31.5 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1119

PPKM Terkesan Diabaikan, Pengunjung Kebon Jati Langgar Prokes

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Meski pemerintah kembali memperpanjang PPKM Level 4 di Kabupaten Bogor, namun sejumlah tempat wisata yang ada di wilayah selatan ramai dikunjungi wisatawan. Keramaian wisatawan yang memanfaatkan hari libur 17 Agustus terlihat di lokasi wisata alam Kebon Jati, di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Selasa (17/8).

Parahnya lagi, para pengunjung banyak yang tidak mentaati aturan protokol kesehatan (Prokes), seperti tidak menggunakan masker serta melakukan kerumuman. Kendati begitu, tidak nampak terlihat adanya Satgas Covid-19 di lokasi wisata tersebut.

Agus, wisatawan asal Desa Lemah Duhur membenarkan kondisi Kebon Jati ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun wisatawan asal luar daerah Kabupaten Bogor.  “Bukan hanya warga lokal yang datang, banyak juga warga luar dan identik dengan mata sipit alias Cina,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, berwisata ke Kebon Jati merupakan pilihan tepat warga untuk menghabiskan hari libur. Pasalnya, di lokasi wisata alam terbuka itu, warga atau pengunjung hanya mengeluarkan uang sebesar 5 ribu saat masuk.

 “Karcis masuknya murah. Sudah gitu, jajanannya juga terjangkau. Serba murah dan cocok dikantong warga dimasa pandemi Corona,” ujar Agus.

Namun, Agus menyayangkan dengan pihak pemilik tempat wisata yang tidak menerapkan Prokes saat pengunjung masuk. Dimana, di pintu masuk tidak ada petugas yang mengecek suhu tubuh pengunjung.

 “Walaupun di pintu masuk ke area resto atau tempat jajan ada tempat mencuci tangan, tetap saja masih ada Prokes yang tidak dilaksanakan,” paparnya.

Sementara, salah seorang pekerja Kebon Jati mengaku bersyukur tempat kerjanya ramai pengunjung. Padahal, selama Covid-19 suasana di Kebon Jati tidak pernah ramai dikunjungi wisatawan.  “Baru sekarang ramai lagi. Kalau kemarin-kemarin, kondisi Kebon Jati sepi pengunjung,” jelas pegawai berkulit putih dan bermata sipit tersebut.

Sambil menyapu, wanita yang namanya enggan disebutkan itu pun mengungkapkan, selama masa pandemi, pemilik Kebon Jati merumahkan beberapa pegawai.

 “Mau bagaimana lagi, pemilik juga tidak bisa menggaji karyawan selama ada Corona. Jadi sebagian pegawai di rumahkan, sekarang saja ada dua office boy (OB) di rumahkan,” imbuhnya.

Ia berharap, pemerintah tidak lagi memperpanjang PPKM sehingga kondisi tempat wisata kembali normal dan pegawai pun bisa bekerja seperti dulu.  “Ya saya sih berharap Covid-19 segera berakhir. Dan PPKM dicabut pemerintah agar warga bisa bekerja kembali,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Serasa Belum Merdeka, Warga Banyuasih Minta Jalan Segera Dibangun

0

Cigudeg l Jurnal Bogor

Lagi, warga Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor kembali mempertanyakan status jalan milik Kabupaten Bogor, tepatnya di jalan Cikawung- Banyuasih yang keadaanya  sudah puluhan tahun hingga saat ini belum pernah tersentuh pembangunan.

Kepala Desa Banyuasih Saepul Hupad menyatakan, bahwa sejak 17 Agustus 1945 sampai dengan 17 Agustus 2021, bangsa Indonesia sudah 76 tahun merdeka. Namun dengan kondisi jalan yang sampai hari ini belum pernah dibangun membuat warga Desa Banyuasih belum merasakan merdeka sepenuhnya.

“Sudah puluhan tahun belum tersentuh pembangunan. Jalan Raya Cikawung-Banyuasih butuh kemerdekaaan,” kata Saepul Hupad kepada Jurnal Bogor, Selasa (17/8).

Menurutnya, Jalan Raya Cikawung-Banyuasih adalah salah satu jalan milik Pemerintah Kabupaten Bogor yang berada di wilayah Kecamatan Cigudeg. Keberadàan jalan yang layak tentu sangat dinantikan masyarakat Banyuasih.

