33.7 C
Bogor
Sunday, August 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1116

Halomoan Pecahkan Rekor 400 Meter Lompat Gawang Putra PON Papua

0

Minika | Jurnal Inspirasi

Atlet atletik spesialis lompat gawang Kabupaten Bogor, Halomoan Edwin Binsar Simanjuntak, sukses mempersembahkan medali emas untuk Kontingen Jawa Barat dari cabang olahraga atletik nomor 400 meter lompat gawang putra, pada putaran final, yang berlangsung di Lintasan Atletik GOR Mimika Sport Complex, Mimika Papua, Minggu (10/10/2021).

Selain mempersembahkan satu medali emas, atlet spesialis lompat gawang jebolan Pusat Pendidikan Olahraga Pelajar dan Mahasiswa (PPOPM) Kabupaten Bogor ini, juga membuat rekor baru pada PON 2021 dengan catatan waktu 51,33 detik, yang sebelumnya dipegang oleh Andrian dengan catatan waktu 51,88 detik pada PON Jawa Barat 2016 lalu.

Sementara diurutan kedua ditempati atlet asal Sumatera Utara M Khairuddin Syahputra, yang berhasil finis dicatan waktu 51,75 detik, sedangkan peraih medali perunggu diraih atlet asal Nusa Tenggara Barat atas nama Andrian dengan catatan waktu 51,77 detik, yang sekaligus pemegang rekor PON 2016 nomor 400 meter gawang putra dengan catatan waktu 51,83 detik.

Sementara itu, Ketua Umum Pengcab Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bogor, Algusri bangga denga raihan medali emas yang disumbangkan Halomoan di ajang PON 2021.

“Saya bangga Halmoan, Tyas dan Hendro Yap mampu meraih medali emas untuk Jawa Barat,” kata Algusri.

Untuk diketahi, kendati atlet berdarah Batak ini mampu menjadi yang terbaik di ajang PON 2021, namun Halomoan belum mampu memecahkan rekor atas namanya sendiri, yang diraihnya pada pada SEA Games 2019 Filipina, dengan catatan waktu 50,81 detik.

**as.pangrango

Gelar Latihan Perdana, PSHT Rambah Sadengkolot

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Desa Sadengkolot, Ranting Bogor Barat, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor menggelar latihan pencak silat perdana di halaman sekolah Yayasan Al- Kautsar Kampung Pagelaran, Sabtu (9/10) malam.

Ketua Ranting PSHT Bogor Barat Muhammad Zaini Sukrillah mengatakan, keberadaan PSHT di Kabupaten Bogor khususnya di Bogor Barat sangat diterima dengan baik oleh masyarakat. “Pancak silat ini adalah warisan budaya Indonesia, maka itu di setiap sekolah-sekolah telah menjadi kegiatan wajib yang harus adakan,” jelas Zaini.

Dia menyebutkan, pengembangan  PSHT tidak terbatas dan sangat luas. Bahkan di Kabupaten Bogor misalnya, di setiap Kecamatan sudah adanya tempat latihan masing – masing dintaranya di Kecamatan Dramaga, Ciampea serta Kecamatan Nanggung.

“Tidak menutup kemungkinan untuk usia  dewasa  kedepan yang menjadi peserta, PSHT fokuskan untuk usia Dini, SD, SMP dan SMA. Tujuannya untuk penjaringan bibit muda di bidang olahraga pencak silat,” ujarnya.

Respons dari pihak Pemerintah Kabupaten Bogor kata dia cukup baik dan dibuktikan pada setiap  event- yang diselenggarakan setiap tahunnya, banyak meraih juara. Tak hanya itu, pada November mendatang,  bakal berlangsung  event dari Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia  (BAPOPSI) di tingkat Kabupaten Bogor.

Sementara itu Sekretaris Desa Sadengkolot, Sudiman mengaku sangat mendukung pengembangan budaya seni  beladiri pencaksilat. Pasalnya, pencak silat salah satu warisan dari para pendahulu. Oleh sebab itu, pengembangan merupakan keharusan agar pencaksilat terus lestari.

