meningkat, tidak terkecuali di wilayah Kecamatan Kemang dan tidak hanya warga, bahkan baru-baru ini Kasi dan Anggota Pol PP Kecamatan Kemang dikabarkan terkonfirmasi Covid-19.

Hal tersebut dibenarkan Camat Kemang Edi Suwito. Ia mengatakan di Kantor Kecamatan Kemang ada yang positif covid 19. “Ada Pak MP dan anggotanya beliau sudah melakukan isoalasi mandiri,” kata Camat Kemang Edi Suito, Selasa (6/7/2021).

Edi mengatakan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Puskesmas Kemang untuk melakukan swab antigen terhadap anggota Pol PP yang kontak erat dan juga seluruh staf di Kantor Kecamatan Kemang. “Yang kontak erat akan dilakukan swab antigen termasuk staf lainya,” katanya.

Bahkan Camat juga mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Sekcam melakukan rapat mendadak terkait adanya yang terpapar di Kantor Kecamatan Kemang. “Saya lagi fokus untuk PPKM Darurat di  tingkat desa,Pak Sekcam lagi bahas dalam rapat nanti rencananya akan ditutup sementara sekaligus dilakukan sterilisasi,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Peternak Ikan Terancam, Stok Pasokan Oksigen Berkurang

0

Ciseeng | Jurnal Inspirasi

Banyaknya permintaan oksigen karena tingginya kasus Covid-19,  selain berdampak ke sektor industri dan kesehatan, juga berdampak ke sektor peternakan ikan. Hal itu diungkapkan salah seorang peternak ikan di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor yang mengaku semenjak kasus Covid-19 melonjak dirinya hingga saat ini kesulitan untuk mengisi oksigen untuk ikan.

Menurut Nurdin saat ini dia hanya bisa mendapatkan 1 tabung yang biasanya sebelum adanya Covid-19 bisa mendapatkan 2 tabung isi ulang oksigen. “Tapi kemarin sudah beberapa hari ngisi di depo isi ulang di wilayah Parung kosong,” kata Nurdin, Selasa (6/7/2021).

Nurdin mengatakan, untuk saat ini dia masih memiliki sisa satu tabung yang memungkinkan cukup untuk beberapa hari ke depan. “Alhamdulillah untuk saat ini masih aman karena pemakaiannya engga terlalu banyak, jadi 1 tabung itu tergantung sering atau tidaknya packing untuk pengiriman packing 2 minggu sekali paling banyak 30 kantong, sementara biasanya untuk  1 tabung itu untuk 300 sampai 400 kantong,” katanya.

Lebih lanjut kata dia, oksigen dibutuhkan para peternak ikan karena jika tidak adanya oksigen ikan kelimpungan. “Kalau pengiriman ikan tanpa oksigen itu ikan bisa mati, dan ada yang tidak memerlukan oksigen yaitu ikan lohan cupang, namun sisanya ikan hias maupun ikan konsumsi itu memerlukan oksigen,” katanya.

Sementara ditempat terpisah SPV Filling Station Oksigen di wilayah Bojonggede Atriyanto mengatakan, semenjak kasus Covid -19 meningkat, permintaan tabung oksigen  meningkat. Menurut dia biasanya hanya melakukan isi ulang 200 tabung per hari, namun kali ini naik 2 kali lipat mencapai 500 sampai 600 tabung ukuran besar.

Atriyanto mengaku isi ulang oksigen meningkat karena jumlah pasien Covid di setiap Rumah Sakit  terus meningkat. Apalagi kata dia yang melakukan isi ulang di perusahaan itu banyak rumah sakit, baik yang ada di Bogor, Depok hingga Jakarta.

“Banyak juga yang melakukan isi ulang di depo ini, RSUD Kota Bogor, Cibinong, Leuwliang, Medica Dramaga, RS Syifa, RSUD Cileungsi, RS di Pamulang dan Jakarta sehingga permintaan terus ada tiap hari,” katanya.

Belum lagi sambung dia industri yang juga mengantre, namun karena prioritas untuk Rumah Sakit ada pembatasan untuk industri hingga untuk para peternak ikan. “Kalau untuk industri dan peternak ikan kita batasi dulu karena permintaan untuk Rumah Sakit cukup banyak,” katanya.

Atriyanto menjelaskan, oksigen untuk pasien Covid-19 dan untuk kebutuhan para peternak ikan itu sama. 

