Ditengah aturan PPKM Darurat tidak menyurutkan semangat wanita berparas cantik asal Dramaga, Kabupaten Bogor bernama Qonita yang masih berusia 20 tahun untuk berjualan hewan kurban kambing di jalan raya Lingkar Dramaga (JLD).
Dengan penampilan menarik menggunakan sepatu boot, ia begitu ramah melayani konsumen yang hendak membeli kambing di tempatnya tersebut.
Qonita mengatakan, untuk tahun ini di massa PKM Darurat baru pertama kali berjualan di pinggir jalan, sebelumnya ia bersama bibinya berjualan kambing di kandang yang tidak jauh dari rumah bibinya.
“Untuk jualan di pinggir jalan seperti ini baru tahun ini, sebelumnya itu berjualan hanya di kandang dan via online,’’ katanya.
Wanita yang juga kuliah di IPB University jurusan peternakan itu mengatakan di massa PPKM Darurat ini mengaku penjulan agak sedikit menurun.
“Kendala yang dihadapi adanya PPKM Darurat ini ada beberapa masjid yang tidak melaksanakan pemotongan hewan kurban, jadi penjualan agak sedikit menurun,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan di lapaknya, hewan kurban seperti kambing dipatok harga mulai dari Rp 1,9 juta -5 Juta.
Bahkan Qonita berpesan untuk kaum milenial di zaman yang serba sulit seperti ini jangan pernah malu untuk mencoba segala usaha.
“Pesan saya kepada kaum milenial jangan pernah malu untuk usaha dan kerja apapun hilangkan gengsi “ pungkasnya.
Melonjaknya kasus Covid-19 yang kini jadi perhatian penting pemerintah dan harus diperhatikan serius oleh masyarakat, serta jatuh bangunnya tenaga kesehatan (nakes) dalam menangani pasien Covid membuat Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni memberi sejumlah catatan.
Pemerintah kata dia, harus memberi perhatian penuh terhadap para tenaga kesehatan, untuk segera mencairkan insentif yang tertunda selama 6 bulan lebih , selain itu juga segera mencairkan klaim rumah sakit yang nilainya hampir puluhan miliar per rumah sakit, hingga tenaga kesehatan dan rumah sakit bisa bekerja dengan maksimal dalam melayani masyarakat.
“Disini rumah sakit dan puskesmas sangat kewalahan namun bukan berarti menghilangkan peran dan kerja nakes, justru kinerja nakes sudah luar biasa cuma karena jumlah penderita yang melonjak tinggi ditambah lagi sebagian nakes ikut terpapar bahkan meninggal itu yang menjadikan kewalahan karena jumlah lonjakan pasien dengan nakes tidak seimbang” kata Fathoni kepada Jurnal Bogor, Minggu (18/7)
Masih kata dia, sangat tidak setuju jika ada yang berstament partisipasi dan kepedulian masyarakat Indonesia untuk ikut menangani Covid-19 sangat minim karena dia sangat merasakan kepedulian, serta solidaritas dan partisipasi masyarakat sungguh luar biasa.
“Hendaknya dalam menerapkan PPKM, pastikan rakyat yang berdampak dibantu kebutuhannya, disini Bansis semestinya diberikan sebelum PPKM Darurat dimulai,” cetusnya.
Menurutnya, silahkan laksanakan kegiatan PPKM dengan manusiawi dan tepat sasaran. Orang yang berjualan itu boleh asalkan mengikuti standar protokol kesehatan dengan ketentuan dan tidak berkerumun. Jadi bukan dibongkar dan dibuang dagangannya tapi ditegakkan prokesnya.
Bukan hanya soal penertiban, begitupun dalam soal pelaksanaan vaksinasi hendaknya ajak semua element masyarakat untuk ikut berpartisipasi seperti, ormas, klinik-Klinik swasta, nakes umum, bahkan parpol, beri kesempatan untuk ikut serta menyelenggarakan vaksinasi tentunya dengan standar ketentuan medis. Sehingga program ini bisa segera tercapai target, disini pemerintah pusat maupun daerah jangan cenderung menutup diri.
“Selain itu saya sangat berharap pemerintah bisa memastikan ketersediaan oksigen dan obat-obatan dengan harga normal, kemudian pastikan masyarakat yang sedang isoman termonitor medis dan logistiknya, itu saja dulu laksanakan,” pungkasnya penuh harap.
