31.5 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1118

488 Warga Binaan Lapas Paledang Dapat Remisi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 488 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bogor mendapat remisi umum HUT Kemerdekaan RI ke-76.

Dari 488 warga binaan yang mendapat remisi, sebanyak 482 orang mendapat Remisi Umum (RU I), 6 orang Remisi Umum (RU II). Dengan rincian, 3 orang langsung bebas dan 3 lainnya menjalani subsider.

Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Kepala Lapas Kelas II A Bogor, Waskito secara simbolis menyerahkan remisi kepada dua WBP di Graha Sahardjo, Lapas Kelas II A Bogor, Jalan Paledang, Kota Bogor, Selasa (17/8).

Remisi yang didapat dan diberikan kepada warga binaan menurut Bima Arya, tidak saja sebagai apresiasi bagi warga binaan yang selama ini sudah menjalankan semua proses dengan berperilaku baik, tapi juga menjadi satu bentuk evaluasi meningkatkan kualitas pembinaan di Lapas Kelas II A Bogor.

“Saya ucapkan selamat kepada WBP yang mendapat memperoleh remisi. Remisi ini satu hak yang harus dipenuhi, pesan yang disampaikan Menteri Hukum dan HAM, bapak Yasonna Laoly agar warga binaan tetap menjalani proses sisa masa pembinaan di lapas dengan baik. Insya Allah semoga remisi yang didapat ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup untuk meningkatkan ketaqwaan dan kehidupan agar betul-betul bisa diterima di tengah-tengah kehidupan sosial di masyarakat,” kata Bima Arya.

Sesuai dengan tema HUT Kemerdekaan RI ke-76, Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh, diyakini Bima Arya bahwa semua proses yang dijalankan, termasuk para warga binaan yang pada akhirnya membuat semuanya lebih tangguh dan terus tumbuh.

Terkait kapasitas lapas yang sudah mulai penuh, Bima Arya mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Lapas, rencananya akan di pindah namun harus dibahas lebih lanjut terkait teknis, tempat, lokasi dan lainnya.

“Saya dan Kepala lapas akan berkomunikasi dengan pihak kementerian terkait untuk proses teknis kedepannya seperti apa,” ujar Bima Arya.

Kepada Kepala Lapas Kelas II A Bogor dan jajaran, Bima Arya menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan peran aktifnya yang ikut membantu dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19 dengan melaksanakan akselerasi vaksinasi bagi seluruh warga lapas. Disamping melakukan pembinaan bagi warga lapas.

“Ikhtiar yang dilakukan luar biasa. Kesehatan di lapas juga diperhatikan dan dilakukan edukasi tentang prosedur hidup sehat, karena bagaimanapun juga semua yang ada di lapas adalah warga yang harus diperhatikan juga,” jelas Bima Arya.

Bima menjelaskan, berdasarkan data menunjukkan kondisi yang baik, namun demikian penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin tetap harus dijalankan semua.

** Fredy Kristianto

KPC Bentangkan Merah Putih di Sungai Ciliwung

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) bersama Satgas Naturalisasi Ciliwung Kota Bogor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), komunitas pegiat alam Genk Rass Fams (GRF) membentangkan bendera merah putih sepanjang 33 meter x 1,5 meter di aliran Sungai Ciliwung, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (17/8).

Untuk membentangkan bendera raksasa tersebut, mereka menggunakan dua  perahu karet yang dihuni 12 orang. “Jadi pada tahun ini Satgas dan KPC serta berbagai komunitas lain konsepnya di air, agar biar esensinya pembenahan sungai dipahami,” ujar Komandan Sektor 5 Satgas Naturalisasi Sungai Ciliwung, Ozi.

Menurut dia, kesulitan untuk membentangkan bendera di atas air yakni untuk melawan arus. Meskipun kedalaman hanya sekitar 1 meter. “Hambatan di arus bawah, karena bendera itu kan harus membentang. Ketika kita bentangkan itu makanya kita gunakan 12 orang,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota KPC Omar Abdillah mengatakan bahwa kegiatan ini baru pertama kali dilakukan. Tujuannya adalah agar semua pihak bekerjasama dalam menjaga Ciliwung.