“Kami  berharap kepada Bupati Bogor Ade Yasin untuk segera memproritaskan jalan untuk warga Banyuasih khususnya umumnya untuk warga Cigudeg. Musababnya jalan ini merupakan akses sentral menuju pusat pendidikan, pemerintahan, kesehatan, pertanian, serta  jalur menuju pasar tradisional,” jelas Kades.

Dia menyebutkan, jalan Cikawung-Banyuasih ini total jarak 8,7 kilometer dan yang sudah terbangun hanya 3,5 kilometer. “Sisanya 5,5 km  yang belum terbangun kami mohon agar tahun ini ada kepastian Jalan Cikawung-Banyuasih untuk segera dilakukan pembangunan,” harapnya.

Ia menerangkan, sejak tahun 1984 setelah pemekaran Desa Banyuasih dari Desa Banyuresmi, jalan ini belum pernah tersentuh pembangunan betonisasi maupun  pengasapalan. “Sekali lagi kami memohon kepada Bupati  Bogor Ade Yasin agar ditahun 2021 ini jalan tersebut menjadi perhatian serius dan segera ada realisasinya,” tandasnya.

** Arip Ekon

Libur 17 Agustus, Jalur Puncak Ramai Lancar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Jalan Raya Puncak kerap dipadati oleh para pengunjung untuk berwisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Namun saat peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke – 76 pada tanggal 17 Agustus 2021, Selasa (17/8), Jalan Raya Puncak terpantau ramai lancar.

Terlihat beberapa pengunjung menggunakan roda dua yang kebanyakan dari daerah Jakarta memasuki kawasan Puncak dan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada hari libur ini, jalan tol menuju arah Puncak ditutup sementara waktu.

Meski pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diperpanjang hingga tanggal 23 Agustus masyarakat dari berbagai daerah datang ke Puncak untuk berwisata dan sekedar berkumpul bersama teman, pasangan, hingga keluarga.

“Saya dan teman – teman saya dari Jakarta mau ke Puncak untuk berwisata dan menghilangkan jenuh,” ujar Khafi, pengunjung Puncak saat dimintai keterangan Jurnal Bogor, Selasa (17/8).

Selain itu terlihat di Simpang Gadog arus lalu lintas terpantau lancar, terdapat penutupan sistem satu arah dari siang hari hingga sore hari, para pengguna roda dua bisa melintasi Jalan Raya Puncak. “Ya tadi ada penutupan di Jalan Gadog tapi motor boleh melintas,” ujar Ari, rekan Khafi.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara resmi diperpanjang oleh pemerintah pusat tadi malam 16 Agustus 2021 hingga tanggal 23 Agustus 2021 yang disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers secara daring melalui akun youtube Sekretariat Presiden Senin (16/8) malam.

Perpanjangan PPKM membuat sebagian masyakarat merasakan jenuh dan stres akibat kurangnya hiburan. “PPKM membuat stres dan itu bisa menurunkan imun tubuh makanya kami mencari hiburan sesekali namun tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” tambahnya.

Dengan melakukan berbagai aktivitas diluar rumah diharapkan masyakarat selalu mematuhi prokotol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

** Yudha Rezky Diliantoro-mg/UP

Sekolah Alam Depok Gelar Vaksinasi Covid-19 Tahap I Bagi Siswa dan Masyarakat Sekitar

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Sekolah Alam Depok menggelar vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac tahap I bagi siswa SMP dan masyarakat sekitar. Kegiatan yang diikuti sebanyak 350 peserta ini dilaksanakan di Sekolah Alam Depok yang berlokasi di Kp Bedahan, Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (16/8/2021).

Menurut Wakil Kepala Sekolah Alam Depok (SD) Anisa Tri Widyasari, prioritas utama vaksinasi adalah masyarakat sekitar Sekolah Alam Depok ini yang datanya didapat dari RT dan RW setempat.

