33.7 C
Bogor
Sunday, August 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1115

Dandim 0621/Kabupaten Bogor Bangun 33 Jembatan Rawayan di Titik 3 Kabupaten Bogor

0

Salah Satunya Dibangun Jembatan Terpanjang di Ciaruteun Ilir

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf Syukur Hemanto berserta jajarannya didampingi Kepala Desa Ciaruteun Ilir meninjau lokasi pembangunan jembatan rawayan terpanjang yang menghubungkan dua desa yang berlokasi di Desa Ciaruteunilir, Kecamatan Cibungbulang, Senin (11/10/2021).

Dandim 0621 Letkol Inf Syukur Hermanto menyampaikan, bahwa pembangunan jembatan rawayan tersebut diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor yang sering kali terhambat.

“Salah satu contoh adalah aktivitas medis dan kesehatan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Kampung Gunungmenir Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang. Dimana seorang Ibu muda terpaksa harus ditandu oleh sejumah orang saat akan melahirkan,” kata Letkol Inf  Syukur  Hermanto.

Sambungnya peristiwa seorang ibu yang melahirkan hingga harus ditandu dan viral tersebut membuat Komando Distrik Militer 0621 Kabupaten Bogor bersama Pemkab Bogor merespon peristiwa tersebut

“Dengan membangun  jalan dan puluhan jembatan penghubung untuk mempermudah akses aktivitas masyarakat di sejumlah lokasi di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, salah satu jembatan yang dibangun adalah jembatan rawayan yang berlokasi di Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang dengan panjang bentangan 125 meter dan lebar 1,2 meter yang merupakan jembatan rawayan terpanjang dari 33 titik jembatan yang dibangun oleh Kodim 0621/ Kabupaten Bogor di tahun 2021 ini.

Jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung Desa Rancabungur ke Desa Ciaruten Ilir. Jembatan tersebut dibangun Kodim 0621 yang dikoordinir oleh Korem 061 Surya Kancana Bogor dengan pertimbangan tingginya aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Selain itu dirinya menambahkan, adanya beberapa situs dan prasati peninggalan sejarah juga menjadi pertimbangan dibangunnya jembatan rawayan Ciaruten tersebut. “Pembangunnya jembatan di harapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarkat melalui sektor pariwisata,” katanya.

Hal itu disambut baik oleh warga sekitar, seperti diungkapkan Eva (35), salah satu warga Kampung Muarajaya, dirinya merasa senang dengan adanya rencana pembangunan jembatan tersebut. Pasalnya, dapat mempermudah akses bagi warga.

“Selama ini kan harus memutar melewati Pasar Ciampea, tentunya banyak memakan waktu dan biaya, dengan adanya pembangunan jembatan ini tentunya kita sangat senang,” pungkasnya. 

**cepikurniawan

Pemdes Gunung Putri dan Indocement Bantu Korban Kebakaran

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Gunung Putri dan PT Indocement Tunggal Prakarsa bersinergi memberikan bantuan kepada korban kebakaran di RT 02 RW 01 kampung Blok Mede, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (11/10/2021)

Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Selasa (5/10) pukul 01.00 dini hari lalu, yang mengakibatkan 3 rumah hangus dan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri pun melakukan langkah gercep (gerak cepat ) dengan memberikan bantuan terhadap korban kebakaran.

Ia mengatakan, pada saat terjadi kebakaran, langsung menginstruksikan kepada ketua tim penggerak PKK untuk melakukan pengumpulan dana. “Alhamdulillah ketua RT dan RW-nya mensuport sehingga bantuan bantuan berjalan dengan cepat,” ujar kepada Jurnal Bogor.

Ia juga berterimakasih kepada semua instansi yang memberikan bantuan, dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Gunung Putri untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, sampai saat ini dana yang terkumpul sebanyak 38 juta. Dirinya atas nama Pemdes berterimakasih atas segala donasi yang telah diberikan

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat dan pengurus lingkungan untuk meningkatkan kewaspadaan bencana, mudah-mudahan kedepannya semua pengurus dan masyarakat lebih sigap lagi,” Kata A Heri biasa disapa

Terpisah, H Uki, salah satu korban kebakaran mengaku sedih karena hampir semua barang-barang miliknya hangus terbakar. Kejadiannya begitu cepat dan dia hanya terfokus untuk menyelamatkan diri saja.