Berbagai upaya terus digalakkan Karang Taruna (Katar) Kabupaten Bogor dan jajaran pengurus dibawahnya untuk mencegah penularan Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor, diantaranya memberikan imbauan atau sosialisasi untuk ikut membantu operasi yustisi serta pembagian masker.
Seperti Pengurus Karang Taruna Kecamatan Klapanunggal menggelar kegiatan pemantauan disiplin protokol kesehatan, Sosialisasi 5 M dan bagi-bagi masker di Pasar Tradisional Dugul, Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/7).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh pengurus Karang Taruna Desa Cikahuripan dan Kecamatan Klapanunggal dipimpin langsung Ketua Karang Taruna Kecamatan Klapanunggal Dian Ajis Syah Putra, membagikan masker kesehatan kepada masyarakat dengan penuh humanis, membagikan puluhan masker dengan sasaran masyarakat yang tidak mengenakan masker.
Tujuan kita bagi masker ini sebagai upaya untuk lebih meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan diri sendiri, serta keluarga dan orang lain di sekitarnya”kata Kang Ajis sapaan akrab Ketua Karang Taruna Kecamatan Klapanunggal ini.
“Dan kita akan melakukan kampanye secara masif ke masyarakat tentang 5 M yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas sehingga upaya memutus mata rantai Covid-19 dapat betul-betul terwujud”.
“Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah dalam percepatan penanganan virus Covid-19, semoga dengan kegiatan ini penularan virus Covid-19 di wilayah Kecamatan Klapanunggal dapat terkendali”, ujar Ariyanto Ketua Karang Taruna Desa Cikahuripan.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus Karang Taruna Desa Cikahuripan, Kepala Desa dan Pengurus Karang Taruna Kecamatan Klapanunggal juga Kepala Desa, Kepala Dusun, BPD, RW dan RT yang sudah mendukung dan mensukseskan kegiatan ini. Semoga kita semua selalu disehatkan,” tutup Ariyanto.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, menggelar kunjungan kerja (Kunker) ke Desa wisata Kiarasari, yang berada di Kp. Cibuluh, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/7/21). Adapun kunjungan ini sebagai bentuk kegiatan rutin PWI Kabupaten Bogor untuk mengembangkan potensi yang ada di Kabupaten Bogor, khususnya wisata alam.
Dalam diskusi di salah satu villa di Desa wisata Kiarasari tersebut, staf Desa Kiarasari, Feri Firdaus mengatakan, pihaknya terus fokus wisata. “Di tempat ini khususnya Kp Cibuluh, kita terus genjot tempat wisata. Karena disini ada juga gunung Manapa yang akan kita terus kembangkan dan perkenalkan,” ujarnya.
Feri sapaan akrabnya itu menyebutkan ada panorama alam indah di Kiarasari yang harus diketahui para wisatawan. “Ada Landscaping, Curug dan hutan hijau yang sangat terjaga, ini karena desa kita berbatasan dengan Taman Nasional Halimun Gunung Salak (TNHGS, red),” sebut Feri.
Masih kata Feri, yang menjadi keluhan dan kendala berkembangnya wisata di Desa Kiarasari yaitu infrastruktur jalan. “Jalan menuju desa Wisata banyak yang rusak dan sangat sempit. Kami butuh perhatian dari pemerintah kabupaten Bogor,” harapnya.
Masih di tempat yang sama, Rusdini salah satu perwakilan warga mengatakan selain wisata ada juga potensi pertanian di Desa Kiarasari. Dirinya mengungkapkan ada kelompok tani (Poktan) Mandiri khusus membina para petani ditempatnya. Tapi kata dia, saat ini pihaknya sangat berharap ada suport dari dinas pertanian dan pihak lainnya agar para petani menghasilkan hasil yang maksimal.
“Kami ingin ada suport dari pemerintah. Ada pendampingan dari pihak-pihak yang bisa membina teman-teman petani agar juga tidak ada kecemburuan sosial dan bantuan merata di setiap Poktan di Desa Kiarasari. Dengan demikian para petani bisa bercocok tanam dengan baik khususnya padi disini cukup bagus hasil panennya jika modal petani nya cukup,” ungkapnya.
“Untuk saat ini kami kesulitan dana untuk pengembangan petani. Jadi harapan kami agar PWI bisa menjadi jembatan ke pemerintah khusunya dinas pertanian agar ada perhatian terhadap petani disini,” tandasnya.
Ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo saat menyampaikan sambutannya mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat dari pihak desa Kiarasari.
“Terimakasih atas penyambutan yang luar biasa dari pak Kades dan jajarannya kepada kami segenap perwakilan PWI Kabupaten Bogor. Kami hanya sebagian saja yang hadir, dikarenakan situasi Covid-19 dan kita harus tetap utamakan Protokol kesehatan,” ucapnya.
“Soal potensi wisata dan pertanian yang ada di Desa Kiarasari, kami siap mempublish dari sudut media, agar bukan saja Kabupaten Bogor, tapi dunia harus tahu disini ada potensi wisata yang luar biasa,” pungkasnya.
Maraknya usaha kavling yang ada di wilayah timur Kabupaten Bogor sering menimbulkan persoalan mulai perizinan sampai status tanah yang digarap. Banyaknya persoalan tersebut membuat Achmad Fathoni, Anggota DPRD Kabupaten Bogor angkat bicara.
Fathoni biasa disapa menyampaikan tanggapannya, khusus untuk Kavling Pesona Alam yang berada di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, pengembang harus mengikuti aturan , jangan sembarangan pasang iklan apapun sebelum jelas perizinannya, karena itu berdampak tidak baik pada masyarakat umum yang akan membeli apalagi masyarakat yang awam.
“Harus diingat penjualan tanah kavling tanpa perizinan sesuai aturan bisa dianggap penipuan,” tegas politisi PKS ini kepada Jurnal Bogor.
Masih kata dia, memang belum ada payung hukum untuk usaha kavling kebun di Kabupaten Bogor, walaupun sudah sangat marak usaha tersebut tetap masih dalam posisi ilegal dan disini konsumen harus sangat teliti dalam membeli lahan kavling kebun, terutama persoalan legalitas tanah.
“Saya ingatkan kepada masyarakat umum yang ingin investasi dalam pembelian kavling kebun agar mengecek semua perizian dan surat-surat keabsahan perusahaan yang menawarkan kavling kebun sebelum melakukan transaksi,”jelas Fathoni.
Terpisah, Heri pengamat tataruang mengatakan, dalam hal ini harus ada sinergi antara pengembang dan pemerintah daerah dalam menyikapi persoalan maraknya usaha kavling kebun di wilayah timur Kabupaten Bogor, menurutnya jika dibiarkan yang menjadi korban adalah konsumen.
“Konsumen itu kebanyakan masyarakat luar yang tidak tau silsilah status tanah di wilayah tersebut dan bukan rahasia umum, status tanah di Sukamkmur terkenal dengan istilah “Sertifikat 7 Lapis”, disini harus ada peran tegas pemerintah mulai dari kepala desa maupun camat sebelum sampai ke pemerintah daerah,” jelas Heri.
Dirinya pun menambahkan, maraknya usaha kavling karena adanya pembiaran dari tingkat bawah, dan tidak dipungkiri terkadang ada keterlibatan baik dari kepala desa mau pun pemerintah kecamatan yang tak jarang menjamin bahwa usaha itu baik-baik saja.
“Jika berbicara aturan, izinnya dulu ditempuh baru laksanakan kegiatannya, namun yang banyak kita lihat, izin masih belum selesai bahkan belum diajukan tapi kegiatan/promosi sudah dimulai bahkan sudah menerima konsumen, hingga ketika izin itu ditolak barulah kelabakan dan konsumen menjadi korban,”pungkasnya.
Dia berharap konsumen harus benar-benar cerdas ,sekarang semua sudah sistem online mengecek legalitas perusahaan dan status tanah sangat mudah, manfaatkan teknologi yang ada supaya tidak menjadi korban dan jangan tergiur dengan harga murah dan pemandangan indah jika berujung masalah,” kata Heri mengakhir.
Terobosan Kementerian Pertanian memperkuat perekonomian dengan mendorong pengembangan agrowisata sejalan dengan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang dikomandoi Sandiaga Uno. Bahkan Kemenparekraf mengajakan Kementan bersama-sama menggerakkan program Kolabor Aksi Agrowisata.
Menparekraf Sandiaga Uno menuturkan, pihaknya saat ini tengah mendorong pengembangan atraksi wisata berbasis pertanian seperti agrowisata. Program yang dinamakan Kolabor Aksi, tidak hanya berkolaborasi, tapi langsung mengambil aksi ini yang ingin dilakukan agar bisa mencapai pembangunan yang menyejahterakan petani dan masyarakat.