Dikatakannya, meski latihan PSHT di Sadengkolot perdana diselenggarakan, akan tetapi kedepan secara bertahap  akan lebih ditingkatkan lagi. “Kami harap  ada pendamping pelatih pencak silat  dari pusat maupun Kabupaten Bogor untuk terus mendukung perkembangan program PSHT ini,” tandasnya.

Ditempat yang sama, penanggung jawab kegiatan  pencaksilat PSHT Korcam Sadengkolot, Suhartono menyatakan, PSHT berupaya mendidik siswa dan menjadi penunjang pendidikan dalam mendewasakan diri sebagai warga negara. “PSHT mendidik anggota agar menjadi manusia yang mandiri dan berbudaya. Selain itu sehat jasmani rohani,” pungkasnya.

**aripekon

Satpol PP Gerebek THM Temukan Miras dan PSK

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor pada Sabtu malam (9/10) menggerebek  Tempat Hiburan Malam (THM) di Desa Cemplang, Kabupaten Bogor. Operasi itu dilakukan usai mendapat keluhan dan laporan dari warga.

“Waktu di lokasi kita masuk ke kamar, ada satu wanita dengan laki-laki, kita periksa ada kondom juga,” ungkap Kepala Seksi Pengendalian Operasi Satpol PP Kabupaten Bogor, Rhama Kodara di Kafe Wallet.

Lebih lanjut kata Rama, tiga wanita lainnya ditemukan tengah asyik menemani para lelaki hidung belang sembari menenggak minuman keras. Menurut Rhama, keempat Pekerja Seks Komersial (PSK) itu diamankan dan dibawa ke Mako Satpol PP Cibinong untuk diasesmen.

“Sebanyak dua dus miras jenis intisari pun tak luput dari sitaan. Untuk bangunan kafe dipasangi garis PPNS dan disegel,” katanya.

Lebih lanjut Rama mengatakan, pihaknya pernah melakukan penutupan dan dia mencoba buka kembali. “Sedangkan waktu itu pernah kita kenakan sanksi denda, sudah membuat surat pernyataan ternyata dia buka lagi,” katanya.

Selain Kafe Wallet, sambung Rhama, ada beberapa titik di Bogor Barat yang menjual miras dan masih dalam penyelidikannya. “Seperti di Terminal Leuwiliang, informasinya banyak penjual miras, termasuk di Desa Girimulya, Cibungbulang, kita akan periksa,” tegasnya.

Dalam operasi tersebut, aparat Polsek Cibungbulang turut melakukan pendampingan. Kapolsek Cibungbulang AKP Agus Permana menyatakan tidak ada tempat lain selain Kafe Wallet di wilayah Cibungbulang yang melakukan praktik prostitusi.

Untuk memastikan tidak dibukanya kembali kafe tersebut, pihaknya akan melakukan pengawasan yang berkoodinasi dengan warga setempat. “Kami berharap setelah ini tidak dibuka kembali. Nanti kami pantau, kalau masih bandel juga, kita kenakan tipiring karena ini melanggar Perda,” tegasnya.

**cepikurniawan

Berkat Relawan Kampung, MTs Mathla’ul Anwar Selesai Dibangun

0

Nanggung  | Jurnal Inspirasi

Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar KH. Embay Mulya Syarif meresmikan pembangunan gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mathla’ul Anwar di Kampung Sawah RT 02 RW 04 Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor bantuan dari PIISEI (Perkumpulan Istri Istri Sarjana Ekonomi) melalui Relawan Kampung.

Selain itu dalam peresmian gedung itu hadir Kepala Desa Sukaluyu, Ketua DPD GEMA Matlahul Anwar, Ahmad Heri, Ketua DPD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor KH Azis Sarnata, Ketua PW Mathla’ul Anwar Provinsi  Jawa Barat, serta jajaran pengurus Mathla’ul Anwar pusat dan daerah.

KH. Embay Mulya Syarif menyampaikan rasa syukurnya, bahwa realisasi pembangunan MTs Mathla’ul Anwar Sukaluyu terbilang sangat cepat yakni lima bulan. Sebelumnya kata dia, dua bangunan di sekolah tersebut kondisinya memang sudah tidak layak huni bahkan hampir roboh.