“Kami mau bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Dokpol Depok, karena disini belum ada kegiatan vaksinasi untuk masyarakat sekitar dan juga ini sebagai bentuk kepedulian sosial kita. Dan kebetulan mendapat sponsor dari Keluarga Alumni Teknik Universitas Gadjah Mada (KATGAMA) dan Majelis Taklim Qurrota A’yun dan kami sebagai pelaksana kegiatan vaksin Covid-19 ini,” ucapnya.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 pagi hingga 12.00 siang ini dibagi menjadi 4 sesi. Tiap sesinya terdiri dari 75 peserta guna menghindari penumpukan. Karena kuota sudah ditentukan, vaksinasi ini tidak bisa bagi yang mendaftar secara mendadak pada saat kegiatan berlangsung, karena ini hanya diperuntukkan bagi siswa dan masyarakat yang sudah terdaftar datanya.

Senada, Kepala Sekolah Alam Depok (SMP), Budhi Santoso mengatakan, salah satu visi misi Sekolah Alam Depok adalah pemberdayaan masyarakat atau kebermanfaatan sekolah untuk masyarakat dan kegiatan ini adalah salah satu bentuk sosialnya. “Dan adanya kerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Dokpol Depok jadi kita fasilitasi,” jelasnya.

** Khoirun Nisa-mg/UIK

Kedung Badak Tiadakan Perayaan 17 Agustus

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Ketua RT di wilayah Kedung Badak, Omeb Rahmat Saepudin imbau warganya untuk tidak melakukan berbagai kegiatan perlombaan 17 Agustus 2021. Mengingat bahwa adanya larangan dari pemerintah mengenai tidak diadakannya perlombaan 17 Agustus yang akan berpotensi menimbulkan kerumunan antarwarga.

Terlebih karena warga Kedung Badak yang setiap tahunnya terbiasa mengadakan berbagai perlombaan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia.

“Ya untuk saat ini di lingkungan RT 003 dan RW 002 tidak diadakan perlombaan, karena di masa pandemi covid-19 ini, kita harus waspada untuk menghindari kerumunan yang akan menimbulkan cluster baru. Ya walaupun di Kota Bogor sudah zona orange bukan berarti kita sudah aman, akan tetapi tetap kita harus selalu waspada dan menghindari hal-hal yg akan menimbulkan kerumunan,” ujarnya, Selasa (17/8).

Seperti halnya tahun lalu yang juga tidak diberlakukannya perlombaan 17 Agustusan di lingkungan tersebut. Namun kegiatan seperti menghias lingkungan rumah dengan pernak-pernik bernuansa Merah Putih tetap boleh dilakukan.

“Karena ngga ada kegiatan lomba apapun jadi kalo menghias pekarangan rumah boleh aja, karena itu kan hal yang setiap tahun kita lakukan bersama seperti memasang bendera atau mendekorasi pernak-pernik itu lebih bagus,” tambahnya.

Tampak terlihat wilayah RT 03 Kedung Badak tidak adanya kegiatan perlombaan apapun. Karena Omeb yang sudah sering mengimbau kepada para warganya untuk tidak melakukan kegiatan apapun pada tanggal 17 Agustus agar tidak menimbulkan kerumunan warga sekitar.

Maka ia pun berharap di tahun yang akan datang warganya dapat kembali melaksanakan perlombaan yang menyenangkan dan meriah seperti sediakala.

** Edfyra Amelia-mg/UP

UIKA Bogor Berikan Gelar Sarjana Kehormatan Kepada Sukarelawan Covid-19 Saeful Bahri

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Universitas Ibn Khaldun Bogor memberikan gelar sarjana kehormatan kepada almarhum Saeful Bahri, mahasiswa Fakultas Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat. Penghargaan tersebut diberikan secara langsung Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor oleh Dr. H. E Mujahidin kepada keluarga almarhum dalam puncak perayaan HUT RI ke-76.

Anugrah ini diberikan UIKA setelah mendapat pengesahan dari sidang senat universitas pada 12 Juli 2021 sepekan setelah wafatnya Saeful. Dalam sambutannya Rektor UIKA menyampaikan, anugrah ini penting diberikan sekaligus sebagai rasa bangga UIKA atas kiprah Saeful sebagai sukarelawan di Puskesmas Warung Jambu yang juga terlibat aktif dalam kegiatan pencegahan dan penanggulan Covid-19 di masyarakat sepanjang pandemi ini.

“Kami memastikan Syaiful layak dengan gelar Sarjana ini, anugrah ini diberikan karena almarhum telah menyelesaikan seluruh tanggungjawab akademik selama menempuh pendidikan di UIKA,” jelas Rektor lebih lanjut.