“Panik, semua barang habis terbakar seperti motor, kulkas dan semua alat rumah tangga, namun alhamdulilah ada bantuan dari Pemdes yang berupaya untuk membangunkan rumah kembali dan itu sangat meringankan kami,” ucapnya.

Selain itu donatur dari PT  Indocement Tunggal Prakarsa pun ikut terjun langsung melihat tempat kejadian kebakaran. Corporate Social Responsibility atau CSR Dari PT Indocement, R Ayi Ibrohim ST mengatakan, pada saat kejadian PT Indocement langsung menurunkan tim pemadam kebakaran dari PT Indocement.

“Pada saat kejadian pukul 01:00 dini hari, kami (PT Indocement) langsung menurunkan tim pemadam kebakaran, dengan dibantu warga masyarakat. Alhamdulillah kebakaran cepat padam selain itu kami juga memberikan donasi juga berupa produk yaitu semen Tiga Roda untuk membangun kembali rumah yang telah terbakar,” pungkasnya mengakhiri.

**naynur’ain

Nakes Gagalkan Pencurian di Puskemas Cibungbulang

0

Cibungbulang  | Jurnal Inspirasi

Aksi percobaan pencurian terjadi di Puskemas Cibungbulang, Desa Cibatok I, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor pada Minggu (10/10/2021). Namun pelaku pencurian gagal lantaran saat menjebol kunci kontak motor ada petugas tenaga kesehatan (nakes) yang keluar dari Puskemas, sehingga pelaku langsung pergi.

Menurut Kepala Puskesmas Cibungbulang drg Doni Arya, aksi percobaan pencurian kendaraan roda dua milik petugas Farmasi itu terjadi pada Minggu siang pukul 12.00 WIB saat jam istirahat dan kondisi Puskesmas saat itu sedang sepi.

“Pelaku pencurian berjumlah dua orang, satu pelaku nunggu di jalan, satu pelaku lagi masuk dan pelaku sempat menjebol kunci kontak, namun karena ada petugas yang keluar pelaku kabur gak sempat membawa motor incarannya itu,” kata Doni Arya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (11/10/2021).

Doni mengatakan, aksi pelaku terekam kamera pengawas CCTV dan terlihat jelas pelaku berupaya membobol kunci kontak motor. “Aksi pelaku sempat terekam CCTV, motor petugas farmasi ketahuan gak bisa dinyalakan karena kunci kontaknya rusak dijebol,” katanya.

Dia mengatakan, meskipun tidak lapor secara langsung, namun pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kapolsek Cibungbulang telah terjadi aksi percobaan pencurian di lingkungan Puskesmas.

“Kejadian ini baru pertama kalinya, saya meminta petugas keamanan dan penjaga parkir untuk lebih memperketat penjagaan di area Puskesmas,” pungkasnya.

**cepikurniawan 

Dewan Sikapi Penjualan LKS di SDN 1 Cigombong

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Penjualan buku lembar kerja siswa (LKS) di SDN 1 Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terhadap ratusan siswa disikapi anggota dewan asal daerah pemilihan (Dapil) III, Dedi Aroza. Wakil rakyat dari PKS itu dengan tegas melarang adanya penjualan buku LKS yang dilakukan pihak sekolah.

 “Sekolah tidak boleh jualan dalam proses belajar mengajar,” ujar Dedi Aroza, kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Senin (11/10).

Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor itu pun menegaskan, pihaknya akan melakukan konfirmasi ke Dinas Pendidikan (Disdik) terkait adanya informasi penjualan buku LKS di SDN 1 Cigombong. “Dan kalaupun ada pelanggaran, maka pihak Disdik harus melakukan pembinaan,” tegas Dedi Aroza.

Terkuaknya penjualan buku LKS di sekolah yang dipimpin Ketua K3S Kecamatan Cigombong itu, disesalkan Plt Camat Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Pendidikan (GTK) di Disdik Kabupaten Bogor tersebut mengungkapkan, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2010, perubahan atas PP Nomor 17 Tahun 2010 tantang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, buku LKS sudah dilarang.