“Jadi Alhamdulillah berkat dorongan donatur dari PIISEI melalui Relawan Kampung yang memang spesialis melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berada di pedalaman, Alhamdulillah sekarang kita melihat sudah terserahkan kepada masyarakat untuk dilakukan kegiatan belajar mengajar,” ungkap KH Embay Mulya Syarif kepada wartawan usai acara peresmian, Sabtu (09/10/2021).

Ditempat yang sama, Ketua DPD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor KH Azis Sarnata mengucapkan terimakasih kepada semua pihak baik kepada Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar juga kepada pihak PIISEI dan Relawan Kampung yang telah membangun dua gedung sekolah MTs tersebut.

“Saya sangat apresiasi kepada para donatur terutama juga kepada masyarakat yang ada di kampung sawah, Desa Sukaluyu ini luarbiasa mereka membantu untuk berdirinya Madrasah Tsanawiyah ini,” ucapnya.

KH. Azis Sarnata menyampaikan, bahwa di wilayah Kabupaten Bogor ini masih banyak sekolah madrasah yang kondisi bangunannya kurang layak dijadikan tempat belajar mengajar. Meski begitu, pihaknya sudah bekerjasama dengan baik bersama Pemerintah Daerah supaya sekolah madrasah lebih diperhatikan.

“Insya Allah di tahun yang akan datang, 15 lembaga Mathlaul Anwar yang akan dibangun dari sumber anggaran provinsi,” pungkasnya.

Diketahui sekolah tersebut sebelumnya kondisinya cukup memprihatinkan, bahkan saat itu bisa dibilang jauh dari kata layak, namun kini sekolah tersebut selesai dibangun dan bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dengan nyaman tanpa rasa ada khawatir lagi.

**cepikurniawan 

JMI Gelar Turnamen Wild Fishing di Setu Pemda

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Jurnalis Mancing Indonesia (JMI) Bogor Raya menggelar event perdananya bertema Wild Fishing Tournament Open 2021 di area Setu Pemda, Sabtu (9/10/2021). Event yang digelar dalam rangka riset dan penelitian habitat asli penghuni air tawar Setu Pemda tersebut, diikuti oleh puluhan jurnalis pehobi mancing yang menjadi member JMI yang berpusat di Jakarta dan Bogor Raya.

Ketua Umum JMI Firman Wibowo mengatakan, kegiatan JMI tidak semata menyalurkan hobi memancing. JMI juga memiliki segudang program sosial kemasyarakatan dan pelestarian alam yang dilaksanakan sejak 2017.

“Minggu kemarin kami baru melaksanakan donasi anak nelayan, penanaman pohon Mangroe di Pulau Tunda, Kepulauan Banten. Sebelumnya kami juga telah menggelar pelatihan usaha budidaya ikan Nila di Bogor. Selanjutnya kami akan terus menggelar kegiatan positip berbasis enterpreneur bagi para jurnalis,” jelas Bowi, sapaan akrab Firman Wibowo.

Ketua Umum JMI Bogor Raya, Billy Adhiyaksa menyebutkan, kegiatan memancing telah rutin digelar JMI. Namun kali ini, jelas Billy, JMI sengaja memilih Setu Pemda sebagai kawasan observasi untuk selanjutnya dilaksanakan penyebaran benih ikan.

“Turnamen ini digelar khusus untuk mengetahui ikan apa saja yang hidup di Setu Pemda. Kami menjumpai banyak ikan predator pengganggu sejenis gabus yang dilombakan untuk ditangkap. Sementara ikan lain kami lepas kembali,” ujar Billy.

Billy juga mengatakan, kegiatan yang bertempat di area belakang Pendopo Bupati Bogor tersebut, juga menjadi pijakan JMI untuk berkerjasama dengan para pihak dalam upaya pelestarian ekosistem air tawar di kawasan Bogor dan sekitarnya.

“Kami memiliki program tebar benih ikan atas kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun Dinas Peternakan dan Perikanan. Selanjutnya kami akan menebar bibit ikan agar ekosistem tetap terjaga,” urainya.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Otje Subagja yang hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan positif yang dilaksanakan stakeholder seperti JMI sangat dibutuhkan Kabupaten Bogor yang dikelilingi 93 danau sebagai kawasan resapan air.