** Cepi Kurniawan

Antrean Panjang, Namun Penumpang KRL di Stasiun Bojonggede Kini Lebih Tertib

0

Bojonggede | Jurnal Inspirasi

Hari ke- 4 PPKM Darurat Jawa-Bali antrean panjang kembali terjadi di Stasiun Bojonggede, meski pada Selasa (6/7/2021) sedikit tertib tidak seperti yang terjadi pada Senin (5/7/2021) yang sempat terjadi kericuhan saat antrean naik KRL atau kereta Commuter Line .

Bahkan untuk mengatur antrean kali ini, Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bojonggede turun dan melakukan penertiban antrean yang cukup panjang agar tidak terjadi kericuhan kembali.

Sementara itu antrean penumpang Commuter Line yang hendak beraktivitas menuju Jakarta terpantau mengular hingga tepi jalan raya Bojonggede. Untuk pemeriksaan surat tanda registrasi pekerja petugas hanya mengutamakan mereka yang bekerja di sektor esensial seperti, nakes, perbankan dan pangan sehingga mereka diprioritaskan untuk tidak antre.

Kapolsek Bojong Gede, AKP Dwi Susanto mengatakan, meski terjadi antrean penumpang, namun kondisi tersebut dapat dikatakan tertib. Itu terjadi, imbuh Dwi, tidak terlepas dari peran petugas gabungan TNI, Polri, Muspika yang sejak pagi sekitar pukul 05.00 WIB telah bersiaga dan melakukan penjagaan serta ikut mengatur masyarakat agar tidak berdesak-desakan.

Lanjut Dwi, antrean disebabkan oleh pembatasan kuota penumpang ketika berada di dalam KRL. “Kami laporkan situasi Stasiun Bojonggede antrean penumpang cukup lumayan banyak, itu disebabkan oleh jumlah kereta yang dibatasi dan ketika masuk stasiun juga diatur, misalnya satu kereta 12 gerbong, satu gerbong 50 orang,” ujarnya.

Sementara itu, Dwi memaparkan bahwa kondisi pekerja di sektor esensial tetap normal lantaran memberlakulan 50 persen WFH. “Jadwalnya tetap normal, penumpang ini bekerja pada sektor perbankan, pangan dan tenaga kesehatan, mereka menjalani Work From Home (WFH) bergantian,” bebernya.

Dwi memastikan bahwa situasi dan kondisi di Stasiun Bojonggede kembali tertib dan penumpang patuh terhadap penerapan protokol kesehatan. “Hari ini dapat dilihat antrean cukup rapi tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya.

Tidak hanya itu, sebagai antisipasi, kata Dwi, pihaknya bersama dengan aparat gabungan terus melakukan penjagaan dan pengawasan di Stasiun Bojonggede agar tidak terjadi kerumunan. “Setiap pagi dan sore ada 3 pilar, kami tempatkan petugas untuk mengamankan masyarakat yang ingin beraktivitas menggunakan jasa transportasi Commuter Line,” tandasnya.

Pada pukul 08.00 WIB, antrean di Stasiun Bojonggede kembali normal.

** Cepi Kurniawan

PPKM Darurat, Kendaraan dari Arah Depok Diputar Balik

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Parung terus dilakukan oleh Satuan Gugus Tugas Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, salah satunya dengan melakukan penyekatan di perbatasan Parung dengan Sawangan, Depok yang dilakukan selama PPKM Darurat, 3-20 Juli 2021.

Kapolsek Parung Kompol Puji Astono mengatakan, kegiatan itu dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19 wilayah Parung bersama TNI-Polri, Dishub dan Pol PP.  “Jumlah personel yang terlibat, diantaranya 3 anggota TNI, dari Kapolsek 13 Personel, Sat Pol PP sebanyak 6 orang dan Dishub sebanyak 3 personel,” kata Puji Astono kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).

Ia menuturkan, sebelum mengadakan kegiatan PPKM Darurat, pihaknya memberikan arahan terhadap anggota tentang kegiatan PPKM Darurat, dan memberikan tentang penertiban terhadap masayarakat yang tidak menerapkan Prokes.

“Kita melakukan penertiban prokes terhadap pengguna roda dua dan roda empat pribadi maupun umum,” terang Puji.

Puji mengaku, melakukan kegiatan dengan cara memutar balikan kendaraan selain plat F Kabupaten Bogor yang ingin memasuki wilayah Kabupaten Bogor dan membuat rekayasa arus lalu lintas agar situasi lalin lancar.

“Namun masih ada yang ditemukan adanya masyarakat yang melanggar Prokes dan mobilitas kendaraan dari luar daerah yang akan memasuki wilayah Kabupaten Bogor,” terang Puji.

