31.5 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1132

Blok F Jadi Tempat Vaksinasi Massal

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Eddy Sumitro, mengunjungi Blok F Trade Center, Pasar Kebon Kembang, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (3/8).

Dalam kesempatan itu, Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Eddy Sumitro melihat langsung random swab antigen kepada pada pedagang dan pengunjung pasar. Melihat one gate system di Blok F serta posko PPKM di Pasar Kebon Kembang.

“Masalah vaksin harus dipercepat dan diperluas, karena di pasar pasar merupakan lokasi sangat rentan penyebaran dan penularan Covid-19. Pasar juga harus siap memfasilitasi vaksin bagi pedagang dan pengunjung,” ungkapnya kepada wartawan.

Sementara itu, Direktur Operasional Perumda Pasar Pakuan Jaya, Deni Ariwibowo mengatakan bahwa kunjungan wakapolda ke Pasar Kebon Kembang untuk melihat antigen bagi pedagang dan pengunjung pasar secara random yang difasilitasi Polresta Bogor Kota.

Selain itu, Pasar Kebon Kembang juga akan disiapkan melaksanakan vaksinasi bagi pedagang dan pengunjung.

“Swab antigen ini difasilitasi pihak Polresta Bogor Kota, termasuk nanti ketika akan dibuka vaksinasi disini. Kedatangan wakapolda tadi melihat sistem penerapan prokes yang sudah diterapkan disini. Alhamdulilah hasil swab antigen random tadi, hasilnya semua negatif,” bebernya.

Secara keseluruhan, sambung Deni, para pedagang diseluruh pasar yang ada di Kota Bogor yang sudah divaksin sebanyak 2.000 orang, dari total 8.000 pedagang.

Dibukanya vaksinasi Pasar Kebon Kembang nanti, akan membantu mempercepat vaksin bagi pedagang. Kendati demikian, kata Deni, hingga saat ini belum bisa diterapkan kewajiban menunjukan bukti vaksinasi baik untuk pedagang maupun pengunjung pasar.

“Prokes ketat tetap dilakukan diseluruh pasar di Kota Bogor, baik pedagang dan pengunjung wajib mematuhinya. Kondisi PPKM ini, seluruh pedagang di pasar-pasar juga masih dibatasi jam operasionalnya, setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Herd Immunity, DPRD Ajak Warga Divaksin

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pelaksanaan vaksinasi secara masif terus dilakukan di Kota Bogor. Berbagai titik pun dijadikan sebagai lokasi pemberian vaksin kepada masyarakat sebagai langkah membentuk herd immunity.

Gedung DPRD Kota Bogor juga turut menjadi salah satu lokasi gerai vaksinasi yang dilakukan oleh Polresta Bogor Kota dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, menilai proses vaksinasi yang sudah berjalan selama tiga minggu di gedung DPRD Kota Bogor berjalan lancar.

Antusias masyarakat juga tinggi, dimana dalam sehari, terhitung ada 750 warga yang mendapatkan vaksin di rumah rakyat Kota Bogor.

“Saya berterimakasih kepada jajaran kepolisian Polresta Bogor Kota dan Dinkes. Insyaallah ini akan berlangsung lama agar lebih banyak warga yang melakukan vaksinasi dan ini bagian dari upaya kita untuk menjadikan kota bogor memiliki herd immunity,” kata Atang.

Selain itu, dalam peninjauan yang dilakukan oleh Atang, ia juga turut mengapresiasi warga yang rela mengantre agar bisa mendapatkan vaksin.

Dimana ada warga berusia 54 tahun yang bersemangat untuk mendapatkan vaksin di Gedung DPRD Kota Bogor.

“Untuk warga yang ingin mengikuti vaksinasi silahkan komunikasi dengan RT dan RW setempat. Kami dari DPRD Kota Bogor akan membantu dan mendukung agar target vaksinasi Kota Bogor bisa tercapai serta mudah-mudahan kegiatan ini terus berjalan lancar,” ujar Atang kepada wartawan, Selasa (3/8).

“Insyaallah DPRD mensuport penuh program vaksinasi dan menjadikan gedung DPRD sebagai lokasi vaksinasi bisa membantu pemerintah dalam percepatan program vaksinasi,” katanyam

Di lokasi yang sama, Kabag SDM Polresta Bogor Kota Kompol Wijayanti, mengungkapkan proses vaksinasi di gedung DPRD Kota Bogor akan terus dilakukan hingga seluruh target masyarakat mendapatkan vaksin terpenuhi.

“Nanti tergantung dari masyarakat yang datang dan kesiapan kami vaksin, kami sampai hari kamis tersedia dan nanti akan kami tunggu stok vaksin lagi. Kami harap masyarakat mau datang untuk vaksinasi ini,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Dewan Ajak Masyarakat Patuhi PPKM

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Satgas Covid-19 memperpanjang masa berlaku PPKM Level 4 hingga sepekan kedepan. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor Eka Wardhana setelah mengikuti rapat evaluasi PPKM di Balaikota, Selasa (3/8). Dengan diperpanjangnya masa PPKM Level 4, Eka mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Bogor agar menaati serta mematuhi aturan yang dijalankan.

“Ini merupakan upaya dan ikhtiar pemerintah pusat untuk menekan angka penyebaran. Sehingga saya harap masyarakat mau bersama-sama menaati dan mematuhi aturan yang ada. Insya Allah Kota Bogor akan semakin baik,” kata Eka.

Adapun aturan yang ditegaskan oleh Eka diantaranya adalah mematuhi penerapan ganjil genap, tidak melakukan makan ditempat. Lalu untuk para pemilik cafe dan resto agar tetap melayani sesuai dengan jam berlaku yang sudah ditetapkan.

Lebih lanjut, Eka menilai pasca ditetapkannya PPKM Darurat dan PPKM Level 4, angka penyebaran Covid-19 di Kota Bogor memang sudah mulai menurun. Tetapi angka kematian masih belum menunjukkan penurunan.

“Kami siap untuk berkolaborasi bersama Pemkot Bogor untuk menekan angka kematian secara maksimal. Pemenuhan ketersediaan oksigen, obat-obatan dan ruang rawat akan menjadi prioritas,” tegasnya.

Tak hanya itu, Eka juga secara terbuka mengajak seluruh masyarakat Kota Bogor agar mengikuti vaksinasi yang saat ini tengah berjalan dengan datang ke Gedung DPRD Kota Bogor.

Dimana Gedung DPRD Kota Bogor saat ini sudah menjadi sentra vaksinasi untuk masyarakat yang akan digelar hingga akhir bulan nanti. “Kami dari DPRD siap berkolaborasi dengan Polri-TNI dan Dinkes untuk mensukseskan vaksinasi,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Bima Arya Target Angka Positif per Hari Dibawah 100

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor memutuskan bahwa Kota Bogor tetap menerapkan PPKM Level 4 wilayah agromerasi sesuai instruksi Kemendagri.

Wali Kota Bima Arya mengatakan Bahw Pemkot Bogor telah melakukan berbagai upaya untuk menunjukan perbaikan. Pasalnya, posisi angka aktif positif saat ini berjumlah 3 ribuan dari sebelumnya mencapai 8 ribu orang sebelum PPKM. Tak hanya itu, angka kesembuhan dan kematian juga sudah baik di tingkat Jawa Barat maupun nasional.

“Jadi secara umum semua upaya akan dilakukan kembali secara masif agar Kota Bogor bisa turun ke level 3. Syaratnya angka positif per hari harus dibawah 100. Begitupun dengan Bed Occupancy Ratio (BOR) juga turun. Walau saat ini masih berada di 60 persen,” ungkap Bima kepada wartawan, Selasa (3/8).

Menurut dia, upaya menekan laju Covid-19 akan terus dilakukan, salah satunya dengan mengurangi mobilitas dan kerumunan warga melalui Ganjil Genap (Gage). Selain menguatkan tracing kontak erat kasus positif.

“Jadi testing dan tracing diperkuat. Bila ada 1 positif, harus bisa ditracing 15 kontak erat dalam waktu 72 jam. Pengawasan isoman diperkuat jangan sampai ada perburukan sehingga dibawa ke rs,” jelasnya.

Kemudian, sambung dia, dalam PPKM pengawasan tingkat wilayah diperkuat hingga ke tingkat RT. “Kebijakan untuk PPKM pasar tradisional, rumah makan, mal sesuai dengan level 4,” katanya.

Upaya terakhir, sambung Bima, Pemkot Bogor akan terus menggenjot proses vaksinasi dengan target 30 persen. “Saat ini kita sudah mampu menargetkan 17 ribu perhari. Tapi tergantung suplai dari pusat, kalau lancar Oktober selesai. Namun, bila tersendat bisa mundur lagi. Di Kota Bogor sendiri ada 16 sentra vaksin. Per hari bisa 17 ribu vaksinasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bima menyatakan, pihaknya akan segera meluncurkan program ASN Kota Bogor peduli selama satu bulan kedepan.  “Kami akan meluncurkan ASN peduli yang akan dialokasikan untuk membelanjakan kebutuhan keluarga yang terpapar untuk dipenuhi dari UMKM terdekat. Jadi ada anggaran yang disisihkan oleh ASN se-kota Bogor untuk belanja dan didistribusikan ke kelurahan bagi warga yang terdampak PPKM,” jelasnya.

** Fredy Kristianto

Ganjil Genap Diperpanjang Sampai 9 Agustus

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kota Bogor masih menerapkan PPKM Level 4 hingga 9 Agustus mendatang. Polresta Bogor Kota pun tetap melakukan pembatasan mobilitas warga, dengan memperpanjang Ganjil Genap (Gage). Hal itu lantaran status ‘Kota Hujan’ masih berada di zona merah.

Kapolresta Bogor Kota, Kombespol Susatyo Purnomo Condro Purnomo mengatakan bahwa Gage akan diterapkan pada 17 check poin pada setiap harinya dengan waktu yang tentatif. Selain itu, Polresta Bogor Kota akan mensinergikan penerapan Gage dengan Kabupaten Bogor, terutama wilayah-wilayah yang berada di perbatasan.

“Kami akan mensinergikan penerapan Gage ini dengan Kabupaten Bogor, agar pembatasan bisa diterapkan di jalur perbatasan, sehingga mobilitas masyarakat dari dan menuju Kota Bogor bisa dikendalikan,” bebernya.

Sementara untuk sentral-sentral berkumpulnya masyarakat seperti di pasar dan lainnya, akan diperketat dengan posko kesehatan. “Langkah ini adalah sebuah gerakan disiplin aktivitas warga agar bergantian keluar rumah. Solusi ini setelah dijalankan di hari libur dan hari kerja, cukup efektif dan tidak merepotkan masyarakat. Jadi kita tetap melakukan pembatasan mobilitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Dandim 0606 Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan mengaku mendukung penuh kebijakan pembatasan aktivitas dan mobilitas terutama melalui Gage harus terus dilakukan. “Kami mengimbau kepada masyarakat apabila tidak ada kepentingan mendesak lebih baik di rumah. Ini hal penting untuk menurunkan angka dari Level 4 ke level 3,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyebarkan bantuan paket sembako dan obat-obatan bagi warga Kota Bogor. “Bantuan bantuan sembako seperti beras disiapkan bagi 50 ribu warga, dan 1000 obat obatan bagi warga Isoman. Semua bantuan akan didistribusikan kepada warga Kota Bogor mulai besok,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Peduli Wartawan, Indocement Beri Bantuan Vitamin, Susu dan Madu

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menyalurkan bantuan kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor di kantor Sekretariat PWI di Jalan Bersih, Komplek Pemda Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (2/8/2021). Pemberian bantuan itu diberikan perwakilan Indocement, Suyono yang diterima Ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagio.