“Setiap tahun kami rutin menebar ikan di setu-setu atau danau di Kabupaten Bogor. Kami berharap upaya observasi seperti ini dapat dilakukan di sejumlah setu di Kabupaten Bogor sebagai upaya bersama menjaga kelestarian alam,” ujar Otje yang hadir beserta jajaran Disnakan Kab Bogor.

Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan. Irwan mengatakan, siap memberikan dukungan dan kolaborasi bersama JMI maupun setiap stakeholder yang melakukan upaya-upaya baik untuk kemajuan Kabupaten Bogor. “Keberadaan JMI harus berdampak baik untuk para jurnalis dan masyarakat luas. Kami siap berkolaborasi dan mendukung kegiatan JMI,” pungkasnya.

**naynur’ain

Yudi Hermawan Pimpin KNPI Caringin

0

Caringin | Jurnal Inspirasi
Musyawarah Kecamatan (Muscam) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Caringin dibuka langsung oleh Camat Caringin Euis Komalasari didampingi AKP. Waluyo, Kapolsek Caringin. Dihadiri pula pengurus DPD KNPI Kabupaten Bogor, Muhamad Isro, kepala desa, serta tokoh pemuda dan masyarakat Kecamatan Caringin. Muscam tersebut diselenggarakan di Villa Pancawati, Desa Pancawati.

Pada Muscam tersebut, terpilih secara aklamasi Yudi Hermawan dengan masa kerja priode 2021-2024. Camat Caringin Euis Komalasari mengucapkan terimakasih kepada panitia Muscam KNPI yang telah bekerja keras sehingga acara muscam KNPI kecamatan Caringin berjalan lancar dan sukses. Ia juga memberikan apresisasi kepada OKP yang tergabung dalam wadah KNPI, karena sebelum dan sesudah Muscam telah menjaga kondusifitas.

“Saya berharap anak muda ataupun OKP yang tergabung dalam KNPI siap mendukung program Pemerintah Kabupaten bogor agar berjalan dengan baik, serta bisa menjaga potensi daerah dan mampu mengembangkannya untuk kemajuan Kecamatan Caringin khususnya dan Kabupaten Bogor pada umumnya,” ujarnya.

KNPI Caringin yang dinahkodai oleh Yudi hermawan diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah kecamatan ataupun pemerintah desa,sehingga dapat menjadikan Kecamatan Caringin menjadi lebih maju lagi karena adanya kerja sama yang baik antara pemerintah denga OKP.

“Dengan adanya koordinasi, dan sinergitas yang baik antara OKP terutama KNPI, saya harap juga dapat terjalin dengan baik, semua potensi yang dapat memajukan pemuda, atau meningkatkan ekonomi masyarakat kelola dengan baik,serta harus peduli pula dengan masyakat dengan permasalahan sosialnya,” paparnya.

Sementara itu Ketua KNPI terpilih, Yudi Hermawan mengucapkan terimakasih atas kepercayaan OKP Kecamatan Caringin yang telah mengamanahkan jabatan Ketua PK-KNPI kepadanya. Tanpa dukungan semua pihak, KNPI Kecamatan Caringin tak akan bisa berbuat apapun, sehingga perlu dukungan agar KNPI dapat berjalan sesuai program demi kemajuan pemuda ataupun masyarakat Caringin.

“Ini adalah tugas yang berat bagi saya, oleh sebab itu dukungan dari semua pihak sangat diharapkan demi kemajuan Kecamatan Caringin dan kita akan dukung pula Panca Karsa Bupati Bogor. Semua perlu kerja sama yang baik antara pemerintah dengan KNPI, saya siap melaksanakan program DPD KNPI Kabupaten Bogor dan mendukung serta mensuskseskan program Bupati Bogor Panca Karsa serta program pemerintah pusat dalam percepatan vaksinasi di wilayah Kecamatan Caringin,” pungkasnya.

**deny

Eksistensi Pesantren Diperkuat Lewat Perda

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Hal itu membuat DPRD Kota Bogor serius menggarap Perda Pesantren yang merupakan turunan UU Pesantren.