Sementara itu Dekan Fakultas Kesehatan Fenti Dewi Pertiwi, S.Kep., Ners., M.K.M juga membenarkan aktivitas sukarelawan Covid-19 yang dijalani Saeful sepanjang pandemi. Bahkan menurutnya, Syaful aktif membantu keluarga besar UIKA untuk mendapatkan vaksin.

Diakui Fenti, sepanjang pendidikan Saeful memang terkenal aktif dalam banyak kegiatan kampus. Pribadi yang supel dan suka menolong ini menjadi sosok yang sangat diandalkan rekan sejawatnya. Sebelum meninggal Saeful tercatat sebagai sukarelawan aktif di Puskesmas Warung Jambu, Kota Bogor.

“Anak ini tergolong bagus prestasi akademiknya dan mudah beradaptasi sehingga setelah selepas kegiatan Pengalaman Belajar Praktik di Puskesmas Warung Jambu, dia dilibatkan dalam berbagai kegiatan sukarelawan di Puskesmas ini. Harusnya Saeful akan ujian skripsi di tanggal 21 Juli 2021. Tetapi qodarullah tanggal 8 Juli 2021 Syaiful meninggal dunia di RS PMI Bogor,” pungkas Fenti lebih lanjut.

Duka mendalam tentunya dirasakan keluarga Syaiful, ayah Syaiful Ma’mur Hidayat tak kuasa menahan pilu saat anugrah kehormatan tersebut diberikan Universitas Ibn Khaldun kepada keluarga. Yang terucap dari lisan pria paruh baya ini adalah rasa syukur tak terhingga.

Choirunnisa, kakak Syaiful mewakili almarhum menerima anugerah terserbut juga tidak kuasa menahan tangis dalam prosesi pengukuhan gelar sarjana untuk almarhum Syaiful. “Ipul ulet, tekun, dan suka menolong, kami mewakili keluarga sangat terharu dengan anugerah sarjana yang diterima Syaiful hari ini. Setidaknya adik saya akan tersenyum bahagia dengan capaian yang sangat dinantikannya sejak lama,” tutupnya.

**ass/dewi-uik

Ade Yasin Apresiasi Vaksinasi Massal Sentul City

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

PT Sentul City Tbk bekerjasama dengan Satuan Tugas Covid-19 Kecamatan Babakan Madang, Kodim 0621/Kabupaten Bogor dan Warga Sentul City menggelar kegiatan vaksinasi massal pada 16-18 Agustus 2021.

Bertempat di Gedung Sentul International Convention Center (SICC), Sentul City, Kabupaten Bogor, kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Bogor Ibu Hj Ade Yasin, Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol (Inf) Sukur Hermanto serta diikuti sekitar 5.000 peserta.

Selain menggelar vaksinasi, yang menarik dan menyentuh hati pada kegiatan ini yakni setiap warga yang di vaksin mendapat bingkisan bahan pokok melalui Program Sentul City Peduli Sesama.

Pada kesempatan itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengapresiasi percepatan vaksinasi yang dilakukan PT. Sentul City. Ade berharap semua pelaku usaha di Kabupaten Bogor mencontoh apa yang dilakukan PT. Sentul City hari ini.

“Sudah tugas kita untuk mengvaksin seperti yang disampaikan Pak Menko Marves bahwa target empat juta sekian atau dua juta lebih itu masih cangkupan target yang kecil. Jadi kita harus bergotong royong bersama semua pihak untuk melakukan percepatan vaksinasi sehingga target yang disampaikan 100 ribu per hari bisa tercapai,” ucapnya, Senin (16/8).

Menurut Ade, vaksinasi massal yang dilakukan Sentul City sangat membantu pemerintah dalam percepatan vaksin karena pemerintah pun tidak bisa bergerak sendiri tanpa ada bantuan dari semua pihak.

“Mudah mudahan jika acara ini sukses kedepan bisa kembali melaksanakan vaksinasi yang serupa. Ini juga langkah simpatik dari Sentul City yang mempermudah masyarakat untuk melakukan vaksin,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT. Sentul City,Tbk., Tjetje Muljanto menuturkan, program ini dilayangkan oleh Manajemen PT. Sentul City, Tbk dalam mewujudkan perannya sebagai perusahaan swasta yang memiliki komitmen yang kuat sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. “Fokusnya adalah Sentul City berbagi untuk tujuan agar warga sehat,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panita pelaksana Sentul City Peduli Vaksin Novi Kaligis menambahkan, dalam rangka rasa syukur kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-76 tahun maka program vaksin massal ini disertai dengan bingkisan yang isinya paket bahan pokok sehari-hari.