Suyono mengatakan, pemberitaan bantuan berbentuk vitamin, susu full cream cair, dan madu ini sebagai bentuk kepedulian PT. Indocemen Tbk kepada rekan-rekan jurnalis yang sehari-hari bertugas di wilayah Bogor dan sekitarnya.

“Saya sebagai perwakilan dari direksi PT. Indocement Tbk, diminta untuk menyalurkan bantuan ini kepada PWI Kabupaten Bogor,” kata Suyono.

Ia melanjutkan, untuk bantuan yang diserahkan kepada pekerja media itu diantaranya berupa, 1 paket vitamin C, D sebanyak 50 paket, susu full cream cair sebanyak 250 Pcs untuk dibagikan ke-50 anggota PWI, dan madu toples kecil sebanyak 50 Pcs juga.

“Bantuan ini sebagai bentuk perhatian kami kepada teman-teman jurnalis yang tergabung di PWI Kabupaten Bogor, PWI Kota Bogor, dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bogor Raya. Semuanya kita serahkan dengan total pembagian yang sama sebanyak 50 pack ke masing-masing lembaga kewartawanan tersebut,” paparnya.

Lebih jauh ia memaparkan, dengan diberikannya bantuan ini diharapkan bisa bermanfaat bagi rekan-rekan jurnalis maupun penerimanya.

“Semoga bantuan ini bisa membantu rekan-rekan wartawan sekalian di masa pendemi covid-19 dan pemberlakuan PPKM Level 4. Dan semoga, daya tahan tubuh serta imun dapat kebal setelah mengkonsumsi vitamin dan susu yang kami serahkan,” tuturnya.

Masih ditempat sama, Ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagio mengaku, sangat senang dengan adanya bantuan dari direksi PT. Indocemen Tbk, kepada PWI Kabupaten Bogor khususnya.

Semoga, katanya, bantuan vitamin dan susu full cream cair ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan wartawan yang menerimanya ditengah pandemi Covid-19.

“Terima kasih kepada Direksi PT. Indocemen Tbk, insya Allah bantuan yang di berikan ini akan sangat bermanfaat bagi teman-teman wartawan yang menerimanya,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Samisade Berdayakan Masyarakat Desa

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Pelaksanaan program bantuan keuangan pembangunan infrastruktur desa yang populer disebut program satu miliar satu desa (Samisade) mampu memberdayakan masyarakat desa, terutama yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan program tersebut.

Hal ini diungkapkan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Pemerintah Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Irwan Prasetyo. Dia menjelaskan, dari pelaksanaan program tersebut, selain terasa adanya manfaat fisik terbangunnya infrastruktur desa, juga berdampak perputaran ekonomi di desa.

“Masyarakat sekitar kami libatkan sebagai pekerja. Karena dalam program ini, sesuai arahan DPMD dan Kecamatan, digunakan sistem Padat Karya Tunai Desa (PKDT),” ungkap Irwan Prasetyo, Selasa (3/8/2021).

Secara RAB 500 meter panjang, 3,5 meter lebar dan 0,05 ketebalan dengan lokasi di RT 04 RW 02 Kampung Sanja dan lama pekerjaan 12 hari  mulai 10 Juli sampai 13 Juli 2021.

“Iya secara pengajuan RAB 500 meter, namun secara ril di lapangan mencapai 625 meter karena kondisi dan situasi di lapangan berbeda ada yang 3,5 meter ada yang kurang karena ada yang mentok sama tembok atau memang jalanya ada yang kurang dari 3,5 meter lebarnya,” ujar Irwan.

** Nay Nur’ain

Ade Yasin: Perlu Percepatan Vaksinasi Covid

0

Dramaga | Jurnal Bogor

Bupati Bogor Ade Yasin bersama Rektor IPB University Arif Satria mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan Vaksinasi Massal Covid – 19 di Kampus IPB University, Selasa (3/8).