Puji menambahkan, kendaraan yang akan menuju Kabupaten Bogor telah diputar balik. “Total yang kita putar balikan hari ke- 4 ada 105, baik roda dua maupun roda empat yaitu kendaraan yang akan memasuki wilayah Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Kedaton Grande Zona Merah

0

24 Orang Positif, 116 Warga Divaksin

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerjasama dengan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polresta Bogor Kota menggelar vaksinasi keliling di lingkungan RT Zona Merah tepatnya Perumahan Kedaton Grande, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (5/7).

Camat Bogor Selatan Hidayatulloh mengatakan, ada sebanyak 116 warga yang menerima vaksinasi di Perumahan Kedaton Grande lantaran terdapat 24 orang yang terkonfirmasi positif dari delapan rumah warga. 

“Vaksinasi ini upaya kami untuk memutus penyebaran Covid-19 agar tidak meluas bagi warga sekitar yang berdekatan dengan warga terkonfirmasi positif, yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman),” ucapnya.

Ia mengaku, di wilayah Kecamatan Bogor Selatan yang meliputi 16 Kelurahna terdapat tiga RT yang berstatus zona merah yakni di Perumahan Kedaton Grande dan Perumahan Bogor Park, Kelurahan Pamoyanan.

Sedangkan, lanjutnya, sampai saat ini data terakhir ada sekitar 480 warga yang terpapar Covid-19. Ratusan warga yang terpapar ini kebanyakan warga yang bekerja perkantoran dan luar kota.

“Berbagai upaya terus kami lakukan seperti penyemprotan desinfektan, pemberian bantuan sembako dan sebagainya. Ini ikhtiar kami dalam menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Bogor Selatan,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Chondro menambahkan, RT berstatus zona merah ini menjadi penanganan prioritas bagi Polresta Bogor Kota melalui vaksinasi keliling.

“Vaksinasi keliling ini kami jemput bola ke lokasi RT zona merah. Jadi warga yang berada disekitar rumah warga yang sedang isoman yang diberikan vaksin sebagai upaya pencegahan agar tidak terpapar,” katanya.

** Fredy Kristianto

Bogor Dibantu Menkes, Oksigen Didatangkan dari Krakatau Steel

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Lonjakan kasus positif Covid 19 di Kota Bogor membuat pasokan tabung oksigen semakin menipis. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto langsung meminta kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN) untuk meminta bantuan pasokan tabung oksigen berukuran besar.

“Kemarin saya menghubungi menteri kesehatan dan kementerian BUMN, Alhamdulillah akan dibantu Kota Bogor. Akan di bantu pasokan 100 tabung oksigen besar,” kata Bima Arya Sugiarto.

Menurut dia, pihaknya tengah mengumpulkan tabung kosong untuk nantinya diisi dan dibawa ke Krakatau Steel, Cilegon. “Dan akan dibawa kembali ke Bogor untuk didistribusikan ke rumah sakit yang ada di Kota Bogor,” ucapnya.

Bima juga menghimbau kepada pengelola tabung oksigen untuk tidak melakukan penimbunan terhadap tabung oksigen. “Saya kira kita saatnya untuk betul-betul bekerja sama para pemilik usaha suplaier dan semua untuk sama sama kita betul betul memprioritaskan kebutuhan warga mendesak ini tidak ada hal hal yang bisa mengganggu kelancaran distribusi,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir mengatakan, pasokan oksigen saat ini sedang dalam masa kritis, seiring meningkatnya jumlah pasien covid dengan gejala sedang dan berat. RSUD, sambung dia, per tiga hari membutuhkan 7 ton oksigen, dan 20 tabung oksigen per hari bagi RSUD 2 (RS Lapangan).

“Itupun masih kurang. Di Bandung sudah mulai menipi, kami khawatir ketersediaan oksigen berimbas ke kita juga. Karena itu tadi Pak Wali sudah bersurat ke PT Indogas untuk bisa mensuplai kebutuhan kami, dan menstop sementara oksigen bagi industri. Kami sedang kejar-kejaran antara ketersediaan oksigen dan jumlah pasien,” katanya.

Kata Ilham, setiap hari RSUD membutuhkan 120 tabung oksigen per hari. Sementara per hari, pihaknya hanya mampu memproduksi 20 tabung dari generator oksigen. “Kemarin RS Ummi minta bantuan oksigen, kami hanya sanggup membantu empat tabung saja. Makanya sekarang ini kondisinya sedang darurat. Kami meminta masyarakat tak panic buying soal oksigen ini,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, pasokan obat-obatan juga ikut menipis. “Pasokan APD juga mesti ikut dijaga karena pemakaiannya sangat tinggi,” ucapnya.