“Kami memahami bahwa dimasa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung ini banyak warga masyarakat, khususnya warga di kawasan Kecamatan Babakan Madang yang membutuhkan uluran tangan secara nyata paling tidak sekedar kebutuhan bahan pokok pangan mereka. Melalui Program Sentul City Peduli Sesama kami sangat komit untuk membangun dan meningkatkan solidaritas sosial sesama anak bangsa,” imbuhnya.

Novi menjelaskan, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mengingat jumlah peserta yang mencapai kurang lebih 5.000 orang. Adapun mekanisme pelaksanaannya, dihari pertama yang di vaksin sebanyak 1.500, demikian juga hari kedua sebanyak 1.500 dan hari terakhir sebanyak 2.000 peserta.

Untuk menghindari kerumunan dan penumpukkan, peserta juga diatur kedatangannya sesuai jam kedatangan. Ia pun optimis bahwa pelaksanaan kegiatan ini akan efektif karena sejak awal selalu berkolaborasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kecamatan Babakan Madang khususnya Satgas Covid 19 Kecamatan dalam hal mekanisme dan teknis pelaksanaan vaksin Covid-19.

“Peserta yang mendaftar mayoritas dari Kecamatan Babakan Madang yang berada di sembilan desa yaitu Desa Babakan Madang, Bojong Koneng, Cijayanti, Cipambuan, Citaringgul, Kadungmangu, Karang Tengah, Sentul dan Sumur Batu meskipun ada juga warga dari wilayah lain kita layani juga,” paparnya.

Selain orang dewasa, panitia menerima peserta vaksin dalam usia 12 tahun keatas sesuai ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Untuk usia tersebut, saat vaksinasi diwajibkan di antar orangtua dan membawa Kartu Keluarga.

“Kita ketahui bersama bahwa Ibu Bupati Bogor telah melaunching vaksinasi remaja tanggal 12 Agustus 2021 lalu di Stadion Pakansari Cibinong. Jadi kami meresponi adanya vaksin remaja di wilayah kami” tegasnya.

Selain itu, lanjut Novi, panitia juga akan melaksanakan pelayanan warga untuk vaksin kedua. Syaratnya, peserta membawa sertifikat vaksin pertama dan vaksinasi pertama tersebut sudah lebih dari 28 hari atau satu bulan.

“Untuk yang baru pertama kali vaksin, syaratnya harus membawa KTP dan copynya, Kartu Keluarga (KK) dan copynya sedangkan bagi yang masih berusia 12 tahun keatas cukup membawa KK dan copynya, serta diharapkan setiap peserta membawa pulpen,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

HUT RI, SBY Ajak Bergandengan Tangan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab disapa SBY, memberi pesan di Hari Kemerdekaan RI ke-76. Pesan itu disampaikan bersamaan peringatan detik-detik proklamasi HUT RI.

SBY mengajak seluruh masyarakat, untuk bergandengan tangan dalam melewati masalah yang tengah dihadapi bangsa saat ini.

“Sebagai manusia dan bangsa yang beriman, kita harus yakin bahwa badai akan berlalu, Insya Allah. Mari kita bergandengan tangan untuk mengatasi permasalahan dewasa ini, menuju Indonesia yang makin baik dan makin maju di masa depan,” ucap SBY dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (17/8).

SBY juga berharap, Indonesia terus maju, rukun dan damai. Serta makin adil dan sejahtera. Hari ini adalah Hari Kemerdekaan, kata SBY. Maka sepatutnya, selain sudah pasti bersyukur kepada Allah SWT, juga berterima kasih kepada para pendiri Republik Indonesia.

“Bicara soal kemerdekaan, di samping kita mesti bersyukur kepada Allah, Tuhan yang Mahakuasa dan berterima kasih kepada para pendiri Republik dan semua yang telah mengisi kemerdekaan dari generasi ke generasi, kita mesti terus melihat ke depan bagaimana negara yang kita cintai ini,” jelas mantan Ketum Partai Demokrat itu.