Ade Yasin mengatakan bahwa perlu dilakukan percepatan vaksin dari berbagai pihak termasuk IPB untuk membantu meningkatkan vaksinasi di Kabupaten Bogor sehingga Pemerintah Kabupaten Bogor dengan IPB saling membantu satu sama lain, begitu juga dari TNI-Polri saling support bila kekurangan vaksin.

“Target  vaksinasi Kabupaten Bogor sebanyak 20% dari jumlah penduduk juga akan dicapai dalam bulan ini. Capaian vaksinasi di Kabupaten  Bogor tergantung dari datangnya vaksin. Program vaksinasi massal di tingkat kecamatan telah berjalan selama ini setiap Senin dan Rabu, Selain itu vaksinasi massal juga dilakukan di Pakansari setiap hari Selasa dan Kamis. Alhamdulillah antusias masyarakat cukup tinggi saat ini,” ujarnya.

Ade Yasin juga mengatakan bahwa Pemkab Bogor telah melakukan vaksinasi sebanyak 800 ribu, dan akan terus mengejar sampai 1,2 juta vaksin sampai bulan Agustus ini. “Mudah-mudahan Pemkab Bogor bisa mencapai 70% atau sekitar 4,3 juta masyarakat yang sudah divaksin sebagaimana target nasional,” harap Bupati dalam press release Diskominfo, Selasa (3/8).

Sementara Kapolri mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini masih cukup tinggi meskipun ada penurunan secara nasional. Maka perlu kerja keras agar Indonesia cepat terbebas dari pandemi Covid-19, salah satunya melalui percepatan vaksinasi.

“Sebagai penyangga Ibukota, Wilayah Bogor sangat penting untuk segera digarap dengan cepat karena angkanya masih sekitar 16% sehingga butuh akselerasi dan kita harapkan dengan memanfaatkan hari kemerdekaan ini maka akselerasi vaksinasi bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan vaksinasi semakin hari semakin meningkat dan meminta masyarakat tidak takut untuk divaksin karena selain aman, ini juga demi kebaikan bersama.

“Saya himbau vaksinasi dalam rangka meningkatkan imunitas saudara-saudara dalam menghadapi Covid-19, oleh karena itu jangan ragu divaksin karena di semua negara melaksanakan itu. Jadi bagi warga yang ragu-ragu, ini untuk kebaikan kita bersama,” katanya.

Sedangkan Rektor IPB Arif Satria dalam kesempatan ini mengapresiasi kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Bupati Bogor beserta seluruh jajarannya. Menurutnya ini momentum penting untuk mengakselerasi vaksinasi.

“Saya ucapkan terima kasih atas support dari Polri untuk mempercepat vaksinasi mahasiswa, keluarga dosen dan masyarakat sekitar kampus dengan menyediakan sebanyak 5.000 dosis, sehingga ini menjadi upaya membantu pemerintah, khususnya pemerintah daerah. Di sini ada ibu bupati juga, kegiatan ini dilakukan untuk memperluas cakupan vaksin di Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Arif mengatakan IPB saat ini sudah menjadi sentra vaksinasi. Selain itu IPB juga menyediakan tempat isolasi mandiri untuk yang bergejala ringan dengan kapasitas 300 tempat tidur.

“Kita juga berhasil membuat oksigen konsentrator bekerjasama dengan LIPI, dan Alhamdulillah sekarang sedang dikembangkan yang nantinya akan dikerjasamakan dengan pemerintah kota dan kabupaten untuk bisa mengatasi kelangkaan oksigen,” ucapnya.

** Nay Nurain/Diskominfo

Warga Kampung Anyar Cemas, Pemkab Bogor Belum Tangani Tebing Longsor

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Kondisi tebing setinggi 6 meter dengan panjang 15 meter yang sudah lama longsor dan belum mendapat perbaikan, membuat warga di Kampung Anyar RT 02 RW 03 Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, cemas. Kecemasan warga itu mendasar, karena warga khawatir akan terjadi longsor susulan di tebingan tersebut. 