** Fredy Kristianto

Pakar Susu IPB University Beri Penjelasan Soal Panic Buying Susu Merek Tertentu

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Belakangan ini sebagian masyarakat mengalami panic buying terhadap susu merek tertentu. Masyarakat berspekulasi bahwa susu dapat menjadi penangkal bahkan obat bagi virus Covid-19.

Menanggapi fenomena ini, Dr Epi Taufik, dosen IPB University menegaskan bahwa susu bukan obat maupun vaksin. Menurutnya, susu merupakan bahan pangan seperti lainnya yang memiliki sumber nutrisi bagi tubuh. Sumber nutrisi ini bermanfaat dalam menjaga proses metabolisme, meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah inflamasi.

“Oleh karena itu, konsumsi susu dapat membantu menjaga kondisi fisiologis tubuh dan meningkatkan imunitas tubuh untuk mencegah infeksi COVID-19,” ujar Dr Epi Taufik, Koordinator Mata Kuliah Inovasi dan Teknologi Susu, Fakultas Peternakan, IPB University dalam siaran pers IPB University, Senin (5/7).

Terkait panic buying terhadap susu dengan merek tertentu, Dr Epi mengakui bahwa susu tersebut salah satu jenis susu steril. Dalam konteks kandungan nutrisinya, susu tersebut tidak berbeda nyata dengan jenis susu steril maupun UHT dari merek-merek lain.

“Perbedaan yang ada biasanya pada bahan baku atau formulasi susu steril maupun UHT. Kita bisa menemukan di pasar, ada merek susu dengan 100 persen berbahan baku susu segar, ada juga merek susu yang menggunakan bahan tambahan lain seperti susu bubuk skim, laktosa maupun penstabil,” kata Dr Epi, Kepala Divisi Ternak, Fakultas Peternakan IPB University.

Biasanya, susu mengandung komponen makronutrien seperti protein, karbohidrat dan lemak. Susu juga mengandung mineral, vitamin dan mikronutrien lainnya.

Ia juga menjelaskan, protein susu memiliki kandungan asam amino esensial dan nilai biologis atau net protein utilization sebesar 90%. Nilai ini lebih tinggi dibanding sumber protein lainnya. Nilai biologis menunjukkan persentase protein yang benar-benar diserap dan digunakan oleh tubuh.

Selain menjadi sumber nutrisi, susu juga memiliki karakteristik bio-fungsional atau bioaktif. Bio-fungsional atau bioaktif artinya komponen atau senyawa asal susu turut berkontribusi terhadap perbaikan fungsi fisiologis tubuh. Dengan demikian dapat meningkatkan status kesehatan tubuh. Di samping itu, komponen bioaktif yang terkandung dalam susu juga berfungsi sebagai antikanker, antipatogen, antiinflamasi, dan aktivitas antioksidan.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi, dosen IPB University itu menyarankan supaya masyarakat memperhatikan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan. Nilai AKG yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia adalah suatu nilai yang menunjukkan kebutuhan rata-rata zat gizi tertentu yang harus dipenuhi setiap hari bagi hampir semua orang dengan karakteristik tertentu yang meliputi umur, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi fisiologis, untuk hidup sehat.

Dengan demikian, kata Dr Epi, masyarakat tidak perlu panik. Hal ini karena semua jenis olahan susu cair baik itu pasteurisasi, steril maupun UHT memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Sehingga manfaat kesehatan yang didapatkan pun relatif sama.

Terkait panic buying yang terjadi, Dr Epi menghimbau supaya para pelaku pasar tidak mengambil keuntungan sesaat dengan menaikkan harga jual produk susu di luar kewajaran. Ia juga menghimbau agar pemerintah bersama industri pangan dan peternak dapat menjamin pasokan produk-produk olahan pangan. Hal ini dalam rangka membantu menjaga status kesehatan masyarakat sehingga ketersediaan dan keterjangkauan belinya dapat terjaga bagi masyarakat secara umum.

“Bagi masyarakat atau konsumen, teruskan mengonsumsi susu dan protein hewani lainnya, tentunya protein nabati juga sebagai sumber serat yang tidak dimiliki susu, dalam rangka melakukan pola makan yang sehat beragam dan seimbang,” pungkas Dr Epi.

** Cepi Kurniawan/rls