Didalam PP tersebut, kata Asep, dijelaskan secara rinci tentang itu. Dimana, pendidik dan tenaga kependidikan, baik perseorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, seragam sekolah atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan.

 “Malahan, larangan itu tidak melulu ditujukan untuk  guru atau kepala sekolah saja. Namun, mencakup komite sekolah dan yang mengatasnamakan koperasi sekolah. Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Ketua Komite SDN 1 Cigombong, Abong membenarkan sekolahnya menjual buku LKS kepada siswa. Alasannya, karena guru yang ada di sekolah tidak bisa membuat rangkuman mata pelajaran atau modul. “Tau sendiri, guru di sekolah kami tidak ada yang bisa buat modul. Makanya kami pesan buku LKS ke penerbit,” katanya.

Untuk satuan buku LKS, dijual kepada siswa yang jumlahnya lebih dari 300 anak itu sebesar Rp.10.500. Sedangkan LKS yang harus dibeli orangtua siswa sebanyak 7 buku. “Tapi kalau anak yang tidak mampu kami kasih gratis,” aku Nia, Wakil Komite SDN 1 Cigombong.

Nia pun mengungkapkan, harga LKS yang dijual sekolahnya itu, terbilang cukup murah dibandingkan dengan sekolah lain yang ada di wilayah Cigombong. “Sekolah lain bisa lebih dari segitu harga satu LKS nya,” tukasnya.

**dedesuhendar

Terbengkalai 2 Tahun, Pustu Cisarua Kumuh tak Terawat

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Keberadaan bangunan Puskesmas pembantu (Pustu) yang terletak di Kampung Cipeureup RT 01/ RW 06 Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor tidak terawat dan kondisinya yang mengkhawatirkan. Padahal pelayanan kesehatan bagi warga Cisarua sangat diperlukan guna memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Sekertaris Desa (Sekdes) Cisarua Ali akbar mengaku keberadaan Pustu di wilayahnya tersebut terkesan tidak terurus. “Mengenai masalah Pustu yang ada di Desa Cisarua kami ada sedikit kesusahan mengenai masalah keberadaan Pustu itu,” kata dia, Senin (11/10).

Menurut Ali, Pustu yang meliputi Kampung Muara Cipeureup dan Kampung Jangkar Wetan itu dibangun pada tahun 2017, dan pernah difungsikan selama dua tahun. Namun kini, kondisi Pustu tersebut tak terawat ditambah tidak ada kejelasan mengenai status tanahnya.

“Jadi kami sedikit miskomunikasi mengenai status tanah bangunan Pustu tersebut. Sampai hari ini belum ada kejelasan perihal status tanah tersebut, apakah itu tanah hibah. Kalau memang  hibah surat hibahnya mana?. Namun pada Sertijab memang ada Pustu, cuman hibah tanahnya itu tidak ada,” tambahnya.

Ia menyebut  pelayananan Pustu seminggu dua kali terlihat hadir petugas kesehatan, namun sudah dua tahun ini Pustu itu tak pernah digunakan dan dibiarkan kosong. “Tentu warga desa sangat menantikan Pustu itu diaktifkan kembali,” imbuhnya.

Dia menyayangkan, sebelumnya tidak adanya Pustu di Desa Cisarua, akan tetapi setelah dibangun justeru tak berpungsi. “Warga desa sangat membutuhkan pelayanan kesehatan terdekat,” ujarnya.

Warga saat ini terpaksa harus ke Puskesmas Curugbitung yang jaraknya cukup  jauh. Sementara Kepala Puskesmas Curugbitung Dr Ridwan saat dikonfirmasi melalui selulernya perihal bangunan Puskesmas pembantu yang sudah tahunan terbengkalai tak merespon. 

**aripekon

Warga Puas Layanan Vaksinasi PKS

0


Cibinong ,| Jurnal Inspirasi

Warga Kabupaten Bogor yang menerima dosis kedua di program vaksinasi yang digelar DPD PKS Kabupaten Bogor, merasa puas dengan layanan yang diberikan.