Anggota Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor, Rizal Utami mengatakan, Perda Pesantren akan menguatkan eksistensi pesantren di ‘Kota Hujan’. Apalagi, Jawa Barat pun sudah memiliki regulasi tersebut.

“Pemerintah daerah harus mempunya langkah konkret untuk membantu pesantren terkait sarana prasarana, penguatan operasional pesantren dan lain sebagainya,” ujar Rizal kepada wartawan, Minggu (10/10).

Menurutnya, terdapat kata Rizal lima poin penting dalam UU Pesantren. “Yang pertama Kitab Kuning, UU Pesantren disetujui, lembaga pendidikan pesantren harus mengajarkan para siswanya menggunakan kurikulum kitab kuning. Hal ini sesuai dengan Pasal 1 ayat 2 dan 3 dalam UU Pesantren,” jata Rizal.

Kedua, keberadaan pesantren sebagai lembaga yang mandiri, dan memiliki ciri khas sebagai institusi yang menanamkan nilai-nilai keimanan kepada Allah SWT.

“Kemudian yang ketiga, dalam Pasal 5 UU Pesantren, disebutkan bahwa pesantren harus memiliki kiai. Hanya saja, pada pasal 1 ayat 9 kiai harus seorang pendidik yang memiliki kompetensi ilmu agama berlatarbelakang pendidikan pesantren,” tutur Rizal.

Keempat, sambungnya, UU Pesantren mengesahkan proses pembelajaran yang khas, yakni ijazah kelulusannya memiliki kesetaraan dengan lembaga formal lainnya dengan memenuhi jaminan mutu pendidikan.

Terakhir, kata dia, pesantren akan mendapatkan dana abadi dari pemerintah. Atas dasar itu, bantuan ke pesantren dapat berbentuk Bantuan Operasional Daerah Pesantren. “Sebab selama ini pun sarana prasarana pesantren adalah hasil dari kemandirian pengelola pesantren,” tegasnya.

Dengan adanya Perda Pesantren nanti, sambung dia, dapat menjawab dan menutupi kekurangan sarana dan prasarana di pondok pesantren. “Saya berharap pekan depan sudah dapat diparipurnakan,” pungkasnya.

**fredykristianto

Desa Leuwinutug Bagikan BLT-DD 4 Bulan Sekaligus

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Leuwinutug bagikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap 6 di aula desa Leuwinutug, baru-baru ini (27/09 ). Sekretaris Desa leuwinutug Faisal mengatakan, penerima BLT-DD tahap 6 ini diberikan kepada warga diluar penerima bantuan Kemensos.

“BLT-DD bersumber dari dana desa, kita membagikan ke orang tidak mampu yang memang belum menerima bantuan seperti BNPT, PKH dan bantuan sosial lainnya,” kata Faisal kepada Jurnal Bogor di ruang kerjanya, Jumat (7/10).

Dia mengatakan, BLT-DD tahap 6 ini diturunkan  untuk 4 bulan sekaligus dan penerimanya sendiri hanya 35 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Masing masing KPM, rata mendapatkan sebesar 300.000 per bulan untuk bulan Juni – September,” jelasnya.

Dia berharap turunnya BLT-DD tahap 6 ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat desa, dan sedikit bisa membantu meringankan beban mereka yang sedang kesulitan dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

“Semoga adanya bantuan ini bisa sedikit meringankan ekonomi masyarakat,” pungkasnya penuh harap.

**naynur’ain

Guru Jadi Kambing Hitam, SDN Ketua K3S Cigombong Jual LKS

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi
Guru di SDN 1 Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, dikambing hitamkan oleh komite sekolah. Hal itu terjadi setelah penjualan buku lembar kerja siswa (LKS) di sekolah yang dipimpin Ketua K3S Kecamatan Cigombong, Ahmad Yani terkuak.

Ketua Komite SDN 1 Cigombong, Abong membenarkan sekolahnya menjual buku LKS kepada siswa. Alasannya, karena guru yang ada di sekolah tidak bisa membuat rangkuman mata pelajaran atau modul.

“Tau sendiri, guru di SDN 1 Cigombong tidak ada yang bisa buat modul. Makanya kami pesan buku LKS ke penerbit,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi di kediaman wakil komite di Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Sabtu (9/10).