“Kondisi Ciliwung masih memprihatinkan, seperti belum merdeka. Makanya kami ingin mengubah mindset warga agar dapat menjaga Ciliwung,” katanya.

** Fredy Kristianto

Optimalkan Perda Santunan Kematian

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Banyaknya anak-anak di Kota Bogor kehilangan orangtua saat pandemi Covid-19. Kondisinya semakin sulit disaat kedua orang tuanya tiada. Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menyebut bahwa Pemkot bisa menggunakan Perda Santunan Kematian yang sudah disahkan oleh DPRD sebagai langkah awal penanganan.

“Perda santunan kematian sudah kita sahkan dan bisa menjadi salah satu upaya untuk bisa digunakan membantu keluarga, anak-anak yang ditinggal wafat orang tuanya akibat covid-19,” kata Atang, Selasa (17/8).

Didalam Perda Santunan Kematian, warga Kota Bogor yang tidak mampu mendapatkan santunan sebesar Rp 2 juta. Dengan rincian uang duka Rp 1 juta dan uang pemulasaran Rp1 juta.

Kendati demikian, Atang menilai selain memaksimalkan perda santunan kematian, perlu ditambah dan diperkuat dalam program yang lebih khusus lagi. Seperti beasiswa pendidikan sekaligus jaminan sosial.

“Perda ini bisa jadi solusi awal, karena payung hukum sudah ada. Namun, berikutnya perlu dicarikan program lain yang berkelanjutan, seperti beasiswa pendidikan dan jaminan sosial dari APBD. Mumpung sedang membahas KUA PPAS APBD, kita akan carikan solusi bersama dengan TAPD Pemkot”, pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Rayakan HUT RI, Gus M Karnaval Kelilingi Tempat Bersejarah di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Beragam cara unik bisa dilakukan masyarakat untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh Anggota DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri (ASB), yang melakukan karnaval keliling kota sambil mengayuh sepeda ontel hingga menunggang kuda.

Dalam giat tersebut, pria yang akrab disapa Gus M ini menggandeng kaum milenial dari berbagai Organisasi Sayap PPP, untuk mengelilingi berbagai tempat bersejarah di Kota Bogor, Selasa (17/8).

“Kami mendatangi Museum Perjuangan Kota Bogor, dimana tempat para pejuang Kota Bogor dan persenjataan zaman dulu yang digunakan para pejuang Kota Bogor,” ujar Gus M.

Karnawal pun dilanjutkan dari museum Perjuangan di kawasan Jalan Merdeka, ke Museum PETA di Jalan Jenderal Sudirman. Lalu dilanjut ke gedung DPRD Kota Bogor.

“Kami ingin menyampaikan pesan agar warga Kota Bogor harus lebih menjaga imunitas dalam menghadapi pandemi. Dimana kasus Covid-19 sudah melandai di Kota Bogor,” ungkapnya.

Kata dia, semangat perjuangan harus terus digelorakan pada generasi muda mempunyai jiwa patriotisme dan nasionalisme.

Dalam karnaval tersebut, Gus M mengenakam sarung dan topi laken sedangkan puluhan orang yang ikut karnaval, menggunakan sepeda berbagai jenis, mulai dari sepeda klasik seperti BMX hingga sepeda kekinian seperti sepeda lipat.

“Semua ada. Ini sebuah refleksi perjalanan sejarah kemerdekaan juga dunia sepeda. Anak-anak muda memaknai kemerdekaan dengan menyusuri jalan-jalan dan lokasi bersejarah di Kota Bogor,” paparnya.

** Fredy Kristianto

BPPSDMP Peringati HUT RI ke-76, Momentum Wujudkan Petani Maju Mandiri dan Modern

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian  Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan melalui peringatan HUT RI ke-76 mengajak seluruh jajarannya insan pertanian Indonesia menjadi pelopor atau pejuang dalam mewujudkan kedaulatan pangan  untuk bangsa ini. Caranya dengan berkontribusi positif dalam bentuk kerja nyata sekecil apapun sesuai kemampuan, bidang tugas, dan profesi masing-masing.