“Sehingga yang terjadi Desa membangun Indonesia, bukan Indonesia membangun Desa,” kata Sandiaga saat bertemu secara virtual dengan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Kementerian Pertanian yang digelar Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN ) RI belum lama ini.
Saat ini Kemenparekraf sedang menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan orientasi yaitu ramah lingkungan. Bahkan menurut Sandiaga, pembangunan kepariwisataan akan menjadi instrumen strategis yang berdampak ganda cukup luas.
“Dimana ada pariwisata disitu ada lapangan kerja, ada produk ekonomi kreatif. Setiap orang berwisata orang perlu makan, kuliner, ingin fashion setempat, membeli busana daerah yang dikunjungi, cindera mata, kria. Inilah bagian dari pariwisata yang berkualitas dengan multiplier effect yang cukup luas,” tuturnya.
Menurutnya, suistanable tourism and neutral carbon destination menjadi pilar pembangunan kepariwisataan di Indonesia. Program ini diharapkan dapat membantu neutral carbon 2060 dengan sertifikasi desa wisata berkelanjutan dan destinasi berkelanjutan. Diharapkan dapat mendorong pengelolaan limbah, energi, air dan energi terbarukan disetiap destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif terutama di 1500 desa wisata yang kini ada.
“Kami berharap ini bisa menyerap dan mengembangkan sumberdaya yang dimiliki bangsa ini, termasuk produk pertanian yang sungguh kaya yang banyak terpusat didesa – desa wisata,” ucapnya.
Sandiaga menegaskan, sektor pertanian adalah sektor yang bertumbuh justru pada saat pandemi. Banyak masyarakat Indonesia yang bergantung pada sektor ini. Untuk itu Ia menekankan agar pemimpin menggunakan pilar inovasi, adaptasi dan kolaborasi terutama di era pandemi ini untuk bisa bangkit.
Seperti diketahui dalam kesempatan mengunjungi sebuah lokasi Agrowisata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan akan memperkuat kerjasama lintas Kementerian untuk menciptakan kawasan agrowisata menjadi icon baru disektor pertanian dan pariwisata.
Sebagai informasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII ini dimulai pada 6 Juli hingga 4 November 2021, diikuti 60 orang peserta. Di antaranya dari Kementan sebanyak 42 orang, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi 1 orang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 1 orang, Kementerian Perindustrian 2 orang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 1 orang, Polri 6 orang dan perwakilan dari beberapa pemerintah daerah tingkat kabupaten sebanyak 7 orang.
Dalam laporannya saat pembukaan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi berharap pelatihan ini menghasilkan alumni yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga mampu menunjukan kemampuan untuk membentuk kepemimpinan strategis. Terutama dalam rangka menghadapi dinamika lingkungan organisasi dan mendorong perubahan organisasi yang berdampak bagi organisasi sesuai dengan tanggung jawab instansinya.
Lagi-lagi usaha kavling yang diduga tak berizin mulai marak di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, seperti yang terdapat di Desa Sukaharja, kavling kebun Pesona Alam sudah memasang banner dan spanduk serta melakukan promosi.
Sumber Jurnal Bogor, AN, menyebutkan, keberadaan kavling tersebut baru berjalan 2 bulan, dan belum mengantongi izin IPPT, apalagi izin usaha lainnya, ditambah persoalan tanahnya juga belum selesai semua kepada pemilik lahan.
“Disitu ada tanah milik ibu Diah istri pak Iwan Tono seluas 8.700 m sudah bersertifikat persis di muka jalan belum dibayar, maka ketika ada pembeli yang melihat dan saya jelaskan mereka balik kanan,” jelas AN.
Masih menurut AN, Kavling Pesona Alam baru mengantongi izin lingkungan dari kepala desa dengan luas 22.000 meter atas nama Komarudin , dan didalamnya ada beberapa tanah milik perseorangan, namun bagian depan jalan yang saat ini sudah dipasang bendera kavling masih milik Diah dan belum dilakukan pembayaran.
“Gak ada izin IPPT-nya apalagi izin usaha kavlingnya, izin lokasi aja belum semuanya, pembayaran tanah aja belum semua beres, menurut informasi sih luas tanah yang akan dijadikan kavling sekitar 4,5 hektar,” kata AN.