Abong mengakui jika buku LKS itu tidak diperbolehkan dibuatkan oleh penerbit dan harus dibuat wali kelas siswa sekolah itu sendiri.

Menurutnya, sebelum buku LKS dipesan ke penerbit, pihaknya terlebih dulu melakukan rapat atau musyawarah dengan para orangtua siswa. Dari hasil musyawarah, lanjut Abong, semua orangtua siswa di SDN 1 Cigombong, sepakat dan menyetujui adanya buku LKS tersebut. “Jadi semua sudah hasil persetujuan,” ujarnya.

Untuk satuan buku LKS, dijual kepada siswa yang jumlahnya lebih dari 300 anak itu sebesar Rp.10.500. Sedangkan LKS yang harus dibeli orangtua siswa sebanyak 7 buku. “Tapi kalau anak yang tidak mampu kami kasih gratis,” aku Nia, Wakil Komite SDN 1 Cigombong.

Nia pun mengungkapkan, harga LKS yang dijual sekolahnya itu, terbilang cukup murah dibandingkan dengan sekolah lain yang ada di wilayah Cigombong. “Sekolah lain bisa lebih dari segitu harga satu LKS nya,” jelasnya.

Namun, Nia merasa heran hanya SDN 1 Cigombong saja yang dipermasalahkan dalam penjualan buku LKS. Sementara, Nia membeberkan sekolah lain pun melakukan hal sama, baik itu tingkat SD maupun SMP. “Semua sekolah juga jual buku LKS, tapi tidak pernah dipermasalahkan,” paparnya.

Perwakilan dari penerbit Dedi menjelaskan, pihaknya mendapat pesanan LKS dari komite sekolah dengan jumlah 7 buku rangkuman. “Karena saya sudah kenal dekat dengan Bu Nia, maka saya terima saja penawaran LKS ini,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan wattshapp, Kepala SDN 1 Cigombong, Ahmad Yani tidak merespon. Tak hanya itu, kepala sekolah yang merupakan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cigombong tersebut, tidak bersedia menerima panggilan telepon meski kondisi handphone nya sedang aktif.

**dedesuhendar

Sekolah Indika Bogor Targetkan Lahirkan Atlet Berkualitas

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sekolah Indika Bogor ingin lahirkan atlet berkualitas. Musababnya selama pandemi Covid-19 riuh olahraga sempat meredup. Hal ini dikatakan, ketika melakukan sosialisasi kepada atletnya yang belajar secara online

Direktur Eksekutif Yayasan Indika Wawan Hartawan menjelaskan, bahwa belajar dari rumah di masa pandemi Covid-19 memberikan inspirasi bagi Sekolah Indika dalam menjalankan proses belajar (KBM) bagi atlet.

“Kesulitan atlet dalam membagi waktu antara latihan dan kejuaraan dengan belajar di sekolah, bisa di atasi dengan belajar online, Sekolah Indika mendokumentasikan secara digital setiap KBM,” ucapnya

Ia menambahkan, pihaknya pun memposting di media sosial sehingga dapat di akses oleh atlet dalam waktu senggang, sehingga tidak tertinggal dalam pelajaran.

“proses ini tentu di pantau oleh Guru terkait, untuk memastikan anak didik atlet mengikuti proses KBM Online dengan baik” tambahnya.

Senada dikatakan, atlet tinju berbakat Kota Bogor, dia adalah Vallery Holando, yang pernah meraih mendali Perak Pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Ke XIII Jawa menamnahkan, memilih indika Sekolah ini memberikan banyak kemudahaan baginya dalam meniti karier professional Tinju.

“Saya senang sekolah Indika, karena gurunya ramah dan banyak memberikan kemudahaan bagi aku sebagai atlet tinju, karena sebagai petinju perlu fokus latihan, sementara saya juga tidak ingin ketinggalan mata pelajaran di sekolah” cetusnya

Saat ini Sekolah Indika memiliki jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Jurusan Ritel dan Perbankan Syariah. Sekolah Indika yang didirikan tahun 2018 pada awalnya banyak menerima anak didik atlet yang merupakan Atlet Klub Bulutangkis KayP1 Badminton, salah satu klub bulutangkis terbesar di Kota Bogor.

**as.pangrango