“Ayo jadi pelopor bagi keluarga, lingkungan, dan bangsa Indonesia. Kontribusi positif sekecil apapun sangat berguna untuk kemajuan bangsa dan negara ini,” ungkap Kabadan melalui seluler, Selasa (17/08).

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, jargon NKRI Harga Mati kerap ditemui di banyak tempat. Implementasinya ditataran politik dan ideologi kebangsaan harus dirumuskan secara pasti. NKRI harus dipertahankan, selain karena kesejarahan NKRI yang kuat, merupakan amanah para pendahulu bangsa ketika memerdekakan Republik Indonesia. Jadi NKRI tak bisa diubah harus tetap kokoh dan kuat.

Upaya untuk mensejahterakan dan mewujudkan keadilan sosial bagi 273 juta jiwa adalah tugas berat yang harus segera di laksanakan dengan serius, karena kalau terlambat bisa menimbulkan disintegrasi bangsa.

Konteks berperang saat ini tidak lagi mengangkat senjata melawan penjajah. Namun berperang untuk mengatasi berbagai masalah bangsa, seperti, covid 19 yang sudah lebih dari satu tahun menghantam tatanan kehidupan kita, regenerasi petani, masalah lahan sempit, khususnya di Jawa, kualitas tanah banyak yang rusak, karena penggunaan pupuk dan pestisida berlebihan, dan tidak menghiraukan bagaimana nasib tanah ke depan, permodalan dimana petani belum menyerap Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara maksimal, kemampuan petani dalam penyerapan teknologi yang berkembang relatif masih perlu didorong.

Hal lain petani kita belum terbiasa mengelola aspek bisnis dalam kegiatan pertaniannya mulai dari hulu sampai hilir padahal dihilir ada nilai tambah yang sangat besar.

Diharapkan, komitmen seluruh para pegawai lingkup BPPSDMP Kementerian Pertanian  untuk mempersatukan diri dapat terus ditindaklanjuti secara nyata. Makna hari kemerdekaan dalam konteks kekinian adalah orang yang konsisten memperjuangkan sesuatu untuk perubahan ke arah yang positif.

Kerja Nyata untuk bangsa ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tapi juga seluruh komponen masyarakat. Jangan sampai pengorbanan para pendahulu menjadi sia-sia karena sikap ketidakpedulian kita.

Kabadan menambahkan, jika setiap individu mampu melakukan hal keteladanan, dapat dibayangkan efek yang dapat dihasilkannya. Berbagai persoalan yang kita hadapi jauh lebih mudah teratasi karena semua kita memiliki integritas yang tinggi.

** T2S/BBPP Batu

Pemuda dan Santri Ziarah ke Makam Sholeh Iskandar dan Bedah Buku Ngaliwet Kemerdekaan

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Memperingati kemerdekaan RI yang ke-76 menjadi momentum penting untuk merenung atau refleksi akan sejarah panjang perjuangan para pendiri bangsa dalam upaya merebut kemerdekaan dari para penjajah.

Dalam momentum ini, BMI Kabupaten Bogor bersama Forum Silaturahmi Pemuda Desa Pasarean (FORSIPA) dan Rumah Santri menggagas rangkaian kegiatan Napak Tilas sekaligus ziarah ke makam pahlawan asal Pasarean yakni KH. Soleh Iskandar dan Bedah Buku “Seteru 1 Guru” serta ngaliwet Kemerdekaan, Senin (16/08/20).

Ketua FORSIPA menuturkan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada generasi muda akan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. “Kegiatan ini selain kami mendoakan para pahlawan telah gugur dengan melakukan ziarah, juga untuk mengingatkan kembali perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kepada generasi muda,” tutur Heri Gunawan

Ia menambahkan, bahwa di tanah Pasarean banyak terlahir pahlawan yang vokal dalam melawan para penjajah, diantaranya ada K.H Abdul Hamid yang namanya diabadikan sepanjang jalan Cemplang sampai Parabakti, dan K.H Sholeh Iskandar yang namanya diabadikan di jalan baru Kota Bogor.