Vaksinasi dosis kedua ini diberikan kepada 1.000 orang. Peserta vaksinasi datang sejak Minggu (10/10/2021) pagi, mereka dengan tertib mengikuti alur vaksinasi hingga tuntas di halaman Gedung DPD PKS Kabupaten Bogor, Cibinong.

Meskipun jumlahnya mencapai lebih dari seribu orang, kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Tampak beberapa petugas menggunakan baju oranye khas PKS, serta rompi berlogo partai dengan bulan sabit kembar di sisi kiri.

“Alhamdulillah, kami dilayani dengan cepat oleh Tim PKS. Vaksinnya Pfizer pula,” ujar Nasan, peserta vaksinasi.

Warga dari kelurahan Pakansari ini berterima kasih, karena tidak perlu lama meninggalkan usahanya untuk mengikuti vaksinasi yang sudah menjadi hak bagi semua warga ini. Usai observasi dan mendapatkan surat keterangan telah divaksin, ia pun langsung pamit dan kembali ke tempat usahanya.

Hal yang sama pun dirasakan seorang ibu yang sudah lanjut usia, yang datang dari Kecamatan Klapanunggal. Ia diantar oleh cucunya ke Cibinong untuk mendapatkan dosis kedua. Layanan yang dilakukan oleh Tim PKS membuatnya merasa nyaman, mulai dari pendaftaran, skrining, hingga observasi.

“Tadi ibu lupa bawa minum, eh.. abis divaksin malah dikasih minum sama roti,” ucapnya.

Ketua DPC PKS Bojonggede Syadad Hamami, yang turut divaksin dosis kedua pun berterima kasih atas layanan vaksinasi yang digelar Minggu kemarin.

“Semoga layanan yang diberikan PKS bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucap pria yang juga berprofesi sebagai dosen ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Vaksinasi drg. Hasmi Kuswidati mengatakan bahwa vaksinasi yang digelar hari ini adalah lanjutan yang diselenggarakan tanggal 11-12 bulan September lalu.

“Alhamdulillah, vaksinasi dosis kedua yang digelar hari ini berjalan lancar. Vaksinasi ini kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas Cibinong, dengan tujuan agar cepat terbentuk herd immunity sebagaimana diharapkan kita semua,” ucapnya.

Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial DPD PKS Kabupaten Bogor ini pun menyatakan bahwa peserta vaksinasi tidak hanya dari kalangan kader PKS tapi warga Kabupaten Bogor dari berbagai kecamatan.
“Vaksinasi yang kita gelar ini bagian dari ikhtiar mempercepat terwujudnya kekebalan komunal atau herd immunity di masyarakat”, tutupnya.

**moch.yusuf

Satwagia Kolaborasi dengan IPB Launching ‘Telemedicine’

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Interaksi manusia dengan hewan peliharaannya saat ini semakin meningkat, hal tersebut disebabkan para pemilik hewan banyak yang bekerja dan berkegiatan dari rumah akibat efek pandemi Covid-19 yang menganjurkan manusia untuk tetap dirumah jika tidak ada kegiatan mendesak yang mengharuskan keluar rumah.

Di waktu senggang setelah menjalankan kegiatan di rumah, para pemilik hewan peliharaan mengusir kejenuhan dengan cara bermain dengan hewan peliharaannya. Jumlah Hewan Peliharaan yang di Adopsi pun saat ini semakin meningkat dan kebanyakan dari pengadopsi hewan peliharaan sangat memperhatikan kesehatan dan kebersihan hewannya.

Hal tersebut juga berdampak kepada meningkatnya permintaan jasa dan layanan klinik dokter hewan yang secara langsung menangani keluhan – keluhan yang dialami oleh hewan peliharaan seperti kucing, anjing, burung ataupun ikan.  Salah satu jasa layanan klinik hewan yang bisa ditemui di berbagai kota adalah Satwagia.

Satwagia merupakan jaringan klinik hewan terintegrasi yang dapat memenuhi semua kebutuhan yang dirasakan oleh para pemilik hewan kesayangan, diantaranya Jasa layanan dokter hewan, petshop, vaksinasi, grooming, sterilisasi, penitipan hewan, laboratorium, operasi, antar jemput hingga konsultasi online.

Hal terakhir yang disebutkan sangat menarik para pemilik hewan saat ini yaitu konsultasi online. Melalui Aplikasi yang dapat diunduh di Play Store maupun Apps Store, para pemilik hewan kesayangan dapat menemukan seluruh layanan yang dibutuhkan. Di dalam aplikasi satwagia, para pemilik hewan bisa terhubung langsung dengan dokter hewan untuk sekedar berkonsultasi dan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh hewan kesayangannya.

Dokter hewan merupakan mitra strategis yang dimiliki satwagia, namun pada beberapa kasus keluhan yang dijumpai, dokter hewan yang ada di jaringan klinik Satwagia membutuhkan bantuan dari dokter hewan expert yang mayoritas merupakan kalangan akademisi. Satwagia telah membangun kolaborasi dengan dokter hewan yang ada di Fakultas Kedokteran Hewan IPB University (FKH IPB) untuk mengembangkan fitur pada aplikasi satwagia yang dapat menjembatani antara dokter hewan klinik dan dokter hewan expert yang dapat berkonsultasi secara online melalui fitur realtime chat & video call.

Aplikasi Satwagia yang dikembangkan oleh PT. Teknologi Digital Veteriner ini sangat mudah digunakan atau yang biasa kita kenal dengan sebutan user friendly. Langkah – Langkah untuk berkonsultasi secara online pun sangat mudah, ditambah dengan hadirnya fitur pembayaran dompet digital petpay membuat para pengguna aplikasi dapat mencari solusi atas permasalahan yang dialami hewan kesayangannya hanya dalam satu genggaman.

Dodi Irwan Suparno selaku CEO PT. Satwa Bahagia Indonesia yang merupakan badan usaha yang memayungi jaringan klinik hewan Satwagia dalam kesempatan di sela acara launching “Telemedicine” Sabtu, 9 Oktober 2021 menyebut keseluruhan sistem yang terintegrasi tersebut dengan nama “Super App Satwagia” yang akan menjadi solusi bagi semua stakeholder yang terlibat dalam dunia Kesehatan hewan baik dari kalangan pemilik hewan peliharaan, dokter hewan praktisi maupun dokter hewan akademisi.

Acara yang dilaksanakan di Lapangan Berkuda, URR FKH IPB University ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Prof. Dr. Deni Noviana, Ph.D dan Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si.

**as.pangrangp/rls

Orangtua Jangan Abai

0

KPAID: Sekolah Ramah Anak tak Boleh Sebatas Jargon

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pasca terjadinya kasus kekerasan pelajar yang menyebabkan tewasnya RMP (17) salah seorang pelajar salah satu SMA negeri. Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyarankan enam langkah untuk penanganan masalah yang sudah mengakar di kalangan siswa.

“Masalah kekerasan pelajar yang memakan korban jiwa adalah masalah yang sangat serius. Maka harus ditangani dengan sangat serius, tidak hanya sekedar langkah taktis ataupun reaktif, meski hal itu juga tetap diperlukan sebagai solusi jangka pendek. Namun, sangat penting untuk dipikirkan bersama strategi penanganan secara komprehensif agar tidak terulang kembali di masa mendatang,” kata Atang, Minggu (10/10).

Langkah pertama, kata Atang adalah dilakukannya pendekatan hukum. Dimana, tindakan hukum kepada pelaku kekerasan harus ditegakkan. Tidak hanya kepada pelaku kekerasan, tetapi juga kepada orang-orang yang membantu pelaku dalam tindak keketasan juga perlu dikenakan hukuman.

“Perlu efek jera dengan hukum yang berat dan tegas. Menghilangkan nyawa orang lain atau mengakibatkan orang lain terluka adalah tindakan kriminal serius,” tegasnya.

Kedua, pendekatan pola pembelajaran. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (KCD), Dinas Pendidikan Kota Bogor, dan Sekolah perlu merumuskan satu pola pembelajaran yang menjadikan siswa disibukkan dengan kegiatan yang ada disekolah baik akademik maupun non akademik.

“Ini bisa dilakukan dengan memberikan pelajar ruang maksimal untuk menyalurkan aktualisasi mereka ke dalam kegiatan positif baik olahraga, seni, pramuka, ekskul, dan lain sebagainya. Semoga dengan kesibukan positif ini tidak ada ruang bagi pelajar untuk macam-macam diluar,” jelasnya.

Untuk yang ketiga, pendekatan pembinaan. Bagaimanapun, pola pendidikan tidak bisa hanya bertumpu pada pembelajaran pengajaran saja. Perlu pembinaan intens terhadap kepribadian pelajar.

“Kita bisa mencontoh pola pembinaan yang dilakukan oleh sekolah-sekolah yang menghasilkan anak didik yang berperilaku baik. Memiliki mental karakter dan pribadi yang bagus. Success story ini bisa direplikasi,” ujar Atang.

Untuk pendekatan keempat, ketua PKS Kota Bogor ini menilai pola komunikasi tiga pihak, yaitu anak, orang tua, dan sekolah perlu ditingkatkan. Sebab menurutnya, di era digital ini, komunikasi seharusnya bisa dilakukan secara lebih baik. Selain pertemuan reguler secara langsung antar pihak, bisa juga dimanfaatkan platform digital. Termasuk untuk pengawasan real time aktivitas anak-anak di sekolah maupun di luar sekolah.

“Untuk yang kelima adalah pendekatan reward and punishment. Sekolah yang pelajarnya sering terlibat tawuran dan kekerasan diberikan sanksi yang berjenjang. Karena kita juga melihat, sekolahnya juga itu-itu saja. Sehingga lebih mudah untuk melakukan monitoring dan penerapan sanksi jika diperlukan. Agar masalah ini ditangani secara serius oleh masing-masing sekolah. Banyak instrumen yang bisa digunakan. Sanksi dana BOS, sanksi administratif, sanksi hibah, atau sanksi bentuk lain,” tutupnya.

Lebih lanjut, Atang menyebutkan selain kelima hal tadi, untuk mencegah terjadinya kekerasan pelajar tentu yang paling utama adalah peran sentral orang tua dalam hal pengawasan anak.

Menurutnya, orang tua harus mampu menjalankan pendidikan dan pengawasan bagi anak-anaknya. Sehingga, penguatan peran orang tua harus menjadi konsern utama.

“Pendidikan parenting, kelas pendampingan psikologi, dan pembentukan komunitas orang tua bisa menjadi sarana penguatan peran orang tua,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor, Dudih Syiarudin mengatakan bahwa pihaknya akan menggalang dan merekomendasikan agar sekolah harus ramah anak, yang tak sekadar jargon.

“Makanya kita langsung terjun ke sekolah-sekolah dan memberikan apresiasi ketika sekolah mengikuti indikator, setelah itu kita memberikan sanksi kepala dinas kaitan bantuan-bantuan untuk sekolah yang tak mengindahkan berbagai peraturan termasuk ke pemda, ya kita tunda dulu agar sekolah bisa memperbaiki diri, tentu saja ini bukan salah sekolah. Karena selama ini daring, utamanya adalah keluarga dan orang tua, karena malam itu bukan ranah sekolah,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Dudih, KPAID akan mengeluarkan kebijakan gerakan gembira dan gerakan menyapa, mendengarkan dan berbicara dengan anak.

“Orangtua terkadang abai, dan insya allah KPAI akan mengeluakan gerakan gembira gerakan menyapa, mendengatkan , dan berbicara dengan anak. Banyak kejadian ini anak tidak didengarkan, tidak disapa dan tidak diingatkan, jadi kalau sudah kejadian ini saya yakin orang tua mengelus dada,” ucapnya.

Kata dia, dengan adanya UU 11 tahun 2012, otomatis sistem peradilan pidana terhadap anak tidak boleh diperlakukan seperti orang dewasa.

**fredykristianto

Sesuai Master Plan Pemkab, Konsep Green Living Dikembangkan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

PT Sentul City Tbk (Sentul City) berkomitmen untuk mengembangkan kawasan bisnis properti dengan konsep “Green Living” sesuai master plan yang telah disahkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Konsep ini akan terintegrasi dengan pengembangan lingkungan di Sentul City. Untuk itu, Sentul City akan mengalihkan segala sesuatunya, kebijakan dan praktik perusahaan ke arah Green Living, sehingga terjadi mutual benefit dengan masyarakat dan lingkungan

“Semua terintegrasi dalam master plan kami. Konsep green living ini menjadi bagian dari pengembangan bisnis kami ke depan” jelas Basaria Panjaitan, Presiden Komisaris PT Sentul City Tbk dalam keterangan persnya, Sabtu (9/10).

Basaria menjelaskan kehadiran Sentul City harus memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat sekitar. Selain nilai tambah ekonomi dalam bentuk lapangan pekerjaan yang terbuka lebar juga peningkatan kualitas kehidupan masyarakat yang berkelanjutan.

“Ini yang menjadi concern kita bagaimana lingkungan masyarakat, terutama bagi mereka yang benar-benar hidup di sana, tinggal turun temurun, yang menjadi tetangga kita, bisa merasakan manfaat kehadiran Sentul City. Lebih maju kampungnya. Out put-nya kualitas kehidupan masyarakat sekitar kita meningkat,” papar Basaria.

Menurut Basaria, konsep “Green Living” ini akan menciptakan keseimbangan lingkungan antara wilayah yang di develop Sentul City dengan masyarakat yang menjadi tetangga Sentul City. Keseimbangan lingkungan ini akan melahirkan harmonisasi.

“Saya yakin apa yang ingin kami kembangkan ini sejalan dengan pemikiran para stakeholders yang banyak memberikan input kepada kami termasuk Bapak Rocky Gerung yang memiliki pemikiran futuristik terkait bagaimana membangun keseimbangan lingkungan. Konsep kampung hijau yang ramah lingkungan yang digagas Bapak Rocky Gerung sejalan dengan pemikiran kami,” ujarnya.

**fredyk/rls

Agrowisata Gunung Mas Tea Hills Suguhkan Kesejukan dan Fasilitas Wahana Bermain

0


Bogor | Jurnal Inspirasi

Puncak, yang terbesit dalam benak kita pasti sejuk, dingin dan pastinya pemandangan ribuan hektare kebun teh yang menyelimuti perbukitan terbentang bak permadani hijau nan indah. Namun saat melintas kenapa tidak mencoba untuk menikmati kesejukan sesungguhnya yang disajikan oleh Agrowisata Gunung Mas Tea Hills.

“Para wisatawan atau pengunjung akan dimanjakan dengan sejumlah fasilitas dan aktivitas yang seperti tea walk, flying fox, kolam renang, fasilitas bermain anak dan area menginap. Kita juga menyediakan sarana camping ground dan ada yang unik, kamping dengan menggunakan kendaraan pribadi, ini akan menambah keseruan untuk para pengunjung Puncak dari mulai keluarga dan komunitas,” ucap Tammy Gauthama, Asisten Manager Agrowisata PTPN VIII, kepada Jurnal Bogor, Minggu (10/10/2021).

Tammy melanjutkan, namun dengan adanya pembatasan dan peraturan aktivitas selama masa pandemi ini seluruh aktivitas wahana di Puncak dihentikan dahulu. Namun ada kabar baik, dalam dua minggu kedepan pihaknya akan segera membuka seluruh wahana yang berada di area Gunung Mas Tea Hills.

“Ya, saat pandemi dan PPKM selama ini kita mengikuti anjuran pemerintah daerah untuk menutup semua fasilitas yang ada. Dan kita berencana dua pekan kedepan akan segera membuka dan mengoperasikan seluruh fasilitas wahana, namun tetap menjaga prokes yang sudah di tetapkan oleh pemerintah tentunya, kita tunggu hasil rapat semoga rencana ini bisa terwujud,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Gunung Mas Tea Hills tidak sulit untuk ditemukan lokasinya, karena posisinya berada di permulaan deretan perkebunan teh di Puncak dari arah Gadog/Bogor. Hanya sedikit kejelian melihat ke sisi kanan jalan maka kita akan menemukan sebuah pintu masuk bertuliskan “Gunung Mas”. Dan dengan tiket harga masuk yang sangat tidak mahal, sangat ekonomis untuk semua kalangan dan segmen.


**handymehonk