Ketua RW 03 Kelurahan Cisarua, Ayandi membenarkan tebingan tersebut rawan longsor. Sebab, pascabencana longsor beberapa waktu lalu hanya ditangani warga seadanya. “Itu juga dapat bantuan bronjong dari UPT Infrastruktur Irigasi Ciawi, tapi secara keseluruhan belum, karena terkendala anggaran,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, Kelurahan Cisarua sempat menganggarkan pembangunan TPT pada tebingan tersebut. Namun, anggaran harus digeser pada penanganan Covid-19. “Mungkin nanti di perubahan akan coba diajukan,” kata Ayandi.

Ayandi berharap dinas terkait atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, bisa lebih dulu menangani tebingan tersebut mengingat saat ini akan memasuki musim hujan. “Beberapa hari ini hujan sering turun dengan intensitas tinggi. Ini menjadi ke khawatiran warga,” ungkapnya.

Bahkan, penghuni rumah yang berada dibawah tebingan mengaku pernah kemasukan air dari rembesan tanah tebingan.  “Kita sempat cek ke lokasi, memang benar air sempat masuk ke rumah yang ada dibawah tebingan,” beber Ayandi.

Ia khawatir jika tidak ditangani dengan cepat akan mengakibatkan longsor susulan dan membahayakan warga.

Sementara, Lurah Cisarua, Heru Hendrawan mengungkapkan, pembangunan turap rencananya akan dilaksanakan tahun ini. Namun, karena ada pergeseran anggaran, akhirnya penanganan tebingan di Kampung Anyar tersebut harus tertunda. “Padahal ini memang urgent dan harus ditangani cepat, tapi kami terkendala anggaran,” jelasnya.

Lurah Cisarua juga meminta ada penanganan cepat dari Pemkab Bogor agar tidak terjadi bencana longsor lagi. “Mudah-mudahan tebingan itu bisa ditangani cepat oleh Pemkab khususnya dinas terkait,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Longsor di Ciater, Akses Jalan Rumpin-Parungpanjang Terputus

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Akibat intensitas curah hujan tinggi, longsor kembali terjadi hingga memutuskan akses jalan Rumpin-Parungpanjang. Kejadian itu terjadi di Kampung Ciater RT 01 RW 07, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Diketahui longsor tersebut terjadi pada Selasa (3/8/2021) pagi, sekitar pukul 05. 00 WIB.  Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, hanya saja sebagian rumah warga yang terdampak dengan adanya longsor tersebut.

Menurut  warga sekitar  Mulyana, selain karena intensitas hujan, longsor tersebut diduga karena adanya galian C di area pertambangan. Terlebih, bongkahan batu tersebut masih terus bergeser yang bisa terancam terhadap permukiman warga.

“Semenjak kejadian, akses jalan hanya terjadi retakan. Tapi retakan tersebut, hingga saat ini, masih terus terjadi,” kata Fikri warga sekitar.

Tokoh Masyarakat sekitar, Sukatma mengaku adanya longsor yang mengakibatkan akses jalan terputus. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya saja rumah-rumah warga mengalami keretakan.

“Selain longsor ke area PT, retakan tanah tersebut diperkirakan sepanjang 150 meter,” kata Sukatma yang juga mantan Kepala Desa Cipinang.

Menurut Ukat sapaannya, akibat dari kejadian tersebut selain akses warga dan sumber air menjadi keruh, ada beberapa rumah warga yang mengalami keretakan akibat kejadian longsor. “Dampaknya banyak, bukan hanya sumber air. Tapi banyak juga rumah-rumah warga yang alami keretakan,” terang Sukatma.

Sementara dari pantauan pihak kecamatan, saat ini warga dilarang mendekati lokasi longsor, bahkan petugas telah memasang garis line untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. 

** Cepi Kurniawan