“Saya berharap semoga semangat perjuangan dan pengorbanan orang tua kita tersebut bisa memberikan motivasi kepada generasi muda untuk senantiasa bergerak dan berbuat dalam mengisi kemerdekaan ini,” tambah Bo’eng, sapaan akrabnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua BMI Kabupaten Bogor Ruhiyat Sujana memberikan pesan singkat di momentum kemerdekaan. “Kemerdekaan adalah anugerah terindah yang Allah berikan kepada kita sehingga sudah sepatutnya kita sebagai anak bangsa mensyukurinya dengan menanamkan kembali semangat nasionalisme dan patriotisme serta menanamkan semangat melanjutkan perjuangan para pahlawan kemerdekaan,” ujarnya.

Iapun menambahkan, kita punya sejarah panjang perlawanan terhadap penjajahan dimana disini banyak terlahir para pejuang kemerdekaan. “Kemerdekaan adalah kenangan yang tidak boleh dilupakan. Semangat menebar kebaikan dan semangat merawat persatuan adalah cara sederhana mengisi kemerdekaan. Jangan pernah bosan untuk berbuat kebaikan dan berpesan tentang kebaikan,” tambah Kang RS, sapaan akrabnya.

Selanjutnya ketua Rumah Santri ustad Dede Lutfhi Afifi menyampaikan semangat persatuan adalah kunci para pendahulu kita dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia. “Persatuan adalah kunci dalam merebut kemerdekaan, oleh karena perbedaan jangan sampai perbedaan ini menjadi perpecahan, mari kita bersatu kita lanjutkan cita-cita para pendahulu kita,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

HUT RI, Lapas Gunung Sindur Berikan Remisi 571 Narapidana

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi

Kepala Lapas Kelas II A Gunung Sindur Mujiarto mengatakan pada peringatan HUT RI ke-76 , Lapas  Gunung Sindur Kabupaten Bogor memberikan 571 remisi kepada para narapidana, baik itu kasus tindak pidana umum, narkotika maupun terorisme, Selasa (17/8/2021).

Dalam pemberian remisi yang digelar serentak di seluruh Lapas dan Rutan di Tanah Air salah satunya Lapas Kelas II A Gunung Sindur yang dihadiri langsung Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly secara virtual  dan di Lapas Gunung Sindur juga dihadiri  langsung oleh Muspika Kecamatan Gunung Sindur.

“Hari ini seperti biasa pada peringatan HUT RI  Lapas Gunung Sindur telah memberikan remisi kepada 571 orang diantara 6 Napi yang bebas termasuk napi terorisme,” kata Kalapas Kelas II A Gunung Sindur Mujiarto kepada wartawan.

Mujiarto mengatakan, mereka yang mendapatkan remisi, mereka yang telah memenuhi syarat salah satunya berkelakuan baik selama di dalam lapas sementara untuk napi terosisme mereka yang sudah menyatakan kesetiaannya pada NKRI.

“Termasuk yang mendapatkan remisi ada Habib Bahar itu 3 bulan dan Gayus Tambunan ini tahun ke-11 dia di lapas Gunung Sindur dengan remisi 6 bulan,” katanya.

Di lapas Gunung Sindur selain ada Gayus Tambunan dan Habib Bahar ada juga Riyan Jombang, namun Riyan Jombang kata Kalapas tidak mendapatkan remisi lantaran dia mendapatkan hukuman mati atau seumur hidup.

“Untuk Riyan Jombang tidak mendapatkan remisi karena diajatuhi hukuman mati,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Rencanakan Bebas Sampah, WCD Temui DLH

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Sebagai wujud peduli terhadap pengeloaan sampah, Core Team World Clean Up Day (WCD) 2021 wilayah Kabupaten Bogor melakukan pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor. Sebagai tuan rumah pertemuan tersebut, hadir Kadis DLH Asnan, Sekdis serta Kabid dan Kasi DLH. 

Sementara Core Team WCD diwakili Leader Wawan, serta  anggota team Angga, Bambang, Een dan Hesti. Hadir juga anggota DPRD Komisi III Kabupaten Bogor yang juga pecinta lingkungan Achmad Fathoni serta perwakilan Patriot Desa Jawa Barat Qaedi Zulfahmi.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus WCD Kabupaten Bogor menyampaikan rencana kegiatan WCD 2021 yang rencana diselenggarakan pada 12-19 September 2021, susunan Core Team serta meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bogor dalam kegiatan World Clean Up Day 2021.

Kadis LH Kabupaten Bogor menyambut baik kegiatan WCD 2021 dan siap melakukan support penuh. Ia juga menyebut pihaknya tengah berusaha agar Kabupaten Bogor bisa bebas sampah, yaitu melalui program BKGC, Bogor Antik, pembangunan TPS berbasis 3R, bank sampah serta mendorong sampah menjadi sumber energi dan pemilihan sampah.

“Kami siap suport WCD 2021. Saya sangat bahagia diingatkan oleh Pak Dewan Achmad Fathoni dan temen-temen Core Team terkait kegiatan WCD ini. Karena ini agenda tahunan,” tutur Asnan.

Sementara itu, Komisi III DRPD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni berharap Pemerintah Kabupaten Bogor bisa membantu pergerakan tersebut melalui kecamatan, desa, hingga masyarakat umum.

“Kami berharap kegiatan WCD 2021 ini menjadi titik awal untuk bersinergi antara dinas, perusahaan, bank sampah maupun komunitas lain yang sebenarnya juga terus bergerak untuk lingkungan,” imbuhnya.

Dia menyampaikan juga kepada Kadis LH, agar WCD ini menjadi kegiatan bersama semua elemen baik Komunitas, aktivis lingkungan, pemerintah dalam hal ini Pemkab Bogor maupun masyarakat umum.

“Dan untuk bisa menggalang kekompakan semua pihak itu kami membutuhkan dukungan support dari DLH, antara lain untuk menyampaikan ke Ibu Bupati Bogor agar dibuat surat edaran kepada seluruh institusi di Kabupaten Bogor melalui jalur kecamatan dan desa, serta melalui jalur SKPD-SKPD, badan dan lain sebagainya,” lanjut politisi PKS ini.

Fathoni juga meminta DLH untuk membuat edaran kepada perusahaan-perusahaan agar turut serta mensupport kegiatan ini. “Terutama giat pembersihan sampah di masing-masing institusinya. Yang perlu disepakati tanggal pelaksanaannya jatuh pada tanggal 12-19 September, dan dalam kondisi pandemi ini, kita tak mengharuskan melakukan kegiatan di hari yang sama,” jelasnya.

Selain itu, ia berharap agar dinas bisa membantu proses sosialisasi, proses edukasi yang menurutnya bisa dilakukan melalui kerjasama webinar, maupun video-video sosialisasi dan dukungan flyer. “Serta pemasangan spanduk oleh institusi yang lain termasuk semua elemen masyarakat juga mengajak KRL dan bank sampah yang telah dibina oleh DLH,” tuturnya.

Lebih lanjut, Achmad Fathoni yang juga membidangi salah satu isu tentang sampah sangat mengapresiasi dan sangat berbahagia atas adanya pertemuan ini.

“Akhirnya menghasilkan agenda bersama untuk suksesnya WCD 2021. Saya mendorong DLH untuk mengagendakan ini masuk pada program resmi dan dianggarkan di APBD di 2022, supaya nanti rangkaian acaranya bisa berlanjut tidak berhenti di momentum WCD 2021, tapi berlanjut untuk rangkaian WCD tahunan. Antara lain rangkaiannya bisa dengan BKGC  atau Bogor Antik kemudian bisa juga dirangkaikan dengan Hari Bumi, Hari Peduli Sampah dan seterusnya,” lanjutnya.

Menurutnya, gotong royong bersama adalah jalan mengatasi permasalahan-permasalahan terkait sampah ini, maka ia pun mengajak awak media untuk ikut serta, baik disosialisasi, edukasi maupun nanti di hari pelaksanaan agar bisa bersama-sama melakukan pembersihan sampah.

“Pak kadis juga menyampaikan insya Allah siap support truk sampah untuk membuang residu sampah yang dihasilkan dari pembersihan selama kegiatan WCD 2021,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Pedagang Sayur, Pengguna Jalan dan Perangkat Desa Bojonggede Hentikan Aktivitas Saat Naskah Proklamasi Dibacakan

0

Bojonggede | Jurnal Bogor

Sejumlah pedagang pedagang sayur mayur di Pasar Bojonggede dan pengendara yang  melintas di Jalan Raya Bojonggede, Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (17/8/2021), selama 10 menit  mengentikan segala aktivitasnya

Pengguna jalan dan pedagang sayur mayur tersebut mengikuti peringatan HUT RI ke-76 dengan cara mendengarkan pembacaan naskah proklamasi, lagu Indonesia Raya dan doa untuk pahlawan yang rela meraih kemerdekaan Republik Indonesia.

Tidak hanya para pendagang, warga dan perangkat Desa Bojonggede, berbaris di tepi jalan raya sambil mengibarkan bendera Merah Putih.

Kepala Desa Bojonggede, Dede Malvina mengatakan, peringatan yang dilakukan seperti itu agar warga bisa menghargai jasa pahlawan. “Ini peringatan HUT RI ke-76, kita wajib menghargai, mengenang dan mendoakan jasa-jasa pahlawan yang berjuang meraih kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dede Malvina mengatakan, momentum kemerdekaan RI harus dimanfaatkan untuk memperkuat tali persaudaraan. “Indonesia sudah merdeka, sekali merdeka tetap merdeka, mari sama-sama kita bangkit melawan virus corona,” katanya.

Sementara menurut pedagang sayur bayam, Deden (45), dirinya ikut berdiri dan mengheningkan cipta karena untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari para penjajah.

“Tadi saya bersama rekan rekan pedagang sayuran yang berada  di Pasar Bojonggede Bogor ikut berdiri mengheningkan cipta untuk memperingati HUT RI ke 76,” katanya.

Harapannya selaku pedagang sayur di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 perekonomian Indonesia semakin baik dan pandemi segera berakhir. “Harapannya agar ekonomi lancar dan pandemi segeralah berakhir,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Desa Tegal Waru Upacara HUT RI Bersama Petani di Kebun Singkong

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda, sejumlah kegiatan upacara di sebagian tempat ditiadakan secara langsung dan diganti virtual. Namun puluhan petani di Desa Tegal Waru, Kecamatan Ciampea, Kabupate Bogor, memilih tetap memperingati HUT RI ke-76 bersama Pemerintah Desa melaksanakan upacara ditengah perkebunan singkong di Kampung Ciampea Ilir, Desa  Tegal Waru, Selasa (17/8/2021).

Menurut Kepala Desa Tegal Waru Nunung Nuriah, pihaknya bersama para petani sengaja melaksanakan kegiatan upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT RI ke-76 di area pertanian karena di area pertanian itu pemerintah juga telah membangun jalan yang bakal dijadikan akses para petani dari bantuan program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) dari Pemkab Bogor.

“Jadi setelah kita melaksanakan kegiatan upacara bersama petani langsung melaksanakan kerjabakti pengecoran jalan sebagai akses untuk para petani yang ada di Desa Tegal Waru ini,” kata Nunung Nuriah kepada wartawan.

Nunung mengatakan, dalam pelaksanaan upacara bendera di HUT RI ke-76, para petani membawa cangkul dan parang, serta untuk kaum ibunya memakai daster dengan tetap menerapkan Prokes yaitu menjaga jarak dan memakai masker. “Meskipun demikian upacara  berjalan lancar dan khidmat,” katanya.

** Cepi Kurniawan