Pada kesempatan itu, SBY juga menyinggung masa pandemi Covid-19 yang telah menjadi tantangan dan ujian besar bangsa. Pemerintah, lanjutnya telah berupaya gigih untuk mengatasi krisis ini. Namun, dia mengatakan bahwa pekerjaan belum selesai.

“Pemerintah dan masyarakat masih harus melanjutkan upayanya. Rakyat patuh dan menjalankan kebijakan pemerintah, pemerintah mendengarkan suara rakyat, dan memenuhi harapan-harapannya,” kata SBY.

**ass/viva

Dirut Bank Kota Bogor Pimpin Upacara HUT RI

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Perumda BPR Bank Kota Bogor menggelar upacara peringatan HUT Republik Indonesia ke-75 tahun 2021 di halaman kantor busat Bank Kota Bogor, Selasa (17/8). Upacara dipimpin langsung Direktur Utama Bank Kota Bogor, Ibrahim.

Sementara upacara HUT RI ke-76 tersebut dilakukan mulai pukul 07:00 pagi yang dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Sedangan yang hadir dalam upacara itu hanya direksi, manajer dan kepala kantor kas, serta sisanya seluruh karyawan mengikuti upacara melalui virtual zoom.

**prast/ap

Tidak Bisa Pasang Bronjong, Proyek Samisade Semplak Barat Dikerjakan Warga Luar

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Pembangunan Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor selalu dimonitor Camat Kemang selaku pembina dan pengawas Samisade, Camat meminta pembangunan Samisade di 8 desa yang ada di Kecamatan Kemang jangan keluar aturan.

Menanggapi pembangunan Tembok Penahanan Tanah (TPT) Bronjong di Desa Semplak Barat, Camat mewarning terkait padat karyanya. Pasalnya pekerjaan yang melibatkan pegawai dari luar itu harus seusai musyawarah dan rujukan dari Ketua TPK.

“Kalau misalnya ada pekerjaan yang harus dikerjakan oleh tim ahli melibatkan pegawai dari luar, itu harus ada adendum dan hasil musyawarah dilampirkan sesuai kesepakatan asalkan itu tim ahli dan untuk pekerja kasar itu harus melibatkan masyarakat setempat sesuai juknis Samisade,” kata Camat Kemang Edi Suito kepada wartawan, Senin (16/8/2021).

Camat melanjutka, jika hal itu terpenuhi dan memang sudah kesepakatan bersama hasil musyawarah tidak menjadi masalah, asalkan padat karya itu harus ada masyarakat karena untuk membuka lapangan pekerjaan ditengah pandemi Covid-19 seperti ini

“Harus ada berita acara ada acara rujukan dengan hasil musyawarah,” tegasnya.

Camat Edi Suito menekankan kepada para kepala desa terkait Samisade tetap harus mengikuti prosedur tidak boleh melakukan hal yang melawan hukum dalam peosos pelaksanaan.

Sementara Menurut Sekertatis Desa Semplak Barat Asep Mulyana, dia tidak menampik dalam pengerjaan pembangunan TPT Bronjong di dua RW yaitu, RW 07 dan 04 Desa Semplak Barat memang ada 6 orang luar yang dilibatkan itu pun hanya yang memiliki keahlian khusus.

“Jadi sudah kita tanya kepada warga apakah ada yang sanggup mengerjakan bronjong ternyata tidak ada, terpaksa kita beli bronjong dari material sekaligus suruh memasangkannya, tapi kita juga melibatkan masyarakat setempa untuk yang kulinya ada 8 orang,” ujar Asep Mulyana.

Asep melanjutkan, titik Samisade itu dibuat untuk membangun TPT karena tebingan itu memang mengancam keselamatan warga. Sehingga untuk mengantisipasi bencana longsor yang lebih besar, pemerintah desa mengalokasikan dana Samisade tahap pertama ini yang nominalnya mencapai Rp 400 juta ini untuk pembangunan turap tebing dengan menggunakan bronjong.

“Ada dua titik pembangunan TPT Tebing dengan bronjong, yaitu di RW 04 dan RW 07. Untuk di RW 04 volumenya sebesar 960 meter kubik dan ini yang kita kunjungi yang berada di RT01/07 400 meter kubik, dengan panjang 25 meter dan ketinggian tebing 15 meter.” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan