27.1 C
Bogor
Monday, August 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1131

Warga Parung Tanjung Blokade Jalan Masuk ke Perusahaan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Puluhan warga Kp Parung Tanjung, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor melakukan aksi penutupan jalan menuju ke sejumlah perusahaan yang melintasi akses jalan yang di klaim milik salah satu warga bernama Nemin CS, Senin (27/9/21). Pihak Nemin Cs mengaku belum pernah melakukan jual beli tanah yang dijadikan akses masuk 10 perusahaan.

Dalam aksi penutupan akses jalan tersebut, sempat terjadi kericuhan yang dipicu oleh salah satu pihak perusahaan yakni PT Megasari Makmur (MM), yang mencoba membuka penutup akses oleh puluhan security perusahaan.

Menurut ahli waris Nemin CS, Ade Sunarya, awal mula pihaknya melakukan  aksi tersebut lantaran adanya pemecatan terhadap 12 karyawan oleh PT MM, salahsatunya adalah pihak ahli waris dengan tanpa alasan. Padahal, akses jalan tersebut diakuinya adalah milik keluarganya yang belum pernah dibebaskan oleh perusahaan manapun.

“Awal mulanya memang adanya pengurangan karyawan oleh perusahaan, makanya kami melakukan aksi ini. Lalu pihak peursahaan juga menggunakan akses lahan milik keluarga saya, jadi hak saya dong mau ditutup juga,” tegas Ade Suryana di lokasi aksi kepasa wartawan.

Ade menambahkan, sebelum aksi saat ini, pihaknya pernah melakukan aksi serupa. Namun, PT MM malah melaporkan dengan tuduhan melakukan tindak pidana ke Polres Bogor. “Aksi ini sudah yang kedua kali kami lakukan, saat aksi pertama dilaporkan oleh pihak PT MM dan sudah berjalan tanpa ada kejelasan, akhirnya kita lakukan aksi ini dengan bukti kepemilikan lahan yang kami miliki,” sambung Ade.

Selain itu, Ade juga melaporkan perdata terkait kepemilikan lahan keluarganya ke Pengadilan Negeri Cibinong yang sampai saat ini masih bergulir. Artinya status tanah akses jalan yang dipakai perusahaan seharusnya berstatus quo atau sengketa. “Kami juga laporkan perdata, namun pihak PT MM tidak bisa memberikan bukti kepemilikan lahan yang saat ini dijadikan akses jalan oleh 10 perusahaan tersebut. Namun persidangannya masih berjalan dan belum ada putusan, berarti lahan ini statusnya sengketa. Makanya kami tutup, sampai adanya putusan dari pengadilan,” paparnya.

Dia menegaskan, tidak akan memberikan akses jalan sebelum adanya putusan dari pengadilan dan kesepakatan antara pihak perusahaan dengan keluarga. “Kami akan terus lakukan penutupan jalan sampai ada kesepakatan antara pemilik lahan dan pihak perusahaan,” tukasnya.

Sementara itu, pihak perusahaan PT MM belum memberikan keterangannya terkait akses jalan yang ditutup tersebut.

**naynur’ain

Bantu Warga Desa Cibunian, Mahasiswa KKN UIKA Bagikan Sembako

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor membagikan sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dalam situasi pandemi Covid-19 ini. Pembagian sembako dilakukan di Desa Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Nadya Oktariani selaku anggota kelompok KKN mengatakan, kebutuhan pangan merupakan kebutuhan pokok setiap orang. Meskipun tidak ada pemasukan, setiap orang pasti melakukan pengeluaran guna memenuhi kebutuhan pangan.

“Paket sembako ini diberikan kepada kalangan yang membutuhkan bantuan di masa pandemi Covid-19. Paket sembako itu hanya menyasar warga yang belum dapat bantuan dari pemerintah,” ujar Nadya, (26/09/2021).

Pemberian bantuan berupa paket sembako ini disalurkan dalam kegiatan bakti sosial yang menjadi program kerja dari kelompok. Pandemi Covid-19 sendiri telah memberi dampak terhadap perekonomian masyarakat. Beberapa warga bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya.

Pelaksanaan baksos ini dilakukan dengan mengunjungi rumah ke rumah dengan didampingi RT dan RW setempat. Pemberian paket sembako dengan prosedur seperti ini dirasa cukup efektif karena tidak mengumpulkan warga di suatu tempat dan tidak memberikan kesempatan warga untuk berkumpul.

Dikesempatan yang sama mahasiswa KKN UIKA mengapresiasi saat melakukan kegiatan pembagian sembako yang disambut juga oleh masyarakat. Sehingga mereka merasa terbantu berkat adanya sembako tersebut.

“Semoga pemberian sembako ini semoga Allah balas dengan berlipat-lipat yang jauh lebih banyak lagi, amiin,” ujar Saca, salah satu warga Cibunian.

**mg/uika

Mansyur Gantikan Mahfud Pimpin RW 05 Kelurahan Bondongan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Ratusan warga RW 05 di wilayah Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor menggeruduk gedung serbaguna di Kampung Warung Bandrek. Kedatangan mereka bukan untuk aksi demo atau kerusuhan, namun untuk melaksanakan pencoblosan untuk memilih ketua RW yang baru di lingkungan mereka, Minggu (26/9/2021).

Mulyana Ketua Panitia Pemilihan Ketua RW mengatakan, berakhirnya masa jabatan Mahfud sebagai Ketua RW05 yang sudah menjabat selama tiga periode ini melahirkan kandidat-kandidat baru untuk menggantikan kedudukanya. Ada lima kandidat dalam pemilihan ketua RW05 diantaranya Acep, Suherman, Ule Sofian, Sulaeman dan Mansyur.

“Alhamdulillah pelaksanaan pencoblosan untuk memilih ketua RW 05 Kelurahan Bondongan hari ini berjalan lancar, aman dan kondusif. Dari lima kandidat yang ada pantauan di lapangan memang saling bersaing mengumpulkan suara, mereka kejar-kejaran,” ujar Mulyana kepada Jurnal Bogor.

Hasil perhitungan suara dilakukan secara transfaran dan terbuka untuk umum. Peraih suara terbanyak dalam pelaksanaan pemilihan ini Mansyur dengan nomor urut 5 unggul dari kendidat lainnya. Secara otomatis Mansyur terpilih sebagai Ketua RW 05 Kelurahan Bondongan yang baru.

“Rekap hasil perhitungan suara sebagai berikut, untuk Nomor urut 1 Acep meraih 50 suara, nomor urut 2 Suherman meraih 50 suara, nomor urut 3 Ule Sofian 21 suara, nomor urut 4 Sulaeman meraih 118 suara dan Nomor urut 5 Mansyur meraih suara terbanyak yaitu 168 suara. Total daftar pemilih sebanyak 412 dan 5 suara tidak sah,” ungkapnya.

Sementara, hadir dalam kegiatan ini, Imam Lurah Bondongan yang didampingi para stafnya dan Ketua LPM Bondongan Hesti.

**handymehonk

Geber Vaksin, Atang Apresiasi TNI-Polri

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengapresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI dan Polri yang sudah mendukung program pemerintah dalam hal vaksinasi.

“Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Akabri Nawahasta 98. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk bisa mendapatkan herd immunity dan sekaligus memberikan bantuan kepada warga kota bogor ditengah pandemi yang sangat sulit ini,” ujar Atang.

Dengan adanya dukungan penuh dari TNI dan Polri, Atang optimis bahwa capaian vaksin di Kota Bogor akan terpenuhi pada akhir tahun nanti. Sebab, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, saat ini capaian vaksin tahap pertama sudah menyentuh angka 78,8 persen.

“Kalau sudah diangka 78,8 persen, saya yakin dengan semua kolaborasi yang ada. Baik dari pemerintah, TNI-POLRI, nakes, camat, lurah, rt, rw dan semua pihak yang ada, saya yakin dan optimis bahwa target vaksinasi kita akan terpenuhi di akhir tahun ini,” ungkap Atang.

Meski nantinya sudah terbentuk herd immunity politisi Partai Keadilan Sejahtera ini meminta agar langkah-langkah strategis mencegah terjadinya penyebaran wabah tetap dijalankan oleh masyarakat. Pertama, Atang meminta agar Pemerintah tetap mendorong masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan, sampai pandemi Covid-19 menjadi endemi.

“Setelah terget tercapai tentu kita harus menjalankan semua protokol kesehatan yang berlaku,” ujar Atang.

Kedua, Atang meminta agar Pemkot Bogor meningkatkan dan melengkapi fasilitas kesehatan. Karena berkaca selama pandemi Covid-19 melanda Kota Bogor, Atang menilai fasilitas kesehatan masih perlu ditingkatkan untuk penanganan secara maksimal.

“Perlu peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan, karena ancaman kesehatan bukan hanya datang dari Covid-19. Penambahan jumlah ataupun peningkatan kualitas layanan kesehatan menjadi penting bagi Kota Bogor di waktu-waktu mendatang,” tegasnya.

Terakhir, Atang juga menghimbau agar masyarakat terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), agar memiliki imun yang kuat dan terhindar dari segala penyakit. “Hikmahnya, kita harus jaga dan jalani pola hidup bersih dan sehat”, pungkasnya.n

**fredykristianto

Bantuan Keuangan RSUD Belum Jelas

0

GMKB Sarankan Satu Tower Rusunawa Jadi Solusi

Bogor | Jurnal Inspirasi

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor masih berupaya agar bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) ditambah dari sebelumnya Rp20 miliar menjadi Rp40 miliar untuk pembangunan Blok 1 RSUD Kota Bogor.

Padahal, Pemkot Bogor sendiri mengajukan anggaran bantuan keuangan kepada Pemprov Jabar sebesar Rp255 miliar.

“Masih pembahasan di provinsi KUA PPAS-nya. Bu Sekda Kota Bogor sudah bertemu dengan Sekda Jabar untuk progres ini,” uhar Rudi kepada wartawan, Minggu (26/9).

Kendati demikian, hingga kini belum ada info lanjutan dari Pemprov Jabar. “Belum ada info lagi dari provinsi soal itu,” kata Rudi.

Sementara untuk pembangunan Blok 4, RSUD Kota Bogor akan mendapatkan hibah senilai Rp40 miliar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Menanggapi hal itu, Ketua Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB), R Ridho mengatakan, Pemkot Bogor harus mencari alternatif solusi, apabila Pemprov Jabar tetap bersikeras hanya membantu Rp20 miliar.

Misalkan, kata Ridho, Pemkot Bogor dapat saja menghibahkan satu tower rusunawa Menteng untuk ‘disulap’ menjadi Blok 1 RSUD. Sebab, sambung dia, berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit pelat merah itu, anggaran Rp20 miliar hanya cukup untuk membuat pondasi gedung setinggi 4 lantai.

“Kalau sekiranya bisa lebih baik, manfaatkan saja satu tower milik rusunawa itu. Dengan anggaran Rp20 miliar saya kira cukup. Tapi ya dicek dulu, bagaimana apakah penghuninya penuh dan pendapatannya bagaimana,” ucapnya.

Atas dasar itu, ia meminta agar RSUD berkomunikasi dengan DPRD dan Pemkot Bogor untuk membahas hal tersebut. “Kalau disetujui dan tidak melanggar aturan, saya kira lebih baik menggunakan tower tersebut. Apalagi letaknya tepat di belakang RSUD,” ungkap dia.

Ridho menegaskan bahwa sebagai organisasi sosial, GMKB paham betul kondisi RSUD Kota Bogor, terutama saat pandemi berlangsung. “Kami paham kondisinya, kebanyakan pasien yang dirawat itu berasal dari luar daerah. Sehingga sudah seharusnya sarana prasarana RSUD ditambah,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr Ilham Chaidir mengatakan pihaknya melalui Pemkot Bogor mengajukan anggaran sebesar Rp255 miliar.

“Jadi total anggaran Rp255 miliar yang diajukan, itu bisa dibuat bangunan super modern, tapi ternyata hanya di-ACC Rp20 miliar,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan konsultasi dengan tim pembuat Detail Engineering Design (DED) ana Rp20 miliar hanya dapat digunakan untuk membangun pondasi untuk 4 lantai.

Namun, kata Ilham, pihaknya mengaku akan terus mendorong jumlah banprov, agar minimal RSUD dapat membangun IGD dan poliklinik. “Ya, mudah-mudahan bisa ditambah Rp41 miliar hingga Rp45 miliar,” ungkapnya.

Tetapi, sambung Ilham, bila banprov tetap berada di angka Rp20 miliar, mau tidak mau pihaknya harus mencari alternatif pembiayaan. “Ya, bisa kita minta bantuan pemerintah pusat. Sebab, dengan angka Rp20 miliar untuk membangun dua blok. Tentunya pembangunannya mesti dicicil,” ucapnya.

Kata dia, RSUD harus memiliki gedung baru, terutama untuk poliklinik. Hal itu lantaran bangunan poliklinik yang ada sudah berusia 30 tahun, dan sudah bocor serta tak nyaman.

“Kemudian status kita yang akan menjadi rujukan regional dan menuju rumah sakit pendidikan, tentunya membuat RSUD mesti memiliki ruangan representatif karena Bogor adalah etalase Jabar,” katanya.

Selain itu, 40 persen pasien berasal dari luar wilayah. RSUD juga sudah mampu melakukan operasi sulit dan salah satu rumah sakit pusat yang menangani kanker.

“Jadi IGD harus diperbesar, ICU diperbanyak, ruang perkuliahan dan lain-lain di gedung 4 lantai itu,” jelasnya.

**fredykristianto

DPRD Jabar Ikut Awasi Proyek Alun-Alun

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

DPRD Jawa Barat ikut mengawasi proyek Alun-Alun yang berdiri di eks Taman Topi senilai Rp13 miliar yang berasal bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Anggota DPRD Jabar daerah pemilihan (dapil) Kota Bogor, Iwan Suryawan mengatakan bahwa pihaknya meminta Pemkot Bogor menuntaskan pembangunan sesuai target. Sebab, ditenggarai progres pembangunan baru 30 persen. Sementara pekerjaan fisik harus rampung pada 7 Desember.

“Implementasi pembangunan Alun-Alun berasal dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional, kita ingatkan harus diselesaikan sesuai tahun anggaran berjalan,” ucapnya kepada wartawan, Minggu (26/9).

Kata dia, DPRD Jabar melakukan pengawasab khusus terkait penggunaan anggaran untuk proyek tersebut agar sesuai perencanaan dan tepat waktu.

Menurut dia, pengawasan terkait proyek itu akan dilakukan langsung oleh Komisi IV DPRD Jabar. “Jadi langsung diawasi khusus,” ungkapnya.

Sebelumnya, sebanyak 31 pohon ditebang untuk pembangunan tersebut. Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto meminta Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) mengkebut pekerjaan, dengan menambah jumlah tenaga kerja atau jumlah peralatan.

Sebab, ia menilai volume pekerjaan harus terus ditingkatkan tanpa menurunkan kualitas dan standar pembangunan.

Ia juga ikut menyoroti penebangan pohon yang dilakukan Disperumkim, dan bakal mengecek hal tersebut. Pasalnya, saat groundbreaking Alun-Alun Kota Bogor dan Masjid Agung beberapa waktu lalu, pihaknya langsung menanyakan Disperumkim untuk memastikan berapa jumlah pohon yang ditebang.

“Ketika itu kami menerima argumentasi bahwa pohon yang ditebang adalah pohon yang secara kualitas atau kondisi sudah layak ditebang,” jelasnya.

Kata dia, Disperumkim berjanji akan mengganti pohon yang ditebang. Jangan sampai, sambung Atang, pembangunan menggagalkan rencana konservasi pohon di Kota Bogor.

**fredykristianto

Gelar Taman Baca, KKN Uika Bantu Masyarakat Dalam Belajar Anak

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Mahasiswa KKN menggelar taman baca yang beralokasi di majlis desa setempat, guna membentu proses belajar terutama bagi anak – anak desa yang belum bisa membaca, menghitung dan mengaji.

Taman baca dibuka dari jam 09.00 – 11.00 untuk kegiatan taman baca sendiri yaitu menggambar, menonton kisah sejarah dan Nabi, serta menggambar dan berkreasi. Di taman baca juga mahasiwa menyediakan buku cerita, buku gambar, dan alat tulis.

Kegiatan dibuat semenarik mungkin, sehingga bisa menarik minat anak – anak untuk belajar bersama. Tidak hanya kegiatan yang disediakan, juga membantu anak-anak jika ada tugas yang tidak dimengerti di sekolah.

Taman baca ini mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat setempat, karena memudahkan anak – anak, serta membantu mereka dalam belajar.

“Senang sekali bisa belajar dan bercerita bersama kakak – kakak mahasiwa,” ucap Mahpud, salah satu anak.

**mg-kkn/uika

Cegah Bullying di Sekolah, Mahasiswa KKN Lakukan Workshop

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Mahasiwa KKN UIKA mengadakan workshop yang bertema “Stop Bullying” guna mencegah aksi bullying di sekolah yang marak terjadi.

Worksop diikuti oleh siswa SMP dan SMA secara bergilir di dalam kelas. Dengan menggunakan poster dan proyektor agar memudahkan siswa untuk memahami serta menarik dalam menyampaikan materi.

Melihat besarnya pengaruh bullying di sekolah yang mengakibatkan banyak anak – anak yang terkena dampaknya. Workshop sendiri  untuk mengedukasi serta mencegah bullying di sekolah.

“Semoga dengan edukakasi yang dilakukan mahasiswa dapat mencegah bullying di sekolah dan menumbuhkan rasa percaya diri terhadap para siswa,” ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Malasari, Engkus.

**mg/kkn-uika

Warga Kampung Cicere Isi Pandemi dengan Perindah Jalanan

0

Cigudeg | Jurnal Inspirasi

Warga Kampung Cicere, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mengisi kegiatan selama pandemi Covid-19 dengan cara memperindah jalanan. Kegiatan ini dilakukan selama 1 hari dan dilakukan oleh 10 orang lebih dibantu dengan mahasiswa KKN dan pengerjaanya dilakukan di sepanjang jalan sampai berakhir di Poskamling.

“Pengecetan warna-warni ini dilakukan selama masa pandemi untuk mengisi  waktu luang para warga sekaligus acara tahunan Kampung serta bertujuan untuk mengedukasi warga,” kata Adit, salah satu pengurus Karang Taruna Cicere, Minggu (26/9).

Ia menjelaskan barang – barang yang dibeli dari hasil uang swadaya warga RT dan RW setempat, dan kegiatan tersebut dilakukan di pagi hari. “Tentunya kegiatan ini tetap menerapakan protokol kesehatan serta memberikan edukasi kepada warga bahwa pentingnya menanam dan juga melestarikan tanaman,” sambung Syarifuddin selaku ketua RT setempat.

** mg/kkn-uika

PKB Kabupaten Bogor Konsolidasi Ingin Berikan Solusi Terhadap Persoalan Masyarakat

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Pengurus PKB Kabupaten Bogor terus memanaskan mesin politiknya dengan melakukan konsolidasi dengan  menggelar Musyawarah Ranting (Musran)  yang diikuti  50 Pengurus Ranting di 50 desa sedapil IV dari total 70 desa, Minggu (26/9/2021).

Kegiatan Musran yang digelar di Aula Villa Insan Mandiri, Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dihadiri Ketua DPC PKB Kabupaten Bogor Edwin Sumarga, Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Bogor Miftahudin Islam, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Erny Sugiarti serta Lukmanudin Ar Rasyid Anggota DPRD Kabupaten Bogor yang juga sebagai Korwil Pembentukan Ranting PKB di dapil IV.

Menurut Lukmanudin Ar Rasyid selaku Korwil  Pembentukan Korwil V dalam acara Musran itu, para pengurus Ranting langsung diberikan mandat penugasan partai untuk melakukan konsolidasi di tingkat ranting masing- masing untuk mewujudkan PKB di wilayah dapil IV benar benar dapat hadir di tengah masyarakat dan dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.

“Hadir di tengah-tengah masyarakat  membantu, memberi solusi terhadap persoalan persoalan yang  terjadi di masyarakat,” kata Lukmanudin Ar Rasyid.

Selaku Korwil Lukman berharap pasukan lebah  Kebangkitan Bangsa ditingkat ranting itu mampu menjadi energi positif untuk menjaga dan meningkatkan perolehan suara di Pileg dan Pilkada.

“Sesuai dengan target partai PKB mempertahankan, menambah kursi di dapil 4 dan mendorong Ketua DPC PKB Kabupaten Bogor menjadi Bupati atau Wakil Bupati Bogor di Pilkada 2024 mendatang,”tegasnya.

Dari itu Lukman bersama pasukan lebah di tingkat ranting akan berusaha keras menarik minat hati masyarakat untuk terus mencintai PKB sebagai partai yang memperjuangkan hak rakyat.

“Tentu menjaga silaturahmi dengan semua pihak tokoh tokoh yang ada di wilayah dapil empat dan terus terjun menyapa warga agar PKB unggul, di Pileg, Pilkada dan Pilpres,” pungkasnya.

**cepikurniawan