Hal senada disampaikan pihak yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan pernah ikut menawarkan lokasi tersebut kepada konsumen, namun karena tidak ada kelengkapan, dia kewalahan dengan pertanyaan konsumen dan akhirnya dirinya mundur menawarkan lokasi tersebut karena kelengkapan surat-surat dan perizinan belum terpenuhi.
“Kita kan nyari makan disini ya, kalo terjadi sesuatu kan gak bisa kabur kemana-mana, saat itu saya pernah dapet hampir 50 konsumen namun saya kewalahan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan konsumen , apalagi nanyain izin,” jelasnya.
Masih kata dia, fee sebesar 10% dari harga dan pendapatan lain 5% dari total penjualan , namun akgirnya berpikir buat apa uang banyak sementara tapi nanti akhirnya bermasalah dan yang ada malah uang habis buat bayar pengacara dan hukum jika ada tuntutan dibelakangnya.
“Dari pada beban batin akhirnya saya memutuskan untuk mundur dari dan tidak lagi menawarkan lokasi tersebut , kecuali pihak perusahaan sudah mengatongi izin minimal IPPT,” katanya lagi.
Terpisah, Bedi pengelola Kavling Pesona Alam saat dikonfirmasi via Whatsapp hanya mempersilakan komunikasi dengan legalnya. “Sama legal saya aja ya,” katanya singkat.
YSementara Yoga Pangestu, lawyer Pesona Alam saat dimintai keterangan via Whatsapp mengatakan, jika perizinan sedang diproses ditambah lagi belum melakukan aktivitas apapun dan baru sebatas memasang bendera dan banner kavling.
“Terkait izin masih dalam proses karena masalah izin memerlukan proses dan kita pun belum ada kegiatan apapun di lapangan karena progres kita masih nunggu izin dan tinggal nunggu proses,” kata Yoga.Jumat (16/7).
Namun saat ditanya jenis izin apa yang sedang diajukan ke DPMPTSP Kabupaten Bogor, Yoga tidak memberikan jawaban.
Sekedar diketahui, DPMPTSP Kabupaten Bogor tidak pernah mengeluarkan izin untuk usaha kavling kebun. adapun izin perkebunan tanahnya tidak diperjual belikan atau tidak dikavling-kavling , dan lokasi kavling tersebut terdapat plang tanah milik Bank Indonesia.
Sampai diturunkannya berita ini belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Sukaharja yang mengeluarkan izin lingkungan untuk usaha tersebut.
Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menyalurkan Zakat Perusahaan Tahun Buku 2020 melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor sebesar Rp 1.027.417.700. Dana diserahkan dalam dua termin, bulan Juli sebesar Rp 513.708.850 dan rencananya Agustus dengan nilai sama.
Penyerahan termin pertama dilaksanakan di ruang rapat utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Jumat (16/7), oleh Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor H. Rino Indira Gusniawan kepada Ketua BAZNAS Kota Bogor K.H Chotib Malik.
Rino Indira mengatakan, Perumda Tirta Pakuan pada 2020 mencatatkan Laba Bersih sebesar Rp 41.096.707.908,74, sehingga sesuai ketentuan 2,5% -nya sebesar Rp 1.027.417.700 menjadi Zakat Perusahaan.
“Alhamdulillah pada tahun ini Tirta Pakuan kembali menunaikan Zakat Perusahaan yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Bogor, sebagai kewajiban muslim kepada mustahik. Zakat ini pada hakekatnya berasal dari umat dan dikembalikan lagi kepada umat,” ujar Rino dalam keterangan pers yang diterima Jurnal Bogor, Sabtu (17/7).
Rino berharap BAZNAS bisa mengelola dana zakat ini secara professional dengan menitikberatkan penyalurannya pada penanganan Covid-19. Tidak hanya diimplementasikan pada program yang selama ini berjalan, seperti pengelolaan Klinik Dhuafa yang beroperasi di area kantor Perumda Tirta Pakuan.
“Jadi implementasinya bukan hanya berbentuk charity, tapi capacity building, yaitu dalam bentuk membangun masyarakat yang terdampak Covid-19. Kedua, BAZNAS Kota Bogor bisa membantu memperbaiki fasilitas-fasilitas masjid dan mushola. Ketiga, bantuan kepada pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Rino.
Sementara itu Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor H. Hendra Setiawan mengucapkan terima kasih kepada Direksi Tirta Pakuan yang telah menunaikan Zakat Perusahaan. “Mudah-mudahan Zakat Perusahaan ini bisa membawa keberkahan kepada perusahaan dalam melayani kebutuhan air bersih kepada masyarakat Kota Bogor,”ujar Manager Satuan Pengawasan Intern Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.
Ketua BAZNAS Kota Bogor K.H Chotib Malik juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Perumda Tirta Pakuan yang secara rutin menyalurkan Zakat Perusahannnya melalui BAZNAS Kota Bogor. “Kami memahami apa yang diharapkan Perumda Tirta Pakuan dalam pengelolaan Zakat Perusahaan ini. Insya Allah kami kelola dengan baik untuk kepentingan penanganan Covid-19 di Kota Bogor,”ujar Chatib.
Dalam penyerahan ini turut hadir Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan Rivelino Rizky dan Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bogor Rusli Saimun. Kegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.
Vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan TNI AU mendapat respon baik, dengan antusiasme masyarakat Rumpin dan sekitarnya yang begitu tinggi dengan terlihat antrean panjang selama lima hari pelaksanaan vaksinasi dari tanggal 12 – 16 Juli 2021.
Sampai pada hari kelima, Jumat (16/7/2021) yang merupakan hari terakhir pelaksanaan diwarnai serbuan warga yang vaksinasi Covid-19. Menurut data yang dihimpun oleh panitia, jumlah keseluruhan sebanyak 11.237 orang warga berhasil divaksinasi.
Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsma TNI Fachrizet, S.Sos mewakili Pangkoopsau 1 Marsda TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M. mengatakan bangga atas terlaksananya serbuan vaksinasi ini, terlihat dari semangat dan antusiasme masyarakat terus meningkat dengan jumlah total yang tervaksinasi, melampaui jauh dari yang ditargetkan, yaitu 10 ribu orang.
“Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh panitia penyelenggara dan tenaga kesehatan serta dukungan dari semua pihak atas kerja kerasnya selama ini sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan sukses, tertib, aman dan lancar.”
“Kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi sangat tinggi, ini sebagai komitmen TNI AU untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19,” ungkap Danlanud Ats.
Lebih lanjut Danlanud Ats berpesan kepada para tenaga kesehatan untuk tetap menjaga kesehatan dan memberikan bingkisan serta berharap kepada warga masyarakat yang sudah divaksin dihimbau untuk tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaku pencurian kendaraan roda 2 berinisial RW (25), warga Cigudeg, Kabupaten Bogor, nyaris tewas diamuk massa di kawasan Perumahan Bilabong Desa Cimanggis, Bojonggede, Jumat (16/7) sekitar pukul 11.30 Wib.
Karena berada tidak jauh dari Pos Polisi, pelaku langsung diamankan petugas Kepolisian Sektor Bojong yang bertugas di pos tersebut.
Pengemudi ojek online, Amit (29) yang mengetahui kejadian menceritajan, saat tiba jam shalat Jumat, warga awalnya belum mengetahui ada pencuri dari arah Sumber Wangi, Tanah Sareal, Kota Bogor mengarah ke Bojonggede. Namun saat di pertigaan Bilabong, pelaku yang mengendarai motor Beat yang diduga hasil curiannya itu menabrak dan terjatuh dan ternyata sedang dikejar-kejar warga telah mencuri kendaraan roda 2 di wilayah Kota Bogor.
“Pelaku yang berjumlah satu orang itu sempat dipukul sama korban yang ditabraknya, saat itu belum tahu bawa itu pelaku pencurian namun selang berapa menit ternyata ada warga yang kehilangan motor itu bahwa itu maling, warga yang mengetahui bahwa itu maling langsung memukuli dan menghajarnya, beruntung langsung ada polisi dan langsung diamankan,” kata Amit menceritakan, kepada wartawan, Jumat (16/7/2021)
Saat dikonfirmasi Kapolsek Bojonggede AKP Dwi Susanto membenarkan kejadian itu, namun menurutannya pelaku sudah diserahkan ke Polsek Tanah Sareal, Kota Bogor. Pasalnya kejadian pencurian itu terjadi di wilayah Tanah Sareal.
“Kita sudah serahkan untuk anggota Polsek Bojonggede hanya mengamankan saja karena pelaku hampir dikromas warga, dan pelaku sudah kita serahkan ke Polsek Tanah Sareal berserta barang buktinya,” pungkasnya.